Chapter 4

Melody In Love

Author : manlylittledeer

Cast :

Luhan

Ooh Sehun

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Ailee

masih bisa nambah ya castnya sesuai berjalannya cerita

Pairing : Official Pair! HunHan KaiSoo ChanBaek

Rate : T :)

Length : Chaptered

Disclaimer : Pokoknya ini cerita punya puput asli natural loh/? hahaha cast itu milik pasangannya masing-masing, orang tua dan Tuhan YME :)

THIS IS YAOISTORY

BOY x BOY

IF YOU DON'T LIKE PLEASE LEAVE THIS PAGE

THIS STORY JUST DEDICATED TO FUJOSHI OR WHO LOVES YAOI STORY

Annyeoong huuft maaf yaa aku ngaret banget updatenya:( soalnya internetnya lagi ngaco trus aku sibuk sama acara Natal dan Tahun Baru :( buat readers semuaaa yang udah sempetin review atau jadi siders udah baca dari chapter 1, kamsamhabnidaaa /bow/ kalau misalnya aku ada salah atau typo maaf yaaakk mungkin waktu ngedit tadi kelewat :3 sooo

HAPPY READING YEOROBUUNN

When you were getting hurt with your first love, it means YOU SHOULD TRY FIND THE SECOND LOVE. Because the first love doesn't mean your REAL LOVE.

Luhan terpaku ditempat duduknya. Ap-apa? Jadi selama ini Sehunnie menyukaiku? Sehun melirik Luhan yang hanya terdiam tidak menanggapi pernyataan Sehun sama sekali, ia menghela nafas

"Baiklah, lupakan perkataanku barusan. Kurasa aku sedikit mabuk karena meminum bir tadi." Luhan masih terdiam, belum tersadar dari keterkagetannya. This is so unpredictable. Sehun mendekati Luhan yang hanya terdiam. Wajah Sehun semakin mendekati wajah Luhan, Luhan menutup matanya perlahan. Baiklah aku si—ap. Eh?

"Aku hanya memasang seatbeltmu. Kenapa kau memejamkan matamu?" Wajah Luhan benar-benar semerah kepiting rebus, bagaimana mungkin ia berharap Sehun hendak menciumnya?! MENCIUMNYA! Luhan hanya menggeleng kecil, "An-aniyo." Sehun mengangguk mengerti.

"Baiklah, kuantar kau pulang sekarang." Luhan menggeleng, "Sehunnie aku tidak mau pulang, dirumah sepi. Aku bosan."

"Kalau begitu kau mau kemana?"

Luhan terlihat berpikir, "Ah ayo kita ke.."

-Melody in Love-

-at BLACKPEARLSTUDIO-

"Untuk apa kita kesini Lulu? /puput ganti ya panggilan Sehun ke Luhan soalnya agak saru sama Luhannie-_-v/" Luhan melepas seatbeltnya

"Tentu saja untuk bermain piano!" seru Luhan semangat, Sehun mengernyitkan keningnya, "Selarut ini?" Luhan mengecek arlojinya

"Ayolah Sehunnie, ini bahkan baru jam sebelas malam. Aku sudah beberapa hari ini tidak menyentuh piano, pasti tanganku kaku" Sehun tersenyum mengerti

"Arraseo Pianist Luhan!" Mereka keluar dari mobil, menuju pintu masuk BLACKPEARLSTUDIO. Luhan mencoba membuka autopassword BLACKPEARLSTUDIO namun hasilnya selalu salah, Sehun hanya terkekeh melihat rusa kecilnya seperti berusaha membobol rekening bank besar. Setelah mencoba berkali-kali /Dua puluh kali lebih/ Luhan akhirnya menyerah dan kesal sendiri

"Sehunnie bagaimana ini, aku sudah mencoba tanggal lahirku, tanggal lahir Sehunnie dan tanggal lahir musisi-musisi terkenal tapi tidak ada yang benar" Sehun mengusak rambut Luhan gemas kemudian memasukkan beberapa digit angka dan tara! Pintu BLACKPEARLSTUDIO terbuka dengan mudahnya. Luhan membulatkan matanya, "Ya Sehunnie! Kenapa kau tidak memberitahuku?"

"Apa kau bertanya kepadaku?" ah ya, Luhan sama sekali tidak bertanya dan dengan sok tahu langsung mencoba membuka passwordnya. Luhan menahan malu langsung berlari masuk kedalam salah satu bilik studio sedangkan Sehun berjalan dengan pelan dibelakangnya dengan senyum yang terpatri diwajahnya. Untunglah Luhan tidak menjauhi bahkan memusuhinya karena ia sudah mengetahui perasaan Sehun, terimakasih Luhan atas pengertianmu. Sehun memasuki bilik studio yang tadi dimasuki Luhan, terlihat Luhan begitu ceria membuka salah satu piano dan mulai duduk dihadapan piano tersebut. Luhan terdiam seperti memikirkan sesuatu kemudian mulai memainkan piano diiringi suara lembutnya.

There's a boy who I always wanted to talk with. I'm not close with him.. but I tried to be closer with him. Day by day has passed away, we become closer but he just consider me as a friend. We talking, laughing and trough the trouble together. And one day you said you had a lover with a big smile on your face. I know.. I should happy for you.. for you..

Sehun terdiam, apakah maksud Luhan itu dirinya yang baru saja menyatakan cinta padanya? Sehun tertohok, luka yang dibuat Luhan sebelumnya kembali ditoreh dengan sebilah pisau tak kasat mata. Sehun tahu, Luhan tidak mungkin mencintainya. Ia harusnya sadar dan tidak usah menyatakan perasaannya, semestinya ia harus lebih mengontrol dirinya. Luhan menoleh kebelakang

"Sehunnie? Kenapa kau hanya diam dipintu? Ayo kemari kita berduet!" Sehun tersadar dari lamunannya kemudian berjalan mendekati Luhan. Luhan menggeser sedikit kekanan menyisakan tempat kosong disebelah kirinya, ia menepuk tempat kosong itu menyuruh Sehun untuk duduk disitu. Sehun menurutinya kemudian membolak-balik kumpulan partitur /semacam sheet piano/ Luhan, pergerakan tangan Sehun berhenti saat melihat partitur lagu yang masih berantakan karena ditulis dengan tangan. Luhan melirik partitur tersebut

"Ah itu aku mengarangnya saat aku bosan sendirian dirumah. Apa Sehunnie mau mendengarnya? Kau menjadi pendengar pertama loh!" Sehun mengangguk, tersenyum senang menyadari bahwa ia adalah pendengar pertama lagu milik Luhan. Tangan Luhan mulai bergerak dengan gemulai diatas tuts piano, Sehun terhanyut dengan permainan piano Luhan

He will never ever take my heart. He already leave me with him.. oh God please tell me is he not my destiny?

Sehun terdiam mendengar nyanyian Luhan, apa ini juga menyindirnya?

Can't handle this feeling anymore, I cry and yell so loud. He wouldn't know about this feeling. I swear I wouldn't tell him about this feeling. It's enough for me to see you wi—"

"Cukup Luhan." Luhan menghentikan gerakan jarinya, menoleh kearah Sehun yang sekarang sedang mati-matian menahan air mata yang hendak turun, "Waeyo Sehunnie?" Sehun tidak memanggilnya dengan sebutan sayang Luhan berarti ada yang aneh /yaampun Luhan gak peka abis-_-v/ Sehun beranjak dari tempat duduknya

"Aku akan membeli minum sebentar" Sehun berjalan keluar studio dengan sedikit agak berlari. Perlahan setetes air mata turun dari pelupuk matanya, Luhan? Kenapa kau menciptakan lagu tersebut..? Sehun duduk didalam mobil sambil menahan emosinya yang begitu membuncah didalam hatinya, ia begitu kesal dengan dirinya yang menaruh perasaan kepada Luhan yang jelas-jelas tidak akan membalas perasaanya. Seperti mencari buah jeruk disebuah pohon apel, Sehun tahu.. Luhan tidak mungkin membalas perasaannya.

Sehun sadar akan itu, mulai saat ini ia akan berusaha untuk mengubur perasaannya dengan Luhan secara perlahan. Ia harus bisa. Sehun menundukkan wajahnya disetir kemudi untuk beberapa saat, hari ini benar-benar membuat dirinya gila. Sehun menyentuh bibirnya yang tadi bergulat dengan bibir plum Luhan yang bahkan sama sekali tak pernah Sehun bayangkan dengan perlahan. Membayangkan kembali wajah Luhan yang begitu pasrah dan tangan Luhan yang berada ditengkuknya berusaha menekan wajah Sehun agar semakin mendekati wajahnya, Sehun benar-benar menggila.

Setelah beberapa lama bertahan dengan posisi itu, Sehun keluar dari mobil kemudian membeli iced coffee di standing machine untuk dirinya dan strawberry milk untuk Luhan. Sehun masuk kembali kedalam BLACKPEARLSTUDIO dengan hati yang lebih baik, ia sudah memantapkan dirinya untuk menganggap Luhan hanya sebagai MURID.

"Ah mianhaeyo Chanyeol, aku dan Sehun sedang berada di BLACKPEARLSTUDIO. Mian sekali lagi tidak pamit terlebih dahulu kepadamu, Baekhyun, Kyungsoo dan Jongin" Terdengar sahutan dari seberang sana

"Arraseo Chanyeol. Mian sekali lagi. Jaljayo." Sehun masuk kedalam bilik studio Luhan

"Barusan Chanyeol?" Luhan mengangguk sambil memasukkan handphone kedalam kantong kembali, terlihat wajah Luhan sedikit sedih setelah mengangkat telpon dari Chanyeol. Sehun menatap Luhan intens, ia menyodorkan strawberry milk yang barusan ia beli

"Ini strawberry milk untukmu, aku tahu kau pasti kehausan setelah kita.." Sehun terdiam sejenak, "Ya kau tahulah tak perlu kujelaskan." Luhan menatap strawberry milk tersebut dengan mata berbinar

"Gomawoo Sehunnie! Bagaimana kau bisa tahu aku kehausan setelah kita.." Luhan tidak melanjutkan kata-katanya menahan malu. Sehun tersenyum teduh

"Tentu saja pabbo, aku tahu itu pengalaman pertama untukmu. Maafkan aku telah merebut ciuman pertama yang kau simpan untuk.. Chanyeol."

Luhan yang sedang bersemangat meminum susunya /wah ambigu/ seketika terdiam, Sehun melirik Luhan sejenak

"Mian aku tak ber—"

"Aku akan belajar melupakan Chanyeol." Lima kata yang benar-benar ampuh menyita perhatian Sehun, "Aku akan belajar.. mencintaimu Sehunnie" Sehun memandang Luhan kesal

"Kau tak perlu berusaha, aku senang mendengarnya tapi aku tidak suka jika itu terpaksa." Ucap Sehun dingin. Luhan mendongak menatap Sehun jauh kedalam matanya, ia salah paham. Luhan hendak menyangkal dan meluruskan kesalahpahaman ini sebelum dipotong oleh Sehun

"Ayo pulang, ini sudah larut malam." Sehun beranjak keluar dari bilik studio yang langsung diikuti Luhan. Luhan memandang sedih punggung Sehun dari belakang, mereka saling terdiam. Sibuk dengan pikiran masing-masing.

-Sehun POV-

Aku masuk kedalam mobil sambil menahan emosi, kulihat Luhan tetap berada diluar mobilku. Terlihat ragu dan takut, apalagi sekarang? Aku membuka jendela mobil

"Apa yang kau lakukan disitu?" Aku sudah benar-benar lelah dan ingin beristirahat. Luhan terlihat menunduk dan memelintir kemeja, aku mendengus kesal, "Cepat masuk Lulu." Luhan langsung mendongak saat aku memanggilnya dengan panggilan sayang kembali, apa ia mengira aku begitu marah? Hah, salahkan bir yang tadi kuminum sehingga tidak bisa mengontrol emosiku.

Aku gemas melihat Luhan yang tetap diam tak bergeming walaupun sekarang ia tidak menunduk lagi melainkan melihat kearahku. Jangan tatap aku seperti itu Luhan. Aku langsung keluar dari mobil, berjalan berputar dan membukakan pintu untuk Luhan, "Masuklah" Luhan terlihat ragu

"Masuk atau kau kucium sekarang" Luhan menoleh kearahku dengan cepat dan langsung masuk kedalam mobil. Aku tersenyum miris, sudah kuduga dia memang tidak suka saat aku menciumnya. Aku berjalan berputar kembali, menyalakan mesin mobil kemudian mengendarai mobilku menerobos kesunyian malam. Aku melirik Luhan yang memandang keluar jendela, aku dapat melihat mimik wajahnya dari bayangan dijendela. Ia terlihat bimbang? Luhan menoleh kearahku sontak aku langsung salah tingkah dan berusaha untuk konsentrasi menyetir mobil.

"Sehunnie," Aku menggumam menjawab panggilannya, dapat kurasa Luhan terus memandangiku, "Sejak kapan Sehunnie suka padaku?" Aku menoleh kearah Luhan namun berusaha untuk kembali berkonsentrasi menyetir

"Itu tidak penting unt—"

"Itu penting bagiku," Luhan memotong kalimatku "Mulai saat ini, itu penting bagiku." Aku terdiam dan menghela nafas

"Lulu aku sudah bil—"
"Aku tidak terpaksa Sehunnie!" Aku tertegun, baru kali ini aku mendengar Luhan membentakku. Terlihat nafas Luhan memburu, seperti menahan emosi di dalam dada

"Baiklah, aku menyukaimu bahkan disaat kau belum mengenalku. Saat aku bersama Chanyeol sedang bermain di taman bermain." Luhan mengernyitkan keningnya, berusaha menggali memori yang ada didalam kepalanya

"Ah! Itu—"

"Ya benar Lu, disaat kau mulai mencintai Chanyeol, sahabatku sendiri"

/FLASHBACK MODE ON/

/AUTHOR POV YOO/

Jadi ini ceritanya Sehun berumur 12tahun, Chanyeol berumur 11tahun dan Luhan berumur 6tahun. Kalau sekarang berarti Sehun berumur 24 tahun, Chanyeol 23tahun dan Luhan 17tahun. Ngertikan reader-nim? Hehe kalau engga ngerti ikutin aja ceritanya pasti entar ngerti hehe

"Sehun-ah aku bosan hanya bermain pasir, bagaimana kalau kita bermain ayunan?" Sehun terlihat berpikir, "hem ide bagus!" Chanyeol dan Sehun berlari sambil saling mendorong dan tertawa tanpa sadar lengan Sehun menjatuhkan es krim seorang namja kecil. Sehun membalikkan badannya dan menganga,ia terlihat panik melihat baju namja kecil tersebut basah dan kotor terkena eskrim.

"Ah mi—"

"Gwenchana? Apa kau terluka? Maafkan sahabatku ne? Aku akan mengganti es krimmu!" Chanyeol langsung mengelap baju namja kecil itu dengan saputangannya, ia terlihat begitu bersalah padahal jelas-jelas itu bukan kesalahannya. Namja kecil itu terlihat tersipu

"Nan gwenchana. Kau tidak perlu mengganti es krim Lulu, nanti Lulu minta eomma membelikan lagi" Chanyeol tersenyum lega dan bertepuk tangan heboh sedangkan Sehun hanya terdiam tak berkata apapun.

"Hah, untung kau namja yang baik! Aku sangat suka dengan namja yang baik!" Luhan langsung menatap Chanyeol berbinar

"Jadi kau menyukaiku begitu?" Chanyeol mengangguk dengan pasti

"Ne, majayo!"

/FLASHBACK OFF/

-Still author POV-

"Si bodoh itu, dengan seenaknya mengatakan menyukaimu lalu mempunyai kekasih lain sekarang" Luhan tersenyum miris, ia tahu itu hanyalah bualan seorang anak kecil semata. Sehun melirik Luhan yang terdiam

"Sudahlah, tidak usah dibahas Sehunnie," tukas Luhan gerah "Itu hanyalah masa lalu" Sehun dan Luhan akhirnya terdiam. Sehun berkonsentrasi menyetir, Luhan memandang pemandangan malam Seoul. Beberapa orang masih berlalu lalang, berjalan pulang ingin menemui keluarga tercinta yang menyambut dirumah. Luhan mengeluarkan handphone nya dan mengecheck SNS. Luhan membuka post yang kemarin ia post, ia merasa penasaran dengan comment para fansnya. Luhan bahkan melihat masih saja ada fans yang comment beberapa menit yang lalu.

-Luciadeer^^- 2minutesago

"Annyeonghaseyo Luhan! Apa kau tahu aku sungguh tidak sabar untuk menyambut Natal! Aku harap keajaiban Natal yang kuterima saat ini adalah bertemu denganmu"

-HannaLu- 2minutesago

"Aku harap Santa Claus menculikmu dan membungkusmu untuk hadiahku!^^ kkk~ aku bercanda!"

-EvilDeer- 1minutesago

"Aku akan menculikmu lalu kujadikan kekasihku!-

-EvilDeer- a few seconds ago

"Berhati-hatilah, aku akan memilikimu seutuhnya! Persiapkan dirimu sayang."

Luhan mengernyitkan dahinya tidak senang, "Apa-apaan fan ini" Sehun melirik Luhan sejenak

"Apa ada fanwar lagi?" Luhan menggeleng dan mem'pout'kan bibirnya mengingat dulu sering terjadi fanwar antara fansnya dengan fans lain, "Tidak Sehunnie, tapi ada satu akun fans yang sangat membuatku kesal. Dia selalu menerorku, yah walaupun hanya lewat comment." Sehun menoleh kearah Luhan dengan cemas namun ia langsung menyembunyikan raut cemasnya dengan senyum teduh

"Tenanglah jika seseorang mengganggumu, mereka akan berhadapan denganku." Diam-diam muncul semburat merah diwajah Luhan, wah Luhan apa kau benar-benar sudah mencintai Sehun sekarang? Mungkin bukan cinta tapi suka biasa.

"Gomawo Sehunnie, aku merasa aman." Sehun mengusak rambut Luhan dengan lembut.

"Memang begitulah seharusnya." Luhan terkekeh kemudian mengecheck kembali SNSnya

-Sehunkimchi- a few seconds ago

"YAA! KAU JANGAN DEKAT-DEKAT DENGAN OPPA SEHUN! AWAS SAJA! AKU SELALU MENGAWASIMU!"

Luhan cukup kaget melihat comment yang satu ini, jarang ada seorang haters yang membencinya karena Sehun. Luhan meng'klik' profil Sehunkimchi lalu ternganga. Semuanya benar-benar serba Sehun, usernamenya, bionya, post-annya, pokoknya semuanya berbau Sehun. Bahkan ada sebuah post foto Sehun disaat Sehun berada didalam mobil tadi (saat Sehun galau itu lohh gara-gara lagu Luhan) Luhan melirik kespion mobil. Ada sebuah mobil yang mencurigakan, Luhan memicingkan matanya kemudian melihat kembali kedalam handphonenya dimana ada foto real Sehunkimchi. Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya

"Wah daebak Sehunnie. Kau ternyata populer lebih dari yang aku bayangkan" Sehun mengangkat alis kanannya, "Apa maksudmu?" Lampu merah terpaksa membuat Sehun berhenti kemudian menoleh kearah Luhan. Luhan tidak menjawab dan melihat mobil fans Sehun tersebut sudah berada tepat disamping Luhan, terlihat Sehunkimchi memperagakan seakan-akan ia akan memukul Luhan jika berdekatan dengan Sehun. Luhan meneguk ludahnya kasar

"Lihatlah mobil disamping, kurasa jika aku turun saat ini juga mungkin ia akan menabrakku agar tidak berdekatan denganmu" Sehun melihat kearah Sehunkimchi kemudian tertawa

"Ah dia, dia memang sasaeng fanku. Aku sudah terbiasa dengannya." Luhan menatap Sehun tak percaya

"Sehunnie berhati-hatilah jangan sampai saat kau sendirian ia melihatmu. Kau bisa diperkosa!" Luhan bergidik membayangkan perkataannya sendiri, timbul rasa cemburu secara perlahan tanpa disadarinya. Sehun terkekeh

"Aku bahkan sudah pernah makan siang dengannya. Sebenarnya dia yang mendatangiku saat aku sedang makan siang di Mujigae," Sehun kembali menjalankan mobilnya saat lampu hijau menyala, "Nama dia Ailee, Lu. Dia anak yang baik hanya saja karena keluarganya begitu cuek dengannya, ia memilih untuk menjadi Sasaeng fan. Setidaknya ia tidak segila dengan sasaeng fans yang lain. Ia hanya mengikutiku kemanapun karena ingin memastikan bahwa aku baik-baik saja" Luhan menghela nafas mendengar penuturan Sehun, kenapa Sehun terlihat begitu bersemangat menceritakan Sehunkim—ah salah Ailee.

"Tapi Sehunnie tetap saja itu berbahaya untukmu." Sehun mengulum senyum mendengar ucapan Luhan

"Kalau cemburu langsung saja katakan, aku akan menjauhinya dan mengatakan bahwa Luluku cemburu." Luhan mendelik tidak terima

"Huh. Siapa yang cemburu, kau terlalu percaya diri Oh Sehun" Sehun hanya terkekeh mendengar ocehan Luhan

-SKIP PLACE-AT LUHAN'S HOUSE-

Luhan langsung keluar dari mobil Sehun tanpa sepatah katapun kemudian masuk kedalam rumah, Sehun mengangkat alis sebelahnya. Wah rusa kecil sedang merajuk. Sehun keluar dari mobil dan mendekati mobil Ailee yang masih saja mengikuti sampai didepan rumah Luhan .

Tok! Tok!

"Ailee, keluarlah." Ailee terlihat sangat senang melihat Sehun sendiri yang mendatanginya, dengan senang hati ia keluar dari mobilnya

"Waeyo Oppa?" Senyum lebar terlukis di wajah Ailee sedangkan Sehun memandangnya dengan malas

"Kau mengikutiku sejak kapan? Kau tidak mengikuti bimbingan belajar hari ini?" Ailee langsung cemberut mendengar penuturan Sehun

"Ayolah Oppa dua hari lagi Natal, buat apa aku mengikuti bimbingan belajar? Tidak penting." Sehun menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku remaja putri didepannya

"Aku tidak akan mengijinkanmu mengikutiku lagi jika kau terus membolos seperti ini" Ailee memajukan bibir bawahnya kesal, memukul lengan Sehun pelan

"Aish Oppa, kenapa ancamanmu selalu seper—"

"EHEM!" Sehun dan Ailee menoleh kearah Luhan yang sudah melipat kedua tangannya didepan dada, "Bisa tolong kecilkan suaranya, tetanggaku mengeluh karena suara kalian berdua." Ailee memandang tidak suka kepada Luhan, apa-apan namja setengah yeoja ini

"Baiklah Oppa! Ayo masuk kedalam mobilku saja agar tidak ada namja SETENGAH yeoja protes" Aille sengaja menekankan kata 'setengah', Luhan mendelik kesal

"Mwoya?! Apa kau bilang?!"

"NAMJA SETENGAH YEOJA, JELAS?"

"Kau yeoja genit!"

"Kau namja penggoda Sehun oppa!"

"MWO?!"

Sehun memijat pelipisnya, "Yayaya! Berhenti berdebat. Ailee pulanglah ini sudah sangat larut dan Luhan," Sehun menggelengkan kepalanya "Kau sangat berisik." Luhan memandang Sehun tidak percaya

"Mwoya?!" Ailee masuk kedalam mobil sambil menjulurkan lidahnya, kemudian menyalakan mobilnya dan menerobos kesunyian malam meninggalkan Sehun dan Luhan berdua

"Yeoja genit itu yang berisik bukan aku!" Sehun mengusak rambut Luhan dengan lembut

"Sudahlah Lulu, sekarang masuklah kedalam rumah. Tadi aku lihat kau sudah masuk rumah, apa tetangga benar-benar terganggu dengan suaraku dan Ailee?"

Luhan memandang Sehun kesal, "Ten-tentu saja! Untuk apa aku berbohong?"

/LUHAN POV FLASHBACK/

Aku memandang Sehunnie kesal, huh semangat sekali ia menceritakan tentang Sehunkimchi atau Ailee atau siapalah itu

"Tapi Sehunnie tetap saja itu berbahaya untukmu." Sehun mengulum senyum mendengar ucapanku. Hei kau kira aku bercanda?

"Kalau cemburu langsung saja katakan, aku akan menjauhinya dan mengatakan bahwa Luluku cemburu." Aku mendelik tidak terima, mwo? Cemburu? Mimpi saja kau Sehunnie!

"Huh. Siapa yang cemburu, kau terlalu percaya diri Oh Sehun" Sehun hanya terkekeh mendengar ucapanku. Hey! Aku tidak cemburu bodoh

Untung jarak rumahku tidak terlalu jauh jadi aku bisa cepat-cepat keluar dari mobil ini, huh Sehunnie sangat menyebalkan! Aku langsung keluar dari mobil tanpa mengucapkan terimakasih atau apalah basa basi yang biasanya aku lakukan, aku sekarang benar-benar kesal dengan Sehunnie. Aku membuka gerbangku secara perlahan, aku yakin pasti Sehun keluar dari mobil dan mengejarku.

Aku melirik kebelakang mobil, BINGO! Sehunnie keluar dari mobil pasti mau mengejarku. Aku menutup gerbangku secara perlahan, aku mengernyit. Ya! Sehunnie kenapa tidak datang-datang? Aku membalikkan badanku dengan kesal, mengepalkan tanganku dengan kesal. APA-APAAN ITU? DIA MENGHAMPIRI KIMCHI BUSUK ITU?!

Aku mengintip dan berusaha mendengar pembicaraan mereka berdua namun karena jarak mereka berdua terlalu jauh aku tidak dapat mendengar dengan jelas pembicaraan mereka. Aku memelototkan mataku saat melihat Ailee dengan manja memukul lengan Sehunnie. Aish kau menjijikkan yeoja genit!

Aku mendatangi mereka berdua dan malah berdebat dengan yeoja genit ini, aku bahkan dibilang namja setengah yeoja! NAMJA SETENGAH YEOJA! Itu sangat menghina harga diriku! Sehunnie melerai aku dan kimchi busuk itu,bahkan Sehunnie lebih membela kimchi busuk itu! Oh begitu Sehunnie? Kau berpihak padanya?! Oke!

Setelah Sehun menanyakanku beberapa pertanyaan aku langsung masuk kedalam rumah. Aku berjalan kedalam dapur dengan kaki dihentak-hentakkan, meminum jus strawberry dengan rakus. Namun aku terdiam,

.

.

.

Tunggu

.

.

.

Kenapa aku bertingkah seperti ini?

Aku menutup mukaku malu, YA! LUHAN ADA DENGANMU BARUSAN? Sehunnie bahkan bukan namjachingumu!

YAAAAAA LUHAAAAN BODOOOOHHH!

KAU SUNGGUH MEMALUKAN!

-tobecontinued-

ARGHHH KESEL BANGET SAMA SINYAL DAN FANFICTION./NET -_- aku harus ngedit sampe tiga kali cuma gara-gara sinyaaal! huft maafkan saya baru update malah ngomelngomel-_-

Happy New Year 2015! let's make 2015 be ours year! :3 semogaauthor-author pairing exo makin kreatif yaaa dan para siders makin tobat dan yang reader suka ngereview makin diberkati hehehe

aku tau ini cerita makin absurd maafkan daku hanya ini yang dapat keluar dari otak saya :3

makasi banyak buat Liyyaeonnie karena udah ngasi aku wejangan /asik/ tentang cara penulisan fanfiction dan buat ruriminhaha dan PandaYehet88 makasi udah mau pm-pman /apaaansihpuut/ hehehehe

udah ah yaaaaaa mau fast update? aku mau target 10review dulu deh baru next chap 5 entar :3

babaaay saranghaeyo reader-nim :*