Chapter 4
"Hei… kau Sakura kan?" ujarku padanya. Kali ini aku berlagak keren. Aku melipat tangan didepan dada dan memasang wajah tampan. Namun sepertinya malah seperti wajah hentai yang sedang memburu mangsa ya? Karena setelah melihatku tangis Sakura makin menjadi.
Ada sesuatu yang ingin dari mulutku ketika melihatnya makin menangis, namun sesuatu telah menggurungkan niatku. Kami hanya diam dan diam.
Aku dan Sakura, suasana sepi. Rasa takut yang sempat terbesit di wajahnya berganti menjadi keangkuhan. Dia menghapus air mata dari wajahnya dan menatapku. Menatap dengan sinis seolah tidak terjadi apapun. Sakura menatapku seakan aku sang terdakwa dan dia jaksa maha benar.
Ia berdiri dan berkata "Kau bicara padaku Spongebob SquarePANSYpants?"
Aku menggernyitkan kening. "apa kau bilang?"
"Spogebob SQUAREPANSYPANTS!"
Aku rasa dia sedang menstruasi! Makanya dia seperti itu. Aku akan memaafkannya kali ini, tapi… aku menatapnya dan kali ini aku sangat yakin ia akan menangis lagi, tapi….
"Tapi aku akan melepasmu kali ini, aku sedang sangat sibuk dan tidak ada waktu melawanmu. Tapi jika aku melihatmu bertindak kurang ajar padaku! Awas saja !" Sakura berkata sambil mengepalkan tangannya ke arahku.
Lalu ia melangkah pergi melewatiku. Ya, pergi begitu saja. Aku mengikuti ia dengan mataku. Huuh, aneh sekali hari ini, aku bertemu 2 wanita aneh yang kutemui dan pergi setelah kuajak bicara dengan cara yang aneh pula.
Sudahlah, lupakan saja. Eh, sepertinnya ada sesuatu yang terlupa, apa ya ? hmmm…
"YA AMPUN" aku berteriak sambil memukul jidatku!
Bodohnya aku. Bagaimana aku bisa lupa jika siang ini ada pelajaran Kakashi sensei? Bagaimana ini? Masa aku harus bolos pada jam pelajaran wali kelas ku sendiri? Apa-apaan ini? Bagaimana ini? Apa yanng harus aku lakukan? Masuk kelas dan bilang yang sejujurnya atau bolos?
Masuk…
Bolos…
Masuk…
Bolos…
Masuk…
Bolos….
Masuk…
Ah masuk saja..
Tapi…
Bagaimana jika Kakashi sensei tidak percaya dengan perkataan ku? Ya ampun bagaimana ini?
oooooOOOOOooooo
sepertinya Naruto belum masuk. Bagaimana ini? Apa ia tersesat? Atau ia dikerjai lagi? Pikir Hinata. Rambut panjang indahnya bergoyang mengikuti arah kepalanya yang terus menerus melihat sekeliling. Ia ingin memastikan bahwa ia BENAR-BENAR tidak melihat Naruto. Hinata begitu cemas. Sejak awal ia tidak menyetujui rencana Sakura, Ino, Neiji, dan yang lainnya untuk mengerjai Naruto.
Tapi ia tidak bisa mencegahnya, ia kalah suara. Orang-orang seperti Shikamaru dan Chouji "tim Netral" tidak bisa diharapkan dalam masalah ini.
"Ada apa Hinata? Kau sakit?" Ujar Sasuke. Dari tadi ia memperhatikan Hinata dan ia merasa Hinata sedang galau.
"Aaa… Emmm.. tidak ada, aku hanya merasa ada yang kurang dikelas ini" jawab Hinata lembut
"Kau menyindir? Tenang saja, aku sudah bicara pada gadis dungu itu. Agar tidak mendekatiku lagi!" Balas Sasuke, mata mengerling nakal kepada Hinata,
"Gadis? Gadis siapa? Hmm, yang aku madsud Naruto. Kemana dia, kenapa belum masuk? Aku bertemu dengannya di taman belakang tadi, sebelum Kakashi sensei masuk. Tapi kenapa dia belum masuk?" hinata terlihat cemas
Namun ia tak menyadari lelaki yang berbicara dengannya lebih cemas lagi, walaupun dengan alasan yang berbeda.
Sejak kapan perhatianmu beralih dariku Hinata?
oooooOOOOOooooo
"Apakah kalian sudah mengerti penjelasan ku tadi?"
"SUDAH !" serempak semua murid menjawab
"Aku melihat ada 2 bangku kosong disini, siapa yang tidak hadir?" tanya Kakashi
"Sakura dan Naruto!" jawab Tenten
"Sakura? Apa dia sakit?"
"Y..Yyyaa..ya Kakashi sensei!, sakura sakit. Tiba-tiba saja kepalanya menjadi pusing dan ia izin untuk pulang" jawab ino dengan gugup.
"ya sudah, lalu bagaiamana dengan Naruto?"
Kelas hening seketika. Mereka tahu, tidak boleh ada yang mengerjai murid baru! Itu peraturan baru yang dibuat oleh Tsunade. Namun godaan untuk melihat wajah cemas, sedih, takut dari murid baru membuat mereka melanggar peraturan itu. Jika Kakashi sampai tahu hal ini, bisa gawat!
"Kenapa kalian diam?" Kakashi terlihat curiga. "Hinata, dimana Naruto?"
"Ha?.. itu Naruto.. Naruto…"
GUBRAKKK
"AKU DISINI KAKASHI SENSEI! Hosh… hosh..hosh.." tiba-tiba saja teriakan terdengar dari pintu. Terlihat sekali ia kehabisan nafas. Semua mata kini tertuju padanya … ^_^v
oooooOOOOOooooo
"AKU DISINI KAKASHI SENSEI!"
Tiba-tiba saja teriakan itu keluar dari mulutku. Aku kehabisan nafas. Berlarian dari taman sekolah menuju kelas sangat menguras tenaga. Dengan perlahan aku mengatur nafas. Aku tahu Kakashi sensei mengernyit kepadaku.
"Dari mana saja kau Naruto?" kakashi bertanya padaku, pertanyaan yang aku tahu aku tidak akan bisa menjawabnya, namun aku harus menjawab !
"Ha, itu guru, aku tiba-tiba saja sakit perut, dan saat aku di toilet, pintunya terkunci, jadi aku sedikit terlambat!, maafkan aku guru hehehehehe"
Kakashi melihat kearahku. Lamaaa sekaliii. Aku agak sedikit salah tingkah. Bagaimana tidak, aku berdiri di depan pintu dengan seluruh pandangan melihat kearahku.
"Apa ada yang bertanggung jawab tentang masalah ini?" Kakashi bertanya pelan, namun dingin ke seluruh penjuru kelas. Aku sedikit bingung dengan situasi ini.
"Baiklah jika tidak ada yang mengaku, kalian aku tugaskan untuk membuat laporan pratikum paling sedikit 50 halaman mengenai perpindahan gerak partikel yang baru saja aku terangkan!"
"APA!"
#^&$()_(#*&*^$&(^*#)#)(*#_(_)(_*&$#^($$&(#&(
Seketika seluruh kelas ribut, mengeluarkan protes mereka. Bahkan Shikamaru yang seakan-akan hidupnya hanya untuk tidur terlihat ikut protes,
"A…. guru, kenapa mereka dihukum? Yang terlambat masuk kan aku?" ucapku seketika. Aku saja kaget kenapa aku bisa berbicara seperti itu.
Seisi kelas langsung diam mendengar ucapanku tadi. Gugup langsung menerpa diriku. Tatapan yang tajam seakan menusuk diriku.
Kakashi melihat kearahku. "Baiklah, tugas untuk kalian dibatalkan. Dan sebagai gantinya Naruto, kau kerjakan apa yang kusuruh kepada mereka tadi!"merapikan bukunya"Baik, kelas selesai, selama siang!" Kakashi segera berjalan keluar ruangan kelas.
"Gu..guru… guru, aku kan baru masuk! Aku tidak tahu materinya !" ujarku mengejar langkah kakashi
"Bukankah kau yang meminta dihukum tadi?" Kakashi melihatku, muka memelasku. Kuharap ini akan berhasil. Aku bahkan menambahkan efek puffy agar lebih dramatis.
"Besok lusa sudah harus ada dimeja-ku"
"A…..AP…" badanku kejang-kejang.
oooooOOOOOooooo
"Hurfh, untung saja. Bisa mati lemas aku jika hukuman itu jadi diberikan" Ujar anak lelaki dengan Anjing di atas kepalanya.
"Betul! Gawat saja jika itu terjadi. Tapi bagaimana dengan Naruto? Bukankah itu jadi hukumannya?" tanya Shino sambil memaikan Kumbang tanduk kesayangannya.
"Hmm tidakkah seharusnya kita membantunya?" sambung Hinata
"Untuk apa? Biarkan saja" tukas Neiji sinis.
"Tapi aku tadi sempat khawatir sepupumu ini akan membocorkan segalanya saat Kakashi sensei bertanya tadi!" sambung Tenten kepada Neiji.
"Dia tidak akan berani!" jawab Neiji. Saat itu juga Sasuke yang dari tadi diam saja berdiri dan menarik tangan Hinata dan membawanya pergi keluar kelas. Dan saat hendak melewati pintu Sasuke bertemu pandang dengan Naruto yang baru saja syok atas keputusan kakashi. Naruto mengabaikan Sasuke. Namun Sasuke menatap Naruto tajam. Mau tak mau Naruto balas mendelik.
Aura kebencian terlihat dari mata Sasuke. Naruto membalas perlawanan itu. Seakan – akan ada sengatan listrik yang mengaliri mereka dan siap untuk menghancurkan satu sama lain. Dan saat itu sepertinya menjadi awal dari perseteruan antara Matahari dan Bulan, Naruto dan Sasuke.
oooooOOOOOooooo
"Sakura, apa kau baik-baik saja? aku mencemaskan mu. Tadi kakashi sensei bertanya tentangmu. aku bilang kau sakit. jadi izin pulang"
"Aku baik-baik saja. terima kasih Ino. Aku memang sedikit pusing saat ini,"
"Kau dimana? apa sesuatu terjadi padamu?" Ino terdengar cemas.
"Aku baik-baik saja. aku di rumah sekarang. tidak usah cemas."
"Kau yakin?"
"ya"
"sebenarnya apa yang terjadi hingga kau tidak masuk pelajaran Kakashi? aku yakin pasti terjadi sesuatu. ceritakan saja padaku! mungkin aku bisa membantumu."
"..."
"Sakura?"
"YA"
"kau ok?"
"Ya"
"baiklah, pulang sekolah aku ke rumah mu. jangan kemana-mana, tunggu aku. ceritakan semuanya!"
"hm"
"Baiklah, aku tutup"
"ya, sampai jumpa"
klik!
...
klik!
To be Continue
for readers and SILENT READERS...
Review please. for motivation
hehehehehehe
thank you ^_^v
