Author : Lady SooJong
Genre : romance, family, comfort, AU
Main cast :
Do Kyungsoo / Irene as entertainer
Kim Jongin / Kim Kai as dancer
Cast :
Jung Soojung / Krystal as gb artist
Jung Sooyeon / Jessica as model
Byun Baekhyun as actris
Oh Sehun as Do Sehun as trainee SM
Warning! Genderswitch (GS) for UKE. KAISOO AREA!. Cerita abal. So many typo(s). Cerita pasaran. Konflik ringan. Fluffy gajadi. So many deskripsi. Summary, judul, dan isi ganyambung. Read Lady Notes (LN) dibawah!
Summary : hanya kisah sederhana dibalik gemerlap lampu sorot dunia keartisan. Kisah percintaan selebriti yang luput dari media. Do kyungsoo atau yang dikenal dunia dengan nama irene mengaku belum pernah pacaran dan belum tertarik untuk berpacaran. Bagaimana jika dihadapkan dengan pangeran nyaris sempurna kim jongin yang tertarik padanya sejak awal pertemuan? Akankah kyungsoo jatuh hati? Bagaimana dengan jungsister?
.
.
.
Chapter 3 : Kai or Jongin?
.
.
.
Happy Reading^^
.
.
.
.
Pagi hari di kediaman keluarga besar Do sudah terlihat ramai. Setelah sarapan bersama tadi, para penghuninya mulai sibuk dengan aktivitas masing-masing. Di salah 1 kamar dengan nuansa coklat pastel terlihat 3 yeoja dan 1 namja sedang sibuk dengan smartphone masing-masing.
"Kalian ada apa berkumpul disini?" Ucap salah satu yeoja dengan fokus tetap pada smartphonenya
"Aku ingin menuntut cerita yang semalam kau janjikan Jung-ah" jawab salah 1 yeoja bermata doe sambil meletakkan smartphonenya asal
"Aku menemani Kyungie noona" ujar satu-satu namja disana
Sekarang pandangan 3 pasang mata disana mengarah pada satu-satunya manusia yang belum bersuara
"Apa? Aku? Aku kan memang suka bersantai di kamarmu Jung Soojung"
Pemilik kamar -Soojung- menghela nafas kasar dan memutar kedua bola matanya malas.
"Oke oke aku cerita. Dengarkan baik-baik"
Semua yang ada dikamar itu menyamankan posisi mereka. Dengan Soojung yang duduk menyandar pada kepala ranjang dan kaki diluruskan sambil memeluk gulingnya. Disebelahnya ada Kyungsoo yang duduk berlawanan arah dengan Soojung namun dengan posisi yang sama dan menyandar pada dada bidang Sehun. Sehun sendiri duduk dipinggir kasur dengan satu kaki melipat diatas kasur dan kaki lainnya menapak lantai menghadap Soojung sambil memeluk pinggang Kyungsoo dari belakang. Sedangkan Sooyeon duduk nyaman dibangku berbentuk tangan berwarna coklat pastel yang ditarik mendekati ranjang.
"Jadi waktu itu aku diajak Luna unnie menonton sebuah kompetisi dance nasional yang dilaksanakan di Kyunghee university..."
- Flashback -
Hari ini f(x) -girlbandnya Soojung- tidak ada jadwal sama sekali, kecuali untuk Sulli yang harus menjadi MC di salah satu acara musik sebuah stasiun televisi. Soojung yang saat itu sedang bersantai bersama amber dan victoria di kafetaria SM dikagetkan dengan kedatangan Luna-salah 1 member girlbandnya juga- yang tergesa-gesa.
"Ada apa unnie?" Tanya Soojung penasaran. Tidak biasanya Luna bersikap seperti ini
"Ah itu. Aku sudah janji pada saudara kembarku akan menonton kompetisi dance-nya di Kyunghee. Ada yang mau ikut? Katanya juga ada dancer terkenal Kim Kai ikut kompetisi" jawab Luna cepat
"Aku mau tapi tidak bisa. Unnieku baru datang ke Seoul jadi minta temani jalan-jalan" ucap Amber dengan wajah memelas
"Aku mau aku mau! Tapi aku harus menghadiri rapat dulu dilantai 5" ujar Victoria lesu
"Aku ikut unnie" jawab Soojung santai sambil menyuruput sisa minumannya
"Kajja!"
Soojung dan Luna akhirnya berangkat berdua dengan mobil Soojung
...
Mereka sampai di KyungHee university. Sebelum turun dari mobil Soojung dan Luna memakai sedikit atribut penyamaran mereka.
Aula besar universitas itu sudah padat penonton saat Soojung dan Luna sampai disana. Acara sudah dimulai beberapa menit yang lalu dan sudah beberapa dancer menunjukkan kebolehannya. Untung saja saudara kembar Luna belum tampil dan tidak ada yang mengenali mereka. Setelah duduk ditempat yang disediakan untuk mereka -saudaranya Luna yang membooking tempat-, tidak berapa lama kemudian saudara kembar Luna itu tampil dengan lagu barat yang sedikit diaransemen.
Luna dan Soojung memberikan tepuk tangan meriah dan sorak-sorakan sebagai dukungan.
Tibalah saatnya penampil terakhir yaitu Kai. Kai menari dengan diiringi musik beat dan ballad yang diaransemen sedemikian rupa sehingga menjadi satu musik yang harmonis. Penampilan Kai yang memang ditunggu-tunggu sungguh sangat memukau semua yang melihat. Dan dari sinilah awal Soojung terpesona dan Luna menyadari itu.
Mereka hendak ke backstage dengan modus bertemu saudara kembar Luna, namun gagal karena mereka di hubungi manager oppa untuk segera kembali ke gedung SM.
...
Pertemuan Soojung dan Kai selanjutnya adalah disebuah acara off air yang dimana saat itu f(x) memang diundang sebagai pengisi acara begitu juga dengan Kai.
Saat f(x) akan naik panggung untuk tampil, mereka berpapasan dengan Kai yang saat itu baru selesai tampil. Saling membungkuk sedikit dan melempar senyum, Soojung merona dibalik make up-nya melihat senyum tipis Kai dan lagi-lagi Luna menyadari tatapan berbeda Soojung.
Selesai tampil dan berganti baju, member f(x) bersiap kembali ke van dan pulang. Dalam perjalanan keluar Luna melihat Kai sedang berdiri menyandar pada tembok dibelakangnya dan seperti sedang menunggu seseorang. Luna yang memang dasarnya mudah bergaul menghampiri Kai sambil menarik Soojung yang memasang wajah bingung.
"Aku ke toilet dulu ya. Sudah tidak tahan" ujar Luna tadi saat berpamitan. Dan yang membuat Soojung bingung adalah Luna melewatkan pintu toilet perempuan dan berhenti tidak jauh dari situ.
"Hai, kau Kai kan?" Ujar Luna yang membuat Soojung membulatkan matanya kaget. Reaksi kaget juga ditunjukkan oleh Kai. Siapa yang tidak kaget saat kau sedang sendirian tiba-tiba dilempar pertanyaan oleh orang yang bahkan tidak kamu kenal? Oh Kai hampir jantungan dibuatnya.
"N-ne. Wae?" Jawab Kai bingung
"Ah tidak apa-apa. Hanya ingin berkenalan denganmu siapa tahu kita bertemu lagi di event-event lain. Jadikan tidak perlu merasa canggung begitu" ujar Luna
"Ah begitu. Kita perkenalan resmi dulu kalau begitu. Kim Kai imnida" sahut Kai tersenyum tipis dan membungkukan sedikit badannya
"Nan Park Sunyoung imnida tapi aku lebih suka dipanggil Luna" ucap Luna dan melakukan hal yang sama dengan Kai tadi -membungkukan sedikit badannya-
"Joneun Jung Soojung imnida. Umm, krys- tal" ucap Soojung malu-malu -Soojung memang selalu malu sendiri apabila menyebut nama panggungnya entah kenapa-
"Kai kau suka f(x)? Siapa yang kau suka di f(x)?" Tanya Luna tiba-tiba
"Ah aku suka Krystal-ssi dan Luna-ssi di f(x)" jawab Kai sopan
"Eyy.. kau mengatakan itu karena ada kami yang di hadapanmu bukan?" Luna mencoba mencairkan suasana. Kai sendiri hanya tertawa kecil. Sedangkan Soojung sudah merona.
"Kamsahamnida Kai-ssi" ucap Soojung pelan
"Baiklah sepertinya kami sudah ditunggu terlalu lama. Semoga dipertemuan berikutnya kita bisa mengobrol lebih banyak Kai-ah. Oh iya, penampilanmu di KyungHee university waktu itu jjang!" Ujar Luna sambil mengacungkan kedua ibu jarinya
"Ah kamsahamnida" ucap Kai. Dan Luna serta Soojung segera berjalan menjauhi Kai. Baru beberapa langkah berjalan, Luna membalikkan badannya lagi dan berucap sedikit keras
"Oh iya, Soojung terpesona olehmu dan ingin mengenalmu lebih dekat" sambil tersenyum jahil. Sedangkan Soojung sudah merona hebat dan mencubiti lengan Luna pelan serta menggerutu sepanjang menuju van. Kai sendiri hanya tersenyum tipis tidak mengambil pusing ucapan Luna tadi.
...
Dipertemuan ketiga antara Soojung dan Kai, mereka sudah tidak secanggung pertemuan sebelumnya. Bahkan mereka sudah saling bercerita dan tertawa bersama-Soojung yang tertawa dan Kai tersenyum kecil. FYI, kai jarang sekali memperlihatkan tawanya yang menampilkan eyesmile tampan itu-
Saat itu mereka dipertemukan secara tidak sengaja di kantin SM. Katanya Kai sih dia habis ada rapat dengan petinggi SM dan Soojung yang lelah sehabis latihan tidak mau ambil pusing bertanya rapat apa dan sebagainya.
Dipertemuan ketiga ini Soojung memberanikan diri meminta nomor ponsel Kai -dan percakapan mengenai itu dirahasiakan oleh Soojung-.
Mulai dari sinilah Soojung dan Kai benar-benar dekat. Mereka sering berkirim pesan lewat SNS -Kakaotalk- mulai dari pembicaraan ringan seputar hari mereka atau membahas suatu hal -salah satu contohnya, mereka pernah membahas model-model dalam dan luar negri dan Kai bilang model US yang bernama Irene itu tipe idealnya. Secara fisik.-
...
Pertemuan mereka yang selanjutnya bisa terbilang kencan pertama mereka. Saat itu malam jum'at, Soojung yang baru menyelesaikan schedeulnya mengajak Kai nonton bioskop dan karena Kai memang menyukai menonton movie -Kai pernah bilang di Chat mereka- maka Kai 'pun mengiyakan walaupun saat itu sudah pukul 1 dini hari.
Setelah menonton, mereka mencari tempat makan yang masih buka karena keduanya sama-sama kelaparan. Sesampainya ditempat makan, untunglah tidak ada yang mengenali mereka -Soojung terutama- jadi mereka dapat menyantap makanan mereka dengan tenang. Selesai makan, Soojung diantarkan pulang oleh Kai dengan mobilnya -karena tadi Soojung diantarkan managernya saat ke Bioskop dan managernya pergi lagi entah kemana-. Selama kencan itu juga Kai dan Soojung makin dekat. Saling berbagi banyak hal dari pengalaman menggelikan sampai memalukan -lebih sering Soojung yang bercerita. Karena Soojung memang manusia super bawel kalau kata Sehun-.
...
Dikencan mereka yang entah keberapa, akhirnya Soojung memberanikan diri menyatakan perasaannya pada Kai. Saat itu mereka sedang berdua memisahkan diri dari keramaian dan lalu lalang orang-orang di ruang tunggu artis di suatu acara off air. Kedekatan mereka saat itu sudah mencapai 4 bulan -terhitung dari Soojung yang melihat Kai di KyungHee University saat perlombaan dance nasional-
"Kai-ah, kita kan sudah begitu dekat. Boleh aku tau apa yang kamu rasakan saat bersamaku?" Tanya Soojung hati-hati
"Umm.. nyaman?" Jawab Kai ragu
"Hanya nyaman?"
"Entahlah, kamu tau sendiri Jung-ah, Aku tidak pandai mengungkapkan sesuatu" ujar Kai dan Soojung menganggukinya
"Aku... sebenarnya terpesona olehmu sejak melihatmu di KyungHee waktu itu. Dan makin kesini... aku makin menyukaimu Kai. Namjachingu?" Ucap dan tanya Soojung lirih. Wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus sangking malunya menyatakan duluan. Karena biasanya dia -Soojung- yang di posisi menerima atau tidak. Bukan menunggu diterima atau tidak.
Kai diam beberapa saat. Kaget dan tidak menyangka mendapatkan pernyataan seperti itu dari Soojung sudah pasti. Dan Kai juga terlihat bingung. Entah bingung karena akan menjawab Soojung atau entah bingung karena hal lain.
"Nan, neo namjachingu Jung-ah" jawab Kai akhirnya sambil tersenyum tipis
"Jinjja? Gomapta Kai-ah. Aku tidak menyangka aigoo gomaptagu" Soojung tidak bisa berhenti tersenyum. Hatinya sungguh senang dan berbunga-bunga. Kai yang melihat Soojung seperti itu terkekeh geli
"Aku yang harusnya berterima kasih karena disukai oleh orang secantik dan seceria dirimu Jung-ah. Gomapta" ucap Kai sambil memperlihatkan senyum ber-eyesmile-nya. Membuat Soojung terpaku sesaat melihat itu. Beberapa kali kencan membuat Soojung paham sifat Kai yang amat sangat jarang sekali benar-benar tersenyum. Senyum yang biasa Kai perlihatkan lebih sering senyun tipis -walaupun harus Soojung akui sangat manis dan menawan- jadi Soojung benar-benar berkali lipat bahagianya mendapat senyuman itu.
...
Hari dimana Kai makan malam bersama keluarga besar Do adalah hari jadi mereka yang ke-100 maka dari itu Soojung berani membawa Kai kerumah dan memperkenalkan Kai ke keluarga besarnya. Karena berdasarkan ultimatum Grandpa, cucunya harus mengenalkan pacar mereka dengan minimal hubungan 100 hari -atau nyaris 4 bulan-.
- Flashback End -
Keadaan kamar itu hening sesaat setelah Soojung selesai bercerita.
"Pffftt... HAHAHAHAHA"
Tawa Kyungsoo dan Sehun meledak seketika. Membuat Soojung menatapnya malas. Sooyeon sendiri hanya tersenyum-senyum karena dia sudah diceritakan oleh Soojung kemarin.
"Apa yang lucu sih?" Tanya Soojung jengkel
"Kau yang lucu Jung-ah. Masa menyatakan duluan HAHAHAHA gasabar non?" Ledek Sehun masih dengan tawanya.
"Aigoo tidakku sangka uri Soojungie seberani itu" kali ini Kyungsoo yang berucap masih dengan sisa-sisa tawanya.
"Kalau tau reaksi kalian begini lebih baik tidak perlu cerita. Menyebalkan!" Gerutu Soojung yang diakhiri dengan teriakan dan diikuti dengan lemparan bantal kearah Kyungsoo dan Sehun.
Sehun bereaksi cepat dengan melepas pelukannya terhadap Kyungsoo dan beralih duduk di depan Kyungsoo dan membelakangi Soojung -menghadap Kyungsoo-. Melindungi noona-nya terkena lemparan bantal Soojung sambil tetap tertawa.
"Berhenti tertawa! YAK!" Teriak Soojung kencang sambil berhenti melempari bantal -selain karena sudah tidak ada lagi bantal untuk dilempari, Soojung juga lelah melempari bantal-bantal itu-
"Aku sudah berhenti Jung-ah" Kyungsoo angkat suara didalam kungkungan Sehun
"Aku.. pfftt aku mencoba Jung pfftt" ucap Sehun berusaha tidak tertawa dan kembali ke posisi awalnya dibelakang Kyungsoo sambil memeluk gadis itu dari belakang.
Mereka 'pun berlanjut membicarakan berbagai hal.
.
.
.
In other place
"KIM JONGIIIIIINNN! YAK BANGUN! Kau bilang ada rapat sehabis jam makan siang! Yaakkk! Banguuunn!"
"Uh! 5 menit lagi umma" gumam Jongin masih bergelung dengan selimutnya
"Cih! Kalau wartawan tau begini kelakuan Direktur Kim yang dibanggakan itu, pasti beritamu akan ditaruh halaman depan"
"Mereka tidak akan tau kalau umma diam" sahut Jongin masih memejamkan mata
"Umma diam kok. Tapi ponsel umma tidak. Kalau kamu tidak bangun juga, fotomu akan umma sebarkan ke wartawan-wartawan itu kekeke" ujar Umma Jongin dengan smirk-nya
"Fine! Aku bangun. Hapus fotonya" ujar Jongin sambil mendudukan dirinya dengan mata sayu -masih mengantuk-
"Foto apa? Hahaha ponsel umma saja ada dikamar" sahut Umma Jongin jahil
"YAK! APPAAAAA ISTRIMU MENGGANGGUKUUUU!" Teriak Jongin mengadu ke Appa-nya. Appa-nya yang sedang diruang makan terkekeh geli. Istrinya itu jahil sekali kepada anak bungsu mereka itu.
"Aku ini ibumu pabboya!" Ujar umma Jongin sambil menjitak kepala anaknya.
"lebih baik umma ganggu Jongdae hyung saja sana!"
"Jong yang itu masih di jeju. Baru pulang nanti malam. Lagipula lebih enak mengganggumu" ucap umma Jongin sambil menaik turunkan alisnya
"Sudah umma pergi sana jangan ganggu aku hus" usir Jongin sambil mendorong-dorong tubuh ibunya menuju pintu kamar
"Jangan dorong umma! Yak! Kim Kai yak!"
"Aku Jongin umma! Tidak ada Kai! Aigoo" gerutu Jongin-Kai- sambil menutup pintu kamarnya dan beranjak menuju kamar mandi. Dia ada rapat dengan perusahaan besar sehabis makan siang.
Biarku jelaskan sesuatu. Kim Kai yang terkenal sebagai dancer sebenarnya memiliki nama asli Kim Jongin tapi hanya orang tertentu saja yang tahu. Seperti hal-nya Do Kyungsoo yang memiliki nama panggung Irene begitu juga dengan Kim Jongin yang memiliki nama panggung Kim Kai.
Namanya seorang dancer, memang banyak memiliki penggemar tetapi tidak seekstrim penggemar member boyband sehingga informasi pribadi yang diketahui tentang Kai hanya sedikit. Sangat sedikit malahan. Kim Kai hanya diketahui mempunyai orangtua yang berkecukupan walaupun siapa identitas orangtuanya masih belum diketahui publik. Pekerjaan Kim Kai selain seorang dancer juga tidak ada yang tahu tapi karena diketahui memiliki orangtua yang mampu sehingga banyak spekulasi Kim Kai tidak bekerja selain menjadi dancer. Namun kenyataannya, sekarang ini Kim Kai dengan nama asli Kim Jongin ikut mengurus perusahaan appa-nya -KJ corp- sebagai Direktur bersama kakaknya -Kim Jongdae- yang bergerak dibidang pemasaran, periklanan dan real estate.
Jongin sendiri anti dengan wartawan sehingga apabila wartawan ingin meliput KJ corp biasanya hanya hyung-nya saja yang memantau -ataupun di wawancara- atau terkadang juga appanya sendiri sebagai presiden direktur yang turun tangan. Jadi jangan heran kalau kalian tidak pernah melihat foto Kim bungsu di koran-koran atau majalah bisnis.
Appa-nya Kai -Jongin- bernama Kim Junmyeon sedangkan Umma-nya bernama Zhang Yixing. Wanita asal china yang juga mantan dancer dan sekarang bekerja sebagai Koreografer freelancer. Kedua orangtua Jongin tidak melarang sama sekali anaknya menjalani 'kehidupan ganda' -sebagai seorang Direktur dan Dancer- asalkan dapat menyeimbangkan keduanya dan tidak meninggalkan kewajibannya.
Keluarga Jongin juga bisa terbilang harmonis –walau tidak seakrab keluarga besar Do-. Hanya saja, kesibukan masing-masing penghuninya menyita waktu kebersamaan mereka. Seperti saat ini, hari libur weekend tidak semua keluarga berkumpul. Pasti ada saja salah satu anggotanya yang pergi bekerja atau pergi entah kemana.
Jongin itu termasuk orang yang workaholic. Tapi juga susah bangun apabila sudah tertidur. Kalau mengutip ucapan Jongdae, Jongin itu bukan tidur tapi mati suri. Kejam sih, tapi itu kenyataannya dan Jongin juga sadar akan hal itu.
Kemarin saat dirumah keluarga Do, Jongin menceritakan tentang keluarganya -setelah ditanya oleh Do Yifan- dan ternyata orangtua Jongin dan orangtua Sehun -Do Yifan dan Huang Zitao- berteman baik. Jadilah, Jongin juga menceritakan 'kehidupan ganda'-nya secara singkat. Dan mereka akhirnya memanggil Jongin dengan nama aslinya. Kecuali Soojung dan Sooyeon. Mereka lebih suka memanggil dengan nama Kai –lebih keren katanya-. Dan Sehun serta Kyungsoo yang tidak tahu apa-apa tentu saja tetap memanggil dengan nama Kai.
Jongin sebagai dancer, mempunyai jadwal yang cukup lenggang bahkan kadang sangat kosong -kecuali saat mendekati lomba dan sejenisnya- sehingga tidak terlalu repot membagi waktunya dengan mengerjakan laporan kantor. Jongin juga bisa -secara tidak langsung- mengetahui kelakuan atau sifat-sifat artis aslinya -yang pernah 1 panggung dengannya- di ruang tunggu atau belakang panggung, dan dengan begitu Jongin jadi bisa dengan mudah menentukan artis mana yang enak diajak bekerja sama dengan perusahaannya -sebagai model iklan dan sejenisnya- dan mana yang tidak.
.
.
.
Saat ini Jongin baru saja menyelesaikan rapatnya. Jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 4 sore dan perut Jongin sudah berdemo minta diisi. Jongin mencari restoran -atau apapun tempat Makan- untuk mengisi perutnya.
Jongin menepikan mobilnya di tempat makan yang pertama kali terlihat oleh matanya. Setelah mengunci mobil, Jongin melangkah ringan masuk ke tempat makan tersebut.
Belum lama Jongin duduk, terdengar bisik-bisik dari 2 yeoja yang tidak jauh darinya.
"Kau tau dancer tampan berkarisma Kim Kai itu kan? Lihatlah namja yang baru masuk itu, mirip sekali dengan Kai ya? Atau dia memang Kai?"
"Menurut berita yang beredar kan Kim Kai tidak bekerja. Orang itu jelas sekali orang kantoran"
"Beritanya kan belum pasti. Kau ingin memastikan? Kita tanya langsung saja"
"Kau yang bertanya ya?-"
Dan Jongin tidak mendengar lagi perbincangan mereka karena makanan pesanannya sudah di depan mata.
Jongin tersenyum tipis sebelum menyantap makanan itu. Dia sudah terbiasa mendengar hal seperti barusan.
Bukan hal aneh lagi orang-orang yang mengetahui Kim Kai belum tentu mengenali Kim Kai dalam mode Kim Jongin. Secara cara berpakaian serta dandanan 'pun jauh berbeda. Jongin -seperti yang dibilang oleh 2 yeoja tadi- berpakaian rapih dari ujung rambut sampai ujung kaki. Terlalu rapih bahkan. Dengan rambut -yang diberi gel- dan ditata keatas sehingga tidak menutupi dahi, kemeja licin dilapisi jas yang sama licinnya, celana bahan, dan sepatu pantopel mengkilap, jangan lupakan kacamata yang bertengger manis di mata elangnya, terkadang juga menggunakan dasi. Terlihat selayaknya orang kantoran -baik sehabis rapat dengan kolega ataupun ke kantor dan acara kantor- serta lebih dewasa. Sedangkan Kai -yang di ketahui orang-orang- sehari-hari, lebih sering menggunakan kaos, rambut yang dibiarkan apa adanya, celana jeans, serta sneakers. Simpel tetapi entah bagaimana caranya tetap mempesona.
.
.
.
Jongin sedang berada di rumah sahabatnya sekarang. Tadi saat di perjalanan menuju rumah, ponselnya berdering tanda panggilan masuk dari 'noona berisik byunbaek' yang menyuruh Jongin mengunjungi rumahnya dengan alasan kangen. Jongin hanya memutar bola matanya malas mendengar itu, yang Jongin yakin seribu persen hanya omong kosong noona berisik itu. Dia pasti punya maksud tertentu. Oh, Jongin sudah sangat hapal kebiasaan yeoja itu apabila ingin sesuatu -seperti tempat curhat atau pernah supir pribadi bahkan Jongin pernah juga dijadikan bodyguard dadakan oleh yeoja itu-.
"Kai-ya~~" panggil Baekhyun dengan nada suara yang dibuat manja
Hanya dibalas gumaman oleh Jongin
"Aku mau curhat" ujar Baekhyun dengan senyum lebar
"Apa?" Tanya Jongin acuh
"Kau tau photografer Park? Yang tinggi itu loh. Yang matanya besar. Yang punya senyum lima jari. Yang merangkap sutradara. Yang masih muda. Yang tampan. Yang kalau sedang serius berkarisma sekali." Ucap Baekhyun menggebu-gebu
"Wae?"
"Masa ya..."
"Mmm?"
"DIA MENGAJAKKU KENCAN KKAMJOOONGGGG! KYAAAA" teriak Baekhyun sambil memeluki Jongin yang berusaha menghindar dan menjauhkan tubuh Baekhyun darinya
"Lalu?"
"Kau tidak senang?" Baekhyun mempoutnya bibirnya mendapati tanggapan Jongin yang jauh dari ekspetasinya
"Untuk?"
"Mmm... untukku?" Ujar Baekhyun bingung
"Senang untukmu kenapa?"
"Karena aku diajak kencan... mungkin?"
"Please noona, kau seperti gadis remaja yang baru pertama kali diajak kencan saja" ucap Jongin sambil memutar matanya malas
"Eoh? Iyasih ya... tapi ini berbeda kkamjong~" Baekhyun merajuk
"Berbeda apanya sih noona? Tiap diajak kencan kau juga selalu bilang ini berbeda itu berbeda. Tapi kenyataannya sama semua kan? Tidak ada yang bertahan lama atau berlanjut ke kencan berikutnya."
"Uh! Ucapanmu kejam sekali"
"Itu kenyataan ByunBaek noona"
"Pokoknya si Park ini berbeda kkamjong!" Ucap Baekhyun tidak mau kalah
"Arraseo. Chanyeol-ssi memang berbeda dari kebanyakan teman kencanmu"
"Kau mengenalnya?" Tanya Baekhyun antusias
"Sedikit. Perusahaaan pernah beberapa kali bekerja sama dengannya" ucap Jongin.
Baekhyun hanya membulatkan mulutnya dan menganggukkan kepalanya pelan
"Lalu hanya karena itu noona sampai memanggilku kesini?"
"Anniya, aku hanya mau mengobrol denganmu. Sudah lama kan kita tidak mengobrol akrab?"
"Baiklah."
Mereka pun berbincang banyak hal. Mulai dari membicarakan bagaimana Baekhyun diajak kencan oleh Chanyeol, membicarakan hubungan Jongin dan Soojung, pekerjaan masing-masing, hingga Baekhyun menanyakan tentang artis luar yang akan menjadi ikon untuk sebuah produk yang ditangani perusahaan KJ.
"Kudengar bukan artis biasa ya?" Tanya Baekhyun penasaran
"Kau tau model-model victoria secret kan noona?" Bukannya menjawab Jongin malah melempar pertanyaan lagi
"Uh! Tentu saja tau. Model-model yang membuat aku iri setengah mati karena tubuh mereka"
Jongin terkekeh mendengar jawaban Baekhyun
"Leo -perwakilan yang KJ corp utus ke NYC- sedang mengusahakan salah satu model itu yang jadi ikon. Aku sendiri belum tau siapa yang didapat Leo"
"Kenapa harus model dari sana? Memang tidak bisa orang korea?"
"Brand itu ingin menjangkau pasar mancanegara noona. Entahlah. Jongdae hyung yang mengusulkan memakai model dari luar. Lagipula artis atau model dari sini badannya setipe semua. Terlalu kurus. Kurang menarik menurutku"
"Bukannya orang luar juga kurus-kurus ya kkamjong?" tanya Baekhyun bingung
"Memang. Tapi entah mengapa lebih enak dilihat dan lebih menarik tentu saja" jawab Jongin sambil terkekeh pelan
"Yak mesum!"
Jongin masih terkekeh yang membuat Baekhyun bergidik ngeri.
"Lalu kau ingin siapa yang didapat Leo?"
"Aah pasti penyanyi itu ya? Siapa namanya? Irene? Aku pernah sekali melihatnya di acara Glee, suaranya sungguh bagus. Badannya juga bagus. Kalau tidak salah dia juga salah satu model victoria secret kan? Dia tipe idealmu kan kkamjong? Kalau dia yang didapat Leo bagaimana?" Lanjut Baekhyun memberondong Jongin dengan berbagai pertanyaan
Jongin tersenyum-senyum tidak jelas mendengar pertanyaan-pertanyaan Baekhyun
"Sepertinya aku akan memberikan dia bonus besar kalau sampai berhasil membawa Irene. Kau tau kan noona padatnya jadwal artis multitalent seperti Irene. Apalagi yang kudengar dia mau meluncurkan album baru. Uh! Aku tidak ingin berharap banyak. Proyek itu juga masih lama. Masih 3 bulan lagi saat pusim panas tiba."
"Semangatlah kkamjong. Siapa tau Leo itu sudah bertindak jadi bisa membooking Irene untuk 3 bulan kedepan"
"I hope so, noona."
"Lagipula kalau benar Leo bisa membawa Irene, siapa tau kan aku bisa pendekatan hahaha" lanjut Jongin sambil tertawa senang
"Yak! Soojung mau dikemanakan?"
"Ditaruh dihatiku dong noona" Jongin tertawa geli sendiri dengan ucapannya
"Cih menggelikan kau Kkamjong" Baekhyun ikut tertawa geli
.
.
.
Jongin sampai kerumah sekitar jam 9 malam. Belum terlalu larut. Namun kediaman keluarga Kim terlihat sepi yang membuat Jongin mengerutkan keningnya bingung. Biasanya jam segini umma-nya sedang menonton acara memasak atau kalau tidak menonton drama komedi di channel luar. Tapi tidak ada suara tv menyala sama sekali. Benar-benar hening seolah kosong tak berpenghuni.
"UMMAAA" teriakan Jongin seolah bergema sangking sepinya
"ZHANG YIXIIIIIING" masih tidak ada sahutan
"APPAAAAA" masih hening
"JONGDAE KOTAAAKK"
Terdengar suara berisik dari salah satu ruangan
"YAAKK! PANGGIL AKU HYUNG" teriak Jongdae dari dalam kamarnya
Jongin melangkahkan kakinya ke kamar Jongdae yang tidak jauh dari kamarnya. Membuka pintunya, dan langsung melemparkan dirinya dikasur Jongdae. Jongdae sendiri sedang ada di dalam lemarinya –lemarinya seperti sebuah ruangan cukup besar yang berisi segala pakaian, tas, topi, sepatu, dan lainnya. Seluruh lemari dirumah ini seperti itu. Bahkan dirumah keluarga Do juga-.
"Kenapa kau tidak menjawab teriakan pertamaku hyung?" tanya Jongin sedikit keras agar terdengar Jongdae
"Kau memanggil umma bukan aku. Buat apa aku menyahut?" sahut Jongdae sambil melangkah keluar lemari.
"Yak! Ganti bajumu dulu Kkamjong! Kasurku kotor nanti" lanjutnya setelah melihat Jongin tiduran di kasurnya masih dengan pakaian kantor. Menarik tangan Jongin agar bangkit dari kasur.
"Malas hyung. Aku mengantuk"
"Yak! Jangan mati disini Jongin! Pindah ke kamarmuuuu!" Jongdae masih berusaha membuat Jongin bangkit dari kasurnya
Jongin bangkit berdiri dengan malas-malasan.
"Umma dan Appa kemana hyung?" tanya Jongin sambil berjalan menuju pintu
"Appa pergi ke daerah Ilsan-dong dari jam 5. Mungkin sedang dijalan pulang. Umma ditelfon Cube ent tadi. Dan pergi jam 7. Kemungkinan pulang malam."
Jongin hanya membulatkan mulutnya dan mengangguk kecil sebelum menutup pintu kamar Jongdae dan menuju ke kamarnya sendiri. Jongin butuh mandi lalu tidur. Oh tapi dia harus mengerjakan laporan hasil meeting tadi terlebih dahulu.
.
.
.
Sudah terhitung 3 hari Kyungsoo menghabiskan waktu di Korea. Hari ini dia harus kembali ke apartemen mewahnya di L.A dilanjutkan lagi NYC karena besok ada event disana.
Sejak kemarin sore, dia –Kyungsoo- diculik oleh Sehun. Dalam artian, Kyungsoo sama sekali tidak boleh jauh dari Sehun. Sehun benar-benar menempel erat pada Kyungsoo. Sampai-sampai Kyungsoo tidak boleh tidur dikamarnya sendiri dan harus tidur dikamar Sehun sambil dipeluk Sehun.
Kyungsoo sendiri tidak keberatan. Karena dia tau, saat kembali ke negara orang nanti dan Sehun debut, mereka akan susah berkomunikasi karena kesibukan masing-masing yang benar-benar menguras waktu dan tenaga.
Tadi Kyungsoo sudah berpamitan kepada seluruh keluarga besar. Ummanya –Ryeowook- sempat menangis karena ditinggal sang anak lagi untuk beberapa bulan kedepan, Soojung dan Sooyeon juga sudah berkaca-kaca, Grandma serta Grandpa bahkan membujuk Kyungsoo pindah ke Korea saja dan tanda tangan kontrak di SM ent –yang membuat Kyungsoo terkekeh pelan dan menolak halus-, Sehun sendiri sudah menangis tanpa suara. Dia belum rela –dan tidak akan pernah rela- di tinggal noona tersayangnya lagi. Mereka semua belum puas menghabiskan waktu dengan Kyungsoo. Nyaris setahun mereka tidak bertatap muka langsung dengan Kyungsoo dan hanya bertatap muka kembali dalam waktu 3 hari. Itupun tidak full 3 hari karena mereka –tentu saja- mempunyai kegiatan masing-masing juga. Kecuali Sehun yang memang menempeli Kyungsoo terus.
.
.
.
Kyungsoo ditemani Sehun, Soojung, Sooyeon, Ryeowook umma, dan Zitao umma sudah tiba di parkiran Bandara Internasional Gimpo. Saat ini Sehun sedang menurunkan koper Kyungsoo dari bagasi. Setelah berpamitan –lagi- kepada 4 yeoja yang menemani itu, Kyungsoo dan Sehun melangkahkan kaki ke dalam kawasan Bandara dengan Sehun yang menarik koper Kyungsoo.
Mereka tidak dikenali siapapun. Wajar saja. Kyungsoo yang saat ini, tanpa make up sama sekali. Dia hanya menggunakan bedak tabur –khusus bayi- dan lipbalm. Dengan gaya berpakaian yang santai –namun tetap modis- seperti kaus putih polos lengan panjang dilapisi coat coklat pastel dengan panjang se-pertengahan-paha, dan skinny jeans hitam pekat serta platform shoes coklat pastel berpita, jangan lupakan tas mungil yang tergantung di bahu kirinya. Rambut auburn brown sepunggung Kyungsoo yang lurus hanya diikat model ballerina bund tinggi. Disampingnya ada Sehun yang mengapit lengan kanan Kyungsoo dengan masker hitam yang menutupi sebagian wajahnya, topi hitam yang dipasang terbalik, ditambah kacamata hitam. Berpakaian santai dengan kaus putih polos yang di lapisi kemeja coklat susu lengan pendek tidak terkancing ditambah skinny jeans hitam dan converse coklat susu.
Mereka terlihat seperti sepasang kekasih dilihat dari warna pakaian dan gaya berpakaian yang serasi. Sstt.. sebenarnya Sehun sengaja berganti baju sebelum berangkat tadi dan membuatnya serasi dengan pakaian yang Kyungsoo kenakan.
"Noona hati-hati ya... jaga kesehatan noona. Kabari aku saat sudah sampai. Jangan lupa sering-sering video call aku. Balas juga pesan–kakaotalk-ku. Sering-sering juga online SNS yang lain. Aku menyayangi noona." Ucap Sehun panjang dan berakhir memeluk tubuh Kyungsoo erat.
"Ne, nae dongsaeng. Noona juga menyayangi Hunnie." Kyungsoo membalas pelukan Sehun tak kalah erat.
Setelah beberapa menit, mereka saling melepaskan pelukan masing-masing. Sehun menangis lagi dibalik kacamata hitamnya. Dia belum puas bermanja dengan noona kesayangannya itu. Kyungsoo yang tau Sehun menangis –lagi-, melepaskan kacamata hitam yang Sehun kenakan dan mengusap airmatanya. Dilanjutkan mengecupi wajah Sehun –pipi kanan kiri, kedua kelopak, dan dahi-. Memasangkan kembali kacamata itu ketempatnya dan kini gantian Sehun yang mengecup dahi Kyungsoo lama.
Selepasnya kecupan Sehun, Kyungsoo mulai melangkah menjauhi Sehun sambil melambai dan masuk kedalam ruang tunggu. Duduk di salah satu bangku dekat jendela yang menghadap lapangan terbang dan menghela nafas berat seraya berujar pelan.
"Welcome back to entertaining world, Irene."
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
Chapter depan bakal ngebahas seberapa sibuk-nya Celebrity-celebrity kita~~~
Kyungsoo di US. Sehun yang baru debut. Soojung dan F(x). Sooyeon modeling. Jongin yang rapat sana-sini dan latihan untuk kompetisi.
.
.
Keep waiting~~
.
.
Chapter 4 : Celebrity Life
.
.
LadyNotes/LN : Aku minta maaf banget telat update... sempet beberapa kali stuck gitu pas ngetik. Uh! Mianhamnida readers-deul~ /bow/. Hari ini tepat 2 minggu dari update chapter terakhir kan? Aku kasih yang puanjang buat Readers semua~ ini udah 4k+ words loh. Klo masih ada yang bilang kurang panjang... yang panjang itu berapa ribu words sih Reader-deul TT^TT aigoo. Ini no incest ya.. mian. Tapi scene skinship HunSoo udah kaya couple kok/?. Chapter depan juga bakal panjang nih... hehe. Oiya, SULAY, CHEN, BAEKHYUN in da HOUSE baby~ Chanyeol juga sudah ke mention kan /wink/ KrisTao sudah ketauan perannya di chapter 1. Tinggal Luhan Xiumin kan yang belum muncul? Sabar yaw~
JANGAN PANGGIL AKU AUTHOR ('TT^TT) !
Aku 95L btw. Terserah panggil apa saja~ (asal jgn author jebal ). Enaknya sih panggil Lady aja biar akrab/?. Mau temenan sama aku? –oke ini kepedean- Invite saja BBM aku (79F902A4) pake pesan 'the celebrity' aja biar gampang/?
Sekian aja deh bacotan aku~
.
.
Big Thanks for Reader-deul~
And
Biggest Thanks to :
[Guest] [Wanny] [Dyofanz] [Kang Hyun Yoo-ie] [Aqila K] [KyungiNoru] [ ] [ .16] [Pororo Kim]
