Meet & Greet season 3
"Kyahoo people! Ini adalah season terakhir dari Meet & Greet! Disini aku bakal baca tiga surat terakhir. Jika nanti ada pertanyaan menarik dikirim, maka akan aku pilih dan aku jawab di season special. Ok, Tim! Bawa suratnya!!"
"ini nona Ran.."
"Makasih Tim.. He? Hee? Dare?!", Di depan Ran, berdiri seorang cowo berambut dan bermata emas. Wajahnya innocent dan imud banget, pipi nya terdapat rona merah yang manis. Tubuhnya tegap dan ramping. Manis banget..~
"Aku Timcanpy.."
"Loh?! Kok kamu bisa jadi manusia?? Cakep banget lagi.."
"Hehe.. fanservice.."
"Oh gitu.. Ya udah sana pergi.."
"He?! Udah cakep-cakep gini kok di usir?!"
"Hush hush..", Ran mengusir Timcanpy dengan santai. Yang diusir pergi sambil ngedumel.
"Oi.. bacain suratnya.. aku udah setres diiket di kursi ini terus..", kata Lavi, yang lain ngangguk.
"Seventh letter: Milky-Return
Yes! Ini fic humor kan? Kalau gitu pertanyaan saya di jawab senista-nistanya!
1. Kenapa warna rambut Lavi merah? Bukan ungu atau hijau?
2. Perasaan di awal-awal poninya Kanda rata deh!? Nyatu semua kedepan.. kenapa berubah?
3. Apa rahasianya Kanda biar jadi ganteng and cakep gitu? Ajarin!"
"First of all, kenapa orang-orang suka menistai dirinya?", Ran geleng-geleng liad suratnya. "Sesuai request, aku bakal menistai jawabannya. Kalau aneh maap ya? Karena aku gak gitu jago di bidang humor.. Lavi.. pertanyaan pertama buat kamu nih.."
"Ok, kenapa aku rambutku merah? Jawabannya ada macem-macem versi. Versi pertama, karena aku u-s-a-g-i ..", Lavi senyum mesum.
"Bagus kamu nyadar..", kata Kanda bangga.
"Sesuai lambangku yang usagi, harusnya orang-orang nyadar kalo aku ada darah playboy-nya..", orang-orang gak bisa ngebantah pernyataan tersebut mengingat hobi Lavi yang suka teriak 'strike!' ke cewe cantik, "Kalau mau jadi playboy, kamu harus kelihatan hot. Maka dari itu rambut ku di buat merah biar hot-hot membakar gitu..~", Lavi senyum-senyum.
"Lavi.. jawabanmu maksa deh..", kata Ran.
"Kan kamu sendiri yang ngetik jawbannya.."
"Oh.."
"Nah, versi jawaban kedua. Waktu Hoshino-sensei lagi ngewarnain rambutku. Dia salah ngambil cat warna merah, harusnya hijau neon. Setelah liad hasilnya, dia komentar, "Wah, Lavi jadi kelihatan bego. Pake warna merah aja ah..". Gitu ceritanya..", jelas Lavi panjang lebar.
...
"Lavi, jawaban itu jauh lebih maksa..", kata Ran, Lavi cuma nyengir.
"Selanjutnya! Kanda, dia tanya soal ponimu!"
"Che.. untung bukan pertanyaan soal yaoi.. aku males deh.."
"Udah jawab aja.."
"Hm.. Nyadar gak si kalo udah panjang, poni rata bakal nganggu banget. Pernah aku nyaris nusuk beruang madu karena kukira itu si Earl.. Sama gedenya sih.."
"Wah kasian banget.. hu uh tuh, pake poni panjang bahaya..", Lavi setuju sama Kanda.
"Aku juga pernah mau nusuk Leverrier karena kukira Earl..", Kata Kanda.
...
"Kanda, kalau yang itu kamu mesti ke dokter mata deh.. atau mungkin kamu sengaja..", Ran lebih seneng kalo itu sengaja. "Ok, pertanyaan selanjutnya! Kanda, apa rahasianya kamu jadi ganteng?"
"Hah? Ada gak sih pertanyaan yang lebih normal??", Kanda ngedumel sendiri.
"Hm, menarik tuh, aku juga mau nyontek rahasiamu..", kata Tyki.
"Che.. gampang aja. Rahasianya adalah makan soba tiap hari.", jawab Kanda.
Dalam pikiran semua orang, mereka ngerasa semua jadi masuk akal. Gak kaget kalau dia jadi cakep banget..
"Ok Milky, kuharap kamu puas dengan jawabannya.. surat selanjutnya!", Timcanpy datang sambil ngambek. "Ayolah Tim jangan manyun, ntar cakepnya ilang lo?"
"Huh.."
"Eight letter: Mayonakano Shadow Girl
Aku cuma mau nanya. "Kanda, maukah kau menikah denganku? Menjadi ayah dari anak-anakku? Berjanji untuk selalu setia sampai maut memisahkan kita?"
"Huoh?!! Kanda di lamar!", semua orang teriak girang.
"Gila.. Mayonakano berani banget..", Allen ketawa-ketawa.
"Keren juga ngelamar pake surat..", Tyki setengah kaget.
"Yang ngelamar cewe lagi! Hahaha..", Lavi gak bisa berhenti ngakak.
"Ok ok.. gimana jawabanmu Kanda?", semua mendekat ke Kanda. Mereka menunggu jawaban yang keluar dari mulut cowo Jepang nan sexy itu. Akhirnya Kanda menjawab..
"Mayonakano siapa?"
...
...
"Aaa... Mayonakano, maap dengan jawaban Kanda yang super nyebelin itu. Ah sial, aku gak tau harus ketawa atau apa.. tapi aku harap jangan dimasukin ke hati! Tau kan Kanda orangnya kaya gimana.. hehe.. Tenang aja.. dia lagi di gebukin kok. Ok, last letter!"
"Ninth letter: Reiya Sumeragi
Kya! Saia mau bawa pulang Allen! Buat di jadiin pembantu! Oke~ pertanyaan:
1. Buat Allen: kalau kamu kejebak di pulau tak berpenghuni, kamu pilih kejebak sama sapa?
2. Buat Tyki: Tyki, ajarin french kiss dong..
3. Buat Lavi: Lavi, kemarin mata kananku sakit and harus ditutup. Ternyata punya satu mata tuh ribet banget ya! Lavi gak kerepotan? Sekarang sih udah sembuh, tapi penglihatanku jadi burem.
4. Buat Kanda: Kapan kawin?"
"Ok, kamu mau bawa pulang Allen kan? Allen kujual seharga-..", Ran lagi mikir harganya.
"Oi Ran!! Emang kamu penjual budak apa?!", Allen panik.
"Cuma buat part time aja kok.. Kalo misalnya Reiya masih pengen beli, kita diskusiin di belakang panggung aja ya?", Ran gak peduli sama death glare-nya Allen. "Ok pertanyaan pertama buat Allen. Kamu mau kejebak sama siapa?"
"Mitarashi dango.", singkat padat jelas. Jawaban yang gak bikin kaget. Bikin semua orang sweatdropped.
"Allen, dia tanya siapa, bukan apa..", Ran pusing denger jawaban Allen.
"Tapi mitarashi dango adalah seseorang yang berharga bagiku!", semua orang diemin jawaban konslet Allen.
"Ok, Tyki.. Reiya minta diajarin French Kiss!", Tyki ngeluarin senyum elegannya dan melepaskan diri begitu saja dari ikatannya.
"Dia minta diajarin kan? Tolong panggil Reiya ke sini..", minta Tyki.
Ran menaikan satu alis, "Ok deh.. Rei-chan.. ke sini dong..", Reiya pun keluar entah dari mana dan langsung di geret Tyki ke belakang panggung. Dari sana, terdengar suara desahan yang hot.
...
Semua orang gak berani komentar apa yang terjadi, tapi mereka bisa ngebayangin.
"Tyki! Jangan kelewatan ya?? Dasar Tyki.. oke, selanjutnya pertanyaan buat Lavi. Repot ya punya satu mata..", Ran ngeliatin Lavi, tapi dia punya firasat jelek sama jawaban Lavi.
"Tenang aja Reiya-chan.. lama-lama kamu bakal kebiasa kok. Tapi kalo kamu punya photographic memory yang luar biasa kaya aku, kamu bakal ngerasa beruntung cuma punya satu mata. Karena kejadian menyedihkan yang kamu lihat dan yang kamu ingat akan berkurang setengah..", jawab Lavi sambil menghela napas.
"Tuh kan, jawabannya suram lagi..", Allen mencoba menghibur Lavi. "Oi! Kalian yang di belakang panggung udah selesai belum??"
Gak ada jawaban..
"Ok deh, lanjut aja. Kanda, kapan married?
" Mei be no.. Mei be NO!", jawab Kanda simpel.
".... keliahatannya gak ada jawaban lagi.. Ok, kayanya kita mesti menutup sesi Meet & Greet kali ini.. Oi! Yang lagi mendesah di belakang panggung!! Cepet keluar! Aku gak mau pas keluar kalian jadi tiga orang!", akhirnya Tyki pun keluar dengan Reiya yang blushing ngalahin tomat dan baju mereka acak-acakan.. Masa sih?? Masa sih??
Seakan Tyki bisa membaca pikiran Ran, "Gak.. cuma kissing.. tapi gaya french..", Tyki tersenyum nakal sementara Reiya ngacir gitu aja..
"Dasar.. Oia, terima kasih atas pertanyaan dan review yang kalian berikan. Aku seneng kalian mau ngerespon sesi tanya jawab ini. Kalau ada salah ngomong atau OOC, aku mohon maap sebesar-besarnya. Sampai jumpa.." Ran, Allen, Kanda, Tyki, dan Lavi membungkuk sedalam-dalamnya. Tirai pun tertutup.
"Disclaimer: Ran tidak memiliki semua character yang ada di story ini!", kata Tim yang tiba-tiba muncul. "Ah ya! Selanjutnya Ran akan mengadakan special season untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pilihan Ran! Please be patient and wait~"
