The 'Baby'sitter

By. Hikari 'The Princess Blue'

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto

Rated : M

Pair : SasuSaku

Genre : Romance

Summary : Apa jadinya jika seorang Haruno Sakura yang berusia 19tahun harus bekerja sebagai pengasuh anak? Pasti ceritanya akan biasa saja. Tetapi bagaimana jika ternyata anak yang harus diasuhnya adalah laki-laki berumur 17tahun? Warning! LEMON in this Chapter!

AU. Sakura POV. RnR please.

.

Sedikit catatan:

Masalah orang-orang yang menuduh saya melakukan plagiat, itu terserah mereka. Saya berani menjamin ini benar-benar karya milik saya. Karena saya memang bukan orang yang suka membaca novel. Saya tidak tahu sama sekali tentang novel itu. Terserah bagaimana kalian menanggapinya. Saya sudah bicara sejujurnya.

Fic ini memang fic pertama saya, tetapi bukan karya pertama saya. Saya sudah mulai menulis cerita dari SD. Menurut saya, wajar jika gaya tulisan saya sudah seperti ini. Walaupun masih jauh dari sempurna. ^ ^

.

.

Berhubung pas lebaran saya sibuk dengan keluarga besar saya, jadi saya apdet lebih cepat. Hehe…

.

.

WARNING! LEMON! THIS CHAPTER FULL LEMON!

Jika Anda merasa belum pantas membacanya, silahkan tinggalkan halaman ini. Saya tidak bertanggung jawab jika ada kerusakan di otak Anda karena membacanya. Hwahaha *evil laugh*

Don't like, Don't read! Saya tidak menerima Flame SAMPAH dalam bentuk apa pun! Terimakasih! ^ ^

===000===

Chapter 4

"Jangan menolakku, Sakura!"

Sasuke mencoba mendekat ke arah ku. Aku berlari menjauhinya dengan masuk ke dalam rumah. Sasuke ikut berlari mengejarku.

"Tidak! Aku tidak mau! Jangan mengejarku!" teriakku sambil tetap berlari.

"Jangan kabur, Sakura. Aku janji tidak akan kasar!" kata Sasuke sambil tetap mengejarku.

"Jangan mengejarku! Menjauh dariku!"

Aku berlari menaiki tangga untuk menuju kamarku.

"Kau sudah tidak bisa lari lagi, Sakura,"

"GYAAAAAA~"

….

===000===

"GYAAAAAA~" aku terpeleset setelah menaiki tangga. Sial, sial, sial! Aku jatuh terduduk dilantai. Pantatku sakit.

Sasuke buru-buru mendekat ke arahku.

"Kau tidak apa-apa?" tanyanya.

"Kau tidak lihat aku terjatuh?" kataku sambil mengelus-elus pantatku yang sakit.

"Hhh, menyusahkan," Sasuke memutar bola matanya dan menatap malas melihatku.

Kemudian dia mengangkat tubuhku dan menggendongku dengan bridal style. Ku rasakan pipiku memanas saat kepalaku bersandar di dada Sasuke. Lalu ku lihat Sasuke menatapku dengan pandangan aneh.

"Jadi, mau di kamarku atau kamarmu?" tanya Sasuke dengan seringai mesumnya.

"Terserah," kataku malas menanggapi.

"Hn. Sudah pasrah rupanya," seringai Sasuke makin melebar.

Aku menenggelamkan wajahku di dada Sasuke. Berharap dia tidak melihat wajahku yang pasti sangat memerah. Huh! Kenapa aku jadi malu begini sih!

Sasuke menggendongku menuju kamarnya. Dia membuka pintu kamarnya dengan sedikit susah lalu menutupnya lagi. Kemudian dia membaringkanku di sofa dekat ranjangnya. Posisi sofa itu membelakangi ranjang. Di depan sofa ada sebuah meja dan Televisi flat 29 inc. Aku sedikit bingung. Ku kira dia akan langsung mulai. Atau dia akan melakukannya di sofa? Uh! Kenapa aku jadi memikirkan hal seperti itu sih! Kenapa sepertinya aku yang menjadi tidak sabar ingin mulai? Ini memalukan.

"Kenapa? Sudah tidak sabar ya?" tanyanya.

"Si-siapa yang tidak sabar? Enak saja!" aku memalingkan mukaku. Aku tidak mau dia melihat wajahku memerah karena tebakan Sasuke yang tepat. Ugh!

"Sabarlah, kita akan melakukan sedikit permainan kecil sebentar," kata Sasuke sambil membelai rambutku.

"Kau pasti akan suka," lanjutnya.

"Eh?" aku menatap Sasuke dengan pandangan bingung. Dia menyeringai lagi ketika melihat wajahku yang sedang kebingungan dengan kata-katanya tadi.

Sasuke melangkah menuju lemari pakaian miliknya. Dia mengambil sesuatu dari dalam sana. Sebuah benda yang mirip sarung tangan berwarna biru. Tetapi sarung tangan itu hanya menutup tiga jarinya, yaitu jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Benda itu di pakai sampai menutup pergelangan tangan. Di pergelangan tangan ada bulatan seperti jam. Entahlah, tapi sepertinya itu pengatur batrai-nya. Agak aneh sih benda itu. Aku baru pertama kali melihatnya.

Lalu Sasuke mengeluarkan sebotol wine dan dua buah gelas dari dalam lemarinya. Kapan dia menyiapkan semua itu?

Aku bangun dan duduk di sofa saat Sasuke menaruh botol wine dan dua buah gelas di meja depan sofa. Sasuke duduk di sebelahku dan menuangkan wine-nya pada dua buah gelas itu. Hanya seperempat gelas yang terisi. Dia mengambil kedua buah gelas itu dengan kedua tangannya kemudian menyerahkan satu gelas itu padaku.

"Minumlah," katanya.

Aku meminumnya dengan sekali teguk sampai habis. Seketika aku tersedak dengan sensasi rasa yang diberikan minuman itu pada kerongkonganku.

"Bodoh!" kata Sasuke sambil melirikku dan meminum wine-nya sedikit lalu menaruhnya di meja lagi.

"Aku punya penawaran yang bagus untukmu," lanjut Sasuke sambil menuang wine lagi ke dalam gelasku. Berbeda dengan tadi, kini dia menuangnya sampai setengah gelas.

"Apa itu menguntungkan bagiku?" tanyaku sambil meneguk minumanku. Aku memang suka wine. Apalagi yang mahal dan berkelas seperti ini. Terlebih lagi aku sudah lama tidak merasakan wine karena keadaan ekonomi-ku. Hanya jika Ino memberiku wine, aku bisa meminum minuman itu.

"Hn. Jika kau mampu bertahan lima belas menit dari seranganku, kau menang,"

"Apa yang akan terjadi jika aku menang?" tanyaku.

"Kita akan bertukar profesi dalam tiga hari," Sasuke menuang wine lagi di gelasku. Tanpa ragu aku meminumnya lagi.

"Maksudmu?"

"Hn. Aku akan jadi pengasuhmu dalam tiga hari. Kau bebas tugas dan mendapat pelayanan khusus dariku,"

"Sepertinya akan menarik," aku menyeringai kecil membayangkan jika Sasuke menjadi pelayanku.

"Tapi jika kau kalah…" Sasuke diam sesaat lalu menyeringai liar.

"Aku akan menikmatimu selama tiga hari penuh," lanjutnya.

Mataku terbelalak mendengarnya. Tiga hari penuh? I-itu tidak mungkin, 'kan? Aku meneguk semua wine di gelasku dengan wajah gugup.

"Deal?" Sasuke mengulurkan tangan kanannya.

Aku berfikir sebentar. Hanya bertahan darinya lima belas menit, kan? Aku pasti tidak akan kalah!

"Deal!" aku mengulurkan tangan kananku untuk bersalaman dengan Sasuke.

"Well, bersiaplah menerima seranganku!" Sasuke menyeringai lagi.

"Dan ber-bersiaplah untuk kalah, Tuan Muda," jawabku dengan sidikit gugup.

Sasuke mengatur alarm di ponselnya. Dia menunjukannya padaku sebagai bukti kalau dia memang mengatur alarm itu berbunyi lima belas menit kedepan. Aku mengangguk tanda setuju.

Sasuke meminum wine di gelasnya. Dia meraih tubuhku dan mencium bibirku. Dia memindahkan wine dari mulutnya kedalam mulutku dan membuatku meneguknya. Lidahnya menekan-nekan lidahku agar tidak bisa bergerak bebas. Seakan menurut, aku membiarkan mulutku dikuasai olehnya. Mempersilahkannya untuk mengeksplorasi bagian-bagian mulutku. Menggelitik langit-langit mulutku dan menyapu seluruh rongga mulutku.

"Emmh.. mmmh…mhh" aku tidak bisa mengontrol suara yang keluar dari mulutku di sela-sela ciuman kami.

Sasuke membaringkanku di sofa tanpa melepas ciumannya. Dia menindih tubuhku dan mulai menikmati leherku. Aku merasa tangan kiri Sasuke yang memakai sarung tangan aneh bergerak menuju pangkal pahaku. Tubuhku menggelinjang merasakan sensasi aneh yang melanda daerah pangkal pahaku. Jari-jari tangan Sasuke seperti bergetar dan menciptakan rangsangan aneh di luar celana dalamku.

"Akh! Ahh… a-apa.. yang.. kau.. ahh.."

Seperti tidak mendengar suaraku, Sasuke terus menciumi leherku. Aku pastikan dia membuat tanda merah yang begitu banyak di sana. Tangannya kanannya meremas dada kananku. Sementara tangan kirinya masih bermain-main di bagian bawah tubuhku.

"Engh.. ahh.. henti.. kaaan.." aku menggelinjang liar saat jari tengah tangan kiri Sasuke menyelip di antara celana dalamku dan bergetar liar di daerah kewanitaanku. Aku tidak tahu pasti, tapi aku yakin getaran aneh ini adalah pengaruh dari sarung tangan itu.

"Akh! Ahh.. hah.. ahh.. Sasu.. kee" tubuhku bergerak semakin liar saat Sasuke memasukan jari tengahnya. Jarinya seperti bergetar. Seperti sebuah vibrator. Entahlah, apa pun itu, yang jelas aku tidak bisa menahan sesuatu yang ingin segera keluar dari dalam tubuhku.

"Uhh.. Sasu.. keee.. henti.. kaaan.."

Sasuke menghentikan ciumannya di leherku dan menatapku dengan penuh hasrat. Tetapi dia tidak menghentikan remasan tangan kanannya yang sekarang berpindah pada dada kiriku.

"Akh!" aku memekik pelan saat Sasuke memasukan jari kedua dan ketiga. Ketiga jarinya yang tertutup dengan sarung tangan aneh itu kini mengeksploitasi bagian kewanitaanku. Bergetar hebat disana dan membuatku semakin menggelinjang liar.

"Sasu.. ahh.. hah.. sasu.. Sasukeeee~" aku meneriakan namanya saat puncak kenikmatan sampai padaku. Aku memejamkan mataku untuk merasakan desir-desir kenikmatan melanda tubuhku.

Ku buka mataku. Ku lihat Sasuke yang tersenyum penuh kemenangan. Dia melepaskan diri dari tubuhku dan beranjak menuju ponselnya. Dia menunjukan ponselnya padaku. Baru delapan menit! Oh, tidak! Aku kalah! I-ini tidak mungkin!

"Aku tidak akan memulai permainan ini jika aku tidak yakin akan menang," Sasuke tersenyum sinis padaku.

"Kau curang! Ada sesuatu di sarung tanganmu!"

"Ini?" dia menunjuk sarung tangannya.

Aku hanya mengangguk lemah. Aku bangun dan duduk di sofa. Ku tuang wine itu kedalam gelasku. Aku menuangnya sampai penuh di gelasku dan meminumnya langsung sampai habis.

"Sarung tangan apa itu?" tanyaku.

"Ini adalah sarung tangan vibrator tiga jari. Alat ini dapat mengubah tiga jari si pengguna menjadi alat vibrator yang dapat bergetar 45000 getaran per menit. Kau suka?"

"I-itu curang! Kenapa kau tidak bilang akan memakai alat seperti itu?"

"Kau tidak tanya,"

Mataku membulat. Aku menuang wine lagi dalam gelasku dan buru-buru meminumnya untuk meredam kekesalanku pada Sasuke. Seketika kepalaku pusing. Oh, tidak! Sekarang sepertinya aku mulai mabuk. Aku memukul pelan kepalaku untuk mengembalikan kesadaranku.

"Darimana kau dapat benda seperti itu?" tanyaku.

"Haruskah ku jawab?"

Cih! Menyebalkan. Aku juga tahu di internet banyak yang menjual berbagai alat aneh seperti itu. Tak ku sangka Sasuke adalah salah satu pembelinya. Aku menuang wine di gelasku. Baru separuh gelas yang terisi, botol itu sudah kosong. Hh, rupanya aku minum sampai satu botol. Segera ku teguk wine terakhir di gelasku sampai habis. Rasa pusingku bertambah. Pandanganku mulai berkunang-kunang.

===Warning! Lemon with NORMAL POV!===

Normal POV

Sakura yang telah mabuk berat mendekat pada Sasuke yang baru saja melepas sarung tangannya. Kemudian Sakura memeluk tubuh Sasuke erat-erat. Hal itu membuat Sasuke kaget. Dia sama sekali tidak menyangka Sakura bisa menyerangnya duluan jika sedang mabuk.

Sakura melingkarkan tangannya di leher Sasuke dan menawan bibir Sasuke dalam sebuah ciuman panjang. Lama sekali mereka dalam posisi seperti itu, sampai Sakura melepas ciumannya dan menarik tangan Sasuke untuk mengajaknya menuju ranjang. Sasuke tersenyum kecil melihat kekasihnya seliar itu.

Sakura mendorong tubuh Sasuke ke atas ranjang dan mulai menindihnya. Diperlakukan seperti itu, Sasuke hanya menyeringai. Seolah tak ingin waktu terbuang percuma, Sakura berdiri di depan ranjang dan langsung melepas dress yang dipakainya lalu melemparnya begitu saja. Dengan cepat dia membuka seluruh pakaiannya dan membuka kemeja Sasuke. Mata Sasuke tak berkedip melihat pemandangan indah di hadapannya. Celananya terasa sangat sesak.

Sakura kembali menindih tubuh Sasuke lalu menyerang leher Sasuke dengan ganas. Sakura menghujani leher Sasuke dengan ciuman yang bertubi-tubi. Dia menjilat, menggigit, dan menghisap leher Sasuke sampai bercak-bercak kemerahan terlihat disana.

"Engh.." Sasuke mengerang pelan saat Sakura mulai menciumi dadanya. Buru-buru Sasuke membalikan posisinya menjadi menindih Sakura.

"It's time for the avenger!" Sasuke menyeringai.

Bagai srigala lapar, dia menatap Sakura dengan hasrat yang sangat menggelora.

Sakura yang mabuk berat pun hanya bisa menatap Sasuke dengan mata nanar. Hanya ada hasrat yang begitu besar pada diri mereka berdua.

===000===

"Ahh.. Sasu-keee.. Sasu.. ahh.." Sakura mendesah hebat saat Sasuke menjilati kedua buah dadanya.

"Egh! Sasu.. uhh.. terusss.." desahan Sakura semakin menggila saat Sasuke menggigit pelan putingnya dan menghisapnya dengan kuat.

Tangan Sasuke menyusuri tubuh Sakura dan membelai lembut paha Sakura. Bagaikan meminta sesuatu yang lebih, Sakura merentangkan kedua pahanya lebar-lebar. Kemudian Sasuke menghentikan aktifitasnya untuk menatap Sakura atas aksinya tadi.

"Kau sudah tidak sabar, sayang?" Sasuke menyeringai dan membelai lembut daerah pangkal paha Sakura.

"Aaahh.. Sasu.. kee.. ce-pattt.. masu-kan.. ahh,"

"Bagaimana jika aku tidak mau?" Sasuke memasukan jari tengahnya dan tidak bergerak sedikit pun.

"Egghh.." Sakura memaju-mundurkan pinggulnya untuk membuat gesekan dengan jari tengah Sasuke yang berada di dalamnya.

"Sasu-kee... ku.. mo-hon.. ahh.."

"Memangnya apa yang sekarang kau inginkan, sayang?" Sasuke memasukkan jari kedua dan tidak bergerak sama sekali.

"K-kau.. ahh.. hah.." Sakura trus memaju-mundurkan pinggulnya.

"Siapa?" jari ketiga pun masuk.

"S-sasuke.. Uchi-ha.. ahh,"

"Siapa itu Sasuke Uchiha?" Sasuke tersenyum kecil.

"Ke.. ahh.. kekasih-kuuu.. akh!"

Saseke menyeringai puas dan menggerakan tiga jarinya di dalam tubuh Sakura.

"Aaahh.. Sasu.. aku mau seka.. rang.. ahh.."

"Memohonlah, sayang.." Sasuke tersenyum kecil melihat kekasihnya begitu menginginkan kehadirannya dalam tubuh kekasihnya itu.

"Kumo-hon.. sasu-kee.. aku menginginkanmu.. ahh.." ucap Sakura dengan susah payah.

"Benarkah?" lagi-lagi Sasuke menggoda Sakura yang sedang begitu dilanda hasratnya.

"Aku mo-hon.. Sasuke-kunnn.. ahh," air mata menggenang di mata emerald Sakura. Sasuke menyeringai kecil. Dia berfikir, sungguh menyenangkan menggoda kekasihnya itu di saat seperti ini.

"Baiklah," Sasuke melepas semua kain yang tersisa di tubuhnya dan membebaskan sesuatu yang dari tadi begitu menyesakkan celananya. Kembali dia rengkuh tubuh Sakura dalam pelukannya. Dan memasukan sesuatu yang telah mengeras itu ke dalam pangkal paha Sakura.

"Akh! Sa.. kit.. pelan.. sasu.. ahh," Sakura merintih.

"Ugh! Sshh.. sempiiit.." desah Sasuke.

"Aaahh," Sakura mendesah nikmat saat sesuatu yang besar itu telah masuk semua ke dalam tubuhnya.

Kemudian Sasuke memaju-mundurkan tubuhnya dalam tempo yang tidak pelan. Tubuh Sakura menggelinjang menerima kenikmatan yang bertubi-tubi hadir dalam dirinya.

"Ahh.. Sasu-kee.. ahh.. terusss.."

"Egh,"

"Hah.. ahh.. Sasu.. ahh.."

"Hnh,"

Desahan-desahan bersahutan menggema di kamar Sasuke. Irama malam yang sangat erotis menaunggi mereka. Kedua insan manusia yang sedang dimabuk hasrat duniawi. Merengkuh nikmat dengan berbagi erangan, desahan, dan sentuhan. Tak mempedulikan rasa lelah dan kantuk yang menyerang mereka seiring berjalannya waktu malam. Hanya satu yang mereka tunggu, sampai pada puncak-puncak kenikmatan yang membawa mereka ke garis batas kebahagiaan dan melambung tinggi dalam balutan kepuasan.

"Sasu.. ahh.. aku.. aku.. Sasukeeee~ AKH!" tubuh Sakura menggelinjang liar mengeluarkan kenikmatan yang begitu membara.

Entah sudah berapa kalinya Sakura sudah merasakan puncak kenikmatannya. Hanya saja, yang terakhir tadi adalah yang paling hebat.

Bagaikan tersalur oleh kenikmatan Sakura, Sasuke pun akan mencapai kenikmatan itu. Segera dia keluarkan miliknya dari dalam tubuh Sakura dan mengeluarkan kenikmatan yang bertubi-tubi.

"Aaahh," desah Sasuke.

Sakura merasa dunianya menjadi putih dan seketika rasa pusing yang sangat hebat melanda kepalanya.

"Sakura?"

Sasuke melihat Sakura yang tertidur kelelahan. Dia tersenyum tipis dan tidur di samping Sakura. Sasuke menyelimuti tubuh mereka berdua dan membawa tubuh Sakura dalam dekapannya. Dikecupnya kening Sakura sebagai tanda rasa sayang pada kekasihnya itu.

"Arigatou," ucap Sasuke pelan. Sasuke pun memejamkan matanya dan membawa dirinya ke alam mimpi.

===000===

Sakura POV again!

Aku membuka mataku perlahan. Ugh! Rasa pusing yang sangat hebat melanda kepalaku. Buru-buru ku pegang kepalaku dengan dua tanganku. Aku meremas rambutku pelan. Masih sangat pusing dan emm.. lelah. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku untuk mengembalikan kesadaranku sepenuhnya dan mengingat-ingat apa yang ku lakukan semalam. Mataku membulat setelah aku sedikit mengingatnya. I-itu tidak mungkin. Aku tidak mungkin seperti itu. Pasti salah! Aku salah ingat!

Aku mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Sasuke keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono mandi. Handuk kecil melingkari leher Sasuke untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan tetesan-tetesan air.

"Kau sudah bangun?" tanya Sasuke sambil melangkah dan duduk di pinggir ranjang.

"Iya. Eng.. begini, apa yang kita lakukan semalam?" tanyaku.

"Kita-"

"Jangan katakan kalau kita telah melakukan 'itu?'" potongku cepat.

"Hn. Kita melakukannya," jawab Sasuke santai sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

"I-ini tidak mungkin. A-apa semalam aku mabuk?"

"Hn,"

Aku menatap Sasuke yang duduk di tepi ranjang. Mataku terpaku pada bercak kemerahan yang begitu banyak di leher Sasuke. Wajahku memanas. Buru-buru ku sentuh bibirku dengan kedua tanganku. Ti-tidak mungkin aku yang melakukannya. Tidak mungkin aku seliar itu.

"A-apa aku.. err.. menyerangmu?" tanyaku dengan wajah gusar.

"Hn. Tentu,"

Aku menggigit bibirku pelan. Ku tutup seluruh tubuhku dengan selimut sampai kepalaku juga tertutup. Aku sangat malu. Samar-samar aku ingat kalau semalam aku menyerangnya.

"Tidak mungkin! Aku tidak mungkin begitu! Gyaaaaaaa~" teriakku.

Bisa ku pastikan wajahku benar-benar memerah.

Sasuke menyingkap selimut yang menutupi kepalaku. Kini selimut itu hanya menutup sampai leherku.

"Hn. Tidak apa-apa. Aku suka,"

"Tapi kan-"

"Stt.. ada yang lebih penting dari itu," kata Sasuke sambil meletakan telunjuknya di depan bibirku.

Tangan Sasuke yang berada di depan bibirku kemudian mulai membelai pipiku dengan pelan.

"Tidak lupa dengan kekalahanmu, 'kan?"

"Eh?" aku mengingat-ingat sebentar.

Kyaaaaa! Yang ti-tiga hari itu? A-aku tidak mungkin sanggup, 'kan?

Sasuke mendekat ke arah leherku dan membisikan sesuatu ditelingaku.

"Aku mau sekarang,"

"Hee? Bu-bukannya semalam sudah?"

"Apa kau pikir aku puas hanya dengan main sekali?"

"Tapi-"

"Anggap saja hukuman karena semalam kau ketiduran,"

"Aku pingsan! Bukan ketiduran! Kalau aku tidak pingsan aku juga masih sanggup untuk melaku-" aku tidak melanjutkan kata-kataku.

Ups! Sepertinya aku salah bicara.

"Hn. Jadi, kau juga belum puas?" Sasuke menyeringai lebar. Dia langsung menindihku dan bersiap memulai melanjutkan 'kegiatan' semalam.

"Ahh.. Sasuke-kun.. ti-tidak ke sekolah?" kataku yang berusaha bicara disela-sela cumbuan Sasuke di leherku.

"Bolos," jawab Sasuke singkat.

"Itu.. tidak.. boleh.."

"Jangan melarangku. Nikmati sajalah,"

"Ta-tapi.. ahh… AKH!"

Aku memejamkan mataku sejenak untuk berfikir. Kalau sudah begini, jika ku paksa Sasuke untuk berhenti, dia pasti marah besar. Tidak ada salahnya sih jika dia bolos satu hari. Akan ku telfon sekolahnya untuk mengabari kalau Sasuke ada urusan keluarga. Haaaaah..

"Kau siap, sayang?" Sasuke menyeringai menatapku.

"Tak pernah sesiap ini," aku balas menyeringai.

"Kau pasti akan suka yang sekarang,"

"Aww!" aku menatap sebal pada Sasuke yang tiba-tiba mencubit dada kiriku dengan pelan. Sasuke hanya tersenyum kecil melihatku.

Sebuah rencana untuk beberapa jam kedepan tergambar jelas di wajah sempurna Sasuke.

Mataku membulat menyadari ada sesuatu yang aneh.

"Akh! Ja-jangan… Ahh.. Sasuke.. kunn.. AKH!,"

TBC

===000===

Gyaaaaaaaaa~

Apa-apaan saya! *getok2 kepala* maafkan saya….

Saya hanya bisa membuat lemon abal seperti ini.

Apa feel-nya dapet? (_ _)

Kurang bagus ya? 0.o gomen…

Saya akan lebih berusaha lagi.. ^ ^

Chap depan lemonnya lanjut lagiii~ tapi ga full kok. . . udah masuk cerita lagi..

Well, saya tunggu review-nya. . .

.

Arigatou untuk yang review chapter kemarin! ^^

VamPs 9irL, Shakuya Takumaru, Aiko JoonBe Hachibi-chan, Rievectha Herbst, 4ntk4-ch4n, Beby-chan, akuma paradice, Miss Hakuba, Kakkoii-chan, Gieyoungkyu, Shard VLocasters, TaNia Hitsugaya Soifon, Icha yukina cylne, Ka Hime Shiseiten, Miss Uchiwa SasuSaku's Lover, SeiichiroRaikaSiiStoicAlone, Cyfz Harunoo, Kuroneko Hime-un, Ame chochoSasu, uchihaprazero, Yuchan24, Keiko1310, Harunaru chan muach, Sora Ninomia, Riku Aida, J0e, Hikaru F, Haruchi Nigiyama, aya-na rifa'i, Micon, Aka luphL, AkiRaKun, Kyunna Sanchest, Aurellia Uchiha, Lhyn Hatake, Made-kun, Mila Mitsuhiko, Cool, Imuri Ridan Chara, Cielheart Ie'chan, uyung, noname, guess me, Miku Hanato, Michi no ShiroYuuki, Sakurauchiha, MCtantanPYO, Baby angel, Hallie Ayumi, Windy Haruchiwa-chan, Farah Likes Sasusaku, Cassiopeia Nishijima Suzume, Putrisan, Kuraishi cha22dhen, Icha-chan, Hinata Hyuuga, Yuuyachi, Wasurenagusa29, Angelove, Princess of Hyuuga, Ochibi, Nakamura Kumiko-chan, Putri hinata uzumaki, the mystery, Fuyu no Sakura.

Selamat Idul fitri 1431 H..

Mohon maaf lahir dan batin. . .

Met lebaran yaaaaaaaaa~ fic ini hadiah dari saya untuk kalian semua. . .

.

Mind to review again?