OPPA

Disclaimer: BigHit, their family, and God. The story is mine :3.

Pair: VKook, MinYoon, NamJin.

Genre: Romance, Humor, Friendship, Drama.

Rate: T+

Summary: Hanya sebuah kisah tentang tiga orangfangirl yang memimpikan menjadi kekasihoppa. Namun bagaimana kalau oppa ternyata diam-diam juga menyukai mereka?

Warning: Genderswitch, typo, abal-abal, de el el.


Yoongi tampak asyik bergelung di bawah selimut kumamonnya. Gadis bersuraiplatina itu sibuk menatap layar iphone nya dengan serius. Yoongi sekarang sedang menjalankan tugasnya sebagai seorangstalker. Dan target stalker nya tentu saja Park Ji Min.

Ia tersenyum manis saat menatap foto-fotofanmeet kemarin yang ia lihat di sebuahfansite. Ukh, Jimin memang selalu tampan. Dan untung saja para fans yang lain tidak ada yang menyadari kalau ia dan Jimin berinteraksi dengan waktu yang cukup lama.

Yoongi terkikik saat melihat foto Taehyung yang tengah mencubit pipi Jungkook terpampang di layar ponselnya. Hal seperti ini tak mungkin luput dari kamera para fans, tentu saja. Dan kini foto itu sudah tersebar luas di berbagai fansite.

Banyak yang menyerukan pujian kepada Jungkook. Hebat sekali gadis itu bisa dicubit pipinya oleh seorang Taehyung. Namun tidak sedikit juga yang mencerca Jungkook. Mengatakan kalau Jungkook sebenarnya tidak pantas 'disentuh' oleh Taehyung. Membanding-bandingkan diri mereka dengan Jungkook. Membuat Yoongi merasa ingin menjambaki rambut mereka satu persatu.

Yah, walaupun fanmeet yang mereka hadiri itu sudah berlalu sekitar seminggu yang lalu, namun Yoongi masih betah melihat foto-foto fanmeet yang tersebar luas di internet. Dan baru saja kemarin ia menonton siaran langsung 'BTS BON VOYAGE Episode 2' yang ditayangkan di VApp.

Yoongi menontonnya seorang diri. Soalnya kalau ia nonton bersama Jungkook, dipastikan gadis itu akan berteriak-teriak tidak karuan. Dan tentu saja kalau ia nonton dengan Jungkook, ia tidak akan bebas berteriak-teriak saat melihat Jimin.

Yoongi tersenyum lagi sambil men-scroll layar iphone nya. Gadis itu menaikkan sebelah alisnya saat melihat sebuah artikel yang muncul di layar iphone nya. Hm, sepertinya terkait dengan siaran VApp kemarin.

Tanpa pikir panjang, Yoongi membuka artikel tersebut dan membacanya. Namun tak berapa lama kemudian, Yoongi memekik pelan. Menjatuhkan iphone nya dengan gaya dramatis.

Tunggu. Artikel yang barusan ia baca itu... tidak benar, kan? Itu hanyahoax kan? Yoongi meraih kembaliiphone nya. Hazel nya sibuk menelusuri huruf demi huruf yang tertera di sana. Oke, kali ini sepertinya Yoongi memang tidak salah lihat. Artikel itu berisi hal yang membuat Yoongi rasanya ingin menangis.

Hatinya serasa diiris-diiris oleh benda tajam tak kasat mata. Huhu, pasti di dalam sana sudah berdarah, batinnya. Yoongi mengerjapkan mata sayunya. Hiks, ada apa dengan dirinya sih? Kenapa rasanya ia mau menangis?.

Oke, jadi Yoongi baru saja membaca sebuah artikel yang judulnya saja sudah seperti ini, 'TAEHYUNG BTS HENTIKAN SIARAN V LIVE KARENA MENDENGAR SUARA DESAHAN WANITA DARI KAMAR JIMIN?'. Dan bodohnya tadi ia langsung main baca saja dan tidak melihat judulnya sama sekali.

Hueeeeee! Rasanya Yoongi ingin menangis tersedu-sedu sekarang. Teganya Jimin mengkhianati dirinya!. Tapi siapa Yoongi dan siapa Jimin? Kemarin itu paling paling Jimin hanya memberikan fanservice pada dirinya. Ih, kenapa jadi baper sih?.

Yoongi meraih photocard Jimin yang ia selipkan di bawah bantal. Gadis berkulit pucat itu melengkungkan bibirnya sambil menatap photocard itu lekat-lekat.

"Jimin-ie... Siapa sih wanita beruntung yang bisamerasakanmu? Hah, pasti dia itu membergirlgroup ya? Atau mungkin kekasihmu?. Uh, aku mundur saja deh. Lagian kau pasti sudah tidak ingat denganku".

Yoongi mengerucutkan bibir cherry tipis nya imut. Ia merasa hatinya serasa diremas-remas dan rasa-rasanya hatinya sudah hancur berkeping-keping. Yah, agak berlebihan memang. Namun Yoongi memang benar-benar merasakan itu dalam dirinya. Sakit. Apalagi melihat berita seperti itu.

Memang sih dia itu hanya seorang fans yang belum tentu keberadaannya diketahui oleh idolanya sendiri. Memang waktu itu ia bertemu dengan Jimin dan berinteraksi lumayan lama. Apalagi ditambah dengan Jimin yang entah mengapa suka sekali menggoda Yoongi. Tapi kan, fans BTS itu ribuan. Mana mungkin Jimin mengingatnya? Mustahil kan kalau Jimin masih mengingatnya. Lagian bukan Yoongi satu-satunya yang mendapat fanservice seakrab itu. Iya kan?.

Yoongi mengusap air mata yang meleleh membasahi kedua pipi mulusnya. Entah sejak kapan. Gadis itu merasa kalau ia terlalu berlebihan dalam menanggapi persoalan ini. Lagipula ia tidak bisa mengatur hidup Jimin, kan? Entah Jimin berkencan dengan wanita manapun, maupun melakukan hubungan seperti itu pada wanita manapun, Yoongi tak akan bisa berbuat apa-apa. Mau dirinya menangis semalaman sampai matanya membengkak, tidak akan ada yang berubah.

Gadis itu meraih iphone nya. Menghembuskan napas saat melihat layariphone nya yang masih berhiaskan artikel tersebut. Ia tersenyum kecut, dan segera menyingkap selimut Kumamon nya.

Yoongi duduk di pinggiran tempat tidur sembari menguncir rambutplatina nya. Ia bangkit dari tempat tidurnya dan melangkah gontai menuju kamar mandi. Ukh, berita itu benar-benar membuat mood nya hari ini menurun drastis.


Taehyung meregangkan tubuhnya. Menguap lebar-lebar sambil menggeliat pelan. Taehyung menatap sekeliling dengan tatapan blank, lalu mengucek matanya. Ukh, dia benar-benar lelah setelah semua acara kemarin. Rasanya benar-benar segar setelah bangun tidur.

Taehyung menatap sosok yang tengah asyik bergumul di tempat tidur di seberangnya. Astaga dasar bantet!. Posisi tidurnya menjijikkan sekali!. Mengangkang dengan mulut terbuka. Tangan Taehyung rasanya gatal sekali ingin memotret foto nista sobatnya ini dan memasukkannya ke Twitter. Hitung-hitung buat nambah koleksi foto aib Jimin.

Taehyung menyeringai dan meraih iphone nya yang dengan setia selalu tergeletak di samping bantalnya. Ia segera beranjak dari tempat tidur dan mendekati tempat tidur Jimin. Tunggu saja sampai foto ini ia masukkan ke Twitter. Sobat bantetnya ini akan mati-matian menahan malu!.

Sebenarnya Taehyung ingin balas dendam juga sih. Soalnya beberapa hari yang lalu Jimin membawa kabur surat dari Jungkook dan membacakannya keras-keras di depan Hoseok dan Namjoon-hyung. Membuat ia dibully habis-habisan oleh keduahyung yang berada dirapper line tersebut.

Taehyung membuka aplikasi kamera diiphone nya. Bersiap siap untuk mengabadikan momen memalukan seorang Park Ji Min. Dan tentu saja akan langsung mempublikasikannya. Untung-untungnya sih Jimin pakai celana pendek sekarang, soalnya biasanya kan ia memakai celana dalam (?) kalau sedang tidur. Dan kalau seperti itu tentu saja Taehyung tidak akan tega memotret Jimin.

Taehyung mengangkat iphone nya, sudah siap memotret. Namun pergerakan dari Jimin menghentikannya. Dan apa yang dikatakan Jimin membuat ia membelalak tidak percaya.

"Aaaah Yoongi-noona... Oh, kau nikmat sekali... Nghhh".

Apa-apaan kalimatnya itu?!. Hei, Park Ji Min itu sedang tidur, kan?. Kenapa gigauannya seperti itu? Membuat Taehyung jadi berpikiran kotor, kan.

Ya tuhan!. Gigauannya itu lebih pantas disebut dengan desahan. Dan entah mengapa menyelipkan nama gadis menyeramkan itu di dalamnya. Astaga, Jimin mungkin benar-benar sudah gila.

Tiba-tiba sebuah pemikiran nista muncul di otak terbalik Taehyung. Ia menaruhiphone nya di atas nakas, dan beranjak menaiki tempat tidur Jimin. Bermain-main sedikit dengan Jimin tidak masalah, kan?.

"Oh Jimin~... Terus seperti itu hhhh..."

Taehyung berbisik tepat di telinga Jimin. Walaupun suaranya sama sekali tidak mirip dengan Yoongi, tapi pasti yang terdengar oleh Jimin adalah suara Yoongi.

Taehyung nyaris tertawa keras saat menatap Jimin yang entah sejak kapan mulai berpeluh. Dan sobatnya itu terus saja mengeluarkan desahan-desahan nista yang membuat Taehyung sangat yakin kalau Jimin tengah bermimpi kotor. Dan tentu saja objek mimpi kotor nya adalah si gadis berkulit pucat mirip zombie itu.

Huh, mungkin kalau Jimin tahu Yoongi dikataizombie, Taehyung tidak akan bisa bebas dari bogemannya.

Taehyung segera menjauh dari tempat tidur Jimin karena ia merasa kalau sebentar lagi Jimin akan segera mencapai puncak mimpi kotornya. Ah sudahlah, biarkan saja si bantet itu berimajinasi sendiri.

Eh, tapi kenapa Jimin bisa bermimpi seperti itu padahal baru sebentar saja bertemu dengan Yoongi?. Ukh, Taehyung jadi iri. Dia kan mau juga mimpi seperti itu. Dan tentu saja objeknya itu adalah gadis manis berbadan sintal yang bernama Jeon Jung Kook.


Seokjin menatap foto Namjoon yang ia jadikanwallpaper iphone. Gadis bersuraiblonde itu entah mengapa tiba-tiba tersenyum dengan semburat merah yang kentara menghiasi kedua pipi putihnya. Seokjin mengingat hal yang terjadi saat fanmeet minggu kemarin, yang membuatnya tidak bisa tidur semalaman. Dan sayangnya ia belum menceritakan hal ini kepada dua dongsaeng manisnya.

FLASHBACK

Seokjin menatap Namjoon yang kini tengah menatapnya sambil tersenyum.Namja bersurai light green (?) itu menerima album yang Seokjin sodorkan dan mulai menandatanganinya.

"Namamu Kim Seok Jin, ya?".

Namjoon kembali menatap Seokjin, kali ini dengan lebih intens. Seokjin hanya bisa mengangguk pelan, berusaha menutupi kegugupannya.

"Kau punya adik kan? Namanya Kim Ming Yu?".

Seokjin tersentak, kaget karena nama adik sepupunya disebut-sebut oleh Namjoon. Darimana Namjoon tahu kalau Mingyu adalah adiknya?.

"Iya, aku kakak sepupunya Mingyu. Memangnya kenapa? Kau mengenalnya?".

Seokjin menatap Namjoon penasaran, sementara Namjoon terkekeh pelan saat melihat wajah keheranan gadis manis di hadapannya.

"Aku ini sahabatnya Mingyu. Dia itu adik kelasku saatHigh School. Aku dekat dengannya karena dia juga menyukai rap. Ia yang duluan mendekatiku karena mendengar bahwa aku adalah rapper underground. Sebenarnya dia ingin ikut denganku, tapi katanya Seokjin-noona akan mengomelinya kalau berani-berani ikut menjadi rapper underground".

Seokjin merasa wajahnya seperti terbakar sekarang ini. Rasanya malu sekali!. Ia masih ingat waktu Mingyu merengek padanya agar diperbolehkan ikut kakak kelasnya menjadi rapper underground. Dan tentu saja Seokjin tidak memperbolehkan itu. Seokjin memang diberi amanah untuk menjaga dan merawat (?) Mingyu saat dia bersekolah di Seoul.

Oleh karena itu, Seokjin tidak ingin Mingyu ikut-ikutan dalam duniahip-hop yang menurutnya mengerikan itu. Dan ia pun merutuk habis-habisan kakak kelas Mingyu yang sudah mengajak adik sepupunya itu masuk ke dalam dunia yang tidak ia suka itu. Dan Seokjin baru ingat sekarang, waktu itu Mingyu mengatakan nama kakak kelasnya itu adalah Rap Monster. Atau yang dalam kehidupan sehari-hari bernama Kim Nam Joon.

Namun, Seokjin sama sekali tidak menyangka kalau Namjoon kakak kelas Mingyu adalah Namjoon yang sekarang ini menjadi leader sebuah boygroup yang sudah mendunia. Dan menjadi idola yang ia cintai dengan segenap jiwa.

"Emmm... aku dulu berpikir bahwarapper underground dan hip-hop itu adalah hal yang berbahaya. Semua tentang mereka berkaitan dengan foya-foya, wanita, musik keras, dan kehidupan malam. Aku tidak ingin Mingyu memasuki dunia seperti itu. Lebih baik ia belajar rap sendiri. Dan aku juga tidak menyangka kalau Namjoon yang itu adalah kau".

Seokjin menundukkan kepalanya. Entah mengapa merasa malu sekali karena hal ini. Namjoon hanya tersenyum saat melihat gadis itu menundukkan kepalanya.

"Hei, jangan menunduk seperti itu. Aku tahu, tidak terlalu banyak wanita yang memandanghip-hop secara positif pada awalnya. Aku setuju kok, karena kau memikirkan bagaimana kalau seandainya Mingyu masuk dunia seperti itu. Kalian yang dari keluarga terpandang tentu saja merasa kehidupan rapper underground itu sangat kejam dan liar".

Seokjin mengangkat kepalanya perlahan, menatap lurus ke arahonyx Namjoon yang juga tengah menatapnya. Lengkap dengan dimple smile yang menghiasi wajah tampan berkarisma itu.

Namjoon tiba-tiba memajukan tubuhnya, menopang wajahnya dengan kedua tangan, dan menatap Seokjin lekat-lekat.

"Kau ingat tidak saat Mingyu memperkenalkan ku kepadamu? Sebelum dia meminta untuk menjadirapper underground".

Seokjin mengerutkan kening, berusaha mengingat. Oh iya! Waktu itu Mingyu pernah membawa seorang pria tampan ke rumah mereka. Dan memperkenalkannya pada Seokjin. Astaga, ia tidak menyangka kalau pria itu adalah Namjoon!.

"Kau yang datang ke rumahku waktu itu? Jangan bercanda".

Seokjin menatap Namjoon dengan tatapan tidak percaya. Mana mungkin Namjoon yang datang waktu itu?.

"Iya. Aku yang datang ke rumahmu waktu itu,noona".

Namjoon kembali menunjukkan senyuman manisnya dan semakin memajukan tubuhnya ke arah Seokjin. Membuat gadis itu tergagap.

"Dan kau tahu noona? Semenjak aku bertemu denganmu, kau adalah cinta pertamaku. Dan aku senang sekali saat kau muncul lagi di hadapanku sekarang. Dan aku merasa sangat bahagia karena kau mengidolakanku. Kalau saja aku tidak menjadi artis sekarang ini, aku pasti akan langsung memacarimu".

Namjoon berujar sambil mengembalikan album Seokjin. Sementara Seokjin hanya bisa mematung mendengar ucapan Namjoon. Gadis itu serasa sedang berada di dunia mimpi sekarang. Demi tuhan, ini semua tidak nyata kan?!. Mana mungkin Namjoon mengatakan hal semacam itu kepadanya?.

Namun sayangnya semua ini bukan mimpi. Ini nyata. Namjoon tengah menyatakan perasaannya pada Seokjin yang ternyata adalah kakak sepupu dari adik kelasnya dulu. Waktu itu Mingyu membawa Namjoon ke rumah kakak sepupunya yang tengah ia tempati. Dan kesan Namjoon saat pertama kali bertemu dengan Seokjin: dia begitu cantik, seperti malaikat.

Gadis manis dengan rambut hitam arangnya yang bergelombang sepunggung, kulit mulus dan seputih porselen, berbadan proporsional, dan cukup tinggi untuk ukuran perempuan. Gadis itu memiliki wajah dan senyuman yang mampu membuat Namjoon jatuh hati seketika.

Namun Namjoon yang hanya seorang anak sekolahan bisa apa? Ia hanya bisa memandang Seokjin, hanya itu. Walaupun itu adalah pertemuan pertama dan terakhir mereka saat itu. Karena beberapa bulan kemudian, Namjoon mengikuti audisi Big Hit Entertainment.Dan yah, tentu saja ia diterima. Dan menjaditrainee disana.

Ia menjadi jarang bertemu dengan Mingyu, jarang bergabung dengan teman-teman sesama rapper underground, dan tentu saja tidak pernah bertemu lagi dengan Seokjin.

Namun betapa bahagianya dia sekarang. Karena Seokjin berada di hadapannya, meminta tanda tangan. Dan Namjoon pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menyatakan perasaannya pada Seokjin.

END FLASHBACK

"Astaga! Aku harus menjawab apa?". Seokjin mengacak suraiblonde nya gemas. Bingung setengah mati harus bagaimana menyikapi pernyataan Namjoon tersebut.

Ia memang masih shock. Sangat sangatshock. Rasanya ia benar-benar tidak percaya kalau Namjoon itu adalah sahabat Mingyu, adik sepupunya. Dan saat pertemuan mereka beberapa tahun yang lalu itu, Namjoon ternyata sudah menyimpan perasaan untuk Seokjin.

Namun saat ia sudah menjadi orang terkenal seperti sekarang, dan bertemu kembali dengan Seokjin, Namjoon baru kesampaian untuk mengungkapkan perasaannya. Membuat Seokjin yang menyandang status sebagai fans Namjoon itupun merasa ingin pingsan kemarin.

Kalau ditanya apakah ia menyukai Namjoon atau tidak, tentu saja jawabannya adalah iya. Namjoon itu kan idolanya, mana mungkin Seokjin tidak mencintainya?. Tapi setelah mengetahui bahwa idolanya sendiri menyimpan perasaan kepada dirinya, Seokjin merasa sedang berada dalam dilema.

Rasanya ia ingin sekali menganggukkan kepala dan menerima pengakuan Namjoon tersebut. Dan setelahnya mereka bisa menjadi sepasang kekasih. Namun dampaknya adalah, hubungan mereka akan menjadi perbincangan publik. Kalau seandainya para netizen bisa mengendus hubungan mereka.

Dengan paparazzi yang akan selalu mengincar Namjoon ataupun Seokjin dengan rentetan pertanyaan. Berlomba-lomba untuk mendapatkan berita tentang mereka. Mendapatkan klarifikasi dari kedua orang tersebut.

Dan tentu saja Seokjin akan di musuhi publik. Terutama paraARMY yang mungkin tidak senang dengan kabar ini. Masalahnya adalah, Seokjin itu ARMY. Dan kenapa pula gadis itu yang terpilih menjadi pacar Namjoon? Bukankah masih banyak gadis-gadis yang jauh lebih layak?.

Dan Seokjin itu kan juga merasakan bagaimana rasanya menjadi seorangfans yang rela mengorbankan segenap jiwa raga mereka demi sang idola tersayang. Merasakan cinta sepihak dengan idolanya, memimpikan idolanya, dan begitu memuja sang idola.

Dan para ARMY yang berjuang habis-habisan demi idola mereka, mana terima kalau Seokjin yang juga merupakan ARMY bisa menjadi kekasih Namjoon?. Tentu saja paraARMY yang tidak bisa menerima akan mengamuk dan mencerca gadis itu habis-habisan. Masa' sama-sama berjuang tapi malah gadis itu yang beruntung?. Kan menyebalkan sekali.

Setidaknya itulah yang ada di pikiran Seokjin bilamana ia menerima pengakuan cinta cowok berlesung pipi tersebut.

Tapi kalau ia tidak menerima pengakuan ini, itu sama saja dengan menyakiti hati Namjoon. Dan Seokjin tidak ingin itu terjadi. Bagaimanapun, hatinya ini hanya dipenuhi oleh Namjoon seorang, kan.

Dan itu artinya Seokjin juga membohongi perasaannya sendiri. Karena jauh di lubuk hatinya, tentu saja ia ingin menjadi kekasih Namjoon. Tapi... ia khawatir akan dampak buruk yang akan terjadi nantinya.

Tapi masa' Seokjin harus menggantung Namjoon?. Astaga, dia benar-benar butuh solusi kali ini.

Seokjin meraih iphone nya dan memutuskan untuk menghubungi keduadongsaeng nya. Ia benar-benar butuh solusi.


Jimin membuka matanya perlahan. Mengerjap-ngerjap, coba membiasakan penglihatannya yang agak kabur karena baru bangun tidur.

Namun ia merasakan sesuatu yang membuatnya bergerak tak nyaman. Rasanya ada sesuatu yang aneh pada dirinya. Dan benar saja, Jimin merasakan bagian bawahnya basah. Ia menghela napas pelan, tentu saja ia tahu itu apa. Yang jelas Jimin tidak mengompol, ya.

Eh, tapi tunggu dulu deh. Ia baru ingat kalau ini kan bukan kamarnya. Dan tentu saja tempat tidur yang ia tiduri sekarang bukan miliknya. Damn, mereka kan sedang menginap di hotel!.

Jimin mengusak surai arangnya gemas. Kenapa ia bisa bermimpi kotor seperti itu sih?. Kalau di tempat tidurnya sendiri ya tidak masalah. Nanti juga bisa dicuci dan paling-paling hanya Tae dan kedua hyung nya yang tau.

Tapi ini kan di hotel!. Nanti saat mereka meninggalkan hotel, pihak hotel pasti akan membereskan kamar mereka dan mencuci seprai dan selimut yang mereka kenakan. Dan tentu saja pihak hotel tahu kalau kamar ini adalah kamar yang di tempati oleh kedua member BTS.

Dan bagaimana kalau seandainya akan ada berita tentang 'TEMPAT TIDUR JIMIN BTS DI HOTEL XXXXX DITEMUKAN DALAM KEADAAN BASAH. APAKAH IA MENGOMPOL ATAU KARENA HAL LAIN?'. Oke, Jimin akui itu judul berita yang konyol, namun memalukan bagi dirinya.

Astaga, terkutuklah film penuh desahan yang kemarin malam ia tonton!. Jimin sendiri tidak mengerti kenapa tiba-tiba ia kebelet ingin menonton film nista itu. Dan karena dirasa ia aman karena sendirian di kamar, Jimin dengan santainya menonton film favoritnya itu (yang biasanya ia tonton berdua dengan Taehyung) tanpa menggunakan earphone. Dengan volume yang tak bisa dibilang kecil.

Dan tanpa ia ketahui, Taehyung yang kemarin malam hendak masuk ke kamar Jimin, mendengar suara desahan dari sang tokoh wanita. Yang menyebabkan pria bersurai darah itu mematung di tempatnya. Menyudahi siaran V Live dengan terpaksa dan mengatakan kalauroom card nya tertinggal dan tidak bisa masuk ke kamar Jimin.

Dan hal itu membuat paranetizen memunculkan berita heboh dan mengasumsikan bahwa Jimin tengah bercinta dengan seorang gadis di kamar hotelnya. Dan hal itu, tanpa Jimin ketahui–lagi, menyebabkan seorang gadis manis bersurai platina yang tinggal beberapa ribu kilometer dari tempatnya berada sekarang ini, tengah dirundung kegalauan yang amat sangat.

Namun, seketika itu pula Jimin teringat apa yang membuat celananyabasah. Bukan, bukan karena film itu. Jimin ingat kalau kemarin ia bermimpi sedang melakukan sesuatu yang bersifat 18+ bersama Yoongi-noona.

Rasanya enak sekali sih. Entah kenapa pula ia sekarang merasa menyesal karena telah terbangun. Dan Jimin sendiri juga merasa heran. Kenapa Yoongi-noona malah menjadi objek mimpi mesumnya?. Mereka kan hanya bertemu sekali. Itu pun hanya sebentar.

Astaga, ingatkan Jimin untuk tidak mengingat ingat kaki jenjang nan seksi yang terbalutjeans yang lumayan ketat itu lagi. Tuh kan, memikirkan Yoongi-noona lagi. Dan sialnya, entah kenapa setiap ia memikirkan Yoongi-noona, yang terbayang hanya suatu kemesuman yang membuatmiliknya terbangun lagi.

Tuh kan, baru saja dibilangin. Gawat,milik Jimin terbangun lagi. Duh, ia harus ke kamar mandi sekarang. Dan membiarkan Yoongi-noona menjadi objek fantasi liarnya kali ini. Tidak masalah, kan?.


"Eh?! EONNI DITEMBAK NAMJOON-OPPA?!".

Jungkook berteriak histeris dengan suara keras, membuat Seokjin segera membekap mulut Jungkook kesal.

"Ih, gak usah teriak-teriak bisa, kan?".

Seokjin menatap Jungkook sebal, dan yang mulutnya dibekap hanya mengangguk pelan, berusaha melepaskan tangan Seokjin dari mulutnya.

"Iya iya. Kookie minta maaf. Tapieonni jangan main bekap gitu, dong. Sesak tau".

Jungkook mengerucutkan bibir sebal dan menggerutu setelah Seokjin melepas tangannya dari mulut gadis kelinci tersebut.

"Nah, kalian sudah dengar ceritanya, kan?. Sekarang aku harus bagaimana?".

Seokjin menatap kedua dongsaeng nya dengan tatapan memohon agar di beri solusi.

"Eonni bilang saja ke Namjoon-oppa kalau eonni itu mau sebenarnya. Tapi nanti kalau kalian pacaran, banyak yang gak senang. Jadi, kalian TTM aja dulu".

Jungkook tersenyum senang sembari menampakkan gigi kelincinya. Merasa telah menemukan solusi yang tepat untuk hal ini. Tapi Jungkook benar benar tak bisa memungkiri rasa irinya pada Seokjin-eonni. Beruntung sekali eonni nya itu. Jungkook kan juga mau di tembak Taehyung-oppa. Oke, lupakan.

"Hah? TTM? Jangan aneh-aneh, Kook".

Seokjin merasa keberatan oleh solusi yang diberikan Jungkook. Kalau teman ya teman saja. Gak usah pake mesra segala.

"Ya udah kalau eonni gak mau. Yang jelas Kookie udah kasih solusi".

Jungkook tersenyum tipis. Menatap Seokjin yang sedang nyengir ke arahnya.

Seokjin kini mengalihkan pandangannya ke arah Yoongi yang sedari tadi hanya mendengarkan tanpa berbicara sedikit pun. Aneh memang. Tapi yang pasti, Yoongi akan memberikan solusi yang tepat bagi Seokjin.

"Yoon, kasih solusi dong".

Seokjin beringsut ke arah Yoongi yang menatap lurus dengan tatapan kosong. Eh, kok bukan seperti Yoongi yang biasanya?. Yoongi mana pernah melamun seperti ini. Jarang sekali.

"Ya Min Yoon Gi!. Kau kenapa? Ada masalah?".

Seokjin mengibaskan tangannya di depan wajah Yoongi. Namun yang diajak bicara hanya diam. Tetap menatap lurus ke depan.

Jungkook yang juga menyadari tingkah aneh Yoongi itu pun turut menggeser posisi duduknya ke arah kedua eonni nya.

"Yoongi-eonni? Kalau ada masalah cerita pada kami saja. Siapa tahu kami bisa membantu. Kau kenapa? Ada masalah apa?".

Yoongi pun segera mengalihkan pandangannya ke arah Jungkook. Gadis itu baru tersadar dari lamunannya setelah bahunya ditepuk lumayan keras oleh Seokjin.

"Eoh? Aku tidak kenapa-napa kok".

Yoongi menyunggingkan gummy smile ke arah sepasang gadis di hadapannya. Meyakinkan pada Seokjin-eonni dan juga Jungkook kalau ia tidak apa-apa.

"Jangan bohong, Yoongi. Aku yakin sekali kalau kau sedang ada masalah. Ayo cerita saja".

Seokjin mengusap lembut surai platina Yoongi. Sementara Jungkook hanya tersenyum sambil mengiyakan perkataan Seokjin.

Yoongi hanya bisa menghela napas. Bagaimanapun juga ia butuh seseorang untuk melampiaskan segala unek-unek kekecewaan dan kegalauan di hatinya. Gadis itu mengeluarkan iphone nya, dan segera mencari artikel yang tadi pagi ia lihat.

Yoongi menyodorkan iphone nya ke arah Seokjin dan Jungkook. Kedua gadis itu pun seketika membelalakkan mata saat melihat kata-kata yang tertulis di sana. Dan segera mengerti kenapa Yoongi bersikap seperti orang bodoh hari ini.

"Eonni, kau percaya dengan berita ini?"

Jungkook mengernyitkan dahinya, agak tidak percaya dengan artikel yang barusan diperlihatkan Yoongi. Yoongi mengangguk pelan. Tentu saja ia percaya. Kalau ia tidak percaya, mana mungkin ia merasa galau seperti sekarang?.

"Eonni, bisa saja kan kalau Jimin-oppa sedang menonton blue film? Dan juga, saat aku menonton ini kemarin, aku tidak mendengar suara wanita sama sekali".

Jungkook menatap Yoongi yang terdiam memikirkan ucapannya tadi. Hm, ada benarnya juga, sih. Lagian Jimin itu kan hobi menonton blue film. Mungkin saja ia sedang menonton itu kemarin. Yoongi pun merasa lumayan lega, namun tetap saja ada yang mengganjal di hatinya karena ia belum tahu pasti kebenarannya.

"Mungkin Jungkook benar, Yoon. Jimin kan mesum. Pasti waktu itu ia sedang menonton film nista itu. Lagipula, kalau Jimin sampai membawa wanita ke kamarnya, pasti Namjoon akan menghajarnya habis-habisan".

Seokjin tersenyum simpul, menatap Yoongi yang balas tersenyum tipis. Ya sudahlah, lebih baik ia buang jauh-jauh pemikiran negatif nya tentang berita itu.

"Mmm, baiklah. Aku akan coba berpikir positif. Nah Seokjin-eonni, lebih baik kita bicarakan saja masalah pengakuan cinta Namjoon itu".

Yoongi menatap Seokjin yang nge-blush lagi. Siap memberikan solusi walau dirinya tidak yakin sama sekali. Huft, Yoongi sedikit merutuki dirinya karena membiarkan dirinya menangis ketika melihat artikel itu. Memalukan sekali!.

Dan untuk apa ia menangisi Jimin yang sama sekali tidak pernah memikirkannya? Astaga konyol sekali. Tapi, Yoongi kan tidak tahu kalau sebenarnya dirinya selalu memenuhi pikiran Jimin akhir-akhir ini. Sampai-sampai membuat pria bersurai kelam itu bermimpi kotor tentang dirinya.

Mungkin kalau Yoongi tahu kebenarannya, gadis itu akan menghajar Jimin sampai pingsan. Walaupun setelahnya, Yoongi sendiri ikut jatuh pingsan karena tahu Jimin menjadikannya objek mimpi kotornya. Yah, mungkin saja.


a/n: Annyeong~... Late update lagi mian! Maklum lah udah mulai sekolah :" . Walaupun minggu kemarin masih santai santai aja sih :v. Btw ini chap terinspirasi dari berita nchim yang itu tuh :". Huhu, bikin baper seminggu. Tapi gak denger suara cewek -". Yang kedengar malah suara cowok :v. Jangan jangan suara Yoongi kali ya? :v. Btw ada yang domisili Padang gak sih? Soalnya kpopers Padang yang aku kenal ya yang di sekolah aja :v. Taoi untungnya adek kelas yang kpopers banyak kkk :v.

Tapi entah kenapa ini chap udah berbumbu mesum gitu :". Terus ada temen aku yang non-kpopers (tapi masih suka GG sih) dia baca ini fic kan jadi gimana gitu huuuu :". Kok malah curhat sih? :v. Ya udah thanks buat yg ngefav, follow, review, maupun yang cuma baca :v. Chap ini review lah, aku berharap banget kkk :v. Tapi kayaknya chap depan update lemot juga :". Mian lagi :"v. Oh ya ngomong-ngomong jgn panggil aku author :v. Panggil Tee aja ya :v. Btw ada yang nonton Make It Right gak? Terinspirasi dari si Tee aku :v. Oke, udah dulu ya, jumpa lagi chap depan!. Ya udah, pai pai~!

Thanks for all reviewers:

MinJiSu, SyugarMint, safabelle, 07, newtrie12, Bbangssang, Jeon Hyukie, Fany Hwang, wenjun, sugarydelight, Jungsa, blueewild951230, anisabanjar2, Pinkerbell97, Taetaelove, Nisnis, deviananovandita, XiayuweLiu