Title : Trouble Friendship

Author : Minhyan-ssi

Pairing : Yunjae

Legh : 4 of ?

Ratting : NC-21

Genre : Drama, Fluff, Romance, NC, Mpreg, Yaoi and a little straigh

Cast : - Jung Yunho - Kim Jaejoong - Etc Happy reading all. . .

P.O.V Author

Brak~ Yunho membanting pintu ruang kerjanya dengan cukup keras. Ia mengacak rambutnya sendiri.

" Apa aku sangat keterlaluan pada Jaejooog?" tanyanya pada diri sendiri, sambil berjalan ke kursi kerja.

" Aku hanya ingin kau menomor satukan Moon Bin dari hal apapun, termasuk diriku. Aish, BooJae." Lanjutnya kini terduduk frustasi, ia menatap nanar wallpaper laptopnya - foto dirinya dan Kim Jaejoong.

20 menit kemudian...

Brak~ Brak~ Yunho tersentak dari lamunan panjangnya. Suara gebrakan terdengar cukup keras dari arah jendela. Perlahan, ia bangkit dari duduknya dan menghampiri sumber suara tersebut. Tak lupa stick baseball ia gemgam erat di tangannya, untuk berjaga-jaga. Siapa tahu yang di luar itu adalah maling.

Cklek~ Yunho membuka jendela tersebut perlahan, namun tiba-tiba jendela terdorong kuat dari luar. Yunho pun jadi terpental dan tak bisa menghalangi seseorang yang dari luar jendela tadi masuk dengan mudah.

"Aish," umpat Yunho, mata musangnya seketika mencari-cari penyelinap tadi. Dahinya berkerut, meskipun penyelinap tersebut tengah memunggunginya - seolah menguat-atik pintu ruang kerjanya, tapi Yunho sudah bisa mengetahui siapa sosok penyelinap itu. Kebiasaan suka berbuat yang tak terduga dari kecil, ternyata tak berubah sampai sekarang. Yunho benar-benar tak habis pikir pada sahabat baiknya ini - Kim Jaejoong.

Yunho yakin Jaejoong baru saja menggunakan tangga yang ia simpan di belakang rumah untuk memanjat atap rumah dan bisa sampai ke ruang kerjanya ini di lantai 2. Yunho berdiri, lantas ia bergegas menghampiri Jaejoong.

" Jaemmmhh..." belum sempat Yunho berbicara seputar cara kedatangan Jaejoong yang nampak konyol begini, namja cantik tersebut sudah langsung menautkan bibir mereka berdua. Jaejoong sambil menggiring Yunho ke arah sofa lumayan besar di ruangan tersebut.

Jaejoong menjatuhkan tubuh Yunho, lalu menindih namja berwajah kecil ini tanpa melepaskan tautan bibir mereka.

Yunho tentu saja terkejut - tak menyangka tindakan Jaejoong yang tiba-tiba dan berani ini. Ia tak membalas juga tak menghentikan ulah Jaejoong ini, ia penasaran akan Jaejoong hendak berbuat apa padanya. Selain itu, Yunho juga masih ingin mempertahankan sikap marahnya. Ia hanya mau Jaejoong jera, tak lagi mengabaikan Moon Bin demi apapun dan siapapun.

" Mmphh..." desah Jaejoong juga Yunho.

Yunho mulai terperdaya dengan ciuman Jaejoong yang bertambah liar saja. Kali ini Jaejoong yang memimpin. Lidah manis namja cantik ini mengeksploitasi ronggo mulut Yunho, jari lentiknya tergerak perlahan membuka kancing-kancin di kemeja yang tengah Yunho kenakan. -

Yunho berusaha keras menahan desahan, hanya jemarinya yang aktif bergerak meremas kedua sisi bahu Jaejoong.

Namja cantiknya ini semakin gila saja. Jaejoong melucuti keseluruhan pakaian mereka, kini YunJae sama-sama naked. Bibir Jaejoong menjelajah asyik pada leher Yunho, lalu memberinya jejak keunguan; juga sesekali turun mempermainkan dan menghisap nipple Yunho.

" Ngh," Yunho tetap dengan pendiriannya - tak akan mengeluarkan suara sedikitpun. Jaejoong tak boleh tahu ia sangat menikmati ini, lalu berpikir ia sudah memaafkan kelalaiannya tadi siang. NO!

Dalam hati Jaejoong mengumpat berkali-kali, ia berusaha keras menggoda Yunho dengan sentuhannya, tapi satu huruf pun tak keluar dari bibir tebal 'Beruang' kesayangannya ini. Jaejoong meremas junior Yunho, 'penjelajahan' bibirnya juga semakin liar, hanya remasan semakin kuat dan kuat pada bahunya yang ia dapatkan.

" Aakhh... hh..." desah Jaejoong sambil meringis, menitik beratkan tubuhnya pada lengan. Rasanya ingin menjerit, tapi akal sehatnya masih bekerja sangat normal, Jaejoong sadar betul di ruangan lain ada Soo Jin yang entah sudah terlelap atau masih menunggu Yunho untuk tidur bersama. Oleh karena itu, Jaejoong semaksimal mungkin tidak membuat 'keributan' dengan ulahnya ini.

" Jung Yunho... Yunhhh... nie... mendesahlahh... aku tahu kau menginginkan 'seperti ini' sebagaihh... syarat kau mau memberikan Moon Bin padahh... kuhh... Jangan membohongiku, Yunhh..." kata Jaejoong diantara desahannya. Rasa sakit di tubuh bawahnya karena keberadaan junior Yunho di dalamnya - memanjakan junior Yunho dengan gerakan keluar masuk - naik turun, tak membuat Jaejoong lantas menyerah untuk bisa membawa Moom Bin dalam pelukannya (lagi). Ia mengenal Yunho sejak kecil, jadi ia tahu betul Yunho itu seperti. Dulu, setiap kali ia meminta sesuatu dari Yunho, Yunho pasti juga akan meminta pamrih berupa sex.

" Yunhh..." Jaejoong menggerakan tubuhnya naik-turun sambil mendesah sekaligus menggerutu.

Yunho mati-matian menahan tawanya berhasil mengerjai Jaejoong. Kim Jaejoong, selain gampang membuatnya marah juga sangat mudah meluluhkan hatinya.

- Buk~

" Hah..." Jaejoong ambruk mendekap Yunho di bawahnya, ia terengah-engah dengan nafasnya tak teratur. Tenaganya seolah tiada lagi - habis terkuras untuk 'memanjakan' Yunho. Ia sudah mecapai puncak, tapi ia belum berhasil membuat Yunho merasakan yang beberapa menit lalu ia capai.

Saat ini Jaejoong tidak mampu melanjutkan lebih jauh. Ia memeluk Yunho sangat erat, ia tak memiliki cara lagi untuk mendapatkan Moon Bin. Air mata mulai menggenangi mata indah Jaejoong, ia rela kehilangan apapun di dunia ini kecuali kehilangan Moon Bin.

" Kenapa berhenti, Boo. Kau menyiksaku, menghentikan permainan indah di tengah jalan," bisik Yunho. Secepatnya bergerak merubah posisi, Kini Yunho menindih Jaejoong.

" Bear, mianhae. Aku janji, aku akan mengutamakan Moon Bin diatas segalanya. Aku mohon... berikan aku kesempatan kedua. Aku akan berusah menjadi eomma yang lebih baik lagi. Bear... aku mohon." Jaejoong menyentuh wajah Yunho, ia menatap penuh harap pada ayah Moon Bin tersebut.

" Nanti kupertimbangkan. Sekarang selesaikan dulu tanggung jawabmu," kata Yunho sambil tersenyum.

" Yunnie Bear..."

Chu~ Yunho mengecup kilat bibir Jaejoong.

" Lanjutkan dulu,"

" Bear..." rengek Jaejoong.

" Minimal dua kali." Yunho tersenyum licik.

" Pervert."

Chu~

- " Saranghae, BooJaejoong." Bisik Yunho sangat pelan bahkan nyaris tak bisa didengar, pada Jaejoong yang kini terlelap dalam pelukannya.

Setelah 'melakukannya' 4 kali, Jaejoong langsung memejamkan mengikuti Jaejoong berbaring di sofa yang menjadi saksi bisu munculnya desahan-desahan sexy, gerakan-gerakan erotis dan suasana panas dalam ruang kerja Yunho.

" Nghh..."

Yunho agak tercekat, Jaejoong bergerak sambil sedikit membuka matanya.

Oh, God. Jangan sampai Jaejoong mendengar yang barusan kukatakan. Batin Yunho, gugup dan sangat khawatir.

" Kau bilang apa barusan, Yun? Aku kurang jelas. Tolong katakan sekali lagi."

Yunho menghela nafas lega. Ia tak jadi ketahuan.

" Bukan apa-apa. Hanya ucapan selamat tidur. Tidurlah, Boo. Kau pasti sangat lelah. Besok pagi akan kuatar kau dan Moon Bin pulang."

Jaejoong mengangguk, lalu membenamkan dirinya lebih dalam, dalam pelukan Yunho.

' Yunnie, kenapa kau berbohong? Aku mendengarmu, aku belum tidur. Seandainya kau mengatakan hal itu sejak awal, mungkin semua tak akan serumit ini. Tidak ada Park Yoochun atau Park Soo Jin dalam hidup kita. Hanya ada kita dan Moon Bin. Sekarang jalan kita sangat rumit. Kau dengan Park Soo Jin, aku dengan pasanganku nanti. Dan apakah selamanya kita akan terus begini?' batin Jaejoong.

" Jadi kau sudah tahu sejak awal bagaimana persahabatan aneh yang dijalani Kim Jaejoong dan Jung Yunho?" ujar Yoochun memastikan. Ia seolah tidak percaya dengan yang barusan ia dengar dari bibir sepupunya - Park Soo Jin. Yoochun menyeruput lagi secangkir kopi di depannya. Setelah kemarin bertemu kembali, Yoochun pagi ini mengajak Soo Jin bertemu di sebuah cafè kenamaan. Selain untuk membahas masalah keluarga, juga tentang asmara. Yang saling berkaitan dan bisa jadi akan terbentuk sebuah kerjasama asmara diantara mereka berdua.

" Yeah, aku pernah menyuruh orang untuk menyelidiki latar belakang dan semuang tentang Yunho. Sebelum Eomma menyuruhku membantu Yunho keluar dari keterpurukan karena Eommaku kasihan pada Eomma Jung yang sedih melihat putranya terpuruk setelah kepergian Kim Jaejoong." Soo Jin mulai bercerita.

" Kalau seperti itu, kenapa kau bisa sampai menikah dengan Jung Yunho?"

" Juga karena Eomma yang memaksaku, kali ini karena Eomma Jung sangat menginginkan cucu. Aish, kau tahu, Park Yoochu. Hampir setiap hari si tua bangka itu menceramahiku panjang lebar karena sampai sekarang aku belum hamil. Benar-benar tidak tahu terima kasih, aku sudah mengorbankan semuanya demi dia. Tua Bangka itu tidak pernah menyalahkan anaknya, siapa tahu Yunho sendiri penyebab aku tidak bisa hamil sekarang." Soo Jin terlihat kesal kini.

Yoochun tertawa kecil. Ia pikir pernikahan Yunho dan Soo Jin berlandaskan cinta karena saat bertemu kemarin, pasangan Yunho dan Soo Jin terlihat serasi dan harmois, Soo Jin juga sangat manis sebagai istri.

" Minta cerai saja kalau begitu."

" Minta cerai? Kau gila, Park Yoochun. Eomma akan membunuhku kalau itu terjadi."

Yoochun tertawa semakin terang-terangan. Ini terlalu konyol baginya.

" Tadi pagi-pagi sekali Yunho sudah pergi ke rumah Kim Jaejoong untuk mengantarkan anaknya Kim Jaejoong. Shit, Kim Jaejoong dan Kim Jaejoong. Namja menjijikan itu menjadi parasit dalam rumah tanggaku dengan Yunho. Yunho lebih mementingkan sahabat dari pada istri."

" Kim Jaejoong tidak menjijikan! Jung Yunho-mu itu yang suka mencari perhatian pada Jaejoong. Saat aku masih berpacaran dengan Jaejoong, Jung Yunho tanpa sungkan memperlakukan Jaejoong dengan mesra di hadapanku. Jadi, yang menjijikan itu Jung Yunho, bukan Kim Jaejoong!" Yoochun meledak-ledak. Tentu saja ia tak terima, orang yang (mungkin) ia cintai dihina seperti itu.

" Kenapa jadi marah-marah padaku. Jangan bilang kau masih menyukai Kim Jaejoong sekarang?"

" Ne, sampai kapan pun aku tidak akan berhenti mencintainya. Dan kau tadi marah-marah karena Jaejoong ada diantara kalian berdua, kau menyukai Jung Yunho?"

Soo Jin mendadak terdiam dan nampak gugup.

" I-itu bukan urusanmu."

Yunho berjalan mengendap-endap memasuki apartement Jaejoong. Ia baru saja mengantarkan Moon Bin berangkat sekolah. Bau harum menyengat langsung menyambut kedatangannya. Senyum merekah tercipta dari bibir tebal Yunho, ia terlalu hafal siapa dibalik ini semua.

Yunho melangkah tanpa ragu ke dapur.

Jaejoong sibuk berkutat dengan aneka bahan dan bumbu untuk membuat sarapan pagi khusus dirinya dan Yunho. Ia sampai tak menyadari, Yunho mengamatinya gerak-geriknya dari tadi.

Grep~ Jaejoong nyaris menjatuhkan minyak yang masukan ke dalam wajan, begitu sepasang lengan merengkuh pinggangnya dari belakang.

" Bear..."

Tidak perlu berpikiran jauh, saat ini hanya Jung Yunho yang berpeluang mengganggu acara memasaknya.

" Boo, aku menginginkan dirimu sekali lagi."

" Monster... !" seru namja berwajah imut pada namja tinggi yang kini tampak kesal karena suara namja imut tersebut telah memekakan telinganya dan terperanjat.

" Dolphin! Bisakah kau tidak berteriak kalau memasuki kantorku apalagi ruang kerjaku ini. Suaramu bisa membuat telinga seluruh karyawan di sini pecah," protes Changmin - namja yang dipanggil 'monster' tersebut.

" Changminnie, kau marah padaku?" tanya namja imut itu sambil merangkul bahu Changmin. Mereka lalu duduk di sofa ruang kerja Changmin ini.

" 2 tahun di Amerika, kenapa kau tak operasi untuk menghilangkan suara dolphin-mu itu, Junsu Hyeong?" Pletak~

" Junsu Hyeong!" teriak Changmin tidak terima. Ia bertanya baik-baik, tapi Junsu malah berbuat kasar padanya.

" Aku baru saja pulang ke Korea, seharusnya kau tidak menyambutku dengan hal-hal yang menyenangkan? Kau malah menyodoriku pertanyaan konyol," jawab Junsu dengan ceria. Ia melihat penuh kerinduan pada Changmin - sahabat yang sudah seperti adiknya sendiri.

" Yunho Hyeong kemana? Dia masih bekerja disini bukan?" tanya Junsu.

Junsu pergi ke Amerika 2 tahun lalu, ia memutuskan melanjutkan sisa waktu 2 tahun kuliah S-1 nya di negeri Paman Syam tersebut. Semula ia kuliah di Seoul, satu kampus dan berteman akrab dengan Yunho dan Changmin. Bagi Junsu, Yunho adalah kakak dan Changmin adalah adiknya.

" Kim Jaejoong kembali ke Korea tepat 2 hari sebelum acara pernikahan Yunho Hyeong dan Park Soo Jin dilaksanakan."

" Mwo!" Junsu melebarkan matanya, ia tak dapat berkomentar panjang.

" Hidup Yunho Hyeong sangat rumit sekarang. Hari ini dia tidak masuk kerja karena sedang ada masalah dengan Kim Jaejoong."

Junsu mengangguk mengerti. Ia paham seberapa besar rasa peduli Yunho pada Jaejoong. Ah, atau tepatnya perasaan cinta.

Yunho, Junsu dan Changmin adalah sahabat dekat sejak awal masuk kuliah. Yunho tak menutupi apapun dari dua sahabatnya tersebut, ia bercerita banyak tentang Kim Jaejoong - bagaimana perasaannya untuk namja cantik itu. Junsu dan Changmin juga seperti Yunho. Ketiganya saling terbuka, tak pernah terselip keinginan dari diri masing-masing untuk berusaha menyembunyikan rahasianya, sekecil apapun itu.

" Aku benar-benar prihatin pada Yunho Hyeong. Untuk sementara ini aku tidak akan meminta bantuan Yunho Hyeong dulu sampai masalah dia sendiri selesai. Shim Changmin, kau maukan menggantikan Yunho Hyeong untuk membantuku?" pinta Junsu sambil mengenggam tangan Changmin, dengan tatapan memohon.

" Memang ada masalah apa denganmu, Hyeong?"

" Ada," jawab Junsu dengan mantap.

" Apa itu?"

" Aku ingin mencari seseorang. Dia rekan kerjaku di Amerika sana. Aku sudah mengungkapkan perasaan sukaku padanya, tapi dia menolakku-"

"Lalu?" Changmin jadi penasaran. Junsu menggantungkan ceritanya.

" Tapi anehnya, dia selalu marah-marah pada setiap namja atau yeoja yang berdekatan denganku. Gara-gara hal itu, orang lain jadi tak berani mendekatiku secara lebih. Menyebalkan, aku tidak bisa berpacaran dengan siapapun." Junsu menghela nafas sebentar.

" Terahir dia meniduriku secara paksa, setelah dia melihatku berciuman dengan rekan kerjaku yang lain. Aku yakin dia melakukan semua itu karena cemburu. Tapi dia selalu mengelak dengan bersikukuh mengatakan bahwa yang ia tak bisa melupakan dan masih sangat mencintai mantannya di SMA dulu. Dia sebetulnya mencintaiku, hanya saja dia bodoh - tak bisa mengungkapkan itu semua, malah mencari alasan untuk menghindariku. Sampai-sampai dia menjauhiku hingga Korea. Dia pikir aku tak bisa menemukan batang hidungnya di Korea ini? Aku sudah memegang data-data pribadinya."

Changmin menggelengkan kepalanya. Kenapa dua sahabatnya bisa bersamaan didera masalah-masalah yang sama-sama rumitnya? Changmin diam-diam berdoa agar tidak tertular kedua sahabatnya itu. Perusahaan saja sudah membuat kepalanya seolah mau meledak, ia tak mau tambah pusing dengan hal-hal lain lagi.

" Changmin! Malah melamun!" bentak Junsu menepuk keras bahu Changmin.

" Ah, mianhae. Em... nama orang yang kau cari siapa? Biar aku mudah melacaknya," ujar Changmin.

" Park Yoochun, namanya Park Yoochun." -

" Jadi, kita sepakat menghancurkan hubungan baik Kim Jaejoong dan Jung Yunho?"

" Kau mencintai, Jung Yunho."

" Ini kerja sama menguntungkan, Jaejoong jatuh padaku dan Yunho padamu."

Ucapan-ucapan Yoochun tersebut bergentayang di benak Soo Jin. Yoochun memberi waktu padanya sampai besok pagi untuk memberikan keputusan atas tawaran itu. Buk~

" Mi-mianhae." Soo Jin langsung membukkan badan. Pikirannya kalut, ia jadi tak terlalu memperhatikan jalanan menuju ke rumahnya ini.

" Soo Jin?"

Soo Jin mengangkat kelapanya, bola matanya seketika melebar melihat sosok mertuanya - ibu Yunho berdiri di hadapannya.

" Eomma?"

" Aku baru ke rumah kalian, tapi tidak ada yang membukakan pintu untukku. Kau habis dari mana? Kemana Yunho? Dan kau sudah hamil atau belum?"

Shit. Soo Jin mengumpat tanpa henti di dalam hati, ia paling benci bertemu dengan mertuanya yang menurutnya sangat cerewet.

" Aku baru bertemu temanku di cafè dan... a-aku belum hamil. Mianhae." Soo Jin menundukkan kepalanya.

" Aish, tidak berguna."

DEG Soo Jin merasakan sesak di dadanya. ' Tua bangka tidak tahu malu,' batinnya kemudian.

" Yunho?"

" D-dia ada di apartement Kim Jaejoong."

Nyonya Jung berjalan pelan-pelan memasuki apartemen Jaejoong, senyuman merekah terlukis di bibirnya. Jaejoong memang memberikan telah memberikan duplikat kunci apartementnya pada ibu Yunho, Nyonya Jung sudah seperti ibu kandung bagi Jaejoong. Nyonya Jung sangat senang mendengar Yunho dan Jaejoong sudah bertemu kembali dan saat ini keduanya tengah bersama.

" Yunhh... pelanhh... pelanhh..."

DEG Perasaan negatif tiba-tiba menyeruak dalam perasaan hati Nyonya Jung, mendengar suara aneh tersebut. Beliau jadi terdorong untuk mencari sumber suara tersebut.

Tubuh Nyonya Jung melemas seketika saat beliau melewati ruang makan. 'Kedua anaknya' tengah bercinta panas diatas meja makan. Matanya melebar, pikirannya mendadak penuh. Rasanya Nyonya Jung ingin pingsan saja.

" JUNG YUNHO, KIM JAEJOONG! APA YANG KALIAN LAKUKAN!"

~TBC~