vkook. cohabitating lovers!au. words counted:421. lots of typo$.


"Pastikan kau pulang lebih awal, oke?"

Taehyung mengangguk, memijit dahinya. "Akan aku usahakan."

"Kau harus berjanji." Seseorang diseberang sana cemberut.

Taehyung melepaskan kekehannya, "Baik baik, aku ada meeting sekarang. Aku matikan ya?"

"Kau belum bilang kau berjanji!"

"Aku janji, Jungkook."

Tawa genit Jungkook menyeruak dari earphone dan memasuki telinga Taehyung, tak melupakan senyumannya yang terpampang jelas dari layar ponselnya.

"Aku mencintaimu. Dah!"

"Aku lebih mencintaimu."

Sambungan terputus lebih dahulu dari pihak sebelah, diakhiri dengan ekspresi aneh yang ditunjukkan oleh Jungkook. Taehyung tak habis pikir mengapa sedari tadi pagi Jungkook menjadi lebih manja, dan sedikit agresif. Dibuktikan dengan bagaimana cara Jungkook membangunkannya pagi ini, menciumi seluruh lekuk wajah Taehyung.

Taehyung menatap kilas ke arah arloji nya dan mengingat akan meeting nya, lalu memasukkan ponselnya kedalam saku jas dan bersiap.

.

"Jungkook, aku pulang."

Tak ada jawaban, lampu ruang tengah telah padam dan Taehyung mendapati dirinya hampir tersungkur di langkah keduanya setelah hampir 3 tahun mendiami apartemen ini. Taehyung menemukan steker lampu dan menyalakannya. Sunyi, yang terdengar hanya hitungan detik jam dinding yang menunjukan bahwa malam tak lagi muda. Terdapat beberapa piring yang tertata rapih diatas meja makan, ditutupi aluminium foil. Taehyung menghela nafas, ia tahu bahwa ia terlambat, sangat terlambat. Dan sungguh, apa sebenarnya yang Jungkook rencanakan.

Ia berjalan menuju kamar yang dibagi nya dengan Jungkook sejak setahun yang lalu kekasihnya memutuskan untuk tinggal bersama nya setelah Jungkook lulus kuliah. Membuka pintunya perlahan, dan mendapati Jungkook telah meringkuk dengan wajah yang menghadap dinding. Taehyung dengan hati hati merangkak ke atas kasur dan merebahkan badannya disebelah Jungkook, berusaha agar tidak membangunkan yang lebih muda. Di ruangan yang samar samar cahaya tersebut matanya menangkap cahaya merah dari jam digital.

Tue, September 01.

Sial, hari ini ulang tahunnya. Akan lebih baik jika aku mengingatnya.

Taehyung —dengan rasa bersalah yang bermuara di dasar perutnya —hendak beranjak dari posisinya yang sekarang. Mungkin mandi akan membantu pikirannya mencari cara bagaimana membereskan segala sesuatu yang ia lupakan hari ini di esok hari.

Namun, jemari lembut melingkar di pergelangan tangannya.

"Jangan pergi." Suaranya tersendat.

"Tapi aku belum berganti pakaian."

"Tidak masalah." Jungkook menarik Taehyung kembali dan memeluknya erat dibalik selimut.

"Maafkan aku," Taehyung mengusap kepala Jungkook, "Selamat Ulang Tahun, sayangku." dan mengecup dahinya.

"Kau yang terburuk." Gerutu Jungkook disela-sela pelukannya.

"Aku akan membelikan mu hadiah besok." Taehyung memeluk yang muda lebih erat.

Jungkook mengangkat kepalanya dan menatap Taehyung sebelum tertawa kecil lalu menggeleng. Sedetik kemudian mencium Taehyung dengan cepat dan membalikkan badannya.

Taehyung tersenyum, senyum yang berbeda. "Ayolah, Kookie." Ia melingkarkan tangannya di pinggang Jungkook dan mencium pundaknya, "Jangan memulai."


i actually dont know what did i just wrote. eats pringles and sobs.