Dream Cafe
Casts :
- Johnny
- Jaehyun
- Yuta
- Taeyong
Warning!
fanfic dengan pair yang tidak sesuai, jika kalian tidak suka dengan pairnya diharap jangan membaca
JohnJae (Johnny X Jaehyun) with a little bit JaeYong (Jaehyun X Taeyong)
Happy Reading
Part 4 (You Seem To Enjoy It)
Sejak acara makan malam, dan menginapnya Johnny di apartemen Jaehyun. Johnny menjadi semakin dekat dengan Jaehyun, termasuk juga dengan Yuta dan bahkan Suho. Terkadang Johnny diajak untuk sarapan bersama sebelum Ia berangkat ke kantornya, berhubung apartemen mereka tak terlalu jauh, hanya menghabiskan waktu perjalanan lima belas menit jika menggunakan mobil.
Yuta dan Johnny juga menjadi semakin informal, saat mereka mengetahui bahwa mereka sebaya, mereka sudah tak menggunakan embel-embel –ssi lagi saat memanggil nama. Sudah terhitung dua minggu sejak acara makan malam tersebut, dan dua minggu itu pula Johnny hampir setiap hari menghabiskan malamnya di Dream Cafe. Bukan hanya keinginannya, terkadang Yuta dan Jaehyun yang menyuruhnya untuk datang, Jaehyun juga yang biasanya datang hanya pada saat bekerja atau mengisi live music disana, kali ini jadi hampir setiap hari dia datang ke cafe dan menghabiskan waktunya bersama Johnny dan juga Yuta tentu saja. Saking terlalu seringnya mereka berkumpul, pertanyaan seperti 'dimana Johnny Hyung?' 'dia tidak datang?' atau 'apakah dia sibuk?' selalu muncul saat Jaehyun tak menemukan Johnny duduk di kursi tinggi didepan meja bar seperti biasanya. Atau Johnny yang akan bertanya 'Jaehyun tak datang?' 'Yuta, kau tak melihatnya?' 'dia tak mengabarimu?' saat Jaehyun tak terlihat di cafe.
Jika mereka tak bertemu di cafe, Johnny dan Jaehyun akan berakhir saling menghubungi via telepon. Yuta bahkan sudah terbiasa jika Johnny dan Jaehyun mengabaikannya ketika mereka sudah berkumpul itu. Entah feeling Yuta saja atau bagaimana, tapi dia melihat Jaehyun jadi terlihat lebih ceria jika bersama Johnny, Yuta sudah tak mendengar lagi keluh kesah Jaehyun tentang Taeyong sejak anak itu mengenal Johnny, dan Yuta harus berterimakasih kepada Johnny karena dia mampu mengalihkan perhatian Jaehyun terhadap Taeyong, karena sejujurnya Yuta sudah lelah mendengar curhatan galau Jaehyun tentang Taeyong. Tapi Yuta juga jadi mempertanyakan, bagaimana bisa Johnny yang baru dikenal oleh Jaehyun itu membuat anak itu melupakan Taeyong dengan seketika?
.
.
.
Saat ini Seoul sedang diguyur hujan yang lumayan deras, membuat jalan terlihat sepi, hanya beberapa mobil saja yang berlalu lalang di jalan besar, para pejalan kaki juga bisa dihitung jari jika sedang hujan seperti ini. Mungkin hanya orang yang niat membawa payung saja yang berlalu lalang di trotoar sepanjang kota Seoul, atau orang yang terpaksa harus menerjang hujan demi keperluan mereka. Berbeda dengan yang lain, Jung Jaehyun dengan senang hati membiarkan tubuhnya diguyur hujan, karena ini memang hobi anehnya. Jika Jaehyun ditanya musim apa yang paling Ia suka, maka Ia akan menjawab musim hujan. Karena dimusim hujan lah Jaehyun akan sering melakukan hobinya anehnya ini.
Jaehyun berdiri sambil bersandar di lampu jalan, dengan santai memainkan ponselnya dibawah guyuran hujan yang lumayan deras itu. Jaehyun berterimakasih kepada perusahaan ponsel yang telah melakukan inovasi untuk menciptakan ponsel yang tahan air, saat launching Jaehyun langsung membelinya, jadi dia akan dengan santai memainkan Samsung Galaxy S7 Edge Blue Coral nya ini walau dibawah derasnya hujan, Ia tidak perlu khawatir ponselnya akan rusak. Oh, tak lupa Ia berterimakasih dengan Suho Hyung nya yang sudah berbaik hati mau membelikannya.
Banyak notif-notif tidak penting yang rata-rata adalah dari teman-temannya di grup yang menanyakan tentang skripsi itu, Jaehyun tidak ada niatan untuk membalas, skripsinya sudah selsai, dia tinggal di sidang saja. Jaehyun turut prihatin kepada sebagian teman-temannya yang judul skripsinya masih ditolak oleh dosen pembimbing mereka atau ada sebagian juga dari mereka yang masih harus menjalani revisi. Ada juga beberapa notif dari teman-teman wanitanya, oke untuk yang satu ini Jaehyun sudah tidak asing lagi, bukannya mau sombong atau apa, tapi sudah dari jaman dia sekolah dulu banyak teman wanita yang mengejarnya. Jika teman-temannya yang lain harus bersusah payah merangkai kata untuk mengajak gebetan mereka jalan, maka Jaehyun sebaliknya, dialah yang diajak oleh teman-teman wanitanya untuk makan lah, atau nonton lah atau sebagainya. Jika Jaehyun sedang bosan atau mungkin jiwa bad boy nya sedang keluar dia akan dengan mudah mengatakan 'hey jalan yuk' maka dengan senang hati sang wanita akan menerimanya. Itu baru wanita, kadang pria-pria manis juga suka mendekatinya dan Jaehyun sudah terbiasa dengan itu semua. Ampuni Jaehyun yang dulu semasa sekolah adalah seorang bad boy kurang ajar yang suka tebar harapan palsu kepada teman-teman wanitanya atau lelaki manis yang mengejarnya, sekarang Jaehyun sudah taubat dia tidak seperti itu lagi, sungguh Jaehyun bersumpah.
Jaehyun melihat notifikasi dari seseorang yang selama ini dihindarinya, Chanyeol. Sejak beberapa minggu lalu mereka bertemu di supermarket, Chanyeol memang sering menghubunginya, mengirim pesan atau kadang menelponnya, untuk satu hal yang sama yaitu berkumpul bersama, dengan Taeyong juga tentu saja. Jaehyun akui, dia juga merindukan Chanyeol, karena jujur saja Chanyeol itu orang yang menyenangkan, dia empat tahun lebih tua dari Jaehyun tapi tak pernah sekalipun Chanyeol memposisikan dirinya sebagai seorang yang harus di hormati, bahkan Chanyeol tidak marah ketika Jaehyun memanggilnya tanpa embel-embel Hyung ketika pada waktu itu Jaehyun kesal karena Chanyeol sibuk dan tak mau membantunya mengerjakan tugas sekolah. Waktu hidup bertetangga Jaehyun memang terkadang menanyakan tugas sekolahnya yang sulit kepada Chanyeol, karena Chanyeol itu adalah anak yang cerdas, saat Jaehyun mau menghadapi ujian saja Chanyeol yang membantunya belajar.
From: Chanyeol Hyung
'kau menghindariku yah? Apakah kau sangat sibuk sehingga kau tidak bisa berkumpul bersama? Ayolah Jae, kau tidak merindukanku? Apa waktu itu aku salah bicara sehingga kau menghindariku seperti ini. Maafkan aku jika aku ada salah kata, sekali saja, kita bertemu bagaimana?'
Jaehyun menghembuskan napasnya, dia jadi merasa bersalah juga kepada Chanyeol, karena bagaimanapun orang itu tak tau apa-apa tentang hubungannya dengan Taeyong. Tapi Jaehyun juga tidak sanggup jika harus bertemu Taeyong lagi, dia sudah bersusah payah melupakan orang itu, bisa hancur semua usahanya ketika dia bertemu Taeyong nanti.
Jaehyun menghentikan aksi bermain ponselnya saat Ia melihat sebuah mobil yang berhenti didepannya, Ia kenal mobil ini, karena mobil ini memang sudah tidak asing lagi baginya. Orang yang berada didalam mobil membuka kaca jendelanya.
"hey Jaehyun, apa yang kau lakukan dibawah hujan deras begini? ya tuhan"
Jaehyun tersenyum, Ia menundukan badannya untuk menyapa seseorang yang ada didalam mobil tersebut.
"hai Johnny Hyung"
"kau tak menjawab pertanyaanku, apa yang kau lakukan dibawah guyuran hujan Jung Jaehyun?"
"tidak ada"
"yaampun, kau ini. Masuklah"
"huh?" Jaehyun menatap Johnny bingung, dia basah kuyup, kalau dia masuk maka akan membasahi jok mobil Johnny. Jaehyun menggelengkan kepalanya "tidak Hyung, aku basah nanti jok mobilmu juga basah"
"tidak apa, cepat masuk"
"tapi..."
Johnny membuka pintu penumpang yang ada disampingnya, jika tidak seperti ini Jaehyun tidak akan menurutinya "masuklah, cepat"
Jaehyun tak bisa menolak lagi, Ia dengan segera masuk kedalam mobil. Johnny meraih tas fitness yang selalu dibawanya yang ada di belakang dan mengeluarkan handuk kemudian menyerahkannya kepada Jaehyun untuk mengeringkan rambutnya.
"keringkan rambutmu Jae"
Jaehyun hanya menurut saja dan meraih handuk tersebut untuk mengeringkan rambutnya. Diam-diam Johnny mengatur temperatur mobilnya agar lebih hangat, cuaca memang tidak terlalu dingin tapi jika Jaehyun berada didalam mobilnya yang bersuhu delapan belas derajat selsius dalam keadaan basah seperti itu pasti akan sakit juga nantinya.
"kau tidak bawa payung?"
"aku memang tidak pernah membawa payung"
"kenapa? Sekarang kan musim hujan"
"justru itu yang aku suka"
"hujan-hujanan begini kau suka?" tanya Johnny heran.
"hmm.." Jaehyun mengangguk.
Sambil fokus mengemudi Johnny sesekali melirik Jaehyun sekilas, yang masih sibuk mengeringkan rambut pirangnya itu.
"kau seperti anak kecil saja Jae, kalau sakit bagaimana?"
"aku selalu makan makanan yang bergizi, mengkonsumsi vitamin, dan rajin berolahraga. Kekebalan tubuhku sangat baik Hyung, tak mungkin sakit hanya karena diguyur hujan"
"aku berani bertaruh, jika Suho Hyung dan Yuta mengetahuinya kau pasti akan dimarahi kan?"
Jaehyun hanya tertawa kecil mendengar itu, karena Johnny memang benar. Dua minggu lebih mengenal Jaehyun, Johnny jadi tau jika orang yang ada disampingnya ini memiliki dua Hyung yang sangat protektif, satu adalah kakak kandungnya, Suho dan satu lagi orang yang sudah dianggap sebagai kakak, Yuta. Bahkan Johnny pernah melihat Suho yang memarahi Jaehyun karena Jaehyun yang pulang terlalu malam, bukan malam lagi tapi pagi, jam dua pagi tanpa mengabari Suho. Orang dengan paras malaikat itu ternyata jika sedang marah menyeramkan juga, Suho tidak sungkan-sungkan memarahi adiknya itu didepan Johnny dan Yuta saat mereka sedang sarapan bersama, dan membuat Jaehyun tak menyentuh sarapannya sama sekali, Johnny jadi ngeri sendiri melihatnya. Berbeda dengan Suho, Yuta selalu mengawasi Jaehyun ketika berada di cafe. Pernah suatu malam saat mereka sedang berkumpul, Jaehyun mabuk berat, dan pada saat itu seorang wanita sangat sexy menghampiri Jaehyun yang sudah setengah sadar itu sambil merangkulnya dan juga menggodanya. Johnny pada saat itu baru saja ingin menyingkirkan wanita itu tapi dia kalah cepat oleh Yuta yang dengan seketika mengenggam erat atau lebih tepatnya mencengkram tangan si wanita sambil berkata 'maaf nona, dia bukan lelaki yang ingin menghabiskan malam panasnya denganmu jadi kuharap menyingkir dan menjauhlah' dengan nada dingin dan tatapan menusuknya. Johnny sempat tertegun melihat Yuta yang seperti itu, bukankah dia bartender yang harus meninggalkan kesan baik kepada pengunjungnya, biar bagaimanapun wanita sexy yang menggoda Jaehyun itu kan juga tamu. Dan dari situ Johnny tau, Jaehyun diam-diam punya dua senjata yang sangat kuat, jika sekali saja Johnny berani menyakiti Jaehyun maka Johnny akan bertemu ajalnya, dijemput oleh dua malaikat maut alias Suho dan Yuta yang selalu melindungi adik tercintanya itu.
"kau sudah tau jika Suho Hyung akan marah, maka dari itu jangan antar aku ke apartemenku, Suho Hyung sedang berada disana"
"lalu kau mau kemana?"
"apartemenmu saja bagaimana Hyung? boleh yah, sekedar ganti pakaian saja"
"baiklah"
Johnny jelas saja tak akan menolak, dia dengan senang hati membawa Jaehyun ke apartemennya, pintu apartemennya akan selalu terbuka lebar untuk orang disampingnya ini. Menginap juga tidak apa, dia tidak keberatan.
.
.
.
Johnny membuka pintu apartemennya dengan lebar, mempersilahkan Jaehyun untuk masuk. Ia menghidupkan lampu ruang tengah dan juga dapur yang tak jauh dari ruang tengah membuat apartemennya yang gelap menjadi terang. Jaehyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ini pertama kalinya Ia mampir ke apartemen Johnny, apartemen Johnny tak jauh berbeda dengan apartemennya, hanya saja sedikit lebih luas.
"kalau kau ingin mandi, kamar mandinya ada disana" Johnny menunjuk kamar mandi "akan ku ambilkan handuk dan baju ganti"
"aku pinjam handuknya saja Hyung, aku bawa baju ganti"
Jangan heran, Jaehyun itu dibandingkan membawa payung, Ia lebih siap sedia baju ganti di dalam tas nya saat musim hujan tiba. Minimal ada satu stel baju ganti didalam tas nya itu.
"baiklah" Johnny mengambilkan handuk dan menyerahkannya kepada Jaehyun.
Sambil menunggu Jaehyun mandi, Ia memasak air dan menyediakan dua cangkir coklat panas untuk mereka berdua. Johnny sedikit bingung saat tak menemukan cemilan didalam kulkasnya atau di rak dapurnya, Ia tidak seperti Jaehyun yang selalu siap sedia makanan ringan, Johnny lebih memilih mengisi kulkasnya dengan buah-buahan. Johnny berpikir sejenak, jika dia menyuguhkan buah-buahan Jaehyun akan suka tidak yah?
"kau sedang apa Hyung?" suara Jaehyun menyadarkannya dari lamunannya didepan pintu kulkas. Jaehyun sudah terlihat segar dengan kaos hitam dan celana jeans pendek diatas lutut sambil mengeringkan rambutnya.
"aku tidak punya cemilan untukmu Jae"
"tidak usah repot-repot Hyung"
"kau suka strawberry?"
Jaehyun mengangguk, Ia menyampirkan handuk yang dikenakannya tadi di lehernya.
"aku sediakan itu saja yah"
Johnny mengambil beberapa buah strawberry dikulkasnya, mencucinya dan meletakkannya di piring, Ia meletakkan dua cangkir coklat panas dan satu piring strawberry yang disediakannya tadi di meja ruang tengah. Jaehyun duduk bersila di karpet tebal didepan meja dimana Johnny meletakkan hidangannya, dan bersandar di sofa, masih asik melihat ke sekeliling.
"minumlah selagi masih panas" Johnny ikut duduk di karpet tebal disamping Jaehyun.
"terimakasih" Jaehyun meraih cangkir yang berisi coklat panas itu dan meminumnya, Jaehyun juga meraih satu buah strawberry dan mencelupkannya kedalam cangkir coklat panasnya sebelum memakannya, membuat Johnny menahan tawanya melihat itu, hanya anak kecil yang punya kebiasaan seperti itu.
"apartemenmu terlihat lebih luas Hyung" pandangan Jaehyun terhenti pada sebuah rak yang berisi penuh majalah yang tersusun rapi "apa itu majalah Dazzling?"
"tidak hanya Dazzling, ada beberapa majalah lainnya"
"boleh aku melihatnya?"
Johnny mengangguk. Setelah mendapat persetujuan dari Johnny, Jaehyun bangkit dan mengahmpiri rak yang menarik perhatiannya ini. Isinya hampir sama dengan lemari yang terletak disamping televisi di apartemennya, majalah Dazzling yang sering dibacanya dan juga Hyung nya, hanya saja lebih lengkap.
"aku suka edisi yang ini" Jaehyun menarik salah satu majalah dari rak tersebut, dan kembali duduk ditempatnya tadi.
"kenapa?"
"karena modelnya" Ia menunjukkan cover majalah tersebut kepada Johnny, memperlihatkan wanita cantik yang sedang tersenyum dengan manisnya, mengenakan gaun yang sangat indah, wanita yang sangat terkenal seantero Korea, dari yang tua sampai yang muda semua kenal wanita ini.
"kau suka Yoona?"
"pria mana yang tidak suka dengan wanita secantik dia Hyung, bahkan anak kecil saja ketika ditanya seperti apa tipe ideal mereka akan menjawab Yoona sebagai jawabannya" ucap Jaehyun sambil membalik satu persatu halaman majalah yang dipegangnya itu.
Johnny tertawa mendengar jawaban Jaehyun, memang dia akui salah satu member girl group ternama Korea itu memang sangat cantik.
"kau pernah bertemu dengannya Hyung?"
"pernah"
"benarkah?" Jaehyun seketika mengalihkan pandangannya dari majalah dan menatap Johnny antusias. "berapa kali Hyung? secantik apa aslinya?"
Johnny berpikir sejenak "hmm...berapa kali yah? aku pernah bertemu dengannya beberapa kali di Seoul Fashion Week, dan juga di pameran busana beberapa designer ternama, terakhir saat dia pemotretan untuk cover majalah Dazzling tentu saja, dan yah kuakui dia memang cantik, jauh lebih cantik daripada di foto"
"kau beruntung sekali Hyung, bisa bertemu dengannya sesering itu. Hyung, jika dia jadi cover majalah di kantormu lagi, ajak aku ke tempat pemotretannya. Aku sungguh penasaran dengan aslinya"
"hahaha..akan ku ingat"
Jaehyun kembali mengedarkan pandangannya dan matanya terhenti pada sebuah piano yang terletak di pojok ruangan.
"Hyung, kau bisa main piano?"
"aku hanya memainkannya ketika sedang bosan saja" Johnny bangkit dari tempatnya dan menghampiri piano yang sudah lama tidak disentuhnya ini "bagaimana jika aku mainkan pianonya untuk mengirimu bernyanyi"
"ide bagus" Jaehyun kemudian bangkit dan menghampiri Johnny "ekhem...aaaa..aaaa" Ia melakukan sedikit pemanasan untuk suaranya.
"kau tau lagunya Keith Martin Because of you?"
Jaehyun mengangguk, tidak mungkin dia tidak tau lagu itu, karena lagu itu adalah lagu yang paling sering di request oleh pelanggan di cafe. Johnny meregangkan jari-jari tangannya sebentar, biar bagaimanapun dia sudah lama tidak memainkan pianonya ini. Ia mulai menakan tuts pianonya menghasilkan nada dengan Jaehyun yang mengikutinya menyanyikan lirik lagu.
If ever you wondered
If you touched my soul, yes you do
Since I met you I'm not the same
You bring life to everything I do
Just the way you say hello
With one touch I can't let go
Never thought I'd fall in love
With you
Because of you, my life has changed
Thank you for the love and joy you bring
Because of you, I feel no shame
I'll tell the world it's because of you
Sampai lagunya berakhir dan Johnny berhenti menekan tuts piano nya, Ia tersenyum senang tidak menyangka telah mengiringi Jaehyun dengan suara indah favorite nya itu. Ia juga bersyukur kemampuan bermain piano nya masih belum berkurang walaupun sudah lama sekali Ia tak memainkannya.
"as always, suaramu memang indah Jae" pujinya.
"lebih indah mana, suaraku atau suara orang yang waktu itu kau ceritakan?" tanya Jaehyun dengan pandangan jahilnya.
"hahaha...siapa yah? Hmm..." Johnny meletakan jari telunjuknya didagunya pura-pura berpikir "entahlah" Ia mengangkat kedua bahunya. Bagaimana Ia bisa menjawabnya karena selama ini suara indah yang dimaksudnya adalah suara Jung Jaehyun.
Johnny berdiri dari duduknya "aku mandi dulu ya Jae, jika kau haus ambil saja minum didapur, aku tidak punya sesuatu untuk dimakan hanya ada buah-buahan didalam kulkasku jika kau ingin ambil saja. Anggap saja ini rumahmu sendiri"
"santai saja Hyung, mandilah, aku akan menunggu disini"
Jaehyun kembali duduk ditempatnya di karpet tebal, sambil memakan buah strawberry yang tersisa, menunggu sang tuan rumah yang sedang membersihkan badannya itu. Sampai sepuluh menit berlalu.
"Jae apa kau lapar? aku akan pesan..." Johnny yang baru saja selsai dari acara mandi tampannya, keluar kamarnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, berhenti melangkah ketika melihat orang yang diajak bicara itu sedang menutup matanya dengan posisi kepalanya yang diletakkan diatas meja dengan kedua tangannya sebagai bantal, Jaehyun tertidur. Apa sepuluh menit adalah waktu yang lama untuk mandi sehingga membuat Jaehyun yang menunggunya ini tertidur?
Johnny mengambil blanket dan menyampirkannya ditubuh Jaehyun, jika dipikir-pikir Johnny sudah tidak asing lagi melihat Jaehyun yang sedang tertidur didepannya ini. Ponsel biru Jaehyun yang tergeletak dimeja bergetar, menampilkan nama Suho dilayar. Pasti Hyung nya ini sedang mencari adik kesayangannya yang belum juga pulang, Johnny jadi ingat bagaimana seramnya Suho saat memarahi Jaehyun, karena Ia tidak tega jika Jaehyun kena marah Hyung nya lagi jadi Ia putuskan untuk mengangkat panggilan telepon tersebut, mengatakan bahwa Jaehyun ada di apartemennya. Beruntung Suho tidak memakinya saat Johnny mengatakan Jaehyun tertidur diapartemennya.
"kau bilang hanya berganti pakaian saja. Tapi lihat, kau malah tertidur disini" Johnny merapatkan blanket yang menyelimuti tubuh Jaehyun, Ia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul lima sore, Ia memutuskan untuk membiarkan Jaehyun tertidur dan akan membangunkannya jam tujuh malam nanti lalu mengantarnya pulang.
.
.
.
Jaehyun memakan sarapannya dengan mood yang kurang baik, menatap dua dari tiga orang yang lebih tua darinya ini dengan sebal, bagaimana tidak sebal jika tepat di pagi hari dia diberi kabar yang kurang enak.
"Jaehyun, jangan seperti anak kecil, kau bukan pertama kali aku tinggal" Suho yang sudah tidak tahan melihat muka masam adiknya itu akhirnya bersuara.
"aku tau Hyung, aku tau, tapi kau tidak pernah memberitahu ku mendadak seperti ini, biasanya kau akan memberitahuku satu minggu sebelum kau berangkat atau paling tidak dua hari sebelum berangkat. Dan kau juga Yuta Hyung" Jaehyun kini menatap Yuta yang dengan seketika membatalkan niatnya untuk menyuap nasi kedalam mulutnya "kenapa kau ikut segala sih?"
"aku juga rindu kampung halaman Jae, hanya satu minggu tidak selama Suho Hyung"
Yup, kabar tidak enak yang membuat Jaehyun bad mood adalah, Suho dan Yuta yang akan meninggalkannya untuk pergi ke Jepang. Suho untuk urusan butik nya dan Yuta pria Jepang itu beralasan karena dia merindukan kampung halamannya. Omong kosong, ketika ibunya mengirim pesan saja dia akan membalasnya dua hari kemudian, dan sekarang pria Jepang itu tiba-tiba merindukan negara kelahirannya?
Jaehyun kesal, bukan karena Ia akan ditinggal. Bukan karena dia takut ditinggal sendirian di apartemen ini, terus terjadi perampokan lalu dia dibunuh atau diculik, dia bukan lelaki manja yang selalu butuh perlindungan Hyung nya, dia ini seorang lelaki yang menguasai jurus Taekwondo yang pernah beberapa kali memenangkan olimpiade, dia bisa melindungi dirinya sendiri. Tinggal di apartemen sendirian selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun pun tak masalah baginya. Dia juga bisa bertahan hidup karena dia pandai memasak, kalau lapar tinggal hidupkan kompor, masukan bahan makanan, dan bumbu lalu jadi. Yang membuat dia kesal adalah Suho yang baru mengabarinya hari ini, biasanya Hyung nya itu jika ingin keluar kota atau keluar negeri akan mengabarinya beberapa hari sebelumnya. Tapi ini dia baru mengabari Jaehyun pagi ini dan akan berangkat nanti malam, ditambah lagi Suho akan pergi ke Amerika untuk mengunjungi orangtua mereka setelah urusannya di Jepang selsai. Dia akan bertemu orangtuanya tanpa Jaehyun, tanpa mengajak Jaehyun, jahat sekali, Jaehyun kan juga rindu kedua orangtuanya itu. Dan untuk Yuta, Jaehyun kesal dengannya karena dia juga sama, baru mengabarinya hari ini. Sungguh Jaehyun merasa terkhianati, dua Hyung nya itu sudah punya rencana tapi tak memberitahunya.
"ayolah Jae jangan marah, aku lupa memberitahumu, sungguh aku benar-benar lupa. Maafkan aku"
"kau bukan hanya akan pergi ke Jepang Hyung, aku tak masalah jika kau pergi ke Jepang sampai berhari-hari tanpa memberitahuku sekalipun. Tapi kau akan ke Amerika juga! mengunjungi Eomma dan Appa. Dan kau tidak mengabariku? paling tidak kau bertanya Jaehyun kau merindukan Eomma dan Appa tidak? Aku minggu depan akan bertemu dengan mereka, tidak masalah kau tidak mengajakku, setidaknya aku tau bahwa kau akan mengunjungi mereka. Tapi sekarang kau seakan lupa kalau aku juga anak mereka Hyung, aku itu adikmu, dan kau akan bertemu dengan Eomma dan Appa tanpa memberitahuku? Aku juga merindukan mereka Hyung, setidaknya berdiskusilah padaku jika kau ingin bertemu dengan mereka sehingga aku juga bisa mengatur jadwalku. Oke, jika memang jadwal kita tak bisa seimbang, setidaknya aku tau Hyung akan pergi kesana, aku jadi bisa mempersiapkan diri, paling tidak aku bisa membeli sesuatu untuk mereka dan menitipkannya padamu sehingga mereka tau bahwa anak bungsunya ini masih hidup baik-baik saja. Kita tinggal satu atap Hyung, tapi kau lupa mengabari hal sepenting itu? Kau...keterlaluan Hyung"
Jaehyun mengeluarkan keluh kesahnya kepada Suho dengan panjang lebar, Suho yang mendengarnya jadi merasa bersalah kepada Jaehyun. Yuta dan juga Johnny yang berada satu meja dengan mereka pun tak ada yang berani menyela. Napsu makan Jaehyun jadi hilang seketika, Ia meletakkan sumpit yang dipegangnya dengan sedikit bantingan membuat suara nyaring akibat tangannya dengan meja makan yang beradu. Jaehyun mengambil ranselnya yang terletak di kursi disamping Ia duduk, memakainya, dan pergi meninggalkan ruang makan. Sebelum benar-benar meninggalkan ruang makan Ia berkata kepada Suho.
"aku tak akan mengantarmu ke bandara seperti biasa Hyung, maafkan aku yang sedikit kasar padamu tadi. Dan tolong sampaikan salamku pada Eomma dan Appa. Bilang pada mereka, anaknya disini tidak pernah MELUPAKAN mereka dan masih hidup dengan baik" ucap Jaehyun dengan menekankan kata melupakan.
Jaehyun benar-benar pergi, bahkan ketiga orang yang masih duduk dimeja makan ini bisa mendengar langkahnya yang sedikit dihentakan tadi, dan Jaehyun yang membanting pintu. Suho mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, Ia benar-benar merasa bersalah dengan Jaehyun, sungguh Suho benar-benar lupa mengabari adiknya itu, karena dirinya memang akhir-akhir ini sangat sibuk, bertemu dengan Jaehyun saja bisa dihitung jari, walaupun mereka tinggal disatu atap.
"Hyung, maafkan aku. Tapi aku setuju dengan Jaehyun tadi, kau sedikit keterlaluan Hyung. yang aku tau kau akan pergi ke Jepang saja, bukan ke Amerika juga"
"aku tau Yuta, dan wajar saja jika dia marah"
"aku akan menyusulnya Hyung, mood nya sedang tidak baik" Johnny bangkit dari tempatnya.
"ya benar, dia marah padaku dan juga pada Yuta. Jadi mungkin hanya kau yang bisa membuat mood nya jadi lebih baik"
Johnny membungkuk untuk pamit kepada Suho, meraih ponsel dan juga kunci mobilnya yang tergeletak di meja makan. Meninggalkan Suho dan juga Yuta untuk menyusul Jaehyun.
.
.
.
Jaehyun berjalan dengan kesal, sungguh Hyung nya itu sudah keterlaluan padanya. Apakah Ia lupa kalau dia ini adiknya dan juga masih merindukan orangtua mereka? dan dengan seenaknya Hyung nya bilang lupa untuk mengabari bahwa dia akan bertemu dengan kedua orangtua mereka. Memangnya Jaehyun ini siapa? sampai Hyung nya itu lupa untuk mengabarinya bahwa dia akan bertemu dengan orangtua mereka. Orangtua loh ini bukan paman atau bibi atau nenek atau kakek atau saudara-saudara lainnya. Jaehyun menekan tombol pada kunci mobilnya disambut dengan suara Bip! dari mobilnya. Ia menghampiri mobil tersebut dan membuka pintunya dengan kasar. Baru saja Ia akan masuk kedalam mobilnya ini, tapi seseorang menahannya dan membalikkan badannya.
"Johnny Hyung?"
"aku akan mengantarmu Jae, aku tak akan membiarkanmu mengemudi dengan emosi seperti ini" Johnny menutup pintu mobil Jaehyun dan menarik tangan Jaehyun.
"tak usah, aku bisa sendiri Hyung" Jaehyun dengan paksa melepas genggaman tangan Johnny. Kedua tangannya mengepal dengan kuat, menandakan Ia benar-benar sedang marah.
"jika kau mengemudi dengan keadaan seperti ini, kau tidak hanya membahayakan dirimu sendiri tapi juga orang lain"
Jaehyun hanya diam dan menundukan wajahnya.
"aku tau kau sedang kesal, tapi kumohon turuti aku. aku akan mengantarmu kemanapun kau mau"
Johnny mencoba mendekati Jaehyun lagi dan meraih tangannya. Tidak ada penolakan dari Jaehyun seperti tadi. Johnny menuntun Jaehyun ketempat mobilnya terparkir. Sesuai janji, Johnny akan mengantar Jaehyun kemanapun dia mau, bahkan jika itu membuatnya meninggalkan pekerjaannya untuk sementara.
Langkah Jaehyun terhenti, membuat Johnny yang menggengam tangannya juga menghentikan langkahnya. Johnny menoleh kebelakang dan melihat Jaehyun yang hanya diam tertunduk. Johnny tau Jaehyun sedang marah pada Suho karena Johnny akui memang Suho sedikit keterlaluan melupakan sesuatu yang penting pada Jaehyun. Bisa jadi diam-diam Jaehyun sangat merindukan orangtua mereka hanya saja tak pernah ditunjukkan rasa rindunya itu kepada orang lain. Apa yang harus Johnny lakukan? Biasanya Johnny akan memeluk kekasihnya ketika mereka sedang marah, tapi Jaehyun kan bukan kekasihnya atau mungkin lebih tepatnya belum menjadi kekasihnya.
Johnny mencoba mendekatkan dirinya, merengkuh Jaehyun, memeluknya dan mengusap punggung Jaehyun dengan halus mencoba meredakan amarahnya, dan Jaehyun tak menolak perlakuan Johnny yang memeluknya ini, Ia membiarkan Johnny memeluknya walaupun Ia tak membalas pelukan tesebut.
"apa yang harus aku lakukan untuk meredakan amarah seorang Jung Jaehyun ini? Ice cream?"
Jaehyun melepaskan pelukannya dan meninju pelan dada Johnny "aku bukan anak kecil yang akan senang hanya dengan diberikan ice cream"
"hahaha...ya sudah, ayo kemanapun aku akan mengantarmu" Johnny merangkul Jaehyun dan berjalan kearah mobilnya yang hanya tinggal beberapa langkah itu.
"Hyung" lagi, Jaehyun menghentikan langkahnya dan menoleh kesampingnya menatap Johnny.
"hm?"
"tapi Baskin Robbins tidak buruk juga"
Johnny mencubit pipi Jaehyun gemas "lihat siapa yang barusan bilang kalau dia bukan anak kecil huh? Aku tau kau tidak akan menolak ice cream, Jung Jaehyun"
"aaww...sakit Hyung" Jaehyun mengelus pipinya yang barusan dicubit oleh Johnny.
"let's go to Baskin Robbins"
.
.
.
Sudah dua hari semenjak perginya Suho dan Yuta ke Jepang, Johnny lebih sering menemani Jaehyun. Terkadang Johnny yang menginap di apartemen Jaehyun atau sebaliknya, Jaehyun yang menginap di apartemen Johnny. Jika ada pertemuan dengan rekan kerjanya diluar kantor, Johnny akan melakukannya di Dream Cafe, atas permintaan Jaehyun yang mengatakan 'jika kau ingin bertemu dengan rekan kerjamu diluar kantor maka datanglah ke cafe Hyung' jelas saja Johnny tak akan menolak. Johnny juga akan selalu menunggu Jaehyun sampai Jaehyun selesai mengisi live music di bar cafe, berakhir dengan mereka yang pulang bersama entah itu ke apartemen Jaehyun atau ke apartemen Johnny. Jaehyun sekarang sudah jarang menggunakan mobilnya, buat apa Ia menggunakannya jika ada Johnny yang selalu mengantar dan menjemputnya. Butuh waktu dua hari juga untuk Johnny membujuk Jaehyun agar mau mengangkat telepon dari Suho. Jaehyun memang benar-benar marah kepada Hyung nya itu, Ia lebih memilih tidur di apartemen Johnny daripada mengantar Suho dan Yuta ke bandara saat mereka berangkat.
Saat ini Jaehyun sedang menunggu Johnny pulang dari kantornya, jadwal kerjanya di Dream Cafe sudah selesai sejak sore tadi. Entah mengapa sudah beberapa hari ini menunggu Johnny menjadi kebiasaan baginya. Ia sudah mengatakan pada Johnny untuk pulang ke apartemennya saja dan menemaninya disini. Jaehyun berbaring di sofa sambil memainkan ponselnya, Ia melirik sekilas jam dinding yang menunjukan pukul sembilan malam. Suara interkom yang menandakan seseorang sedang menekan passcode apartemennya terdengar oleh Jaehyun. Ia tersenyum senang, orang yang ditunggunya sudah datang.
"menungguku?" tanya Johnny saat Ia melihat Jaehyun yang tengah asik berbaring di sofa diruang tengah.
"bisa dikatakan begitu"
Johnny menghampiri Jaehyun dan meletakkan kantong pelastik yang berisi beberapa kaleng bir yang dibawanya, duduk di karpet tebal diantara meja dan sofa yang sedang ditempati Jaehyun.
"kau mau minum?"
"tidak Hyung, aku tidak mau melakukan hal yang aneh-aneh kepadamu saat aku mabuk nanti. Waktu pertama kali kau mengantarku itu, kau bilang aku hanya tertidur kan? Mungkin saat itu kau sedang beruntung Hyung, tanya saja Yuta Hyung apa yang biasanya aku lakukan, Ia yang lebih sering menjadi korbanku"
"memangnya apa yang kau lakukan kepada Yuta?"
"jika aku sedang kesal aku akan memukulnya, jika sedang sedih aku menangis didepannya, oke untuk yang satu itu sangat memalukan. Kata Yuta Hyung aku melampiaskan segalanya ketika aku mabuk, sebenarnya aku tidak percaya juga dengannya karena aku tidak ingat apapun setelah aku sadar"
Johnny meraih satu kaleng bir, membukanya dan juga meminumnya. Ia jadi ingat, waktu itu Jaehyun menciumnya saat sedang mabuk, itu pertama kalinya Johnny merasakan ciuman dari Jaehyun. Sayangnya anak itu tak mengingatnya. Johnny tersenyum menyeringai, pikiran jahil mulai terbesit di otaknya. Bagaiman jika Ia mengingatkan Jaehyun apa yang pernah Jaehyun lakukan sebenarnya ketika Ia mabuk itu padanya?
"Jaehyun" Johnny meletakan kaleng bir yang dipegangnya di meja, lalu membalikan badannya dan menatap Jaehyun yang masih berbaring di sofa dibelakangnya ini.
"hm?"
"mau tau apa sebenarnya yang kau lakukan ketika aku mengantarmu yang sedang mabuk itu?"
"kau bilang aku hanya tertidur"
"aku berbohong" Johnny sedikit bangkit, menopang tubuhnya dengan kedua lututnya dan mendekatkan dirinya kearah Jaehyun yang menatapnya bingung.
"kau tidak hanya tertidur Jae, kau melakukan sesuatu padaku, hanya saja aku tak mengatakannya"
"memangnya apa yang aku lakukan?"
"kau melakukan ini..." Johnny menghapus jarak antara dirinya dengan Jaehyun, mencium bibir tipis itu dengan seketika membuat Jaehyun sedikit terkejut. Ia melumat bibir Jaehyun sama seperti Jaehyun yang pada saat itu melumat bibirnya. Johnny mengulangnya, mengulang apa yang Jaehyun lakukan padanya saat itu, dengan posisi yang sama hanya saja tempatnya yang berbeda.
Jaehyun tak membalas ciuman Johnny karena masih terkejut dengan apa yang dilakukan orang yang empat tahun lebih tua darinya ini. Johnny melepas ciumannya dan menatap Jaehyun.
"itu yang kau lakukan Jae. Apa kau ingat?"
Johnny baru saja akan menjauh dari Jaehyun. Namun lengan Jaehyun menahannya, Jaehyun menarik belakang kepalanya dan kembali menghapus jarak diantara keduanya. Jaehyun kembali menciumnya. Johnny sebenarnya sedikit terkejut dengan perlakuan Jaehyun yang diluar dugaan ini, tapi dia tidak ingin melewatkan kesempatan, Jaehyun yang memulainya maka dengan senang hati Ia menyambutnya. Johnny memagut bibir bawah Jaehyun yang disambut dengan Jaehyun memagut bibir atasnya. Bibir keduanya beradu dengan tempo yang sangat pelan namun menuntut, sesekali lidah mereka saling bertemu. Tangan kanan Johnny sudah berada di rahang Jaehyun, mengelusnya untuk memperdalam ciuman mereka, sementara kedua lengan Jaehyun sudah mengalung dengan sempurna di lehernya. Keduanya sangat menikmati ciuman mereka, memiringkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, diiringi dengan suara kecipak yang sesekali terdengar di ruang tengah apartemen Jaehyun yang sepi. Johnny melepas ciumannya dengan menghisap bibir bawah Jaehyun lalu menggigitnya pelan.
"nghh..." eluhan pelan Jaehyun terdengar akibat perbuatan Johnny terhadap bibir bawahnya itu. Ciuman mereka berakhir dengan Johnny yang mengecup pipi Jaehyun.
Keduanya membuka matanya dan saling menatap, Jaehyun seketika melebarkan kedua matanya saat tersadar apa yang baru saja Ia lakukan. Ia ingin bangkit dari posisi berbaringnya namun ditahan oleh Johnny yang membuatnya kembali dengan posisi semula, dengan Johnny yang hampir menindih tubuhnya ini.
"kau terlihat menikmatinya, Jung Jaehyun" ucap Johnny dengan senyuman menggoda, yang membuat Jaehyun jadi salah tingkah.
Jaehyun dengan paksa mendorong Johnny dan kemudian terduduk, merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.
"ng...ma..maaf Hyung. a..aaku" Jaehyun tergagap, Ia tidak berani menatap Johnny.
"a..aku tidur duluan Hyung. good night" Jaehyun tidak tau harus berkata apa, Ia dengan segara bergegas ke kamarnya meninggalkan Johnny sendirian diruang tamu.
Johnny hanya tersenyum melihat tingkah Jaehyun yang seperti itu. Ciuman panjang tadi, bukan dia yang memulai tetapi Jaehyun, dan Johnny tersenyum senang melihat Jaehyun yang sangat menikmatinya.
"so cute" gumamnya pelan, sambil meneguk bir nya. Johnny tadi tidak salah lihat, kedua pipi Jaehyun yang sedikit memerah, dan itu lucu sekali.
"good night, Jaehyun" ucapnya sedikit berteriak agar orang yang berada didalam kamar mendengar.
.
.
.
Didalam kamarnya Jaehyun sudah menggulung tubuhnya dengan sempurna menggunakan selimutnya, terlihat seperi telur gulung, berguling ke kiri dan ke kanan tidak jelas.
"apa yang baru saja kau lakukan Jung Jaehyun bodoh, ya tuhan"
Sebenarnya Jaehyun tadi sangat terkejut saat Johnny mencium bibirnya, tapi harus Jaehyun akui Ia suka dengan ciuman itu maka dari itu tangannya refleks menarik kembali Johnny untuk menciumnya, itu tadi gerakan refkels Jaehyun, sungguh. Itu adalah ciuman terbaik yang pernah didapatkannya, tekstur bibir Johnny, Jaehyun menyukainya. Jaehyun berhenti berguling, Ia membuka lebar selimutnya yang menggulung tubuhnya, menatap langit-langit kamarnya.
"bagaimana besok aku harus menghadapinya?" Jaehyun menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menghentakan kedua kakinya "bodoh..bodoh..bodoh...Jung Jaehyun. Aaaarghhh"
Dan Jaehyun malam itu tidak bisa tidur dengan tenang, karena takut pagi menjelang. Ia lebih takut lagi atau lebih tepatnya malu jika harus bertemu dengan Johnny. Salahkan tindakannya yang terlalu bodoh.
-TBC-
Annyeonghaseyo~
hahaha kembali dengan ff yang Star rasa makin lama makin aneh. chapter ini kayaknya maksa banget deh, maaf yah, aduh gak tau deh ngebut soalnya. karena besok udah mulai masuk kampus dan waktu luang buat nulis jadi berkurang, aku pengen update ff ini sebelum aku mulai ngampus jadilah seperti ini, maaf klo rada aneh dan feel nya gak dapet. Star akan usahakan untuk tetap update minimal seminggu sekali atau paling gak dua minggu sekali deh, klo gak ada tugas itu juga.
tak lupa Star selalu ucapkan terimakasih yang sangat besar kepada kalian yang me review, review kalian menambah semangatku. tak pernah ku balas tapi aku selalu berterimakasih. love you all
untuk kak Sora aku ngakak baca review mu hahaha ditunggu Angel nya yah kak hehehe.
untuk kalian yang fav, dan follow juga, terimakasih banyak.
sampai ketemu di chapter depan. Annyeong~
-100BrightStars-
