Chapter 4
Cast : Oh Sehun
Luhan (GS )
and other EXO member,.
''Putri, apa kau percaya padaku?''
''Jangan percaya, jika kau tidak ingin, tubuh ini memang milik Ares tetapi hatiku telah kau beli dan tak mampu ku ambil lagi,''
''Jangan menangis...''
''Kumohon Jangan menangis...''
''Demi semua perang troya! Ini lebih menakutkan...
''Tolong, jangan seperti ini Luhan...
.
.
.
Seorang wanita dengan mahkota berlian di atas kepalanya menatap pantulan dirinya dalam cermin, tatapan matanya kosong, bibirnya terkatup rapat, terlihat tak lebih dari seorang mayat hidup, jangankan untuk berbicara, untuk tersenyum saja seolah enggan, tak ada yang bisa menebak apa yang tersembunyi dibalik kepalanya, semua tertutupi oleh pancaran kegelapan. Kecantikannya, kelembutan hatinya semuanya lenyap tak tersisa tenggelam dalam kegelapan, benar benar tak ada harapan sebuah cahaya masuk dalam relung hatinya.
Sebuah ketukan pintu menyadarkan lamunannya, matanya berkedip menatap siluet lelaki bertubuh tegap dibalik punggungnya yang terpantul cermin. Kedua insan tersebut diam tak bergeming bertolak belakang dengan sorot mata tajam yang saling terlempar .
''Dia masih hidup, ratu'' Lelaki berdimple itu menghakhiri tatapannya, memberi sedikit penghormatan pada majikan di depannya.
Wanita itu tak bergeming, matanya melirik sesaat,
'' masih dengan perempuan Jalang itu?, pisahkan mereka! Dia milikku, termasuk jantung orang yang merebutnya!.''
''Hamba mengerti ratu.'' Lelaki berambut blode itu mengangguk, lalu sepersekian detik kemudian menghilang.
Setelah pria itu pergi, wanita yang di panggil ratu itu tetap diam, namun matanya menyalak dengan warna merah yang menakutkan. ia berteriak hingga seluruh penjuru istana bergetar hebat.
''Kau Harus kembali pada tempatmu Xi Shun!''
.
.
''Sunbae! Jangan melirik kemana!''
''Yak! Sunbae! Kau mendengarku?!
''OH SEH...hun!''
Luhan bisa saja mati tersedak jika Sehun menyumpal mulutnya dengan sushi terlalu keras, sayangnya Sehun belum cukup berani melakukan itu, atau bahkan tidak pernah berani.
''Diamlah Lu,, kau berisik sekali,! Apa kau tidak sadar karena suaramu semua mata menatap kita!.'' Sehun yang flat mulai bertransformer, terbukti dengan gerutuannya karena ulah Luhan, yah Luhan gadis yang sedari tadi memanggil Sehun dengan Sunbae dan hampir membuat Sehun tuli dengan suaranya yang keras jika saja sehun tidak lebih dulu menyuapinya dengan potongan sushi.
''Biarkan saja, biar orang2 dikantin ini tahu jika sunbae milikku.'' Luhan berkata dengan mulut penuh sushi.
Sehun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat bagaimana imutnya Luhan ketika makan, ia tidak pernah mempermasalahkan dengan Luhan yang yang bersifat mengecam bahwa dirinya adalah milik Luhan, bagi Sehun akhir akhir ini hal tersebut sudah biasa, dan sekali lagi, sehun memilih untuk menikmatinya.
''Makanlah pelan – pelan, sushimu tidak akan pergi kemana – mana.'' Sehun mengambil tissue lalu membersihkan sisa makanan disudut bibir Luhan, membuat si empunya mendongak menatap sehun, dapat dilihat jika rona pipi luhan yang cubby itu menjadi merah muda.
''Berhentilah memanggilku 'Sunbae' Lu, kau malah terlihat seperti Heobae kurang ajar.'' Sehun menarik kembali tangannya, lalu bersandar pada kursi.
''Mwo! Kau sendiri yang bilang aku harus menghormatimu seperti junior yang lain waktu itu, aku melakukan hal yang sama dengan gadis gadis yang merayumu setiap hari.'' Luhan benar benar telihat kesal sekarang, bibirnya mengerucut –Imut bagi Sehun- dan tangannya terlipat di dada.
Sehun berdehem, sudut dahinya naik turun ''Jadi kau cemburu pada mereka? Benar begitu putri?''
Luhan tersentak, ''Ya Tuhan, Sehun ini disekolah, berhentilah memanggilku seperti itu! Dan satu lagi, Aku tidak cemburu! Karena Xi shun sampai kapanpun adalah milik si cantik Luhan seorang.''
Luhan menunjuk dirinya sendiri, sedikit bangga dengan ucapannya yang membuat sehun malah tertawa, dan itu membuat suasana kantin menjadi riuh dengan bisikan, karena siapa sangka si tampan berwajah dingin seperti Oh Sehun bisa tertawa hanya karena Luhan, sungguh kejadian langka.
Menjadi buah bibir di sekolah adalah hal yang biasa bagi sehun dan luhan karena kecantikan dan ketampanan mereka yang bak dewa dewi yunani, banyak kalangan yang memuji bahkan merajuk karena iri, bagi Sehun hal seperti itu tidaklah penting baginya, dia hanya bisa menampilkan wajah datar dibalik kecuekkannya. Sementara Luhan, lebih memilih tidak menghiraukannya karena ia takut ada yang mengetahui keberadaannya, ia akan bersikap seperti selayaknya siswa biasa, walaupun sebagai putri yang terlahir di luxion dia mampu mendengar bisikan dari radius yang cukup jauh. Akan terlihat aneh, jika dia tiba tiba datang pada orang yang mungkin mengatainya dengan suara amat kecil dan terletak cukup jauh dan berkata bahwa Luhan mendengar ucapannya.
Seperti yang terjadi dikantin hari ini, Sehun dan Luhan bisa mendengar bisikan para siswa lainnya, bahkan ketika siswa tersebut sudah menghilang dari kantin. Sehun pernah bertanya pada Luhan kenapa telinganya begitu peka? Luhan hanya menjawab karena ditubuh sehun ada darah Luxion, Sejak saat itu Sehun tidak terlihat kaget dengan segala kelebihan pada dirinya.
Bel Sekolah pun berbunyi, tanda jam istirahat sudah berakhir Luhan dan sehun pun akan beranjak dari kantin menuju kelas mereka masing – masing, namun sebelum mereka keluar dari pintu kantin...
''I got you Luxion princess... aku menemukanmu Luhan..''
Sehun menghentikan langkahnya, dan membuat luhan ikut berhenti dan menatap sehun dengan wajah ada apa.
''Kau tidak mendengarnya Lu, suara itu.'' Sehun menatap Luhan menuntut jawaban.
Luhan tersenyum,'' eish, suara apa? Tidak ada yang mengatakan apapun Sehun, jangan didengar mungkin itu suara teman – teman, sudahlah, kau membuat kita terlihat aneh.''
Luhan melanjutkan langkahnya dengan wajah datar, mendahului sehun. Bersikap seolah tidak mendengar suara itu adalah satu satunya hal yang bisa Luhan lakukan sekarang, Luhan sebenarnya mendengar suara itu dan sangat mengenal pemilik suara tadi. Suara yang tidak ingin ia dengar lagi, Suara bagaikan malaikat pencabut nyawanya, dan suara itu pertanda bahwa perang akan terjadi setelah ini.
Mengingat perang raut wajah Luhan mulai berubah, ia bermaksut mempercepat langkah namun Sehun menarik sebelah tangannya, kekhawatiran terlihat jelas pada wajahnya
''Lu, kau baik – baik saja? kau terlihat pucat sekali.''
''Aku baik – baik saja Xi shun, kau kembalilah ke kelasmu, tak usah mengantarku ke kelas hari ini, aku ada sedikit urusan,.'' Luhan melepas genggaman tangan Sehun, dan mulai melangkah pergi.
''Tapi_''
''Dan satu lagi, pulang sekolah nanti, kau harus segera kembali ke manshion, aku akan menyuruh Taeyeon dan Tiffanny bersamamu,.'' Baru saja sehun akan protes, Luhan sudah terlebih dulu memotong perkataannya dengan wajah datar. Tentu saja ini menimbulkan pertanyaan di benak Sehun, namun seolah Luhan tak ingin Sehun bertanya lebih jauh lagi, Luhan segera mengeluarkan ultimatumnya.
''Ini perintah Xi Shun,! Jangan pernah pergi dari pengawasanku, segeralah kembali ke manshion!.'' Kalimat Luhan terdengar tegas dan tak terbantahkan, sisi yang tak pernah terlihat oleh Sehun sebelumnya, atau mungkin di masa lalu Sehun pernah melihatnya namun tidak ingat, yang jelas dia terlihat menakutkan bagi Sehun dengan mata biru yang menyala dan kata kata yang terdengar bagai mantera penakluk.
''Siapa aku? Siapa dirimu sebenarnya Luhan, kenapa semua menjadi begitu rumit?''
-Seven's Sky-
Seorang gadis berseragam sekolah berlari di atas awan, kakinya menapak pada tetesan – tetesan embun langit menuju sebuah gerbang yang menjulang tinggi tanpa batas, tidak ada yang bisa menebak seberapa tinggi pagar pintu gerbang tersebut, apalagi berniat melompatinya. Gadis itu terdiam di depan gerbang, matanya tertutup melafalkan sebuah mantera, dan secara otomatis gerbang berhiaskan permata itu terbuka lebar mempersilahkan sang empunya untuk masuk. Gadis itu pun melangkah masuk tanpa ragu, baru beberapa langkah gerbang itu tertutup kembali dengan rapat.
''Ow! Lihat siapa yang datang? Kau masih ingat jalan kemari rupanya bocah?'' Seorang dewi dengan balutan sutra panjang menyapa, tangannya terlipat di dada sementara ekor matanya menatap gadis dihadapannya dari ujung kaki sampai kepala.
''Uh,! Apa Zeus Siwon tidak punya penjaga? Kenapa harus nenek lampir ini yang menyambutku.'' Luhan menatap nyalang wanita berwajah cantik di depannya.
Wanita itu tersentak, emosinya semakin naik, ''Dimana sopan santunmu Luhan? Aku ini juga ibumu! Siapa yang mengajarimu berkata seperti itu, hah? Dasar gadis nakal.''
Luhan memutar bola matanya malas,'' Kau eomma, kau dengan semua kelicikanmu.''
''Yak, Gadis kurang ajar! Kemari kau! Apa Lay tau jika kelakuan putrinya seperti ini, sifat lembutnya sungguh tak menurun padamu.'' Wanita itu akhirnya menghampiri luhan lebih dekat, ia melampiaskan kekesalannya dengan menjewer sebelah telinga gadis itu yang ternyata adalah Luhan.
''Aww! HeraJesicca hentikan, sakit!, kau jahat sekali!'' Luhan meronta ronta meminta pengampunan pada Dewi yang sedang menjewernya.
Rupanya suara rontaan Luhan yang tidak bisa dikatakan pelan itu membuat seluruh isi istana terganggu, terbukti dengan berkumpulnya semua dewa dewi dari seluruh sudut menyaksikan kelakuan Luhan dan Dewi Hera Jessica.
''Bisakah kalian berdua hentikan kekacauan ini?'' Sebuah suara menghentikan kegiatan –mari saling menjewer- antara Luhan dan Jessica.
''Maafkan aku Zeus, Gadis ini yang memulai.'' Jessica memberi hormat pada raja dewa di hadapannya
''Siwon! Tangan nenek lampir ini kuat sekali, jika aku bukan titisanmu mungkin telingaku akan terlepas dalam sekian detik.'' Melihat Zeus Siwon, Luhan tidak menyinyiakan kesempatan untuk mengadu, (Dasar Luhan -_- ) tidak lupa dengan mimik wajah menyedihkan yang berlebihan, sungguh drama queen.
Melihat wajah Luhan yang terkesan menderita namun terlihat imut sekaligus, membuat seluruh Dewa disana tertawa, dan itu membuat Luhan mempoutkan bibirnya.
''Ehem,, '' Aphrodite Yoona berdehem, menghentikan seluruh tawa disitu, ''Jadi, apa yang membuat putri kita yang cantik ini berkunjung ke Istana?''
Luhan menatap satu per satu Dewa dewi Disana .'' Aku merindukan kalian, eomma, appa.''
''ooww,,, manis sekali putriku satu ini, mengingat kau sama liciknya dengan Hera Jessica, kurasa itu bukan satu satunya alasan kau kemari Luhan?.'' Athena Seohyun selalu bisa membaca apa yang ada dipikiran putri kecilnya ini.
Luhan menunduk, dan itu membuat semua yang disana keheranan, siapa pun disitu tidak berharap melihat kesedihan Luhan saat ini ''Apa si Bodoh Xi Shun itu menyakitimu?'' Itu suara Zeus Siwon.
Luhan menggeleng, '' kurasa –Dia- datang.''
Luhan mengatakan dengan cicitan suara kecil ada nada ketakutan disetiap ucapannya, itu membuat suasana menjadi menegangkan. Dewa dan Dewi saling menatap terkejut, mereka tau siapa yang dimaksud oleh Luhan.
''Apa –Dia- muncul dihadapanmu?'' Arthemis Soyoung yang sedari tadi diampun mulai bertanya.
Luhan menggeleng lagi, ''Tidak Arhemis, aku mendengar suaranya, Xi Shun juga, kurasa ia akan memburu kami.'' Suara Luhan bergetar, sontak membuat semua yang disana khawatir.
''Tenanglah Lu, kami akan melindungimu, apa semua orang di mansion tahu hal ini?, Lay mengetahuinya?''
''Belum Arthemis, aku belum memberi tahu mereka, termasuk Xi Shun,, aku takut –Dia- mengambil Xi Shunku lagi, aku takut dia menghancurkan mereka.'' Luhan semakin terisak dalam pelukan Arthemis Soyoung
''Jangan takut Luhan, kalian akan aman di manshion, mantera pelindungku masih melindungi manshion, sekalipun –Dia- menemukan tempat tinggal kalian, dia tidak akan sanggup menembusnya.'' Luhan menatap Zeus, kalimatnya mampu membuat luhan sedikit lega,
''Dan soal Xi Shun, sekalipun ingatannya hilang, dia akan tetap melindungimu, kau sudah memberikan anugerah dewamu untuk kehidupannya, dan jika ia menghianatimu, maka kematian menjadi pilihannya, yang harus kau lakukan adalah bersiap dengan segala kemungkinan, kau adalah penjaga Luxion, dan ini saatnya kau merebutnya kembali, bahkan jika harus perang sekalipun.''
Luhan menghapus air matanya, Zeus Siwon benar, Luhan tidak bisa terus bersembunyi, ia harus siapa dengan kemungkinan yang ada, ia harus yakin bahwa Sehun tidak akan menghianatinya, karena sampai kapanpun Luhan memiliki Sehun sebagai penjaganya.
''Aku menangis bukan karena tak mampu untuk percaya, bukan pula karena telah buta akan kecewa, tapi karena aku tak punya pilihan lain untuk mempercayaimu. Setelah ini, kau akan tetap bersamaku Sehun? ''
TBC
NEXT?
Thank's to :
Seravin509, (iya semua syg Luhan termasuk saya (eh?) , gak tau kedepannya bisa gak bikin si sehun bad version,,, hahaha ditunggu aja ya... makasih buat reviewnya ^^ )
Arifahohse , ( maaph ya,,, kemarin gak bisa fast banget updatenya,, tapi masih dilanjut kok,,, thank you reviewnya,,,, )
deerhanhuniie, ( ia, ini udah lanjut kok ^^ )
KyuminTaoris Shipper ( iya, moment kraynya cuman nyempil aja kok,,, cz gak ngefeel sebenernya sayanya, cuman pas audisi siapa yang bisa jadi babenya Luhan, si Kris yang lolos #plak ,, thank's reviewnya.. ^^ )
kimyori95 , ( hemm, sehun dari dulu punya kekuatan beb, cuman pas di bumi dia amsyong alias amnesia bahasa inggrisnya ilang ingatan, (eh?) jadi dia gak tahu kalau dia punya kekuatan ..)
Oh Juna93 , ( iya yang kemarin terinspirasi sama sleepin beauty dikit,, hehehe,,, ini udah lanjut qaqa walaupun lama ^^ makasih review panjangnya,,, ngebantu banget soalnya ,,, loph youh... )
samiyatuara09 ( makasih, ia ini udah next ... )
Lisasa Luhan (Welcome new reader... iya ini udah lanjut kok ^^ )
ramyoon ( hahaha,,, cubit sana si sehun kalau gemes,,, maksih reviewnya ^^ )
luhannieka ( udah next ini kaka,,,,,, aduh caploksnya kecilin dikit :D )
Ale Genoveva , Arifahohse, tiehanhun9094 , and the other reader + silent reader ^^
Pss : Updatenya lama banget yah? ampuni hamba reader ^^ lagi sibuk ngeDC soalnya #alasan
* Review please ^^
Karena review kalian penyemangat buat terus Update ^^
.
.
Hy i'm newbie,,,
is my first story,
Dont be plagiat ,
Hope U like,, and
Just Know ''ILY''
-BAMBIE520-
