MISTER AKASHI JALAN-JALAN
Disclaimer : TADATOSHI FUJIMAKI
Summary : Weell Akashi mulai lagi dan mulai berulah di sebuah?
aaahh banyak yang terjadi..pada Aomine tentunya..
WARNING : GAJE, PENUH ADEGAN GOKIL, KADAR HUMOR BERLEBIHAN!
.
.
Pemberhentian pertama : Dokumentasi 2-KOMPLEK PEMAKAMAN BLOK E-Part 1
Host : Akashi Seijuuro weleh-weleh-aje-gile-sedengnye.
Cameramen : Murasakibara Atsushi Loyo-loyo
Konsumsi : Aomine Daiki abal-abal
Para(ga)normal : Kise Ryota Sukamabok
Pelukis : Kuroko Tetsuya sukamingkem & Midorima Shintarou sukacita-
Waktu : 08.00 malam.
.
.
.
.
o_o
Tahu kenapa hari ini Akashi sangat amat bersemangat? Bukan-bukan karena dia habis undian lotre ato habis nyolong cangcut tetangganya, kawan. Author beritempe…maksudnya beritahu kalau si Akashi si perancang busana—salah—si perancang rencana yang luar binasanya ngebuat Kuroko cs semakin bercengo ria. Niat mereka sih bakal ngelengser Akashi, dengan melakukan demo massal, ngebawa obor, garukan sawah, dan sekejap langsung melempari rumahnya yang segede baskom itu sama batu dan ngebakarnya dengan tulus iklhas.
Tapi niat terpuji yang disumbangkan dari Aomine itu diurungkan karena mereka masih mau hidup sehat sentosa tanpa diteror oleh mahkluk merah yang kalau mati bisa nggentayangin mereka..mana biasanya dia bawa-bawa gunting lagi.. bisa abis kepala mereka digunting-gunting.
Oke itu Cuma sedikit prolog nista dari keadaan malam hari yang duinginnya kayak Antartika udah pindah tempat ke Jepang.
"Huaaciinngg.. haadeehh Akashi semprul.. dingin-dingin begini suruh kumpul.. tau gak trauma gue sama mahkluk aneh yang kemaren malem belom sembuh…apalagi sampe gue mimpi tuh cewek absurd dateng sambil bawa-bawa golok…" Aomine yang udah berhasing ria serta ingusnya yang sebentar lagi bakal bungee jumping dari idungnya itu gemetaran sambil memisuhin Akashi.
"Apalagi ini abis ujan… brrr…." Kise merapatkan jaket yang diakuinya paling tebel dari koleksinya di rumah tapi tetep ga mempan sama udara dingin ini.
"Nah sekarang pertanyaannya.. kemana si kepala merah sialan itu?" Midorima keki yang dari tadi salah kostum, jangan berijaminasi kalo si Midorima pake kostum Bunny girl dengan stoking jarring ya, dia salah kostum karena dia pake jaket tipis dan celana pendek..alhasil dari ujung kaki sampe ujung rambutnya udah dingin dan sebentar lagi dia bakal nyamain diri sama orang gua yang dibekuin dalem es.
"Masih jam 8 kok.." Kuroko dengan jaket super tebel plus dengan penutup kuping dengan anteng duduk bersenderan di tembok.
"Kurocchin.. udaranya makin dingin yaa… aku ga sempet bawa makanan banyak" Murasakibara dengan syal dan jaket menggelembung gede ngebuat dia kayak ikan kembung bengkak kena beri-beri(nah lo segede apaan tuh) tetep pada akitivas wajibnya, MAKAN.
Tanpa perlu manggil Eyang tandus ato eyang garing, Akashi udah memunculkan dirinya(emang dia setan?) dari balik perempatan. "Yo..ga kusangkan kalian sangat bersemangat" sapa Akashi dengan jaket terusan merah yang ngebuat para fansnya langsung meleleh..
"LO YANG KELEWATAN DASAR KEPALA TOMAT!" Midorima dan Aomine berniat mencabik-cabik Akashi yang langsung ditahan oleh Kise dan Kuroko.
"Sudahlah.. hei Atsushi cepat nyalakan Handycamnya dan kita langsung ke pemakaman" komando Akashi tanpa dosa dan dia ga tau kalau di sekitarnya hawa-hawa gelap menyerangnya tentu aja itu pasti dari Midorima dan Aomine.
"Oke..Kisecchin.. kau bisa lihat sesuatu?" Murasakibara menshoot Kise yang langsung celingukan di sekitar mereka berada. "Oh ga sekarang KISE…!" Geram Aomine yang siap lari dengan kecepatan SUPERSTAR(lhoo?).
"Ga ada apapun ko Murasakibaracchi.. mungkin masih sore jadinya begini ya?" jawab Kise dengan NALURI KEENAMNYA.
"Hantu punya jam kerjanya sendiri ya?" cablak Kuroko.
"Lo pikir mereka satpam?" Midorima sweatdrop ga bisa ngebayangin gimana kalo hantu-hantu dan para saudara-saudari sebangsa dan setanah air beta(halah) itu punya shift di siang hari, bisa dipastikan semua orang bakal kocar-kacir karena pemadangan absurd dan nyeremin bersliweran di mata mereka.
Mereka menyusuri jalan yang gelap dan remang-remang, maklum lampu di sepanjang jalan Cuma ada beberapa biji, dan Aomine mengutuk siapapun yang menaruh lampu yang tidak pada tempatnya itu, tau kenapa? Gara-gara penerangan yang minim Aomine merasa kegantengannya menjadi redup dan hipotesa oon itu langsung ditolak mentah-mentah sama sohib-sohibnya.
"Hm… Akacchin.. ada sesuatu di sana" Murasakibara yang masih focus sama handycamnya menyorot sosok yang lagi berdiri di bawah lampu tak jauh dari mereka.
"Apa itu?" tanya Kuroko. Jantung Aomine langsung dag dig dug seeerr kayak ada Ipul lagi ngebor di sono, sedangkan Midorima langsung ngambil ancang-ancang.
"Kau bisa lihat juga Tetsuya?" Akashi mulai ngeh kenapa si bayangan itu bisa ngelihat juga. "Gue juga bisa" sambar Aomine.
Akashi Cuma menelan ludah, untung dia ga nelen duren, oke kita lanjutkan. Denga keberanian yang didapatkannya dari hati nurani yang paling dalam sedalam cintaku pada Akashi(Author digiles fans), si kepala merah itu mulai mendekati sosok yang lagi nangkring di bawah lampu. Moga aja kakinya napak kalo ga bisa-bisa dia kena serangan jantung dengan ber 1-on-1 dengan mahkluk abstrak di depannya.
"Misi…mbak? Mas? Om? Tante?" Akashi eror muncul. Tanpa perlu berlama-lama, benda atau orang itu langsung ngebalik, dan… Mata Akashi kayak hampir lepas dari tempatnya saking kagetnya sama pemandangan di depan itu.
"AIIHH.. Ada cowo unyuu unyuu jijay deeehcch kamyu cucook deeh kaka temenin ya deek.. kamu anak SD manaaa? Sini kaka anter pulaangg" Akashi Cuma ber OH-NO tak lupa ber OEMJI dengan sosok di depannya…
"CONG BEE! Eh salah BENCOONG!" reflek Akashi berteriak. Semua temennya Cuma ngakak guling-guling tapi tetep kudu siap-siap lari.
"Heeeehh ga syopann yaa kamyuu! Cebool! Tunggu wooii!" seketika si bencong langsung ngejer Akashi sambil nyingcing roknya, bawa-bawa High heel di tangan kanannya siap nimpukin ga mau Kuroko cs juga ikutan lari tapi sambil cekakakan ngeliat Akashi ditoel-toel sama mahkluk bergender ganda.
"Buahahahahaaaaaa! Akashii loo di demenin sama mahkluk absurd! Gahahahahaaa" Aomine ngakak sampe-sampe ada laler masuk ga kerasa.
"Bhuhhh… A..Akaasshii chii.. pffffff" Kise ga tau mau ngomong apa, Cuma ngempet ketawa yang ga bakal bisa di tahan sama anaknya.
"HAHAHAHAHAHAHAH! Murasakibara ngakak paling gede sendiri sampe Kuroko jungkir balik.
Kisedai adu lari sama bencong, sebenernya tu bencong Cuma ngejer Akashi tapi sebage kawan yang baik mereka juga ikutan aja.
"WOII KAMPRET! Sini loo!" si bencong versi laki ngelempar high heelnya dan strike di kepala Akashi.
BLETUUKK!.
"Akachiin! Pake Emperor eye!" usul Murasakibara. "Ga bisaaa!" seru Akashi dengan benjol di kepalanya.
"Emang napa?!" tanya Aomine. "DIA TERLALU ANCUR DIMATAKU!".
"BUAHAHAHAHAHAHAHHAHAAAAA!" Aomine cs langsung ngakak lagi saking kerasnya tu ketawa semua binatang pada ngacir kirain ada siluman lagi cekakak cekikik malem-malem.
Setelah adegan kejar-kejaran sama kembarannya Midorima(Author dibacok), Akashi cs berhasil selamat karena dengan bangga Author mengumumkan bahwa mereka semua sudah sampai di komplek pemakaman BLOK E yang terkenal super mistis, super angker, super nyeremin dan super-super lain yang tak bisa Author jelaskan karena Akashi sudah menggiles Authornya. Baiklah kini mereka Cuma 3P(Plonga Plongo Pao) setelah mereka meliat pemandangan yang WOW banget.
"Ini mah.. namanya pembunuhan massal KISEDAI.." gumam Midorima. Angin dingin mulai menerpa, membuat Aomine makin parah.
"Haa..haa..haa.." "Oi Daiki.. kalau kau mau bersin jangan…" terlambat..Akashi langsung mendapat serangan fogging ingusnya Aomine. "HUACCIINNGG". Semua yang meliat Cuma terkagum-kagum, eh maksudnya terkejut.
"Maa..mangaap Akashii..flu berat.." tukas Aomine. "Ini Aomine kun.." Kuroko memberikan sapu tangan motif hello kitty pada si biru. Sedangkan Akashi Cuma nahan ledakan di ujung ubun-ubunya.
"Akacchin..kepalamu mengeluarkan asap" sahut Murasakibara.
Kise mulai menelusuri sekeliling, kayaknya dia sudah kelewatan berani gara-gara insiden bola basket, pandangannya menyapu seluruh pemakaman.
"Kabarnya ada Sadako yang terkenal berada di sumur tua kan, Akashicchi?" tukas Kise.
"Apa? Yaah iya emang.. ada di sana, lebih tepatnya 200 m dari sini" sahut Akashi yang sudah mengelap mukanya yang penuh virus Ahokmine. "Akashi kun, Narasi.." Kuroko mengingatkan.
"Oh iyaa! Pe~mirssaahh! Eaa eaa.. sekarang kita ada di pemakaman blok E! seperti biasa bersama dengan saya Akashi weleh-weleh.. kita bakal mengusut tuntas habis di pemakaman yang konon ada SODAKOHnya.." "SADAKO, Shi, emang lo pikir kotak amal?" sela Aomine.
"Ah yah.. Sadako yang berada di sumur tua yang jaraknya 200 m dari sini" Akashi bernarasi ria di depan handycam Murasakibara.
Mereka berjalan kembali..
"Saodara Kise.." sahut Akashi yang kembali pada dokumentasinya. "Saudara saya di rumah semua Akashicchi" jawaban Kise ngebuat Akashi langsung ngungsep.
"Maksudnya, Kise Ryouta, apa yang anda lihat di tempat ini?" tanya Akashi. "BANYAK..?" kata banyak itu langsung mengehentikan langkah Aomine. Dia celingukan barangkali di sampingnya ada yang melambaikan tangannya sambil nyengir, ato lebih parahnya di belakang dia ada mahkluk ga berkepala yang nepuk-nepuk pundaknya.
"Aomine kun..ayo jalan" Kuroko menepuk-nepuk pundak Aomine. "GYAAAAAAAAAA! Tetsu! jangan ngagetin gituu!" seru Aomine kembali pada alamnya.
"Emang dari tadi kau mikirin apa?" tanya Kuroko yang heran perasaan dia ga mau nakut-nakutin partnernya itu.
Tiba-tiba Midorima berhenti ngebuat Kuroko ikutan berhenti. "Ada apa Midorima kun?" tanya Kuroko.
"Hn, hei Kise, coba sini..Cuma bayanganku aja ato di sana emang ada cewek yang kakinya ga ada?" sahut Midorima.
"Emang, cewek kan? Kakinya bukan ga ada, tapi kakinya buntung" jawab Kise memperjelas. Midorima dan Kuroko kembali merhatiin, cewek itu mendekaaatt!.
"WAAAAAAAAAAAA!" Ternyata eh ternyata ga Cuma Midorima aja yang liat, Aomine langsung ngibrit sampe dia nginjek-nginjek Akashi yang lagi kusyuk sama dokumentasinya.
"DA..IKIII…!" kesialan kembali menimpa Akashi tersayang.
"AAAAAAA…!" Aomine yang berlari pagi dengan sehat terduduk di sebuah tempat, tentu saja itu adalah sumur tua yang dicari-cari oleh Akashi cs.
"UH OH…" Aomine Cuma bersweatdrop menyesali keodongannya yang lari sembarangan.
Tiba-tiba sebuah asep mengepul, kirain Aomine di dalem sumur itu ada yang lagi bakar-bakar sate habis baunya enak banget, tapi menyadari kalo bulu kuduknya mulai berdangdut ria Aomine Cuma meper-meper menjauh tapi ga bisa lari saking atutnya(halah). Dan tak perlu lama-lama sesosok wanita berblush putih, berambut panjang dengan kukunya yang rapi? Muncul dari sumur itu..
" $#$%$^%^%&^!?" Aomine ga bisa kemana-mana, serasa kakinya ga punya tulang. "GYAAAAAAAAAAA!".
"Aomine kun?" ternyata suara merdua Aomine terdengar oleh Kuroko. "Hei kemana si kutu kupret itu?" tukas Midorima.
"Aku merasa dia lari kea rah sana!" jawab Kuroko. "Itu kan kea rah sumur" sambar Kise.
"Baik.. kalau begitu ayo kita ke sana!" seru Akashi yang mulai membara lagi. "Tunggu! Akacchin mau nyelametin Minecchin?" tanya Murasakibara yang ikut lari sama Akashi.
"Hah apa? Siapa? Aku mau mewawancarain SADAKOnya bukan si kutu biru loncat noh.." jawab Akashi seenaknya.
"Lo udah mulai rusak rupanya" sergah Midorima. Nah apa ya yang di alamin sama Aomine yang ketemu Sadako? Apa Akashi mulai berniat melakukan hal yang lebih ekstrim lagi? Kepoo? Yuuk capcus ke chapter baruu!
Kira-kira Aomine kenapa yaa? apa dia bakal diemut sama tuh SADAKO?
baiklah mari kita menuju kee...
.
.
TO BE KONTINYUU~~
Yahooo akirnyaa chapter baruu! senang sekali menyelesaikannya
Akashi makin ga bener nihh! muahahaha
biang kerok banget! okee karena Yuzu sudah memuji Aka chan
silakan.. di
R^R yaaaa :D
