Ayeahhh, akhirnya update chap 4 wow, lyra kasih bocoran ini 3 chap menuju ending loh

Kita bales ripiu ripiu dulu ya

Nong : bersatu ga ya? Kita liat endingnya nanti ya ^^

Zeeme : iya kecepatan ya ? aduh pairingnya mengecewakan kah tapi pasti akan indah pada waktunya (loh ga nyambung) makasih zee

Adelia malfoy : hahaha pandangan orang beda beda ya, gpp, iya dong dramione hahahaha ni udah update makasih adel

Vica Joy1 : hehehe begirulah vic, makasih udah review, ni udah update ya

It's me : makasih, dan makasih reviewnya

Dramionelover : iya ni udah di lanjut makasih ^^

Yang pake akun udah lyra bales via PM ya,, makasih untuk kalian semua..

Langsung aja kita mulai ceritanya

Disclaimer | semua tokoh Harry Potter hanya milik Momy J.K Rowling

Harry Potter

Warning ; sangat Occ, Au, dan banyak keanehan yang di buat oleh author, dan semua kekurangan hanya milik author.

Happy Reading

Chapter 4: Wedding.

Di Malfoy manor

Draco yang telah tersadar dari pingsannya, hanya duduk dan terus berpikir tentang apa yang Hermione katakan. Dan dia mulai mengenang masa-masa indah bersama Hermione saat SMA.

Draco Pov

Kau adalah semangatku, bagaimana aku bisa lalui ini setelah semua ini dan bagaimana kau bisa melupakannya begitu saja setelah semua yang kita lakukan, bagaimana kau bisa bersanding dengan pria lain di depan altar, dan bagaimana kau bisa melakukan dan melewati semua ini tanpaku. Dan bagaimana kau bisa begitu tegar untuk melakukan ini, bagaimana kau bisa begitu kuat untuk ini semua.

Kau adalah hasratku, tidak ada hal lain yang lebih aku inginkan selain dirimu, tidak ada hal lain di dunia ini yang aku butuhkan selain dirimu, dan tidak pernah akan ada orang lain yang dapat menggantikanmu di hati dan benakku selamanya hanya kau… hanya kau satu-satu nya hasrat terdalamku.

Dan percayalah saat aku katakana aku begini adanya, aku begitu polos bila dihadapanmu aku begitu tampak di hadapanmu tak ada sesuatu yang bisa aku tutupi darimu, tak ada sesuatu yang bisa aku sembunyikan darimu, kau begitu mengerti aku, kau begitu memahamiku, percayalah aku hanya begini adanya.

Namun kita dua dunia yang berbeda, itu yang kau katakana padaku saat itu, saat aku benar-benar telah terpuruk dalam kesendirian ku, saat aku hampir hilang akal dan berniat menyia-nyiakan hidupku, saat aku sudah benar-benar putus asa karenamu, kau datang dan berkata kita adalah dua dunia yang berbeda, tak akan bisa menyatu, dan kau akan menikah dengan pria lain dalam waktu dekat.

Aku tak bisa menggapai hatimu, aku benar-benar telah tak bisa mengapai hatimu kembali, kau telah pergi menjauh dariku, kau memutuskan untuk pergi dan mencoba menjejaki hidupmu dengan takdir yang baru, dengan jalan yang telah merubahmu menjadi wanita yang sangat tegar dan kuat. Dan saat kau katakan aku begini adanya. Aku benar-benar tahu sudah tidak ada lagi kesempatan untukku saat ini, kau benar benar sudah membulatkan tekatmu untuk tetap menikahi pria itu.

Beritahu aku kenapa hanya ada sakit hati di antara kita, mengapa hanya ada sedikit kebahagian yang singkat yang tidak bisa aku ulang kembali, mengapa hanya ada kepedihan dalam hubungan kita saat ini dan aku tak kuasa untuk menahan rasa sakit yang ku rasa dan sekarang aku mengerti apa yang kau rasakan saat itu dan sekarang aku paham apa yang membuatmu begitu sulit memaafkanku saat itu.

Beritahu aku mengapa hanya ada kesalahan di antara kita, beritahu aku mengapa tidak ada yang benar dengan ini semua, kita saling mencintai dan aku tahu walau kau telah menetapkan hatimu untuk pria itu di dasar hatimu yang telah kau kunci kau masih mencintaiku, beritahu aku dimana salahnya dengan perasaan yang kita miliki, beritahu aku apa hak mereka memisahkan kita karena perasaan yang kita miliki.

Dan aku tak ingin mendengar kau berkata sekarang begini adanya. Aku benar-benar tak ingin mendengar hal itu, aku benci hal yang kau katakan itu aku tidak mau mengakuinya bahwa memang benar kita begini adanya saat ini.

Apakah aku semangatmu? Apakah aku satu satunya hasratmu? Dan aku tau ini sudah terlambat untuku menginginkanmu kembali, untuk aku menjadi semangatmu, untuk aku menjadi satu-satunya hasratmu, tapi yang aku tau aku ingin begini adanya.

Kini bisa ku lihat bahwa kita telah gagal, gagal dengan perasaan kita, gagal dengan hasrat kita, gagal dengan semangat kita, gagal dalam harapan kita, ini semua kesalahanku yang begitu pengecut dalam mempertahanmu, begitu tidak berani dalam mengambil dan menentukan keputusan untuk memdapatkanmu mempertahankanmu, memilikimu.

Dan aku tak perduli sejauh apapun kau pergi aku hanya ingin kau tau aku begini adanya, kau akan tetap menjadi semangat ku, kau akan tetap menjadi satu-satunya hasratku dan percayalah aku akan tetap begini adanya, tak mau mendengar kau berkata hanya ada kesedihan, aku tak ingin kau berkata hanya ada kesalahan, tak ingin mendengar kau berkata, dan benar-benar tak ingin kau berkata seperti itu.

Kau berhasil bangkit dari keterpurukanmu, kau berhasil tegar dari keputusasaanmu dan kau ingin aku bangkit dan kuat, kau yakin aku sanggup untuk bangkit, kau yakin aku kuat untuk menerima semua ini dan aku akan melakukan apa yang kau inginkan aku akan bangkit dan lari dari keterpurukanku, dan di saatnya nanti aku yakin kau akan menjadi milikku kembali dan aku begini adanya.

Normal Pov

Dan tibalah hari pernikah Hermione dan severus, Ginny sedang sibuk merias Hermione di saat para tamu mulai berdatangan.

"Astaga Mione, aku yakin kau adalah pengantin tercantik di dunia." Kata Ginny yang kagum akan kecantikan Hermione.

"Ini juga berkat kau Gin," kata Hermione tersenyum.

"Dan beruntung sekali professor ketus itu bisa mendapatkanmu dalam hidupnya setelah lama orang-orang menyangka dia seorang gay atau seorang bujang lapuk." Kata Ginny mulai asal berbicara.

"Ehem.." Hermione berdeham.

"Well Gin, sebenarnya yang sedang kau jelek-jelekkan itu calon suamiku," kata Hermione pura-pura marah dan cemberut.

"Aku hanya bercanda Mione, tenanglah." kata Ginny terkekeh. Merekapun tertawa bersama,

"Aku sangat gugup Gin," kata Hermione.

"Tenanglah Mione semuanya akan baik-baik saja dan berjalan lancar." kata Ginny menenangkan Hermione.

"Seandainya orang tuaku berada disini dan menyaksikan semuanya." kata Hermione sedih.

"Ssstttt, Mione kau tidak akan merusak hasil karyaku dengan menangis kan?" kata Ginny berusaha menghibur Hermione yang mulai akan menangis. Hermione hanya terkekeh dengan ucapan Ginny.

"Tersenyumlah, itu lebih pantas untukmu yang akan menjadi pengantin dan nyonya Snape hari ini." kata Ginny lagi

"Thanks Gin.. aku tak tau bagaimana jika aku tidak memilikimu sebagai sahabatku." kata Hermione memeluk Ginny.

"Baiklah kau siap?" tanya Ginny. Hermione menganguk dan tersenyum kepada Ginny yang telah menyematkan hiasan terkahir di rambut Hermione.

Tok Tok Tok,

Terdengar pintu di ketuk, dan Harry muncul dari balik pintu untuk memberi tahu acaranya segera dimulai.

"Wow Mione apakah ini kau? Kau sangat cantik," kata Harry takjub.

"Ini hasil karya kekasihmu Harry." kata Hermione tersenyum lebar.

"Dia memang sudah cantik tanpa harus aku merubah terlalu banyak." Kata Ginny.

"Baiklah, kalian siap?" tanya Harry. Hermione mengangguk.

"Kita akan bertemu di depan." Kata Ginny pergi keluar.

"Dad silahkan." kata Harry nyengir, dan pergi menuju resepsi.

Hermione berdiri dan menggenggam tangan James dengan erat berjalan menuju altar. Hermione berjalan dengan anggun menuju altar di damping James yang tidak pernah kehilangan ketampanannya walau umurnya tak lagi muda. Di depan altar sebelum James melepas Hermione ke pada Severus, Dia menatap Severus lama seolah mengatakan "aku tak menyangka akan memberikan seorang gadis muda yang ia anggap sebangai anaknya." Dan severus seperti menjawab tatapan mata James dengan "kau dulu mengambil lilyku dan aku rasa cukup adil untuk ini." Akhirnya Hermione berdiri berdampingan di depan altar dan pendeta mulai mengucapkan sumpah yang diikuti oleh Severus. Prosesi pengucapan sumpah berjalan sangat khimat dan lancar beberapa menit lalu dan kini para tamu sedang sibuk berdansa dan mengucapkan selamat pada pasangan suami istri baru itu. Hermione tampak sangat bahagia dengan pernikahannya yang berjalan sangat lancar hari itu. dari kejauhan Draco mengamati ekspresi bahagia Hermione yang benar-benar tulus hingga wajahnya tampak bersinar hari itu.

Draco Pov

Kau tampak sangat cantik dengan balutan gaun putih di tubuhmu, kau tampak sangat bahagia dengan keadaanmu yang sekarang, dan kau tampak sangat mempesona, aku pernah membayangkan bahwa aku yang akan menungumu di altar untuk mengucapkan janji setia bersamamu, tapi kenyataannya sekarang sangat berbeda dengan apa yang ada di bayanganku, kau telah bersanding dengan pria lain, pria yang berhasil membawamu bangkit dari bayang-bayang masa lalumu, pria yang berhasil memberimu kebahagian utuh, dan pria yang berhasil mengalahkanmu untuk tetap berada di hatimu. Aku berharap kau akan benar-benar bahagia dengan kehidupanmu yang sekarang Hermione, dan aku akan selalu menyayangimu sampai kapanpun juga.

Normal Pov

"Draco kau datang." Kata Hermione yang terkejut melihat keberadaan Draco. Draco hanya tersenyum menatapnya.

"Kau sangat cantik dan nampak sangat bahagia Mione." Kata Draco.

"Yah dan terimakasih, dan carilah kekasih Draco" kata Hermione.

"Mungkin tidak dalam waktu dekat ini Hermione." Kata Draco tersenyum tipis. Hermione hanya mengangguk

"Hei dear siapa dia?" tanya Severus menghampiri Hermione dan Draco yang sedang berbicara.

"Perkenalkan ini teman lamaku Draco Malfoy, dan Draco ini suamiku Severus." kata Hermione memperkenalkan Draco pada Severus. Severus menjabat tangan Draco dan mengangukkan kepala.

"Selamat atas pernikahan kalian, dan maaf aku tak bisa lama Hermione." kata Draco.

"Yah terimakasih telah datang Draco" kata Hermione.

Draco pergi meninggalkan pesta dengan berjuta perasaan yang masih campur aduk di hatinya.

Waktu berlalu Hermione kini sedang hamil anak pertamanya, di awal masa-masa kehamilannya Hermione sangat tersiksa dengan keadaannya yang mulai mual di pagi hari dan menolak semua makanan yang masuk kedalam tubuhnya, ia mulai meminta hal-hal aneh kepada Severus seperti ingin ini dan ingin itu di masa kehamilannya yang ke empat bulan.

"Sev aku ingin buah jeruk tolong belikan" kata Hermione yang terbangun dari tidurnya

"Saat ini pukul 2 pagi hun, aku harus cari dimana ?" tanya severus pasrah karena ini bukan hal pertama yng di lakukan Hermione saat terbangun di tengah malam, pernah saat itu jam 2 malam ia menangis terisak dan ngotot untuk mengunjungi makam orangtuanya "oh hormon yang menyebalkan yang dialami oleh wanita hamil" kata Severus menggerutu. Untung saja Severus dengan sabar memberikan apa yang Hermione minta dan saat ini menginjak umur kemahilannya yang ke 8 bulan Hermione hanya menghabiskan waktunya dengan membaca buku-buku dirumah, hampir semua buku di perpustakan Severus telah ia baca dan saat ini ia mulai merasa bosan karena hanya duduk di rumah tanpa mengerjakan apapun. Akhirnya ia memutuskan untuk berbelanja keperluan bayi yang masih belum ia beli, dan menelepon Ginny untuk menemaninya.

"Gin, temani aku berbelanja ya." Kata Hermione. Tadinya Ginny sempat menolak tapi dengan sedikit rengekan Hermione akhirnya Ginny mengiyakan permintaan Hermione.

London TownSquare

Hermione sedang sibuk memilih dan melihat-lihat perlengkapan bayi yang ia rasa perlu ia tambahkan untuk keperluan bayinya kelak, Ginny berada di sampingnya, sebenarnya Ginny merasa sangat cemas dengan keadaan Hermione yang sedang hamil tua ini, tapi karena kekeras kepalaan Hermione, Ginny hanya bisa menuruti semua keinginan Hermione. Setelah puas melihat-lihat dan membeli beberapa perlengkapan bayi Hermione yang merasa lelah duduk di sebuah Café, dan berbincang-bincang dengan Ginny.

"Ginny kapan kau akan menikah dengan Harry?" tanya Hermione.

"Entah lah Mione, sampai saat ini Harry tidak menunjukan ciri ia akan melamarku dalam waktu dekat ini." Kata Ginny menghela napas.

"Sabarlah Gin, mungkin dia memang sedang benar-benar sibuk dengan pekerjaannya sebagai jaksa muda handal." kata Hermione berusaha menghibur Ginny. Ginny hanya mengangguk mengiyakan dan mencoba mempercayai kata-kata Hermione,.

"OK Mione aku rasa sudah cukup hari ini, ayo kita pulang sebelu Severus memberikan wejangan lagi karena tidak mencengahmu berbelanja dalam keadaan hamil tua" kata Ginny.

"Hei Gin… kau sudah sangat mirip dengan Severus." kata Hermione terkekeh. Tapi tiba-tiba Hermione rasakan sakit di perutnya seperti kontraksi.

"Ginny pe… perutku… perutku.. sakit…" kata Hermione terbata-bata. Ginny panik melihat Hermione yang kesakitan segera menelephone ambulance dan Severus. Tak lama ambulan datang dan segera membawa Hermione menuju rumah sakit terdekat. Di dalam ambulan Ginny sangat panik melihat Hermione yang sepertinya sangat kesakitan, di satu sisi ia merasa bersalah karena mengiyakan keinginan Hermione dan disisi lain ia juga merasa kasihan pada Hermione yang kesakitan. "Oh Tuhan tolong jangan biarkan hal buruk terjadi pada Hermione." Ginny membatin. Hermione tak henti-henti mengerang kesakitan akibat kontraksi yang terjadi di perutnya. Setelah beberapa menit mereka sampai di rumah sakit, Hermione segere dilarikan ke ruang tindakan, Ginny hanya bisa menunggu dengan cemas di luar ruangan.

Disisi lain Severus yang sedang melakukan presentasi mendapatkan telephone dari Ginny yang panik karena Hermione akan melahirkan, setelah mendapat kabar dari Ginny, Severus pun berpamitan dan meninggalkan gedung untuk segera menemui Hermione di rumah sakit. Selama perjalanan Severus merasa tidak tenang dan khawatir dengan keadaan Hermione, dia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai dirumah sakit tempat Hermione di larikan.

Di rumah sakit

"Ginny, bagaimana keadaannya?" tanya Severus yang baru datang.

"Astaga Sev, kau sudah di tunggu dari tadi, cepat masuk! Dampingi Hermione di dalam!" kata Ginny panik. Severus bergegas masuk ke ruang tindakan dimana Hermione berada. Di ruang tindakan Hermione sedangberjuang antara antara hidup dan mati untuk memperjuangan nyawa baru yang akan lahir nantinya, nyawa yang akan menyempurnakannya sebagai seorang wanita, nyawa yang kelak akan menambah kebahagian di rumah tangga Hermione bersama Severus nantinya. Melihat hal itu Severus menggenggam tangan Hermione dan memberikan support agar Hermione kuat.

"Aku disini Dear" kata Severus menggenggam tangan Hermione.

"Sev.. oh Sev… ini sakit sekali" kata Hermione berteriak.

"Tenanglah Hermione ikuti petunjuk dokter dan semuanya akan baik-baik saja" kata Severus mencoba menenangkan Hermione.

"Hei Sev akupun dokter dan aku sangat menerti, tapi ini memang sakit sekali, coba saja kau yang rasakan hal ini aku jamin kau akan langsung pingsan." kata Hermione mulai meracau.

"Hei dear, kau pikir aku selemah itu heh," kata Severus.

"entah lah Sev tapi ini sakit sekali Sev." Kata Hermione.

Hermione berjuang mati-matian untuk mengeluarkan bayinya, setelah perjuangan beberapa jam yang terasa sangat lama bagi Ginny yang menunggu Hermione di luar ruangan, kini ia pun telah di temani oleh Harry sang kekasih yang ia telephone selah ia menelepon Severus. Dan akhirnya terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan tindakan yang menandakan Hermione telah melahirkan. Setelah beberapa jam yang menegangkan akhirnya masa yang bahagia kini datang, Hermione melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik, memiliki mata coklat seperti Hermione dan rambut hitam lurus seperti Severus, kulitnya pucat seperti Severus tapi pipinya kemarerahan seperti yang dimiliki Hermione, dan dapat di pastikan ia akan memiliki kecerdasan di atas rata-rata seperti orang tuanya, semoga saja sifat sinisme dan sarkatis Severus tidak menurun kepada sang gadis munggil tersebut. Kini Hermione telah di pindahkan di ruang rawat biasa setelah dinyatakan bayi dan ibunya sehat.

"Lihat Mione, mata nya mirip denganmu" kata Ginny sangat senang.

"Yah, dan dia cantik sepertimu dear" kata Severus.

"Semoga saja dia memiliki sifat yang hangat seperti mu Mione" kata Harry menambahkan.

"Apa maksud dari perkataan mu itu Mr Potter?" kata Severus dingin.

"Tidak ada Sir" kata Harry meringis. Hermione hanya tertawa melihat tingkah suami dan sahabatnya ini.

"Sudahlah kalian" kata Hermione menengahi. "Dan kau Sev hentikan aura dinginmu itu, kau akan membuat anak kita membeku" kata Hermione terkekeh.

"Well, kau beri nama dia siapa Mione?" tanya Ginny.

"Shapironyx Hezellion Snape" kata Severus menjawab pertanyaan Ginny.

"Nama yang cantik." Kata Ginny.

"Dan errr… impresif." Kata Harry menambahkan sambil memamerkan cengiran khasnya.

"well, nama yang unik menurutku sev" kata Hermione. Severus hanya mengangkat bahu mendengar komentar Hermione.

Tak terasa hari sudah menjelang malam akhirnya Ginny dan Harry berpamitan untuk pulang, Hermione pun beristirahat dan tertidur pulas dengan senyum yang terpasang di wajahnya. Masa-masa yang sulit dan menyenangkan bagi Hermione dan Severus untuk membesarkan Shapire. Dimasa-masa awalnya Hermione sangat kesulitan untuk membagi waktunya dengan bekerja dan mengurus Shapire, dia ingin memberikan asi eklusif untuk Shapire jadi dia menyimpan asinya di dalam lemari pendingin dan menyuru sang pengasuh untuk memberikan kepada Shapire, saat usia Shapire satu tahun ia hampir mati karena Hermione tidak tahu ternyata ia alergi terhadap kacang, hal itu membuat Hermione panik walaupun ia seorang dokter tetap saja rasa panik bisa menghingapinya jika menyangkut anak simata wayangnya. Severus terus membantu Hermione dalam mengurus Shapire, peran Severus disini tidak banyak karena ia sedang sibuk meneliti hingga membuatnya jarang pulang dan tidak jarang ia pergi ke luar kota bahkan luar negeri untuk menyelesaikan penemuan barunya tersebut, vaksin untuk mengatasi HIV, penyakit yang kini marak di begitu Hermione sangat senang Severus tetap memberikan Shapire perhatian di tengah-tenagh kesibukannya yang menumpuk. Hermione merasa kini hidupnya telah lengkap dengan adanya Shapire di tengah-tengah keluarga yang Hermione dan Severus bangun. Memang bukan keluarga besar seperti keluarga Weasley yang selalu terkenal memiliki banyak keturunan itu tapi ia merasa sangat bahagia dengan ini semua. Ia merasa sangat bahagia kini memiliki Severus dan Shapire.

Saat ini Shapire berumur 5 tahun, masa-masa dimana Shapire selalu ingin tahu akan sesuatu yang baru, dia sangat kritis sama seperti orang tuanya, khususnya Hermione dia juga sangat cerdas, di umur lima tahun ia sudah dapat membaca hal-hal rumit, dan dia sudah tidak begitu tertarik dengan dongeng-dongeng anak dimana anak seumurnya pasti masih sangat menyukainya. Tetapi Shapire saat ini lebih senang membaca ensiklopedia, buku yang memuat banyak pengetahuan untuk anak seumur Shapire, harmione pun tak pernah membatasi atau melarang Shapire membaca buku selama buku itu tidak berdampak buruk padanya. Dan disini lah dia sedang duduk di ruang keluarga dengan di temani buku dan susu coklatnya. Shapire termasuk anak yang sangat pemilih dalam mimilih orang yang dapat dekat denganya, ciri dari sifat Severus tentu saja. Sempat suatu ketika pengasuhnya sejak kecil pulang ke kampung halamannya dan Hermione menyewa pengasuh baru untuknya, dan tentu saja Shapire menolaknya mentah-mentah di hadapan Hermione dan Severus, dia bersikeras menginginkan pengasuh yang lama atau dia tidak akan memiliki pengasuh sama sekali. Hal ini membuat Hermione dan Severus kerepotan tentu saja dan Hermione menyalahkan severus atas sikap Shapire yang sangat buruk itu.

"Lihatkan Sev, ini semua karna mu" kata Hermione kesal.

"Hei, kekeras kepalaannya juga milik mu Dear" kata Severus santai.

"Hah, sudahlah, ayo kita pergi mencari Margaret, Shapire, kau sudah siap?" teriak Hermione dari halaman rumah.

"Yes Mom," kata Shapire berlari kecil dari dalam rumah. Shapire memang gadis kecil yang sangat cantik dengan mata hazel, bibir ranumnya dan pipinya yang merona menyerupai Hermione versi kecil aku rasa minus rambut coklat lebat yang berantakan tentu saja, karena rambut Shapire mirip dengan rambut Snape hitam legam panjang menjuntai minus minyak yang ada di rambut Snape. Perpaduan sempurna yang dimiliki Hermione dan Severus, wajah Shapire berseri ketika ia tahu keinginannya terpenuhi untuk mendapatkan pengasuhnya kembali. Walau memang sangat sulit untuk membujuk suami dari pengasuhnya tapi akhirnya suaminya mengijinkan istrinya untuk menjadi pengasuh Shapire. Ia juga sangat selektif dalam memilih teman, dia tipe yang penyendiri dan tertutup, walau sifat sinisme dan Sarkatis tidak turun seratus persen padanya tapi terkadang iapun melakukan hal yang sama dengan ayahnya jika ia tidak menyukai seseorang. Seolah ia tau mana yang akan benar-benar tulus berteman dengannya atau hanya memanfaatkanya.

TBC….

Sampai sini dulu deh Chap ini wah gmn chap ini udah panjang ?

Tetap tinggalkan review kalian ya ^^