Chapter 4 : Bloody Salk Peninsula
NB : Fanfic ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Fanfic Lake. Fanfic ini juga berbeda semesta dengan Fanfic Under Attack karya Slask Wizarski. Hanya kejadiaann saja yang kebetulan sama.
Disclaimer : RF Online by CCR
Markas Cora 11:30 P.M.
Malam hari di Markas Cora suasana terlihat sepi dengan hanya beberapa prajurit yang kebetulan lewat. Diportal utama Markas terlihat dua orang Corite yang baru tiba dari suatu tempat. Mereka adalah Sleinz dan Slavic. Karena misi mereka sudah selesai mereka melanjutkan pergi ke ruang Race Manager untuk melapor. Selesai melapor mereka pergi keluar markas yang masih diguyur hujan deras. Selebat-lebatnya hujan sama sekali tidak mengganggu niat mereka menuju ke suatu tempat. Mereka berdua berjalan ke arah timur markas menuju ke sebuah bangunan kecil yang terlihat seperti bangunan 2 lantai. Sesampainya, mereka membuka pintu dan masuk kedalamnya. Bangunan tersebut tidak terlihat istimewa. Hanya ada beberapa perabotan dengan desain interior yang biasa-biasa saja.
Mereka lanjut jalan menuju tangga disebelah kiri yang kemungkinan mengarah ke ruang bawah tanah. Barulah disana terlihat tidak biasa. Didalamnya banyak sedang sibuk bekerja, beberapa ada yang sedang berdiskusi. Salah seorang wanita menyambut kedatangan mereka dengan penuh semangat.
"YAHOO, SLEINZ! SLAVIC! APA KABAR?" teriak wanita tinggi berambut hitam panjang.
"Seperti biasa , Yuki. Aku lelah setelah mengerjakan misi." Sahut Slavic sambil menarik kursi untuk duduk. Sementara Sleinz mengambil air minum di dispenser terdekat.
Disaat Sleinz dan kawan-kawan sedang berbincang, seorang wanita menghampiri mereka dan ikut duduk bareng.
"Pas sekali. Sleinz dan Slavic sudah ada disini. Ada hal yang ingin kusampaikan kepada kalian. Mikoto, Rad ayo kalian berdua juga kumpul disini." Seorang wanita yang ID Cardnya bernama Svetlana terlihat serius ingin menyampaikan sesuatu.
"Jadi, selama aku dan Slavic sedang misi ada infiormasi apa yang anda dapat dari markas, Chamtalion Svetlana?" kata Sleinz sambil memegang segelas air putih.
"Tadi sekitar jam sepuluh malam, Wakil Archon Katrina Srebonica memberikan informasi kepada ratusan prajurit baru. Menurut laporan divisi intelijen Beli Orlovi yang dikomandoi Chamtalion Slavisa Yugovic, di daerah bernama Salk Peninsula telah ditemukan adanya gelombang energi misterius yang belum diketahui penyebabnya."
Sambil memberi laporan, Chamtalion Svetlana mengklik komputernya dan menzoom daerah Salk Peninsula yang berada di timur tenggara peta dunia. Ia pun menunjuk area yang dimaksud.
"Tepatnya disini. Saat ini divisi penyelidik sedang membangun kamp-kamp untuk mengadakan investigasi lebih dalam." Tambahya.
"Tunggu dulu. Salk Peninsula dulunya tempat pertempuran sengit Alliansi Novus melawan bangsa keempat penjajah Novus. Mungkinkah disana ada peninggalan tersebut." Ucap gadis berambut pink bernama Mikoto.
"Menurutku ada. Kenapa? Berdasarkan laporan mata-mata rahasia kita, ada satu kelompok yang menyadari adanya "harta karun" tersembunyi. Sayangya kita tidak tahu siapa mereka. Mungkin ada yang bisa menebak diantara kalian?"
Semua tampak berpikir, mencoba berspekulasi beberapa kemungkinan yang mungkin terjadi.
"Menurutku antara Accretia dan Bellato. Kudengar mereka sedang gencar-gencarnya membangun kekuatan baru. Mungkin." Kata pria berjaket dengan kupluk hitam bernama Rad.
"Kayanya, sih gak mungkin deh. Teknologi kedua bangsa tersebut berada diatas kita. Kalau mereka tahu sudah pasti mereka jauh-jauh hari sudah menemukan harta karun itu. Kemungkinan paling dekat adalah bangsa Herodian, Esper dan bangsa Dranis." Simpul Sleinz.
"Sampai sekarang tidak ada laporan tentang datangnya bangsa Herodian. Bangsa Esper sudah lama punah. Bangsa Dranis sudah kalah melawan Alliansi Novus. Tapi kudengar Dranis yang membela Alliansi Novus menikah dengan salah seorang Corite bernama belakang Wizarski. Tapi sampai sekarang tidak jelas keturunannya ada dimana. Ada yang bilang di penjuru Novus yang tidak terjangkau, sedang yang lain mengatakan keturunannya pergi ke tempat asal Dranis." Yuki yang berpenampilan cantik dan pintar coba memberi komentar.
"Wizarski. Sayang dia tewas karena skillnya sendiri." Slavic menundukkan kepalanya sambil menggeram kesal. Entah kenapa dia bisa kesal begitu hanya Tuhan dan dia yang tahu.
"Lalu, apalagi informasi yang kau rangkum, Chamtalion?" Sleinz bertanya sambil meminum air.
Chamtalion Svetlana kembali membuka buku catatannya dan membaca isinya. "Paling cepat besok Alliansi akan mengirim beberapa prajurit untuk bertugas disana. Tergantung keputusan dari Race Manager."
"Entah kenapa Fillingku rasanya tidak enak. Sebaiknya kita juga melakukan persiapan. Aku takut akan terjadi apa-apa." Kata Sleinz sambil memegang kepalanya.
"Aku setuju. Kita akan berangkat setelah Alliansi mengirim pasukkannya lebih dulu. Kita akan memantau perkembangannya."
Diskusi pun ditutup dengan keputusan yang sudah diambil. Divisi Beli Orlovi merupakan divisi intelijen yang bergerak dalam bidang pengumpulan informasi dan mata-mata rahasia. Divisi ini tidak terikat dengan Alliansi sehingga memungkinkan mereka bergerak tanpa harus dapat komando dari Archon. Divisi ini dibentuk 40 tahun yang lalu oleh Wakil Archon Nikola Yugovic dan sekarang diteruskan keturunannya Slavisa Yugovic. Nama Beli Orlovi diambil berdasarkan julukkan yang disandang Nikola Yugovic pada masanya dulu yang dijuluki Si Elang Putih (Beli = Putih, Orlovi = Elang).
.
.
.
Ruang Mesh Prajurit di Waktu yang Sama
Disalah satu kamar Mesh pria, Vukasi nampak tidak bisa tidur. Berkali-kali di membolak-balikkan badan tapi tetap dia tidak mendapat posisi yang ideal untuk tidur. Hujan yang belum berhenti ditambah sambaran petir membuat keadaan semakin tidak diuntungkan.
"Hah, daripada gak bisa tidur mending ke perpustakaan saja." Vukasin keluar dari meshnya. Setelah mengunci pintu dia berangkat ke perpustakaan Cora. Tanpa diduga ditengah perjalanan dia bertemu Ivan.
"Woi!" sapa Vukasin.
Ivan yang kaget mendegar suara menengok ke arah Vukasin.
"Vukasin? Ngapain malam-malam keluar?"
"Gak bisa tidur, nih. Gara-gara hujan deras aku jadi pengen ke perpustakaan. Itung-itung mau nentuin mau ambil job apa. Kau sendiri mau kemana?" gantian Vukasin yang bertanya sambil berjalan menghampiri Ivan.
"Wah, kebetulan tujuan kita sama. Ayo kita kesana sambil diskusi." Ivan dan Vukasin berjalan bersama . setelah sampai mereka mencari buku yang mereka cari. Vukasin mengambil buku tentang Guide Templar dan Guardian. Lalu Vukasin duduk di bangku terdekat. Tak lama Ivan juga sudah mendapat buku yang dia cari sebanyak 2 buah. Dibuku pertama yang dipegang tertulis Guide Stealer sedang dibuku kedua berjudul para jagoan Ranger dari masa ke masa.
"Wih, mau jadi legenda Ranger nih ceritannya?" cetus Vukasin membaca salah satu judul buku yang dipegang Ivan.
"Yah gitu, deh." Jawabnya pendek.
Tapi pandangan Vukasin terheran-heran dengan judul buku kedua yang dipegangnya. Vukasin heran kenapa dia membawa buku Stealer bukan Adventurer.
"Lho, itu buku Stealer 'kan? Bukannya kau mau jadi Adventurer?"
"Kata siapa? Aku tidak pernah berkata mau jadi Adventurer." Memang Ivan tidak pernah mengatakan bakal pilih Adventurer. Tapi biasanya mereka yang memilih Archer pasti 100% bakal lanjut ke Adventurer.
"Gak sayang dengan statusmu sebagai Archer?" tanya Corite bertinggi 202 cm tersebut.
"Apanya? Kurasa tidak ada skill yang sia-sia kalau aku lanjut ke Stealer." Bantah Corite beretnis Bisk yang juga memiliki tinggi badan sekitar 201,9 Cm.
"Yakin?"
"Sebelumnya apa kau tahu kalau selama ini siapa-siapa saja yang menjadi inspirasiku di divisi Ranger Corporation?"
"Ya kau pernah memberitahuku soal itu. Inspirasimu Mantan Archon Sheizan Skyline Chandelier, Chamtalion Raharata, Elrond Lily Crown Sieghart dan Chamtalion Novaya Celica." Jawab Vukasin terperinci.
"Tepat sekali. Sheizan Skyline Chandelier dimasanya dia begitu ditakuti oleh Accretia dan Bellato. Bahkan Striker dan Armor Rider tidak berani macam-macam dengannya. Raharata dulunya dia terkenal dengan keahliannya menembak panah tidak terlihat. Lawan pun tidak sadar tahu-tahu ada anak panah yang menancap ditubuhnya. Lily Crown Sieghart dijuluki sebagai Arctic Adventurer karena kemampuannya membekukan lawan dengan Ice Arrow. Novaya Celica si Life Transfer berdasarkan keahlian klannya dalam memberikan separuh nyawanya ke prajurit yang nyaris tewas. Dia juga dijuluki sebagai Master Crossbow karena dia piawai memakai Crossbow." Jelas Ivan begitu bangga menjelaskan panutannya.
"Ya, ya, ya. Mereka memang hebat." Ucap Vukasin setengah antusias.
"Pertanyaan kedua apa persamaan diantara keempat legenda tadi?" kembali Ivan bertanya.
"Keempatnya sama-sama bertarung menggunakan panah dan berjob Adventurer." Simpul Vukasin.
"Benar. Tapi ada satu yang kurang. Mereka berempat berjob Adventurer yang berarti mereka bertarung sambil berjaga jarak dengan targetnya. Mirip-mirip Sniperlah."
"Ya tentu saja. Kalau tidak menjaga jarak mereka sudah lama mati. Mereka bukan Warrior."
"Itulah sebabnya aku memilih Stealer." Vukasin menatap Ivan dengan bingung. 'Apa maksudnya?' batinnya.
Ivan menambahkan "Adventurer memiliki jangkauan jerangan yang luas. Konon semakin jauh jaraknya serangannya semakin sakti. Novaya Celica dengan Crossbownya mampu menembak dari jarak 200 meter. Tapi kalau lawan sudah mendekat, kebanyakan Adventurer akan kelabakan."
"Lalu apa keunggulan Stealer dibanding Adventurer?" tanya Vukasin.
"Soal serangan, Adventurer memang tinggi. Tapi kalau soal hindaran Adventurer masih kalah jauh dengan Stealer. Stealer pun sebenarnya jago bertarung dekat maupun jauh. Contohnya? Kau pasti tahu profil Darko Volkovic. Dia adalah Stealer jarak dekat dengan julukkan The Real Streetfighter dan di etnis Bisk dia dijuluki sebagai Hrabri Sokoli (The Brave Falcon . Elang Pemberani)."
"Ntar dulu. Setahuku Stealer punya buff hindaran namun itu harus dibayar dengan penurunan serangan. Bagaimana kau bisa mengakalinya?"
"Makanya kita harus belajar dan berlatih lebih giat lagi. Harus kuakui Ranger manapun memiliki skill serangan dengan jumlah yang sangat sedikit. Makanya aku berniat membuat skill baru. Nih aku sudah buat daftarnya." Ujar Ivan sambil menunjukkan nama-nama skill yang ingin diciptakannya.
Dicatatannya tertulis Rain Shot, Hurricane Shot, All in One Shot dan One for All Shot. "Kalau kubaca nama-namanya kayanya skill tipe area semua."
"Yap sejauh ini belum ada skill ranger yang bisa menembak multi target. Rencananya akan kubuat skill tersebut dapat menembak minimal 5 anak panah per detiknya." Kata Ivan tersenyum mantap.
"Kau ingin menciptakan skill-skill ini dalam waktu semalam? Memangnya bisa?" Vukasin agak sangsi dengan rekannya tersebut.
"Tidak ada yang tidak mungkin. Kau tahu 'kan dulu di class Warrior ada prajurit bernama Cosmin Roty yang berhasil menciptakan skill Super Lightweight dalam waktu kurang dari semalam. Berkatnya pulalah sekarang ini job Guardian jadi lumayan diminati."
"Yah kau benar. Mendengar penjelasanmu tadi sepertinya aku juga sudah memutuskan akan ambil Job apa. Aku pilih Guardian karena aku juga terinspirasi Cosmin. Slask memang hebat dalam bertarung tapi kalau soal jenius Cosmin Roty lebih unggul. Terbukti dengan skill ciptaannya yang pure bikinan sendiri." Kata Vukasin. "Kalau begitu, ayo kita berjuang sama-sama." Vukasin mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Tentu, teman. Stealer buatanku akan kubuat bisa bersaing dengan Warrior. Tidak hanya karak jauh tapi juga jarak dekat. Besok Alliansi akan melahirkan seorang Ranger baru, Stealer The Thunder Runner." Ivan balas jabat tangan Vukasin sambil tertawa pede.
Setelah saling ngobrol mereka melanjutkan belajar buku yang mereka ambil. Satu jam kemudian mereka berpisah. Vukasin memilih untuk kembali ke kamar meshnya sedang Ivan pergi menuju ruang pelatihan untuk menciptakan sendiri skill berdasarkan inspirasinya.
.
.
Salk Peninsula , 02:00 A.M.
Di suatu tempat di timur Salk peninsula, beberapa prajurit Elite Cora sedang sibuk berjaga. Kamp-kamp darurat sudah dibangun. Rencananya besok pagi operasi akan dimulai. Salah satu prajurit sedang duduk sembari melihat peta Salk Peninsula. Hujan juga turun lebat disini.
SYUTT!
Entah kenapa prajurit tersebut merasa ada suatu yang lewat didepannya. Penasaran, ia mencoba melihat sekeliling tanpa beranjak dari kursinya.
"Mungkin hanya perasaanku saja." Gumamnya pelan. Merasa aman-aman saja ia melanjutkan melihat petanya.
SYUTT!
Kembali ada bayangan yang lewat. Kali ini prajurit itu yakin melihatnya karena jelas dia melihat bayangan putih yang melintas. Dia beranjak dari kursinya sambil membawa senjata dan senter. Dia berjalan menyusuri rerumputan yang dikelilingi hutan lebat.
"Aku yakin tadi melihatnya. 'Dia' terlihat putih."
SLASHHH!
"ARGHH!"
Tanpa diduga 'sesuatu' tersebut telah memotong tubuhnya. Dia pun tewas seketika. Pembunuh itu memakai armor putih dengan hiasan syal dilehernya. Wajahya tidak terlihat karena dia memakai topeng. Tapi dilihat dari lekuk tubuhnya dia kemungkinan perempuan.
Suara teriakkan tadi memancing prajurit lainnya untuk melihat keadaan.
"Suara siapa tadi?"
"Sumbernya dari arah hutan. Ayo kita kesana!"
Beberapa prajurit elite segera berlari menuju hutan. Tapi sebelum mereka masuk, sosok putih tadi menghalangi mereka.
"SIAPA KAU!?" tanya salah satu dari mereka.
"Perjalanan kalian cukup sampai disini. Waktunya pembantaian!" ucapnya dingin. Perkataan tadi membuat beberapa prajurit gentar.
DASH! SYUNG!
Dengan kecepatan yang sulit dipercaya, secara tiba-tiba si putih sudah berada ditengah-tengah kelompok.
"Cleaning!"
CRATTSS!
ZRASSHH!
"ARGH!"
Tidak kurang dari 3 menit satu kelompok sudah habis dibantai. Keadaan mereka pun sudah tidak utuh lagi. Setelah melakukan pembataian pertama, si putih berjalan ke arah kamp-kamp darurat Cora. Tentunya dengan kecepatan sukar dipercaya. Para penjaga pun tidak tinggal diam. Tapi dengan mudahnya mereka dihabisi.
"Light Slash!" si putih melakukan tebasan yang langsung membunuh beberapa sekaligus.
"UWARGH!"
Beberapa dari mereka coba masuk ke kamp untuk minta bantuan markas pusat. Tapi itu sia-sia karena tidak ada yang tidak diketahui si putih. Nasib mereka pun sama. Tewas dengan badan berlumuran darah.
"Ini tidak bisa dibiarkan! Ada iblis yang tinggal disini! Operasi harus dibatalkan!" seorang prajurit yang name tagnya bernama Nenad berusaha mengirim pesan lewat ponselnya. Tapi dari atas sebuah belati meluncur cepat hingga menusuk ubun-ubunnya.
ZLEBB!
"ARGGHHH!"
Nenad tewas dengan mata terbuka. Kemungkinan dia shock karena tidak menyangka hidupnya bakal sesingkat ini. Kamp-kamp sudah dipenuhi darah korban pembantaian. Tidak ada satupun yang selamat dari tragedi ini. Sosok putih misterius itu pergi setelah 'membersihkan' area tersebut. Tidak ada yang tahu siapa dia.
To Be Continued.
"Nothing is impossible. You know there are first in Warrior Class named Cosmin Roty who managed to create a Super Lightweight skill in less than overnight. Thanks to her current Guardian job be quite attactive." (Ivan Vladivostok in Chapter 4)
Under Attack Information.
Character
Vukasin Plovic
Usia : 20 tahun
Job : Warrior Guardian
Tinggi : 202 Cm
Ciri-ciri : jangkung berkepala plontos
Lainnya : Memiliki latar belakang sebagai penjual ikan segar
Ivan Vladivostok
Usia : 20 tahun
Etnis : Bisk
Job : Archer Stealer
Tinggi : 201.9 Cm
Ciri –ciri : jangkung berambut coklat
Lainnya : Latar belakang keluarga pengusaha restoran nasi goreng.
Lana Jagodina
Usia : 20 tahun
Gender : Female
Job : Black Knight
Tinggi : 175 Cm
Ciri-ciri : Berambut hitam pendek dengan poni di kening
Lainnya : Pengusaha butik dan aksesoris pakaian.
Denis Istoyanov
Usia : 20 tahun
Etnis : Bisk
Job : Caster Dark Priest
Tinggi : 178 Cm
Ciri-ciri : berambut ungu gelap dan berkacamata
Lainnya : Pembalap sepeda brand Samurai XF Series.
Daniela Lukovic
Usia : 20 tahun
Gender : Female
Job : Grazier
Tinggi : 175 Cm
Ciri-ciri : berambut twintail
Lainnya : Pemilik Toko buah dan sayur segar
Terakhir untuk Mie Rebus dan Hafidzhaan mohon maaf saya pinjam karakter Raharata dan Lily Crown Sieghart tanpa izin. Semoga anda berkenan.
Terima Kasih
