Previous Chapter :

"baiklah selanjutnya, pendaftar nomor 017 Kim Jong In silakan masuk."

"k-kau?"

"hai noona, namaku kim jongin."

.

.

.

Title :

My Name is Luhan

Desclaimer :

©Hatsune Ryuu©

Rate :

T - M

Cast :

Luhan as main cast (as always)
and other exo member

.

.

.

"ekhm, maaf. baiklah silakan dimulai" tegur Luhan pada peserta audisi bernama Kim Jong In yang ternyata adalah mahasiswa yang sudah menarik perhatian Luhan sejak awal. walaupun memang Luhan sedikit terkejut tidak menyangka, tetapi dia harus professional.

"ah –ya, maaf." Jongin sadar kalau dia sudah bersikap tidak pada tempatnya. dia sedikit mundur dan membungkuk sebentar lalu pemuda itu pun memulai gerakan yang baru dia persiapkan kemarin.

"baiklah, karena sistem kami adalah sistem langsung, jadi dengan menyesal kami nyatakan Kim Jong In dengan nomor pendaftaran 017 tidak lolos." dengan sangat-sangat terpaksa Luhan tidak meloloskan Jongin. mahasiswa tampan incarannya itu. tapi dia harus professional dengan hal ini.

"hah? tapi kenapa? aku yakin tadi gerakanku sempurna. aku tidak mungkin tidak lolos. kau pasti bercanda." Jongin ngotot. dia terkejut dengan apa yang dia dengar. padahal dia sudah yakin jika dia pasti akan lolos. dia tidak pernah gagal sebelumnya jika berhubungan dengan dance.

"saya akui memang badanmu sangat lentur, gerakanmu luwes, tapi kami hanya menerima pendaftar yang memiliki kesungguhan dan kemampuan yang tinggi. potensimu memang sangat besar, tetapi kami tidak ingin mengmbil resiko dengan menerima pendaftar yang tidak sungguh-sungguh."

"tch yasudah. aku pun tidak terlalu berminat dengan club ini. kau bisa catat itu noona, kalian akan menyesal tidak menerimaku."

"mohon maaf silakan meninggalkan ruangan. pendaftar yang lain menunggu." –oh okay, kesabaran Luhan sudah habis. dan sudah dapat dipastikan pemuda bernama Kim Jong In itu tercoret dari daftar mahasiswa seksi versi Luhan.

"tsk apa-apaan itu. tau begitu aku serahkan saja senior itu pada Sehun dari kemarin." Jongin pun keluar dari ruangan audisi dengan emosi. dia benar-benar tidak percaya senior yang menjadi targetnya dan yang dia kira menyukainya ternyata seperti itu.

"tsk dasar tinggi hati, sombong, menjijikkan. hahhh aku harus mulai dari awal lagi." gerutu Luhan setelah Jongin keluar dari ruangan.

"baiklah selanjutnya pendaftar nomor 018 Oh Se Hun, silakan memasuki ruangan." panggil Luhan lagi, seleksi belum selesai dan mood Luhan sudah mulai memburuk.

tak disangkan yang masuk adalah teman dari pemuda yang baru saja masuk, yang tadi pagi tersenyum padanya. dan Luhan baru sadar kalau Oh Sehun lebih seksi dibandingkan Kim Jongin.

"emm perkenalakan s-sunbae, namaku Oh Sehun." Sehun gugup saat memperkenalkan diri. akhirnya dia bisa berbicara face-to-face dengan Luhan.

"Oh Sehun, mahasiswa tingkat 1, fakultas social dan humaniora, benar?" ucap Luhan memastikan –sebenarnya itu tidak perlu, dia hanya ingin sedikit bercakap-cakap dengan Oh Sehun ini.

"y-ya itu aku sunbae."

"program studi?"

"kesenian s-sunbae."

"ada apa? kau gugup?"

"y-ya begitulah sunbae. maaf." Sehun menggruk tengkuknya yang tidak gatal.

"kau lucu sekali. silakan tenangkan dirimu terlebih dahulu sementara aku bertanya padamu."

oh ya tuhan Luhan sunbae menganggap aku lucu. kalau aku lucu, kau itu manis sunbae –Sehun.

"oke, kenapa kau memilih club ini Oh Sehun?"

"k-karena aku berstatus mahasiswa jurusan kesenian sunbae."

"hanya itu?"

"tidak sunbae, sebenarnya karena aku mencintai seni jadi aku kuliah di jurusan seni dan kebetulan karena club seni di yonsei ini sudah terkenal dimana-mana, aku juga ingin bergabung dengan club ini sunbae."

"baiklah perlihatkan apa yang kau bisa lalu kita lanjutkan sesi wawancaranya." Sehun menunjukkan gerakan-gerakan yang sudah dia hafal diluar kepala karena dia memang sudah menyiapkan ini dari jauh-jauh hari. setelah selesai, Luhan kembali memulai sesi wawancara buatannya.

"oke, aku menyukai gerakanmu. kau benar-benar memiliki kemampuan. dan bisakah kau tidak gugup seperti saat kau menari tadi Oh Sehun?" Sehun benar-benar bahagia. bagaimana tidak? wanita pujaannya memuji gerakannya. itu sungguh menakjubkan.

"terima kasih sunbae, akan aku usahakan." Sehun melihat Luhan tersenyum manis dan tanpa bisa dicegah, Sehun pun ikut tersenyum.

"baiklah mari kita lanjutkan. kau memilih club seni karena mencintai seni. lalu kenapa kau memilih divisi dance?"

"itu, aku memiliki dua alasan sunbae."

"yang pertama?"

" yang pertama karena yang aku kuasai hanya menari."

"lalu yang kedua?"

"karena ada sunbae. karena sunbae juga memilih divisi ini, karena sunbae adalah wakil di divisi ini, karena sejak awal melihat sunbae duduk seorang diri di stand club aku sudah menyukai sunbae."

–o oww, pipi Luhan memerah. dia terkejut? tentu saja! memangnya dia akan menyangka jika akan ada yang menyatakan perasaan padanya? tidak! Luhan BLANK saat ini.

"maafkan jika kata-kataku menganggu sunbae, tapi aku harus mengatakannya sekarang karena aku tidak yakin akan bisa bertemu dengan sunbae lagi secara face-to-face seperti ini lagi."

"kenapa kau tidak yakin?"

"karena–" oh tidak, Luhan tidak bisa lagi lama-lama berhadapan dengan Oh Sehun ini.

"kau diterima Sehun. bukan, bukan karena apa yang kau katakan barusan, bukan. jadi silakan meninggalkan ruangan. seleksi harus cepat diselesaikan.

"tapi sunbae, apa kau membenciku?" Tanya Sehun tidak mengerti. dia takut jika sunbae pujaannya itu malah membenci dirinya.

"e-eh? tidak. tentu saja tidak." jelas Luhan segera. oh hell, tidak tahukah Oh Sehun itu kalau dia sebenarnya kini sedang gugup huh?

"lalu kenapa sunbae langsung menyuruhku untuk keluar?" Tanya Sehun lagi menuntut kejelasan.

"karena audisi belum selesai Oh Sehun, kita bisa bertemu lagi lain waktu." nah! disaat terjepit seperti ini, otak Luhan memang selelu bisa diandalkan.

"benarkan?"

"tentu."

"bagaimana kalau nanti setelah audisi selesai kita pulang bersama?"

"eh?"

"aku akan menunggumu di parkiran aula. sampai jumpa nanti sunbae."

"t-tapi.. Oh Sehun! tunggu! Sehun!"

Sehun langsung meinggalkan ruangan tanpa menghiraukan panggilan dari Luhan. dia takut kalau Luhan malah menolak nantinya.

"hhh dasar anak itu. kalau kau tidak membuatku gugup pun aku tidak ingin menyelesaikan seleksimu secepat ini Oh Sehun. oh ya tuhan, aku harus bagaimana nanti? hahh aku gugup."

mari kita abaikan Luhan sejenak dan biarkan dia melanjutkan audisinya.

.

"yosh!" Sehun menyemangati dirinya sendiri setelah keluar dari aula.

"kau kenapa huh?" ternyata Jongin sudah lebih dulu berada di luar.

"eoh? kkamjong! aku berhasil menyatakan perasaanku pada Luhan sunbae! akhirnya~" girang Sehun antara lega dan bahagia. dia pun langsung menggeret Jongin menuju kantin dan mengirimi pesan kepada Taehyung jika mereka akan ke kantin.

"tch kau ini baru Luhan saja sudah girang begitu, untung kau bukan tante-tante." bahkan dalam mode jengkel pun, Jongin masih sempat-sempatnya ber-lelucon dan sayangnya Sehun tidak mengerti lelucon itu.

"kenapa jadi membahas tante-tante? kau beralih menyukai tante-tante huh?"

"lebih baik aku menyukai tante-tante daripada Luhan asal kau tahu saja albino. cih, ambil saja untukmu. aku sudah tidak berminat."

"kau ini kenapa jong? tiba-tiba mengomel-ngomel seperti itu." heran Sehun.

"tanyakan saja pada Luhan sunbaemu itu!"

"ada apa? kau menyatakan perasaanmu dan kau ditolak?" tebak Sehun asal.

"hell no! kalau aku langsung menyatakan perasaanku padanya, hanya 0.0000000001% kemungkinan aku akan ditolak. percayalah!" yah percaya tidak percaya, Sehun memang harus mempercayai itu. tapi dia bingung juga kenapa tiba-tiba sahabatnya itu jadi malah berbalik tidak menyukai Luhan sunbaenya.

"tsk! lalu kenapaa?"

"aku tidak lolos seleksi albino. apa kau percaya itu?"

"what? kau pasti bercanda kkamjong, itu tidak mungkin!"

baru saja Jongin akan meledak-ledak, taehyung datang dengan wajah cerianya.

"waddup brothers! aku sudah selesai. kufikir tadinya kita tidak akan bergabung di club yang sama hahaha"

"memang tidak." Sehun yang baru saja akan menjelaskan ternyata Jongin yang memang tidak lolos langsung menyela.

"maksudmu?" taehyung yang tidak mengerti pun bertanya.

"dia tidak lolos seleksi? benarkah? hahaha makanya kau jangan hanya ikut-ikutan saja"

"tsk!"

"memangnya kenapa kau tidak lolos Jong?" Sehun masih tidak habis piker kenapa Jongin yang sekiranya seperti memiiki bakat alami bisa-bisanya tidak lolos seleksi.

"Luhan sunbaemu bilang 'kami hanya menerima pendaftar yang memiliki kesungguhan dan kemampuan yang tinggi. potensimu memang sangat besar, tetapi kami tidak ingin mengmbil resiko dengan menerima pendaftar yang tidak sungguh-sungguh' cih. memangnya dia kira dia siapa huh?!" jelas Jongin jengkel seraya menirukan bagaimana Luhan berbicara tadi.

"dia adalah Luhan, pemenang juara satu 2 kali berturut-turut lomba modern dance antar universitas sejak dia masuk ke yonsei. dan kabarnya saat di china dulu dia memang sudah sering menjuarai berbagai kompetisi dance." sahut Taehyung menjelaskan karena tidak dipungkiri dia memang kagum dengan sunbae yang satu itu.

"kau serius tentang berita itu Tae?" Tanya Sehun kaget. ternyata Luhan se-menakjubkan itu. Bahkan dai saja baru mengetahuinya.

"apa untungnya aku berbohong tentang sesuatu seperti itu Hun. dan benar kan kataku Jong, kau harusnya dari kemarin mempersiapkan dengan matang untuk audisi hari ini. lihat hasilnya, selamat kkamjong! hahaha" Jongin yang diejek hanya bisa mendelik, dia kehabisan kata-kata. ada benarnya juga memang. tapi Jongin terlalu gengsi untuk mengakui kalau dia memang yang salah disini.

"hahaha syukur kau hitam. makanya dengar kata Taetae." sahut Sehun ikut menertawakan Jongin.

"kalian berisik! lagipula aku memang tidak terlalu berminat mengikuti organisasi di kampus ini."

"kau hanya membela diri Jong hahaha eh kapan seleksinya selesai?" Tanya Sehun. karena dia tidak tahu harus menunggu Luhan pukul berapa.

"noonaku bilang tadi, pukul 3 sudah beres." jawab Taehyung yang memang dirumahnya tadi sudah bertanya pada noonanya.

"oh astaga ini sudah pukul 3 lewat 5 menit. aku harus pergi. Jong, kau menumpang pada Taehyung ya? tidak apa kan Tae?" Tanya Sehun terburu-buru.

"tidak masalah, memangnya kau mau kemana Hun?"

"aku harus ke parkiran. Luhan sunbae mungkin sudah menungguku. maaf Jong, Tae, aku duluan." Sehun pun segera pergi.

"Luhan sunbae? Luhan? LUHAN?! astaga bagaimana bisa anak itu bisa dekat dengan Luhan Jong?" Tanya Taehyung kaget.

"dia baru akan pendekatan. sudahlah tidak perlu se-shock itu Taetae, biarkan saja mereka, tidak usah dipedulikan. lebih baik sekarang kita pulang, oke?"

"aku keduluan oleh albino itu hahaha" kekeh Taehyung seraya mereka berjalan ke parkiran fakultas.

"eh? kau juga mengincar Luhan?" Tanya Jongin sedikit terkejut.

"baru akan, kau juga?"

"tadinya haha tapi biarkan Sehun yang memilikinya. dia sahabatku satu-satunya dari aku kecil."

"kalian sudah bersahabat sejak kecil? senangnyaa, andai aku mempunyai sahabat dari kecil juga seperti kalian."

"tenang saja, sekarang kau sudah jadi sahabatku dan juga Sehun. jadi itu sudah tidak penting lagi. hahaha"

"tck, kau tidak cocok bersikap manis seperti itu kkamjong."

"hahaha kurang ajar kau Taetae!" selanjutkan mereka pulang dengan selamat XD

.

Sehun yang terlambat 5 menit langsung berlari ke parkiran di depan aula. tapi sesampainya disana suasana diparkiran aula terlihat sepi.

'apakah seleksinya memang belum selesai atau malah sudah selesai sejak tadi? tetapi jika dilihat dari volume kendaraan bermotor yang ada disana, sepertinya seleksi belum selesai. semoga saja. ' batin Sehun.

Sehun memutuskan untuk bertanya pada salah satu orang yang baru saja keluar dari aula dia seperti sedang mencari seseorang dan kebetulan dia mengenakan kalung tanda pengenal panitia.

"emm maaf permisi sunbae? apakah sunbae panitia seleksi club seni?" wanita yang tadi sedang berjalan sedikit terkejut karena tiba-tiba ada yang berbicara padanya.

"eh? ah ya, aku panitia seleksi, ada yang bisa dibantu?" Tanya sunbae itu ramah.

"emm itu, apakah Seleksinya sudah selesai?"

"ya, kebetulan seleksinya sudah selesai sejak 10 menit yang lalu."

"benarkah?" Tanya Sehun lesu. pupus sudah harapannya bisa pulang bersama Luhan. setelah ini pasti Luhan akan benci padanya karena belum apa-apa dia sudah tidak menepati janji.

"maaf, apakah kau Oh Sehun?" Tanya sunbae ber-nametag Byun Baekhyun itu.

"eh? bagaimana sunbae bisa tahu namaku?" terlihat kerutan di kening Sehun.

"ah syukurlah ternyata kau masih disini. perkenalkan, namaku Baekhyun. Byun Baekhyun. apa kau sedang menunggu Luhan?"

"apa sunbae bisa membaca fikiran?" Tanya Sehun polos.

"hahaha tentu saja tidak. aku sahabat Luhan. tadi Luhan minta tolong padaku untuk mencari seseorang bernama Oh Sehun di area parkir aula. dari ciri-ciri yang disebutkan Luhan ternyata itu memang kau." Jelas Baekhyun.

"Lalu Luhan sunbae bagaimana? apa dia sudah pulang?"

"belum, Luhan masih didalam. maka dari itu dia meminta tolong padaku untuk mencarimu dan memberitahukan padamu bahwa mungkin dia akan sedikit telat. jika tidak apa-apa, tunggulah sebentar. tapi jika terburu-buru, kau bisa pulang saja Sehun-ssi."

"ah begitu, syukurlah. terima kasih sunbae. tapi aku akan menunggu Luhan sunbae sampai dia selesai."

"yasudah kalau begitu aku masuk dulu ya. atau jika kau ingin masuk tidak apa-apa, masuk saja. Luhan masih di ruang seleksi yang tadi."

"tidak usah sunbae aku menunggu disini saja." balas Sehun ramah. lalu Baekhyun meninggalkan Sehun dan kembali masuk kedalam aula. tak lama menunggu, beberapa orang mulai keluar dari dalam aula.

'sepertinya sudah selesai' batin Sehun.

"loh Sehun? kau sedang apa? Taehyung dan Jongin kemana?" Sehun kaget karena tiba-tiba ada yang bertanya padanya. mungkin karma karena tadi dia membuat Baekhyun sunbae terkejut juga XD

"eh? Taeyeon noona? ah itu, mereka sudah pulang sejak tadi. aku sedang menunggu seseorang hehe"

"kau menunggu siapa hmm?" gooda Taeyeon. dia senang sekali menggoda Sehun karena Sehun pasti akan merajuk."

"ish noona. kau ini tidak ada bedanya dengan Taehyung." benarkan? Sehun merajuk hahaha

"tentu saja, karena dia adikku Oh Sehun. hahaha"

"ck! noona menyebalkan." disaat Sehun sedang merajuk pada Taeyeon, Luhan datang menghampiri Sehun.

"Oh Sehun, maaf ada sedikit yang harus dibahas tadi. apakah sudah lama?" ujar Luhan, dia tidak menyadari keberadaan Taeyeon disitu.

"ooh jadi kalian memiliki hubungan hmm?" Taeyeon yang memang usil mulai kembali menggoda Sehun dan sekarang ditambah Luhan.

"eh? eonni. kenapa ada disini? padahal tadi Suho sudah mencari eonni kemana-mana." Luhan terkejut dengan keberadaan Taeyeon. dan Taeyeon hanya terkekeh pelan.

"hahhh pasti aku lagi. aku kan sudah pensiun Lulu. aku sengaja tidak menampakkan diri di aula padahal aku ingin melihat seleksi adikku."

"adikmu? siapa? divisi apa?" Tanya Luhan berturu-turut.

"Kim Tae Hyung, apa bukan kau yang mengauisi? dia seleksi dance."

"ah Kim Taehyung, dia lolos. tapi bukan aku yang menilai eonni. mungkin Lay atau Hyo eonni."

"ah syukurlah dia tidak memalukan nama besarku hahaha hyo masih membantu kalian?"

"hmm begitulah, eonni tahu sendiri bagaimana tabiat anggota dance. untung saja hyo eonni masih bersedia membantu kita."

"EKHM!" Sehun yang jengah sejak tadi bagai patung mulai menginterupsi ocehan keduanya.

"eh maaf aku malah mengganggu waktu kalian. kita lanjutkan nanti ya Lulu sayang. kapan-kapan aku akan main ke flat mu."

"baiklah eonni. kami tunggu."

"jangan macam-macam pada princessku, Oh Sehun. ingat itu. hahaha semoga hari kalian menyenangkan. bye~"

Sehun hanya memutar bola matanya malas sedangkan Luhan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.

"eumm jadi, apa kita sudah bisa pergi dari sini sunbae?" Tanya Sehun karena Luhan hanya diam saja.

"ah, ya tentu saja. maaf menunggu lama Sehun-ssi" beritahu Luhan sekarang, apa yang harus dia lakukan!

"sebenarnya mobilku di parkiran fakultasku, sunbae tunggu disini saja atau kita bersama?"

"bersama saja, lagipula gedung fakultasmu tidak terlalu jauh kan?" Tanya Luhan memastikan.

"tentu saja. dan, sunbae, bisakah panggil aku Sehun saja?"

"baiklah, Sehun. ayo."

"apa kau lelah sunbae?"setelah keheningan selamabeberapa menit sejak mobil Sehun melaju keluar dari area kampus mereka, akhirnya Sehun berinisiatif memulai percakapan.

"noona saja, tolong." mata Sehun berbinar.

"bolehkah?" Luhan terkekeh dengan pertanyaan Sehun.

"tentu saja Sehun."

"baiklah, apa noona lelah?" ulang Sehun dengan koreksinya.

"yahh sedikit, tapi aku puas melihat calon anggota baru yang baru saja lulus seleksi tadi." Sehun sedikit mengerutkan keningnya.

"calon? berarti kami belum menjadi anggota?" Luhan menggigit bibirnya, sedikit merutuki mulutnya yang berbicara seenaknya. apa boleh buat?

"oke, akan aku jelaskan tapi jangan beritahu siapapun. mengerti?" Sehun mengangguk menanggapi.

"club kami tidak semudah itu menerima anggota baru. walaupun mereka sudah lolos seleksi awal, belum tentu mereka bisa menjadi anggota club. DAN, walaupun mereka tidak lolos di seleksi awal, mereka masih bisa menunjukkan kalau mereka pantas untuk menjadi anggota club dengan mengikuti aturan yang sudah kami susun." wajah Sehun langsung cerah seketika. itu berarti sahabatnya masih ada kesempatan. mau tidak mau, Sehun harus memaksa Jongin untuk mengikutinya.

"ada apa dengan wajahmu Sehun?" Tanya Luhan heran. pasalnya Sehun kini sedang tersenyum-senyum sendiri.

"eh? t-tidak noona, sahabatku, Kim Jongin. katanya dia tidak lolos saat seleksi. apakah dia bisa… kau tahu?"

"ah, Kim Jongin si pemuda sombong itu? kalau saja dia merendahkan dirinya dan meminta untuk memperlihatkan gerakan lainnya padaku, bisa saja saat itu aku bisa saja berubah fikiran. mungkin, kalau dia merubah jalan fikirannya dan lebih bersungguh-sungguh. dia masih sangat memiliki peluang. sejujurnya skill dasar terbaik di seleksi tahun ini adalah milik sahabatmu jika kau ingin tahu, Sehun."

"syukurlah. dia memang seperti itu noona mudah meledak-ledak. hahaha jadi ini apartemen mu?" tanpa terasa mereka sudah sampai di apartemen Luhan bersama kedua sahabatnya.

"yahh begitulah, sebenarnya aku bersama dengan dua sahabatku. ingin mampir? jangan buat aku merasa bersalah dengan membiarkanmu menunggu lama dan tidak membiarkanmu masuk sebentar Oh Sehun."

"lain kali saja noona, boleh aku meminta kontakmu?" tolah Sehun halus. sebenarnya sangat ingin, tapi dia takut khilaf XD

"baiklah, tentu." Luhan pun memberikan nomor telfonnya pada Sehun.

"yup, sudah." ujar Sehun seraya menyimpan ponselnya di dashboard, kamudia dia meraih tangan lentik Luhan dan menggenggamnya.

"noona, kau masih ingat ucapanku tadi kan? aku menyukai noona dan aku tidak main-main. jadi, maukah noona menjadi pacarku?"

.

.

.

TBC

.

.

.

APAKAH LUHAN AKAN MENERIMA SEHUN?

ATAU MALAH SEBALIKNYA?

ATAU…. GIMANA ENAKNYA AJA DEH MENURUT READER SEKALIAN KKK XD

a/n: maaf maaf maaf atas hiatus nya ryuu tanpa pemberitahuan, ryuu terkena wb dan ga bisa apa-apa. otak ryuu blank ga ada ide sama sekali. ini aja udah ryuu paksain soalnya ga enak sama kalian yang udah review, follow dan favorite ff ini. tapi maaf sebesar-besarnya kalau ceritanya ngebosenin. ini udah ryuu tambah wordnya sebagai permintaan maaf dan karna ini rate M, ryuu bakal usahain chapter depan ada NC nya. tapi untuk masalah siapa yg NCan bisa di tebak-tebak sendiri dulu aja yaaa hihihi
buat yang mau request alur ceritanya, ryuu open mind kok, kalau sekiranya nanti bisa nyambung, bakal ryuu masukin idenya
terima kasih yaaa yang masih setia baca FF ryuu, maaf atas segala typo yang beredar . akhir kata

.

.

.

Silakan Review jika Berkenan ^^