Previous chapter...
Ditengah jalan, Naruto melihat seseorang dan kau tahu itu, dia adalah Uchiha Sasuke, bersama dengan Karin, berciuman.. sakit, Naruto memeganga dadanya. Sakit.. kembali rasa sakit dirsakan oleh Naruto, Naruto berlari dan masuk kedalam gang yang ada didekat itu sambil mencengkram dadanya, dan... seseorang melihat Naru yang berlari dan tersenyum sinis...
Disclaimer Masashi Kishimoto
Pair: SasuNaru
Genre Angst and romance
Warning: Cerita gaje dan ngak nyambung sama sekali.. ancur, abal dan sejenisnya..
Silahkan menikmati XD
KIHA
Kesakitan, kesakitan yang kau dapatkan karena kau yang tidak ingin orang lain mengetahui kesakitan yang kau terima. Kenapa... kenapa kau tidak ingin orang lain merasakan kesakitan yang kau rasakan? Apakah karena kau tidak ingin dianggap lemah, ataukah kau tidak ingin dikasihani? Yang mana alasan yang kau pilih, yang ku yakini itu merupakan pilihan terbaik didalam hidupmu.
Kau hanya tidak mau berbicara, karena berbicara itu merepotkan, benarkah shika?, ya, lebih baik aku membiarkan segala omong kosong yang mereka bicarakan tentang hidupku. Aku tidak peduli, sesak ini, sakit ini, aku tidak peduli dan tidak akan pernah untuk peduli. Pedulipun apa yang bisa kau lakukan untuk mengobati kesakitan ini? Tidak ada bukan, tetap kau akan merasakan sakit ini, jadi... biarkanlah sakit yang kau dan orang torehkan kepadaku, biarkan semuanya berlalu dan mengalir tanpa ada yang menghambat dan tanpa ada yang peduli.
Kesakitan, kebohongan yang telah kau lakukan didalam hidupmu tidak akan membawa dampak apa-apa bagi orang lain. Kau yang hidup bertolak belakang hanya akan menimbulkan masalah dan berakhir dengan kekacauan. Orang berpikir memiliki karakter yang berbeda itu akan saling melengkapi, kenyataannya tidak, tidak sama sekali, kau hanya akan menimbulkan pertengkaran dan hatimu sendiri akan tersakiti. Kau yang tidak tahu bagaimana caranya mengungkapkan rasa sakitmu hanya diam, dan menerima segala judge yang ditujukan kepada dirimu tanpa mereka mengetahui bagaimana kebenaran tentang hidupmu. Kau hanya bisa diam dan menerima itu semua sendirian. Sakit memang, dan kau terlalu menikmati sakit itu, hati kau hancur, hidupmu, dadamu sesak menerima semua perlakuan yang kau terima, tapi... kenapa kau hanya bisa diam dan meresapi semua sakit itu.. kenapa.
Terkadang akupun bingung bagaimana dengan kehidupan yang aku alami.. Mereka tidak akan mengerti dengan diriku dan sifatku, karena aku ini orang yang memiliki kepribadian yang labil. Terlalu senang untuk sendiri dan tidak dianggap oleh orang lain. Terlalu tidak mementingkan bagaimana orang menganggapku buruk atau apalah. Yang aku pikirkan adalah bagaimana aku bisa untuk mencapai tujuanku, dan aku tidak akan terpengaruh dengan semua apa yang telah mereka anggap terhadap diriku.
Apakah kau juga kana menjudge diriku setelah kau bertemu denganku dan setelah itu kau akan menjauhi diriku. Kau mengenal diriku sebagai kepribadian yang hangat dan cerewet dan memiliki banyak teman. Tapi apakah setelah kau bertemu denganku kau akan pergi dan tidak akan menoleh lagi kepadaku. Dan aku kembali tidak mendapatkan seorangpun yang mempercayaiku. Dan mereka akan semakin menganggapku sebagai orang yang egois,. Kyuu-nii.
KibaHatake
Sekarang sosok pemuda manis itu telah sampai diapartemennya, dia sekarang sedang terbaring lemah diatas kasur. Naruto sekarang mencengkram dadanya, sakit, ya sakitlah sekarang yang sekarang dirasakannya, tapi dia tidak tahu bagaimana cara untuk menghilangkan rasa sakit itu. Sakit yang bahkan lebih sakit ketika tanganmu terluka.
Ingin rasanya aku untuk menghilangkan rasa sakit ini, tapi kenapa tidak bisa. Apakah penderitaanku yang kau akibatkan belum cukup? Sebenarnya apa lagi dosa yang harus aku tebus kepada dirimu. Mungkin memang, ya. Hanya kematian yang bisa untuk menghilangkan rasa sakit yang telah kau torehkan ini. Tapi.. aku tahu, walaupun aku mengakhiri hidupku sendiri dengan cara bunuh diri, dosaku akan semakin bertambah dan akhirnya aku juga akan tetap mendapatkan rasa sakit.
Sekarang didepanku, didepanku ada sebuah pisau. Aku coba untuk mengambilnya, ku genggam dan aku berpikir apakah jika aku melukai diriku sendiri dengan pisau ini bisa mengalihkan rasa sakit yang ada dihatiku ini? Mungkinkah? Ya, tidak ada salahnyakan aku untuk mencobanya, aku ingin merasakan sakit yang diakibatkan oleh pisau ini.
Maka sekarang pisau itu sudah berada diatas kulit pergelangan tanganku, akupun mulai menekan pisau itu dan sedikit demi sedikit pisau itu kugerakkan, dan menyebabkan keluarnya cairan yang berwarna merah dan anyir dari pergelangan tangan ini. Sssstttt nikmat, luka ini sungguh nikmat. Lagi, ya lagi ku coba untuk menorehkan luka memanjang dipergelangan tanganku. Ssstttt... aku sungguh menikmatinya. Pisau itu kujatuhkan. Aku pejamkan kedua mataku, menikmati tiap tetes darah yang kelaur dari pergelangan tanganku. Tes..tes..tes.. suara darahku yang jatuh kelantai.. sssttt ini sungguh dan sungguh nikmat, sakit ini.. Sungguh menjadi candu bagiku. Selang waktu dua menit akupun menuutup lukaku ini, aku tidak ingin mati konyol karena kehabisan darah.
Skip time
Sekarang aku berjalan dibawah guyuran hujan, rambut pirangku yang biasanya beridiri sekarang menjadi layu karena hujan ini, ya aku suka hujan, dan aku pikir tidak hanya diriku yang suka, banyak orang lain yang suka. Aku ingin tahu? Kenapa? Kenapa orang yang sedang sedih itu senang menikmati hujan. Mungkin ketika hujan menerpa kulitmu, dinginnya bisa membuat kau nyaman. Ya. Hujan menjadi penopangku. Kenapa? Ya, karena ditengah hujan aku bisa menjadi orang yang tegar.
Kenapa bisa? Ya, karena orang tidak akan melihat aku menangis, dan setelah itu hujan membawa semua masalah yang aku hadapi, dan aku juga berharap bisa menjadi hujan ini, karena setelah dia akan ada matahari yang menhangatkan harimu. Aku juga ingin sosok matahari yang bisa menghangatkan diriku? Whhahahah... terlalu muluk ternyata, karena memang tidak akan ada yang mau untuk menghangatkan diriku ini.
Aku hanyalah seorang yatim piatu, dan aku juga hanyalah seorang gigolo. Hah, sekarang malam yang tidak ada bintang, mungkin karena hujan ini. Aku tatap langit itu lama, aku terpana melihat kegelapannya. Indah? Ya, langit malam ini begitu indah. Rintik-rintik hujan menerpa wajahku. Aku baru pulang dari pekerjaanku. Ya, hari ini aku tidak melayani siapapun, tadi aku hanya menemani mereka minum, tidak untuk tidur.
Jijik? Ya, aku yakin kalian jijik dengan pekerjaan ini. Siapa yang tidak jijik, jika seorang gigolo yang merupakan sampah masyarakat. Yang hanya ingin mendapatkan uang dengan cepat, ya, itu adalah pikiran semua orang tentang gigolo ataupun orang malam. Semua ini aku lakukan karena aku memang ingin. Tubuhku sudah terlanjur kotor, tidak akan bisa untuk dibersihkan, jadi aku akan tetap berada didalam kubangan ini.
Sasuke, kenapa.. kenapa nama itu terlintas dikepalaku? Damn.. damn, shit. Kenapa harus nama itu. Sudahlah, lupakan, besok aku harus kuliah, dan untungnya besok aku masuk siang. Sekarang aku memutuskan untuk bekerja dibar itu setiap hari. Hah.. aku ingin menghabiskan semua waktuku. Sasuke, kenapa kau menyakitiku? Sebenarnya aku ingin bertanya, bertanya pada dirimu, apa arti diriku bagimu? Pernahkah aku berarti? Pernahkah satu menit saja, kau merasakan senang ketika bersama dengan diriku. Tes, tetasan air mataku yang bercampur dengan air hujan.
Sekarang aku berdiri ditaman, sakittt... kembali kupegang dada ini. Kenangan, kembali rekaman kenangan ketika ditaman bersama dengan dirimu. Sakkiiittt... akupun mengigit bibir bawahku agar aku tidak mengeluarkan isak tangisku.. tapi, ini sungguh sakit, sakit.. kepada siapa aku harus mengadu sakit ini. Kupukul-pukul dadaku untuk meredakannya, kenapa tidak bisa. Sungguh... hikz, jangan, jangan menangis Naruto baka. Jangan.. ku mohon, jangan menangis. Cukup tangisanmu. Cukup.. cukup..
Kulangkahkan kakiku dari taman ini, masih dengan memegang dadaku. Beberapa menit aku berjalan ditengah hujan, sekarang aku sampai diapartemenku. Aku terduduk lemas setelah menutup pintu, aku sekarang bersandar dipintu sambil memegang dada ini. Kuedarkan pandanganku keseluruhh ruangan, aku ingin menemukan pisau. Aku ingin.. ingin mengurangi sakit ini. Nihil, aku tidak menemukannya, ketika aku ingin beridiri mencari pisau itu kedapur, tiba-tiba badanku terasa lemas dan setelah itu yang aku lihat hanyalah gelap.
bolehkan? Bolehkah aku untuk berharap, sebelum itu terjadi ada sebuah moment yang bisa untuk aku ukir disuatu tempat? Bisakah? Aku sangat ingin itu terjadi. Aku berharap aku bisa, semoga. Dan masih bolehkan aku untuk meminta? Meminta kebahagiaan itu, tak masalah bagiku kalaupun itu hanyalah sepersekian detik terjadi, karena apa? Karena waktu yang sesingkat itu tetaplah akan menjadi moment yang tak akan pernah aku lupakan. Izinkanlah hambamu ini untuk bisa mendapatakannya.
Naruto POV end
Sekarang tubuh ringkih itu terbaring sendirian diapartemennya, masih dengan baju basah, masih dengan air mata yang mengalir dan masih dengan kesakitan yang sama didadanya. Sungguh malang. Sekarang ayo kita beralih kesuatu tempat, kesuatu mansion yang mewah, disebuah kamar yang gelap. Disana, diatas kasur itu, sambil menghadap kejendela, duduk seseorang yang menhadap kejendela. Menatap rintik-rintik hujan yang membasahi jendela kaca itu. Ctarrrr.. suara petir, memperlihatkan siapa pemuda yang tengah duduk disana, ya dia adalah Uchiha Sasuke. Dan karena petir itu kita bisa melihat kilatan emosi diwajah itu. Sedih? Tapi apa? Apa yang membuat dia menjadi sedih?
Ctarrr.. kembali petir menyambar dan setetes air mata keluar dari oniksnya. Sesungguhnya apa yang kau tangisi Sasuke? Apa? Apa yang ada dihatimu sekarang? Demi apa dan untuk apa kau meneteskan air mata yang tidak pernah kau perlihatkan kepada siapapun itu?
Hei.. Uchiha Sasuke, ceritakan, ceritakan apa yang ada didalam hatimu itu sekarang? Kenapa hanya diam yang kau perbuat? Kenapa hanya diam yang bisa kau lakukan? Menyakiti kau sendiri dan 'dia' kenapa Sasuke? Kapan.. kapan kau akan menceritakan semua kebenaran itu? Kapan kau akan mengakhiri semua kesakitan ini?.
Tidakkah kau merasa lelah dengan ini semua Sasuke, tidakkah kau kasihan dengan dirinya? Kenapa kau bisa seperti itu. Apa yang kau harapkan. Semua yang kau lakukan berdampak juga terhadap dirimu. Dampak buruk.. tidak bisakah Sasuke, tidak bisakah kau jujur kepada anikimu?
Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Sasuke, apa yang akan terjadi selanjutnya kepada Naruto, nasib apa lagi yang harus dia hadapi, ataukah semuanya sudah berakhir. Terlalu banyak teka-teki didalam hidup mereka berdua. Terlalu banyak rahasia yang tidak diketahui orang lain tentang mereka. Sekarang hanya kebenaranlah yang akan menentukan akhir dari kehidupan mereka...
Akhir kata, author ucapkan silahkan tunggu chapter berikutnya... jaa nee...
