Chalice : Horeeee! Sudah Update, gomen jika telat ya apalagi saya sekarang belum me update Fic GaJe saya yang satunya lagi, dikarenakan KOMPUTER SAYA TERJANGKIT PENYAKIT ALIAS VIRUS TORAJA YANG MENYEBABKAN KOMPUTERNYA LEMOOOOOT!
Elesis : Berisik! Teriak kaga usah pakai toa kaleee!
Chalice : uwaaah... kenapa kami-sama, kenapa, laptopku terjangkit virus toraja, terkutuk lah kalian wahai Virus Toraja sampah virusyakat (?)
Elesis : Author itu sudah kelewatan stress ya... *sweadropped*
Arme : dibanding Curcol disini, feedback!
To DarkMelt :
Musim semi?! *blushing* apakah itu benar Lass? (Lass : tentu saja tidak! / Chalice : masa~~~ kok perhatian ba- *ketancap Scitmar*) baiklah tapi kata Chalice, dia bilang terimakasih atas reviewnya.
Chalice : Disclaimernya adalah AOI!
Aoi : aku lagi yang kena... gak disini gak di ficnya satunya lagi... sama aja...
Disclaimer : Megaxus bukan milik Chalice, walau dia dari dulu pengen banget.
Warning : GaJe, 3 Bendera yang bersatu menjadi satu (?), cacad, Aneh, Abal, Sarap, Penyakit Gila author bisa menular,TYPO, tidak memenuhi syarat EYD, OC tersebar disini, OOC, sedikit cross dengan Elsword ( chara : Elsword, Aisha dan Rena)
OC yang disini : Aoi haruna, Aoki haruna, Ryouna hanami, Haku Kanzama, Chalice darkCloud, Malice DarkCloud, Revina Annabelle (gadis berambut merah ruby) dan Erin Grinville (gadis berambut orange jeruk)
Note : bagi yang menunggu GC New Member tolong bersabar ya DX, soalnya saya lagi malas lanjutin *di hajar*
~happy reading~
"nah! Jin! Penuhin janjimu itu!" tiba-tiba di perjalanan pulang si Aoi angkat bicara.
Spontan aja semua yang disana (min mari dan Jin) kaget dan bingung.
"eh, kapan ya~ aku janji demikian~?" Jin lansung pura-pura tidak tau apa-apa.
Dengan kesalnya Aoi langsung mereload Shotgunnya, alhasil Jin langsung ketakutan.
"ya,ya! traktir Mochi kan atas kesalahan ku" ucap jin ketakutan.
"benar~" ucap Aoi sambil tersenyum iblis.
"traktir?! Jin,Kau berselingkuh (?) dengan Aoi?!" teriak Amy kesal.
"Eh ti,tidak kok!" ucap jin gelagapan "Aoi, tolong jelaskan ini donk!" pinta jin.
"benar... aku selingkuhannya (?)" jawab Aoi dengan datar dan santai.
.
.
.
. Semuanya cengo dan kaget (min Mari dan Aoi).
.
.
.
PLAK!
"JIN! I HATE YOUUU!" Amy langsung pergi sambil menangis sehabis menampar Jin.
Semua menatap Jin (except Amy , Aoi dan Jin).
"NYAHAHAHAHAAHA! Aku merasa puas, nah, kalau begini kau tidak usah mentraktirku karena aku sudah puas mengerjain mu" Tawa Aoi menggelegar
Semuanya hanya sweadropped (min Jin) melihat kelakuan Aoi.
"itu akibatnya tadi pura-pura lupa, nah sekarang aku puas sekali mengerjain mu~ nyawa uang mu dan jiwamu selamat hari ini~ tapi jika kau membuat masalah denganku aku akan membuat yang lebih parah dibanding sekarang, mengerti?" tanya Aoi dengan seringai iblis (?).
Semuanya hanya bergindik takut (min Aoki ,Aoi dan Mari)
"nah, Aoki. Ayo pulang~" ajak Aoi kepada saudara kembarnya.
"baiklah, Aoi" Aoki langsung mengikuti Saudaranya pulang.
"Jaa Ne~ (lho kok jadi jepang?)" Aoi langsung pergi.
".."
"..."
"..."
"..."
"..."
"aku pulang dulu, Elsword bisa marah jika aku tidak memasaknya makan malam (sejak kapan Elesis bisa masak? *author di tebas*)" ucap Elesis dan pergi pulang.
"...aku pulang dulu, mau membuat robot..." Mari juga pergi pulang.
"aku musti ke kanavan , musti memastikan kerjaan bawahan ku (?) ." ucap Ronan dan pergi (ingat dia itu ketua royal knight guardian ,bukan? / Reader : kami udah tahu kaleee! *ngegebuk author rame-rame*)
"...aku pulang dulu, bisa-bisa kakakku yang brother komplek bisa ngamuk jika aku tidak pulang" ucap Lass pergi.
Chalice : kita pause dulu, kelihtannya ada yang protes...
Rufus :gimana gak protes?! Sejak kapan aku jadi brother complex?!
Chalice : gak apa-apa donk, kan aku pengen lihat Rufus yang dingin jadi brother complex, lihat para reader aja setuju =3=.
Reader : *manggut-manggut setuju*
Rufus : kaga bisa! Jika kau masih membuatku jadi brother complex maka kau kuambil jiwa mu!
Chalice : Hii! Ampun! Aku masih mau hidup, ya,iya... aku akan menggantinya *cry*
Reader : Yaah... kaga bisa melihat Rufus yang brother complex nya TT^TT
Rufus : *mendeath glarekan Reader*
Reader : *ketakutan*
Chalice : oh ya, Reader sekalian boleh kaga membuat Rufus OOC dan jadi brother complex?
Rufus : *mendeath glarekan Chalice*
Take 999 (buset dah...) ,Action!
"aku pulang dulu ya, mau kerja sambilan" ucap Lass. (sejak kapan lass kaga mencuri lagi?! *di timpuk Nodachi*)
Dan Lass pun pergi dengan kecepatan lari inhuman (?).
"Aku mau kerumah Amy, mau nerangin semuanya! Bahwa yang dikatakan Aoi bohong!" Jin pun pergi untuk kerumah Amy.
"aku dan Lire, mau ke taman, dadah~" ucap Ryan dan Lire langsung ngacir.
Tinggal Arme.
"aku pulang sendiri nih ceritanya? Ah... apa boleh buat walau pulang sendiri itu tidak enak..." keluh Arme dan hendak pulang.
Tiba-tiba muncul gadis berambut berwarna merah ruby.
"jika kau tak mau pulang sendiri bagaimana jika kita pulang bareng?" tanya gadis itu dengan seringai menyeramkan (?).
Arme yang mempunyai firasat buruk pas melihat seringai gadis itu langsung melewatinya.
"heiii! Tidak baik melewati orang manis seperti ku!" protes gadis itu.
Arme hanya berhenti dan menoleh gadis itu tanpa kata-kata.
"hehehe... salam kenal namaku Revina Anabelle, kau boleh memanggilku Anna atau Belle atau Revi atau Vina" ucap gadis itu tersenyum ketus.
"Arme Glenstid..." Ucap Arme singkat dan pergi meninggalkan Revina karena dia punya firasat buruk jika dekat dengan Revina.
"muuuh! Sombong sekali!" dengus Revina.
Tiba-tiba gadis warna orange jeruk datang.
"gagal untuk menjebaknya? , Revina?" tanya gadis itu.
"Diam lah , Erin! Kurang ajar kau Arme glenstid! Nona katharina tunggu saja, aku akan mencelakakan Arme!" ucap Revina kesal.
Erin hanya diam saja sambil sweadropped melihat temannya bicara sendiri.
"wah,wah... biang onar mau buat onar lagi ya~~" tiba-tiba terdengar suara seorang gadis.
Erin dan Revina menoleh arah suara itu.
"R,Ryouna dan Kanzama?!" teriak mereka bersamaan.
Terlihat Ryouna yang sedang bermain dengan kucing dan Kanzama yang sedang minum teh entah dapat dari mana.
"kalian sedang merencana apa?~ kelihatan menarik~?" tanya Ryouna dengan seringai yang alhasil membuat Erin dan Revina ketakutan.
"Ryou, kau jangan mengeluarkan seringai mu, mereka jadi takut tuh..." nasehat Haku sambil minum teh.
"oh, hehehehe... maaf, pasti kalian takut ya~" ucap Ryouna dan memainkan ujung rambut Revina.
Dengan cekatan revina menepis tangan Ryouna agar melepaskan tangannya dari rambutnya dengan ketakutan.
"ada apa? Kok takut~?" tanya Ryouna dengan senyuman menyeramkan.
Revina dan Erin hanya menjauh sedangkan Ryouna semakin mendekati mereka.
"Ryou, Haku, Kalian jangan mengerjain Erin dan Revina" muncul Chalice dan Malice.
"muuh! Chalice! Padahal aku sedang asyik menakutin mereka!" protes Ryouna sambil menggembungkan pipinya.
"tidak baik menakutin mereka! Ayo kita cepetan pulang, atau tidak bisa malam! Dan aku tidak mau jika malam tiba karena menyeramkan!" ucap Chalice dengan muka ketakutan sambil melirik Malice yang dari tadi mengeluarkan aura gelap.
"apalagi aura disampingku ini dapat memanggil hantu..." lanjutnya sambil menunjuk Malice.
"apa maksudmu, Chalice?" tanya Malice dengan muka kesal.
"hehehe... bercanda..." ucap Chalice dengan muka ketakutan.
"bercanda, ada batasnya" ucap Malice ketus dan langsung mengeluarkan Tongkat sihirnya yang diatasnya terdapat tengkorak.
"saatnya... Ngaciiiiir!" chalice langsung lari dengan kecepatan inhuman.
Malice langsung mengejar Chalice dengan aura yang banyak roh halusnya (?).
Ryouna,Haku, Erin , Dan Revina hanya sweadropped saja.
"sepertinya yang dikatakan Chalice benar deh, hari sudah mau malam, Ryou" ucap Haku.
"yaaah~ kaga bisa main deh~ padahal aku ingin main" ucap Ryouna dan berjalan meninggalkan Haku,Erin dan Revina.
Haku pun langsung menyusul Ryouna.
Tinggal Erin dan Revina.
"aduh... aku takut banget melihat Ryouna dan Haku..." ucap Revina sambil bermuka pucat.
"...tapi... kita harus mengikuti kata-kata kathrine walau ada Ryouna, Haku, Aoi dan Aoki yang suka mengganggu Rencana nya" ucap Erin.
"benar..." Revina langsung tidak ketakutan lagi.
"apa pun terjadi aku akan memihak kepada nona kathrine walau kita harus bertang dengan mereka ber 4!" lanjutnya.
"lihat saja nanti kau Arme glenstid, Walau di pihakmu ada banyak! Tapi jangan salah sangka! Karena nona kathrine lah yang pasti menang untuk mendapatkan (?) Lass!" ucap Erin ikut-ikuttan semangat.
Sedangkan chalice yang sedang mengetik hanya sweadropped (?) (kok nyambung beginian?)
-sedangkan di Arme-
Arme sedang membuat cherry pie hanya bersin-bersin di dapur.
"kakak! Jangan bersin saat masak! Nanti bisa kena makanan!" protes Aisha.
"hahahaha... maafkan kakak , Aisha..." ucap Arme minta maaf.
"Baka, Onee-san" ucap Aisha dingin sambil membaca buku magis di meja makan tanpa memedulikan tatapan sebal Arme.
"Aisha, aku bingung sifat mu dipagi hari dan dimalam hari kok suka berbeda-beda ya? apalagi gaya rambut mu itu, pagi digerai dan malam diikat dua? Kau ada gangguan jiwa ya?atau punya kepribadian ganda " sindir Arme yang sikapnya kelewatan Ooc.
"bukan gangguan jiwa atau kepribadian ganda, ini sesuai mood ku di pagi hari dan malam hari kok, kakak Arme..." Aisha meletakkan buku sihirnya di meja dan menatap Arme dengan Seringai.
Bagi Arme seringai itu menyeramkan.
"aku heran kenapa elsword bisa suka dengan mu yang sifatnya dingin dan kekanakkan ya?" ucap Arme (Baca : Sindir)
"mana kutahu, dia langsung nembak waktu itu, padahal kami ini sering berantem." ucap Aisha masa bodo dan melanjutkan membacanya lagi.
Arme hanya menggeleng-geleng kepalanya melihat kelakuan masa bodo Aisha.
TING! TONG!
Aisha segera kepintu depan dengan muka kesal.
"ya, sia—" sebelum menyelesaikan kata-katanya Aisha langsung di tabrak seorang elf berambut kuning dan digerai, terdapat bunga dikepalanya.
"Arme-sempai! Apa kau ada disana?!" panggil gadis itu.
"Rena! Setidaknya minta maaf padaku!" ucap Aisha kesal.
"maaf kan aku Aisha-chan, oh ya, Arme-sempai! Apa kau lihat kak Lire?" tanya Rena setelah minta maaf ke Aisha.
"hmm... kalau gak salah dia tadi ketaman bareng Ryan " ucap Arme sambil memegang spatula (?).
"Taman? Terimakasih , Arme-sempai" ucap Rena dan bergegas keluar.
"memang kenapa mencari Lire, Rena?" tanya Aisha.
"dia janji mau mengajariku Memanah, kan memanahku kurang baik" ucap Rena.
'Cuman begitu doank bisa kapan-kapan kali...' pikir Aisha dan Arme bersamaan.
"oke, dadah!" Rena segera pergi dari sana ke taman.
Aisha dan Arme hanya menatap Rena lari dengan kecepatan inhuman.
Mereka berdua saling menatap sambil sweadropped.
Hening.
.
.
.
.
.
.
.
.
"kak... " Aisha mengakat bicara.
"apa?"
"cherry pienya gosong tuh" ucap Aisha pas mencium bau gosong.
"ASTAJIM (?)! Cherry Pei ku gosooong!" teriak Arme dan segera berlari ke dapur dengan kecepatan inhuman.
Aisha hanya sweadropped melihat kelakuan kakaknya, dan segera kedapur untuk minum.
"kak, kelihatannya Bahan-bahan makanan habis deh..." ucap Aisha sambil minum dan melihat isi kulkas.
"lalu?" tanya Arme sambil membereskan 'cherry pie gosong'
"beli gih" perintah Aisha sambil menyerahkan sebuah kertas yang ia tulisin untuk bahan-bahan makanan yang musti dibeli (sejak kapan dia nulis?).
"Eh?! " Arme hendak protes tapi pas melihat death glare Aisha dia mau gak mau menurut dan mengambil kertas yang dipegang Aisha tadi.
"nanti pulangnya beresin 'cherry pie' yang gosong ini~" ucap Aisha sambil dadah-dadahan ke Arme.
'emang kakaknya siapa sih? Kok adiknya yang memerintah?' pikir Arme sambil sweadropped dan segera berangkat ke supermarket.
-sedangkan Elesis di waktu bersamaan.-
Di rumah keluarga Sieghart (bukan aeknard sieghart lho!) terjadi perang dunia ke 5 (Reader : Lho? Kok perang dunia ke lima? Bukannya tiga? / Chalice : habis bosen, di fandom mana pun banyak yang di tulis perang dunia ke tiga dan keempat jadi saya mending buat perang dunia ke lima aja dah =3=/ Reader : *ngelempar author ke lubang buaya*)
"Kenapa kau ada disini , KAKEK PLAYBOY!" teriak Elesis sambil melempar-lemparin benda-benda disana.
Mulai dari guci, sendok (?), vas bunga, meja (?), pisau, pedang wasiat (?), buku novel cinta punya pak Elscud (?), pedang, pot bunga (?), pot pohon (?), kipas angin, TV (?), Radio (?), DVD (?), bantal (?),bangku, Sofa (?) dan lain-lain.
Sieghart alias Aeknard, berusaha menghindar amukan cucu uhuk tersayangnya uhuk.
Sedangkan Elsword, dia bersembunyi di balik meja mirip tikus ketakutan (?) *chalice ditebas*
"HIIII! ELSCUD! TOLONGIN BAPAKMU YANG TERSAYANG INI DARI CUCUNYA YANG GILA!" teriak Sieghart sambil menghidar-hindarin barang-barang.
Sedangkan Elscud .
"barangku... hancur semua...*hiks*" bukannya mengkhawatirkan atau meratapi nasib bapaknya tapi malah meratapi nasib barang-barangnya.
"ANAK KAGA TAHU PERINTAH ORANG TUA!" umpat sieghart sambil berjuang menghindarin maut (?).
"Mati saja kau ,kakek playboy! Beraninya melamar temanku!" elesis langsung menarik pedangnya dan menyerang Sieghart.
Dengan secepat kilat Sieghart mengeluarkan pedangnya.
TRANG!
Terdengar suara aduan pedang Elesis dan Sieghart.
Elsword keluar dari persembunyiannya dan bertaruh sama ayahnya di pojokkan ruangan.
"aku yakin kakak menang soalnya kakek sudah keriput dan renta! (sejak kapan Sieghart keriput dan Renta?) Jadi aku bertaruh uang 50.000 GP!" ucap Elsword sambil menaruh 50.000 GP.
"kalau begitu aku memilih bapak gua! Aeknard sieghart! Dengan seharga 100.00 GP! (lu kate mau lelang sieghart? *di tebas*)" ucap Elscud menaruh uang 100.000 GP.
Kelihatannya semuanya kelewatan OOC *Sweadropped* kita abaikan keluarga GaJe ini *chalice ditebas*
-supermarket-
"hmm... buah cherry 1 kilogram (?), telur 1 kilogram,Tepung 1x, wortel 5x, hmm... sudah semua, ah... tinggal saus tomat" ucap Arme sadar pas melihat daftar belanja dan segera mencari rak yang terdapat saus tomat.
'itu dia' batin Arme senang pas nemu tuh saus.
Tapi sayangnya saus tersebut berada rak paling atas.
Karena badan Arme yang PENDEK itu, alhasil dia kaga nyampe karena dia itu PENDEK! *chalice langsung di fire bolt*
'uuuh... kaga nyampe' pikir Arme sambil loncat-loncat di rak tersebut.
Tiba-tiba ada tangan mengambil saus tomat tersebut.
"ini... yang kau mau ambilkan?" terdengar suara lelaki di belakangnya.
Arme segera menoleh.
"Lass?!" ucap Arme kaget.
"...hai, Arme" ucap Lass dan menyerahkan saus tomat tersebut ke Arme.
"terimakasih , Lass." Ucap Arme dan menaruh saus tomat tersebut ke keranjang belanja.
"kenapa kau ada disini?" tanya Arme.
"..aku kerja sambilan disini..." ucap Lass datar.
"eh?" Arme melihat pakaian Lass dari kaki sampai kepala.
Lass memakai celemek toko (?) yang tidak kelihatan cocok banget dengan gaya Lass yang dingin dan datar.
"BUUUH! FUAHAHAHAHAHAHA!" Arme ketawa terbahak-bahak melihat gaya berpakaian Lass.
Lass hanya datar saja melihat Arme ketawa.
"Lu,Lucu banget... kau memakai Celemek... , Lass! FUAHAHAHAHAHA!" Arme ketawa-tawa sampai kedengeran 1 kota (Lebay terdektesi disini)
Lass hanya diam saja...
"Lass, tolong angkut kardus ini ke gudang, aku tidak kuat mengakat 2 kardus berisi buah semangka (?) sekaligus" tiba-tiba muncul pemuda berambut aquamarine dan di pony tail panjang + memakai headset dikepalanya.
"oke..." Lass langsung pergi ke tempat pemuda tersebut.
Lass dan pemuda tersebut pergi.
Arme langsung berhenti ketawa.
'lho, bukannya itu tadi Aoki? Jadi Lass dan Aoki kerja sambilan disini?' pikir Arme.
"ARMEEEEE~~~!" tiba-tiba ada yang memeluk Arme dari belakang.
Arme menoleh siapa yang memeluknya.
"kau..."
~TBC~
Chalice : aduh kok makin gaje aja ya...
Arme : siapa yang memelukku sih?
Chalice : who knows , only tuhan yang know (bahasa inggris cacat)
Aoi : ayo kita main menebak saja XD.
Lets play acara menebak!
Jadi ini tidak ada hint tapi kalian disarankan menebak siapa yang memeluk Arme~~ sayonara~
Aoki : ... apa kau yakin? Misalnya ada yang benar dengan dikepala mu terus diganti gimana?
Chalice :don't worry, aku anak yang adil kok (?) dan lagi aku anak yang jujur~
All : *sweadropped*
Aoi : baiklah, akhir kata~~~... REVIEW YAAAAA! XD
