Pregnant
And
Bring a New Life
ChanBaek
Boy x Boy !!! sling Girls x Girls !!! YAOI !!! YURI !!! DLDR !!!
Twoshoot !!
HARD WARNING !!!
[ Untuk antis TaeNy Couple (Taeyeon-Tiffany), monggo di persilahkan untuk meninggalkan story ini, karna disini saya banyak memasukan mereka di cerita ini . Terutama yang Alergi dengan Taeyeon monggo boleh tinggalin ya . Dan yang jijik dengan Girls x Girls monggo tinggalin juga storynya, karna saya ga cuma pake BxB tapi GxG juga . Terimakasih ]Happy reading
"menurutmu anak kita laki-laki atau perempuan ?" pria mungil itu bersandar pada dada bidang si pria besarnya . Si pria besarnya hanya mengusap lembut permukaan perut si pria mungil yang terlihat mengencang . Mereka tengah berada di sofa panjang di ruang tamu mereka yang langsung menghadap taman rumah mereka . Suasana tenang di dalam rumah mereka dengan alunan musik klasik dari home teater yang terpasang . Di tambah suasana sore hari yang membuatnya terasa menenangkan .
"aku ingin laki-laki, tapi perempuan juga" oceh pria mungil yang tengah mengandung tiga bulan itu . Suara satu-satunya yang terdengar di keheningan selain suara musik klasik yang mereka setel .
"kau ingin laki-laki atau perempuan, Chan ?" tanya pria mungil yang tak lain adalah Byun Baekhyun pada 'Suami'nya Park Chanyeol dengan nada sedikit kesal . Karna pria besarnya sedari tadi hanya terdiam sambil mengelu-elus perutnya saja .
"apapun, aku tidak terlalu memusingkannya, Bee . Asal kau dan dia sehat tanpa kekurangan apapun itu sudah cukup" jawab Chanyeol sambil mengecup pucuk kepalanya sayang . Chanyeol tau Baekhyun tidak puas dengan jawabannya, terlihat jelas dari wajahnya terlihat sebal .
"baik dia laki-laki atau pun perempuan aku yakin dia akan jadi anak yang luar biasa . Sejujurnya aku ingin anak laki-laki" ucap Chanyeol lembut .
"aku juga" timpal si mungil yang melingkarkan tangannya di bahu Chanyeol, sekarang ia tak bisa sembarangan tidur telungkap di dada bidang suaminya tempat favorite nya itu, karna sekarang ada makhluk lain yang harus ia jaga yang sedang tumbuh di dalam perutnya .
"tapi kita tetap harus menyiapkan dua nama untuk laki-laki dan perempuan" sambung Baekhyun dan di balas anggukan dari Chanyeol .
Mereka kembali terdiam menikmati alunan musik klasik yang menenangkan dan baik untuk janin yang di kandung Baekhyun saat ini . Hingga tanpa sadar mereka tertidur di sofa .
Baekhyun dan Chanyeol menikah sekitar satu tahun yang lalu, setelah Baekhyun menyelesaikan kuliahnya dan Baekhyun menghabiskan satu tahun untuk berlibur dan bersenang-senang bersama teman-temannya seperti perjanjian yang mereka buat sebelum menikah. Dan Baekhyun menurutinya, tak ada salahnya mengikuti ucapan Chanyeol, dan ucapan pria jangkung itu memang benar adanya, Baekhyun harus mempersiapkan kehiduapan berumah tangga yang harus ia lakoni dengan sungguh-sungguh karna ketika mereka memutuskan untuk menikah, itu pertanda bukan lagi waktunya untuk bermain-main, itulah alasan Chanyeol membiarkan pria mungilnya untuk bersenang-senang terlebih dahulu .
Dan empat belas Juni 2017 mereka tetapkan sebagai hari pernikah mereka . Mereka menikah di Amsterdam, Belanda . Mereka sengaja memilih menikah disana karna disanalah pernikahan hubungan sejenis pertama kali di legalkan, di Korea sebenarnya sudah melegalkan dan men-sah-kan, mereka bisa menerima pernikah sejenis, hanya saja Chanyeol ingin hari specialnya lebih special .
Dan setelah menikah hampir setahun tak disangka Baekhyun mengandung, mereka sempat kaget karna Baekhyun mengandung . Awalnya mereka hanya berpikir akan menyewa rahim untuk mendapatkan anak mereka, tapi tak disangka Tuhan begitu baik pada mereka . Mereka senang, tentu saja . Hanya saja mereka tak menyangkanya . Ternyata Baekhyun termasuk pria-pria pilihan . Dia termasuk pria carrier yang mampu mengandung dan melahirkan secara normal jika memungkinkan .
Dan sekaramg kehamilan Baekhyun sudah memasuki 12 minggu atau 3 bulan . Pertama kali mereka mendengarnya dari dokter kandungan, Chanyeol lah yang pertama menangis, ia terharu dan merasa bahagia bukan main, bahkan Baekhyun harus menenangkannya karna Chanyeol terus menangis saking bahagianya . Baekhyun jangan di tanya, ia benar-benar bahagia, karna inilah keinginannya selama ini .
Sejak kehamilan Baekhyun, Chanyeol memutuskan untuk mengerjakan segala sesuatunya di rumah saja termasuk dalam hal pekerjaan . Mereka sudah pindah kerumah yang Chanyeol beli untuk masa depan mereka dan mereka menempatinya saat mereka bertunangan, karna Chanyeol memaksa ingin menempatinya, ia tidak ingin si puppy kesayangannya berlama-lama di Apartemen kecil mereka . Baekhyun bahagia kala itu karna rumah mereka benar-benar seperti rumah impiannya, Chanyeol merancangnya sangat sempurna .
"Chan" Baekhyun menggoyangkan lengan kekar Chanyeol saat mereka tertidur .
"ada apa, Bee ? ada sesuatu ? perutmu sakit ?" tanya Chanyeol dengan sigap membuka matanya agar segera terjaga, dari nada suaranya terdengar kekhawatiran disana .
"tidak, aku hanya lapar Chan, dan aku ingin makan ice cream yang ada di kedai Paman Cho" ucap si puppy dengan wajah innocent nya .
Chanyeol melirik jam yang ada di nakas, ini pukul 2 pagi dan Baekhyun menginginkan makan ice cream di kedai yang biasa mereka beli saat mereka berkencan dulu . Chanyeol mengernyitkan dahinya, ia bahkan sudah lupa kedai itu karna memang sudah lama sekali mereka tidak kesana, dan secara tiba-tiba di tengah malam buta, Baekhyun menginginkan ice cream itu .
"Bee, ini masih sangat malam untuk kau makan ice cream dan kau juga tidak di perbolehkan makan ice cream saat kehamilan mudamu" tutur Chanyeol memeringati .
"tapi aku ingin ice cream itu" rengek si puppy .
"tidak, kau tidak boleh makan ice cream" ucap Chanyeol tegas, bukan ia tak mau untuk membelikannya, ia akan membelikan sebanyak yang Baekhyun mau jika ia sedang tak hamil muda seperti sekarang .
"ta-pi a-ku ma-u ic-e cre-am, huuaaaa" Baekhyun menangis kencang, air matanya sudah mengalir deras di pipinya yang terlihat menirus .
"yaaa Bee jangan menangis, Bee" Chanyeol terserang, Panic attack .
"aku mau ice cream Chan, hiks hiks" Baekhyun menangis tersedu-sedu .
"oke, oke kita beli ice cream ya, tapi besok kita membelinya ini masih terlalu pagi untuk kau makan ice cream, oke" bujuk Chanyeol sambil membelai pipi Baekhyun lembut .
"aku mau sekarang !! huuaaa !!" jerit Baekhyun kencang .
"oke, oke aku akan membelinya" ucap Chanyeol menenangkan .
Chanyeol menghela nafasnya berat, Baekhyun ingin ikut dengannya untuk membeli ice cream Paman Cho yang jaraknya cukup jauh dari kediaman mereka . Chanyeol melarang, tentu saja . Ini masih larut dan Baekhyun tengah mengandung, udara malam sangat tidak baik untuk kehamilan Baekhyun . Tapi Baekhyun ya Baekhyun , apa yang ingin ia lakukan atau pun pinta tidak bisa di bantah dan Chanyeol harus menurutinya .
Sejak kehamilannya sifat kekanak-kanakan Baekhyun bertambah berpuluh-puluh kali lipat . Ia jadi lebih sering merajuk dari biasanya, sifatnya berubah sensitif benar-benar sensitif, hanya karna Chanyeol tak sengaja menginjak semut yang lewat hingga mati, Baekhyun menangis tersedu-sedu dan menyuruh Chanyeol untuk menguburnya, dan selama 2 hari Chanyeol terus di salahkan karna kematian semut yang Chanyeol sendiri tak sengaja menginjaknya .
"kau jahat sekali Chan, dengan semut kecil pun kau tega, bagaimana nanti dengan anak kita" Baekhyun terus berkata seperti itu seolah-olah Chanyeol adalah pembuntuh hebat .
Chanyeol tak marah, ia memakluminya, dokter kandungan Baekhyun sudah memperingatinya, bahwa selama kehamilan sifat Baekhyun mungkin akan banyak berubah dan mungkin akan membuat sakit kepala karna hormon kehamilannya, dan ya benar saja Chanyeol selalu di buat sakit kepala dengan semua tingkah Baekhyun, permintaannya yang kadang tak masuk akal, tapi Chanyeol memakluminya dan ia sangat menikmatinya .
Mereka sampai di kedai Ice cream Paman Cho, beruntung Paman Cho si pemilik toko mau membukakan kedainya dan memberikan semangkuk ice cream yang Baekhyun mau, bahkan ia memberinya secara cuma-cuma saat ia tau ternyata Baekhyun mengandung .
Chanyeol sempat menghubungi dokter kandungan pribadi Baekhyun, karna ia khawatir, Chanyeol menanyakan apa Baekhyun boleh makan ice cream saat ini dan beruntung sang dokter memperbolehkannya, ia bilang jika ice creamnya tidak banyak mengandung banyak pengawet tak jadi masalah, beruntung kedai Paman Cho adalah kedai ice cream yang Paman Cho racik sendiri jadi terhindar dari bahan pengawet .
"sudah selesai" ucap Baekhyun saat satu suap Ice ceram masuk ke mulutnya .
"sudah ?" tanya Chanyeol dengan mulut menganga, Baekhyun mengangguk dengan wajah polosnya . Baekhyun baru memakan ice creamnya satu suap dan ia berkata 'sudah selesai' apa ia bercanda ?
"kau sungguh tidak ingin menghabiskannya Bee ?" tanya Chanyeol, Baekhyun menggeleng . Chanyeol ingin meledak sekarang juga rasanya . Baekhyun secara tiba-tiba membangunkannya tengah malam padahal ia baru tidur 2 jam karna sepanjang malam sebelum ia tidur Baekhyun terus meminta ini-itu . Dan sekarang mereka jauh-jauh pergi ke kedai yang jaraknya cukup jauh, bahkan butuh waktu hampir 45 menit untuk ke kedai ini, hingga mengganggu tidur orang lain hanya untuk satu suap ice cream ? Baekhyun mengerjainya ?
"ayo kita pulang Chan . Terimakasih ice cream nya Paman, ice cream mu yang terbaik di seluruh dunia" ucap Baekhyun sambil mengangkat kedua tangannya ke udara layaknya anak kecil .
"terimakasih" ucap Paman Cho si pemilik kedai sambil tersenyum gemas di wajah tuanya dengan tingkah Baekhyun .
"ayo Chan" ajak Baekhyun yang langsung meluncur menuju mobil mereka .
"terimakasih untuk ice cream nya Paman dan maaf sudah membangunkanmu malam-malam begini . Hulf~ bahkan dia hanya memakan satu suap" Chanyeol menghela nafasnya berat, merasa lelah juga tidak enak, karna tindakan Baekhyun yang di rasa kurang sopan .
"tidak masalah, nak . Dulu saat istriku hamil pun dia bersikap seperti istrimu, semua orang hamil memang seperti itu, kau hanya perlu memakluminya . Ah~ aku jadi teringat istriku" ucap Paman Cho sambil menepuk bahu Chanyeol memberi semangat dan tersenyum hangat khas seorang ayah yang memberi dukungan moril pada anaknya .
"terimakasih Paman . Saya permisi, salam untuk istrimu" Chanyeol membungkuk sopan memberi salam, lalu ia menyusul si puppy yang sudah berada di mobil .
Saat sampai di mobil ternyata si puppy sudah terlelap, Chanyeol tersenyum melihat wajah polos si puppy, terasa damai dan tenang tanpa dosa . Chanyeol mengecup pucuk kepala Baekhyun sayang . Setelah ini ia yakin akan ada hal-hal yang tidak masuk akal yang akan di minta si puppy, jadi Chanyeol harus mempersiapkannya .
"oek~ oek~" terdengar suara seseorang memuntahkan isi perutnya di iringi air keran yang mulai bergemericik .
Chanyeol membuka matanya cepat, kaget . Saat melirik jam ternyata ini sudah pukul 8, dengan sigap ia berlari meluncur menuju sumber suara . Benar saja Baekhyun tengah mengeluarkan isi perutnya disana . Chanyeol sudah berdiri di belakang Baekhyun sambil memijat tengkuk si mungil agar dia merasa lebih baik . Chanyeol meruntuk dirinya sendiri, dengan bodoh ia bangun kesiangan . Wajar saja sebenarnya, ia sangat lelah berkendar dari kedai Paman Cho kerumah cukup menguras tenaganya, dan ia baru tidur 1 atau 2 jam mungkin .
"apa sudah lebih baik ?" tanya Chanyeol setalah si puppy sudah tidak mengeluarkan isi perutnya lagi . Baekhyun mengangguk lemah . Dengan sayang Chanyeol memapah tubuh ringkih Baekhyun untuk kembali berbaring di kasur mereka .
Ini yang selalu Baekhyun lakukan setiap pagi, mengeluarkan isi perut yang bahkan isinya hanya air saja . Sejak awal kehamilan Baekhyun mengalami Morning sickness, membuat tubuhnya yang tadinya berisi lama-lama mulai menyusut karna Baekhyun sama sekali tak mau makan, sekalinya mau pun ini hanya satu-dua suap saja, setelahnya ia akan memuntahkannya lagi . Menurut dokter itu wajar di alami seseorang yang tengah hamil di awal-awal, tapi tetap saja Chanyeol khawatir .
Chanyeol sudah membawa segelas susu hamil dan beberapa potong buah dan roti untuk sarapan si mungil, juga vitamin kehamilan untuk Baekhyun . Si mungil tengah berbaring dengan wajah pucat .
"sarapan dulu ya sayang" ucap Chanyeol sambil meletakan nampan sarapan yang ia bawa di meja kecil yang sudah ia letakan di kasur .
"aku tidak ingin makan Chan" ucap Baekhyun dengan suara pelan . Rasanya Chanyeol tak tega sekali melihatnya .
"tapi kau harus sarapan Bee . Setidaknya satu gigit saja . Atau kau ingin makan sesuatu biar ku buatkan" ucap Chanyeol perhatian .
Tiba-tiba Baekhyun menangis, Chanyeol dengan sigap duduk di samping Baekhyun lalu dengan sayang memeluk si kecil, mengusap lembut kepala bayi besarnya itu sambil menciumi pucuk kepala si kecil . Hormon kehamilan Baekhyun benar-benar memengaruhi sikapnya, mood nya benar-benar bisa berubah dalam hitungan detik, ia bisa secara tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas . Jujur saja Chanyeol merutuk atas kehamilan Baekhyun, bukan ia tak senang, tentu saja ia sangat bahagia, hanya saja jika harus menyiksa Baekhyun seperti ini, Chanyeol rela tidak memiliki anak sama sekali .
Baekhyun sendiri tak mengerti dengan sikapnya sejak kehamilannya, dulu ia memang orang yang suka merengek tapi tidak sampai seperti ini . Ia juga jadi berubah super cengeng, dulu ia memang sering menangis tapi ia menangis dengan alasan yang jelas, tidak seperti sekarang ini, secara tiba-tiba perasaannya begitu sedih dan ia ingin sekali menangis . Baekhyun tidak tau jika hamil akan seperti ini . Beruntung ia memiliki Chanyeol disisinya .
"maafkan aku" lirih Baekhyun sesenggukan .
"untuk apa ?" tanya Chanyeol bingung, seingatnya Baekhyun tak melakukan kesalahan apapun .
"maaf aku sering menyusahkanmu, aku sering merajuk dan bersikap menyebalkan" ucap Baekhyun sambil memeluk Chanyeol .
Chanyeol justru terkikik pelan di ciumnya kening si puppy . Jika hanya karna hal itu, Chanyeol rasa Baekhyun tak harus meminta maafnya . Jujur saja sikap menyebalkan Baekhyun sudah ada jauh sebelum dia hamil . Dan Chanyeol tak mempermasalahkannya, justru ia menyukainya walau kadang membuat kepalanya sakit, tapi Chanyeol benar-benar menyukainya . Ia lebih menyukai sikap menyebalkan Baekhyun yang sering merajuk dari pada ia harus bersikap mandiri, karna saat si kecil merajuk ia merasa di butuhkan .
"aku tak mempermasalahkannya sayang . Aku tau kau pasti sangat kesulitan kan . Aku justru ingin berterimakasih padamu sudah mau menyusahkan dirimu hanya untuk hamil, terimakasih" ucap Chanyeol sambil mengecup bibir straeberry Baekhyun sekilas . Si mungil tersenyum senang, moodnya seolah kembali membaik .
"sekarang kau minum susu mu oke . Jika kau tak ingin makan tak apa, tapi tidakkah kau kasihan dengan Aeri ? dia hanya bisa makan darimu ?" ucap Chanyeol .
"Aeri ?" tanya Baekhyun bingung . Siapa dia ?
"baby kita . Aeri . Aegy" ucap Chanyeol, senyum langsung terkembang di bibir Baekhyun .
"nama yang indah" ucap Baekhyun .
"bagaimana ? sekarang kau mau makan ? sedikiiitt saja ya, setidaknya habiskan susumu dan minum vitamin nya, oke" Chanyeol berujar benar-benar sabar, salah-salah si puppy bisa menangis lagi .
Tanpa berucap Baekhyun langsung melahap makanan yang Chanyeol bawa tak semua habis, hanya susu yang ia habiskan selebihnya hanya satu dua gigitan saja, karna rasa mualnya kembali menyerang . Setidaknya perutnya tak benar-benar kosong .
"annyeong noona" sapa Baekhyun sumringah saat meluncur masuk ke ruangan bernuansa putih khas bau obat-obatan .
"annyeong Baekhyun" ucap wanita cantik terkesan maskulin dengan rambut pendek sebahu, berjas putih dengan stetoskop yang tergantung di lehernya . Dengan senyum yang terukir di bibirnya .
"hallo Kim" ucap Chanyeol yang baru muncul di belakang Baekhyun .
"hallo Park" sapa balik sang wanita . Dia adalah Kim Taeyeon dokter kandungan pribadi Baekhyun, dan dia adalah sahabat baik Chanyeol .
Baekhyun dan Chanyeol sekarang sedang berada di rumah sakit . Hal yang sudah beberapa kali mereka lakukan dalam beberapa bulan belakangan ini untuk sekedar memeriksakan kehamilan Baekhyun .
"bagaimana kabarmu hari ini, Baekkie ?" sang dokter kandungan bertanya dengan nada yang di buat lucu seolah sedang bicara dengan anak berusia 5 tahun . Karna nyatanya Baekhyun memang sangat menggemaskan seperti anak kecil .
"tidak terlalu baik noona, pagi ini aku kembai muntah, rasanya tidak enak sekali" ucap Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya, sang dokter di buat gemas karna tingkah Baekhyun .
"dan dia juga kehilangan berat badannya, Kim" kali ini Chanyeol yang berujar dengan nada khawatir yang sangat kentara .
"sebenarnya Morning sickness itu hal yang biasa terjadi di trimestri pertama kehamilan, hampir semua orang hamil di dunia ini mengalaminya, walau ada yang tidak tapi tidak jarang hal itu terjadi bahkan sampai melahirkan" jelas sang dokter berusia 30 tahunan itu .
"apa kau meminum semua obatmu dengan baik ?" tanya Taeyeon pada Baekhyun .
"mmm, itu ... Hehehe aku jarang meminumnya" ucap Baekhyun yang terlihat gelagapan seperti anak kecil yang kedapatan Ibunya berbohong .
"kau harus meminumnya, Baek . Selain itu untuk kebaikanmu, itu juga baik untuk bayi mu, kau tak ingin ia tak tumbuh sehat kan ?" tanya dokter perawakan mungil itu .
"tidak noona" ucap Baekhyun sambil menggelengkan kepalanya persis anak kecil yang merasa bersalah .
"aku tau pasti rasanya pahitkan ?" Baekhyun mengangguk meng'iya'kan karna memang rasanya yang benar-benar pahit . "tak apa jika kau tak meminum obat pereda mual mu, tapi jangan lewatkan susu dan vitaminmu, juga makananmu . Ingat saat ini ada makhluk yang hidup di dalam tubuhmu yang perlu kau kasih makan" ucap Taeyeon panjang lebar, persis seorang Ibu yang sedang menasehati anaknya .
"iya noona" ucap Baekhyun patuh .
"dan kau Telinga Besar, kau harus mengontrol dan mengawasi pola makan Baekhyun, saat ini hindari ia makan cepat saji dan yang mengandung banyak pengawet, dan ingatkan ia agar minum vitamin dan susunya" Chanyeol memutar bola matanya saat tau yang di maksud telinga besar adalah dia, Taeyeon tak pernah berubah selalu memanggilnya telinga besar .
"iisshh, tentu saja hal itu sudah ku lakukan, Taengo" dengus Chanyeol dan di sambut kikikan Taeyeon dan Baekhyun, Chanyeol sangat sebal saat ada yang memanggilnya Telinga besar .
"tenang saja Morning sickness hanya terjadi di trimestri kehamilan setelah ini, semua akan kembali normal, bahkan mungkin nafsu makanmu akan bertambah berkali-kali lipat, kau siap-siaplah untuk menurutinya, Park" ucap Taeyeon dan di balas anggukan malas Chanyeol karna Chanyeol tau Taeyeon sedang meledeknya .
"dan sekarang ayo kita lihat bayi mu" ucap Taeyeon sambil menyibak gorden pembatas, dan sudah terlihat ada sebuah monitor untuk melihat keadaan bayi Baekhyun dan Chanyeol . Baekhyun pun berjalan menuju tempat tidur dan ia berbaring disana .
"kau tak ingin melihatnya juga ?" tanya Taeyeon pada Chanyeol yang masih terduduk di bangku nya . dan pria jangkung itu pun menyusul .
"sakit apa Kasper ? aku tak tau dia sakit ?" tanya Chanyeol setelah pemeriksaan Baekhyun selesai .
Baekhyun sudah meluncur meninggalkan Chanyeol menuju ruang inap Kasper saat Taeyeon memberi tahu jika Kasper sedang di rawat di rumah sakit ini . Sejak Baekhyun bertunangan dengan Chanyeol, si pria besar itu benar-benar mendekatkannya dengan Kasper agar si puppy tak berpikir yang macam-macam dengannya terus-menerus dan siapa sangka ternyata mereka menjadi teman baik sekarang .
"asam lambungnya naik, semalam dia di bawa kekasihnya" jelas Taeyeon .
"bocah itu memang susah sekali di beritahu" ucap Chanyeol, ia tau betul bagaimana Kasper .
"aku sudah tak heran lagi jika dia seperti itu" tambah Taeyeon .
Chanyeol dan Taeyeon adalah sahabat dekat sejak Chanyeol menjadi Trainee sebagai komposer di SM . Kasper mengenal Taeyeon lebih dulu, saat itu Taeyeon sudah menjadi Trainee di sana untuk di jadikan idol, namun sayang di tengah perjalanannya ia berhenti, ia memilih masa depan yang akan membuatnya bahagia selamanya ketimbang mimpinya menjadi idol . Dan berkat Kasper mereka dekat dan berteman, bahkan hingga sekarang .
"bagaimana kabar Tiffany dan si kecil Chelsea ? kapan mereka kembali ke korea ? katakan padanya aku merindukannya" ucap Chanyeol .
Tiffany adalah istri Taeyeon . Dan Chelsea adalah buah hati mereka yang berusia 2 tahun . Sama seperti Baekhyun yang mundur dari mimpinya, Taeyeon juga melakukan hal yang sama saat ia bertemu Tiffany ketika masa Trainee nya . Dan mereka memilih untuk menjadi dokter . Walau sekarang Tiffany lebih sering aktif sebagai desiner .
"mereka berdua baik, mungkin akhir tahun ini mereka akan kembali, berkas luar negeri Chelsea belum selesai dan Tiff juga masih ada beberapa kerjaan . Aku akan katakan nanti padanya" ucap Taeyeon sambil tersenyum .
"sudah berapa lama kau menahan hasratmu untuk tidak memasuki Baekhyun ?" tanya Taeyeon dengan nada mengejek, mereka sedang berdua di ruangan ini, jadi seperti biasa tak akan menjaga image dan akan bersikap prontal .
Chanyeol mengerutkan dahinya, bingung .
"aku tau kau pasti sudah lama sekali tidak melakukannya iyakan, aahh kasihan sekali temanku ini pasti lelah bermain sendiri" ejek Taeyeon semakin menjadi . Chanyeol membulatkan matanya yang sudah besar, mengerti maksud perkataan Taeyeon .
"aish, sial kau !!" dengus Chanyeol kesal, karna yang Taeyeon katakan benar adanya . Sejak mengetahui Baekhyun hamil Chanyeol tak lagi bercinta dengan Baekhyun, itu berarti sudah lebih dari satu bulan, dan jujur saja Chanyeol sangat tersiksa saat hasratnya bergejolak .
"hahahaha" tawa Taeyeon pecah, ia benar-benar senang melihat temannya menderita .
"aish, berhenti tertawa, lagi pula jangan sok tau jika aku tak melakukannya dengan Baekhyun" dengus Chanyeol lagi .
"terlihat jelas bodoh dari wajahmu itu" ucap Taeyeon masih tertawa .
"ck, sial . Tapi, benar yang kau katakan kau tau aku sangat menderita" ucap Chanyeol berubah sendu . Dan itu semakin membuat Taeyeon terpingkal-pingkal .
"dasar bodoh, Baekhyun memang hamil tapi bukan berarti kau tak bisa bercinta dengannya" ucap Taeyeon sudah menetralkan nafasnya akibat tertawa .
"maksudmu ?" tanya Chanyeol tak mengerti .
"dasar bodoh hal seperti ini saja tak tau" decap Taeyeon sahabatnya memang sedikit bodoh .
"mana aku tau" kesal Chanyeol, ia tak memiliki pengalaman apapun tentang orang hamil, ia benar-benar buta, dan ia tak sempat mencari tau di internet karna hari-harinya sibuk dengan Baekhyun .
"Baekhyun memang hamil, dan dia harus menjaga kandungannya, dan bercinta di awal kehamilan memang sedikit beresiko, tapi kehamilan Baekhyun sudah menginjak bulan ketiga, dan sejauh ini ia sehat, walau berat badannya sedikit turun itu karna morning sickness dan hormonnya yang belum stabil tapi secara keseluruhan ia dalam keadaan sehat, jadi tak masalah jika kau bercinta denganya" jelas Taeyeon panjang lebar, Chanyeol hanya menganga mendengar penjelasan Taeyeon . Selama ini ia sangat takut untuk menyentuh Baekhyun karna ia takut mencelakakan bayinya terlebih Baekhyun yang selalu menolak dengan alasan yang sama takut terjadi hal yang buruk dengan bayinya, mengingat permainan Chanyeol yang sangat kasar dan menguras tenaga .
"jadi kami bisa bercinta ?" tanya Chanyeol sumringah .
"dasar byuntae !!" dengus Taeyeon sambil memutar bola matanya malas . "tapi ingat kalian memang bisa bercinta tapi bukan berarti kau bisa bermain kasar dan kau melakukannya seperti biasa, cukup 1 kali dalam seminggu saja, kau juga harus melakukannya dengan sangat hati-hati, dan kusarankan posisikan Baekhyun di atas agar kau tak menindihnya" ucap Taeyeon memberi saran, sebenarnya ia ingin mengerjai Chanyeol agar ia menahan hasratnya sendiri pasti sangat menderita, tapi ia juga tak tega dengan sahabatnya terlebih bercinta saat kehamilan baik untuk si ibu dan si jabang bayi .
"Chaann~ yeoolll~ aahhh~ aahhh~" "Bee, kaauuu~ sempphhiittthhh~ sekkallii~" suara desahan mengudara ke penjuru ruangan kamar tidur Chanyeol dan Baekhyun, mereka sedang melakukan pergulatan hebat mereka, menyalurkan hasrat yang cukup lama mereka tahan hampir 1 bulan lebih .
Baekhyun berada di atas Chanyeol, uke on top, Chanyeol sedikit bersandar di sandaran tempat tidur agar posisi Baekhyun nyaman serta perutnya tak akan terhimpit, tangannya berada di pinggang Baekhyun menggerakan pinggul si mungil agar memasukan miliknya lebih dalam .
Hari ini mereka bercinta cukup lama, walau tak selama biasanya tapi cukup melepas hasrat mereka . Setelah Taeyeon mengatakan jika mereka boleh bercinta Chanyeol langsung mengajak Baekhyun untuk melakukannya, tentu saja Baekhyun menolak awalnya karna ia tak tau jika bercinta dalam keadaan hamil di perbolehkan . Bahkan ia menghubungi Taeyeon untuk memastikan apa ucapan Chanyeol benar atau tidak . Dan saat Taeyeon mengatakan boleh, maka Baekhyun pun tak menolak untuk bercinta, jujur saja hasratnya untuk bercinta dengan Chanyeol menggebu-gebu berkali-kali lipat, terlebih setiap kali ia melihat gundukan itu, ia merasa mau mati menahan hasratnya yang ia tahan karna kehamilannya dan saat mendapat lampu hijau ia tak menyia-nyiakannya .
"mmmppphhh~" ciuman kembali terjadi bibir mereka kembali menaut dengan lidah yang terus berperang hebat . Tangan Chanyeol tak tinggal diam untuk tidak memilin puting Baekhyun yang mengeras, terlebih payudara Baekhyun terlihat sedikit membesar .
Baekhyun meremas rambut Chanyeol kuat, ia tak tau harus menyatakan betapa ia menikmati percintaannya kali ini . Chanyeol terus memompa Baekhyun dengan tangan yang satunya ia gunakan untuk memanjakan junior si kecil .
"Chaaannn~ akuuhhh~ iingggiiinnhhh~ sampphhaaiii~ aahhh~" ucap Baekhyun di sela-sela desahannya, ia akan melakukan pelepasannya .
"bersama Bee" ucap Chanyeol . Dan di tusukan ketiga Chanyeol memuntahkan spermanya di dalam rahim Baekhyun dan begitu pun Baekhyun yang menyemprotkan spermanya .
Chanyeol memeluk Baekhyun tidak terlalu erat . Di kecupi wajah lelah si mungil .
"kau hebat" puji Chanyeol lalu mengecup sekilas bibir mungil itu .
"kau juga" balas si puppy .
Mereka tengah berbaring setelah pergulatan mereka, Baekhyun seperti biasa selalu menyandarkan tubuhnya pada kasur hidupnya, dada bidang Chanyeol . Chanyeol mengusap lembut perut Baekhyun .
Kehamilan Baekhyun sudah menginjak bulan ke 6, dan benar yang Taeyeon katakan setelah masa trimestri nya pola makan Baekhyun mulai bertambah bahkan tubuhnya sudah berisi . Nafsu makan Baekhyun berambah bekali-kali lipat bahkan Chanyeol kadang merasa kewalahan karna si puppy yang tak pernah berhenti merengek untuk meminta makanan yang dia mau, dia tak berhenti untuk makan, dia hanya akan berhenti ketika ia tertidur .
Hari ini adalah jadwal Baekhyun memeriksakan kandungannya . Sebenarnya tanpa di jadwalkan pun kadang Baekhyun dan Chanyeol datang menemui Taeyeon hanya untuk menanyakan hal yang sebenarnya tidak penting sama sekali . Pernah Baekhyun datang sambil menangis, dan Chanyeol yang ikut menangis juga karna Baekhyun ketakutan bayi nya tak bergerak . Sebenarnya itu karna Baekhyun yang malas dan jarang bergerak, bayinya pun jadi malas dan jarang bergerak .
Dan hari ini Baekhyun akan melakukan USG untuk memeriksakan kesehatan 'Aeri' bayi dalam kandungannya . Chanyeol menangis terharu kala melihat jari-jari kecil bayinya . Merasa takjub luar biasa . Baik Baekhyun dan Chanyeol sepakat untuk tidak mau mengetahui jenis kelamin anak mereka . Mereka menerima apapun yang Tuhan titipkan, toh dia adalah buah cinta Chanyeol dan Baekhyun . Jadi apa yang perlu di permasalahkan .
"noona apa aku bisa melahirkan secara normal ?" tanya Baekhyun setelah menyelasaikan serangkaian pemeriksaannya . Pertanyaan itu sontak membuat Chanyeol memandang si puppy dengan dahi yang mengerut, bingung . Baekhyun ingin melahirkan secara normal ?
"kenapa ?" tanya Taeyeon bingung .
"aku ingin melahirkan secara normal" ucap si puppy .
"apa kalian sering bercinta ?" tanya Taeyeon tiba-tiba . Sontak saja Chanyeol dan Baekhyun langsung menatap Taeyeon dengan mata yang hampir keluar sedang yang melontarkan pertanyaan terlihat santai dengan pertanyaannya . Si puppy sudah menunduk dengan wajah yang merah padam karna malu, sedang Chanyeol memelototkan matanya yang besar .
"ck, Taengo mengapa kau mempertanyakan pertanyaan seperti itu, eoh" kesal Chanyeol, sebenarnya bukan kesal tapi lebih ke malu . karna nyatanya mereka memang sering bercinta .
"kenapa ? aku kan hanya bertanya apa kalian sering bercinta ?" ucap Taeyeon seperti tak bersalah .
"noonaaa" rengek si puppy malu .
"ck, tak adakah pertanyaan lain" ucap Chanyeol sambil memutar matanya malas .
"ck, kalian ini, aku bertanya karna Baekhyun ingin melahirkan secara normalkan, jadi aku bertanya apa kalian sering bercinta ?" ucapnya lagi semakin membuat si puppy malu .
"apa hubungannya, Taengo" kesal Chanyeol karna Taeyeon terus bertanya seperti itu, tidakkah dia tau sekarang dia sangat malu .
"hah~" hela nafas Taeyeon "dengar, jika Baekhyun ingin melahirkan secara normal, kalian setidaknya harus sering bercinta, tidak setiap hari tapi setidaknya 1 minggu sekali . Bercinta saat seorang mengandung itu bagus selain untuk meredakan stess si ibu, baik juga untuk si bayi, dan untuk persalinan itu bagus untuk jalan keluar si bayi lebih mudah" tutur Taeyeon menjelaskan .
Taeyeon sedikit tersentak saat Baekhyun melontakan ingin melahirkan secara normal, pasalnya kelahiran normal pada pria jarang sekali, biasanya para pria hamil akan memilih melahirkan secara caesar, mengingat melahirkan secara normal cukup beresiko .
"melahirkan secara normal pada pria jarang sekali di temui, biasanya mereka memilih untuk caesar" jelas Taeyeon lagi .
"apa tidak bisa pria melahirkan secara normal ?" tanya Baekhyun dengan wajah terlihat sedih, karna feelingnya melahirkan secara normal tidak akan Taeyeon anjurkan .
TBC
Hai, kembali lagi sama Chanbaek di maljum ini :D minta review nya ya guys, suka ga suka harus review heheheheh
Part 2 nya bakal aku publis nanti malam minggu kalo ga berhalangan dan tergantung review kalian hehehe ga ding .
See ya~
And
Pyong~ :D
