Disclaimer Naruto belongs to Masashi Kishimoto
And High School DxD belongs to Ichiei Ishibumi
Story by shirayuki-su
Rate T (maybe)
Warning : Au, OOC, tipo dll
"The Slayer"
Chapter 3
Naruto Argento terbangun dengan kepala pusing. Hal pertama yang ia sadari adalah keadaan kamarnya yang gelap gulita. Ia melirik pada jendela yang sedikit memancarkan cahaya. Langit sudah memberikan cahayanya lagi. Ia mengedarkan pandangannya berusaha mencari petunjuk sekarang jam berapa, Ah Naruto baru ingat ia baru pindah kemarin malam dan rumah ini masih kosong jadi jam pun ia belum punya.
Dia mulai berjalan kearah pintu membuka nya lebar-lebar. Kemudian ia melihat seorang gadis berambut pirang cerah panjang berdiri disana. Mata hijau gadis itu menatap nya dengan khawatir.
"Ada apa Asia?"
Asia tidak menjawab hanya melangkah maju dan memeluk tubuh pria dihadapannya. Wajah gadis itu dibenamkan pada dada Naruto, suara isakan kecil terdengar jika kau menajamkan pendengaranmu.
Naruto menganggkat tangannya mengelus lembut rambut gadis itu dengan sayang. Ia memaklumi rasa takut Asia, tapi hal seperti ini harus terjadi cepat atau lambat. Pemilik dari Sacred Gear pasti akan bersinggungan dengan dunia supranatural, dan Naruto dengan segala kekuatannya akan melindungi Asia.
"Tenang saja Asia aku pasti akan melindungimu"
Pemilik Twilight Healing itu mengganguk pelan.
"Jadi sekarang bisa lepaskan aku"
Asia yang mendengarnya perlahan melepas pelukannya, melangkah mundur dengan wajah yang tertunduk.
"Sekarang lebih baik kita mencari makan"
"Hm"
Naruto tersenyum melihat anggukan gadis tersebut, ia dengan cepat membawa kedua nya keluar rumah.
Disepanjang perjalanan keduannya menyaksikan berbagai remaja yang mengenakan pakaian serupa, sebuah kemeja berwarna putih dan blazer hitam dan sebuah logo yang Naruto yakini sebagai logo sekolah. Asia yang memandang mereka dengan tatapan tertarik, selama ini dia tidak pernah tahu bagaimana rasanya bersekolah pada umumnya. Ia selalu belajar bersama anak-anak di gereja dan sesekali ia belajar dengan Teeresa dan Maria.
Naruto yang melihat tatapan Asia tersenyum maklum, ia juga menyadari sedikit keinginan dari gadis tersebut. Meski Asia tidak menunjukkan keinginan egois dirinya tapi ia dan semua orang di gereja sadar akan hal itu. Dia menepuk pelan bahu gadis itu dan berkata.
"Asia apa kau ingin merasakan bagaimana bersekolah seperti pada umumnya dan memiliki teman yang sebaya denganmu"
Asia mengangguk pelan
"Baiklah jika itu keinginanmu, Nii-chan mu ini akan berusaha melakukannya yang terbaik"
"T-tapi Naruto-niichan"
"Tenang saja aku pasti akan melakukannya yang terbaik, tapi kau harus berjanji tidak membangunkanku jika ingin kekamar mandi dimalam hari"
"Nii-chan!"
"Hehehe..! yang lebih penting sekarang kita harus mengisi perut dulu"
"Hmm"
Naruto tersenyum lebar dengan tangan kanan yang menggandeng Asia. Beberapa pejalan kaki yang melihatnya ia hiraukan tujuannya sekarang adalah mencari makan dan mengali informasi bagaimana membuat Asia menjadi seorang siswa sekolah.
The Slayer
Naruto duduk di sofa ruang tamu rumahnya sambil memandangi Asia yang tengah asyik melihat-lihat buku yang siang tadi ia belikan. Ia mengambil kopi diatas meja menyesapnya pelan, ia juga mengambil sebuah buku disamping kopi tersebut dan mulai membacanya. Buku yang dibacanya adalah buku tentang peraturan umum di negara tersebut, Naruto juga mendapati bahwa agar bisa menjadi siswa sekolah harus melalui beberapa tes. Ia mengembuskan nafas pelan, berpikir apa Asia bisa melewati tes tersebut tapi melihat subjek yang diujikan dan beberapa syarat lain ia bisa bernafas lega.
Dia membuka lembaran buku yang dipengangnya kesebuah halaman, mata shapire Naruto menyipit pelan melihat pada halaman tersebut tercantum sebuah gambar sekolah. Ia juga dapat melihat gambar dari beberapa siswa yang mengenakan pakaian yang dilihatnya siang tadi.
"Kuoh Academy"
"Nii-chan"
"Ah bukan apa-apa Asia, kau lanjutkan saja yang kau lakukan"
Dia tidak sadar mengatakan apa yang ada dipikirannya. Naruto melirik ke Asia yang kembali ke aktifitasnya semula dan mengembuskan nafas pelan.
'Di katakan disini bahwa sekolah ini memiliki peringkat yang baik dan sistem pengajaran yang profesional. Melihat denah lokasi sekolah Kuoh ini juga tidak terlalu jauh dari sini, jadi Asia hanya tinggal berjalan kesana. Dua tahun lalu dikhusus kan untuk perempuan dan sekarang juga dibuka untuk siswa laki-laki jadi melihat presentasi jumlah laki-laki dan perempuan aku bisa merasa aman. Tetapi aku tidak bisa lengah begitu saya, melihat kemarin kita harus berhadapan dengan Da-tenshi dan remaja kemarin juga beraura iblis. Sialan aku masih harus mendapatkan informasi, kalau seperti ini aku tidak tahu musuh yang akan dihadapi seperti apa. Asalkan lawan tidak setingkat dengan malaikat bersayap dua belas aku masih bisa menahannya meski kesempatan menang sangat tipis'
Naruto menyesap kopi nya sampai habis dan mendesah pelan.
'Andai saya kekuatanku bisa pulih dengan cepat, ini mengesalkan hanya memiliki setengah dari keseluruhan kekuatan yang kumiliki. Tapi aku bersyukur mendapatkan bantuan dari mu Sasuke dan kalian yang memberikan energi sihir kepadaku. Kalau menunggu pemulihan tubuhku sendiri akan memakan waktu lebih dari dua tahun dan itu waktu yang cukup lama. Aku harus mencari sumber sihir untuk bisa kuserap, apa aku harus mengunakannya agar bisa mengembalikan kondisiku lebih cepat. Tidak jika mengunakannya akan lebih membebani dan resiko yang ada lebih besar'
'Aku sangat berharap bisa menemukan seperti naga, pegasus, unicorn, phoenix sekarang karena mereka adalah hewan-hewan yang mengandung inti murni mana yang bisa dengan mudah aku serap. Berpikir seperti itu akan percuma sekarang, dari banyak buku yang kubaca mereka sekarang hanya menjadi makhluk dongeng dan legenda. Tetapi pasti mereka masih ada disuatu tempat bersembunyi sekarang'
"Ah aku melamun terlalu lama"
Dia menyadari bahwa ia terlalu lama berpikir sampai keluar dari subjek yang ia pikirkan. Naruto memandang Asia yang tertidur sekarang dengan kepala yang disandarkan dibantaran sofa dan tangan memeluk sebuah buku, pakaian terusan berwarna putih terlihat kusut. Naruto tersenyum melihat gadis itu mengeluarkan dengkuran halus, ia menutup buku ditangannya dan meletakkannya dimeja.
Kedua tangan itu menyentuh belakang leher dan tungkai kaki membawa tubuh gadis itu ke arah kamar. Naruto membaringkan dengan lembut dan tidak lupa mengecup kening Asia sebelum keluar.
"Sekarang sudah waktunya melihat seperti apa kota ini"
Kata Naruto mengambil coat coklatnya dan melangkah keluar rumah, ia tidak lupa memasang kekkai.
"Jadi kemana aku harus pergi sekarang?"
Sebuah aura samar terasa oleh Naruto, ia dengan cepat mengalihkan pandangan kesumber aura.
"Kurasa jawabannya adalah kesana"
Naruto melesat kearah aura yang ia rasakan, kecepatan yang begitu cepat bagi mata orang biasa.
The Slayer
Sebuah gedung yang tidak terpakai di daerah luar kota dengan rumput tinggi mengelilingi bangunan tersebut. Gelapnya daerah itu memberikan kesan menyerampan, sesekali terdengar suara yang membuat bulu kuduk berdiri. Malam dengan bulan yang tertutupi menyulitkan pandangan mata. Beberapa siluet memasuki gedung tersebut seolah tidak terganggu oleh kegelapan.
Tiba-tiba suara raungan mengema bersamaan dengan ledakan yang memekakan telinga. Dari gelapnya bayang-bayang, sesuatu muncul. Tubuh bagian atas adalah seorang wanita dan bagian bawah raksaksa, dikedua tangannya memegang sebuah tombak panjang. Tubuh bagian bawah memiliki empat kaki beserta cakar yang tajam, dan ekor bagaikan ular mengikas kesana kemari.
Lima siluet itu tidak gentar melihat makhluk tersebut. Siluet yang paling depan memberikan perintah pada yang lain dan mulai menyerang makhluk tersebut.
Trang
Trang
Trang
Suara benda tajam yang berbenturan menggema, kilatan-kilatan bunga api terpancar dari sana. Siluet pemegang pedang itu melancarkan serangan lagi dan lagi, tapi makhluk tersebut menangkis dan menyerang dengan tombak dan cakar dikakinya.
Tidak sampai disitu kilatan-kilatan petir berwarna kuning sekarang mulai terlihat. Pemilik dari petir itu mengarahkan pada makhluk tersebut, suara geraman rasa sakit dari sana terdengar jelas. Dia yang melihat itu menambah intensitas serangannya berusaha menghancurkan makhluk tersebut.
Naruto yang melihat dari balik jendela memasang wajah datar, ia dengan cepat menyimpulkan bahwa mereka semua disana iblis. Naruto juga mendapati pemuda yang membantunya berada disana, terdiam saat rekan-rekannya menghabisi makhluk tersebut.
Mata Slayer itu menatap tertarik pada energi yang dikeluarkan gadis berambut merah disana, energi hitam kemerahaan yang ia tahu pasti apa itu. Kekuatan yang dulu pernah ia lawan dalam peperangan, yang hanya dimiliki bangsa iblis dari clan Bael Power of Destruction.
'Jadi mereka berasal dari clan Bael, tapi kenapa mereka mengancurkan jenis mereka sendiri dan juga bagaimana makhluk yang dulu bukan iblis bisa menjadi iblis'
Naruto dapat merasakan bahwa hanya gadis berambut merah yang murni iblis dan sisanya memiliki aura yang bercampur dalam satu tubuh. Tetapi aura yang menyelubungi mereka adalah aura iblis, itu yang membuat Naruto berspekulasi seperti itu. Jika keturunan iblis dan makhluk lain maka salah satu yang akan dominan dan yang lain akan bercampur dan jika kedua nya dominan maka kedua energi tersebut akan menjadi satu. Tapi mereka berbeda dan Naruto pun kesulitan untuk menjelaskannya.
'Gadis dengan rambut hitam panjang itu dalam dirinya aku dapat mengenali aura dari Da-Tenshi, Pemuda berpedang itu juga memiliki aura dari Sacred Gear dan gadis kecil itu terasa seperti Youkai, kalau pemuda coklat itu aku sudah mengenali aura naga darinya. Dan yang murni hanya gadis berambut merah tersebut, aura iblis dari tubuhnya benar-benar murni'
'Seperti yang kuduga bahwa sekolah yang aku baca tadi ada makhluk supranatural disana, lihat itu seragam yang dipakai mereka sama dengan digambar. Hah apa yang harus aku lakukan, melihat lagi profil dari kota ini yang paling dekat hanya Academy Kuoh dan sekolah yang lain berada cukup jauh. Tetapi jika aku biarkan Asia bersekolah disitu akan jadi masalah, tapi aku harus juga mengenalkan dunia supranatural pada Asia karena dia juga pasti akan berurusan dengan mereka dan disekolah itu Asia bisa mendapatkan pengetahuan dan teman sebaya. AHHH AKU BINGUNG'
Lamunan Naruto berhenti saat merasakan aura mereka sudah akan menghilang, ia juga menyaksikan sebuah lingkaran sihir yang membawa mereka pergi dari tempat tersebut.
Naruto yang merasa tidak ada gunannya disitu, melompat dan menghilang dalam bayang-bayang malam. Sosok-nya dengan cepat terlihat berdiri diatap sebuah gedung, ia memandang bulan diatasnya dengan datar. Sesekali angin menerpa dan mengibarkan coat-nya, Naruto sekarang benar-benar merasakan perbedaan yang besar di masa ia sebelum tertidur dan setelah bangun. Banyak yang ia tidak mengerti, tapi itu juga membuat ia makin tertarik.
"Aku tidak tahu apa yang telah terjadi selama aku tidur tapi kupastikan aku akan mencari tahu"
Kata Naruto sembari menikmati angin malam yang dingin
"Apa kabar dengan fraksi-fraksi sekarang, siapa yang sekarang memimpin fraksi malaikat, iblis dan malaikat jatuh sejak kejatuhan pemimpin mereka pada peperangan aku jadi ingin tahu"
The Slayer
Naruto dan Asia keluar dengan sebuah amplop besar ditangan, mereka baru saja menyelesaikan administrasi dikota tersebut. Meski agak merepotkan tapi hal seperti itu dibutuhkan untuk tinggal di kota ini. Dan kenapa Naruto tidak kembali ke Eropa dimana gereja yang dulu ia tinggali berada disana? Ia pasti menjawab bahwa itu akan sangat beresiko tinggi. Dimana jika Naruto melakukannya dalang dari surat tersebut akan menargetkan gereja karena pemilik Twilight Healing kembali dan resiko terlukanya bagi pengguni gereja akan menjadi lebih besar, ia juga sudah menghubungi Teressa dan sudah memikirkan jalan yang terbaik. Menurut Naruto Asia akan lebih aman berada bersamanya dan juga lebih baik mengetahui siapa dalang dari masalah ini dan menyelesaikannya sebelum kembali.
"Naruto-niichan apa Asia akan benar-benar bersekolah disana"
Asia berkata dengan wajah penuh harap
"Iya tenang saja Asia, serahkan semua pada Nii-chan mu ini"
"Terima kasih, Naruto-niichan"
"Tidak perlu berterima kasih karena kau adalah adikku, itu sudah jadi tugas kakak untuk melakukannya"
Asia mengganguk senang
"Jadi sekarang kita akan kemana, langsung melihat sekolah yang akan kau tempati atau kembali kerumah, atau juga mencari makan"
"Terserah Nii-chan"
"Hehehe kalau begitu kita lihat dulu sekolah tersebut lalu mencari makan dan terus pulang"
Mereka berjalan beriringan dengan obrolan yang terus terjadi antar keduanya, sesekali terlihat Asia tertawa karena omongan Naruto. Bagi perjalan kaki yang melihat mereka bukan sebagai saudara tapi lebih ke kekasih, karena keintiman mereka berdua. Bahkan ibu-ibu yang melihat mereka tersenyum penuh arti yang dengan baiknya dihiraukan Naruto dan Asia.
Langkah kaki mereka pun akhirnya berhenti didepan sebuah gerbang yang cukup besar, sebuah lapangan luas dan bangunan besar disebrangnya. Tulisan besar Kuoh Academy di gerbang mengindikasi bahwa ini adalah tempat yang tepat. Naruto berjalan kearah gerbang yang tertutup tersebut, berusaha memanggil petugas disana.
Dengan alasan untuk melihat sekolah yang akan dimasuki adiknya petugas tersebut akhirnya membukakan gerbang. Naruto membalas lambaian tangan dari petugas itu dengan senyuman saat ia dan Asia mulai memasuki kawasan Kuoh Academy.
Pandangan siswa dari berbagai sudut sedikit membuat Naruto risih, ia yang saat ini mengenakan pakaian berupa kemeja gelap dan celana dengan warna yang sama memang memberikan kesan keren. Apalagi didukung dengan wajah tampan, yang membuat siswa perempuan Kuoh menjadi terpesona. Naruto juga memberikan aura dewasa yang menambah nilai positif akan dirinya.
Disampingnya Asia mengenakan sebuah blus dan cardigan. Rok dengan warna musim gugur juga ia kenakan, penampilan Asia saat ini benar-benar cocok.
Naruto menggengam tangan Asia dan membawa nya masuk kedalam gedung sekolah tersebut. Gedung tiga lantai itu ternyata lebih luas pikir Naruto saat ia memasukinya. Ia mulai berkeliling dengan santai menghiraukan siswa yang mengikuti mereka.
Dari pembicaraan dengan petugas penjaga gerbang bahwa kantor kepala sekolah berada dilantai tiga, jadi Naruto tidak bergegas kesana dan dengan santai mengelilingi lantai satu dan dua. Untuk ruangan yang lain ia berencana melihat setelah dari ruang kantor kepala sekolah.
Puas berkeliling Naruto dan Asia saat ini berdiri didepan pintu ruangan kepala sekolah, Naruto dengan tegas membuka pintu dihadapanya. Dan mendapati seorang pria duduk disana.
"Perkenalkan nama saya Naruto Argento dan disebelah saya adalah Asia Argento"
Naruto dengan cepat memperkenalkan dirinya dan Asia, berusaha sesopan mungkin dengan orang dihadapan mereka.
"Saya kepala sekolah Kuoh Academy dan ada keperluan apa anda berdua kemari"
Pria itu berbicara dengan nada datar tapi berwibawa
"Saya ingin mendaftarkan adik saya kesekolah ini, jadi silakan untuk melihat berkas-berkas nya terlebih dahulu"
Naruto memberikan sebuah amplop yang sebelumnya sudah ia persiapkan terlebih dahulu.
Pria itu menerima dan membuka nya perlahan, membaca setiap detail dari surat-surat disana. Tidak sampai lima menit ia sudah menyelesaikan membacanya, mengembalikan isi kembali kedalam amplop.
"Saya sudah membaca berkas-berkas nya, dan mendapati bahwa adik anda sebelumnya tidak mengikuti sekolah formal. Jadi bisa anda jelaskan sebabnya"
"Sebenarnya adik saya ini adalah seorang biarawati yang sejak kecil hidup di gereja jadi selama ini ia hanya mendapatkan pendidikan dari gereja dan tidak bisa mengikuti sekolah formal. Alasan kenapa sekarang mendaftakan diri ke sekolah formal itu karena keinginan dari adik saya sendiri"
"Melihat nilai dari tes yang sudah dia jalani, ia tidak akan kesulitan untuk mengikuti pelajaran yang diajarkan dan juga melihat kalian berdua yang seperti nya bukan dari negara ini, membuatku sedikit tertarik"
".."
"Jadi kuputuskan untuk menerima Asia Argento sebagai siswa di Kuoh Academy dan juga disini ada beberapa berkas dari Naruto Argento juga yang terselip, dan aku membaca nya tanpa sadar. Anda memiliki kemampuan dalam bahasa dan meski tidak ada ijazah resmi tapi itu tidak menutup kemumkina bahwa kemampuan anda tinggi. Jadi apakah anda menginginkan untuk menjadi guru disini, sebagai guru bahasa inggris"
Naruto hanya bisa menautkan alisnya bingung mendengar penuturan dari kepala sekolah Kuoh Academy tersebut. Tetapi melewatkan kesempatan seperti ini bukanlah sifat Naruto.
"Terima kasih atas tawaran nya, saya dengan senang hati akan menerimannya"
"Itu bagus dan tunggu sebentar"
Pria itu mengambil dua lembar kertas dari laci meja dan mulai menulis sesuatu disana.
"Ini adalah surat penerimaan bagi saudara Asia Argento dan kontrak kerja bagi saudara Naruto Argento"
Naruto menerima surat tersebut dan menunduk berterima kasih
"Terima kasih banyak"
Setelah menerima surat tersebut Naruto dan Asia keluar dari ruangan dan menuju ke lantai dua dimana ruang administrasi berada. Saat mereka keluar suara bell istirahat mengema di kawasan Kuoh Academy, dan banyak siswa yang berhamburan keluar. Naruto terpaksa harus mengela nafas saat menyadari di jalan yang dilewatinya penuh akan siswa.
"Naruto-niichan"
"Tenang saja Asia, mereka hanya sedikit tertarik pada kita dan juga kau harusnya tidak malu karena mungkin mereka akan menjadi temanmu nanti"
"Hmm"
Naruto mengengam tangan Asia dan membawanya berjalan. Suara-suara dari samping kiri dan kanannya ia hiraukan.
"Hei hei tampan apa kau sensei baru"
"Siapa namamu"
"Kau dari luar negeri ya?"
"Lihat lah kemari"
"Gadis itu apa siswa baru"
"Kyaaa dia imut banget"
Dan masih banyak lagi kata-kata yang diucapkan oleh siswa Kuoh Academy padanya, Naruto sampai tidak bisa membalasnya jadi ia akhirnya mengacuhkan saja. Asia yang disampingnya juga sempat membalas beberapa tapi karena pertanyaannya yang terus berdatangan akhirnya gadis itu kewalahan juga.
Mereka berdua akhirnya berhasil masuk ke ruang administrasi dilantai dua dengan perjuangan. Urusan administrasi dengan surat dari kepala sekolah tidak memakan waktu lama. Naruto dan Asia hanya perlu menunggu untuk sebuah seragam dan kartu siswa untuk Asia, dan beberapa buku materi untuk Naruto.
Setelah menerima hal tersebut Naruto dan Asia beranjak pulang, tapi sebelum itu mereka memastikan bahwa jam istirahat telah berakhir agar mereka tidak terjebak lagi.
The Slayer
Beberapa hari semenjak Naruto dan Asia mendapatkan surat tersebut, mereka mulai melakukan persiapan untuk memulai kehidupan di kota yang jauh dari rumah ini. Naruto sendiri dengan sigap mencari informasi beberapa hari terakhir, meski ia bisa merasakan Da-Tenshi yang ia ikat dengan darahnya masih belum bisa digunakan. Tetapi dengan keahlian dari masa lalu, ia masih bisa mencari beberapa informasi berharga.
"Hari ini cuacanya bagus. Iya kan Naruto-niichan?"
"Kau kelihatan senang sekali Asia"
"Hehe. Bagaimana tidak senang, hari ini kan hari pertama masuk kesekolah"
"Iya iya. Tapi ingat kan apa yang aku katakan"
"Iya Nii-chan. Pertama berusaha untuk tidak malu dan gugup didepan banyak orang. Kedua berteman dengan teman sekelas sebisa mungkin, menjawab pertanyaan mereka dan terakhir jika terjadi masalah yang tidak bisa ditanggani, gunakan ini untuk memanggil Naruto-niichan"
Asia berkata dengan senyum diwajahnya, ia juga menunjukan sebuah gelang di pergelangan tangan kiri. Sebuah gelang yang khusus dibuat Naruto, agar bisa mengetahui di mana lokasi Asia dengan cepat dan memilki fungsi panggilan.
"Bagus kalau Asia mengingatnya"
Mereka berjalan kesekolah dengan bahagia, Asia yang mengenakan segaram Kuoh Academy dan Naruto yang mengenakan kemeja putih dan celana gelap disampingnya. Tatapan para siswa yang berjalan searah dengan mereka penuh dengan rasa tertarik.
"Bukankah mereka yang kemarin itu?"
"Tidak mungkin... pria tampan itu akan ada disekolah bersama dengan kita?"
"Kyaaa aku jadi tidak sabar"
"Gadis disampingnya juga manis sekali"
"Apa mereka bersaudara?"
"Melihat kesamaan mereka kupikir mereka bersaudara"
Seperti itulah yang dibicarakan siswa disekitar mereka. Ya bagi yang melihat mereka berdua pembicaraan seperti itu sudah sangat biasa, melihat mereka begitu menawan.
Naruto dan Asia sampai disekolah sambil berbicara. Mereka berjalan kearah ruang guru terlebih dahulu, selang beberapa menit mereka keluar. Mereka dengan patuh menunggu dipintu ruang kelas, sampai seorang sensei memanggil mereka.
"Selamat pagi"
"Selamat pagi sensei"
Suara sensei yang masuk dan balasan dari siswa mengema dalam kelas
"Hari ini kita akan menerima siswa dan sensei baru dari luar negeri, aku harap kalian bisa berperilaku pada mereka dan mengenalkan peraturan sekolah ini"
Kelas menjadi sunyi sesaat kembali ribut mendengar ucapan sensei. Bisikan-bisikan dari berbagai sudut ruang kelas dapat didengar.
'Siswa dan sensei baru?"
Pikir Issei
Dua orang berambut sama memasuki kelas. Suara ribut makin terdengar saat siswa melihat wajah dari keduanya. Mereka kemudian membungkuk dan memberikan salam ke semua penghuni kelas. Keributan makin menjadi saat Naruto memberikan senyuman dan Asia yang menunduk malu. Mereka berdua bersamaan mengambil alat tulis dan perlahan menulis nama mereka, sebuah tulisan dengan huruf katakana. Setelah menyelesaikan itu, ia berbalik dan melihat seluruh penguni kelas dengan menyeluruh.
"Salam kenal. Nama saya Naruto Argento dan saya akan menjadi sensei baru mengajar bahasa inggris, jika ada pertanyaan mengenai pelajaran bisa bertanya langsung. Terima kasih" Naruto tersenyum untuk mengakhiri perkenalannya.
Suara teriakan perempuan makin menjadi melihat senyman menawan Naruto. Sensei harus dengan tegas mendiamkan siswa-siswa tersebut.
"Asia gilirannmu"
Asia mengangguk pelan
"Sal-am kenal. Nama sa-ya Asia Argento. Saya berharap bisa berteman dengan kalian semua. Terima kasih" Asia membungkuk dengan gugup
Issei yang berada dikelas tersebut, memandang gadis itu dengan berbinar. Ia tidak sadar mengeluarkan senyuman mesum.
The Slayer
Hari itu berakhir dengan damai, dengan Asia yang cepat beradaptasi dan mulai memiliki teman sekelas. Dan Naruto sendiri yang disibukkan dengan beberapa materi pembelajaran yang harus ia kuasai, hari pertama ini dia belum diperbolehkan mengajar sendiri. Naruto hanya mengikuti seorang sensei yang memberikan contoh cara mengajar padanya, meski hampir semua siswa perempuan dikelas yang ia masuki menaruh perhatian padanya. Ia hanya memberikan senyum pada mereka, tapi untuk beberapa siswa yang Slayer itu indikasi sebagai iblis Naruto beberapa kali merasakan dan bertanya sewajarnya pada mereka.
Di kelas tiga Naruto mendapati gadis berambut merah dan hitam yang ia lihat kemarin, dan mengetahui nama mereka adalah Rias Gremory dan Akeno Himejima. Naruto juga mendapati fakta bahwa kedua nya sangat populer di Kuoh Academy, tetapi dalam pikiran Naruto ada yang sedikit menganjal. Kenapa clan Gremory yang pada waktu dulu hanya sebuah clan kelas 2 memiliki kekuatan Power of Destruction dari bael yang notabennya dulu sangat menakutkan dalam peperangan. Apakah clan bael sekarang telah musnah dan bagaimana nasib 72 pilar iblis yang dulu pernah ia lawan. Naruto ingin mengetahui nya tapi bagaimana ia mendapatkan informasi tersebut.
Selain itu Naruto juga merasakan ada lebih dari sepuluh iblis di Kuoh Academy dan hampir semuanya bergender perempuan. Dan salah satu pilar juga ada disana selain Gremory yaitu Sitri, clan yang selalu menyulitkan rencana Naruto dan Sasuke dulu karena kecerdasan mereka selain itu kemampuan pengendalian sihir elemen air dan es sangat tinggi. Bahkan beberapa kali api Sasuke bisa dipadamkan oleh sihir mereka.
Naruto mendesah pelan, saat ini ia sedang berjalan pulang bersama Asia. Ia tidak ingin memikirkan lebih pada iblis-iblis tersebut untuk saat ini. Dia tidak ingin merusak senyuman bahagia yang ditunjukan gadis disampingnya tersebut.
"Asia bagaimana hari pertamamu?"
"Naruto-niichan, hari ini begitu menyenangkan. Aku mendapatkan beberapa teman namanya Rika-san, Nana-san dan Tama-san, teman-teman yang lainnya juga baik padaku. Dan Nii-chan tahu Issei-san juga ada dikelas yang sama"
"Ah remaja yang waktu itu"
"Hmm. Nii-chan sendiri bagaimana?"
"Hari ini sedikit melelahkan, tapi cukup menyenangkan juga"
"Jawaban Nii-chan selalu begitu"
"Hehehe kau tahu sendirikan nii-chan mu ini seperti apa"
".."
Asia mengangguk cepat
"Oh ya. Asia apa kau kesulitan dalam pelajaran atau yang lainnya"
"Tidak terlalu, karena pelajaran yang diajarkan hampir sama dengan yang diajarkan Teressa-neechan dan Maria-baachan"
"Begitukah?"
"Hmm"
"Ah aku harap tidak ada yang terjadi"
Naruto bergumam pelan dan gadis disampingnya mengangguk setuju. Mereka berjalan pulang dengan perasaan seperti itu.
Disebuah jendela sebuah bayangan perempuan tengah mengawasi kepergian dua orang yang sekarang menghilang dari kawasan Kuoh Academy. Gadis dengan rambut merah darah tersebut, bersedekap dada yang menyebabkan aset yang dimilikinya makin terlihat.
"Akeno bagaimana menurutmu mereka berdua?"
Rias Gremory bertanya pada ratu-nya yang sedang menuangkan teh
"Asia Argento memilki aura dari pemilik Sacred Gear dan Naruto Argento memilki aura yang tidak bisa dijelaskan, yang saya prediksi sebagai Sacred Gear juga"
"Kenapa kau bisa berpendapat seperti itu?"
"Itu mungkin karena saya mendengarnya dari Hyodou Issei Buchou"
"Issei?"
"Benar Buchou, ia sebelumnya pernah bertemu dengan mereka berdua dan menurut Issei, ia mengalami respon bila berdekatan dengan pria bernama Naruto Argento"
"Jadi seperti itu, memang benar jika Sacred Gear yang berdekatan akan merespon antara satu sama lain dan sejauh yang kuketahui hanya Sacred Gear yang bisa melakukannya"
"Apa Buchou akan menjadikan mereka salah satu peerage Gremory?"
Akeno bertanya dengan secangkir teh ditangannya, ia menatap sang King dihadapanya dengan hormat.
"Kita lihat nanti Akeno, tapi pemilkik Sacred Gear akan sangat membantu jika mereka masuk dalam peerage-ku"
"Buchou masih memikirkannya?"
"Tentu saja Akeno, siapa yang ingin bertunangan dan menikahi Raiser Phenex. Aku jelas-jelas menentang pertunangan ini, meski ini sudah menjadi diputuskan oleh Otou-sama tapi aku tetap akan menentangnya dan di rating game aku pasti akan mengalahkannya, untuk mendapatkan kebebasan"
"Kesimpulannya Buchou akan menarik, tidak peduli apa"
"Itu benar Akeno, jadi persiapkan apa yang harus dilakukan dan juga bisa panggilkan Issei kemari, aku ingin mendengar langsung mengenai pertemuan mereka"
"Baik"
The Slayer
Naruto berlari dengan kencang dan hampir mendobrak pintu besar dihadapanya. Saat ia menyadari Asia yang duduk disofa baik-baik saja, dirinya baru saja merasakan panggilan darurat dari gelang yang dipakai Asia langsung melesat begitu saja. Meski hari ini jam pelajaran sudah berakhir tapi masih ada siswa dan guru di sekolah, yang dengan hebatnya dihiraukan Naruto dikepalanya saat itu hanya keselamatan Asia.
Ia melirik kesekeliling dengan cepat dan menyadari seluruh iblis dari Rias Gremory ada disana. Dengan Rias Gremory duduk bagaikan rasa dikursi yang berbeda, ia juga melihat wajah asing dengan pakaian pelayan berdiri dibelakang kursi tersebut. Tapi entah kenapa wajah pelayan itu terasa sedikit familiar, apa ia pernah bertemu dengannya pikir Naruto.
"Duduklah Naruto-san"
Mendengar penuturan dari siswa bernama Akeno Himejima, ia dengan pelan berjalan dan duduk disamping Asia.
"Asia apa kau tidak apa-apa?"
"Aku baik-baik saja Nii-chan"
"Syukurlah"
Naruto yang mendengarnya menghela nafas pelan, dan sekarang menatap datar ke arah siswa perempuan dihadapannya.
"Apa maksud dari ini Gremory-san, kenapa kau membawa Asia kemari?"
Dia berkata dengan intonasi yang biasa ia gunakan, tapi bagi yang mengetahui mereka merasakan duri didalam sana.
"Tenang dulu sensei, kami disini hanya ingin menawarkan sebuah kesepakatan yang pastinya akan menguntungkan bagi sensei dan Argento-san"
Rias membalas dengan senyum percaya diri, yang harus digunakan dalam sebuah negosiasi.
"Aku tidak mengerti apa maksumu Gremory-san, jadi bisa engkau jelaskan?"
Dengan pertanyaan yang terkesan tidak tahu tersebut, Naruto berusaha mengali informasi lebih dari gadis dihadapanya. Ia juga sedikit menyesali kecerobohan dirinya, dan tidak menyangka bahwa iblis-iblis di Kuoh yang akan melakukan hal seperti ini. Apa pola pikir di dunia supranatural juga berubah sejak ia tertidur? Naruto tidak tahu jawaban pastinya. Ia berpikiran bahwa mereka hanya akan hidup damai jika tidak ada salah satu yang menyerang, tapi sekarang yang dilihatnya berbeda.
"Menjelaskan dari awal akan memakan waktu lama sensei, yang kami inginkan adalah kalian berdua menjadi salah satu dari kami"
"Salah satu dari kalian?"
"Benar kami bukan manusia, seluruh anggota club ini adalah iblis"
Selesai berkata begitu seluruh anggota club tersebut mengeluarkan sayap mereka, sayap hitam seperti kelelawar. Naruto memperhatikan dengan datar, ia juga menyadari hanya wanita berpakaian pelayan tersebut yang tidak mengeluarkan sayapnya.
"Naruto-niichan"
Asia yang melihat hal tersebut mengenggam lengan Naruto kuat.
"Tenang saja Asia"
".."
"Kau seperti nya tidak terlalu terkejut sensei, tidak seperti Argento-san"
"Ah mungkin karena aku juga pernah berurusan dengan bangsa kalian, jadi aku tidak terlalu terkejut"
Rias yang mendengar perkataan Naruto sedikit terkejut, ia tidak menyangka bahwa pria tersebut telah berurusan dengan iblis sebelumnya. Ia berdehem pelan, untuk mengusir pikirannya yang mulai keluar subjek dan berkata.
"Jadi sensei kami ingin menawarimu dan Aregento-san untuk menjadi Peerage Gremory"
"Peerage?"
"Untuk menjelaskan hal tersebut, aku akan menjelaskan sejarah para iblis. Jaman dahulu kala terjadi perang tiga pihak antara Akuma, Da-Tenshi dan Tenshi. Ketiga pihak memilki jumlah pasukan yang besar dan mereka telah berperang sejak waktu yang tidak diketahui. Akibatnya, ketiga pihak kehilangan sebagian besar pasukan mereka dan perang selesai beberapa ratus tahun yang lalu tanpa ada pihak yang menang"
Naruto mendengarkan dan mulai berpikir tentang garis waktu yang ia tinggalkan
"Para iblis tidak terkecuali kehilangan banyak dari bangsa mereka, dan karena jumlah iblis yang menurun, Ajuka Beelzebub salah satu dari Yondai Maou menciptakan sebuah Evil Pieces dimana dengan kekuatan Evil Pieces dapat merubah makhluk lain menjadi bangsa iblis dan menjadi peerage dari pemilik Evil Pieces tersebut"
'Beelzebub, Yondai Maou, Evil Pieces benar-benar banyak hal yang kulewatkan. Dan menurut gadis ini peperangan berakhir beberapa ratus tahun lalu dan artinya setelah kedamaian yang aku buat bersama rekan-rekan ku terjadi peperangan lagi antar tiga fraksi dan itu baru berakhir'
"Jadi berdasarkan penjelasan tersebut Evil Pieces bisa merubah manusia menjadi iblis, itu tidak ada bedanya dengan seorang budak? Dan apa kau pikir aku dan Asia akan menyetujui begitu saja?"
Suara yang dikeluarkan sekarang benar-benar berubah, terasa tajam dan menusuk siapapun yang mendengarkan.
"Tenang dulu sensei, meski di ubah menjadi iblis mereka masih memilki kebebasan sendiri tidak seperti budak"
Rias berusaha untuk tetap tenang mengadapi Naruto, meski dalam hatinya ia sedang bergejolak.
"Kebebasan? Kebebasan seperti apa yang kau maksudkan, tidak ada kebebasan dimana kau terikat seperti itu"
Pewaris Gremory itu mengumpat dalam hati, ia tidak menyangka bahwa pria didepannya akan menolaknya seperti ini. Rias bahkan sekarang hampir kehabisan kata untuk menjawab.
"Kau harusnya sudah menyelidiki nya terlebih dahulu, bahwa aku dan Asia berasal dari gereja dan merupakan musuh bagi iblis. Dan bagaimana kau yang seorang iblis menawarkan menjual kemanusian kami untuk menjadi bangsa kalian, aku tidak peduli keuntungan apa yang kami dapatkan dan dengan tegas aku menolak menjadi salah satu dari kalian. Jika kalian ingin mengusir kami dari sekolah ini aku tidak peduli"
Naruto berkata dengan emosi dan berharap dengan begitu iblis-iblis itu tidak menggangu mereka. Ia tidak pernah mengendurkan kesiagaanya, apalagi dengan wanita berpakaian pelayan tersebut. Aura yang dipancarakan oleh nya benar-benar kuat, meski wanita itu menahanya.
"Kalau tidak ada yang dibicarakan aku pergi dari sini"
"Sensei tunggu seben-"
Suara Rias berhenti saat melihat sebuah lingkaran sihir yang muncul di dekat pintu. Kobaran api meluap dan memperlihatkan belasan iblis yang muncul dari sana.
"Sensei bisa tunggu sebentar"
Naruto sebenarnya ingin cepat pergi dari ruangan tersebut, tapi mendengar Rias Gremory berkata dengan mata yang memohon ia dengan cepat mengangguk. Ia juga sedikit penasaran dengan iblis yang baru keluar dari lingkaran sihir tersebut. Dia menarik Asia dan duduk dikursi disudut ruangan, sebuah teh dan kue di meja juga disajikan dengan rapi oleh gadis bernama Akeno.
Mereka berdua menikmati teh dan kue tersebut dengan damai. Naruto juga dengan tegas memasang telinganya untuk mendengarkan pembicaraan iblis-iblis tersebut. Ia mendapati bahwa iblis dengan rambut pirang tersebut adalah tunangan Rias Gremory dan melihat sikap gadis itu, ia dengan tegas menolak.
"Akan kubawa kau kembali ke Underworld Rias dengan kekuatan Phenex ini"
Kobaran api mulai terbakar dari tubuh iblis tersebut dan tawa sombong terdengar mengema dalam ruang club.
"Apa mereka berdua juga peerage-mu Rias"
Raiser menujuk tepat kearah Naruto dan Asia. Rias ingin membantah iblis Phenex tersebut, tapi suara gadis itu tidak keluar.
".."
"Hahahaha...! gadis berambut pirang panjang itu boleh juga Rias. Bersama denganmu aku akan membawa sebuah peerage perempuan mu ke Underworld dan akan kujadikan mainanku, sisa nya akan kujadikan debu. Gadis itu akan menjadi mainan favoritku, akan kuperkosa terus menerus sampai aku bosan hahahah"
Tawa arogan Raiser makin menjadi dan ia tidak menyadari kalimat yang ia ucapkan telah membangunkan kemarahan dari seseorang disana.
Dalam sepersekian detik mata seluruh iblis disana dibuat melihat sekelebat bayangan dan detik berikutnya sebuah lubang tercipta di dinding dengan Raiser berada disana. Para iblis itu tidak mengerti apa yang sedang terjadi, mereka baru melihat Raiser yang tertawa penuh arogansi dan sekarang ia sudah menancap di dinding.
Pandangan seluruh iblis itu akhirnya menangkap seseorang yang sekarang berjalan kearah Raiser dengan pelan. Seorang pria berambut pirang dan bermata shapire yang mereka kenali sebagai sensei baru mereka.
Tangan kanan Naruto cepat mencengkram leher Raizer dan membenturkannya. Ia tidak melakukan itu sekali tapi berkali-kali sampai iblis itu mengeluarkan api penyembuhannya.
"Apa yang barusan kau katakan, apa kau ingin mati?"
Suara dingin dan penuh hawa membunuh dikeluarkan Naruto.
"Kau hanya lah budak yang tidak akan bisa mengalahkanku, aku adalah iblis phenex yang abadi"
Raiser berkata dengan api yang mulai berkobar memenuhi seluruh tubuhnya.
Naruto yang melihat hal tersebut tersenyum tipis, dan mencengkram lebih pada tangan kanannya. Ia bahkan tidak memperdulikan api yang dikeluarkan iblis tersebut. Naruto mendekatkan tubuh nya dan berkata.
"Api mu bukanlah api Phoenix yang sebenarnya"
TBC
Author Note :
Untuk beberapa pertanyaan aku belum bisa jawab sekarang, karena seiring berjalannya cerita pasti akan terjawab juga. karena setiap perjalanan yang sudah tahu akhirnya akan bagimana tidak akan seru lagi. jika menganggap cerita ini bagus, tolong berikan review. Terima kasih
