Naruto Milik Mr Masashi Kishimoto
Love in silent
SASUHINA no other
Rate M
Just love story
If you dont like dont read.
Sebelumnya terima kasih yang udah ngucapin bela sungkawa,itu berarti banget buat aku.
Jika Sasuke berbicara sama Hinata, itu berarti dia menggunakan bahasa isyarat,lets cekidot.
Happy reading.
Hinata menyiapkan makan malam,gadis ini terlihat semangat sesekali terdengar gumaman di bibirnya.
'mungkin kali ini dia akan makan semua masakanku'
Senandung kecil juga terdengar walaupun samar,kakinya makin terasa sakit saat dia berjalan,tapi hal itu tidak dipedulikanya,yang penting makanan yang dia masak cepat selesai,jam dinding menunjukan pukul 18:00,setelah selesai memasak Hinata segera membersihkan diri,mengenakan gaun sederhana,dan sedikit memoles wajahnya dengan make up,cantik...satu kata yang cocok untuknya.
Setelah setengah jam Sasuke belum juga muncul,dia takut makananya akan segera dingin,namun tiba-tiba bel pintu berbunyi dengan langkah cepat walaupun sakit,Hinata segera membuka pintu,senyumanya mengembang kala melihat sosok tampan di hadapanya.
"Kau sudah pulang Sasuke."tanya Hinata dengan semangat,Sasuke menatapnya dingin,kemudian masuk begitu saja.
Saat melewati dapur,Sasuke melihat meja makan yang penuh dengan masakan,lankahnya terhenti,Hinata tersenyum.
"Aku memasak untukmu,apa kau mau makan sekarang."tawar Hinata pada suaminya itu.
Sasuke duduk di meja makan,Hinata mengambilkan makanan untuknya,sepi,hanya ada suara piring dan sendok yang beradu,Hinata tidak nyaman dengan kesepian yang terasa mencekam.
"Eum...bagaimana apa kau suka masakanku.?"tanya Hinata yang di jawab anggukan oleh Sasuke.
"Kalau kau suka,aku akan memasak setiap hari untukmu.!"Sasuke menunjukan telapak tanganya,yang artinya 'cukup,tidak perlu' Hinata mengernyitkan alisnya.
"Kau tidak perlu repot melakukanya"ucap Sasuke dengan gerak tanganya.
"Kenapa?"tanya Hinata kecewa.
"Ini untuk pertama dan terakhir kalinya aku makan masakanmu."jawab Sasuke.
"Sasukee.."nada suara Hinata terdengar merajuk.
"Pernikahan kita hanya sementara,jadi tidak perlu bersandiwara lagi,tenang saja kau akan tetap mendapat bagianmu."
Hinata terdiam apa yang di katakan Sasuke membuatnya tidak percaya,Hinata tidak pernah menginginkan uang Sasuke.
"Anggap saja itu bayaran karena kau sudah berperan menjadi istri yang baik."
"Aku tahu kau tidak mencintaiku,aku juga demikian,kau menikah denganku karena uang atau kalau tidak kau menikahiku karena kau kasihan padaku."
"Asal kau tahu,aku tidak suka dikasihani,terutama oleh dirimu."ucap Sasuke panjang lebar,Hinata tidak percaya,ini adalah pertama kalinya mereka berkomunikasi,tapi Sasuke memberikan kesan buruk.
"Apa yang kau bicarakan?aku tidak menikahimu karena uang,dan aku tidak merasa kasihan padamu."ucap Hinata dia berusaha tegar,dan dia tidak meneteskan air mata.
"Aku berusaha menjadi istri yang baik untukmu,dan itu bukanlah sandiwara."tambah Hinata.
"Oh ya...kalau memang begitu,kenapa kau masih menjalin hubungan dengan pemuda lain saat aku tidak berada di dekatmu."jawab Sasuke tak mau kalah.
"Saat berada di UKS,kau bersama Sabaku Gaara,benar kan?"
"Aku tidak..."
"Jawab saja ya atau tidak.?"tanya Sasuke dengan gerak tanganya,Sasuke frustasi,semuanya terasa begitu sulit saat dia ingin berbicara.
"Ya..."Hinata menjawab singkat pertanyaan Sasuke.
"Coba kau pikir,jika kau istri yang baik,kau tidak akan mau berdua dengan lelaki yang bukan suamimu,di ruangan yang didalamnya hanya ada kalian berdua."
"Dan tak ada yang tahu,apa yang kalian perbuat di sana."
"Sasuke,aku memang bersamanya,dia hanya melihat keadaanku,tak terjadi apapun di antara kami,kalau kau mau aku bisa bersumpah untuk itu."
"Tidak perlu,kau bebas melakukan apapun yang kau mau."
"Lakukan apa yang kau inginkan dan aku juga akan demikian."Hinata bingung apa yang diinginkan Sasuke.
"Tadi siang aku menciumu,kau tahu kenapa,aku ingin memastikan sesuatu,"
"Dan ternyata tebakanku benar,kau mudah sekali dirayu,kau punya kekasih dan dengan mudahnya kau menerima ciumanku,walaupun aku suamimu seharusnya kau menolak,dan setelah itu kau kembali pada kekasihmu."
"Kau tahu apa artinya...?"Sasuke menghentikan gerakan tanganya.
"Cukup Sasuke,aku mengerti,jika kau tak ingin bersamaku,katakan saja,tidak perlu mencari kesalahanku."ucap Hinata datar.
"Aku mengerti,kau ingin bersama Sakura kan?silahkan saja."
"Aku bukan gadis murahan yang bersikap rendah,dengan melayani dua lelaki berbeda,itukah tanggapanmu tentangku.?"
"Mulai sekarang,aku tidak akan mengganggumu lagi,dan satu lagi lupakan tentang ciumanmu,anggap hal itu tak pernah terjadi."Hinata melangkah pergi ke kamarnya,Sasuke terdiam,namun amarahnya semakin bergolak,dia semakin marah pada Hinata,tanpa berpikir gadis itu juga terluka karena ucapanya.
Sebenarnya tadi siang Sasuke ingin menemui Hinata di UKS,setelah ciuman yang dilakukanya,membuatnya yakin bahwa Hinata juga menginginkanya,namun saat dia akan ke sana,Sasuke melihat Gaara yang berlari menuju ruang yang sama,langkahnya terhenti,dia mendengar suara Gaara yang khawatir sesekali terdengar suara Hinata yang terkikik,Sasuke mengepalkan tanganya,kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Pagi ini Hinata menghubungi Kakashi yang berada di luar negri,Hinata ingin mengetahui tentang kehidupan Sasuke,maka Hinata memutuskan untuk bertanya pada Kakashi,tapi pria itu hanya mengatakan sebagian saja,Hinata tidak merasa puas dengan jawaban Kakashi,maka dari itu Hinata memutuskan untuk pergi ketempat ini,tempat di mana Sasuke pernah tinggal,Panti Asuhan Konoha.
Saat masuk pintu gerbang panti asuhan rasa sejuk langsung menyentuh kulit Hinata,banyak pohon rindang di sana,ada taman kecil,taman bermain untuk anak-anak,dan ada juga seperti lapangan,tidak terlalu besar,tapi cukup untuk anak-anak bermain bola,tempat ini begitu bersih dan nyaman.
Hinata mengetuk pintu yang bertuliskan 'Kepala Yayasan' beberapa kali,kemudian pintu itu terbuka,seorang wanita yang sudah dewasa keluar menyambut Hinata.
"Permisi nyonya,saya Hinata,saya mempunyai janji dengan kepala yayasan panti asuhan ini,apa beliau ada di tempat."tanya Hinata pada wanita yang masih cantik itu,wanita itu tertawa.
"Aku kepala yayasan di sini,jadi apa kau yang menelpon tadi pagi."tanya wanita itu.
"Ah...iya benar,apa anda nyonya Tsunade."tanya Hinata kembali.
"Ya itu aku...mari silahkan masuk nona?"ajak Tsunade kemudian mereka duduk di sofa berwarna coklat,seorang gadis seumuran Hinata membawakan 2 cangkir teh hangat,gadis berambut merah dan berkaca mata itu melirik Hinata dan tetsenyum padanya,Hinata membalas senyum gadis itu.
"Jadi ada keperluan apa kau datang kemari,nona Hinata."Tsunade memulai percakapan setelah gadis pembawa teh itu pergi.
"A-aku istri dari Sasuke,dulu dia tinggal di sini."ucap Hinata ragu-ragu,dapat Hinata lihat Tsunade sedikit terkejut,kemudian wanita itu tersenyum.
"Jadi kau istri Sasuke?..wah..kau cantik sekali,Sasuke beruntung mendapatkanmu."puji Tsunade dan membuat pipi Hinata merona.
"Aku ingin bertanya tentang Sasuke,apa bisa anda menceritakan kisah hidupnya selama dia tinggal disini?"tanya Hinata,jujur saja dia sudah tidak sabar mendengar kisah Sasuke,itupun kalau Tsunade bersedia memceritakanya.
"Hn...aku mengerti,tapi apa kau bisa dipercaya?,maaf maksudku,banyak sekali yang tidak suka pada Sasuke,jadi..."
"Tolonglah,tuan Kakashi memintaku untuk menjaganya,tapi walaupun aku istrinya,aku tak tahu apapun tentangnya."
"Oh...jadi kau melakukanya karena tugas dari Kakashi."
"Eh?...tidak seperti itu."
"Lalu apa alasanya?."selidik Tsunade.
"A-aku mencintainya,sungguh,aku..."Hinata bingung harus berkata apalagi.
"Baiklah,Sasuke sudah seperti anakku sendiri,aku juga tahu dia mencintaimu,dan aku percaya padamu.
'Sasuke mencintaiku?seandainya itu benar.'
flashback
Seorang wanita tengah berlari di tengah hujan yang deras,padahal ini sudah tengah malam,perutnya yang besar membuat dirinya kesulitan untuk berlari,wanita ini tengah melarikan diri dari 4 orang pria yang mengejarnya.
Kakinya sudah tidak kuat lagi berlari,rasa nyeri dan mulas di perutnya semakin terasa menyiksa,wanita ini tahu,bahwa sudah waktunya dia melahirkan.
Sebuah pohon besar menyembunyikan tubuhnya dari penglihatan pria yang mengejarnya,mereka juga berhenti tepat di samping pohon itu.
"Kemana dia"ucap salah satu pria itu.
"Nyonya besar akan membunuh kita,kalau wanita itu tidak di temukan."ucap pria lainya.
"Itu karena kita lalai,sehingga wanita itu melarikan diri."ucap pria yang pertama.
"Sudahlah kita cari saja,kalau tidak ketemu kita harus membuat cerita baru."ucap pria yang lainya lagi.
Wanita bernama Mikoto itu menghela napasnya,keempat pria itu sudah tidak ada,perutnya semakin terasa nyeri,tapi di saat seperti ini pada siapa dia akan minta tolong,kemudian dengan samar dia melihat sebuah pondok yang bertuliskan 'panti asuhan'.
Mikoto mengetuk pintu itu,sedikit lama mungkin tak ada orang di dalam,dia putus asa tangisanya pecah,saat pintu terbuka harapan dalam hidupnya kembali muncul.
Mikoto kesulitan saat melahirkan dia mengalami pendarahan hebat ,tapi pengelola panti asuhan yang membantunya tidak bisa membawanya kerumah sakit,mereka tidak punya biaya,karena panti asuhan bobrok ini sudah lama tidak mendapat bantuan dana dari para donatur.
Akhirnya berkat usaha dari sang ibu,bayi itu terlahir kedunia dengan selamat, bayi laki-laki tertampan yang pernah ada,sunyi tak ada suara tangis bayi pada umumnya,Tsunade sudah berusaha membuat bayi itu menangis,bahkan Tsunade memukul-mukul telapak kaki si bayi,tetap saja tak ada suara apapun,mulut sang bayi terbuka ekspresinya menangis,tapi tak terdengar suara apapun,bayi malang ini tak memiliki suara,Tsunade menitikan air matanya,dipeluknya bayi malang tersebut.
Mikoto menitipkan bayinya di tempat ini,Sasuke,nama itu dia berikan pada bayinya,Mikoto tidak terkejut saat mengetahui bayinya punya kelainan,wanita itu pasrah dengan takdir Tuhan yang diberikan untuknya.
Konon,menurut cerita lama keluarga Uchiha mendapat kutukan entah itu benar atau tidak,setiap satu orang dari keturunan mereka akan mengalami kecacatan,mitos atau bukan tapi hal itu memang terjadi,sebelumnya ada Uchiha Sisui yang mengalami kebutaan saat lahir,sebelumnya lagi ada Uchiha Obito yang cacat dengan anggota tubuhnya yang tidak sempurna dan sekarang Mikoto harus menerima kutukan itu pada putra kesayangnya,mungkin di jaman sekarang hal itu akan di sebut kelainan genetik atau faktor keturunan.
Mikoto menceritakan semua yang di alaminya pada Tsunade,bagaimana saudari kembarnya berusaha melenyapkanya demi harta,tentu saja Sasuke akan menjadi pewaris utama karena Sasuke adalah putra dari istri pertama Fugaku,sudah menjadi peraturan bagi Uchiha,bahwa yang berhak menjadi pewaris adalah putra pertama yang dilahirkan dari istri pertama.
Mikoto sudah tidak sanggup lagi,tubuhnya semakin melemah,Sasuke yang masih bayi di serahkan pada Tsunade setelah sebelumnya di peluk dan di cium sang ibu untuk terakhir kalinya,wanita itu menitipkan bayinya supaya di didik dengan benar,sebelum akhirnya dia menghembuskan napasnya yang terakhir.
Sasuke kecil sangat mandiri,tidak manja dan tidak pernah berbuat kenakalan,saat tertawa dan saat menangis hanya akan terlihat ekspresinya saja,tak pernah ada suara apapun,beruntung anak itu pintar dengan cepat dia belajar bahasa isyarat sehingga Tsunade bisa memahami apa yang Sasuke bicarakan padanya.
Beranjak dewasa Sasuke semakin membuat Tsunade bangga,nenek Chiyo sebagai pengurus pun semakin menyayanginya,Sasuke berhasil memajukan panti asuhan mereka.
Tetapi sekarang kepolosan Sasuke menghilang,raut wajahnya sudah jarang menampilkan senyum,yang ada hanya raut datar penuh kekecewaan,penyebabnya tidak lain adalah keluarganya sendiri,Tsunade bahkan bisa melihat bahwa anak yang disayanginya ini menanggung beban yang berat.
Satu tahun terakhir Tsunade melihat kembali senyum Sasuke yang hilang,pemuda itu menceritakan bahwa dia menyukai seorang gadis,Tsunade dan nenek Chiyo sangat bahagia,namun wajah tampan itu kembali murung saat si gadis pujaanya bersama dengan pemuda lain.
flashback end
Hinata menitikan air matanya lagi dan lagi,bahkan sekarang gadis itu sudah berada di apartemenya,dia mengingat pertengkaranya dengan Sasuke semalam,gadis itu rindu pada suaminya,pada Sasuke,tapi pemuda itu entah di mana sekarang,apakah dia sedang berkencan?mengingat hari ini adalah akhir pekan dan sekolah libur.
Hinata memutuskan untuk memasak makanan kesukaan Sasuke,nyonya Tsunade bilang Sasuke suka sekali dengan tomat,maka dari itu Hinata menambahkan banyak tomat dalam masakanya.
Hari sudah malam dengan sabar Hinata menunggu kepulangan Sasuke,kemudian tak lama pemuda itu pulang,akhirnya Hinata tahu hari ini Sasuke pergi kekantor itu bisa dilihat dari pakaian yang Sasuke kenakan,Hinata berinisiatip membawakan tas kerja Sasuke,pemuda itu mengernyit merasa aneh dengan tingkah istrinya.
Hinata mengajak Sasuke makan malam,gadis itu menggandeng lengan suaminya,walaupun Sasuke sempat menolaknya tapi gadis itu berusaha meyakinkan suaminya.
"Sudah kubila..."gerakan tangan Sasuke terhenti,Hinata menyuapkan makanan di mulut Sasuke dan membuat pemuda itu terdiam.
"Sebaiknya jangan bicara dulu,sebelum makananmu habis,mengerti.?'
"Dan mulai sekarang kau hanya akan memakan makanan yang kumasak."Sasuke hendak protes tapi lagi-lagi Hinata memotongnya.
"Tidak ada penolakan!..dan sekarang habiskan makananmu."Hinata tersenyum setelah mengatakan itu.
Sasuke terpana melihat senyum itu,sungguh manis tanpa sadar senyum tipis terpatri di wajahnya,Hinata melihatnya,Sasuke tersenyum.
'Mulai sekarang aku yang akan mengembalikan senyumanmu Sasuke ,aku berjanji.'
Hinata bergumam dalam batinnya,gadis itu akan berusaha mendapatkan hati dan cinta Sasuke dan akan berusaha membuat Sasuke bahagia.
Sementara itu di tempat yang lain
Sebuah rumah mewah tampak begitu kokoh terlihat dari luar,di dalamnya rumah bergaya eropa ini di terangi lampu gantung hias besar yang terbuat dari kristal,suasana di rumah ini seperti di dalam istana,semua perabotan yang ada disana tampak bernilai tinggi.
Seorang wanita dewasa dengan penampilan elegant tengah duduk bersama suaminya,sesekali menyesap teh hangat dalam cangkir yang dia pegang,suaminya tengah memainkan laptop kerjanya,mungkin sedang mengerjakan tugas kantornya.
"Itachi belum pulang?"Sang suami Fugaku,mulai bertanya dan dijawab gelengan kepala olehnya.
"Selamat malam ayah,ibu."pemuda berusia 19 tahun ini mencium pipi ibunya dengan ikut duduk di sofa mewah berwarna hitam tersebut.
"Kau baru pulang? bagaimana tugasmu."tanya sang ibu,Makoto,wanita itu berkata dengan penuh wibawa.
"Aku sudah menyelidikinya,aku menyewa detektif handal dan hasilnya sangat mengejutkan."ucap pemuda itu,Itachi.
"Kenapa?"tanya sang ayah dengan tidak mengalihkan pandanganya.
"Anak itu sudah menikah,dan kita akan semakin kesulitan untuk mendapatkan harta Uchiha."ucap Itachi dengan kesal.
"Benarkah?ternyata anak itu cepat bertindak kita tidak boleh meremehkanya."ucap Makoto.
"Aku benar-benar membencinya,karena dia aku tidak pernah mendapat kasih sayang dari kakek,pria itu terlalu sibuk mencari cucunya yang bahkan tidak berguna."ucap Itachi kesal.
"Tapi ayah dan ibu tak perlu khawatir,aku kenal siapa gadis itu,kita bahkan bisa menggunakan ayah gadis itu untuk bekerja sama,karena aku tahu pria itu suka sekali dengan uang."seringaian muncul diwajah tampan sang pemuda.
"Gadis itu adalah..Hyuuga Hinata,teman masa kecilku,dan ternyata Sasuke si bisu sangat mencintainya."
"Hm..bagus Itachi ayah dan anak itu bisa kita ajak bekerja sama untuk menghancurkan Sasuke."ucap wanita itu dengan senang,sedangkan suamunya tak berkomentar sedikitpun.
Sasuke duduk di ruang tengah dan menonton tv,sedangkan Hinata masih sibuk membereskan meja makan dan mencuci piring,rambutnya di gelung sehingga kulit cantiknya di bagian leher terekspos,Sasuke tampak lebih segar setelah membersihkan dirinya.
Sasuke mengamati Hinata,gadis itu tidak menyadari kalau dirinya tengah diperhatikan,Sasuke tersenyum tipis,mungkinkah dirinya dan Hinata bisa menjalani rumah tangga seperti pasangan suami istri lainya,bahagia,tapi untuk saat ini Sasuke tak bisa berharap lebih,lagi pula dengan masalah yang tengah di hadapinya dengan para Uchiha,bisa saja mereka mengincar Hinata jika mereka tahu Hinata adalah istrinya,atau mereka akan memperalat Hinata untuk menghancurkanya.
Sasuke hanya berharap,mereka tidak mengetahui tentang pernikahanya,karena Hinata akan menjadi sasaran mereka,itulah sebabnya kenapa pernikahanya di rahasiakan,Sasuke hanya ingin melindungi orang yang sangat dia sayangi.
'Aku akan melindungimu,Hinata,walaupun harus dengan nyawaku sendiri.'
Sasuke hanya mampu menyimpanya dalam hati,karena Sasuke tidak bisa mengungkapkanya.
to be continued
Terima kasih;
Miyuchin2307,HipHipHuraHura,Ella9601,hyacinth uchiha,Angel821,Han zizah,lovely sasuhina,sasuhina always,Yoshioka Futaba,hiru nesaan,pomi,yuri,ana,Guest,Guest,Guest,ana, Tieve,nazuka,JojoAyuni,Faudiaaulia1234,ayupuspita65,iisnaenii,Ozel-Hime,sushimakipark,yuka, jumpan,itakun,Hyugahime,hihatahimechan.
dukungan dari kalian sangat membantu,kalau yang mau kasih saran kritik atau ide boleh kok,tanpa kalian para reader fict ini ga akan berarti.
Tetep review,foll and favs ya...
Kayanya chap ini kurang memuaskan,itu menurutku,tapi semoga bisa menghibur kalian semua yang kangen fict ini.
Akhir kata...Terima kasiiiiihhhh...
Salam aisyaeva.
