Hey Boy! Saranghae

Chapter 4

.

.

.

Hoseok POV

"Gosong." Protesnya ketika aku memberikan roti bakar gosong untuk sarapannya, akupun berdecak.

"Kau bisa memasak, masaklah sendiri." Ucapku jengah dengan duduk didepannya, diapun menggeleng.

"Aku tak suka memasak sarapan, aku ingin kau memasak sarapan dan aku memasak makan siang dan makan malam."

"Cukup adil." Ucapku jengah, diapun mengambil selai strawberrynya dan mengolesinya pada rotinya.

"Kau bilang gosong?"

"Aku mau makan, lagipula hanya gosong. Aku yakin oppa tak menaruh racun."

"Persepsimu mengerikan." Ucapku, diapun memakan rotinya dan aku tak melihat ekspresi kepahitan pada wajahnya.

"Benar-benar datar." Ucapku, akupun menjentikan jariku ketika mendapatkan ide dan mengeluarkan catatanku.

"Oppa menulis apa?" tanyanya heran ketika aku menulis.

"Cara untuk mengajarimu."

"Maksudnya?" ucapnya heran, akupun menyerahkan catatanku dan dia membacanya.

"Roti gosong?" ucapnya heran, akupun mengangguk.

"Aku tak paham."

"Kau harus mengeluarkan 5 ekspresi dari satu benda yang aku tulis."

"Apa bisa? Aku tak mengerti cara berekspresi." Ucapnya, akupun memandang catatannya dan menariknya.

"Lihat aku." Ucapku, akupun berdehem.

"Roti gosong." Ucapku dengan menunjukan wajah sedih.

"Roti gosong?" Ucapku dengan menunjukan wajah heran.

"Roti gosong!" ucapku dengan menunjukan wajah marah.

"Roti… gosong…" ucapku dengan menunjukan wajah tertawa.

"Roti gosong." Ucapku dengan tersenyum.

"Oppa seperti orang gila!"

"Sembarangan." Ucapku dengan memukul kepalanya, diapun mengaduh.

"Nah! Mengaduhpun termasuk ekspresi." Ucapku menunjuknya, diapun memandangku.

"Benarkah?" ucapnya heran, diapun memegang pipinya.

"Aku senang."

"Berekspresilah!" ucapku kesal ketika dia hanya memasang wajah datar, akupun menghela nafas.

"Lakukanlah seperti tadi."

"Roti gosong." Ucapnya dengan memaksakan wajah sedih.

"Itu terlihat mengerikan."

.

.

.

"Ini dimana?" ucapnya heran ketika aku membawanya jalan-jalan ke mall.

"Kita akan berbelanja baju untukmu."

"Aku lebih senang memakai bajumu."

"Kenapa?" ucapku heran dengan memandangnya.

"Aku suka parfummu, itu terkesan kau sedang memelukku."

"Kau terlalu intim untuk seukuran 18 tahun."

"Aku tak begitu." Ucapnya dengan menggeleng, akupun hanya tersenyum kecil dan kembali berjalan.

"Tunggu." Ucapnya, akupun berhenti berjalan dan melihat dia tengah memandang ke kedai ice cream.

"Apa itu makanan?"

"Ice cream, kau mau coba?"

"Ice cream?" tanyanya heran, akupun mengangguk dan membawanya kedalam kedai itu.

Taehyung POV

"Ini ice cream?" tanyaku ketika pelayan itu memberikanku semangkuk ice cream besar, diapun tersenyum dan mengangguk sebelum pergi meninggalkan kami berdua.

"Seperti kapas berwarna-warni."

"Cobalah, rasanya enak." Ucap hoseok, akupun menyendokannya dan memakannya.

"Dingin!" ucapku kaget, hoseokpun hanya tertawa dan memakan ice creamnya.

"Tapi bukankah enak?" ucapnya, akupun mengecapnya dan mengangguk.

"Benar, ini enak!" ucapku setuju dan melanjutkan makanku.

"Apa ini pertama kalinya kau memakan ice cream?" tanyanya, akupun mengangguk.

"Jika begitu aku akan sering membelikanmu ice cream, kau bisa mengambilnya di kulkas." Ucapnya, akupun memandangnya dan entah kenapa ada perasaan senang melingkupi hatiku.

"O kau tersenyum." Ucapnya antusias, akupun kembali merubah ekspresiku.

"Tidak."

"Iyah, kau tersenyum."

"Tidak."

"Iyah."

"Tidak."

.

.

.

Hai hai seoktae comeback...

Sebenarnya aku ragu mau di upload bagaimana karena ceritanya agak nanggung.

Buat ngatur ekspresi bayangin aja kalau hoseok lagi kesambet ^ ^

Sekali lagi author butuh review soalnya gak semangat kalau gak ada yang komentarin

Follow and review juseyoooo

Jinjun imnida!