Author : Hann Hunnie
Title : Call You Mine (Paman~ Ayo Menikah!)
Cast : Oh Sehun, Kim Jongin, and other cast.
Pairing : KaiHun as always, kkkk
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Sehun memajukan bibir bawahnya dengan kedua mata yang sudah berair. Ia menatap Jongin yang kini juga tengah menatapnya dengan pandangan bingung.
"Jahat ... Hiks ..." Isakan dengan alunan manja itu akhirnya keluar dari bibir tipis Sehun.
Jongin menghela napas. "Sayang ... Mengertilah"
"Hiks ... Sehunnie ingin ikut hiks ... Paman hiks ... Ikut~"
"Ini bukan acara jalan jalan sayang, lagipula tidak akan lama. Hanya tiga hari" Jongin memperlihatkan angka tiga dengan jarinya.
Sehun menggeleng. "Hiks ... Ikut~"
"Sehunna ... Tolong" Jongin menatap Sehun penuh harap.
"Hiks ... Tidak mau hiks ... Ikut!"
Jongin mengerang frustasi. Err ... Ini tidak akan berhasil -_-
"Paman ke Jeju pasti bersama Seulgi hiks ... Noona ... Hiks ... Tidak boleh~ ... Hunnie harus ikut hiks ..." Ucap Sehun di sela isakannya.
"Dia harus ikut sayang. Kami adalah partner kerja, aku membutuhkannya untuk membantu ku disana. Lagipula tidak akan lama, aku hanya akan menghadiri beberapa meeting dengan client dan mengontrol proyek di Jeju, itu saja" Jongin mencoba menjelaskan.
"Tetap saja! Hiks ... Tiga hari itu lama hiks ... Hunnie tidak bisa lama lama kalau tidak ada paman hiks ..." Sehun mendudukan dirinya di pangkuan Jongin. Menyandarkan kepalanya di ceruk leher Jongin dengan bibir yang masih mengeluarkan isakan.
Jongin melingkarkan tangannya di pinggang ramping Sehun. Ia lalu mengecup puncak kepala namja manisnya itu beberapa kali.
Bukannya ia tidak mau Sehun ikut ke Jeju. Tapi bocah itu beberapa bulan lagi akan mengikuti ujian akhir semester. Ia tidak mungkin membiarkan Sehun ikut dan bolos dari sekolah nya. Sudah tau kekasihnya itu tidak terlalu pintar, ditambah sering bolos, bagaimana hasil ujiannya nanti -_-
Lagipula, dia ke Jeju hanya untuk urusan pekerjaan, dan akan langsung kembali saat sudah selesai dengan urusannya di sana.
"Sehunnie, ini bukan seperti perjalanan bisnis saat kita ke Paris. Waktu itu aku mengajak mu kan ? Itu karena aku memang sekalian mengajak mu berlibur kesana. Tapi sekarang berbeda, aku tidak liburan dan hanya akan membahas beberapa proyek disana. Jadi, Sehunnie tidak usah ikut ya ?" Jongin kembali memberi pengertian.
"Hunnie ingin ikut"
"Sebentar lagi Sehunnie kan ujian akhir. Sehunnie tidak boleh banyak membolos, aku janji saat sudah pembagian hasil ujian akhir mu, aku akan mengajak Sehunnie liburan ke Macau. Bagaimana, mau tidak ?" Jongin berusaha membujuk bayi besar nya itu meski ia yakin yang akan ia dengar adalah-
"Pokonya ingin ikut!"
Itu -_-
Jongin menghela napas, ia sudah menyerah kalau urusan bujuk membujuk Sehun, karena entah kenapa Sehun akan tetap bersikukuh dengan keinginannya.
"Sehunnie boleh mengajak Baekki dan Kyungie untuk menginap disini saat aku pergi"
"Tidak mau!"
"Umm ... Aku akan meninggalkan uang lebih untuk Sehunnie selama aku tidak ada"
"Tidak mau tidak mau!"
"Bagaimana dengan voucher bubble tea gratis ? Jadi Sehunnie bisa membeli bubble tea sebanyak yang Sehunnie ingin kan"
Sehun diam. Dan Jongin tertawa dalam hati, rencananya ini pasti-
"Sehun tidak mau! Ish! Sehun hanya ingin ikut paman ke Jeju"
Gagal lagi -_-
Dan dengan berat hati, Jongin mengambil ponselnya, menghubungi salasatu orang suruhannya.
"Tolong pesankan satu ticket pesawat lagi untuk ke Jeju. Pastikan jam keberangkatannya sama dengan ku"
'Baik Tuan muda'
Klik ...
Ia memutus sambungan telponnya secara sepihak.
"Berhenti menangis dan segera lah tidur. Kita akan berangkat pagi pagi sekali" Jongin lalu menggendong Sehun menuju kamar mereka.
Tanpa Jongin tau, namja manis yang berada di gendongannya tersenyum senang.
'Bye byee ulangan matematika~ rasakan! Besok kau tidak akan bertemu dengan ku angka angka jelek!'
.
.
.
Sehun mendudukan dirinya di salasatu kursi tunggu yang tersedia di area Gimpo airport. Sedangkan Jongin tengah membeli sarapan untuk bayi besarnya yang sejak berangkat dari apartment merengek minta makan -_-
"Sehunnie sering ikut Jongin sajangnim ?"
Sehun menoleh saat Seulgi yang duduk di sebelahnya bertanya. "Iya ... Agar tidak selingkuh" ucapnya sambil menekankan kata 'tidak selingkuh' sambil menatap Seulgi dengan tatapan menyindir.
Wanita cantik itu tersenyum. "Wah ... Seperti itu" Seulgi mengangguk mengerti, sepertinya ia tidak sadar kalau Sehun sedang menyindir dirinya.
"Hmm ... Begitulah"
"Sajangnim itu ... Orang yang seperti apa ?" Tanya Seulgi lagi.
Sehun menaikan sebelah alisnya. "Kenapa tanyakan itu ?!"
"Eum ... Hanya ingin tau saja"
"Dia sangat mencintaiku! Jadi kau jangan harap bisa merebut paman dariku!" Ucap Sehun kesal, ia mendelik sebelum pergi dan mendudukan dirinya di kursi yang agak jauh dengan Seulgi.
Sedangkan Seulgi terlihat mengerutkan keningnya mendengar ucapan Sehun. Hell! Siapa juga yang mau merebut Jongin sajangnim ? Memang nya dia tidak laku sampai harus merebut pacar orang lain ? Tapi sedetik kemudian ia terkekeh geli.
"Dasar bocah"
.
"Kenapa duduk disini ?" Jongin mendudukan dirinya di sebelah Sehun. Ia menatap kekasih kecil nya yang tengah mengembungkan pipi nya kesal.
Helah ... Ada apa lagi dengan bayi besarnya ?
"Kenapa lagi, eum ?" Jongin mengelus pipi yang mengembung itu.
"Tidak apa apa!" Jawab Sehun judes.
"Kalau tidak kenapa napa, kenapa cemberut ?"
Sehun menatap Jongin, sedetik kemudian menyenderkan kepalanya di bahu tegap Jongin. "Hunnie ngantuk paman~"
"Hnn ... Tidurnya nanti saja di pesawat. Sekarang Sehunnie sarapan dulu ya ?" Jongin mengelus rambut Sehun.
"Suapin~" rengek Sehun manja.
"Hmm ... Baiklah baiklah"
.
"Itu Jongin sajangnim kan ?" Tanya Hansol, si namja manis yang merupakan salasatu staff pemasaran di perusahaan Jongin itu menatap tak percaya kearah sajangnim nya yang tengah menyuapi Sehun.
Seulgi tersenyum. "Yeah ... Begitulah, kenapa ?"
"Serius ? Aku tidak tau kalau Jongin sajangnim bisa bersikap lembut dan perhatian seperti itu. Kau tau sendiri kan kalau sajangnim itu sangat galak dan dingin pada karyawannya" Hansol masih menatap Jongin yang kini tertawa lembut sambil mengelus pipi Sehun.
"Memang nya kau mau diperlakukan lembut oleh Jongin sajangnim ?"
Hansol mengangguk. "Tentu saja!"
"Kalau gitu, sana jadi Sehunnie" Seulgi tertawa sebelum menoyor kepala Hansol.
Namja manis itu menatap Seulgi kesal. "Heh! Mana bisa! Aku kan tidak semanis Sehun!"
"Kalau begitu jangan berharap mau di perlakukan lembut oleh Jongin sajangnim"
Hansol cemberut. "Aku hanya bercanda"
.
.
.
Selama di pesawat, Sehun tertidur dengan kepala yang bersandar di bahu tegap Jongin, sedangkan Jongin berkutat dengan laptopnya.
"Paman~"
Suara rengekan Sehun membuat Jongin mengalihkan tatapannya dari laptop.
"Kenapa ?" Tanyanya lembut.
"Peluk~"
"Hnn ..." Jongin menelusupkan tangannya, memeluk pinggang Sehun.
"Jangan main laptop~" rengek Sehun lagi.
Jongin menghela napas, ia menutup laptop berlambang buah apel itu, lalu mengusap usap rambut Sehun. "Iya sudah, Sehunnie tidur lagi, okay ? Masih ada 30 menit lagi"
"Tidak mau, Hunnie sudah tidak ngantuk"
"Jadi, Sehunnie mau bagaimana sekarang ?"
"Tidak mau apa apa. Hunnie mau di peluk paman saja" ucap Sehun pelan dengan kedua pipi merona Samar.
Jongin terkekeh. "Sudah aku peluk kan ? Ada yang lain ?"
"Eum ... Sebenarnya Sehunnie mau bilang ini di Jeju do nanti. Tapi Sehun sudah tidak sabar melihat reaksi paman" Sehun mendongak menatap Jongin.
"Hmm ? Apa ?"
"Ayo menikah!"
Dan Jongin hampir saja berteriak kalau ia tidak sadar sedang berada di dalam pesawat. Heee ? Menikah katanya ?
"Menikah ?"
Sehun mengangguk. "Hmm ... Menikah"
"Kenapa tiba tiba mau menikah ?" Jongin menangkup kedua pipi Sehun.
"Nanti saja akan Sehun jelaskan saat sudah sampai Jeju"
"Hmm .. Ku harap ini bukan suruhan dari kedua teman aneh mu itu lagi" Jongin menatap Sehun penuh selidik. Sehun hanya tertawa geli mendengar ucapan paman tercintanya itu.
.
.
.
Sesampainya di kamar hotel, Sehun langsung menjatuhkan dirinya di bed. Ia berguling ke sana kemari membuat Jongin yang melihat nya hanya menggelengkan kepalanya.
"Paman! Hunnie boleh ikut meeting siang ini kan ?" Sehun memeluk boneka panda besar yang sengaja ia bawah dari rumah.
"Tidak! Diam saja disini, okay ?" Jongin mendudukan dirinya di tepian bed.
Sehun cemberut. "Tapi Sehun akan bosan kalau cuma diam disini~"
"Hanya sebentar, sayang" Jongin menyingkirkan boneka panda yang di peluk Sehun, ia lalu memeluk bayi besarnya itu.
"Ugh ... Tapi tetap saja! Umm ... Boleh tidak Sehun jalan jalan di pantai saat paman meeting ?" Namja manis itu menatap Jongin dengan puppy eyes andalannya.
"Mataharinya sangat menyengat, kulit pucat mu itu akan berbintik merah kalau terkena sinar matahari terlalu panas"
"Tapi paman~" Sehun merengek. "Hunnie bosan kalau menunggu di sini"
Jongin menunduk menatap wajah cemberut kekasih menggemaskannya itu. "Siapa suruh ikut, hmm" namja tan itu menggigit pelan bibir bawah Sehun.
Sehun cemberut. "Paman~ ... Hunnie ingin menikah!" Sehun out of topic -_-
"Iya nanti kita menikah" tanggap Jongin sekenanya.
"Sekarang paman~. Ayo menikah sekarang" Sehun mendindih tubuh Jongin, ia lalu menyenderkan kepalanya di dada bidang Jongin.
"Kau masih pelajar SMA kalau kau lupa" Jongin mengelus surai lembut Sehun.
"Tidak apa apa. Hunnie tidak perlu sekolah lagi, kalau cuma untuk mengurus paman dan anak kita, Hunnie tidak usah lulus sekolah"
Jongin memutar bola matanya, anak ini kalau sudah ada maunya pasti maksa -_-
"Untuk hal ini, aku tidak bisa mengabulkan permintaan mu, okay ?" Jongin mendudukan dirinya, ia lalu membawa tubuh Sehun ke pangkuannya.
"Kenapa ? Paman tidak mencintai Sehun ?" Mata bening itu terlihat berkaca kaca.
"Bukan masalah itu, sayang ..." Jongin mengelus pipi Sehun. "Kenapa Sehunnie tiba tiba mengajak menikah ?"
Sehun menunduk, dan Jongin langsung mengangkat dagu Sehun, namja tampan itu setengah terkejut saat lelehan air mata sudah membasahi kedua pipi kekasihnya.
"Kenapa malah menangis ?" Tanya Jongin heran, ia mengecup kedua mata Sehun sebelum membawa manisnya yang tengah terisak itu kedalam pelukannya.
"Hiks ... Hunnie hanya hiks ... Tidak mau kehilangan paman hiks ..." Sehun memeluk leher Jongin. "Hunnie takut kalau paman akan menyukai orang lain hiks ... Dan meninggalkan Hunnie, hiks ... Bagaimana kalau itu terjadi ? hiks ... Makanya Hunnie mengajak paman menikah hiks ... Dengan begitu, paman adalah milik Sehun hiks ... Seutuhnya dan tidak ada yang bisa merebut paman dari Sehun hiks ..." Namja manis itu terisak semakin kencang sebelum menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Jongin.
Jongin hanya tersenyum tipis mendengar ucapan kesayangannya itu. Astaga ... Ternyata bukan hanya dia saja ya yang selalu di hantui rasa ketakutan akan kehilangan Sehun ?
"Sayang, selama kau percaya padaku, Jangan pernah takutkan apapun, aku bukanlah remaja seusia mu. Aku sudah tidak pantas untuk mempunyai sifat labil seperti itu. Aku mencintai mu dan tidak akan pernah ada orang lain yang aku cintai selain kamu. Aku sudah bisa menetapkan mana yang terbaik untuk ku. Dan aku memilih mu, kau mengertikan sekarang ? Jangan takut, selama bukan kau yang menyuruh ku pergi dari kamu, I'm always beside you, darl. I love you" Jongin menangkup kedua pipi Sehun, ia tersenyum dan menghapus jejak air mata di kedua pipi kekasihnya itu.
"Saranghae ..."
Kata yang membuat Sehun merona merah itu adalah kata terakhir yang Jongin katakan sebelum ia memagut bibir merah namja manisnya.
"Mmhhh ..."
Jongin melepas pagutan bibir nya, ia mengusap bibir merah Sehun yang basah.
"Jadi, masih mau menikah sekarang ?" Namja tan itu menyatukan keningnya dengan kening Sehun.
Sehun tersenyum malu, ia menggeleng pelan sebelum mengecup kilat bibir Jongin.
"Aku akan menyelesaikan sekolah ku dan belajar dengan giat! Agar aku bisa mengimbangi paman yang pintar"
Jongin terkekeh. "Jadi, berjanji untuk tidak merengek padaku untuk ikut saat kau masih ada jadwal sekolah ?"
Sehun mengangguk. "Hunnie janji!"
"Well, sebenarnya aku harus menghukum mu karena kau tidak jujur padaku"
Sehun mengerutkan kening nya. "Apa ? Sehun tidak berbohong pada paman"
"Tentang ujian matematika hari ini ?"
Sehun membulatkan matanya. "A-eum .. Darimana paman tau ?"
Jongin menyentil kening Sehun gemas. "Miss Tiffany, wali kelas mu, tadi pagi menelpon ku saat aku membeli sarapan untuk mu. Dia mengatakan kalau kau harus nya mengikuti ujian matematika hari ini. Kau yang merengek untuk ikut dengan ku, agar kau terbebas dari ujian hari ini ?"
Sehun meringis malu. Yahh ketauan deh TT
"Maaf paman tidak akan Sehun ulangi. Sehun janji~"
"Hnn ... Hukumannya belajar matematika dengan tutor Mr. Xi, okay ?"
Glek ...
Sehun meneguk air ludahnya dengan susah payah. Mr. Xi ? A-astagaaa ... Guru tutor paling galak sejagat raya(?) Akan menjadi tutor belajar matematik nya ?
"Aaa paman~ yang benar saja ? Paman kan juga pintar, kenapa tidak paman saja yang mengajari sehun ?"
Jongin menggeleng. "No no no! Kalau aku yang mengajari, yang ada kau hanya merengek dan minta cepat selesai"
Sehun cemberut. "Paman ayolah~ guru botak itu sangat galak, nanti Hunnie terus di marahi sama Mr. Xi"
"Itu sudah konsekuensi mu"
"Paman"
"Tidak"
"Hiks ... Paman~, thehun menangith lagi hikth ..."
"Jangan sok cadel!"
"Paman, bbuing bbuing~" Sehun mengepalkan tangannya, lalu menyimpannya di kedua pipinya dan beraegyo ria.
Jongin menatap Sehun malas. "Aegyo mu itu sudah tidak mempan, jadi kau akan mulai belajar dengan Mr. Xi sehari setelah kita pulang ke Seoul, okay ?"
Sehun cemberut! Ish kenapa bbuing bbuing nya tidak berhasil ?
"Apa yang salah dengan bbuing bbuing ku ?" Gumamnya, ia menatap Jongin yang kini sudah membaringkan tubuhnya di ranjang dengan mata yang terpejam.
.
.
.
FIN~
.
.
.
Akakakak apa Ini xD
Ah ya, beberapa ada yang udah baca ff call you mine ini di fb ya ? Aku emang udah publish ff Ini di fb dan itu cuma Sampe chapter kemaren doang, yang ini baru aku bikin dan cuma aku publish di ffn ^^
Maaf bila ini mengecewakan TT
So, mind to review ?
Makasih buat review kalian di series sebelumnya ^^
Review terus ya ?
Gomawo~
.
.
.
Hann Hunnie ^^
