minna san! o genki desuka?
makasi banget yang udah review terharu hiks*
mudah-mudahan chap ini nga mengecewakan.
happy reading :-)
DISCLAIMER: Naruto belongs to Masashi Kishimoto
But, Sasuke and Hinata belong to me *dirajamsampemati*
Hinata's POV
Naruto melambaikan tangan padaku dan pergi berlawanan arah. Aku tidak tau apa yang telah terjadi . tapi,aku dapat merasakanya. Senyum Naruto tetap sama. Namun, ada sesuatu yang ia sembunyikan.
Aku meremas jemariku pelan.
Dewasalah Hinata.
Entah mengapa saat saat seperti sekarang ini aku sangat merindukan ibu. Saat-saat ayah memperlakukanku dengan keras. Saat-saat aku selalu disingkirkan.
Aku rindu pelukan hangat ibuku.
Aku berjalan ke arah pemakaman khusus di Konoha. Aku menatap ke langit kelabu di angkasa.
Sebentar lagi hujan akan turun.
Sasuke's POV
Aku melihatnya berjalan keluar dari gerbang. Rambut biru gelapnya beterbangan tertiup angin. Aku melihatnya terhenti. Aku tidak bisa melihat ekspresinya tetapi,aku merasakan kesepian menguak dari dirinya.
Kesepian yang selalu juga kurasakan.
Aku berpikir untuk menghampirinya. tapi,mungkin ia akan lebih bahagia kalau ditemani oleh orang lain.
Aku merasakan hujan rintik membasahi wajahku.
Sebentar lagi hujan akan turun.
Normal POV
Sasuke membuka payung hitam yang berada di sisi kananya. Setelah membawa beberapa buket bunga ia berjalan menjauhi keramaian kota.
Saat hujan turun seperti ini Sasuke selalu mengingat kedua orang tuanya yang meninggal. Keduanya dibunuh secara tragis. Pembunuh itu menyisakan Itachi dan Sasuke dalam trauma berat.
Hari itu hujan deras ketika kedua orang tua Sasuke dibunuh. Itachi dan Sasuke sedang berada di sekolah. Sasuke yang pertama kali menyaksikan kematian kedua orang tua mereka. Darah mengalir turun dari wajah cantik ibu Sasuke yang telah menghapus senyum ramahnya. Mungkin, semenjak itu Sasuke menolak segala macam kebahagiaan. Mungkin,semenjak itu ia terbiasa menghindari sesuatu yang membuatnya bahagia.
Mungkin,karena ia takut kehilangan lebih jauh.
Sasuke membuka pintu gerbang pemakaman khusus itu. Tatapanya kabur di bawah hujan yang turun deras. Ia mengenal pemakaman ini. Ia berjalan hingga ke bagian akhir tempat pemakaman ini. Diujung tebing terakhir. Ia menatap dari jauh nisan kedua orang tuanya.
Ia tidak menyadari tidak jauh dari nisan kedua orang tuanya. Berdiri gadis cantik berlutut di bawah hujan deras.
Dua langkah terakhir menuju nisan mereka. Sasuke mendengar suara. Suara lembut yang nyaris mengabur karena derasnya hujan. Akhirnya,ia menengadahkan wajahnya dan melihat ke asal suara.
Disitulah dia berdiri.
Entah ini semacam takdir atau tuhan memang sedang bercanda dengan mereka.
Hinata berlutut di depan makam ibunya. Tatapan matanya kosong menatap nisan ibunya. Rambut birunya menggelap basah. Air hujan menuruni tubuhnya. Namun,Hinata tidak perduli dia hanya ingin disini sebentar bersama ibunya. Ia tersenyum dalam tangisnya.
Air mata yang menuruni wajah cantiknya tersamarkan oleh derasnya air hujan. Hinata menyentuh tulisan di batu nisan dan mengusapnya perlahan.
"Kaa-san aku .. aku .. merindukanmu."
Hinata sadar air hujan telah berhenti membasahi dirinya. Ia mendongak ke atas dan menatap Sasuke yang menaunginya dari hujan. Mereka bertatapan lama.
Pikiran mereka pecah kedalam ribuan keping berbagai makna. Mereka berpikir ulang apa pengertian cinta. Siapakah yang mereka cintai. Apa itu cinta.
Apakah rasa yang mereka berdua rasakan itu cinta.
Mereka berkata-kata tanpa berbahasa.
Tubuh Hinata mengigil dingin. Ia memeluk dirinya sendiri dengan kedua tanganya dan kembali menatap nisan ibunya. Sasuke menanggalkan jaket yang ia gunakan meletakanya pelan di pundak Hinata dan menariknya berdiri.
"Itu ibu dan ayahku." Ujar Sasuke pendek menghadapkan Hinata pada dua buah makam disamping kanan mereka. Hinata membungkuk hormat ke arah kedua makam.
"Ini kaa-san." Jelas Hinata pendek sambil tersenyum.
Mereka tau ada sesuatu yang lebih dari pembicaraan saat ini. Mereka mengerti.
Jika bukan cinta yang menghubungkan mereka saat ini. Mungkin takdir yang bersama mereka sekarang.
Sasuke melingkarkan lenganya ke pundak Hinata yang dingin mengigil.
Mungkin ini terlalu cepat. Mungkin ini terlalu bodoh. Tapi mereka berdua tidak bisa menyangkal rasa itu. Rasa kalau mereka dihubungkan. Latar belakang keluarga yang mirip. Masa kecil yang buruk. Cinta yang tidak pernah dirasakan. Kesepian yang sama. Cara mereka dipertemukan. Cara mereka dihubungkan.
Terkadang tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk tau bahwa kau mencintainya,jika memang kau terlahir untuknya.
Tapi kejadian ini tidak lekas membuat mereka sadar. Mereka terlalu naïf atau takut untuk percaya kepada sesuatu yang bernama takdir.
Tubuh Hinata terus mengigil. Sasuke membawa Hinata ke kamarnya. Menidurkanya di tempat tidur.
Hinata's POV
Aku membuka mataku perlahan. Sinar matahari menyilaukan pandanganku. Aku berusaha untuk duduk namun sebuah sentuhan menahanku.
"Jangan bangun dulu,kau masih sakit." Ucap Sasuke.
Aku menatap wajahnya yang sedih.
Apa aku membuatnya sedih?
"A-arigatou Sasuke-kun karena telah menjagaku hari ini."
"Hm." Hanya itu jawabnya. Aku tersenyum padanya perlahan. Ia kembali menyentuh keningku dengan kening miliknya. Aku tidak tau apa yang ia lakukan. Mungkin ia mengukur suhu tubuhku dengan miliknya.
Te-tetapi mengapa jantungku berdetak cepat sekali saat menatapnya sedekat ini.
A-apa aku masih demam?
"Wajahmu memerah,apa kau merasa pusing."tanyanya.
Aku menyentuh kedua pipiku dengan tanganku merasakan panasnya wajahku.
"A-aku .."ucapanku terpotong saat ia menyibakkan poniku dari wajahku dan membelai wajahku perlahan. Semburat merah menghiasi pipiku yang panas membara sekarang.
Sasuke's pov
Aku benci melihatnya merona seperti ini. Wajah mungilnya memerah karena malu.
Ia- ia .. terlihat sangat cantik.
Aku benci melihat senyum kecilnya seperti sekarang ini. Senyumnya bagaikan dosa untukku. Aku tidak bisa lagi menahan rasa ini. Kenapa dia selalu membuatku merasa seperti ini. Kenapa kau terus menyiksaku tuhan?dosa ini terlalu menggiurkan.
Normal POV
"Sasuke-kun ayo turun." ajak Hinata.
Hinata kembali duduk di bebatuan air mancur kecil pagi itu. Pagi itu masih pukul 6. Matahari masih ramah dengan sinarnya yang hangat menyinari hari itu. Setelah bangun dan merasa lebih segar ia langsung mandi dan berlari ke halaman belakang bertelanjang kaki. Mengoyangkan kakinya perlahan di gemericik air. Ia tertawa kecil melihat ikan ikan yang menyusup di bawah kakinya.
Sinar hangat matahari menyinari wajah cantik Hinata. Pipinya merona bahagia. Gaun pendeknya berwarna selaras dengan rambutnya. Warna biru itu memperjelas keindahan kulit indah hinata yang bagaikan salju.
Sasuke yang melihat pemandangan indah dihadapanya tersenyum. Senyum yang tidak akan diperlihatkanya pada orang lain.
"Aku lapar. Kau masih harus buatkanku sarapan."ucapnya dingin.
"Hai." Ucap Hinata tersenyum ia cepat berdiri dan masuk ke rumah.
Sasuke menatap burung diatas yang berkicauan mengingatkanya akan sesuatu.
10 years ago
"Sasuke kenapa kau terus melihatnya?" Ucap Naruto kecil.
Sasuke terus menatap gadis kecil itu. "Dia cantik.". Naruto tertawa mendengar kata-kata sahabatnya.
"Ayo kau harus bicara padanya." dukung Naruto. "Tidak akan. Nii-san akan meledekku seumur hidupku kalau dia tau." Balas Sasuke.
Sasuke terus menatap Hinata kecil dengan penasaran. Hinata kecil yang sedang berusaha menangkap kelinci peliharaanya dengan susah payah. Wajah menggemaskanya terlihat kesal.
"Uh..Bobo-chan kau jangan berlarian terus." Ucap hinata kesal pada kelinci putih dihadapanya. Hinata berusaha menangkapnya dan ..
BRUG
Hinata kecil terjatuh dan kakinya terluka. Matanya berkaca-kaca hidungnya memerah tanda ia akan menangis.
"Ugh.. ugh .. sakit kaa-chan.."isak Hinata kecil menangis.
"Teme.. dia menangis. Lakukan sesuatu!ayo datangi dia." Ucap Naruto sambil menatap Hinata kecil.
"aku tau.. tapi aku tidak akan berani.. aku.. aku.." wajah Sasuke kecil memerah karena malu.
"Ya sudah bagaimana kalau aku saja. Tapi kau harus belikan aku 2 buah ramen kid ya kalau aku berhasil membuatnya tertawa lagi." Tawar Naruto.
"Baiklah. Kau harus berhasil membuatnya tersenyum lagi ya.." senyum Sasuke dan mengawasi naruto yang keluar dari semak-semak.
Itulah awal dari perkenalan Naruto dan Hinata. Selama ini Sasuke yang selalu mengawasi Hinata. Ia meminta Naruto mengantikanya untuk mendukungnya dan selalu menjaganya. Dan sebagai gantinya dia akan member ramen kesukaan Naruto.
Sasuke tidak pernah sadar keputusanya itulah yang akan mengakhiri cinta pertamanya. Setelah tragedy yang terjadi di keluarganya Sasuke pindah keluar kota bersama kakaknya dan mereka melanjutkan bisnis keluarga.
Dan entah takdir yang menghubungkan mereka. Keluarga Hinata juga meninggalkan konoha dihari yang sama.
Apakah terlalu muluk jika dikatakan takdir yang mempertemukan mereka kembali?
At school two weeks has passed
Sakura berlari menghampiri Hinata di lorong kelas.
"Hinata… tunggu.."panggil Sakura.
Hinata yang mendengar suara Sakura memanggilnya cepat berbalik dan menatap gadis cantik itu.
Sakura menyentuh pundah Hinata sambil terengah-engah. Dia berusaha menstabilkan napasnya cepat dan berkata pada Hinata "Bantu aku."
Hinata menatapnya bingung.
"Aku tidak tau lagi harus minta tolong pada siapa lagi. Hinata,kau satu-satunya gadis yang tidak pernah ditolak Sasuke." Senyum sakura. Hinata memiringkan kepalnya menatapnya bingung.
"Itu pasti karena kau sangat menggemaskan."ucap Sakura sambil mencubit gemas pipi Hinata.
"Kau bilang pada Sasuke. Tidak.. kau harus memohon pada Sasuke untuk menemui seseorang di café destiny pukul 7.00 malam sabtu nanti." Ucap Sakura yakin.
"Ta-tapi b-bagaimana a.."
"tenang saja aku akan membantumu untuk mendekati Naruto sebagai gantinya,oke?" potong Sakura.
Hinata terdiam tidak tau apa yang harus ia lakukan.
Harusnya ia setuju bukankah bagus sekali Sakura akan membantunya mendapatkan cinta pertamanya.
Tapi ada sesuatu yang salah.
"Baiklah Sakura."
CONTINUE
gimance~ gimance~
mind to review? I need your help minna san
give me your opinion please ..
maaf kalo ada yang sebel ganti-ganti pov melulu soalnya soalnya saya masih galau ..
maklum ababil ..
saya ga jago normal POV(kaya yang lain bisa aja!)
jadi sedang berusaha normal pov ..
oia mau jawab beberapa pertanyaan dari reader yang baik hati ..
lonelyclover :
iya hehehe mereka murid baru gitu .. kan sama sama pindahan :-)
makasi banget yang udah mau review
munyu akan berusaha sebaik mungkin
arigatou ..
woa masa liburan sudah mau habis semoga fic ini bisa selesai sblm masuk sekolah nyuu ..
arigatou minna san .. seneng banget ketemu orang yang suka sasuhina juga :-)
see u next chap
