MIIDORI BACK! Dari pada berlama-lama, bales review!
Kyoura Kagamine:
Terima kasih sudah mengikuti fic dari awal! Gak apa-apa kok lupa buat review, miidori juga sering =/= iya soal typo emang masih ada XP yang adegan tempat foto Len emang kesandung jauuuuhhhh bangeet sampe bisa nabrak Rin. Terima kasih sudah review :D
Hikaru Kisakine:
Iya, soal typo memang masih ada, kurang teliti XP terima kasih sudah bilang romance dan humornya kerasa! Terima kasih sudah review :D
ArisaKinoshita0:
LenRin emang unyu! Miidori setuju XD. soal typo emang masih ada miidori kurang teliti, maaf /bow. Soal keluar ke tempat umum miidori akan pikirkan X3. Teima kasih sudah review :D
Risa L0ve VoCaloid:
Maaf soal cerita ini yang terlalu pendek, miidori gak punya banyak waktu, soalnya lagi kepepet. Miidori akan perbanyak adegan RinLen kok! Terima kasih sudah review dan maaf soal pendeknya cerita ini :D
Ayu Septhia:
Hehehe, lenny emang co cweet banget kalo depan Rin XD. ini sudah dilanjut. Terima kasih sudah review :D
MayuMoeChan:
Tebar pisang, jeruk? Ambilin ah! /dibunuh. iya dong, Len gituloh suka dangdut. Len emang kayak ban-/dibunuh Len. Wah sama kayak temen miidori dong suka bawa selimut! Terima kasih sudah review :D
Namikaze Kyoko:
Maaf soal OOC dan Typo. Hehehe, miidori kurang teliti soal itu. Terima kasih sudah review :D
Reviewer:
Eh, saya juga, ini sudah di update lagi, terima kasih sudah review :D, ngomong-ngomong soal nama, itu bener gak? Soalnya saya liatnya di moderate review, jika salah maaf ya :)
Miidori Proudly Presents:
"When The Fake Becomes Real."
Disclaimer: All Vocaloid Character and the lyrics are not mine.
Warning: Everything that needs to warned.
Summary: Kagami Rin dan Kagamine Len, adalah pasangan artis palsu. Tapi bagaimana jika candaan Len di wawancara menjadi kenyataan? /Bahasa Gaul.
Dont Like?Dont Read.
HERE WE GO!
*note: "bla bla bla" suara orang yang ditelfon."lalala"=suara handphone.
Pagi yang tenang-
"WOAAHH!"
-ugh, tarik kata-kata author tadi. Pagi yang berisik bagi seorang berambut honey blonde, Kagamine Len. Jujur, selama hidupnya, ia memimpikan pagi yang indah seperti di drama-drama di tv.
"Berisik banget sih lu. Mulut lo toak yak?" Len memprotes kepada wanita yang membuat paginya tidak seperti drama di tv, Kagamine Rin.
"Bodo amat lah. Pokoknya ini cool banget! Pake banget loh ya!" Rin mengabaikan protes Len, dan melanjutkan ocehan-nya, "ini. Cool. Banget. Gak. Pake. Aja." Rin menyambung perkataanya tadi.
"Serius deh kenapa?" Len bertanya melihat kelakuan Rin yang aneh di pagi hari ini.
"GUE TELEPORTASI! KYAAAA!" Rin berteriak sekeras-kerasnya, membuat Len harus menutupi telinganya, agar tidak berdarah.
"Teleportasi apanya?! Yang ada lo bangunin gue pagi-pagi tau gak sih!"
"Tadi malem gue tidur di sofa, abis itu sekarang di sini! Itu namanya teleportasi! Bukannya bangunin orang pagi-pagi!" yah, fakta bahwa Rin-tidur-di-sofa-tadi-malam-sekarang-disini benar, tapi jika teleportasi, author tidak bisa menjamin.
"GUE YANG MINDAHIN ELO MALEM-MALEM!" Len berteriak, menandakan bahwa urat kesabarannya sudah putus.
"Gimana caranya? Jelas-jelas lo tidur di sofa juga. Gue denger lo ngorok!" Rin membalas teriakan Len.
"Gue kebangun malem-malem karena gue haus." Len memijat pelipisnya, mencoba menahan oktaf tinggi yang akan keluar dari mulutnya.
"TERUS?! LO CURHAT GITU SAMA GUE?! HAAAH?!" tanya Rin dengan berteriak. Sepertinya, oktaf tinggi mulut Len berbalik arah.
"Nggak ko-" Len mengambil 1000 langkah kebelakang saat perempatan sudah muncul di kepala Rin dan aura hitam di sekelilingnya.
Drrt, drrt, drrt.
Handphone Rin bergetar, menandakan ada email yang baru masuk, bukan berdering, menandakan panggilan masuk seperti sebelumnya. Diraihnya handphone yang terletak tidak jauh darinya, lalu membuka email yang masuk.
From: GumiAnakBangSelamet
To: KgmnRin
Subject:-
Woi telpon gue yak. Pulsa abis cuy.
Segera Rin menutup email yang dibuka tadi, lalu menekan tombol kiri pada handphone-nya, jarinya mencari sebuah nama, dan... Ketemu! Sekarang hanya sentuhan akhir lalu semuanya akan- maaf author lagi lebay. Bek tu stori, Rin menekan tombol hijau lalu mendekatkan handphone-nya ketelinganya.
"Halo, disini Gumi ada yang bisa saya bantu?" tanya orang di sebrang, pengirim email, Gumi Megpoid.
"Oh iya, sama mau pembantu untuk pengurus rumah." Rin menjawab OOC.
"Oh, saya bisa jadi pembantu an- KAGAK WOI! SALAH NGOMONG! INI SIAPE SIH?!"
"MUAHAHAHA! Masa lo gak kenal gue sih? Kagamine Rin! Kok lo gak tau? Bukannya kalo ada telpon masuk ada namanya ya?"
"Ha. Ha. Ha. Lucu banget Rin sumpah, ngakak gue. Kepo banget sih, kan gue gak nyimpen nomor lo di contact list." ucap Gumi datar, termasuk tawanya.
"Pemales banget deh lo, tinggal nyimpen doang. Kenape nyuruh nelpon? Gak modal banget sih lo gak punya pulsa, kayak gue dong!"
"Kan gue sibuk cuman buat nyimpen nomor lo doang di contact list gue, sama beli pulsa, bukannya gak modal."
"Gue yang lebih sibuk dari lo masih ada pulsa, lo nya aja yang gak modal! HAHA-"
"Maaf, pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini. MAKANYA BELI WOI!"
-PIIP-
Panggilan terputus begitu saja karena pulsa yang tidak mencukupi. Rin membanting handphone-nya ke kasur, yah gak tega juga ngebanting handphone-nya ke lantai, mahal.
"Len minjem handphone lo dong." Rin bertanya, bermaksud untuk meminjam Len.
"Nih." Len menerima permintaan Rin, lalu memberi handphone-nya pada Rin. Dengan cepat Rin mencari nama Gumi di contact list handphone Len, Bingo! Ketemu! Dengan cepat ia menekan tombol berwarna hijau.
"Halo?"
"Maaf, pulsa yang lo punya gak cukup buat nelpon gue. HAHAHAHAHA!" Gumi tertawa sekeras-kerasnya saat mendengar suara Rin.
"Nyolot banget lu. Udah kasih tau gue apa yang mau diomongin kutu ijo." ucap Rin mencoba mengalihkan perhatian.
"Slow down baby, slow down-"
"JIJIK BANGET SIH LU!" teriak Rin histeris, memotong ucapan Gumi.
"Maap, maap, gini master nyuruh lo sama Len dateng ke VOCALOID HOUSE." ucap Gumi kalem.
"Kenapa?" tanya Rin disertai jeda, "KENAPA GUMI?! KENAPA?! APAKAH MASTER AKAN MEMBUAT KEJUTAN?! HAAHH?! JAWAB AKU GUMI! JAWAB!" sambung Rin lebay.
"Sayangya iya Rin. Aku tau semua ini akan terjadi. Master terkenal gagal akan semua usahanya membuat kejutan."
"TIDAAAAAAAAK!- tunggu, kok gue OOC banget ya?" Rin bertanya pada dirinya sendiri.
"Gue juga Rin," Gumi menyadari ke-OOC-annnya(?), "Udahlahya, nanti sambung lagi disana, bye!"
"Tunggu! Kok email lo beda sih? Biasanya kan GumiMegpoid. Lah ini kenapa beda?" tanya Rin, yah dari awal ia sudah menyadari keganjalan pada email gadi ber-ikon goggles merah itu.
"Miku... GUE DIBAJAK MIKU! AARGHH! DIA ADA DI RUMAH GUE! DIA NGINEP CURHAT SAMA GUE!" Gumi menjawabnya dengan kalem-bukan, sok kalem, menahan semua oktaf tinggi yang akan keluar, dan... Bravo! Ia mengeluarkan semua oktaf tinggi di akhir kalimat nya
"Emang gue nanya? Ah udah lah, nanti sambung lagi ye cyin." Rin memustus panggilan dengan Gumi.
-PIIP-
Rin menaruh sembarang handphone Len. Lalu pergi keluar kamar untuk mencari Len. Tidak ada di lantai atas, lalu ia ke bawah, dan menemukan Len sedang menonton acara paginya sambil memakan pisang.
"Disuruh master ke Vocaloid House." Rin menyuruh Len, yang dijawab anggukan oleh Len. lalu dia menghela nafas panjang dan segera ikut duduk menonton acara pagi bersama Len.
"Jadi? Semua anggota Vocaloid sudah berkumpul?" tanya seorang berumur 30-an.
"SUDAH MASTER!" jawab semua anggota vocaloid serempak.
"Jadi, kalian udah tau kalo master mau buat kejutan kan? Dan kalian pikir master akan gagal? Sorry deh bok, nggak sama sekali." Semuanya kebingungan melihat pimpinan yang menyebut dirinya 'Master', "kita akan kedatangan 2 Vocaloid baru. Yang pertama... MASUK!" pintu otomatis Vocaloid House terbuka menampakan seorang gadis dengan rambut sebiru langit.
"Aaah, minna-san, watashi wa Suzune Ring. Suzune Ring. Yoroshiku." Ucapnya sopan, lalu menunduk hormat.
"Are, ada yang ingin bertanya?" tanya Master. Lalu semua tangan mengangkat tinggi termasuk Len, "Len, apa pertanyaan-mu?" Master bertanya pada Len.
"Ngg... rambut lo di cat atau murni... Ring-san? Boleh gue panggil begitu?" tanya Len, mengundang semua mata, termasuk mata milik Ring, "I-ini a-asli. B-boleh k-kok." Semburat merah menghiasi pipi Ring, semuanya berbisik-bisik.
"LEN INGET LO ADA ISTRI WOI! RIN! HUEHEHEHEHE!" teriak seorang berambut dark blue, Kaito Shion, Len menatap sebal ke arah Kaito, Ring juga menatap sebal, bukan, bukan ke arah Kaito, ke arah Rin, lalu terbentuk seringai licik di wajahnya.
"Yang kedua... MASUK!" pintu otomatis kembali terbuka memperlihatkan lelaki berambut oranye.
"Minna-san, watashi wa-"
"Lui?"
Ucapan lelaki berambut oranye tadi terpotong oleh ucapan sang wanita berambut honey blonde, Kagamine Rin. Mata Rin membulat, tubuhnya bergetar hebat, lidahnya kelu.
"Loh kalian saling mengenal?" tanya Master, yang dijawab anggukan oleh Lui. "Aah, sepertinya harus aku yang memperkenalkan pemuda ini ya? Baiklah namanya adalah Hibiki Lui. Ada yang ingin bertanya?" semuanya mengangkat tangan tinggi, termasuk Len... lagi.
"Lo siapanya Rin?" tanya Len to the point.
"Maaf, tapi itu bersifat pribadi... Kagamine-san ." tolak Lui sopan. Lalu pergi mengikuti master dan Ring untuk mengurus beberapa berkas. Semua anggota Vocaloid pergi, kecuali Rin, terduduk di lantai, tubuhnya masih bergetar, mendengar nama Lui.
"Rin ada apa?" tanya Len halus. Tubuh Rin masih bergetar, mengingat nama Lui, "br-ngsek..." umpat Rin.
"Pisang emang paling enak!" ucap Len setengah berteriak, sesi perkenalan tadi sudah berlalu kini ia sedang duduk di sofa berwarna kuning, sendirian, setidaknya sampai pintu otamatis vocaloid house terbuka, menampakan seorang lelaki berambut oranye dan langsung duduk di depan sofa Len.
"Kagamine-san-"
"Len. Panggil saja begitu." ucap Len memotong ucapan Lui.
"Len... pengen gue kasih tau privasi tentang gue sama Rin?" tanya Lui, dan anggukan Len menjadi jawaban Len.
"Mantan..." jawab Lui enteng, Len hanya mengangguk, bingung kenapa Rin begitu mendengar namanya langsung bergetar, "cewek idiot, berandalan, gak bisa masak, itu... pernah jadi pacar gue. Idiot Lui, lo bener-bener idiot, pernah memacari cewek kayak gitu, kalo bukan hartanya banyak, gak bakal deh gue pacarin, gak idiot-idiot banget ah gu-"
BUAGH!
"Bilang sekali lagi, gue bakal ngebunuh lo...," ucap Len memberi jeda, "br-ngsek." sambung Len dengan nada marah.
"Budek ya? Gue bilang cewek idiot, berandalan, gak bisa ma-"
BUAGH!
Emosi sudah menyelimuti tubuh Len, tangannya terus menonjoki sosok yang baru menjadi Vocaloid ini, tapi iti tidak berlangsung lama, saat pintU Vocaloid House terbuka dan menampakan sosok Rin.
"Stop..." ucap Rin, Len langsung menghentikan aktivitasnya dan menengok ke arah Rin, tatapannya bertanya kenapa, tapi di acuhkan oleh Rin. Rin melangkahkan kakinya kepada Lui yang menyender pada dinding, luka memar menghiasi wajahnya, dan darah tentunya. Didekatkannya mukanya pada muka Lui.
"Lui, Lui, Lui..." Rin memberi jeda perkataanya, "bodoh Lui, benar-benar bodoh. Lo bilang gue apa? cewek idiot, berandalan, gak bisa masak? Well, liat gue sekarang, artis ber-IQ 198, artis teranggun dalam 3 tahun terakhir, artis yang masakannya dibilang enak sama artis cowok paling seksi di jepang. Apa itu yang dibilang cewek idiot, berandalan, gak bisa masak?" sambung Rin panjang lebar dengan nada seksi. Dijauhkanya wajahnya dari wajah Lui, lalu pergi kearah Len, "kita mau main truth or dare, ayo!" dan menjauh ke arah pintu otomatis, meninggalkan Lui sendiri.
"Menarik, karena itu gue kesini, karena gue suka- bukan, cinta sama lo." gumam Lui
"YO! LEN DISI-"
"LEEEEEN! KANGEEEEEN BANGEEEEEEET GUEEE SAMA LOOOO!"
Ucapan Len terpotong oleh teriakan oleh cowok berambut ungu, Kamui Gakupo. Gakupo segera memeluk Len dengan erat. Yang menyebabkan cowok-yang-katanya-paling-seksi-di-jepang gak bisa napas.
"U-ugh, lepasin..." Len meronta-ronta, mencoba melepaskan pelukan kematian milik Gakupo.
"Dasar maho." komentar cewek berambut honey blonde, Rin.
"Gue bukannya maho, gue-"
"Jadi Len gak suka sama aku? Len gak cinta sama aku? Buku nikah kita dikemanain?" tanya cowok yang sekarang masih memeluk Len, Len melihat kebawah, menemukan sepasang mata ungu. "Bukannya gitu cinta, tapi aku-" ucapan Len terhenti saat ia melihat jari sudah di depan bibirnya, "Sssh... aku ngerti kok, aku juga cinta kamu..." balas Gakupo sambil memeluk Len hangat, Len membalas pelukan Gakupo.
"Sekali maho, ya tetep maho!" komentar Rin yang sudah duduk di sebelah Gumi.
"HIDIH SALAH NGOMONGGGG!" Len langsung berteriak histeris dan menjauhkan gakupo dari dirinya. Lalu Gakupo mengejar Len yang berlari, yah momen itu berlangsung sekitar setengah jam, saat Gakupo sudah kembali duduk disebelah sang pacar, Luka Megurine. Semua vocaloid sudah berkumpul sebelum Len dan Rin datang.
"Oke putar botolnya!" suruh Gumi, permainan berjalan lancar sampai botol mengarah ke Rin, dan yang menanyai Rin kali ini adalah Miku.
"Rin... truth or dare?" tanya Miku.
"Buat Miku-nee, dare deh!" ucap Rin ceria, tapi tidak berlangsung lama ketika miku menyeringai licik.
"CIUM LEN DI BIBIR! ITU DARE NYA!" teriak Miku keras, jujur, miku adalah LenxRin fans, jadi wajar jikaia meminta Rin melakukan hukuman yang tidak biasa.
"GAK MAUUU!" teriak Rin histeris.
"HARUSSSSS!" teriak miku lebih keras lagi.
"Ok, oke." Rin menyetujui hukuman yang diberikan Miku. Wajahnya mendekat ke arah Len, bibirnya juga, tetapi saat satu langkah lagi, pintu otomatis terbuka, menampakan gadis berambut biru langit, Ring. Semua mata tertuju pada sang gadis, termasuk Rin dan Len, saat Rin ingin menjauh dari tubuh Len, tangan Rik ditarik oleh Len dan... Bingo! Len mencium Rin tepat di bibir. Semua mata membulat, melihat ke arah Rin dan Len, yang sedang berciuman, lalu Rin melepaskan ciuman singkat itu. Rin segera berjalan ke arah pojokan lalu... pundung? Len yang melihat itu mendekati Rin dan meminta maaf. Momen lucu itu membuat semuanya tertawa tapi tidak bagi Ring, ia menatap kedua pasangan itu dengan benci
-TO BE CONTINUED-
Author Time:
SELESAI! Akhir kata review!
