Chapter 4
Look at Me Sasuke-kun!
Naruto©Mashashi Kishimoto
.
.
.
.
Sinar Matahari yang masuk melalui jendela menerpa wajah seorang gadis, sehingga membuatnya merasa tidak nyaman dalam tidurnya
"Eengh..." Sakura terbangun memperlihatkan emerald yang sangat indah.
Dia merasa tidurnya kurang nyenyak, semalam saat tidur kamar nya terasa sangat dingin, padahal AC dikamarnya sudah dimatikan. Dalam posisi duduknya Sakura sedikit memijat kepalanya yang sedikit sakit, kemudian melihat kearah jam yang ada dimeja nya.
"Masih jam enan, sebaiknya aku mandi dulu" Sakura mengambil yukata mandinya di dalam lemari, sampai pandangannya tertuju ke satu arah.
"Astaga, pantas saja semalam aku kedinginan. Bagaimana bisa aku lupa menutup jendela kamar ku sendiri." Ucap sakura seraya memukul jidatnya pelan. Sakura memarahi dirinya yang ceroboh karena lupa menutup jendela kamarnya, alhasil membuatnya saat ini merasa lemas dan sedikit pusing. Ini pasti akibat dia tidur dengan jendela yang terbuka lebar.
Setelah mandi Sakura langsung pergi kedapur untuk membantu Kaa-san nya menyiapkan sarapan.
"Ohayou Kaa-san" Sakura berjalan kearah dapur dengan wajah lesu
"Ohayou Sakura" Seraya tersenyum pada putrinya. Namun setelah melihat putrinya Mebuki langsung khawatir "Kau baik-baik saja, Sakura?" saraya mengaduk sup yang dia buat
"tidak apa-apa Kaa-san hanya sedikit pusing, ooh iya... Kaa-san ingin memasak apa hari ini?" tanya Sakura sambil memotong sayuran dan mulai mengalihkan pembicaraan
"sup miso dan ikan" Jawab Mikoto tanpa mengalihkan pandangannya dari masakannya
Sakura dan Kaa-san nya sangat cekatan menyiapkan sarapan sampai sarapan sudah tersedia dimeja makan.
"Ohayou..." Sapa Kizashi seraya duduk dimeja makan
"Ohayou Otou-san" yang diikuti Sakura kemudian duduk disebelah kanan Otou-san nya.
"Itadakimasu..."
"Kaa-san sup nya asin" Protes sakura.
"Benarkah? Padahal Kaa-san hanya memberikan sedikit garam". Seraya mencoba sup buatannya sendiri "Iya benar, ini asin sekali sakura" lalu perhatian kedua wanita itu teralihkan pada sang kepala keluarga yang memakan supnya dengan lahap tanpa protes apapun.
"Otou-san, apa sup nya tidak asin?" tanya Sakura penasaran.
"Otou-san akan memakan semua masakan Kaa-san mu sekalipun itu tidak enak". Jawab Kizashi tegas sambil melanjutkan sarapannya.
"Waaahh.. Kaa-san beruntung sekali bisa menikah dengan Otou-san, hahahaha" ledek Sakura kepada Kaa-san nya. Sedangkan Mebuki wajahnya sudah memerah karena ucapan suaminya.
"Sakura, lusa Otou-san diundang ke Suna oleh salah satu teman bisnis Otou-san yaitu Akasuna Ebizo untuk menghadiri pesta penyambutan cucunya yang baru kembali dari Amerika, Dia ingin semua tamu undangan membawa keluarganya, apa kau bisa ikut, Sakura?" tanya Kizashi sambil menghentikan kegiatan sarapannya.
"Maaf Otou-san, aku tidak bisa ikut karena lusa aku ada praktek." Tolak Sakura sopan
"Baiklah, Otou-san tidak akan memaksamu. Otou-san dan Kaa-san akan pergi besok siang ke suna dan rencananya kami akan akan pergi selama tiga hari". Dan hanya mendapat anggukan dari putrinya.
"Sakura, kau tidak apa-apa sendirian dirumah?" Tanya Mebuki cemas, karena melihat wajah Sakura yang terlihat lesu.
"iya Kaa-san, lagi pula ini kan bukan pertama kalinya kalian meninggalkan aku" jawab ku dengan yakin. Namun sepertinya Kaa-san tidak percaya dengan yang aku ucapkan. Tiba-tiba Kaa-san bangun dan menghampiri aku seraya meletakkan tangannya dikeningku.
"badan mu panas, sejak kapan kau panas Sakura?" tanya Mebuki yang semakin khawatir. "kau harus ke dokter, setelah makan Kaa-san akan mengantarkan mu ke Rumah Sakit" perintah mebuki. Sedangkan Kizashi hanya melihat saja tanpa berniat ikut campur meskipun terlihat dari wajahnya menunjukkan kekhawatiran.
"mungkin dari semalam karena aku lupa menutup jendela kamarku dan Kaa-san lupa ya, putri Kaa-san ini kan calon dokter jadi Kaa-san tidak perlu mengantarku ke Rumah Sakit. Setelah makan aku akan minum obat dan Kaa-san tidak perlu cemas lagi, aku yakin setelah minum obat aku akan sehat lagi" bujuk sakura pada Kaa-sannya. Yang akhirnya, Mebuki memilih mengalah karena dia percaya pada putri kesayangannya.
"oh iya Otou-san, acaranya kan lusa tapi kenapa Otou-san pergi ke suna nya besok?" tanya sakura penasaran
"Hn, besok Otou-san ada rapat di suna. Jadi sekalian saja bermalam disana". Jawan Kizashi
Sakura terlihat sedang berfikir, Akasuna Corp adalah salah satu perusahaan besar yang cukup berpengaruh di Jepang, biasanya kalau perusahaan besar hanya akan mengundang perusahaan besar juga atau setidak nya memiliki pengaruh. Tapi perusahaan Otou-san bukan lah kategori kedua nya.
"Otou-san kenapa Akasuna Ebizo mengundang Otou-san ke pestanya? Perusahaan Otou-san kan bukan termasuk perusahann besar" tanya Sakura seraya menghentikan makannya karena penasaran
"hmm... mungkin karena perusahaan Otou-san dan Akasuna terikat kontrak." Jawab Kizashi
"Ooh begitu." angguk sakura mengerti. berarti besok ia akan tinggal dirumah ini sendirian. 'Hmmm membosan kan pasti, apa aku ajak Ino dan Hinata-chan saja ya? Pasti menyenangkan'. ucap sakura dalam hati seraya melanjutkan sarapannya.
Menit berikunya sarapan dikeluarga Sakura diselingi dengan perbincangan-perbincangan kecil antara Sakura dan Mebuki sedangkan Kizashi hanya asik mendengarkan tanpa berminat untuk ikut dalam perbincangan kedua wanita disamping nya itu.
...
Berbeda dengan keluarga Haruno yang banyak percakapan saat dimeja makan, keluarga Uchiha menikmati sarapannya tanpa ada suara, mungkin karena sudah terbiasa atau karena memang penghuni dikeluarga Uchiha hanya sedikit bicara. Biasanya yang akan memulai pembicaraan dimeja makan adalah Mikoto atau Itachi dan itupun takkan lama.
"Sasuke, kemarin kenapa kau pulang terlambat tanpa memberi kabar?" tanya Fugaku pada anaknya
Pertanyaan dari Fugaku mencuri perhatian Mikoto, Itachi dan tentu saja orang yang ditanya Sasuke. Karena sebenarnya Fugaku jarang sekali bicara saat sedang makan kecuali masalah itu sangat penting.
"Ada tugas yang harus aku kumpulkan saat itu, dan Kakashi sensei memanggilku untuk membahas tentang tugas yang belum aku kumpulkan." Jelas Sasuke seraya melanjutkan kegiatan sarapannya.
"mulai sekarang kau harus beri kabar pada Kaa-san mu jika terlambat pulang, mengerti Sasuke." Perintah Fugaku yang hanya dibalas 'Hn' oleh Sasuke sedangkan Mikoto dan Itachi saling menatap seraya tersenyum.
"setelah makan Otou-san ingin bicara dengan kalian berdua" perintah Fugaku seraya melihat ke dua putranya yang duduk bersebelahan. Dan hanya dibalas anggukan oleh mereka.
Sarapan pagi pun selesai, Fugaku meminta istri dan kedua putranya untuk berkumpul di ruang keluarga. Tak butuh waktu lama untuk semua nya berkumpul di ruang keluarga.
"Otou-san mau Sasuke mulai bekerja di perusahaan pusat untuk membantumu itachi" perintah Fugaka
"apa Otou-san tidak akan ke kantor lagi?" tanya itachi penasaran akan keputusan ayahnya yang tiba-tiba ini.
"untuk sementara waktu Otou-san tidak akan kantor pusat, tapi Otou-san membantu paman mu Obito yang memegang perusahaan cabang di Suna. Jadi, Otou-san dan Kaa-san akan pulang pergi Konoha-Suna sampai Obito bisa menangani nya sendiri" jawab Fugaku seraya melihat ke dua putranya secara bergantian, yang di balas anggukan oleh mereka.
"Sasuke, apa kau sudah siap membantu ku diperusahaan? Kau tau kan, kalau kau sudah bergabung maka waktu untuk bertemu dengan teman ataupun pacar mu akan sangat terbatas" ucap Itachi panjang lebar seraya menggoda adiknya yang hanya diam seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Hmm.. Aku selalu siap" seraya memberikan senyum licik kepada kakaknya.
"Baiklah, karena sudah semua sudah tau Otou-san ingin kalian berdua untuk mengosongkan jadwal selama dua hari" jeda Fugaku seraya memastikan kalau ke dua Putranya mengerti "kebetulan salah satu kolega Uchiha, Akasuna akan mengadakan pesta di Suna, mereka juga mengundang anggota keluarga dari tamu undangan untuk hadir di pesta itu. Ini kesempatan, Otou-san akan memperkenalkan kalian ke teman bisnis Otou-san yang hadir di pesta itu" terang Fugaku
"Apa di pesta itu yang di undang hanya perusahaan besar?" tanya Sasuke
"yang Otou-san tau, tidak hanya dari perusahaan besar tapi perusahaan yang menjalin kerjasama dengan perusahaan tersebut juga di undang, dan itu termasuk perusahaan yang tidak terlalu besar. Karena dari beberapa informasi yang Otou-san dapat kalau Akasuna berencana menjodohkan pewarisnya dengan salah satu kolega yang ia undang" jelas Fugaku yang kemudian dibalas keterkejutan oleh kedua putranya. "tenang saja, pewaris Akasuna Corp adalah laki-laki, jadi tidak mungkin dijodohkan dengan salah satu dari kalian" jawab Fugaku seolah mengerti tatapan kedua putranya.
"Huhft... Syukurlah" jawab Itachi lega karena bagaimanapun dia sudah memiliki kekasih dan dia tidak mungkin meninggalkannya meskipun hubungan mereka belum lama diresmikan. Lagi pula meskipun harus ada yang di jodohkan antara dia dan Sasuke, pasti jawabannya adalah Sasuke, karena saat ini itachi sedang menjalin hubungan dengan Konan salah satu putri dari pemegang saham di Uchiha. Sedangkan Sasuke hubungannya dengan kekasihnya itu tidak disetujui oleh Otou-san. 'Hahahah' dia pun tertawa dalam hati seraya melayangkan senyum angkuh kepada adiknya.
"Lalu kapan aku mulai bergabung?" tanya Sasuke pada Otou-sannya
"mulai minggu depan, dan kau harus menyelesaikan segala urusan mu sebelum kau bergabung dengan perusahaan" perintah Fugaku
"Hn.. Aku mengrti" seraya berdiri dan bersiap untuk pergi ke kampus.
...
Sakura berjalan menuju ruang kelas nya yang berada di ujung lorong, dia berjalan dengan kecepatan penuh karena jam pertama adalah pelajaran Kakashi Sensei. Dia tidak boleh terlambat masuk ke kelas, atau ia akan mendapat hukuman sebagai kelinci percobaan, memikirkannya saja sudah membuat Sakura merinding. Sakura pun tiba di kelas nya dan untung saja Kakashi Sensei belum datang.
"Hai Sakura-chan" sapa Hinata
"Hai, Hinata-chan" balas Sakura seraya duduk dibangku disebelah kiri Hinata. Sakura melihat sekeliling dan tidak menemukan Ino. "Ino belum datang?" tanya Sakura seraya melihat ke arah Hinata, dan Hinata hanya menggeleng kan kepalanya. "tumben sekali dia belum datang" tambah Sakura, baru Sakura akan mengirim kan Ino pesan kalau saja Ino tidak membuat suara berisik di luar.
"Hah hah Aku Selamat" seraya berjalan dengan lesu kearah Hinata dan Sakura. "Selamat Pagi semua" ucap Ino seraya mendudukan diri disebelah Hinata.
"Pagi Ino" jawab Sakura dan Hinata
" Oh iya Sakura, Hinata. Aku dengar perusahaan Otou-san kalian diundang oleh Akasuna Corp ya?" tanya Ino penasaran
"Iya .. dari mana kau tau Ino? Apa perusahaan Otou-san mu di undang juga?" tanya Sakura
"tidak, aku diberitahu oleh Sai, dia bilang kalau perusahaan Otou-san kalian di undang juga" jelas Ino
"Iya.. dan Akasuna Corp tidak hanya mengundang petinggi nya tapi juga mengundang istri dan anak mereka" jawab Sakura
"Ano Sakura, apa kau akan hadir di pesta itu?" tanya Hinata yang berharap jawaban 'iya' dari Sakura.
"Aku tidak ikut Hinata-chan, karena lusa kita akan ada praktek kan? Bagaimana dengan mu Hinata-chan?" tanya Sakura
"aku ikut ke pesta itu Sakura, dan untuk praktek aku akan izin pada Tsunade Sensei. Kalian tau kan, Otou-san ku tidak akan menerima penolakan apalagi aku terlalu takut untuk bilang tidak pada Otou-san" jawab Hinata dengan nada sedih.
Sakura dan Ino hanya bisa memberikan tepukan di pundak Hinata menyuruhnya untuk bersabar.
...
"Hoi Teme" panggil Naruto dengan suara kencang, kepada Sasuke yang sedang duduk sendirian di salah satu kursi kantin.
"Berisik Dobe" yang dibalas dengan tatapan kesal Sasuke
"sedang apa kau disini, Teme? Memangnya tidak ada kelas kau sekarang? Tanya Naruto
"tidak ada" jawab Sasuke Singkat, "lalu apa yang kau lakukan disini, apa kau sedang membolos?" tanaya Sasuke
"aku tidak pernah membolos, aku hanya izin keluar sebentar" jawab Naruto seraya duduk dihadapan Sasuke. "Sasuke, Apa Otou-san mu sudah bilang tentang pesta yang di adakan oleh Akasuna Corp?"
"Hn"
"lalu apa kau akan datang Sasuke?"
"Iya, aku akan datang. Otou-san akan mengenal kan ku pada teman bisnis nya karena minggu depan aku akan bergabung dengan perusahaan Otou-san. Lalu bagaimana dengan mu Naruto?"
"Sama, Otou-san ku akan menggunakan kesempatan ini untuk menenalkan aku pada teman bisnisnya. Karena cepat atau lambat aku akan terjun ke dunia yang sama dengan Otou-san". Ucap Naruto seraya meminum kopi nya.
"Oh iya dobe, apa Hinata akan hadir di pesta itu?" tanya Sasuke
"Iya, semalam di selah acara di rumah Hinata, Otou-san nya menyampaikan kalau akan ada pesta di Suna dan Hinata harus ikut". jawab Naruto, namun Naruto merasa ada yang aneh dengan Sasuke, 'tumben sekali dia bertanya, ini pasti sesuatu yang berbahaya' ucap naruto dalam hati. "hoi ada apa Teme? Kenapa kau bertanya tentang Hinata datang atau tidak?" tanya Naruto selidik
"jadi kau belum dengar ya? Kalau salah satu rencana dari pesta yang diadakan oleh keluarga Akasuna adalah untuk menjodohkan pewaris nya dengan salah satu anak koleganya". Jawab Sasuke dengan seringai nya
"Pewaris? Akasuna? Apa mereka akan menjodohkan aku?" tanya Naruto polos
"Bodoh, aku tidak bilang dengan kau. Pewaris Akasuna Corp itu laki-laki, dan bisa jadi dia akan tertarik dengan Hinata Dobe". jelas Sasuke. yang kemudian dibalas decihan Naruto.
"Ciih... tidak akan kubiarkan Hinata direbut, terima kasih Sasuke kau sudah memberikan ku informasi, dan aku harus memperingati Hinata agar tidak berdandan ke pesta itu". Ucap Naruto seraya tertawa bahagia dengan rencana yang akan dia hanya dibalas 'hn'
.
.
.
TBC
.
.
.
akhirnya setelah sekian lama bisa update juga,,
Ceritanya mungkin seperti sinetron, tapi ini fict yang mau aku ceritain
kalau tidak berkenan jangan dibaca.
Terima kasih
