Up Kilat


Pertarungan hebat akan dimulai, pertarungan antara Mahluk yang sedari lahir sudah kuat fisik melawan Mahluk yang berjuang dari nol untuk meraih kekuatan. Naruto menggunakan armor robot Vibranium yang katanya bisa menyerap getaran dan memperkecil Momentum, melawan Tengu yang kekuatannya tidak perlu diragukan lagi, Youkai kepercayaan Kyubi Yasaka. Pertarungan fenomenal dan jarang terjadi, dimana seorang pengguna sihir langka akan menunjukan taringnya dengan berhadapan melawan salah satu mahluk terkuat dari Fraksinya.

"….Tarian akan dimulai!"

Naruto by Masashi Kishimoto sensei desuu~

"Novus Ordo Seclorum"

Genre : Adventure, Action, Supranatural, Sci-fi

Rate : M

Sumary : Hidup di masa dimana tatanan dunia baru sedang berlansung, membuatnya berambisi besar untuk ambil bagian. Menggunakan semua yang dia punya, dia pasti akan mencapai tujuannya di dunia baru nanti..

A/N Chap ini menuntut reader untu fokus agar cerita bisa dicerna dan dipahami, serta agar reader pun mendapati kesalahan2 apa saja untuk diutarakan dalam Review

Arc 1 : Mission Kyoto

Chapter 4. Manusia terkuat


.

Alternatif Dimensi, Kediaman Yasaka –

Pertarungan besar sebentar lagi akan terjadi, Naruto dengan Techno Magic miliknya melawan Tengu dengan kekuatan Youkai yang sangat besar. Sebelumnya, jalan diplomasi sepertinya mustahil dilakukan untuk mencegah pertempuran ini. Kini, hanya tinggal menarik pelatuk atau siapa yang akan menyerang duluan yang akan memulai pertarungan ini.

"Hmmmm, Tengu-dono? Apa anda benar-benar berniat bertarung denganku? Kurasa kita harus sedikit membicarakan ini di meja diskusi, bagaimana?"

Naruto mencoba negosiasi, meskipun keinginan terdalam dan hasrat sebagai petarung menginginkan pertarungan, sisi rasionalnya sangat ingin meminimalisir bentrokan yang bisa saja mengganggu rencananya, lebih parah lagi kalau Tengu sampai mati disini karenanya, sudah pasti komposisi dan variasi Aliansi buatannya akan berkurang dan pasti kedepannya pun pasti ada hambatan. Memang masih ada rencana cadangan kalaupun dia bertarung dengan Tengu, yaa hanya saja Naruto tak ingin unjuk kekuatannya terlalu dini. Bahaya bagi Naruto jika satu persatu rahasianya diketahui luar.

"Kurasa kau sudah paham situasinya Ningen!"

Suara berat Tengu terasa menakutkan dan menekan siapa saja yang membantah nya, manusia biasa yang mendengarnya mungkin akan langsung pingsan begitu saja ketika mendengar dan meraskan kekuatan gila dari Tengu, terlalu susah dibayangkan oleh akal manusia biasa.

jadi pertarungan yah..

Whuuuuuuu

Naruto melayang dengan perlahan, dengan alat ciptaan sihir dan Sacred Gear-nya yang berbentuk UFO dan membantunya memanipulasi Gravitasi. menabrak dan menghancurkan atap Replika kediaman Yasaka, Naruto melayang terus sampai dia berada pada ketinggian kurang lebih 40 meter. Tengu sendiri hanya melihat dan mengawasi saja, belum ada tanda-tanda menyerang dari Naruto.

"Saa..! Tengu-san! Kalau kau memilih jalur pertempuran. Maka..,"

Mengarahkan tangan kanan berbalut armor Vibranium miliknya kebawah, tepat menuju lorong kediaman Yasaka yang terdapat Tengu, dari depan tangan kanan Naruto muncul lingkaran sihir berwarna kuning dengan Simbol sebuah pohon besar dan ratusan aksara sihir Techno Magic yang berputar cepat mengelilingi Simbol pohon besar ditengah lingkaran sihir.

Chuuu…!

Dududududududududududu…!

Ratusan proyektil peluru dimuntahkan dari sana dengan kecepatan yang gila, mungkin diatas kecepatan suara. Peluru tersebut melesat dengan cepat menuju Tengu dibawah sana, yang hanya diam dan menatap datar semua serangan Naruto, seolah Tengu merasa kalau semua serangan itu tak bakalan bisa menggoresnya sedikit pun.

Langsung saja, dengan ganasnya, peluru-peluru yang berjumlah ratusan yang melesat tiap detik itu memborbardir dan melibas sedikit bagian dari kediaman Yasaka, dengan Tengu yang berada dalam area terlibas itu. 2 menit kemudian, barulah tembakan serbu itu berhenti, dan menyisakan sebuah kondisi ruangan yang tadinya baik-baik saja kini sudah hancur karena serangan dari 1000 lebih peluru yang memborbardirnya terus dalam jangka waktu 2 menit.

Tengu yang tadi terkena semua serangan Naruto, dia masih berdiri dengan banyak kepulan asap dan kehancuran disekitarnya, hasil serangan Naruto. Terlihat dari ekspresi wajahnya, Tengu sepertinya sangat sangat terkejut. Bagaimana tidak, yang semula dia mengira kalau peluru-peluru itu tak akan melukai bahkan menggoresnya sedikitpun, ternyata dugaannya salah. Meski tak merasakan langsung dampaknya karena berlindung menggunakan lingkaran sihir, namun Tengu yakin kalau senjata yang sering digunakan manusia itu bisa membuatnya terluka bahkan sekarat jika dibiarkan saja.

Seumur-umur mengamati peperangan dan siklus hidup manusia, Tengu baru tau kalau senjata pelengkap yang sering digunakan oleh manusia dalam peperangan itu ternyata akan sangat berbahaya saat digunakan oleh manusia diatasnya. Apakah pelurunya berbeda? Tengu tak tau.

"Terkejut, eh?" Naruto berujar sinis, ketika menyadari kalau Tengu ternyata hampir kalah saat dia meremehkan serangan miliknya tadi. Untung saja timing dia membuat pelindung tepat, kalau tidak mungkin dia akan kalah cepat. Sepertinya pengalaman bertarung dan insting seorang veteran memang luar biasa. Pikir Naruto

"Bagaiamana kau melakukannya?" setelah sedari awal jarang berbicara, kini Tengu berbicara menanyakan fenomena tadi. Dia tak boleh gegabah mulai sekarang, manusia diatasnya sepertinya punya kekuatan tersembunyi yang mengerikan.

"Bagaimana? Kheh, kau bicara juga akhirnya. Tentu saja, jawabannya itu Karena kejeniusan-ku dan sikapmu yang meremehkan-ku Tengu-san. Perlu kau ketahui, bahwa tadi adalah manipulasi Techno Magic dengan Sacred Gear milikku, sehingga menciptakan ribuan proyektil peluru yang melesat seperti ditembakan oleh sebuah Assault Rifle sungguhan, Kaliber pelurunya adalah 5.56x 45 mm. memuntahkan peluru sejumlah 150 dalam waktu satu detik, dengan kecepatan peluru mencapai 700 meter/detik sangat sulit manusia biasa atau mahluk dengan level kekuatan rendah menghindarinya. Ditambah, Peluru-peluru ini bukanlah peluru biasa, peluru timah yang diformulasikan dengan sihir sehingga kekuatan dan ketahanannya bahkan bisa menembus baja sekalipun, dan tidak sulit juga untuk menggores dan melukai kulit keras dan kuat mahluk supranatural sekelas dirimu, Tengu-san."

Meski serangan tadi terlihat tak seberapa untuk Tengu, namun dengan Up Grade dan kreatifitas didalamnya, serangan tadi berubah menjadi mematikan dan bahkan bisa membuat mahluk sekaliber Tengu sekalipun sekarat jika diam saja. Inilah yang membedakan penyihir biasa dengan Naruto, jika mereka para penyihir biasa lebih kepada serangan ber-Damage besar dan Dekstruktif, maka Naruto dengan Techno Magic miliknya lebih mengutamakan Up grade dan variasi serangan dengan Kreatifitas tanpa batas, ditopang lagi dengan Sacred Gear yang entah apa dan sekelas Longinus, Naruto mempunyai cirri khas nya sendiri sebagai petarung.

Chuuuu…!

Dudududududududududududududu..

Serangan dengan intensitas lebih besar dan mematikan ditembakan Naruto menuju Tengu dibawah sana, kali ini sepertinya tidak main-main lagi, Lingkaran sihir hasil Manipulasi Techno Magic dan Sacred Gear Naruto melebar lebih besar dan menembakan proyektil peluru lebih banyak tiap detiknya.

Tengu pun mulai bertindak hati-hati, dia bakal mati kalau terus meremehkan musuhnya kali ini, tak mau mati begitu saja, dia langsung terbang menggunakan sayap gagaknya dengan kecepatan tinggi untuk menghindari semua serangan mematikan itu. Berhasil lari, namun kediaman Yasaka disudut itu kini hancur berantakan karena serangan beruntun dari Naruto.

"KYAAA-"

Suara seorang wanita berteriak mengalihkan fokus Naruto dan Tengu, Tengu berjenti terbang dan Naruto menghentikan serangannya. Mereka dengan jelas bisa melihat kalau dalam puing-puing kediaman Yasaka disudut itu terdapat seorang wannita Youkai yang bersimbuh darah karena serangan beruntun Naruto, sepertinya dia sedang sembunyi, hanya saja tak berhasil melarikan diri dari serangan Naruto.

Naruto sebagai pelaku, hanya menautkan alisnya heran, setau dirinya yang masuk ke Dimensi Alternatif ini hanya dia dengan Tengu. Apakah mungkin dia terbawa ikut, dan juga dia sepertinya ikut menguping dan mengikutinya seperti yang dilakukan oleh Tengu.

"Hiyori-san..,"

Tengu tentu kenal dengan wanita Youkai yang nyawanya sudah tak tertolong itu. Pelayan pribadi Yasaka-Hime, Hiyori Iki. Wanita berambut hitam itu sepertinya menguping seperti dirinya saat pertemuan Yasaka-Hime dengan manusia misterius musuhnya kali ini, sepertinya juga dia terbawa kemari dan malah bersembunyi untuk melindungi diri dari pertempuran dia dengan Naruto, dan na'asnya dia malah mati terkena serangan Naruto ketika dia memborbardir bangunan itu. Cihhh.., ini semakin menambah hasrat membunuh Tengu.

"Hmmm.., kau kenal siapa dia, Tengu-san?" Nada bicara Naruto sangat santai sekali. Dia seolah-olah tak melakukan apapun, padahal karenanya nyawa seseorang melayang dengan cepat.

"Yah, aku mengenalnya. Dan karena itulah…,"

Aura disekitar Tengu semakin gelap ketika energy berwarna ungu meluber keluar dari tubuh Tengu saking banyaknya energy tersebut. Dia akan menyerangnya sekarang.

Whuuuuus..!

Tengu melesat dengan kecepatan gila melebihi kecepatan suara menerjang Naruto, menggenggam katana miliknya, Tengu bersiap menebaskan katananya ketika sudah dekat dengan Naruto.

Traaank..!

Katana tajam milik Tengu berbenturan dengan Tangan Vibranium Naruto dan menimbulkan percikan api serta suara nyaring yang khas. Terlihat bahwa, ketahanan dan kekuatan katana Tengu tak kalah saing dengan kekuatan dan ketahanan Vibranium milik Naruto.

Membuat posisi menyerang kembali, Tengu menggerakan Katananya dengan gerakan menusuk menuju tenggorokan Naruto yang tak terlindung apapun. Dan sepertinya akan berhasil, mengingat gerakan Tengu sangat cepat dan sukar disadari karena kecepatan abnormalnya sebagai pengguna pedang.

Hampir saja..

Greeep..!

Timing yang pas! Naruto berhasil menangkap bilah katana Tengu dan mencegahnya menusuk tenggorokan Naruto. Tentu saja menggunakan Tangan Vibranium buatannya, dia tak akan terluka apapun meski memegang katana dengan bilah tajam tersebut.

Posisi yang menguntungkan.

Naruto langsung saja mengarahkan tangan kirinya yang bebas menuju wajah Tengu yang sedikit dibawahnya, muncullah lingkaran sihir berwarna kuning bersimbol sama seperti sebelumnya dengan diameter yang lebih kecil. Dan tentu saja..

Chuuu..!

Dududududu..

Beberapa Proyektil peluru keluar dari sana, dan memberikan kejutan untuk Tengu yang kurang menyenangkan posisinya itu.

Whuuuus..

Untung saja, dengan timing yang tepat, dia berhasil meloloskan diri dengan menarik katananya sekuat tenaga dan langsung terbang pergi menghindari serangan kritis tadi. 2 kali serangan, dan Tengu hampir mati. Sementara Naruto, dia masih belum merasakan serangan berarti dari Tengu sedikitpun.

Tak mau terus berlarut dalam pikiran yang sia-sia. Tengu mulai memegang kembali katananya dengan kedua tangannya, menambah mobilitas serangannya. Dia kali ini akan menyerang dengan kecepatan yang lebih cepat dan serangan kritis melalui titik buta, mungkin saja ini bisa mengalahkan Naruto. Meski refleknya luar biasa bagus, Tengu akui itu, namun jika dalam titik buta, Tengu yakin Naruto pasti tak akan berkutik sedikitpun.

Inilah ciri khas dan kemampuan Tengu sebagai petarung yang lebih mengandalkan bilah tajam pedangnya, mungkin Tengu bisa disebut sebagai Samurai. Dan sebagai ahli pedang yang pengalaman dan jam terbangnya sudah sangat lama dan padat, dia punya segudang pengalaman dan tekhnik berpedang yang mematikan. Salah satunya ya ini..

Whuuuuuus..

Tengu menghilang begitu saja tak terlihat oleh mata, bukan menghilang memang, dia hanya bergerak dengan kecepatan tak terlihat mata biasa, sehingga mata biasa tak dapat melihatnya. Naruto mengalaminya sekarang, matanya adalah mata manusia biasa, dia tak akan bisa melihat dan mengikuti pergerakan Tengu yang cepatnya lebih dari 5 Match atau lebih dari 5 kali kecepatan suara itu, atau jika dalam hitungan, kurang lebih 1600 meter/detik. Kecepatan luar biasa, yang sangat sulit diikuti mata biasa.

Tiba-tiba, Tengu muncul dibelakang kiri Naruto dengan katana yang siap ditebaskan kapan saja. Kecepatannya benar-benar diatas manusia biasa. Tengu tanpa membuang waktu, langsung saja menebaskan katananya secara Horizontal berniat menebas kepala Naruto dan memisahkannya dari tubuhnya. Naruto tak menunjukan gestur apapun, sepertinya dia tak menyadarinya sama sekali. Apakah ini akhir dari Naruto?

Whuuuuus..!

Margin yang sangat tipis! Naruto dengan timing yang kembali tepat, berhasil menghindari tebasan itu dengan menundukan tubuhnya. Entah bagaimana mekanismenya, sepertinya serangan dari titik buta pun tak berhasil untuk Naruto.

Tak menyerah, Tengu kembali menyerang dengan kecepatan gila dan dari titik buta, dia menusukan katananya vertical kebawah ketika Naruto masih tetap membungkukan tubuhnya, mungkin dengan ini Naruto akan tewas.

Greeep..!

Sekali lagi! Bagaikan Déjà vu Naruto berhasil membalikan tubuhnya menghadap Tengu yang berada diatas dengan timing yang pas, sehingga dia terbebas dari tusukan vertical kebawah Tengu. Dia bahkan berhasil lagi memegang dan menangkap bilah Katana Tengu.

Menyadari kalau terus dalam posisi itu, Tengu akan mati mudah. Dia langsung bergegas dengan cepat dan menjauhi Naruto. Dia kini terbang sejajar dengan Naruto dalam ketinggian kurang lebih 40 meter diatas permukaan.

Jika dilihat, Naruto masih terlihat santai dan bersikap seolah bahaya belum menghampirinya, padahal dia sudah 2 kali diserang dengan cepat dan melalui titik butanya, sehingga sangat mustahil untuk menghindar apalagi merasakannya. Sementara dengan Tengu, dia sedikit heran dan bingung dengan semua fenomena tadi, namun karena menganggapnya hanyalah sebuah kebetulan, dia akan melanjutkan serangkaian serangan yang lebih cepat dan mematikan pada Naruto.

"Hmmm, kau memang sangat handal menggunakan pedang Tengu-san." Tengu menghentikan niatnya yang akan memulai rencana eksekusinya, mungkin berbincang sebentar dengan Naruto akan membuat dia menemukan solusi untuk membunuh Naruto.

"Aku sama sekali tidak pernah berpikir senang, ketika dipuji oleh manusia licik sepertimu."

Masih sinis ternyata..

"Maa, itu hakmu. Dan aku tak perduli." Naruto kembali mengarahkan tangannya menuju Tengu, kali ini hanya lingkaran sihir kecil namun dengan konsentrasi tinggi tepat didepan telapak tangan Vibranium Naruto, lingkaran sihir itu mlai bersinar dan mengeluarkan asap. "Kuharap kau bisa memberikan lebih, dan selamat dari ini."

Whuuuuuuuuuuuuuuu…!

Lidah api dengan konsentrasi tinggi dan suhu yang tidak main-main keluar dari lingkaran sihir dengan Konsentrasi tinggi tersebut. Kali ini Naruto tidak menggunakan serangan peluru lagi, dia kini menggunakan serangan yang sering disebut oleh orang-orang sebagai Flame Thrower atau pelontar api, alat perang yang sudah sering digunakan bahkan pada era kekaisaran Byzantium. Serangan ini bersifat Area, artinya akan menyapu dan membilas siapa saja dalam Area serangan menjadi hangus.

Tengu pun tak mau kalah, dia melesat cepat menghindara serangan Flame Thrower bersuhu tinggi itu dan bergerak cepat dari samping menuju Naruto yang bahkan tidak bisa menyerang mengikuti kecepatannya, sepertinya dia diuntungkan jika begini. Tengu berniat kembali menyerang dengan serangan beruntun dari titik buta, sehingga peluang menang miliknya akan semakin tinggi.

Tengu menebas, Naruto berhasil menghindar kebawah. Kembali menebas dan menusuk, Naruto berhasil lagi menghindar dan bahkan sempat menyerang balik. Semua serangan terkoordinasi dari titik buta yang dilakukan oleh Tengu semuanya sia-sia, Naruto entah kenapa selalu berhasil menghindar bahkan membuat serangan balik. Seolah-olah Naruto bisa melihat masa depan dan memperkirakan semuanya.

Tengu dibuat Frustasi sekarang, semua tekhnik pedang mematikan dari titik buta dan Silent mode miliknya tak memberikan efek apapun. Justru dialah, yang harus mati-matian menghindar dan selamat dari serangan Naruto. Dia kini sedang meng-Observasi kembali dari jarak beberapa puluh meter.

"Penasaran 'ne?" seolah mengejek, Naruto menanyakan pertanyaan yang mengganjal dipikiran Tengu padanya. Baiklah, sepertinya kalau bukan Tengu, mungkin dia akan ter-Propokasi dengan tindakan Propokatif Naruto. Benar-benar Licik.

"Accelerated Perception…" Tengu tak menjawab, Naruto tetap berbicara. " Aplikasi dari Sihir Techno Magic, Enhanced Brain Capacity. Kemampuan untuk melihat dan merasakan sebuah Vektor dari sebuah benda, bahkan meskipun matanya tak melihat sekalipun, selama itu dalam ruang lingkup Accelerated Perception, maka user akan merasakan arah atau vektornya, serta tubuh pun bisa melakukan antisipasi, sehingga serangan tersebut bisa dihindari meskipun dalam titik dimana tak mungkin dilihat sekalipun."

Tiap benda yang bergerak, baik itu yang besar sebesar Matahari atau kecil sebesar Atom, Electron atau Quark sekalipun, pastinya akan memiliki vektor atau arah, dengan kemampuan hasil cabang Techno Magic, Enhanced Brain Capacity, Accelerated Perception itulah, Naruto bisa merasakan semua serangan Tengu yang mengarah padanya, bahkan dalam titik tertingginya, Naruto bisa merasakan arah gerakan sebuah molekul air diudara disekitarnya. Dengan kemampuan inilah, Tengu selalu tak bisa memberikan serangan berarti pada Naruto, justru dia yang hampir mati.

"Meskipun dalam titik tak bisa kau lihat sekalipun? Itu bukan berarti kau dan tubuhmu selalu bisa menyiapkan antisipasi kan?"

Meski baru mengetahuinya, Tengu menyadari kelemahan itu dari penjelasan Naruto. Mungkin saja seperti apa yang dikatakan Naruto, dia bisa merasakan gerakan dari sebuah Partikel sekalipun. Namun tetap saja 'kan, tubuhnya tidak disistem secara spontan menghindari dan mengantisipasi. Berarti, antisipasi atau saat Naruto menghindari semua serangan Tengu, tubuhnya masih digerakan secara manual oleh otaknya. Itu peluang bagi Tengu. Hanya saja..

"Kau menyadari kelemahannya 'kan? Hmmm.., yah, kelemahannya adalah reflek tubuhku sendiri. Tubuhku adalah tubuh manusia, ada batas dimana tubuhku tak bisa bergerak spontan secara cepat, namun.., apakah kau bisa menyerangku hingga batas-batas terakhir?"

Benar. Jika Tengu Observasi serangan tercepat yang dia lancarkan, kira-kira kecepatannya 5 Match atau 5 kali kecepatan suara, atau dalam hitungan matematis 1600 meter/detik, kecepatan ini hanya berkisar 5760 Km/jam. Cukup dan sangat cepat jika dalam nalar manusia, namun sepertinya itu masih belum cukup untuk melewati batas tubuh Naruto. Sepertinya harus yang benar-benar cepat, kecepatan yang 10 kali lipat lebih cepat dari kecepatan suara.

"Aku mengerti. Bersiaplah Ningen! Kecepatanku akan benar-benar cepat sekarang."

Kali ini Tengu menyarungkan kembali Katananya pada sarungnya, dia kali ini berniat beradu tinju dengan segenap kekuatan yang dia miliki, dan kali ini dia akan serius dengan kekuatannya. Lihat saja sekarang, tubuh Tengu sudah tidak terbalut lagi armor-armor Samurainya karena kali ini adalah pertarungan yang mengharuskan kecepatan dan akurasi yang gila, aura atau energy alam berwarna ungu menguar dari tubuh Tengu, aura itu menyebar disekitar dan meracuni udara sekitar sehingga siapapun yang menghirupnya akan merasa sesak.

Naruto pun tak mau kalah, dia menciptakan kembali Lingkaran sihir Create nya di belakang punggungnya, kemudian dari beberapa bagian tubuh Naruto, muncul beberapa alat seperti sebuah roket pendorong. 2 dipunggung, 2 disiku dan 2 dibetis bagian belakang. Alat ini menambah dan memberikan dorongan super yang membantu Naruto dalam kecepatan. Meski ada Accelerated Perception, tapi hal itu tidak bisa terus diandalkan jika terus melawan musuh berkecepatan tinggi.

Whuuuuuuuung..!

Keduanya menghilang dengan cepat! Kecepatan mereka sama. Tak terbayangkan dan sulit dilihat mata biasa. Tiba-tiba saja…

Duuuuugh

Suara tinju beradu terdengar nyaring, ditambah gelombang udara yang terasa besar ketika Tengu dan Naruto beradu tinju diudara. Kekuatan Tengu memang lebih besar dan jauh sekali dengan kekuatan murni Naruto, hanya saja dengan dibantu Armor Vibranium dan alat pendorong jet yang membantunya bertarung cepat, dia seimbang sekarang dengan Tengu.

Chuuuuuu..!

Mereka kembali menghilang, tak terlihat mata dan disadari siapapun, tiba-tiba mereka kembali muncul dititik lain dan beradu tinju dengan kekuatan tinggi, kembali hilang dan terus beradu tinju. Yang terlihat adalah cahaya cepat berwarna ungu dan merah ketika mereka beradu tinju. Kecepatannya tidak masuk akal.

Duuuuugh

Dalam Slow Motion, Naruto dan Tengu saling melempar senyum atau menyeringai kepada masing-masing pihak, terlihat keduanya sangat menikmati pertarungan ini.

Duaaaagh..!

Meski tertahan dengan tangan Vibranium – nya, tendangan super Tengu yang dilapisi Senjutsu murni tetap membuat Naruto tak mampu bertahan dan terdorong dengan cepat kebawah, menuju komplek istana Yasaka.

Satu..

Dua..

Sudah lebih dari sepuluh tembok jebol ketika Naruto menabrak beberapa tembok karena dorongan kuat Tendangan Tengu, untungnya tubuhnya masih selamat karena ada medan listrik yang melindungi tubuhnya, sehingga tubrukan keras tak memberikan efek pada Naruto.

Tengu kembali bergerak. Dia tak menyia-nyia kan kesempatan. Dengan cepat, dia sudah dekat dengan Naruto yang masih terlentang dan terdorong kekuatan tendangan Tengu. Tengu akan memberikan pukulan kepada wajah Naruto sekarang.

Hap!

Memanpaatkan kecepatan Tengu yang menuju dirinya, Naruto menjepit leher Tengu dengan kedua kakinya. Meski terdesak, rencana selalu ada dikepala pirang Naruto. Dibantu daya dorong roket dibelakang betisnya, Naruto membuat gerakan salto dan otomatis, Tengu yang terjepit lehernya mengikuti arah salto Naruto.

Braaaaagh..!

Dengan kecepatan dan kekuatan gila, Naruto membenamkan Kepala Tengu dengan sadis menuju permukaan tanah hingga kepala Tengu amblas dan masuk pada permukaan tanah itu. Tak cukup sampai disana, Naruto langsung melayang cepat dan mengarahkan serangan lanjutan. Dan tak tanggung-tanggung, dari kedua tangan Naruto menyembur 2 lidah api bersuhu tinggi yang langsung melahap tubuh terbenam Tengu dalam panas ratusan derajat celcius. Api itu menyebar, dan membakar hampir 200 meter persegi komplek kediaman Yasaka.

Naruto menunggu diudara. Dia yakin, meskipun sudah diserang dengan berbagai serangan, Tengu masih hidup dan bertahan. Sosok Tengu sebagai veteran dengan pengalaman segudang, membuat Naruto yakin dengan keyakinannya. Dan benar saja, Api beserta asapnya tiba-tiba tertiup gelombang angin kencang, dan dititik tengah gelombang angin itu, ada Tengu yang berdiri kokoh dengan kepala penuh tanah dan tubuh penuh gosong di kulit merahnya. Dia juga terlihat memuntahkan butiran-butiran tanah yang masuk pada mulutnya ketika dibenamkan ditanah oleh Naruto(?)

"Menarik Ningen," Tengu tetap memuntahkan beberap butiran tanah ketika berbicara. "Kekuatan dan kemampuanmu.., jauh berada diatas Ekspetasi-ku. Sihir unik ditambah sebuah Sacred Gear misterius. Hmmm.., aku penasaran, apa dan berada dikelas mana Sacred gear milikmu, Ningen."

"Hmmm.., sebagai bentuk Apresiasiku, kuberi tau. Berada dikelas Longinus, julukannya adalah The Miniature Garden of the Green Tree of Innovation."

Sama sekali tak terekejut, Tengu hanya mengangguk biasa. "Innovate Clear 'kah? Artefak langka yang sukar sekali digunakan."

Naruto sedikit penasaran. "Hmmm.., dan aku penasaran ketika kau menyebut Sacred Gear miliku sukar digunakan?"

"Sacred Gear milikmu adalah artefak suci yang mampu menciptakan apapun benda mati, sesuai imajinasi weildernya. Bahkan dikatakan, Sacred Gear ini lebih hebat dibandingkan Sacred gear serupa dikelas Longinus atas, Annihilation Maker. Semuanya tergantung kejeniusan dan imajinasi serta kreatifitas weilder. Dan Innovate Clear milikmu, sangat menuntut sekali Weilder nya paham dengan struktur molekul apa yang ingin di buat. Itulah alasan kenapa Sacred Gear milikmu sukar digunakan, dan membuatnya dalam urutan terendah kelas Longinus. Namun, melihat kepiawaian dan kejeniusanmu, kurasa tingkatan kelas Longinus akan berubah."

"Sayangnya aku tak berminat menaikan kelas Longinus-ku." Naruto menjawab cepat. Dia serius. Tujuannya bukanlah menaikan kelas Longinus atau membuktikan sebagai yang terkuat, tujuannya lebih dari itu.

"Souka.." tak ada ekspresi diwajah menyeramkan Tengu, dia memejamkan matanya dan fokus pada pengendalian Senjutsu untuk mengaliri seluruh tubuhnya untuk menambah Damage serangan miliknya. Mengambil gerakan bersiap yang umum digunakan pelari, Tengu kemudian..

..Menghilang cepat dan muncul didepan Naruto dengan tinju yang mengarah menuju kepala Naruto. Jika kena, umur Naruto pasti akan berakhir sekarang. Ditinju dengan hantaman Senjutsu yang pekat lagi murni, kepala Naruto pasti akan hancur dengan mudah. Dan seperti biasa, Naruto berhasil mengelaknya, berkat kemampuan Accelerated Perception miliknya.

Naruto membalas, dia menendang dengan gerakan mencabuk menuju kepala Tengu, dan Tengu tak sempat bergerak hingga tendangan keras dengan Vibranium itu menghantam keras kepala Tengu, menimbulkan suara keras dan gelombang udara. Namun sepertinya Tengu tak kesakitan, justru dia menahan kaki kanan yang menendang kepalanya dan membuat Naruto tak bisa bergerak.

Kemudian Tengu mencabut Katana dengan satu tangan sisanya, dan mengarahkan Katananya menuju selangkangan Naruto. Dia akan melumpuhkan musuh dengan cara apapun.

Greeeep..

Hampir saja masa depan Naruto hancur. Untungnya, tangan Naruto sempat menahan gerakan pedang Tengu, sehingga hal itu tak terjadi. Posisi mereka terkunci, hanya saja sepertinya Naruto lebih diuntungkan karena satu tangannya masih bebas.

"Hmmmmm.., kau luar biasa. Sudah beberapa kali nyawaku hampir melayang akibat ulahmu." Naruto memuji, Apresiasi pada orang yang berhasil menghiburnya dalam sebuah pertarungan Sportif, yang jarang sekali dia alami.

"Aku tau itu. Hanya saja akan beda hasilnya, jika kau mengeluarkan semua potensi mu." Naruto justru terkekeh, sepertinya Tengu tau hal itu.

Mereka berdua melepaskan diri, mengambil dan member kesempatan pada masing-masing pihak untuk ronde terakhir pertarungan ini. Yah menuju ronde terakhir.

"Aku memujimu sebagai sesama petarung Tengu-san. Tapi kurasa ini harus segera diakhiri. Dan maap, kurasa setelah ini kau akan sedikit pusing." Naruto mulai memunculkan kembali Lingkaran sihir didepannya, kali ini diameternya lebih besar, mungkin sekitaran 5 meter, lalu disekitar lingkaran sihir besar itu, ada 8 lingkaran sihir lebih kecil yang berjumlah 8. Entah apa yang akan dilakukan Naruto sekarang.

"Aku menerima pujianmu. Aku cukup terhibur dengan semua yang kau sajikan, karenanya..," Tengu mengucap sebuah mantra pelepasan, dia sepertinya akan mengeluarkan sesuatu. "..Zangetsu!"

Ditangan Tengu kini terdapat sebuah Katana hitam legam, baik itu bilah atau gagangnya, ada rantai hitam pula yang tersambung dengan gagang Katana. Aura Katana itu sangat mengerikan, bahkan sama mengerikannya dengan Aura Senjutsu milik Tengu. Mungkin itu adalah Katana terkutuk.

"Selama ini aku jarang menggunakan kemampuan ini," Lingkaran-lingkaran sihir Naruto berputar cepat dan diarahkan menuju Tengu, sepertinya serangan dengan kuantitas dan kontinuitas tinggi akan dilesatkan. ", 9 Lingkaran sihir ini akan memuntahkan peluru-peluru Kaliber 6x 50 mm. dengan kecepatan hampir mencapai 3 match, 8 lingkaran sihir akan memuntahkan 200 proyektil peluru /detik, sedangkan 1 lingkaran sihir besar ini, akan menembakkan 500 peluru/detik. Dengan kuantitas dan kontinuitas serangan segila ini, pertahanan apapun pasti runtuh."

Jika apa yang dikatakan oleh Naruto benar, maka tiap satu detik, Naruto mampu menyerang dengan 2100 proyektil peluru dengan kecepatan hampir 3 match atau 960 meter/detik atau dalam satuan lain, yaitu 3456 Km/jam. Itu jika satu detik Naruto menyerang, kalau 10 detik? Berarti 21 ribu peluru akan melesat dan kalau 1 menit? Maka 120 ribu lebih proyektil peluru akan melumat tubuh Tengu sampai tak tersisa. Angka yang menakjubkan, ditambah tiap proyektil peluru itu sanggup menembus baja karena sudah diformulasikan dengan sihir. Sudah bisa ditebak, 5 detik lebih Tengu terkena serangan, maka dia akan hancur.

Namun Tengu tak akan menyerah, dia adalah seorang panglima perang yang penuh kebanggaan dan tak takut musuh semacam apapun. Selama ini untuk melindungi tuannya, Yasaka-Hime. maka semua potensi yang dimilikinya, akan dia keluarkan.

Memasang kuda-kuda dan bersiap, Tengu akan melepas semua kekuatannya dalam satu serangan tunggal dengan daya hancur besar. Bilah pedang yang berwarna hitam miliknya, kini mulai terselimuti oleh Senjutsu berwarna hitam dengan Outline ungu yang menyeramkan. Perpaduan Senjutsu dan kutukan pedang ini, menciptakan Energy baru dengan daya hancur luar biasa, bahkan rumor mengatakan kalau Energy ini sama, daya hancurnya dengan Ruin no Extinct milik Maou Luciver saat ini.

"Hancurkan dia sampai sel, Zangetsu!" Menebaskan Katana miliknya kearah Naruto, Energy berwarna hitam dengan Outline Ungu yang berbentuk bulan sabit hasil tebasan pedang Tengu, Energy itu bergerak dengan cepat menuju Naruto membawa kehancuran nyata yang akan menghancurkan siapa saja sampai tingkatan sel.

Chuuuuuuuu…!

Dududududududududududududududududu…!

2100 peluru dalam jangka waktu tiap detik membelah udara dan melesat menuju Tengu dengan serangannya, tak berniat memakai rencana, Naruto akan beradu serangan dengan Tengu dan mengakhiri semua pertarungan ini, sehingga dia bisa lanjut pada rencana selanjutnya.

Dan saat serangan itu beradu, cahaya putih menyilaukan yang terlihat mata sehingga tak akan terlihat jelas apa yang terjadi diarena pertarungan itu.


.

Dimensi kediaman Yasaka awalnya adalah Replika Komplek istana Yasaka yang sama indahnya dengan aslinya, bahkan sampai detail terkecil sekalipun. Namun, setelah pertarungan besar antara Naruto dan Tengu berlangsung, Komplek itu sudah sulit di deksripsikan. Lautan api, bangunan hancur dan Energy hitam yang terus melahap semua yang terkena, bangunan atau apapun itu sudah dilahap dan dihancurkan sampai tingkat molekul oleh energy hitam itu.

Sementara para pelakon pertarungan, Naruto dan Tengu, kini mereka berada disalah satu sudut Dimensi Buatan yang masih utuh, kondisi mereka sangat berbeda 180 derajat. Tengu yang terluka parah dengan kondisi yang tak sadarkan diri, dan Naruto yang baik-baik saja lagi segar dan bugar, dengan sedikit debu yang menempel dipakaiannya. Menunjukan, kalau level kekuatan mereka memang terpaut oleh jurang yang sangat jauh. Naruto bagaikan Dewa yang tak akan diraih oleh Tengu dengan cara apapun, Naruto bisa mensandang gelar 'Manusia Terkuat' jika dia mau memberitakan ini pada dunia.

Naruto kini memandang wajah kesakitan dan sekarat Tengu. Salah satu tugasnya sudah selesai, hanya tinggal melaksanakan tugas lainnya saja. Dia kemudian mengarahkan tangan kanan dengan lingkaran sihir Techno Magic menuju kepala Tengu. Lingkaran sihir itu berputar dan bersinar terang, kemudian redup kembali, setelah dirasa sihirnya sudah berhasil.

Sihir ini adalah salah satu sihir Mind Control milik Naruto. Mekanisme kerjanya adalah dengan memasukan sebuah informasi baru yang akan terputar terus dalam memori otak hingga kemudian otak akan secara otomatis merasa familiar dengan informasi itu dan menganggap informasi itu adalah fakta, melupakan informasi asli sebelumnya. Dalam kasus ini, Naruto memasukan informasi kronologis baru penculikan Yasaka pada Tengu, yang nanti akan diputar secara terus menerus oleh memori otak Tengu dan akan familiar dan diangap Fakta. Tentunya Naruto tidak akan membuat rahasia dirinya diketahui dengan mudah.

Sihir ini cukup efektif untuk sebuah sihir yang diharap tak akan meninggalkan jejak. Karena sihir ini benar-benar akan menyatu dengan ingatan korban seolah-olah korban melaluinya karena merasa familiar, jadi mau diteliti dengan cara apapun sihir ini tak akan diketahui jejaknya. Sihir ini pun sebenarnya bukan inovasi baru, karena hal seperti ini sering Naruto temui dalam kehidupan manusia. Dengan menyelipkan info-info baru baik secara visual atau audio melalui berbagai media, orang-orang sedikit demi sedikit akan familiar dan merasa bahwa itu adalah sebuah fakta, meski pada awalnya sangat asing dan belum pernah menemuinya sama sekali.

Dan memang seperti itulah kelakuan manusia kebanyakan, selalu mudah dicuci otaknya hanya dengan sebuah tayangan. Tak mau meneliti apakah itu benar atau tidak, perilaku ini dinamakan Cognitive Ease. Sebuah perilaku yang hanya ingin mudah atau gampangnya saja. Inilah alasan betapa mudahnya manusia di manipulasi dan di doktrin bahkan sejak kecil sekalipun. Naruto tau itu, karena dia salah satu pelaku tindak tersebut.

Kini tugasnya sudah selesai, tinggal pergi dan mengembalikan Tengu dengan timing yang tepat. Maka rencananya akan berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan sekalipun.

'…. 1,2… 1 tepukan akan menumbangkan 2 lalat sekalipun..'

Flashback End


.

Kyoto, hari liburan –

Hari cerah adalah apa yang akan kau dapatkan ketika berlibur ke Kyoto sekarang. Dan yang merasakannya sekarang, adalah rombongan murid kelas 2 dari Academy Kuoh. Mereka kini sedang jalan-jalan di Kyoto, tepatnya dalam rangka Study Tour. Dan pada kesempatan pertama, mereka – para siswa Kuoh Academy – memulai Study tour nya di Gion.

Gion adalah sebuah jalanan yang terkenal di Kyoto, karena kultur budayanya yang masih kental dan apalagi, ketika musim panas akan ada sebuah festival, yakni Festival Gion Matsuri. Perayaan yang dilaksanakan sebulan penuh, yang dimulai dengan ditandai oleh ritual kippu iri lalu terakhir akan diakhiri oleh ritual Nagoshinoharae. Dan ini dilakukan setiap tahunnya.

Selain festival yang menarik, di Gion juga terdapat sesuatu yang sudah sangat jarang ada di dataran Jepang. Yakni Geisha, baik itu Geiko ataupun Maiko, itu semua ada di Gion ini. Sehingga, Gion ini pun dinamai sebagai Distrik Geisha. Geisha sendiri adalah seorang wanita yang mempertahankan kultur budaya jepang, mereka ahli dalam seni jepang, baik itu menari adat atau ritual dan upacara lainnya. Bahkan mereka pun sangat pandai sekali dalam ber-Puisi. Mereka sering berkeliaran di Gion Higashi atau Gion Kobu. Juga mereka sering menampilkan seni menari jepang mereka dan tentu saja, bayaran untuk itu cukup mahal.

Lupakan soal Gion itu.

Para siswa Kuoh dibiarkan bebas memilih spot tempat yang ingin dikunjungi di Gion ini, apakah mereka akan melihat pertunjukan atau hanya sekedar melihat-lihat dan berfoto di Gion Corner atau ingin membeli sajian khas Kyoto, guru-guru dan Osis membiarkan saja, dengan catatan, pada siang hari mereka harus sudah kembali lagi dititik yang sudah disepakati, yakni Kuil Yasaka.

Naruto yang mengikuti liburan ini dengan Touka sebagai Sekretaris Pribadinya hanya melihat siswa-siswi berhamburan mencari titik selfie yang yahut. Bahkan dari pandangan Naruto, banyak murid laki-laki seperti pemilik Bosted Gear – yang diketahui Naruto ketika berangkat – yang kini justru berurusan dengan Polisi yang sedang patroli karena ketahuan mengganggu Gaisha, baik itu Maiko atau Geiko. Mereka – para murid lelaki – berusaha meminta foto bareng dengan para Gaisha, yang tentunya tak akan diterima. Jika masih menggunakan muka mesum dan kantong kere itu.

Melupakan semua yang ada disana. Naruto dan Touka lebih memilih pergi ke kedai teh atau bahasa sekitar menyebutnya Ochaya. Dan tak tanggung-tanggung, Naruto dengan Touka memilih Kedai Ochaya yang paling terkenal yakni Ichiriki Ochaya. Kedai teh yang sudah ada semenjak 300 tahun lalu ini sangat terkenal, dan menjadi titik yang pas pula untuk melihat para Geisha yang bekerja disana.

Mengambil tempat duduk yang nyaman, Naruto mulai memesan teh dan sedikit kudapan khas Kyoto untuk bersantai. Sambil menunggu, Naruto menyadari kalau tiba-tiba seorang pria Ossan dengan rambut aneh, depan pirang dan sisanya hitam, lalu seorang wanita Loli yang berpakaian formal dengan jas dan gaya seperti dia dan Touka, dia memiliki rambut hitam panjang bergaya Twintails seperti adiknya. Dan tak perlu ditanya dua kali, Naruto dan Touka atau Amaterasu tau kalau kedua orang yang sedang menuju Naruto itu adalah seorang Gubernur Da-Tenshi, Azazel dan Maou Leviathan, Serafall Leviathan.

Entah apa tujuan mereka menuju Naruto, karena yang pasti Naruto sudah mensamarkan semua aura dan kekuatan dia dan Touka, sehingga yang terasa dalah aura manusia biasa. Tidak mungkin juga, benda yang bisa menipu sensor seorang dewa bisa dipatahkan oleh dua mahluk dibawah dewa itu. Hmmm.., mungkin mereka hanya penasaran dengan sosok Naruto sebagai CEO Namikaze Corporation. Pikir positif Naruto

"Ara.., aku tak menyangka ternyata kedai teh sederhana miliku ini didatangi oleh seorang yang digelari orang terkaya didunia." Serafall mulai pembicaraan. Entah kenapa Naruto merasa ada niat tersembunyi dari mereka. "Hmmm.., jadi ini kedai milik anda yah? Sangat elegant namun masih dengan nilai tradisional yang kental."

Serafall tertawa senang mendengar pujian dari Naruto, lalu tanpa permisi dia ikut duduk di dekat Naruto, samping meja Naruto dan Touka. Sementara Azazel yang lebih tau sopan santun meminta Izin. "Hmmmm, apakah boleh kami duduk dengan anda Namikaze-san?" tentu saja 'iya' jawaban Naruto. Dia tak ada alasan menolak ketika dengan seenak udelnya, Serafall tiba-tiba duduk disampingnya dan memandanginya aneh.

Dan tepat saat itu juga, pelayan datang membawakan 4 gelas teh beserta beberapa kudapan khas Kyoto pada meja Naruto. Sepertinya sudah ada perintah dari Serafall, sehingga pesanannya bertambah.

"Hmmm.., saya sangat bertanya-tanya ketika anda tau nama saya, Ossan."

Alis Azazel naik turun, ketika dia dipanggil serasa yang paling tua disini oleh pemuda yang bahkan tak jauh lebih keren darinya (?). "Nama seorang CEO terkaya cukup familiar di telinga tua ini, Namikaze-san." Sengaja Azazel mengucap tua, menyindir panggilan menohok tadi.

"Ah, sepertinya pesanannya bertambah. Silahkan makan dan minum, Nee-san, Ossan."

"Kyaaaa! Aku dipanggil Nee-san oleh si ganteng imut~.." Serafall berteriak dan langsung memeluk leher Naruto tanpa memandang malu, dia sepertinya memang tak memiliki urat malu sama sekali. Touka disamping Naruto, yang melihat adegan tersebut, entah mengapa merasa jijik dan kesal sendiri dengan wanita tak tau malu berukuran loli namun berdada besar yang memeluk leher Naruto. Nama itu kepanjangan coy.

"Aah, Nee-san anda membuat salah paham sekitar. Saya harap anda melepaskannya.." susah payah Naruto harus lepas dari pelukan maut mahluk tak tau malu disampingnya. seumur-umur yang paling agresif padanya adalah Naruko, namun dia baru menyadari ternyata kalau ada juga mahluk dengan level tak tau malu dan Agresif yang tinggi.

"Mouuuuu… kau sangat menggemaskan Namikaze-tan~" Bisik Serafall di telinga Naruto, membuat bulu kuduknya berdiri.

"Ekhemmm..! jadi ada keperluan apa Nona dan Ossan datang kemari pada tuan saya? Oh sebelumnya perkenalkan, nama saya Kirishima Touka. Sekretaris pribadi Naruto-dono."

' Dono?' Azazel menaikan alisnya bingung, bukannya itu terlihat kaku dan formal dan terasa berbau Diplomatif. Entahlah, sejak awal Azazel memang menaruh curiga pada mereka. Meski tak dirasakan pancaran kekuatan yang mengancam, namun intuisi miliknya sebagai Profesor berkata lain. Dia harus menyelidiki mereka berdua! Yah harus.

"Ah tidak Touka-chan. Ossan tua bernama Azazel ini dan Nee-san Sera ini hanya ingin tau saja 'kok, dengan seorang CEO terkaya dan tersukses di dunia."

Bohong! Dan lagi, sepertinya Azazel sudah sangat kesal. Dia dipanggil dua kali dengan sebutan 'Ossan' membuatnya terlihat sangat tua.

"Hmmmm.., jadi begitu yah, Azazel-Ossan. Mungkin anda selanjutnya bisa berbincang dengan Naruto-dono. Dan satu lagi! Jangan panggil saya dengan sebutan menggelikan itu, seolah-olah anda dan saya sudah akrab!"

Ugh… Tegasnya. Azazel kagum sendiri melihat sosok wanita manis dan dengan tubuh proporsional yang yahuuud. Marahnya pun masih formal dan tegas, manteeep bro.

"dan jangan pandangi saya seperti itu! Ossan mata keranjang." SEKALI LAGI! Dia marah dengan formal dan tegas! Manteeep Broo

"Hmmm.., jadi ada apa ini, Sera-s-.., ah maksud saya Sera-tan dan Azazel-san?" Naruto mengelus paha miliknya yang dicubit keras oleh Sera karena hampir tidak menyebutnya sesuai perjanjian (?)

"Ah, tidak ada hal penting kok, Namikaze-san. Saya hanya akan berbincang sebagai guru dan wali murid saja 'kok. Kebetulan saya adalah seorang guru dan pembimbing klub di sekolah adik anda menimba ilmu. Dan Sera juga, adalah wali murid dari Sona Shitor, teman adik anda."

'.. pak tua ini… dia sudah hapal Naruko segala. Apa dia sengaja mencari informasi ini? Buat apa? Cihhh…, awas saja kalau pak tua mesum ini berbuat aneh-aneh pada Naruko-chan tersayang..'

"Sepertinya anda sangat dekat dengan Naruko yah, Sensei? Saya sangat mengharapkan anda bisa menjaga dan mendidik Adik saya."

Azazel hanya mengangguk dengan senyuman mata. Kenyataannya dia tak terlalu dekat bahkan kenalan pun tidak dengan adik Naruto. Dia sengaja mencuri arsip gadis itu, saat tau kalau tiba-tiba seseorang menajadi Donatur Study Tour. Jangan harap, lolos dari kejelian seorang Azazel.

"Hmmm, lalu apa yang ingin dibicarakan oleh anda dengan saya?" Naruto pun paham kalau sepertinya Azazel mencurigainya, karena dengan tiba-tiba dia menajdi Donatur acara ini dan dengan tiba-tiba pula, dia mengikuti Tour ini dengan alasan sebagai wali murid. Konyol sekali, terdengarnya bagi sebagian orang. Seperti Azazel salah satunya.

"Saya hanya ingin Sharing dan mengobrol ringan saja 'kok dengan seorang pebisnis handal seperti anda." Naruto hanya menjawab iya, karena sekali lagi, tak ada alasan menolak. Salah-salah dia menolak, kecurigaan Azazel akan semakin bertambah.

"Bagaimana perasaan anda Namikaze-san? Ketika sudah berada dipuncak bisnis?"

Pertanyaan menjebak!

Naruto paham kearah mana pertanyaan ini. Ini pertanyaan untuk mengetes psikology miliknya. Jika dia menjawab bahwa perasaannya belum puas, maka Azazel semakin yakin akan kecurigaanya terhadap Naruto. Bisa saja 'kan hal itu disangkut pautkan dengan ketidak puasan Naruto dalam kekuasaan, sehingga mencari kekuasaan baru di dunia yang sudah berbeda dengan dunia manusia, dunia supranatural. Dan kalau menjawab, sudah merasa puas pun dia tetap akan dicurigai. Mana ada seorang pebisnis ulung puas dengan semua pencapaiannya. Yang namanya pebisnis akan terus mencari jalan baru untuk mengembangkan bisnisnya. Bisa-bisa dia semakin dicurigai dengan dugaan jawaban yang dibuat-buat. Cihhh.., Naruto terjebak sekarang.

"Emmm, bagaimana yah? Saya kira saya akan terus mempertahankan bisnis ini dan tetap mencoba mengembangkannya, kalau bisa."

Se-Natural mungkin Naruto menajawab pertanyaan Azazel. Ini satu-satunya jawaban yang persentasi kegagalannya tidak terlalu parah. Hanya ditambah penyampaian yang natural dan tidak dibuat-buat, maka Azazel tak akan merasa curiga.

'Apakah dia sadar kalau sedang di interogasi? Jawabannya? Kheh, jawabanmu terlalu sempurna Namikaze-san. Kecurigaan dan keraguan bertambah dalam persentase yang sama…'

"Hmmm.., lalu kalau ada sektor bisnis baru yang menjanjikan dan menguntungkan yang sangat sedikit persaingan. Missal, emmm mungkin penelitian terhadap hal-hal mistis. Semacam Alchemist dan lainnya. Kita tau 'kan sektor Luar angkasa sudah banyak pesaingnya. Bagaimana menurut anda Namikaze-san?"

Pertanyaannya semakin mengerucut.

Sepertinya Azazel sangat ingin segera mendapatkan hasil Interogasi ini. Pertanyaan di kerucutkan ketika awal-awal. Mungkin kalau pebisnis biasa tanpa ambisi seperti Naruto, dia akan berbuat 2 hal. Pertama dia dengan antusias akan menanyakan peluang bisnis itu, ini salah satu pebisnis yang cerboh. Atau kedua, dia tak akan mempercayainya sama sekali dan menolaknya, ini contoh pebisnis yang tidak ambisius dan tak mau mencari peluang. Kedua pilihan itu…, semuanya buruk jika digunakan Naruto sekarang.

"Saya ragu hal itu ada, Sensei. Kenyataannya, Sejarah tak pernah secara jelas membahas mengenai Alchemist ini. Dan menurut pandangan saya, Alchemist atau Alchemya atau Al-Kimia ini hanyalah nama lain dari ilmu pengetahuan sekarang saja. Mungkin karena saking kuatnya disangkut pautkan dengan agama, muncullah anggapan Alchemy yang berupa gabungan dari beberapa ilmu pengetahuan. Seperti contoh, seorang yang mengaku ahli Alchemy dari Iran pada abad 11 yang bernama al-biruni, dia mengklaim kalau sudah menemukan ilmu baru yang mirip dengan Alchemy yang mereka sebut, Rasavatam. Ini adalah ilmu yang membahas dalam pengobatan herbal menggunakan bahan-bahan alam, atau istilah modern sekarang adalah, Farmacognosi. Jadi dari bukti itu, kurasa Alchemy hanya plesetan nama dari Kimia itu sendiri."

'…Bingo..'

Touka menepuk kepalanya pelan dan menghela napas kesal. Apakah Naruto tidak sadar kalau dia sudah keterlaluan menjelaskan, yang justru hal itu semakin menambah kecuirgaan Azazel pada Naruto. Dan lagi, kenapa juga gadis loli berdada besar yang tak tau malu itu terus memandangi wajah Naruto-dono dengan aneh?

"Hahaha.. anda sangat suka sejarah ternyata. Hal seperti inipun anda pelajari."

Naruto baru sadar sekarang, dia sudah terkena jebakan. Mana mungkin ada seorang pebisnis yang fokus hidupnya besar sekali dalam pengembangan bisnis repot-repot mempelajari hal berbau fiksi seperti Alchemy segala? Azazel menghajarnya keras, dan Naruto sendiri tak bisa menahan dirinya ketika membahas sesuatu yang menarik.

"Mouuuu.. apa kalian tidak bisa membahas hal yang lain? Aku males tau, membahas hal-hal semacam beginian. Iya kan' Naru-tan?" Sera berkata dengan tindakan tak tau malunya pada Naruto. Kini dia menggesek-gesekan pipinya pada pipi Naruto yang ada tanda lahir berbentuk kumis kucing, menambah nilai plus Naruto.

"ah Sensei? Sepertinya saya ada panggilan seseorang agar menemuinya di Kyoto sekarang. Terima kasih jamuannya. Saya mohon pamit."

Naruto dengan Touka langsung saja pergi meninggalkan kedai teh milik Sera setelah sebelumnya pergi ke kasir dan membayar makanan tadi. Sepertinya, akan sangat berbahaya kalau Naruto terus berada disana. Identitasnya akan dicurigai dan akan membahayakan Naruko.

Setelah kepergian Naruto dan Touka, kedua orang tersisa setelah pembicaraan singkat tadi hanya diam dalam keheningan. Sampai mata Azazel memicing tajam dan memandang Sera yang balas memandangnya datar.

"Ne, benar 'kan Serafall?" senyum miring Azazel terlihat dingin dan menyeramkan bagi siapapun yang melihatnya. Bukan wajah seorang pak tua mesum tukang ngintip yang akan membuat bayi dan anak kecil menangis, raut wajahnya adalah raut wajah tegas seorang pemimpin sebuah Fraksi.

"Ah benar Azazel. Pemuda itu… Naru-tan, dia terlihat sangat mencuriga'kan."


.

Distrik Gion, Ryozen kannon –

Hari masih belum terlalu siang, yang artinya para siswa dan siswi pun belum saatnya berkumpul di Kuil Yasaka. Jadilah kini, Naruto bersama Touka sedang berada disebuah monument yang berfungsi untuk mengenang para prajurit perang yang meninggal pada perang dunia ke-2. Monument berbentuk patung Budha dengan tinggi 24 meter. Disudut yang jarang didatangi oranglah, Naruto dan Touka sedang membahas hal mengejutkan tadi. Saat Naruto di interogasi oleh Azazel.

"Jadi, kita harus bagaimana Naruto-dono?"

Setelah ini dan kedepannya, mungkin setiap pergerakan mereka yang meskipun hanya sedikit mencurigakan, mereka akan langsung diawasi dengan ketat. Azazel sepertinya adalah sosok berbahaya yang tak boleh diremehkan, dia bermodal satu tindakan Naruto berhasil menjebak Naruto dan hampir mengungkap identitasnya. Naruto dihajar habis-habisan kali ini oleh Azazel

"Hahhhh.., Sialan Gagak mesum itu!? Ciiiih.., dia sudah pada level berbahaya ini.." Naruto menerawang langit yang sedikit tertutupi oleh pepohonan disekitar. Dia seolah mengabaikan pertanyaan Touka.

"Kita akan tetap bergerak Touka.." Naruto berbalik dan menatap Monument patung Budha yang tingginya 24 meter itu. ".. Rencana tetap Rencana. Jika satu rencana gagal, 2 rencana cadangan akan muncul. Azazel hanya mencurigai saja, dia tak memiliki bukti sama sekali. Bahkan kecurigaanya sama sekali tidak Spesifik. Misi kita di Kyoto ini.."

Naruto teringat ketika dia dihajar dan dijebak oleh Azazel dengan topik kesukaannya. Dia seolah hanya seekor anjing yang mengikuti perintah tuannya. Naruto sangat marah dan malu pada dirinya sendiri karena hal itu. Pukulan telak baginya bukan saat kalah dalam pertempuran fisik, dia merasa kalah ketika beradu Intelegent dan logika serta Strategi. Dan si pak tua mesum itu…! Dia berhasil memperlakukan Naruto seolah anjing! Naruto pasti.. dia berjanji…!

"…. Akan memberikan Drama-Horor yang sangat menakutkan untuk Azazel."

And Cut!

Chapter 4 'Manusia terkuat' End


Author LOL Note :

LOL datang dengan Up kilat yang bener-bener kilat. 1 minggu 3 up! Banzaaai..! hmmm sengaja kok saya up kilat chap ini. Karena mungkin seminggu kedepan sedikit kesempatan nulis, karena pertama ada kegiatan Gebyar di sekolah menyembut Hut sekolah. Saya sebagai panitia akan sibuk 7 hari 7 malam. Jadi mungkin, minggu depan gak akan rutin up, saya minimal janji lah 1 chap up.

Dan well.., kedepannya word tiap chap akan bertambah. Sekrang aja sampai tembus 6.5 K…, untung libur.

oke, seperti biasa saya akan mengulas chap ini.

Soal pertarungan, gimana reader-san? Saya itu pertama kali buat scene fight, dan jujur saya sangat sulit saa menuangkan ide dalam tulisan itu, jadi maklum kalau penulisan yang masih sulit dipahami dan typo yang bertebaran. Itu fungsi reader 'kan untuk mengoreksi author dan membantu memperbaiki ffn.

Dan hahahah, kekuatan Naruto saya keluarkan sedikkt. Sacred gearnya Inovate Clear, udah ada yang nebak XD. Itulah SG yang membuat Naruto bisa menciptakan hal2 amazing, semacam armor dan UFO Gravitasi ( sory reader, saya gk fokus jadi 'UPO' ) Bayanginnya, UFO itu kaya alatnya salah satu Alien di Ben 10, yang warna hijau dan kaya lender itu. Peluru2 gila itu pun dibuat dengan SG dan Techno magic. Heheheh.. gimana Techno Magic? Saya baru keluarin sedikit, dan adakah yang bisa nebak dan tau Acceleated Perception atau kita sebut saja AP itu ada di film apa? Ada kok, di sebuah film Trilogy 2000-an. Itu lho,,, yang insialnya N. sebenarnya Naruto keluarin beberapa teknik TM ketika pertarungan dengan Tengu tadi, cuman gak saya bahas sepenuhnya, mungkin reader bisa menebaknya sendiri. Itu akan menjadi kejutan sendiri di chap2 depan.

Lalu ini soal Amaterasu. Saya sedikit bingung, reader –san ini gimana pendapatnya, soal saya jadikan amaterasu ini kaya Touka dari anime Tokyo Ghoul? Tiba-tiba review sepi? Apakah karena hal tersebut? Karena saya takutnya, review menurun karena apa gitu? Saya gak tau jadi gak bisa diperbaiki? Mungkin aja karena penulisan yang sulit dimengerti 'kan? Jadi saya mohon reader lebih aktip dan apresiatif pada karya orang. Kami sudah gak dibayar, setidaknya beri kami dukungan dan semangat!

Dan lalu, hmmmmm Azazel mulai bergerak. Hebat yah, dia bisa mencurigai Naruto hanya dengan satu tindakan Naruto. Bahkan dia hampir berhasil meng-interogasinya, oh yah scene perbincangan jebak-menjebak azazel-naru itu saya inspirasinya dari Death Note, ketika L dan Light ngobrol di kedai kopi. Kali ini di kedai teh, dan pancingannya adalah bisnis. Gimana keren gak? Mohon sarannya karena fic ini bakal penuh hal-hal berat lainnya. Dan Naruto sepertinya akan membalas Azazel nanti, 2 lalat? Siapa mereka. Yang pasti, arc ini akan mulai kental dengan politik kejam, Naruto bakal membuat Drama Politik yang keren.

Dan saua sangat menghargai dan senang sekali dengan seorang reader, Rizw-Danna. Dia konsisten memberikan dukungan dan saran kepada saya sebagai author. Saya sadar kalau fic saya memang gak sesuai keinginan reader, dimana pair nya harus gini atau gini, terus Naruto nya harus gini. Anggaplah, saya sekarang menamatkan fic ini dalam misi Politik Revolusi tema fic mainstream, bang Hitam pun Review cooooy.. ( Homina Homina )

Lanjut pembahasan para Reviewer…

Penulisan UFO jadi UPO? Gomen, saya gak fokus kayanya. Terima kasih koreksinya, koreksinya sangat berharga sekali.

Armor sama genre sci-fi? Armor gak tau tuh, saya udah siapin kok kekuatan Naru yang paling badas apa, nanti saya pertimbangin. Ini udah genre Sci-fi kok

Makasih sarannya Rizw-danna. Anda saya observasi, adalah reader berbudi pekerti yang aktip menyuarakan review nya di fic manapun dan anda menilai ffn pun penuh pertimbangan dan bijak. Saya terbantu oleh anda. Masalah up, saya minimal 1 kali seminggu, dan maksimal 3 kali lah.

Yang bilang lanjut or Up, saya up kilat nih bang !

Judul Konspiratif, saya fanatic Illuminati? Ahahahaha.. Enggak kok, saya masih ber-Tuhan kok, meskipun jangan disebutkan agama saya disini. Anggaplah, saya penyuka sejarah Eropa dan hal-hal berbau Konspirasi.

Okeee itu ulasan dan balsan Review dari para reader yang berbudi pekerti karena sangat apresiatif dengan karya orang ! terima kasih anda2 sudah sudi memberikan review dan dukungannya pada fic ngawur dan author abal2 macam saya. Saya do'akan reader semua tetap dilindungi tuhan dan tetap dalam keadaan yang mana, reader sanggup membaca fic dan meninggalkan jejak disana.

Jangan lupa kritik, saran atau komentarnya untuk fic ini baik melalui Review atau PM. Saya sangat mohon, jika tiap chap nya semakin berkurang atau semakin jelek, reader mohon peka dan memberikan solusinya, agar ada kemajuan tiap chapnya. Apakah benar membiarkan sebuah keburukan berlangsung terus menerus? Orang beragama pasti paham! Ingat, GRATIS kok.

Terakhir, jangan lupa pula dukung fic saya dan sebarkan agar yang lain tau, dengan fav atau foll. Ingat, sekali lagi GRATIS kok.

'….Kami berkarya tidak dibayar sama sekali. Sangatlah kejam, ketika

Anda hanya melihatnya saja. Tidak bermoral, ketika sikap Apresiatif

Atau saling menghargai tidak ada…'

- Luciano Olexandr Labrentsis a.k.a LOL -

Bye Bye…

Salam LOL