Disclaimer : Masashi Kishimoto

Cinta Fitri : Ada di SCTV

***

Cinta Sakura

Episode 3

Hari ini, ada yang aneh dengan Naruto.

Entah kenapa, beruk satu ini yang biasanya ceria berubah menjadi lebih murung dan gelisah.

"Nar, napa lo murung? Mikirin nasib lo yang selalu ngejomblo ya?" tanya Shikamaru pada Naruto sambil nyuapin anaknya, Konohamaru.

Naruto hanya diam, biasanya kalo diomongin gitu dia bakal protes seperti beruk gak dikasih pisang, tapi kali ini dia diam seribu bahasa, membuat Shikamaru makin binggung.

"Pagi Naruto, pagi Mas Shikamaru." sapa Sakura yang baru keluar dari kamarnya dengan pakaian tukang jamu.

"Ya, pagi Sakura." jawab Shikamaru sambil memasang tampang mesumnya yang biasa.

Naruto tidak menjawab sapaan Sakura, dia hanya menatap Sakura dengan nepsongnya.

"Mas Naruto? Ada yang aneh dengan muka saya?" tanya Sakura yang merasa risih di pelolotin Naruto.

"Ka-kamu cantik." sahut Naruto, blushing.

Kontan saja, mendengar itu, Sakura langsung mules karena yang memberi pujian adalah Naruto.

"Ehem, Naruto, ikut gue sebentar, ngg Sakura tolong suapin Konohamaru ya?" Shikamaru berdiri dan menyeret Naruto ke dapur, meninggalkan Sakura dan Konohamaru.

Di dapur..

"Ada apa mas?" tanya Naruto pada Shikamaru.

"Naruto, kamu ngaku aja deh sama mas, kamu suka Sakura kan?"

Naruto mengangguk dengan wajah memerah.

"Naruto, kalo kamu memang suka, kamu harus menyatakannya pada Sakura." ujar Shikamaru dengan gaya sok bijak.

"Ta-tapi bagaimana cara menyatakannya mas?"

"Hmm, kamu harus menyatakannya dengan suasana romantis."

Naruto diam, dia tampak binggung, maklum dia tidak bisa romantis pada perempuan, tak heran dia seumur-umur terus menjomblo tanpa pernah sekalipun pacaran, benar-benar tragis.

"Bagaimana caranya romantis mas?" tanya Naruto lagi.

"Kalau soal itu serahkan saja pada mas." sahut Shikamaru sambil menepuk-nepuk dadanya.

***

Sore harinya..

"Ehem, Sakura kamu di tungguin Naruto di halaman belakang." ujar Shikamaru pada Sakura yang sedang ngitung hasil jualan jamu.

"Oh, iya mas." Sakura memasukan uang hasil jualan jamu lalu dia melangkah ke halaman belakang rumah.

Di halaman belakang..

Naruto menggenggam bunga kamboja dari perkuburan apel purut di tangan kanannya, lalu dia melihat Sakura datang menghampirinya.

"Ada apa mas Naruto?" tanya Sakura pada Naruto.

"Sa-sakura, aku..."

Tiba-tiba saja muncul asap berbau kemenyan memenuhi halaman belakang, sepertinya asap ini berasal dari kemenyan yang dibakar Shikamaru, kata doi sich supaya menciptakan suasana romantis. Tampaknya Shikamaru tidak bisa membedakan suasana romantis dan mistis.

"Piye tho mas?" tanya Sakura lagi.

Naruto masih diam namun sedetik kemudian dia langsung sembah sujud di hadapan Sakura dan dengan gaya dukun memberi sesajen, Naruto menyodorkan bunga kamboja dari perkuburan apel purut tadi ke Sakura.

"Sakura, gue mencintaimu, terimalah cinta gue." ujar Naruto dengan puppy eyes.

Sakura melongo, perasaannya campur aduk antara binggung, mual dan takut mendengar pernyataan cinta Naruto.

Satu jam kemudian..

Asap menyan udah menghilang, hari juga udah gelap.

"Sakura, kenapa belum jawab juga?" tanya Naruto sambil memijat lututnya yang pegal karena dari tadi sembah sujud.

Sakura menatap Naruto sejenak, dia menghela nafas, "Maaf yo mas Naruto, aku gak bisa nerima cinta mas."

JLEGGGEER!!!

Tiba-tiba terdengar suara petir tanda hari mau hujan.

"Sekali lagi maaf mas." ujar Sakura yang lalu masuk ke rumah karena hari akan hujan.

***

Hujan telah mengguyur bumi dengan derasnya, sementara Naruto masih berlutut dengan posisi sembah sujud di halaman belakang.

"HANCUR HANCUR HANCUR HATIKU!!" jerit Naruto sambil menyanyikan lagu bencis dari Indogakure, dia sungguh meratapi nasibnya.

"Woy Naruto!! Cepet masuk! Nanti lo sakit!" jerit Minato.

"Iya Nar! Kalo lo sakit, biaya berobatnya MAHAL!" sambung Shikamaru, sadis.

Tapi Naruto tidak memperdulikan jerit hati keluarganya itu. Dia malah ganti lagu dari hancur hatiku menjadi lagu i just wanna say i love you yang dinyanyiin Melly Goeslow.

Dan akhirnya terkuak lah sebuah rahasia, ternyata Naruto hanya bisa menyanyikan lagu yang cuma memiliki satu kalimat lirik.

***

Besoknya, di gedung Retnok..

Sasuke duduk di kursinya, di depannya duduk Hinata yang memandang Sasuke malu-malu.

"Mana Naruto? Kok dia kagak masuk kerja?" tanya Sasuke.

"Di-dia sakit Sasuke." jawab Hinata, lembut.

"Gue gak nanya lo!! Gue nanya..." kepala Sasuke celingak-celinguk.

"Gue nanya dia!" Sasuke menunjuk seorang cleaning service yang kebetulan lagi ngepel di sana.

"Hah? Nanya apaan bos?" tanya si cleaning service, Kiba.

"Jadi lo kagak denger tadi gue nanya apa?" Sasuke melotot kejam.

Kiba menggeleng, "Maaf bos, gue tadi lagi sibuk ngepel."

Sasuke menggebrak meja sambil berdiri dan dengan psychonya dia menjerit, "Ya sudah kamu di PECAT!!"

Si Kiba langsung berlari keluar ruangan sambil menangis akibat tak bisa menerima kenyataan karena di pecat, tampaknya dia akan mencari dukun santet paling ngetop di Jakgakure.

***

Naruto terbaring lemah tak berdaya upaya di ranjang, badannya panas seperti air mendidih karena demam.

Sakura yang duduk di tepi ranjang menatap Naruto dengan tatapan bersalah, "Gara-gara aku, mas Naruto jadi sakit, tahu begini mending aku pergi saja dari rumah ini."

Bersambung