Chapter 4 udah update, duuh gak terasa ternyata panjang juga ya. Yawdah Aouthor Megami gak akan banyak omong lagi deh. Silahkan baca aja, semoga Reader's sekalian suka. Amin *Dikira abis baca doa*
Dalam perjalanan pulang Sakura terus memikirkan apa yang dibilang Itachi. Bruukk, , ,, , , . Tanpa tersadar Sakura menabrak seseorang.
"Woi kalo jalan hati-hati donk es krim gue jatoh nih, gak mau tau lu harus gantiin!" Teriak laki-laki yang di tabrak Sakura.
"Sialan lu tuh yang gak tau diri badan gue lagi sakit abis berantem sama anak Suna Gakuen malah ditabrak sama elu, badan elu kan gede malah nabrak cewek harusnya elu yang minta maaf, lu belum tau siapa gue ?." Sakura marah-marah sambil beranjak bangun.
"U, , , uuukh, , ,, ,Sa, , , Sakura-chan, maaf aku kira siapa." ucap laki-laki itu lirih yang tak lain adalah Naruto.
"Cih, , , rupanya kau Naruto."
"Sakura-chan, kenapa badanmu berantakan?"
"Gue abis berantem sama anak Suna Gakuen!"
"Serius? Mereka kan terkenal penjahat nomer satu antara sekolah di 5 negara!"
"Tapi penjahat terkenal nomer satu antara sekolah di 5 negara itu sudah terkalahkan dan tak akan mengusik Konoha Gakuen lagi."
"Kau sudah mengalahkan mereka, kau memang hebat sekali. Selamat Sakura-chan, aku akan mentraktirmu ramen Ichiraku."
"Tapi lu salah alamat kalo kasih selamat ke gue!"
"Maksudmu?"
"Karena yang mengalahkan mereka semua adalah UCHIHA SASUKE!"
"HHAHAHAHHAHAHAHA bercandamu lucu sekali Sakura-chan"
"Gue serius, mumpung lu tetangga gue mau menginap dulu di rumah lu bisa gawat kalau Okaa-san tau kalau gue abis berantem."
"Terserahlah Sakura-chan."
Malam itu Sakura menelpon Okaa-san nya memberitahu dia menginap di rumah Naruto dengan alasan mengerjakan pr bersama. Sakura tidur di kamar tamu keluarga Uzumaki. Sakura terus terbayang ucapan Itachi dan tak bisa tertidur.
"Siaaaaaaaal!" pikir Sakura. "Aku tidak menyangka anak laki-laki waktu itu Sasuke, tapi kalau dipikir-pikir dia memang baik sekali wajahnya juga tampan kulitnya juga putih dan halus. Kyaaaaaaaaaaaa, , , , , apa yang kau pikirkan dasar Sakura bodoh." Sakura mengumpat dirinya sendiri. TOK. . . . .TOK. . .. .. . TOK. . . . . . Pintu kamar Sakura (atau lebih tepatnya kamar tamu keluarga Uzumaki).
"Ya masuk saja Naruto aku belum tidur." kata Sakura yang duduk di balkon kamar.
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Naruto heran.
"Sudah kebiasaan sejak kecil pasti kau selalu tahu kalau aku ada masalah, kau memang sahabat terbaik." kata Sakura tersenyum.
"Kalau begitu ceritakan masalahmu." Naruto duduk di samping Sakura.
"Kau tahu Chidori?"
"Ya, ada yang memberimu Chidori di laut sewaktu kau masih kecil."
"Ya betul, dan anak laki-laki yang memberiku Chidori yang juga cinta pertamaku adalah Uchiha Sasuke !"
"Benarkah? Dunia benar-benar sempit ya. Kau menyukainya?"
"Lumayan,"
"Waktu dia menyatakan cinta tempo hari kenapa kau tak menerimanya?"
"Itu karena aku malu sekali telah salah sangka dan memukulnya."
"Yasudah semua akan baik-baik saja dan kau akan mendapatkan cintamu, sekarang tidurlah."
"Yakin sekali kau, memangnya kau siapa?"
"Aku adalah Uzumaki Naruto yang kelak akan menjadi Hokage yang bisa membantu warganya."
"Huh dasar Naruto"
"Perkataanku barusan serius Sakura-chan, kau tidak perlu bingung lagi sekarang kau tidur saja besok kan sekolah."
"Baiklah, terima kasih Naruto kadang-kadang kau seperti kakakku saja yang selalu siap menolong, Hinata sangat beruntung mempunyai pacar sepertimu."
"Ya, aku tahu itu hehehehehe." akhirnya kata Naruto sambil tersenyum lebar dan keluar dari kamar Sakura. "Selamat tidur"
"Huh kau narsis dan baik sekali." Sakura bergumam dan lalu pergi tidur.
Pagi itu di koridor sekolah Naruto yang sedang berjalan sendirian berpapasan dengan Itachi.
"Kebetulan aku bertemu dengan Uchiha-senpai." ucap Naruto.
"Ada apa?" tanya Itachi datar.
"Ada berita baik untuk adikmu yang menyukai Sakura-chan." kata Naruto riang.
"Benarkah? Apa itu?" Iatchi mulai tertarik dengan omongan Naruto.
"Ternyata Sakura-chan juga menyukai Sasuke bahkan sejak sudah lama." kata Naruto.
"Aku tak heran karena ketampanan Sasuke menular dariku, tapi tentunya masih aku yang lebih tampan!" Itachi mulai memasang pose narsis dan mengaca-ngaca.
"Uchiha-senpai sebenarnya ucapanmu sepenuhnya omong kosong, kau hanyalah senpai yang keriputan." Naruto sweatdrop.
"Apa kau bilang, dasar adik kelas sekarang sudah berani rupanya."
"Aku mengajakmu bicara bukan untuk bertengkar senpai."
"Ya sudah aku akan membantu adikku, kau bilang pada Miss Yankee kalau Sasuke menunggunya di kursi halaman belakang sekolah dan aku akan bilang pada Sasuke sebaliknya. Mengerti ?"
"Yosh ! Senpai aku pergi dulu ya, daaaaah!" Naruto segera berlari ke kelas untuk memberitahu Sakura.
"Sakura-chan kau dipanggil Sasuke ke kursi yang ada di halaman belakang sekolah." ucap Naruto sesampainya di kelas.
"Memangnya ada apa?" tanya Sakura.
"Aku tidak tahu tapi sepertinya penting sekali."
"Baiklah, tapi gantikan aku piket ya."
"Iya pokoknya cepat kau pergi!" perintah Naruto. "Pasti ujungnya aku juga yang dirugikan, huh awas Uchiha-senpai akan kusuruh piket nanti." umpat Naruto dalam hati.
"Ng, , , ada apa Sasuke kau memanggilku?" tanya Sakura ketika mereka bertemu di halaman belakang sekolah.
"Lho? Bukannya kau yang memanggilku ke sini?" tanya Sasuke yang sama bingungnya.
"Huh pasti Naruto mengerjaiku."
"Ya, pasti dia bersekongkol dengan Itachi-nii."
"Waaah, jahat sekali kau menuduhku Sasu-chan." kata Itachi yang tiba-tiba muncul.
"Heei Sasuke, Sakura-chan bilang dia juga menyukaimu." Naruto yang datang bersama Itachi berbicara seenaknya.
"Cepat kau tembak dia Sasuke, kalau kau merasa laki-laki." Itachi terus mengompori Sasuke.
"Benarkah Sakura-chan?" tanya Sasuke.
"Ng, ,i, , , iya." kata Sakura blushing.
"Jadi maukah kau menjadi pacarku?" tanya Sasuke lagi. "Ng, , , maaf kalaupun Sakura-chan menolak aku tidak akan mengganggumu lagi"
"Tidak, , ," ucap Sakura sambil menunduk.
"Oh, maafkan aku Sakura-chan. Aku selalu mengganggumu, senang bisa mengenalmu." Sasuke mulai pergi berjalan perlahan karena kecewa dan meninggalkan Sakura.
"Kau memang tidak punya hati Miss Yankee, kukira kau sudah berubah." Ucap Itachi sinis.
"Sa, , , , ,Sakura-chan bukannya kau menyukainya juga?" tanya Naruto kebingungan.
"MAKSUDKU, TIDAK AKAN KUTOLAK AKU JUGA MENCINTAI UCHIHA SASUKE SELAMANYA." Sakura berteriak dan berlari mengejar Sasuke dan menggenggam tangannya.
"Benarkah yang kau ucapkan Sakura-chan?" tanya Sasuke seolah tak percaya.
"Benar sekali aku jujur 100%" Sakura menatap dalam mata Sasuke untuk meyakinkan.
"Ya, aku percaya Sakura-chan karena aku juga mencintaimu." Sasuke juga menatap dalam mata Sakura. Merekapun makin dekat dan Sasuke mencium lembut bibir Sakura.
"EHEM, , , , , , aku percaya dengan keromantisan kalian tapi jangan bermesraan di depan orang dong, ingat di sini masih ada aku dan Uchiha-senpai." kata Naruto blushing karena ulah SakuSasu.
"Heei, harusnya kaubiarkan saja mereka Naruto lumayan tontonan gratis." Itachi menyeringai.
"Huh dasar awas kau Uchiha Itachi." geram Sakura.
"Hei tunggu aku kan kakak Sasuke yang nantinya juga akan menjadi kakakmu jadi kau harus sopan padaku!" kata Itachi
"Baiklah aku akan sopan padamu Nii-san keriput." Sakura senyum semanis mungkin.
"Dasar Miss Yankee, bweeeee!" Itachi menjulurkan lidah sambil berlari pergi.
"Heeei tunggu Uchiha-senpai kau jangan kabur, kau harus piket membersihkan kelasku!" teriak Naruto menyusul Itachi.
"Sasuke bisa menuduk sedikit?" tanya Sakura.
"Ya, ada apa Sakura-chan?" tanya balik Sasuke sambil mengikuti perintah Sakura. Lalu Sakura pun mencium bibir Sasuke.
"Hihihihi, satu sama!" kata Sakura mengedipkan sebelah mata dan menjulurkan lidah.
"Aku yang akan mengalahkanmu Sakura-chan." Sasuke tersenyum lalu memeluk erat tubuh dan Sakura dan mulai melumat bibir mungil Sakura dan menindih lidahnya dengan kuat membiarkan Sakura tak bisa melawan,ingin menyatakan bahwa dialah telah mengalahkan Miss Yankee.
Keesokan paginya di sekolah. Pagi itu di Konoha Gakuen suasana yang sangat damai berubah seperti sedang dilaksanakan hukuman mati dipenggalnya leher.
BRRRAAAAKKKKK. . . . . . . .
Terdengar tendangan kaki oleh seorang gadis cantik berambut pink.
"Hehehehe masih berani menantang ku ya ?" Sakura tersenyum bagaikan iblis cantik.
"Ampun Sakura-chan aku sudah menyerah. Aku tak mau berkelahi lagi, semua tulangku sudah berasa remuk !" Naruto memohon-mohon.
"Hehehehe, sekarang siapa yang hebat di sini ?" Sakura masih terus tertawa iblis.
"SAKURAAAAA ! HIP HIP HOREEEEEE !"
Semua murid-murid pun menyerukan nama gadis berambut pink tersebut.
"Sakura-chan aku kan sudah memcomblangkanmu dengan pacarmu Sasuke harusnya kau berterima kasih padaku Sakura-chan." ucap Naruto.
"Ya, aku sangat berterima kasih, tapi kau sudah membuat bajuku kotor terkena tumpahan air pel. Sebagai tanda terima kasihku maukah kau kuhadiahi satu pukulan khusus?" Sakura menyeringai tersenyum iblis lagi pada Naruto.
"Tii, , , tidak terima kasih Sakura-chan dan ma, , ,mafkan aku." Naruto tergagap karena ketakutan pada Sakura.
"Sakura-chan apa kau sudah selesai piket?" tanya Sasuke lembut.
"Ya, Sasuke-kun aku sudah selesai ayo kita kencan." Sakura tersenyum manis pada Sasuke dan berjalan berdua untuk pergi kencan.
"Sulit kupercaya Miss Yankee benar-benar berpacaran dengan seorang feminims boy." Chouji hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Ya, beginilah hidup memang semuanya sulit dipercaya." kata Sai mengangkat bahu.
*THE END*
Huuufft (Author menghela nafas lega), akhirnya tamat juga. Maaf kalo sampai akhir ceritapun tetep gaje dan jelek ato sebagainya. Megami mau ngucapin bnayak terima kasih sama readers dan semuanya. Semoga readers juga suka karya Megami yang lain. Arigato Gozaimasu.
NB : Jangan lupa repiunya kritik dan saran ditunggu (mau nge-flame juga boleh)
