Chapter 4 : Identitas Asli NAZUTO
Naruto : Who Are You ?
.
.
NARUTO By Masashi Kishimoto
.
.
Rate : M
.
.
Pairing : Naruto x Sasuke
.
.
Warning :
YAOI, BoyxBoy, AU, OOC, Typo berterbangan, dll
.
.
Genre : Mytery-Romance
oOo
A/N : Akhirnya bisa Publish juga fict ini. Sebenarnya saat ini rumah Ruu&Zuu sedang di renovasi, jadi Wi-fi'nya dimati'in dan R&Z harus bantu-bantu. Gomen nee T^T. Tapi, lain kali Ruu gak lama-lama lagi. Padahal prinsip R&Z adalah setiap fic akan dipublish 5 hari sekali. Tapi, jadi lama. Hiks~ Ruu harap chap kali ini memuaskan para readers. Gomen nee sekali lagi. Q/,\Q
Oke saatnya balas review dari readers!
AyaKira SanOMaru :
Heheh, gomen nee Aya-san karna ada orang baru yang *plak* Hehe bentar lagi kok, mungkin chap berikutnya ato chap berikutnya lagi naru bakalan muncul. Ikuti terus ceritanya! Maka akan terbongkarlah misteri fic ini. Heheh, arigatou nee sudah mereview, jangan lupa review lagi yaa! ^0^/
.
Kucabara Aoi :
Salam kenal juga Ku-san! fict ini YAOI kok,, tenang saja nee~ hehe. Arigatou gozaimasu atas pujiannya nee, ini sudah lanjut kok.. Wah, benar ya kalau fict buatan Ruu banyak Typo? Kalau begitu Ruu harus banyak belajar lagi! Arigatou nee sudah memberitahukan letak kesalahan Ruu!^^. Yosh! Ruu & Zuu akan terus bersemangat! Arigatou sekali lagi sudah mereview! Jangan lupa review lagi yaa!^0^/
.
AiCinta :
Hmm, Zuto itu Naru ya? Hampir benar! Sedikit lagi tebakan Ai-chan benar! Ayo tebak lagi! kalau benar Ruu & Zuu akan menjawab satu pertanyaan khusus sekaligus bocoran chap selanjutnya! Ini juga berlaku buat para readers yang lainnya!
Hahaha, Ai-chan,, Zuu itu laki-laki loh,, wakaka.. lihat saja Zuu sudah pundung dipojokan sambil nangis ala anime XD. Arigatou nee sudah mereview! Jangan lupa review lagi yaa Ai-chan!^0^/
Yosh! Semoga chap kali ini bisa mengurangi kepenasaran readers! \^҉^/
Happy Reading Minna~
ooOooOooOooOoo
Normal POV
Di sebuah menara tertinggi di Kota Tokyo terdapat sesosok manusia dengan jaket hitam yang menutupi hampir seluruh wajahnya. Dia adalah Nazuto atau biasanya dipanggil Zuto.
Duduk di atas puncak Tower dengan kaki kiri yang terayun jatuh dan kaki kanan yang menopang tangan kanannya zuto menatap kearah langit malam yang 'tak berbintang.
"Hhha.. Andai saja waktu itu dapat terulang kembali, aku ingin sekali menolak ajakan pria ular busuk itu. Tapi, sekarang semua sudah terlambat. Bagaimana bisa aku terbebas dari jeratannya jika kutukan ini ini saja tidak bisa kupatahkan. Hha.. andai saja." Ucap zuto menyandarkan kepalanya di tiang besi puncak tower.
Flasback
Di tengah hujan yang deras, terlihat seorang anak kecil berusia 10 tahun tampak berlari menerobos hujan. Dibelakang anak tersebut tampak ada segerombolan warga yang membawa anjing pemburu yang ganas. Dimata anjing-anjing pemburu itu terlihat dengan jelas bahwa mereka ingin sekali menerkam anak kecil yang tidak jauh di depan mereka itu.
"Tangkap anak kecil itu! Jangan biarkan dia lolos! Seekor siluman tak sepantasnya hidup! Bunuh anak itu!" teriak salah satu warga yang membawa sebuah kanata menunjuk kearah anak kecil didepannya.
"Yaa! Bunuh anak ituuu!" semua warga berteriak sambil mengangkat senjata mereka masing-masing. Tanpa peduli dengan hujan yang turun dengan derasnya.
Anak kecil itu berbelok kearah kiri menerobos padang rumput yang tumbuh dengan tingginya hingga mencapai 2 meter. Ia terus berlari dengan kencangnya setelah tau bahwa para warga itu melepas anjing-anjing pemburu mereka untuk mengejarnya. Ia menerobos rumput-rumput tinggi yang kasar hingga menyebabkan bajunya sobek dan luka-luka sayatan yang mengeluarkan darah merah kehitaman disekujur tubuhnya.
'hah, hah, hah, mereka semakin dekat. Apa yang harus kulakukan?! Kamii-sama tolong aku!' batin anak itu yang terus memacu kaki-kakinya agar berlari dengan kuat. Tiba-tiba anak itu berhenti secara mendadak ketika ia berhasil keluar dari rerumputan tinggi itu. Rupanya di depan anak tersebut terdapat sebuah jurang yangsangat dalam dengan batu-batu yang curam dan tajam di bawah sana.
'Gawat! Tidak ada jalan keluar!' anak itu memandang kebawah jurang itu dengan wajah pucat pasi. Sudah dipastikan bahwa anak itu sudah panik karena di belakangnya ada segerombolan anjing-anjing buas yang siap mencabik-cabiknya beserta warga yang membawa senjata berbahaya. Apalagi di depannya ada jurang.
'Tamatlah riwayat ku,' anak itu membatin dengan miris. Mengingat hidupnya yang penuh dengan caci maki, hinaan, tendangan, pukulan, dan macam-macam perlakuan yang ia terima setiap harinya.
'Kenapa Kamii-sama sangat kejam terhadapku? Hidup menjadi setengah siluman yang dikejar-kejar oleh penduduk. Hidup tanpa tau siapa kedua orang tua ku. Hidup tanpa memiliki teman. Hidup tanpa memiliki keluarga. Hidup tanpa tau siapa sebenarnya aku ini. Kenapa aku dilahirkan jika pada akhirnya aku akan semenderita ini?! kenapa aku tidak mati saja?! Kenapa kau tidak mencabut nyawaku saja Kamii-sama?! Kenapa hidupku seperti ini?! kenapaaa?!' Anak itu menagis dalam diam. Membiarkan air mata yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun bercampur dengan derasnya hujan yang membasahi tubuhnya.
Guuk! Guuk! Guuk!
Suara anjing-anjing pemuru itu semakin mendekat. Mempercepat larinya agar mencapai target mereka yang sudah diujung jurang. Berdiam diri tanpa adanya perlawanan.
Pasrah
Itulah yang dipikirkan oleh anak kecil yang berusia 10 tahun itu.
'Kurasa, mungkin sudah waktunya bagiku untuk pergi. Meninggalkan dan menghapus semua penderitaan yang kualami ini. Semoga saja disaat aku membuka mata. Kehidupanku akan berubah menjadi lebih baik lagi.' Setelah anak itu membatin. Ia pun menutup matanya dan perlahan-lahan menjatuhkan tubuhnya kebelakang. Tempat dimana jurang itu berada.
'Semoga saja..'
Syuuuung~
Guuk! Guuk! Guuuk!
Suara anjing-anjing itu perlahan-lahan mengecil.
Tubuh anak itu semakin cepat meluncur ke bawah jurang yang sangat dalam itu.
Guuk! Guuuk! Guuk!
Semakin kecil, dan semakin kecil.
Untuk yang terakhir kalinya, anak kecil itu membuka matanya sedikit.
'Hmm, jadi begini ya rasanya menuju kematian. Aku merasa tubuhku ringan tanpa beban. Aku tidak lagi mendengar hinaan, caci maki, serta teriakan. Rasa sakit yang kurasakan tidak lagi terasa. Jika aku tau rasanya seperti ini. kenapa dari dulu tidak kulakukan? Hha..mungkin sekarang tidak perlu kupikirkan lagi. Lebih baik sekarang aku menikmati tidur panjang ku..
Menunggu kehidupan baru yang akan menjemputku..
Menunggu akan dunia baru..
Menunggu sambutan hangat dari orang-orang yang menerimaku..
Menunggu nama ku panggil..
Dan merasakan kasih sayang dari yang namanya..
Keluarga..'
Menutup matanya kembali anak itu kemudian menampilkan senyumannya yang pertama dan yang terakhir kalinya untuk dunia..
Bruuuk!
.
.
.
.
.
.
.
.
T.B.C
.
.
.
.
.
.
(Wakaka, bercanda! *dilempar sepatu rame-rame sama readers* o-oke, back to story!)
Another Place
"Bagaimana dengan hasilnya Kabuto? Apa ramuan itu berkerja dengan baik?" Tanya seseorang pada asistennya yang bernama lengkap Yakushi Kabuton di sebuah laboratrium bawah tanah yang dipenuhi oleh bermacam-macam tabung yang di isi oleh ular raksasa yang bermacam-macam jenis juga makhluk-makhluk berbentuk aneh.
"Sepertinya berhasil. Hanya menunggu waktunya tiba hingga anak ini sadarkan diri Orochimaru-sama. Kemungkinan ramuan ini berhasil 50%, jika menurut perkiraan ku. Tapi, kita tau hasil akhirnya jika anak ini belum sadarkan diri. Tergantung dengan reaksi yang dikeluarkan oleh tubuh anak ini. Apakah ia menolaknya atau menerimanya. Dan lagi kondisinya yang cukup parah mungkin akan membutuhkan waktu yang sangat lama." Jawab Kabuto, pria berkacamata bundar itu pada tuannya yang bernama Orochimaru.
"hmm, begitu. Jika ini tidak berhasil, suntikan ramuan lainnya. Aku ingin tahu bagaimana jadinya jika semua ramuan hasil penemuanku selama 3 tahun ini bercampur menjadi satu ditubuh anak kecil ini. fufufufu, aku tidak sabar menunggu hasilnya. Khe, khe, khe, khe. Kalau eksperiment ini berhasil maka anak kecil ini akan kujadikan senjata perang yang mematikan. Muahahahahahah!" Ucap Orochimaru dengan diiringi tawa phsikomatnya.
.
.
.
.
.
2 Tahun Kemudian
"U-uugh"
Sebuah erangan keluar dari mulut seorang anak berusia 12 tahun.
Mencoba membuka matanya sedikit demi sedikit dan akhirnya berhasil membuka kedua matanya yang indah.
Mengedip-ngedipkan matanya beberapa kali untuk memperjelas penglihatannya hingga ia berhasil melihat keadaan sekitarnya.
Gelap
Bau
Dingin
Pahit
Sakit disekujur tubuh.
Itulah yang pertama kaliya anak yang belum diketahui namanya itu rasakan. Mencoba menggerakkan tangan kanannya untuk menyentuh kepalanya yang berdenyut. Gerakan pertama gagal, kedua gagal, ketiga hampir bisa, dan yang keempat gagal lagi. Akhirnya ia menyerah untuk mencoba mengangkat tangan kanannya.
Melirik ke kanan dan ke kiri,
'Di-di mana aku?' batin anak itu sambil berusaha menggerakkan kepalanya.
"hmm..rupanya kau sudah bangun bocah." kata seseorang dibalik kegelapan.
Dengan sedikit kaget, ia mencari asal suara itu.
"kurasa kau sudah mulai beradaptasi dengan keadaan tubuhmu itu ya." Sekarang tampaklah seorang pria dengan rambut hitam panjang, kulit pucat dan mata ular berwarna kuning menyala yang mengerikan.
"Si-siapa ka-u? Da-dan dimana a-ku? A-pa yang terjadi dengan ku?" ucap anak yang tengah berbaring ditempat tidur dengan tubuh penuh dengan balutan layaknya Mummi yang hanya menyisakan matanya beserta berpuluh-puluh kabel yang menancap ditubuh anak tersebut.
"Namaku Orochimaru. Dan dimana kau sekarang? Kau berada di laboratrium ku. Kau yakin ingin tahu apa yang terjadi denganmu?" tanya orochimaru.
"La-laboratrium? Ja-jadi a-ku belum ma-ti?" bukannya menjawab anak itu kembali bertanya kepada orang yang bernama orochimaru itu.
"fufufu, jika kau telah mati aku tidak akan membawamu dan merawatmu selama 2 tahun penuh disini bocah."jawab orochi. *mulai sekarang panggilannya orochi saja*
"Sebenarnya apa yang terjadi padaku Tuan?" anak itu kembali mencoba mengangkat tangannya dan akhirnya berhasil meskipun tangan berbalut kain itu bergetar hebat. Dia berusaha menyentuh kepalanya. Setelah itu dia menyeritkan dahinya.
"Kau terjatuh dari jurang sedalam 2.643 m *dalam gak? Atau kurang dalam? Hehe*. Dan tepat mendarat di atas sebuah batu besar didekat sungai kecil di dasar jurang."ucap orochi sambil menjilat bibir atasnya dengan lidah panjangnya.
"Lalu, kenapa anda menolong saya? Seharusnya anda biarkan aku mati." 'Dan terbebas dari penderitaan ini.' lanjut anak itu dalam hati. Terlihat bahwa matanya menjadi sendu saat mengatakan kalimat terakhir itu.
"hm, jika aku mau sudah kulakukan sejak awal. Aku bersama asistenku kebetulan melewati jurang itu dan tanpa sadar aku melihatmu tergeletak dengan mengenaskan didasar jurang dalam itu. Awalnya aku mengira kau sudah mati jika aku tidak melihat tubuhmu yang perlahan-lahan namun pasti berusaha mempersatukan lagi bagian-bagian tubuhmu yang terlepas. Kemudian aku menghampirimu dan memeriksamu, dan ternyata jantungmu masih berdetak meskipun sangat lemah. Akhirnya aku memutuskan membawamu pulang bersamaku. Karena kita sesama setengah siluman."orochi mengakhiri ceritanya dengan menunjukkan senyuman meneringainya.
"Ka-kau juga se-setengah si-siluman?!" teriak anak itu dengan mata melebar.
"fufufufu, tentu saja. Lalu, apa yang membuat mu begitu nekat mengakhiri hidupmu dengan cara melompat kejurang hm?" tanya orochi dengan alis terangkat.
"a-aku.. aku tidak bisa mengatakannya.." jawab anak itu sambil menutup matanya.
"hm, biar kutebak. Kau disiksa oleh penduduk setempat, dianiaya, diusir dan bahkan diburu untuk dibunuh. Benar bukan?" ucap orochi tanpa melepaskan senyum menyeringainya.
...!
"Ba-bagaimana a-anda tau?" ucap anak itu terkejut.
"Mudah saja. Karena dulu aku juga diperlakukan dengan seperti itu. Bahkan kedua orang tuaku mati dengan mengenaskan didepan mataku sendiri."bohong orochi. Tetapi unntuk dikalimat akhirnya raut wajahnya menjadi dingin dan datar.
"la-lalu apa yang kau lakukan setelah kejadian itu?"
"aku mengembalikan rasa sakit dan penderitaan ku pada mereka, melalui balas dendam. Dengan memusnahkan ras mereka, tidak ada lagi anak-anak setengan siluman yang akan menerima perlakuan yang tidak adil lagi. dan mereka juga tidak akan mati sia-sia dengan cara melemparkan diri mereka kedalam jurang yang sangat dalam." Sindir orochi pada anak itu dengan sengaja.
'fufufu, sebentar lagi dia akan jatuh ketangan ku... sebentar lagi.. khe khe khe khe khe' batin orochi dengan sesekali menjilat bibir dengan lidah ularnya. Mata kuning ular menyalanya menatap dengan penuh nafsu kearah anak berusia 12 tahun yang tengah berbaring itu. di lihatnya anak itu sedang memikir kata-katanya barusan.
"ba-bagaimana agar aku bisa membebaskan anak-anak yang mempunyai nasib sepertiku?" tanya anak itu. tampaknya pikirannya sudah tercemar oleh perkataan orochi.
"dengan menjadi kuat kau bisa menolong mereka." Jawab orochi santai
'kuat? apa dengan begitu nasip orang-orang diluar sana bisa terbebaskan? Jika begitu..'
"Aku ingin menjadi kuat." ucap anak itu mantap.
"fufuhahahahah! Kalau begitu luapkan kekuatanmu bocah! keluarkan semangat balas dendammu! Dan ikutlah dengan ku! dengan begitu kau akan menjadi orang yang terkuat!"
'Ya! Aku harus menjadi kuat! Dan memusnahkan mereka!" batin anak laki-laki itu. terlihat bahwa tubuh anak kecil itu keluar aura hitam kemerahan. Dengan cepat membungkus tubuh anak kecil itu. Perlahan-lahan balutan-balutan kain yang ada ditubuh anak itu terlepas dan sedikit demi sediki tubuh anak itu mengalami perubahan. Seperti rambut yang berubah warna, kulit, parasnya, dan tubuhnya yang kian bertambah tinggi.
"huhahahahah! Luapkan! Luapkan perasaanmu! Mulai sekarang aku namai kau sebagai Nazuto! Anak setengah siluman Kyuubi no Youko dan setengah makhluk anak malam(*)!
.
.
.
.
.
.
Flasback end
"Hhaa... sudah saatnya aku memulai tugas ku." ucap zuto mengakhiri lamunan masa lalunya. Kemudian dia berdiri dan membersihkan debu yang menempel dicelananya sembari menatap ke kota yang penuh dengan lampu warna-warni dari gedung-gedung pencakar langit serta mobil-mobil yang berlalu lalang di jalan raya.
'hmm, kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak. Seperti akan terjadi sesuatu yang besar. Hha.. aku berharap 'Dia' segera bagun dari tidurnya dan membebaskan belengu yang memikat dunia ini.' setelah mengucapkan itu lelaki bertudung jaket hitam itu menghilang menjadi debu yang tertiup angin.
.
Di kediaman Uchiha
Sasuke POV
Aku berdiri dibalkon kamarku. Menatap jauh keatas langit yang gelap gulita. Memikirkan kembali perkataan Aniki tentang kondisi tubuhku yang kian melemah akibat segel yang berada ditubuhku semakin terbuka sedikit demi sedikit.
'Untung saja kau tidak memakai mode keduamu sasuke. Jika kau memakainya, sudah kupastikan kau akan kehilangan kendali atas tubuhmu sama seperti kejadian 3 tahun yang lalu. Kau masih ingat bukan? Aku hanya akan mengatakan ini untuk yang terakhir kalinya sasuke, Jangan. Pernah. Menggunakan. Mode. Itu. Lagi, kalau kau mau kejadian 'itu' terulang kembali.'
Ck, kenapa ini harus terjadi lagi? Seharusnya 'Makhluk' ini tidak ada ditubuhku. Ak-
Ruru..
"Siapa itu?!" ucapku sedikit membentak karena kaget aku spontan berteriak.
Ruru..
Suara itu terdengar lagi! tapi, dari mana asal suara itu?!
Aku disini...
"Hei, siapa disana?! Keluar kau!" aku menoleh kekanan dan kekiri. Kemudia kedepan dan kebelakang. Tidak ada siapa pun disini! Kusiapkan kuda-kuda ku untuk menyerang kalau-kalau orang-orang itu datang kembali untuk membawa ku. Tapi, aku tidak merasakan keberadaan siapa apapun disini!
Aku disini...
Di tubuh anak ini..
Setelah aku mendengar kalimat terakhir itu. seketika pandanganku menggelap. Tetapi, sebelum aku menutup mata. Aku sempat melihat sekelebat bayang hitam menyerupai seseorang dengan 'Ekor' yang melambai-lambai. Dan ia mengatakan...
.
.
.
.
.
.
Aku menemukan'mu'...
.
.
.
.
.
.
.
Malam'ku'...
T. B. C
ooOoo
Errrr,, sepertinya chap kali ini membosankan. Benar gak? Yah, Ruu harap minna-san suka dengan chap ini. Gomen nee, kalau membosankan dan juga kelamaan. Heheh *garuk-garuk kepala belakang* yosh! Ruu rasa hanya ini yang bisa Ruu sampaikan pada readers. Semoga terhibur!
P.S : Jika ada yang menanyakan dimana Zuu, saat ini Zuu disibukkan sama pekerjaan rumahnya yang menumpuk. Otomatis harus Ruu yang lanjutin. Hehehe ^v^y Tapi, tenang saja.. Zuu bakalan muncul mungkin di chap depan. ^^a
RnR ?
Ada yang mau Review?
Heheh, Saran dan Kritikan sangat Ruu&Zuu butuhkan, jika berkenan minna-san bisa memasukan beberapa kata saja dalam kotak review. Hanya itu sudah menjadi semangat buat R&Z melanjutkan fic ini! Makin banyak Makin KILAAAATT !
Jaa nee minna-saan! ^0^/
