Atas saran Suho si owner, keduabelas orang itu—termasuk Suho sendiri—berkumpul di lobi. Katanya, lobi yang luas lebih cocok menjadi 'arena' mereka karena sanggup menampung banyak orang sekaligus. Meja dan sofa sudah dipinggirkan supaya tidak mengganggu aktivitas mereka. Musik yang beralun di lobi pun sudah dimatikan supaya tidak mengganggu konsentrasi. Suasana yang ada di lobi saat ini adalah tegang. Penuh nafsu.

Suho duduk santai di atas meja resepsionis. Matanya tidak lepas dari tengah lobi, di mana permadani yang lembut terbentang lebar, dan si host nomor satu terduduk dengan beberapa orang yang mengelilinginya.

Kris.


Wednesday WetKrisDay
YiVanWu

(in this chapter) Xiumin/Kris, Luhan/Kris, Sehun/Kris,

Slight DO/Kris, Baekhyun/Kris, and Chanyeol/Kris
(in this chapter) humiliation, sextoy gangbang, frontal language, bottom!Kris

EXO + WYF are owned by themselves. Scappatella Club is based on Persona 3's Escapade Club.

Story is fully by me.

NO plagiarism.

Sedikit glosarium; Humiliation: Penghinaan; sebuah fetish di mana pelaku seksual dihina dan direndahkam. Kink: Selera seksual seseorang. Neck tie ring/Pengikat dasi: Entah apa artinya di Bahasa, tapi neck tie ring ini yang biasanya digunakan untuk menjepit bagian atas dasi tepat di bawah ikatannya. Sadism-masochism: Bedakan dari BDSM (Bondage Discipline Sadomasochism). Sadism-masochism/sadomasochism itu selera seksual seseorang di mana salah satu pelaku seksual adalah sadistik (suka menganiaya) dan masokis (suka dianiaya). Twink: Laki-laki muda yang manis, masih seperti belum legal, ramping, tanpa bulu di tubuhnya. Biasa yang jadi 'uke' di video gay erotis.


Kris.

Ya, kondisi pria pirang itu cukup mengkhawatirkan. Ia terduduk dengan kedua lutut menopang berat badannya. Mulutnya sedang dilumat penuh nafsu oleh lelaki berkulit pucat berseragam SMA, Oh Sehun. Bunyi kecipak liur mulut mereka, emutan, ciuman, dan isapan lidah seakan bergema ke seisi lobi. Slrrp-Kris kembali mendesah pelan saat lidah Sehun memasuki mulutnya, menjilat seluruh dinding mulut Kris. Sehun menangkup keras kedua pipi si lelaki lebih tua, memperdalam ciuman mereka hingga kepala Kris terdorong untuk dongak ke belakang.

Baekhyun, yang berdiri di samping Kris, mendengus. "Tidak ada desahan dan teriakan memohon, Kris? Kupikir kamu jauh lebih baik daripada ini."

Kris menoleh padanya di sela-sela ciumannya dengan Sehun. Matanya menyipit, merasa agak kesal.

"Mungkin dia malu, Tuan Baekhyun," Suho menjawab dengan kekehan pelan, "Baru kali ini dia harus berlaku submisif di depan orang banyak."

"Tapi aku yakin host nomor satu seharusnya sudah profesional," tiba-tiba saja Baekhyun menarik tangan Kris, menyeretnya kasar hingga jauh dari Sehun-membuat bocah SMA itu terdiam sebal sambil menjilat sisa air liur yang masih tersisa di bibirnya. "Kris, aku tantang kamu memuaskan semua orang di sini satu persatu sebagai pemanasan."

Baekhyun melepaskan genggamannya pada tangan Kris tepat di depan kakaknya sendiri, Minseok. Kedua mata Minseok dan Kris saling bertemu dan mereka sama-sama membelalak. Minseok duluan yang membuka mulut marah, "Y-yang benar saja Baekhyun!? Aku ini bukan gay, lagipula Yifa—maksudku Kris itu temanku!"

Baekhyun tidak peduli, ia bicara santai pada Kris yang masih terduduk tegang di hadapan Minseok, "Ayo Kris, kamu pasti nggak akan malu kalau memuaskan temanmu sendiri, kan?"

"B, Baekhyun!" Minseok melotot marah pada sang adik, "Sudah kubilang aku tidak ma—aahhh..."

Ucapan Minseok terpotong saat selangkangannya yang masih terbalut celana itu dielus pelan oleh Kris. Lelaki tembam ini terbelalak, menatap ke bawahnya, di mana Kris sudah melepas resleting celana Minseok sambil menggigit bibir. Ketika alat kelamin Minseok yang masih lemas sudah mulai terlihat, Kris menggenggamnya lembut dan membuat Minseok gemetar oleh jari Kris yang dingin.

"Maaf," Kris berbisik pelan sambil menatap lurus ke atas ke kedua mata teman sekelasnya tersebut, membuat Minseok mendadak merasa terangsang oleh wajahnya yang sempurna. "Inilah pekerjaanku, ... Tuan Minseok."

Setelah itu Kris langsung menjulurkan lidahnya, menjilat kepala penis Minseok. Minseok menggelinjang, gemetaran. Di bawahnya, Kris sudah memberikan jilatan panjang dari ujung penis ke pangkalnya, lalu memberikan jilatan yang sama di sisi yang masih kering, membuat alat vital Minseok menjadi sepenuhnya basah. Mulutnya mengemut-emut pelan batang kemaluan tersebut dari sisi bawah sebagai sebuah godaan. Setelah itu kembali ia mengemut kepala kemaluan Minseok sebelum mengisapnya pelan dan perlahan memasukkan semua bagian kemaluan tersebut ke dalam mulutnya. Semua itu Kris lakukan tanpa mengalihkan tatapan matanya yang sayu dari mata Minseok.

Minseok kebingungan, dia menelan liurnya. Kakak Baekhyun ini memang straight, tapi tak bisa disangkal lagi bahwa Kris memang membuatnya terangsang. Tubuh Kris bagus, wajahnya indah, ekspresi wajah yang sedari tadi menatap Minseok sendu seakan mengatakan 'fuck me' itu terlalu bagus untuk dilewatkan. Kenyataan bahwa Kris adalah teman di kampusnya adalah nilai plus—Kris, atau Wu Yifan si mahasiswa transferan dari Cina, terlihat seperti mahasiswa biasa saja. Dia aktif berolahraga, nilainya lumayan bagus, ramah dan disukai oleh banyak orang. Dia sama sekali tidak terlihat seperti seorang host, bahkan sehari-harinya lelaki pirang itu agak polos dan ceroboh. Dia sering tersandung dan tertabrak sesuatu tanpa sebab, juga kadang salah mengartikan bahasa Korea yang didengarnya hingga menjadi bahan tertawaan. Dia ramah, polos, baik hati, tampan—dan di sini Minseok sekarang, menyaksikan si polos yang baik hati itu telanjang bulat dengan mulut yang penuh oleh kemaluan Minseok.

Lelaki berpipi gembil itu menelan liurnya. Ia melihat sisi lain dari temannya sendiri, dan itu membuatnya semakin terangsang. Ketika Kris mendesah selagi melumat kemaluan Minseok, menyebabkan penisnya bergetar oleh bunyi, Minseok sukses mendesah dan memaju-mundurkan pinggulnya. Kemaluannya mengeras di dalam mulut Kris. Kris sendiri, yang merasa Minseok akan jijik padanya, terbelalak kaget ketika ujung kemaluan Minseok menyentuh kerongkongannya, namun ia merasa puas ketika melihat temannya itu mulai memejamkan matanya akibat nafsu yang menyelimuti. Kedua tangan Minseok meraih belakang kepala Kris dan menariknya supaya lebih mendekat, menyebabkan hidung Kris hampir bergesekan dengan perut Minseok. Minseok memompa penisnya lebih cepat lagi di dalam mulut Kris. Hentakannya semakin nampak terburu hingga beberapa kali menyentuh sisi dalam mulut Kris dan kerongkongannya. Precum yang bercampur dengan saliva Kris pun beberapa kali ikut mengalir keluar. Kris memejamkan matanya, menahan diri untuk tidak batuk dan menahan napas.

"Ah, ah... Yifannn... mulutmu hangat..." Minseok bertutur dengan desahan. Kris menyunggingkan senyum simpul di ujung bibirnya, merasa sudah memenuhi tantangan Baekhyun tadi. Isapannya pada kemaluan Minseok semakin keras, membuat temannya itu semakin tegang. "Yifannnh... aku hampir—"

-gagal keluar. Tiba-tiba saja tubuh Minseok didorong ke belakang dengan keras hingga mulut Kris terlepas dari penisnya. Minseok terjungkal ke belakang dengan kemaluannya masih tergantung tegang di antara resleting yang terbuka sampai bawah, dan Kris pun masih membuka mulutnya yang belepotan precum. Keduanya terkejut atas apa yang barusan terjadi:

Luhan, yang tidak mengenakan sehelai benang pun, menendang Minseok hingga terjatuh. "Dasar curang! Aku yang duluan memesan Kris!"

Minseok refleks menjatuhkan pandangannya ke arah kaki pria yang barusan menendangnya, ke arah paha, dan organ tubuh yang berdiri di antara kedua paha tersebut.

"UWAAAH!" Minseok menutup wajahnya, "Turunkan kakimu! A-aku straight nggak suka melihat alat vital laki-laki!"

Baekhyun menggumam bosan, "Straight? Malu melihat lelaki telanjang? Kau baru saja di-blowjob oleh host lelaki bertelanjang bulat lho Hyung."

"Tapi itu karena dia Kris! Selain Kris, aku nggak suka laki-laki-"

"Oh, kebetulan sekali, bagaimana kalau kau menulis namamu di daftar tamu ini?"

Suho memotong ucapan Minseok seraya tersenyum. Tangannya mengarah ke buku tamu yang sedang dipegang oleh Kai yang terlihat bosan sambil berkata "Jangan lupa seratus ribunya."

/ / / / /

Selagi Minseok sibuk memikirkan nama samaran apa yang akan ia pakai dan juga menghitung uang yang berserakan di tasnya, Luhan sudah menjepit Kris di permadani lobi. Host nomor satu itu terbaring telentang di atas permadani dengan si CEO cantik yang telanjang bulat merangkak di atasnya, memaksanya untuk membuka mulut.

"Ah, mulutmu penuh precum!" Kesal Luhan sambil memasukkan tiga jari tangan kirinya ke mulut Kris, memaksa host tampan itu mengemut dan menjilatinya. "Beruntung sekali orang yang sudah menciummu sebelum kau melakukan blowjob."

(Sehun tertawa di pojokan, omong-omong.)

"Kamu baik-baik saja kan Kris?" Sambil menjejaki ciuman di dada Kris, Luhan bertanya seakan amat cemas, membuat beberapa orang terkejut atas kekhawatirannya. "Kamu pasti merasa tidak enak, kan, karena yang boleh menyentuhmu pertama kali seharusnya hanya aku..."

Ciumannya di dada Kris berubah menjadi jilatan dan lumatan pada salah satu tonjolan coklat di tempat yang sama, dan pada akhirnya menjadi sebuah gigitan yang agak keras. "Kamu tidak bisa memuaskan orang lain sebelum memuaskan aku!"

Kris hanya mengangguk, membusungkan dadanya ke atas supaya kliennya satu itu semakin puas melumat dadanya. Sambil memejamkan mata, Kris mendesah saat tiga jari basah yang barusan saja dijilatinya mulai memasuki liang bawahnya.

"Jawab aku Kris!"

"Ahh!..." Kris tersentak saat ketiga jari Luhan menekuk di dalamnya, kemudian melebar lagi, melakukannya berulang-ulang dengan kasar. "I... iya... ah, nng-hanya Master Luhan yang bisa memuaskanku..."

"Tatap mataku Kris!"

Kris otomatis membuka kedua matanya, menyaksikan Luhan di atasnya, sedang menggesekkan kepala kemaluannya ke bagian luar lubang Kris. Sesekali CEO muda itu memasukkan ujungnya ke dalam, namun ia tarik lagi keluar dan kembali menekan-nekan alat vitalnya di lubang tersebut. Luhan tersenyum nakal, menatap Kris lurus. "Kau mau penisku?"

Kris mengangguk, napasnya terengah akibat benda asing yang menggoda lubangnya itu.

"Jawab aku!"

"A-aku mau, Master!" Kris refleks menjawab, tidak sekali pun mengalihkan pandangannya dari Luhan. Kris tahu, Luhan suka bertatap mata dalam seks mereka. Seks dengan Luhan harus siap dengan penuh humiliation dan dirty talk yang membuat Kris semakin terangsang sekaligus merasa rendah. "Masukkan penis Master ke dalamku..."

"Kau mau apa, Kris?" Luhan menaikkan kedua kaki Kris, memegang kedua paha dalamnya, membuat pantat lelaki pirang itu terekspos jelas di hadapannya. "Penisku? Pria jantan dan berkharisma sepertimu, ingin merasakan penis seorang lelaki yang mirip perempuan lemah?"

Nah, sudah mulai. Pengrusakan harga diri oleh Luhan.

"Master Luhan tidak mirip perempuan..." Kris menggigit bibir bawahnya. Dengan ekspresi yang senatural mungkin, ia berusaha mengingat-ingat kalimat kesukaan Luhan. "Master sangat jantan, lebih jantan daripada aku. Aku... aku lemah, aku kalah oleh libido Master Luhan!"

"Tapi, kau tahu, Kris, banyak orang mengolokku karena penampilanku feminin."

"Master Luhan tidak feminin," Kris menelan liurnya, "Master Luhan laki-laki jantan. Penis Master besar dan panjang, itu sama sekali tidak feminin!"

Luhan menyeringai, "Bisa ulangi yang barusan kau katakan, Kris?"

Menatap mata Luhan lurus di saat seperti ini benar-benar hal yang menyulitkan untuk Kris. Harus mengatakan hal yang menjijikkan, merendahkan diri sendiri, namun tetap tidak boleh memalingkan tatapannya dari objek yang dituju. "Penis Master besar dan panjang, aku suka dihujam oleh benda nikmat itu! K-kumohon, Master, masukkan sekarang—AARH!..."

Sebuah teriakan keluar dari mulut Kris saat tiba-tiba saja Luhan memasukkan alat vitalnya ke dalamnya tanpa aba-aba sedikit pun. Teriakan itu entah kenapa terdengar feminin-mungkin sugesti atau karena Kris terlalu menghayati perannya sebagai si submisif. Yang pasti, jeritan Kris dan ekspresi pasrahnya sekarang telah membuat beberapa orang makin terangsang. Luhan, terutama, langsung memaju-mundurkan pinggulnya, tidak peduli di dalam sana dia merasa serat karena kering akibat hanya jarinya yang basah lah yang menjadi alat bantu pelumas.

"Kenapa berteriak, Kris? Kau tidak suka didominasi oleh lelaki berwajah perempuan!?"

"T-tidak... akh, aku suka didominasi olehmu Master...!"

Luhan menggenjot makin kasar, ia bahkan dapat merasakan bola kembarnya bergesekan dengan pantat Kris. "Benarkah? Apa buktinya?"

"A-aku menginginkan penismu, Master, kumohon, le-lebih dalam lagi...!"

"Kamu yakin, Kris? Kau sangat sempit dan kering di dalam... fuck..."

"Ahhh... M - Master kumohon... ini enak sekali. Fuck me hard, Master. Buat aku pasrah oleh kejantaanmu."

Ketika Kris Berteriak lagi-namun itu adalah teriakan penuh nafsu dan kepuasan karena Luhan berhasil menemukan prostatnya-semua orang kembali menegang. Baekhyun sempat membentuk huruf 'o' di dekat meja resepsionis, mencatat teknik Luhan itu-mengungkit kenyataan bahwa dirinya terlihat feminin dan membuat Kris merendahkan dirinya sendiri serta pembelaan bahwa Luhan tidak feminin-adalah teknik yang jenius. Luhan dapat pembelaan bahwa ia jantan, Luhan dapat merasa menang karena Kris yang terlihat jantan bertingkah lebih feminin, dan Luhan mendapat hiburan yaitu Kris yang mempermalukan dirinya sendiri. Jenius. Luhan menang banyak.

Dan Kris, yang rela menjatuhkan harga dirinya sendiri hingga mampu memuaskan Luhan seperti itu, juga perlu dipuji.

"Ooohh... ahh... Master Luhaaaan... penismu terasa sangat penuh di lubangku...!" Masih, Kris mengatakan itu dengan mata terpaku pada sosok Luhan di atasnya. Dia tidak boleh sekali pun mengalihkan pandangan. Luhan tidak suka itu.

"M - Master Luhan, lebih cepat lagi!"

"A-aaakh! Master Luhan, tusuk lagi disitu..."

"M-masteeeer..."

Semua terdiam. Bahkan Zitao, Jongdae, dan Lay yang tadinya merasa ketakutan, tidak bisa melepas pandangan mereka dari Kris. Sosok Kris saat ini sangat indah, seksi, dan juga... merangsang. Benar, dia punya dada yang tegap dan bidang seperti yang nampak saat ia memakai busananya, namun ternyata di balik seragam Host yang berkharisma itu terdapat tubuh yang slender dan proporsional. Ia juga nampak lemah, melihat betapa mudahnya Luhan mengangkat kedua kaki itu. Dari segi perilaku, Kris sangat submisif. Luhan berhasil membuatnya menjadi seorang needy submissive, bottom yang penuh dengan kalimat kotor merangsang. Bahkan para bottom sekali pun penasaran: akan sesubmisif apa Kris Wu apabila mereka lah yang ada di atasnya?

"K-Kris! A, aku hampir keluar-"

"Cum in me, Master...! Tandai aku, sebagai bukti kepemilikanmu..."

Luhan menumpahkan spermanya tepat setelah mengeluarkan kemaluannya dari dalam Kris, membasahi perut hingga wajah lelaki pirang itu. Keduanya hening, hanya suara napas berat yang terdengar di antara mereka, sebelum seseorang mendekati Kris dan menjilati wajahnya yang penuh sperma.

"Aku nggak masalah dengan merasakan sperma orang lain." Gumam Sehun seraya menjilat pipi Kris, dagu, hingga ke bibirnya. Bibir mereka saling berpagutan selama beberapa detik, sampai Sehun melepaskan ciumannya dengan seringai. "Sekarang giliranku di 'sesi pemanasan' ini kan?"

/ / / / /

Sehun bukan orang yang mau repot. Dia anak tunggal Oh Coorporation, perusahaan pertelevisian yang sudah mengudara sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Yang berarti, sejak masih di kandungan sang ibu pun lelaki SMA ini sudah menjadi Tuan Muda. Dia tidak pernah dibentak, tidak pernah disalahkan, tidak pernah berusaha untuk mendapatkan sesuatu karena sesuatu itu sendiri yang akan datang padanya.

Seperti saat ini.

"Ride me, Kris."

Setelah ia mencium mulut dan menjilati wajah Kris hingga bersih dari sisa sperma, Sehun berjalan memojok dan duduk di sofa yang sudah dipinggirkan tadi supaya tidak mengganggu aktivitas mereka di tengah ruangan. Seharusnya sofa itu tidak lagi dipakai-tapi siapa yang peduli? Tentu bukan Sehun. What Sehun wants, Sehun gets. Lebih nyaman duduk di sofa daripada di permadani, menurutnya. Ia duduk santai di atas sofa merah itu, celana seragamnya sudah turun sampai ke mata kaki, menampilkan boxer hitamnya serta tentu saja gundukan di tengah-tengah kedua pahanya tersebut. Kris bahkan harus menelan liurnya ketika melihat betapa besarnya gundukan itu. Sehun, meskipun merupakan pelanggannya yang paling muda, juga merupakan pelanggannya yang memiliki onderdil terbesar, nampaknya.

Si anak SMA menatap Kris malas dengan wajah datarnya. "Ride me now, Kris. Tunggu apa lagi? Slave payah."

Dan Sehun memiliki tutur kata yang paling kejam, Kris juga tahu itu.

Si Host nomor satu berjongkok di depan si murid SMA, menurunkan boxer hitamnya. Alat vital pemuda Oh itu langsung mencuat tegak seakan bergembira karena terbebas dari belenggu boxer yang sempit. Kris sudah biasa melihat penis Sehun yang panjangnya saat tegang bisa mencapai 25 senti itu, dan paham benar kenapa terdengar beberapa suara "wow" di belakangnya—waktu pertama kali melayani Sehun, Kris pun menunjukkan reaksi yang sama. Sehun masih SMA- meski tinggi besar dan tampan, tubuhnya belum matang benar karena masih dalam masa pertumbuhan. Ia seperti twink-sosok lelaki bertubuh langsing, berkulit putih, dan berwajah imut, yang biasanya menjadi bottom di video gay erotis dari barat. Siapa yang akan menyangka bahwa twink tersebut memiliki penis besar yang bisa membuat semua bottom berimajinasi untuk bercinta dengannya?

"Kau lama, Kris. Dingin, tahu."

-dan siapa sangka pula personifikasi twink tersebut memiliki mulut sepedas pria tua yang sama sekali tidak imut.

Tapi sayang sekali, Kris pun sudah terbiasa dengan sifat buruk Sehun yang itu.

"Cerewet, Tuan Muda Oh. Bagaimana caramu memuaskan aku kalau masih mengenakan boxer, eh? Dasar bocah..."

Hening.

Suho si owner bertepuk tangan pelan sambil bersiul. Chanyeol panik membayangkan karir Kris sebagai Host setelah ini akan hancur akibat monopoli Oh Coorporation. Semua orang di sana merasa takut untuk menyaksikan kemarahan si tuan muda.

Ironisnya, Kris nampak biasa saja. Bahkan matanya menatap si murid SMA dengan tajam, sementara satu tangannya usil mencubit kepala kejantanan lelaki itu.

Tangan Sehun menggapai lengan Kris, menariknya kasar hingga pria itu terangkat, menaruhnya untuk duduk di paha si pemuda Oh. Kejantanan pemuda tersebut bergesekan dengan belahan pantat Kris. Lalu sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Kris, menghasilkan jeritan kaget para penonton di lobi itu. Mereka tahu, Sehun marah. Tapi ada yang aneh-

- Sehun menyeringai.

Seringainya justru semakin lebar seiring dengan kejantanannya yang tiba-tiba makin menegang dan berkedut diantara pantat kenyal Kris.

"Kau bilang apa tadi padaku, Kris?" Suara Sehun entah kenapa terdengar penuh intimidasi di ruangan yang seketika hening ini.

"Kau..." Kris menatap Sehun malas, "... bocah tidak tahu diri yang tidak sabaran."

Dan seringai di wajah Sehun semakin lebar. Jari-jari tangannya ia kalungkan ke leher Kris, mencekiknya dalam satu tekanan kuat. "Aku bukan bocah. Tepat tujuh hari lagi aku akan berumur tujuh belas. Panggil aku 'Master Sehun'."

Kris memejamkan matanya, agak kesakitan, namun kembali bicara setelah berhasil mendapatkan napasnya sedikit-sedikit. "Kau bahkan belum boleh minum minuman keras, Bocah."

Cekikan di leher Kris semakin mengeras, "Panggil aku 'Master Sehun'!"

Kris menggeleng. Sehun pun diam, memperkuat cekikannya. Chanyeol menatap Suho dengan khawatir dan berbicara panik, "Kris bisa mati!"

Suho hanya tertawa kecil sambil menggeleng pelan. "Sehun sudah empat kali memesan Kris, tapi Kris belum pernah mati satu kali pun, tuh."

"Owner, aku nggak bercanda!"

"Dan tidak ada keluhan apapun dari Kris. Memangnya kamu tidak merasa sikap Kris terlalu arogan saat ini, Chanyeol? Apalagi setelah kau melihat bagaimana dia sangat patuh kepada Luhan tadi."

Chanyeol terdiam. Beberapa orang yang mendengar percakapan mereka pun akhirnya mengerti-

-Oh Sehun, ahli waris Oh Coorporation, adalah seorang tuan muda bahkan sebelum menginjakkan kaki di dunia ini. Seorang yang dari kecil selalu saja dimanja, dipatuhi, dan diikuti. Semua yang ia inginkan selalu diberikan-hingga sebuah penyangkalan dan penolakan adalah suatu kink untuknya-sesuatu yang menantang, sesuatu yang menstimulasinya. Penolakan adalah sesuatu yang bisa merangsang Sehun junior untuk terbangun. Kalau kink Luhan adalah dirty talk dan humiliation, maka kink Sehun adalah sebuah bentuk sadism - masochism.

Dia gila.

(Itu yang dipikirkan Chanyeol.)

"Kau masih tidak mau menurut, eh? Walaupun sudah sulit bernapas? Oke..." Sehun melepaskan cekikannya pada leher Kris dan membuat si pemuda lebih tua itu bersandar ke bahunya untuk mengambil napas banyak-banyak. "Aku lupa, kamu sih nggak akan mau menurut kalau ini tidak dimainkan, ya."

Sehun memelintir dua puting kemerahan Kris secara tiba-tiba. Pria pirang ini mendesah keras, refleks membusungkan dadanya dan membuat Sehun menyeringai, kali ini bahkan tangannya menarik-narik dua benda kecil tersebut.

"S-Sehun...! Ahhh, stop... ukh-"

"Panggil aku ' Master'."

"T-tidak akan. Sehun-" Sebuah remasan keras di dada bidang Kris. "Aaangh~!"

Sehun mencium sisi leher Kris, menggigitnya hingga menyisakan bekas keunguan di bagian itu. "Kamu tidak akan pernah menuruti perkataanku karena ingin terus dihukum, ya. Kamu mau terus dihukum karena dihukum membuatmu mendapatkan kepuasan seksual, eh? Dasar pelacur."

"Aku hanya-mmh... ahh..." Ucapan Kris berhenti begitu saja ketika Sehun kembali menarik tonjolan di dadanya itu lebih kuat lagi hingga harus mengalungkan kedua tangannya di leher Sehun karena merasa kesakitan—dan juga puas.

"Wow, jadi dadamu adalah titik sensitifmu, eh!? Seperti perempuan." Sehun mengusap-usap punggung lelaki itu untuk menenangkannya, kemudian dengan jahil menatap ke arah sepuluh orang lainnya yang berada di belakang Kris, sedang menonton mereka berdua. "Hei, kalian! Bermain dengan dada Kris bisa membuatnya terangsang. Ingat itu baik-baik. Berterimakasihlah kalian padaku nanti."

Kris mengeluh, "Hentikan itu, Bocah. Kau tak perlu memberi tahu apapun pada mereka-"

"Masih sanggup berbicara menyangkal seperti itu walaupun putingmu sudah mengacung tegak, Kris?"

"T-tentu saja. Aku... tidak takut."

Setelah itu Sehun berteriak kaget, dan beberapa orang yang sedari tadi hanya menonton mulai mengelilingi kedua orang itu lebih dekat lagi untuk melihat apa yang terjadi. Kris yang dari tadi menyandarkan kepalanya di bahu Sehun ternyata menggigit bahu lelaki itu, membuatnya membekas keunguan seperti bekas di leher Kris. Beberapa orang-Chanyeol, terutama-mengoceh bahwa reaksinya terlalu berlebihan mengingat Kris mendapatkan gigitan yang sama namun tidak berteriak sekeras itu.

Sepertinya aksi gigit menggigit itu agak kelewatan, karena seringai di wajah Sehun sirna dan digantikan oleh gertakan gigi. Dia marah. "SAKIT, BERENGSEK!"

Dan dalam satu gerakan cepat si murid SMA mengangkat tubuh Kris, menjatuhkannya lagi ke pangkuannya sendiri-tepat mengarahkan penis tegaknya ke lubang sempit si pria.

"AAARGH...!" Tentu, Kris Berteriak kaget. Dia tidak siap. Sehun sama sekali tidak mempersiapkannya-lubangnya masih kering, hanya sedikit lembab oleh precum Luhan yang sempat bernaung di dalam. Sehun pun tidak berusaha memainkan dan melebarkan lubangnya dengan jari terlebih dahulu, alhasil lubang Kris sudah kembali menyempit karena dibiarkan senggang dalam waktu yang cukup lama. Liangnya kembali bagaikan lubang perawan hingga penis Sehun memaksa menyeruduk masuk memenuhi area sempit tersebut.

"K-kurang ajar, Slut, kau sangat sempit!" Sehun menyeringai sambil menaikkan pinggulnya, berusaha menerobos kembali lubang Kris yang sempit hingga menelan pangkal penisnya. "Longgarkan sedikit, Kris! Jangan sok perawan, kamu!"

"A-aah...!" Kris terlonjak saat semua permukaan kejantanan Sehun yang sudah berada di dalamnya itu ditarik keluar, lalu dihujamkan lagi ke dalamnya dengan satu sodokan tajam. Membuat dinding rektumnya terasa panas akibat gesekan dua kulit tanpa disertai pelumas. "Ah... sakiiiiiit! Sehuuun-"

"Kubilang, panggil aku 'Master'!" Si lebih muda menghujam tanpa ampun si Host berkali-kali. Keluar, masuk, keluar, masuk. Lubang sempit Kris dengan susah payah mengakomodasikan kejantanan yang panjangnya mungkin mencapai tujuh belas sentimeter dan tebalnya empat sentimeter itu. Teriakannya menjadi musik latar di tengah aktivitas mengeluar-masukkan kejantanan Sehun. Jeritannya terdengar pilu, hingga beberapa orang yang tadinya mengelilingi mereka mulai melangkah mundur—dipelopori oleh Chanyeol yang marah.

Kris masih menggeleng sembari menggigit bagian bawah bibirnya, berusaha untuk tidak mengeluarkan teriakan dan desahan terlalu sering. Kedua matanya terpejam. Sehun memutar matanya bosan, lalu melihat penis Kris yang sudah mulai menegang lagi.

"Panggil aku Master atau aku tidak akan mengocokmu."

Tidak ada jawaban, hanya "Ah... ah" pelan yang keluar dari mulut Kris. Dan Sehun pun kesal. Gerakannya terhenti tiba-tiba dengan penis tegaknya masih tertanam di dalam lubang Kris. Dia sama sekali tidak bergerak hingga Kris menatapnya pilu, bibir bawah kembali digigit seakan menggoda Sehun dengan tatapan seduktifnya.

("Mungkin permainan penyangkalan ini sudah cukup," batin Kris.)

"Sehun..." Suaranya memelan, "... please. Fuck me... Master."

Dari senyuman lebarnya bisa dilihat bahwa Sehun akhirnya puas. Tangannya meraih kejantanan Kris dan mengocoknya cepat, seirama dengan hujamannya kembali pada lubang Kris. Kris menggeram nikmat, pelukannya di leher Sehun dipererat dan kejantanannya ia rapatkan ke perut si murid SMA.

"A-ahhhhhhng... Master..." Kris mendesah panjang ketika Sehun berkali-kali mengubah kecepatan sodokannya-kadang cepat sekali tanpa ampun seperti akan merobek Kris menjadi dua bagian, namun selanjutnya sangat pelan sehingga liang Kris berkedut mencari gesekan lebih dari batang itu. Ketika Sehun memukul pantat Kris dan menyuruhnya untuk menunggangi penis di dalamnya, saat itulah pertama kalinya-di malam ini-Kris menuruti perintah Sehun. Lelaki pirang itu memegang pundak Sehun sebagai penyangga, mengangkat pinggulnya, lalu menurunkannya lagi dengan cepat sampai penis Sehun melesak masuk dalam satu hentakan. Dia lalu menjerit kesakitan, namun kemudian melakukan hal yang sama; memanjakan batang kemaluan Sehun yang besar itu di dalam liangnya yang kecil dan sempit, menjepit-jepitnya di dalam, lalu mengeluarkan dan memasukkannya kembali hingga jeritan kesakitan itu mulai berubah menjadi desahan nikmat.

Sehun, dengan satu tangan yang sibuk memainkan kejantanan Kris, menyeringai menatapnya. "Kau suka penis besar Master-mu, Kris?"

-yang hanya Kris jawab dengan anggukan terburu karena sudah diselimuti oleh kenikmatan. Oh, persetan dengan pertanyaan Sehun—saat ini Kris sedang dimasuki oleh sebuah kejantanan besar yang bahkan bisa menekan-nekan prostatnya akibat panjangnya yang sanggup mencapai tempat yang tidak dapat dicapai penis Luhan sebelumnya. Rasanya sangat menggairahkan, Kris hampir sudah lupa bahwa kini dia sedang dilihat oleh sepuluh orang lainnya. Otaknya sudah dipenuhi hawa nafsu. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah penis Sehun, batang kemaluan Sehun, ukuran alat vital Sehun, secepat apa dirinya harus menaikturunkan pantatnya supaya kepala penis itu dapat langsung memanjakan prostatnya.

…He becomes a cockslut.

Sehun pun juga diselimuti kenikmatan yang sama. Kemaluannya yang bersarang di dalam Kris itu sudah mengeluarkan precum, mungkin sebentar lagi spermanya akan benar-benar memenuhi Kris. Ia tatap wajah Kris yang dipenuhi kenikmatan seksual layaknya pelacur yang sesungguhnya, dan sebuah pikiran jahat kembali muncul di benak Sehun. Pengikat dasinya yang berbentuk lingkaran ia lepaskan dari lehernya, lalu menyisipkan neck tie ring itu ke pangkal kejantanan Kris.

Menutup kesempatan bagi si Host untuk dapat mencapai puncak kenikmatan.

Dan sepertinya niat jahat Sehun berhasil, karena Kris bagaikan langsung tersadar dari hipnosis kenikmatan seksual saat merasa pangkal kejantanannya dijepit seperti itu. Kris refleks menatap Sehun panik, dan itu membuat dinding lubangnya menyempit, meremas-remas kemaluan Sehun yang berada penuh di dalamnya. "Sehun! Lepaskan itu..."

Sehun hanya menggeram, menyeringai saat ia merasa lubang Kris makin menyempit dan menjepit penisnya dengan sangat erat. "Mmmh..."

"Sehun!" Kris tergagap, bingung merasakan antara kenikmatan di lubang belakangnya dan rasa sakit di bagian depan. "Le... lepas... ah.. haaa-"

"Memangnya siapa yang bilang kalau kamu boleh keluar saat bermain denganku?" Sehun berbisik di telinga Kris sebelum memuntahkan spermanya di dalam Kris. "F-fuck!"

Kris terhentak. Lubang pantatnya kembali berkedut kaget saat penis Sehun mengeluarkan lahar hangat di dalam yang meluber hingga sedikit tumpah keluar, lalu penis itu perlahan-lahan ditarik keluar dari dalam tubuhnya. Meski 'giliran' Sehun sudah selesai, namun ekspresi Kris masih tidak berubah puas seakan permainannya dengan Sehun belum selesai. Sudah pasti karena pengikat dasi yang masih melingkar di pangkal kejantanannya sendiri, tidak memperbolehkannya untuk mencapai klimaks.

Dan Kris tahu benar, memohon-mohon pada Sehun tidak akan dipedulikannya-buktinya sekarang tubuh Kris didorong hingga terbaring di permadani lobi, sementara Sehun kembali duduk bersantai di sofa.

"Tuh, kalian mulai saja mainan gangbang-nya, aku nggak akan mendominasi giliran lagi, kok. Aku capek ah, mau tidur."

Tidur dengan membiarkan pengikat dasinya masih melingkar di kejantanan Kris, tidak mengizinkannya untuk klimaks, padahal sudah memperkosanya kasar bahkan keluar di dalam. Bocah berengsek.

/ / / / /

Beberapa orang menghela napasnya. Kris terbaring di permadani lobi dengan tubuh telanjang, persis dengan saat ia baru akan melayani kedelapan tamunya beberapa saat lalu. Hanya saja, beberapa saat lalu itu tidak ada setetes pun sperma di tubuhnya, beda dengan kondisi yang sekarang. Peluh, liur, dan sperma, semuanya menghiasi tubuh Kris dari wajah sampai paha. Kulitnya yang tadinya mulus tidak lagi nampak demikian karena bekas keunguan terlihat di lehernya—akibat kissmark dari Sehun-dan di paha bawahnya-akibat genggaman keras dari tangan Luhan. Napasnya berat. Matanya beberapa kali terpejam akibat kelelahan. Kalau dia tidak ingat bahwa tugas intinya-gangbang-belum juga dimulai, Kris akan memilih untuk tidur sekarang.

Tapi tugasnya memang belum selesai. Ketika Luhan bangkit dari duduknya dan berjalan ke arahnya lagi, Kris melenguh cemas. Bukan hanya Luhan yang menatapnya lapar, tapi Baekhyun juga memandang Kris dengan sama laparnya. Pemuda cantik itu ikut berjalan ke arah Kris dengan senyum normalnya, diikuti dengan... Minseok? Ya, kakak lelaki Baekhyun itu akhirnya memberanikan diri mendaftar untuk menyentuh sahabatnya sendiri, meski masih malu-malu dan berjalan pelan seraya bersembunyi di belakang punggung sang adik.

Pemuda bermata besar yang baru hari ini datang—Kyungsoo, dengan nama samara Dio—juga dengan agak ragu berjalan mendekat ke tengah lobi (suara pekikan kaget dan ucapan 'kau serius?' itu tentu saja milik kedua temannya yang semeja dengannya).

Bahkan Sehun, yang barusan saja berkata ingin tidur, kembali menegang dan menyeringai sambil bergumam "Ekspresi ketakutanmu itu seksi sekali."

Mereka serius. Mereka serius ingin memperkosa Kris ramai-ramai. Dan Kris, meskipun sudah ahli dalam permainan ranjang, tiba-tiba merasa cemas dan takut.

Ia tidak hanya akan menjadi bot, tapi juga menjadi bot yang dimainkan beramai-ramai sembari menuruti fetish semua kliennya dalam waktu yang sama juga disaksikan oleh orang banyak.

Bohong kalau Kris bilang dia tidak panik saat kelima orang itu mengelilinginya dengan jarak dekat hingga Kris yang terduduk bisa melihat jelas tonjolan di selangkangan mereka. Tiba-tiba ia merasa dirinya sendiri mulai gemetaran saat Luhan mendekatkan kedua wajah mereka, Minseok mengelus pahanya, dan Baekhyun meraih penisnya-ketiganya dalam waktu yang bersamaan.

'Dalam waktu yang bersamaan'. Pesta gangbang ini sekarang dimulai.

Jangan, Kris belum siap!

"HENTIKAAAAAAAAAAAAAAAN!"

Bukan, itu bukan suara Kris. Bukan Kris yang berteriak. Semua mata mengarah ke sumber jeritan bass itu—ke arah Chanyeol.

Pria bersurai cokelat itu terengah setelah berteriak sekuat tenaga. Ia menggertakkan giginya. Wajahnya memerah akibat memendam amarah. Ketika semua orang-termasuk mereka yang tadinya berkeliling menyentuh Kris-memfokuskan pandangan kepada Chanyeol, dia langsung berjalan ke tengah lobi, melepaskan jasnya dan melemparnya ke arah Kris-menutupi tubuh telanjang itu dengan jas. Setelah itu ia bahkan menggandeng lengan si pemuda pirang, menyeretnya pelan hingga hampir ke pojok lobi. Membuat beberapa orang mendengus kesal dan mulai memaki Chanyeol.

"Kalian tidak lihat Kris ketakutan!?" Chanyeol membalas, dia berdiri tegap di depan Kris yang terduduk lemas, seakan melindungi lelaki itu. "Bagaimanapun... ini aneh! Disetubuhi beramai-ramai itu... keterlaluan, tahu!? Kasihan Kris! Pokoknya kalian nggak boleh menyentuh Kris!"

Kyungsoo bergumam pelan, "Tapi kan ownermu yang menyarankan hal itu, Chanyeol."

Chanyeol langsung menghadap Suho. Sejenak ia ragu, namun- "Owner kumohon hentikan ini! Aku rela membayar lebih mahal daripada para pelanggan, dengan syarat; Owner menghentikan 'pesta' ini! Tiga bulan... ah, tidak... bahkan aku rela tidak digaji selama satu tahun untuk bisa membayar kerugian Owner apabila Anda menghentikan gangbang ini!"

Semuanya diam. Beberapa berbisik pelan, keheranan atas sikap berkerasnya Chanyeol. Satu orang-Sehun-menggumam pelan bahwa Chanyeol akan segera ayahnya pecat karena mencuri mainan baru Tuan Muda Oh. Sang Owner sendiri, Suho, hanya menatap Chanyeol serius. Ketika Kai di sebelahnya berbisik singkat kepada si Owner, sebuah seringaian nampak di bibir Suho.

"Silakan tulis namamu di buku tamu, Chanyeol."

Hening. Chanyeol terkesiap dengan kedua mata membulat kaget. Tulis nama di buku tamu, berarti... ikut memperkosa Kris?

"E... eh? Owner bukan begitu! Aku bukannya mau ikutan, tapi kasihan Kris kalau dipakai beramai-ramai di tempat umum-"

Suho memotong kalimat Chanyeol, "Kamu menyukai Kris, kan?"

"..." Chanyeol menatapnya horor, lalu beberapa kali membuka mulut seakan ingin mengatakan sesuatu, namun tak lama tertutup lagi. Matanya mengitari orang-orang seisi lobi yang sekarang menatapnya kaget dan juga penasaran. "A... apa maksudmu, Owner..."

"Tidak perlu berdalih, Chanyeol," Masih dengan senyum malaikatnya Suho melanjutkan, "Kalian memang sesama host , tapi kami tahu kamu mencintainya."

Keheningan kembali mendatangi lobi Host club itu hingga Chanyeol menjawab dengan panik dan tergagap, "D... dari mana Anda tahu... ah bukan, maksudku, ak... aku tidak menyukainya, tidak mungkin, kan, aku dan Kris..."

"Ketahuan banget kamu suka Kris, tahu." Kali ini si resepsionis berkulit gelap, Kai, yang menimpali tanpa menatap Chanyeol. "Setiap Kris disewa, kamu terlihat nggak suka. Setiap hari Rabu spesial, kamu selalu menanyakan apa Kris baik-baik saja. Kamu nggak pernah melepaskan pandangan darinya. Waktu kalian berdua melayani pelanggan yang berbeda pun kamu beberapa kali curi pandang ke tempat Kris berada-sampai ada beberapa tamumu yang protes karena mengira kau lebih memerhatikan tamu yang dilayani Kris. Padahal yang kau perhatikan bukan tamu Kris, tapi Kris itu sendiri.

"Kamu pikir ulahmu yang sejelas itu tidak membuat kami sadar kalau kau mencintainya, Chanyeol? Semua orang yang kerja di sini juga sudah tahu kalau kamu suka Kris, kali." Kai memberikan seringai jahat-yang cukup berkebalikan dari senyuman malaikat milik Suho di sebelahnya-sembari menatap ke arah Kris yang sedari tadi menunduk. "Bahkan Kris sendiri sudah tahu."

Kali ini semua menatap Kris yang tiba-tiba tersentak. Chanyeol sekilas membulatkan matanya, kaget, merasa panik dan malu. Perlahan-lahan dia pindahkan tatapan matanya ke bawah, ke arah di mana Kris terduduk di depannya. Pemuda itu sudah tidak gemetar-justru sekarang Chanyeol-lah yang gemetaran ketika Kris mendongakkan kepalanya, menatap lurus ke mata Chanyeol sambil menggigit bibir bawahnya dan wajah yang memerah malu.

"A... aku memang sudah tahu, Chanyeol."

...

... oh, dammit.

Kali ini jantung Chanyeol berdetak terburu bukan hanya karena perasaan terpendamnya pada Kris sudah diketahui oleh Kris sendiri, tapi juga karena-

-wajah Kris yang biasanya percaya diri, kini memerah padam akibat malu. Matanya yang selalu tajam memesona, kini nampak sendu dan mencoba menatap Chanyeol dengan ragu. Bibir merah yang digigitnya itu... wajahnya yang penuh sperma... tubuhnya yang telanjang di depan kaki Chanyeol..

Chanyeol berjongkok, menarik tengkuk si pria pirang hingga wajah mereka hanya berjarak satu senti. Wajah Kris yang malu dan agak bingung nampak sangat dekat di depannya, juga napas hangat Host nomor satu itu. Tak butuh waktu lama bagi Chanyeol untuk mendekatkan wajahnya ke wajah Kris hingga tak sedikit pun jarak tersisa di antara mereka saat Chanyeol menempelkan bibirnya ke bibir si pirang. Ciuman itu lembut, hanya sekadar tempelan semata. Kris yang tadinya membulatkan matanya karena kaget pun mulai memejamkan mata, merasa tenang dengan sentuhan lembut tangan Chanyeol di pipinya dan juga bibir yang menciumnya pelan tanpa sedikit pun lumatan, seakan menikmati eksistensi bibir itu sendiri.

(Dan memang itulah yang Chanyeol lakukan, karena bisa menyentuh bibir mungil yang selama ini menjadi daya tarik Kris saja baginya sudah bagaikan surga.)

"Hoi, hoi." Sebuah tarikan di tengkuk Kris melepaskan paksa ciuman mereka berdua. Sehun lah yang melakukannya dengan wajah bosan. "Kalau mau syuting telenovela jangan di sini."

Dan saat itu pula dia langsung mencium bibir Kris. Kris tercengang kaget-ciuman Sehun berbeda jauh dari ciuman Chanyeol yang baru saja dinikmatinya. Ciuman Sehun mengandung lumatan kepada bibirnya, lalu dengan sigap Sehun memasukkan lidahnya ke rongga mulut si pria si pria lebih tua, mengeksplor dinding-dinding mulutnya. Kris pun merasa shock karena besarnya perbedaan perlakuan untuknya dalam waktu yang terlalu singkat.

(Kalau begini saja kaget, bagaimana dengan gangbang nanti saat semua titik sensitifmu disentuh bersamaan oleh sekian banyak orang, Kris?)

"Hei Sehun!" Chanyeol menegur marah, "Kurang ajar, kamu-"

"Ikut saja, Chanyeol," Baekhyun menyeringai, "Daripada kau hanya berdiri di sini menyaksikan orang yang kau cintai mendesah kesenangan, masih lebih baik kalau kamu menjadi salah satu alasannya mendesah, kan."

Satu kalimat singkat itu sempat membuat Chanyeol berpikir sebelum membalas kembali, "Tapi aku suka Kris bukan karena badannya! Aku... aku suka Kris karena sifatnya, karena karakternya! Aku nggak mau menyentuhnya!"

Luhan memutar matanya malas. Tangannya meraih satu tangan Kris yang bebas, membuat lelaki itu sedikit bingung, dan membawa tangan itu ke selangkangan Chanyeol yang sudah menggembung. Seketika Chanyeol pun terlonjak kaget, begitu juga dengan Kris yang langsung menarik kembali tangannya dan menunduk dengan wajah merah padam. Gumaman 'maaf' pelan bisa terdengar dari mulut lelaki itu.

"Tuh, lihat," Luhan melanjutkan, "Cinta sifat dan karakternya, apa? Bleh. Kamu juga terangsang melihatnya telanjang sedari tadi. Nggak usah sok polos, ikutan saja kalau kau mau."

Dan setelah itu Luhan langsung menjilati leher Kris yang keunguan, kemudian Sehun melebarkan kedua kaki Kris dan menarik lubangnya untuk merekah di hadapan Chanyeol yang melotot kaget. "Hei Chanyeol atau siapapun namamu, kau betulan nggak mau ikutan? Siapa tahu setelah ini kamu nggak punya lagi kesempatan untuk melihat Kris telanjang bulat, kan? Hei, Tuan Oh sudah memberimu izin untuk ikutan, nih."

Baekhyun tertawa kecil melihat mata Chanyeol yang ikut menatap fokus pada lubang Kris yang entah kenapa terlihat lebih sempit daripada yang ia bayangkan. Baekhyun menepuk punggungnya, "Now or never, Chanyeol?"

Chanyeol kembali memerhatikan Kris yang saat ini memejamkan matanya saat Minseok menciumi pelipisnya. Lehernya yang agak keunguan sedang dijilati oleh Luhan. Kedua puting susunya mengacung tegak seakan minta disentuh. Begitu pun penisnya yang masih mengacung sejak Sehun menyisipkan cincin dasi di pangkalnya yang membuat bola kembarnya terus membesar menyimpan sperma yang seharusnya sudah keluar sedari tadi. Lalu lubang di pantatnya yang sudah merekah, basah oleh cairan orang-orang yang sudah memakainya sebelumnya. Lalu pahanya. Lututnya. Betisnya, jari kakinya…

... Park Chanyeol menyukai semua bagian tubuh Kris.

Dan kapan lagi dia akan bisa menjamah semua hal yang dia sukai secara bebas?

Now or never, Chanyeol? Kalimat Baekhyun terus terngiang di telinganya, seolah berusaha menghipnosisnya terus menerus. Now or never, Chanyeol? Now or never, Chanyeol? Now or never, Chanyeol? Now or never?

"N..." Chanyeol menelan liur. " …. N—"

Never? Now?

Now or never, Chanyeol?

Now or never?

"... now."

Baekhyun menyeringai makin lebar. Kris tertegun dan menatap koleganya itu dengan mata membesar kaget seakan tidak percaya. Sementara Kai mulai menulis nama Park Chanyeol di buku tamunya.

"Aku potong dari uang gajimu, ya."

TBC


A/N: !WARNING! Ada curhatan author dan balasan review di bawah ini. Iya, memang panjang banget, sampai 3 halaman Ms Word. Kalau mau, kalian bisa skip mulai dari sini kok.

Iya, to be continued. Nggak jadi end. Hehehehe.

*heavy sigh*

Jadi gini, saya pernah kagum sama seorang author (bukan di ffn) karena dia selalu ngebuat fanfic OTP saya dengan plot yang bagus. Satu-satunya yang saya benci dari beliau itu adalah kalau dia buat fanfic rated M yang PWP (fanfic yang full sex), beliau selalu membersambungkan fanfic itu. Padahal cuma satu "ronde" seks. Misalnya Chapter 1 si seme mempersiapkan sex toy, chapter 2 sex toy itu dipakai, chapter 3 si ukenya dilarang orgasme, dan seterusnya. Saya pikir; kenapa nggak dihabisi dulu satu ronde adegan seks itu biar pembaca nggak merasa di-PHP? Saya pikir fanfic seperti itu harusnya selesai dalam 1 chapter. Pembukaan, seks, seks, seks, selesai. Mungkin akan jadi satu Chapter yang panjang, tapi pembaca akan lebih puas daripada harus dibuat bersambung dan pembaca jadi makin penasaran menunggu kelanjutannya. Saya ilfeel dengan author itu, akhirnya saya unsubscribe. Serius.

Nah karena saya benci dengan author seperti itu, saya juga nggak mau dianggap sebagai author yang PHP seperti dia juga. Saya janji, sepanjang apapun fanfic nya, kalau penuh adegan seks, biarkan adegan itu diselesaikan dalam satu Chapter biar pembaca nggak penasaran. Itulah yang saya janjikan di prolog dan chapter 2 Wednesday Wetkrisday.

Nyatanya, ternyata sulit, dengan berbagai alasan. Pertama, fanfic ini memang panjang karena banyaknya interaksi supaya tokohnya lebih hidup. Kadang draft dan hasil akhir nggak nyambung. Contohnya di adegan terakhir itu, di draft saya, Chanyeol cuma marah sama Suho, Suho bilang kalau dia cinta Kris, Kris jawab bahwa dia sudah tahu, dan jreng-dimulailah gangbang yang menyertai Chanyeol. Di hasil akhirnya, kamu lihat sendiri... Chanyeol marah, nyeret Kris, melempar jas ke Kris, Suho bilang kalau Chanyeol cinta Kris, Kris jawab bahwa dia sudah tahu, Chanyeol masih menyangkal, Baekhyun - Sehun - Luhan harus debat sama Chanyeol, mereka berempat menyentuh Kris, Baekhyun mempertanyakan kepastian Chanyeol lagi, dan barulah Chanyeol setuju untuk ikutan. Kadang saya bingung kenapa tokoh di fanfic ini suka berbuat semaunya sendiri. *langsung nyalahin tokoh fiksi*

Kedua, saya sibuk tugas kuliah dan skripsi. Ketiga, saya orangnya malesan. Keempat, saya seorang slow writer. Apalagi saya biasa nulis fanfic di Handphone daripada komputer, tahu sendirilah di handphone banyak sekali distraksinya... lalu saya lebih sering Roleplayan daripada nulis fanfic *lol*

Alasan yang kelima mungkin yang paling penting buat saya, yaitu review. Makin ke sini, makin banyak review yang bunyinya mengancam dan agak kasar yang berisi supaya saya cepat update fanfic ini. Jujur saya nggak sakit hati dengan review yang terkesan kasar seperti itu, saya justru senang karena kalian menunggu update-an fanfic ini sampai emosian. Fanfic ini diupdate tanggal 6 Januari, tapi sampai Maret dan April masih ada saja review yang meminta update. Padahal saya yakin fanfic ini sudah tenggelam banget di liat fanfic di kategori Screenplays; jadinya saya berpikir positif, yaitu para reviewer yang meskipun agak kasar itu rela membuka Link fanfic saya dengan apapun caranya demi menagih update. Itu makan waktu dan tenaga, bukan? Lalu saya jadi senang dan akhirnya... nggak tega. Akhirnya saya potong adegan seksnya jadi Chapter baru lagi untuk dipublish, supaya nggak ada yang menunggu lebih lama lagi. Anggaplah ini untuk memuaskan dahaga sementara para pembaca. Seperti restoran yang memberikan minuman duluan kepada tamunya selagi makanan pesanannya dimasak (?)

Mentang-mentang review kasar dan bermaksud menghina/ancaman bisa memotivasi saya untuk mempublish "minuman pembuka" ini, jangan terus-terusan kirim review kasar ke saya, ya. Saya udah jelasin kan di atas kalau saya ini slow writer, sibuk tugas, dan kebetulan fanficnya kepanjangan karena tokoh fanficnya jalan sendiri (?). Menulis cerita panjang sebagai seorang penulis lambat yang sibuk kuliah dan moody itu susah, oke. Jadi fanfic ini pasti AKAN saya update, PASTI saya update, dan saya NIAT update. Tapi tentu update nya nggak secepat fanfic lain. Tolong pikirkan kendala yang saya hadapi juga, karena setiap author mempunyai kesibukan dan gaya menulis yang berbeda-beda :)

(Tenang aja, saya nggak marah, yang di atas itu cuma curhatan/?) Di bawah ada balasan review ya!


ayp: kenapa geli? Deskripnya lebay ya? XD | ayumkim: udah lama cari yang beginian berarti suka everyone x Kris juga? Hehehe... nah, ada yang sadar juga tentang Chanyeol. Padahal di prolog udah dikasih Clue sedikit ada apa dengan Chanyeol (?) Di chapter ini sudah terjawab ya ;) | lushixun: oh, berarti saya sering liat kamu di ff krisho/hokris ya, saya juga dulu suka krisho. Dulu sih, karena sekarang lagi nggak update tentang suho hehehe. Aphrodisiac dan Daddy kink untuk Suho? Noted! | LVenge: iya gangbang, meski di Chapter ini minuman pembukanya dulu yaa :D hei kata siapa anu para uke unyu? Ukuran penis nggak ada hubungannya dengan status (?) | BabyWolf Jonginnie'Kim: Pasti dong! Lay dan Tao yang disini 100% uke saja bakal dapat jatah sama Kris kok ;) | dark94: iya, semua member exo. Updated ya, tapi gangbangnya belum mulai... | ShinKUrai: makasih banyak ya :')) Updated! | Wenky MelI: nggak apa-apa kok review mesum, itu bakal meningkatkan imajinasiku untuk adegan seks berikutnya ;) iya kok memang aku sudah rencana buat Kris disandwich atas bawah depan belakang lol. Terima kasih! Updated! | MasoChan: disini Tao aslinya uke, tapi waktu sama Kris dia bakal jadi seme kok :D | onyx sky: makasih! chapter ini ternyata bukan Chapter akhir, maaf ._. Nikmati hidangan pembuka ini dulu, ya... | Guest: Kris nangis, nipple play dari Baekhyun, sextoy, dan DP? Noted! ;) Makasih sarannya! | laxyovrds: Mereka ikutan dong ;) Chanyeol udah siap nih, tunggu di Chapter selanjutnya ya! | Joy Wu.94: wahh Kris aegyo! *culik* kata siapa sadistik nggak cocok buat fanfic ini? Sehun sadistik tuh, hehehe. Kalau mau kasih saran, masih ditampung lho! | Guest(2): hayo, baca ff ini memang harus siap mental dulu! Mumpung Tao dan Baekhyun belum dapat giliran lagi di Chapter ini, siap-siap untuk Chapter berikutnya yaa ;) | doubleAA10: iya pengenalannya kepanjangan, maaf oTL sayangnya lagi Chapter ini belum gangbang, baru bergiliran, tapi disini sudah disisipkan sedikit Humiliation ya! | Jeseey: Kris nggak terlalu tersiksa ya...? Okee, di selanjutnya semoga aku bikin dia bisa membentak seperlunya :D | pecinta uke kris: oh gosh makasih banget! Dan aku suka nama kamu =)) sudah update nih, belum gangbang, tapi sudah ada adegan dewasanya ya! | .1848: nggak dihiatusin kok, tapi aku memang slow writer, maaf ya ._. Tao di Chapter sebelumnya menye-menye banget ya? XD Tapi tetap saja waktu sama Kris nanti dia bakal jadi seme kok ;) | ZIALL HORLIK, hemeh: Niat kok, maaf ya saya slow writer ._. Makasih! Updated chap ini buat kalian! XD

Buat yang sudah review, terima kasih banyak! Dari yang cuma minta update, nulis kesan tentang Chapter sebelumnya, ngasih saran Kink, sampai PM, meski mungkin ada beberapa yang nggak sempat saya balas di chapter ini (hell, nulis A/N ini saja sudah 1000 words), saya baca semuanya kok. And I really appreciate it! Padahal chapter lalu sangat panjang, jadi saya udah rela kalau banyak yang nggak Review karena pusing bacanya lol, nggak nyangka ternyata banyak yang excited juga. Saya mempublish "minuman pembuka" ini karena memikirkan kalian juga, walaupun terkesan PHP karena dibersambungkan lagi, maaf ya... Review kesan kalian terhadap chapter ini juga, ya ^^ Kritik dan sarannya sangat welcome! Yang mau memberikan saran Kink juga masih boleh! Terima kasih sebelumnya!

Terima kasih sudah membaca sampai sini! Ada easter egg tentang Sehun lho di chapter ini! Ada yang bisa menebak? Clue: di dalam dialog

Oh iya, kalian sudah liat siluet Kris tanpa baju belum? Ternyata badannya ramping, lengan kecil, nggak tegap, seperti uke di fanfic ini (?) XD kalau mau lihat klik ini ya twitterdotcom/wooyifun/status/578157863786262528/photo/1 (cr to owner)