Chapter 4: Pain and Konan's Suffering

.

Warning: Makin gaje, AU, OOC, and berbagai penistaan dilakukan.

.

Hari ke-3, 07.00 am.

"Hoahhmmm!" terdengar suara 'ajaib' dari Pein yang baru bangun. Waktu menunjukan pukul 07.00. Segera saja, Pein keluar dari kamarnya, tak lupa dengan membangunkan Tobi.

"Woi Tob, bangun!"

"Hngghh…" desah Tobi sambil mengucek mata kirinya. "Udah pagi ya sempai?"

"Ya iyalah! Masa iya dong!" ucap Pein sambil betulin pierchingnya yang copot pas tidur(?).

"Udah ah, beresin gih ranjangnya, sempai Pein yang ganteng (*hoeek*) ini mau sarapan dulu ya? Kamu nyusul aja," perintah Pein (sok) bijak sambil keluar kamar. Tobi hanya bisa geleng- geleng kepala.

.

"Konan! Sarapannya udah ad-" ucapan Pein terhenti seketika ketika melihat dapur masih rapi alias belum ada yang melakukan aktifitas. Dengan segera, Pein ke kamar Konan dan Zetsu. Ketika akan mengetuk pintu kamar Konan, tiba- tiba sesosok orang berkacamata menghampiri Pein.

"Pein…minta, pak…" suara sosok misterius berkacamata itu sambil mengadahkan tangan ke Pein. Pein menengok kebelakang dan alangkah kagetnya ketika melihat rupa sosok itu. Tanpa cing cong wacao (?), Pein menggedor- gedor pintu kamar Konan dengan kerasnya. "Konan! Bukain pintunyaaa! Kon-"

"BRAKK!"

Dengan naasnya, Pein pun kejedot pintu yang Konan buka sehingga menimbulkan sebuah telur di jidat Pein. Pein meringis kesakitan.

"Apaan sih, pagi- pagi udah berisik! Ganggu Zetsu aja tuh!" ucap Konan sambil menunjuk Zetsu yang layu akibat gedoran maut-?- Pein.

"K-konan…t-tadi ada setan berkacamata! Huweee!" dengan lebaynya, Pein segera nangis sesenggukan sambil memeluk Konan.

"1…2..3..BUAGGHHH!"

"KYAAAA!"

Seolah kerasukan setannya Tsunade (*author dibogem ampe mati*), Konan dengan ganas bin beringasnya membogem Pein sehingga Pein pun terbang ke sumur(?). 'Mampus loe, Pein!' inner Konan sambil meniup tangannya. Zetsu yang melihat Konan segera layu lagi.

5 menit kemudian…

"Weekss! Mana sih si pierching gaje itu?" Tanya Konan sambil nyelingukan nyariin mahluk pierching itu, baik di kolong ranjang Tobi, di venus flytrap Zetsu, di jubah Hidan yang lagi ritual, di dompet Kakuzu, di tanah litany Deidara, di bonekanya Sasori, di krim anti keriput Itachi, di samehada Kisame, bahkan dibalik celana dalem kepunyaan Pein(?).

"Oh iya, tadi kan gua bogem dia ke sumur ye! Ngapain gua nyari disini segala?" Konan langsung menepuk jidatnya. Dengan segera, ia pergi ke sumur belakang.

"Pein! Dimana loe! Gua tau loe laper!" teriak Konan sambil nyariin pein di sekitar sumur.

"Hiiiiii"

Konan tak sengaja menangkap suara yang berada dibalik sumur. Ia mendekati sumur itu perlahan dan ia menemukan Pein meringkel disitu sambil meluk lutut. Konan pun menghampiri Pein yang tampak pucet.

"Pein! Balik ke markas! Hayo!" suruh Konan sambil meluk pinggang. Bukannya Pein nurut, malahan Pein ngomong gak jelas," I-itu.."

"Itu apa?"

"Di- dibelakang…"

Dengan slow motion, Konan menengokan kepalanya ke belakang dan…

"KYAAAAA!" Konan segera ngibrit, namun sialnya, ia tersandung jubah Pein sehingga jatuh di pelukan Pein. Sedangkan, yang ditunjuk Pein mulai mendekati mereka, yaitu sosok wanita ato apalah berambut panjang menutupi mukanya.

"KYAAA! LARII!" teriak Pein dan Konan bersamaan. Namun, jubah belakang mereka ditarik oleh setan itu.

"HUWAAA! AMPUN!" teriak Pein ketakutak. Konan hanya bisa mematung saja saking takutnya.

"Kalian gak akan kulepaskan…khukhukhu.." setan itu tertawa aneh, sehingga membuat Pein dan Konan membeku seketika. "Sebelum kalian-"

"HYAAAA! DEMI JASHIN!

"SRINGG!"

"BUFFF!"

Sebelum selesai hantu itu bicara, tiba- tiba sebuah sabit bermata tiga menembus hantu itu. Hantu itu segera menghilang dan hanya menyisakan kepulan asap ungu.

"Hufftt…Leader! Konan! Apa kalian baik- baik saja?!" Tanya orang yang menembus hantu tadi dan ternyata adalah Hidan.

"Ah Hidan, arigatou, kami baik- baik saja kok," ucap Konan berterima kasih pada Hidan karena telah menyelamatkannya.

"Iya. Arigatou, Hidan," ucap Pein sembari menundukan kepala (*Whaattt! Pein nundukin kepala? Apa kata dunia!? #dilempar sandal ama readers ,"Berisik baka!"*).

"Hah! Sudahlah! Ayo balik ke markas lagi!" ajak Hidan sambil mengelus sabitnya. Segera saja, Konan dan Pein menurut (*APAA! Pein nurut lag- hmmppp!*).

Sesampainya depan markas, mereka bertiga dikejutkan oleh sebuah suara aneh bin ajaib. Segera saja mereka menghentikan langkahnya…

.

TBC TO CHAPT 5: THE CLUE OF THE RING

Notes: Gomen minna, baru sekarang uploadnya. Dan bagi fict yang lain, saya akan berusaha mengerjakan secepatnya. Bye! Review ya?

.

Thanks ^_^