"Hehehe.. iya. Aku pacarnya Yoongi-hyung." Aku Jimin dengan tidak berdosa.

Taehyung dan Jungkook merasa nyawa mereka sudah hilang.

.

.

.

BOY IN LUV

A KookV fanfiction

Warn : YAOI!

.

.

.

Taehyung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Sungguh, hari ini adalah hari yang menyenangkan sekaligus menyedihkan untuk Taehyung. Tiba-tiba sekelebat ingatan tentang rumah hantu hinggap di kepalanya. Sontak pipinya menghangat. Ia masih bisa merasakan genggaman hangat dari tangan Jungkook. Entah kenapa ia ingin merasakan kembali tangan Jungkook yang melingkupi tangannya.

Apakah ini berarti ia suka dengan Jungkook?

"Tidak...tidak..." Taehyung mengacak rambutnya brutal. "Itu tidak mungkin." Lanjutnya menggila. "Ah..." Kemudian ia bergulung-gulung di atas kasurnya.

Sepertinya Taehyung lupa dengan Jimin yang sudah berpacaran dengan Yoongi. Padahal tadi remaja laki-laki ini hampir menangis.

"Taehyungie..." Seru ibunya, Kim Baekhyun dari lantai bawah. Taehyung dengan segera menghentikan aksi gilanya. "Ya, Bu. Aku datang."

Nah, sekarang kita sudah tahu dari siapa wajah, sikap dan segala hal yang imut milik Taehyung berasal?

Yah, mari kita tinggalkan sejenak aktivitas keluarga Kim.

.

.

.

Mungkin Jungkook dan Taehyung memiliki ikatan batin yang kuat karena keduanya sama-sama resah akan interaksi mereka di rumah hantu. Jungkook bahkan masih bisa mengingat dengan baik tentang bibir Taehyung yang menggodanya. Bagaimana bibir itu melengkung dengan indahnya, wajah manis yang terlihat ketakutan dan matanya yang berbinar-binar.

Menurut Jungkook, itu saja sudah cukup membuatnya ingin melahap Taehyung. Apa ini berarti ia menyukai musuhnya? "Tidak...Tidak... aku masih menyukai Jimin. Ya, buktinya tadi aku sangat marah karena Jimin sudah pacaran dengan si pucat itu." Jungkook sangat yakin kalau dirinya itu masih menyukai pemuda manis seperti Jimin, bukan pemuda ganas dan bar-bar seperti Taehyung. Itu benar sekali.

Tapi, Jungkook ragu bagaimana kalau ia benar-benar menyukai alien dari planet antah-berantah itu. Oh nooooo man..., mau jadi apa kalau Jungkook suka dengan alien itu. Dunia pasti akan terbelah jadi dua. Mau diletakkan di mana mukanya?

-yah, di bokongnya si Taetae juga bisa kan, Kook-

"Ah... tidak mungkin." Jungkook semakin menggila dan mulai menjambaki rambutnya sendiri seraya menggulung-gulung badan berototnya di kasur. Tiba-tiba ia teringat wajah manis Taehyung beserta bibirnya. Dengan gemas, Jungkook menggigiti bantal buluknya yang penuh dengan pulau-pulau anehnya. Merasa gila, ia kembali menggulung tubuhnya.

-ketahuan deh kalau si Jungkook gila tingkat akut-

"JEON JUNGKOOK! Cepat turun atau ibu akan memotong uang sakumu!" Teriak ibunya dari dapur. "Ya, Bu. Aku turun." Secepat kelinci hutan, Jungkook berlari ke dapur atau uang sakunya akan melayang. Membayangkannya saja sudah membuat Jungkook merinding.

.

.

.

Tempat Lain...

"Hyung." Yoongi bergumam pelan seraya mengusap kepala Jimin yang ada di pelukannya. "Bagaimana kalau kita menjodohkan Taehyung dan Jungkook. Sepertinya mereka berdua serasi." Yoongi hanya bergumam lagi dan meneruskan kegiatannya.

Sebenarnya Yoongi tidak habis pikir, kenapa ia bisa suka dengan Jimin. Terkadang Yoongi tidak tahu kalau kekasih manisnya ini bodoh atau polos. Jelas-jelas Jungkook dan Taehyung itu suka dengan Jimin. Tapi, boleh juga. Yoongi rasa keduanya akan cocok setelah melihat interaksi mereka di rumah hantu. Toh, ini berarti ia bisa menyingkirkan orang-orang yang berpotensi menjadi orang ketiga. Yah, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Hohohohoho...

"Hyung.." Jimin menarik-narik kaos Yoongi pelan. Dengan cepat, Yoongi tersadar dari lamunan gilanya. "Ya, Jimin-ah." Uhh.. pacarnya ini imut sekali. Rasanya Yoongi tidak sabar untuk segera membawa bocah di sampingnya ini ke pelaminan.

"Jim, besok tolong ajak Taehyung dan Jungkook ke bangtan cafe, ya?" Jimin megerutkan dahinya pertanda gagal paham. "Kita akan double date dengan mereka." Jimin terlonjak senang mendengar ide brilian Yoongi. "Baiklah, Hyung. Serahkan padaku." Yoongi tersenyum melihat kelakuan polos kekasihnya. Laki-laki pucat itu mengacak rambut Jimin gemas, yang menimbulkan kekehan manis dari si bocah.

"Ayo, kita makan." Yoongi mengulurkan tangannya kepada Jimin, yang tentu saja disambut senang oleh remaja itu. Makan malam itu pun diiringi tawa yang menguar dari keduanya.

.

.

.

Esok Harinya...

Sepulang sekolah Jimin segera menyeret kedua temannya itu menuju Bangtan Cafe. "Memang ada apa disana?" Tanya Taehyung keheranan. Jimin menjawab disertai senyuman manis yang membuat Jungkook dan Taehyung diabetes. " Ada menu baru disana, Tae." Taehyung manggut-manggut tak jelas mendengar jawaban dari Jimin.

-Dasar alien..-

Lagi-lagi Taehyung dan Jungkook harus disambut dengan penampakan yang membuat sepet mata mereka. Di depan sana sedang duduk seorang Min Yoongi dengan gaya angkuhnya yang seketika membuat Taehyung dan Jungkook mual mendadak. Memang dia pikir dia itu siapa? Bang Agus?

"Hyung.." Jimin berlari dengan mendramatisir ketika menghampiri pacar kesayangannya. "Duduk di sini, Jimin-ah." Yoongi menepuk kursi kosong di sebelahnya. Pasangan yang berbahagia itu menyisakan Jungkook dan Taehyung yang melongo karena keduanya.

Terpaksa Jungkook dan Taehyung duduk bersisian di depan Jimin yang tengah bermesraan dengan Yoongi. Sesorang tolong buang makhluk pucat ini ke Andromeda saja batin keduanya. Sungguh mereka iri dengan Yoongi.

"Kalian ingin pesan apa?" Tanya Yoongi to the point. "Aku seperti Hyung saja." Jawab Jimin sekenanya. "Pancake apel." Taehyung mengerucutkan bibirnya imut melihat kemesraan pasangan di hadapannya. "Terserah." Jawab Jungkook tidak peduli.

"Sudah kalian pesan saja. Hari ini aku yang traktir." Terdengar seruan bahagia dari Jimin dan Taehyung. Memang siapa sih yang tudak mau makan gratis? Em... mungkin tidak dengan Jungkook.

.

.

.

Taehyung terlonjak kegirangan saat pancake pesanannya sudah datang. Sampai-sampai Yoongi dan Jungkook dibuat keheranan dengan anak itu. Kesurupan mungkin? Entahlah, Jungkook menggidikkan bahunya tidak peduli.

"Tae, hati-hati. Itu masih..." Belum sempat Jimin menyelesaikan kalimatnya, Taehyung sudah menyela."ANJING... PANAS!" Mereka bertiga membulatkan matanya kaget. Apa-apaan kalimat yang keluar dari mulut Taehyung tadi? Batin Jungkook dan Yoongi bersamaan.

Tik...Tok..Tik...Tok...

Grak...

Secepat kilat Jimin bangkit dari kursinya. Ia memutar tubuhnya dan segera berlari menjauhi ketiganya. Taehyung, Yoongi dan Jungkook cengo berjamaah. Dengan segera Yoongi berlari menyusul kekasihnya. Sedangkan Jungkook, ia memelototkan matanya kepada Taehyung, yang jujur membuat Taehyung takut setengah mati.

"Aku tahu kau itu brengsek, bajingan. Tapi, bisakah kau jaga mulut brengsek-mu itu di depan Jimin. Jimin itu anak polos, sialan!" Sembur Jungkook berapi-api disertai aura gelap yang menguar dari tubuhnya.

Melihat Jungkook yang seperti akan menghajarnya, membuat Taehyung mengkeret ketakutan. Jujur ia takut setengah mati. Dalam hati tak henti-hentinya Taehyung memanggil nama ibunya. Berdoa agar ibu tersayangnya itu mau menyelamatkan putra tergilanya.

.

.

Sementara itu, Rumah Keluarga Kim

Deg...

Baekhyun yang sedang menonton televisi kesayangannya terdiam sebentar setelah berjingkrak-jingkrak dikarenakan kemunculan Song Jongki. Perasaan ini... batin Baekhyun aneh. Biasanya ia akan mendapat firasat seperti ini ketika Taehyung sedang kelaparan atau kebelet eek.

-Keren ya mami bekun-

Yakin, nih. Taehyung di mana, sih? Baekhyun berdecak kesal. Kok bisa-bisanya anak itu kebelet eek di jam-jam seperti ini. Padahal Baekhyun yakin sekali kalau tadi pagi Taehyung itu eek bareng adik-adiknya. Hobinya Taehyung kan nyebokin adik-adiknya kalau sedang boker.

-yek, Taetae jijay banget-

.

.

Sementara itu, Yoongi dan Jimin

"Jim, kenapa kamu lari?" Tanya Yoongi setelah berhasil mengejar Jimin. "Lho, Hyung. Kenapa mengikutiku?" Yoongi jadi bingung teman. Ia kan khawatir dengan keadaan kekasihnya setelah mendengar umpatan Taehyung. Aduh...si Taetae itu kenapa juga harus mengumpat di depan Jimin sih batin Yoongi gemas dengan tingkah bocah-bocah SMA ini.

"Mas, hotdog-nya satu ukuran jumbo, ya." Yoongi jadi tambah bingung saja. Untuk apa kekasih mungilnya ini memesan hotdog? Memangnya Jimin masih lapar ya?

"Kamu masih lapar, Jim?" Sekarang gantian Jimin yang bingung. "Ini untuk Taetae, Hyung. Kan tadi dia bilang hotdog begitu." Yoongi menepuk dahinya ketika melihat muka polos Jimin. Kekasihnya ini polos atau goblok sih!

.

.

Kembali ke TKP...

Jungkook secara jelas tentu melihat wajah ketakutan remaja di sampingnya. Seharusnya ini menjadi pemandangan yang mengenaskan dan menyedihkan bagi orang lain. Wajah Taehyung benar-benar pucat dan berkeringat. Tapi, Jungkook suka itu.

Gah! Apa ini! Teriak Jungkook dalam hatinya. Ia tidak mungkin menyukai Kim Taehyung. Ia masih menyukai seorang Park Jimin.

Tapi, wajah Taehyung itu sangat imut dan menggoda. Seperti puppy yang kehilangan majikan dan minta dipungut. Aduh... Jungkook jadi gemas sendiri.

Lain Jungkook, lain pula Taehyung. Taehyung yang ketakutan merasa eek-nya sudah diujung. Aduh... gimana ini... batin Taehyung benar-benar ketakutan. Sebelum Jungkook akan menganiyanya, Yoongi dan Jimin telah datang dengan sepiring hotdog di tangannya. Malaikat... batin Taehyung saat melihat kedatangan keduanya. Untung saja pasangan ini kembali di waktu yang tepat. Kalau tidak, mungkin sebentar lagi ia hanya tinggal nama.

Yang membuat Taehyung bingung adalah hotdog itu untuk siapa?

"Ini." Jimin menyodorkan piring itu kepada Taehyung. "Untukku?" Ujar Taehyung sembari menunjuk dirinya sendiri. Perasaan ia tidak minta hotdog mana ukuran jumbo lagi. Jimin menganggukkan kepalanya imut.

"Tadi kan kamu teriak pengen hotdog, kan?" Jungkook menghela napas lega. Ternyata Jimin masih polos sampai detik ini.

"Oh, iya." Taehyung mengusap lehernya sambil menerima hotdog dari Jimin. "Jangan sungkan, Taetae. Kalau kamu ingin tambah, bilang saja." Ketiga orang lainnya semakin sweatdrop mendengar ucapan Jimin.

Jungkook melempar deathglare-nya kepada Taehyung seakan-akan berkata 'kalau kau mengumpat di depan Jimin lagi, akan kubunuh kau' ancam Jungkook seperti itu. Yang membuat Taehyung mengangguk ketakutan.

"Ayo, kita lanjutkan makannya." Suara Yoongi memecah kesunyian diantara Jungkook dan Taehyung. Kalau lama-lama dengsn suasana yang mencekam seperti ini, tentu tidak enak juga, kan.

TBC

Aloha, I'm back

Setelah hampir satu bulan tidak apdet, saya kembali lagi reader tercinta

akhirnya saya ketrima juga di sbmptn :')

makasih buat yang mau doain saya

makasih buat yang baca, review, fav atau follow

info aja, fic ini g akan panjang, begitu juga dgn moment

saya bingung kalo panjang" , bingung buat konfliknya

hehehehehe maafkan daku teman~~~~

special thanks untuk g review chap 3:

| Baby'Alien Kim TaeTae | Guest | juliakie | Guest98 | Y BigProb | Queen Fujho | 7D