I WANNA TO BE A REAL GIRL

chapter 4

Pair : Kyumin

chap : 4/?

warning! GS

Summary : "Aku terlahir sebagai seorang yeoja, dari rahim seorang yeoja luar biasa yang aku sebut eomma. Namun kenyataannya, kehidupanku tak seperti seorang yeoja, sejak larangan yang terus saja menghantuiku dan takdir yang membuatku harus membuang sisi yeojaku, demi seseorang yang aku sebut appa.."

sebelumnya dichapter 3…

"wookie-ah" panggil sungmin pelan.

"huaaa… oppa! kau sangat cocok! aku ingin kau seperti ini saat menemaniku ke pesta nanti!" ucap wookie sambil terkagum melihat kakaknya.

"kau gila! aku tidak mau!" tolak sungmin

"ayoolah.. memang sepantasnya kau menggunakannya" ucap wookie lirih.

"aku takut wookie.."

Chapter 4

"oppa.. tapi ini adalah hak mu yang sebenarnya. ayolah appapun tak akan tahu! toh dia tidak ada dikorea!" ucap wookie meyakinkan sungmin.

"tapi wookie-ah aku terlalu takut, untuk berpenampilan seperti ini!" ucap sungmin lagi.

"ayolah sekali ini saja! biarkan aku membantumu mengembalikan kehidupanmu yang seharusnya!" ucap wookie lagi.

"tapi wookie…" belum selesai sungmin berbicara pintu kamar wookie.

"wookie-ya apa Minnie sudah pu..lang?" ucap leeteuk sang eomma terbata karena kaget melihat penampilan sungminnya.

"eomma.. mianhae, aku lancang mencobanya" ucap sungmin menunduk menyesal.

"aniyoo.. aigoo anak eomma cantik sekali!" ucap leeteuk terkagum melihat anaknya yang begitu cantik. Ya sekarang sungmin sedang memakai dress mini hitam bermodel kemben yang sangat pas dibadannya membuat lekukan tubuhnya yang ramping terlihat jelas, dan menampilkan kaki putih nan mulus miliknya.

"benarkan apa kataku oppa? kau sangat cocok memakainya, kau sangat cantik.. eemm eomma aku ingin meminta ijin darimu, bolehkah aku mengajak oppa ke pesta temanku? tapi berpenampilan layaknya seorang yeoja?" ucap wookie membujuk eommanya.

"tapi wookie ini terlalu beresiko.." ucap sungmin lagi.

leeteuk terlihat memikirkan permintaan wookie, dan kemudian mengangguk

"ya boleh," ucap leeteuk.

sedangkan sungmin hanya bisa membulatkan matanya mendengar sang eomma yang ternyata mengijinkan permintaan wookie atas dirinya.

"tapi, eomma aku.. aku takut" ucap sungmin lirih.

"tenanglah Minnie-ya, eomma akan bertanggung jawab jika terjadi apa apa setelah kejadian ini, percayalah. Eomma hanya ingin kau merasakan kehidupanmu yang sebenarnya sebagai seorang yeoja, eomma tahu bahwa kau selama ini tersiksa dengan kehidupan namjamu. eomma ingin sekali saja kau merasakan seperti apa dirimu seharusnya.

"tapi.. eomma.."

"oppa! akupun akan bertanggung jawab dengan ini! aku tak mau melihat kakakku terus terusan tersiksa! kau ingin membuatku semakin merasa bersalah? dengan membiarkan kau hidupan dalam kehidupan namja yang seharusnya tak kau jalankan? aku mohon ijinkan aku membantumu untuk bahagia sekali ini saja!" ucap wookie lagi meyakinkan sungmin.

sungmin terlihat berpikir sangat keras dengan hal ini, disatu sisi ia ingin sekali merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang yeoja seutuhnya, yang tidak perlu berpura pura menjadi namja didepan banyak orang, namun disatu sisi ia sangat takut appanya tahu akan hal ini, dan membuat appanya kecewa. 'Tuhan apakah jika aku menerima tawaran ini, aku salah? aku hanya ingin merasakan menjadi yeoja seutuhnya sekali saja dalam hidupku, membiarkan jiwa yang sebenarnya bebas, merasakan apa yang seharusnya aku rasakan' batin sungmin.

Setelah beberapa lama sungmin berpikir kemudian ia menjawab

"baiklah aku mau.. tapi" sungmin masih terlihat ragu dengan keputusannya ini.

"tenanglah oppa! eomma dan terlebihnya aku akan bertanggung jawab dengan semua ini! akan kupastikan appa tidak tahu soal ini!" ucap wookie lebih meyakinkan sungmin.

"percaya pada kami chagiya.." ucap leeteuk lagi.

'mianhae minnie-ya hanya ini yang bisa kulakukan untukmu, merasakan bagaimana kau seharusnya hidup, walaupun hanya satu kali' batin leeteuk.

'oppa!aku tahu kau sangat menderita, jadi biarkan aku membantumu dengan cara ini ne.. jangan membuatku terus merasa bersalah, karena kau berkorban terlalu banyak untuk kebahagiaan aku dan eomma' batin wookie sambil menatap kakaknya, hamper menangis.

"baiklah.. aku mau" ucap sungmin pelan.

"yaaay.. ayo oppa kita bersiap! acaranya mulai jam 7 malam ini! aku akan menyulapmu menjadi putrid yang sangat cantik!" ucap wookie senang. "ah aku lupa akan sesuatu!" ucapnya lagi sambil menepuk keningnya.

"apa itu chagiya?" Tanya leeteuk.

"seharusnya aku memanggil, sungmin oppa dengan sebutan Minnie eonni.. karena tidak lucukan jika aku memanggilnya oppa tapi sungmin oppa dalam keadaan seperti ini" ucap wookie sambil tersenyum.

"Minnie eonni!" ucapnya lagi "ahh senangnya akhirnya aku dapat memanggilmu dengan sebutan eonni!"

sedangkan leeteuk dan sungmin hanya bisa tersenyum melihat tingkah wookie yang begitu senang memanggil sungmin dengan sebutan eonni.

Setelah itu wookie benar benar menyulap sungmin menjadi putrid yang sangat cantik. Kini sungmin sudah siap dengan riasan dan bajunya. Dress mini hitam yang mengekspose bahu seta kakinya yang mulus dan jenjang, higheels hitam, dan rambut pendeknya yang ditata dengan membiarkan poninya menjuntai dan rambut bagian kanan yang diselipkan dibelakang telinganya serta riasan yang terlihat natural, dengan eyeliner tipis dan lipgloss pink, benar benar membuat sungmin sangat cantik mala mini. Sedangkan wookie juga sudah siap dengan dress berwarna putih selutut dengan aksen pita dipinggangnya, kemudian rambutnya ia kuncir sehingga lehernya yang jenjang terlihat jelas, tak lupa highheels putih menemaninya malam ini.

"kajja eonnie! kita pergi" ajak wookie sambil menarik tangan sungmin, sedangkan yang ditarik hanya tersenyum antara senang dan takut.

"eomma.. kami pergi dulu!" pamit wookie pada eommanya.

"aigoo.. anak anak eomma cantik sekali! yasudah pulangnya jangan terlalu malam ne?" ucap leeteuk sambil tersenyum bangga melihat kedua putrinya yang sangat cantik.

"neee.." ucap wookie dan sungmin berbarengan.

Setelah itu wookie dan sungmin pergi dengan mengendarai mobil yang dikemudikan oleh wookie. 30 menit berlalu dan akhirnya mereka sampai ditempat tujuan. Segera mereka turun dan memasuki gedung tempat pesta diadakan, saat akan memasuki gedung tiba tiba sungmin menghentikan langkahnya dan sehingga membuat wookie ikut berhenti juga

"wookie-ya kita pulang saja ne.. aku takut, ah atau biarkan aku berganti baju dahulu, baru kita masuk ne? jebal" pinta sungmin pada wookie, sekarang ia benar benar takut, takut jati diri yang sebenarnya akan terungkap.

"eonnie, sudah tanggung! ayoo kita masuk! percayalah padaku, tidak akan terjadi apa apa" ucap wookie sambil mengeratkan pegangan pada tangan sungmin guna meyakinkan kakak tersayangnya.

akhirnya sungmin mengangguk dan mulai melangkahkan kakinya kedalam gedung. Setelah berada didalam gedung wookie pamit pada sungmin, untuk memberikan selamat pada temannya yang sedang berulang tahun.

"eonnie.. tunggu sebentar disini ne? aku mau memberikan ucapan selamat pada temanku dulu" ucap wookie sambil melepaskan pegangan tangannya dari sungmin.

"ani.. jangan tinggalkan aku! aku takut!" ujar sungmin sambil menahan tangan wookie agar tidak pergi darinya.

"tenang saja eonni, tidak ada yang mengenalimu, tunggu disini sebentar ne? hanya 5 menit aku janji!" ucap wookie lagi.

akhirnya dengar berat hati sungmin melepaskan pegangan tangan adiknya "ne.. cepat kembali! jangan lama lama!"

"ne.." kemudian wookie meninggalkan sungmin sendirian.

tanpa sungmin sadari ada seorang pria yang sedari tadi memperhatikannya, sampai kemudian pria itu mendekatinya dan menepuk pundaknya, sungmin yang kaget pun dan langsung berbalik melihat sipelaku yang menepuk pundaknya, dan setelah berbalik mereka malah sama sama terkejut.

"YAA! KI mmpphh!"

"Yak lee donghae jangan panggil margaku disini!" ucap sungmin sambil membekap mulut namja yang akan meneriakan namanya, ternyata dia adalah donghae. "bagaimana kau bisa ada disini?" Tanya sungmin pada donghae.

"mmmppphh.. mmpphh..mmpphh"

"kau bicara apa? tidak jelas!" ucap sungmin yang tidak mengerti ucapan donghae. kemudian donghae menarik tangan sungmin dari mulutnya dan mulai berbicara.

"bagaimana kau akan mengerti ucapanku kalau ka uterus saja menutup mulutku!"

"hehe.. mian" ucap sungmin sambil nyengir. "hae! bagaimana kau bisa ada disini?" Tanya sungmin lagi.

"kau tidak tau siapa yang mengadakan pesta ini?" sungmin hanya menggelengkan kepala "ck.. yang berulang tahun hari ini adalah Henry, anak pemilik sekolah kita! dan semua murid sekolah kita diundang ke pestanya jadi jelas saja aku berada disini sekarang!" terang donghae panjang lebar, sedangkan sungmin hanya ber "oh" ria mendengar penjelasan donghae.

"min.. tapi ini benar dirimu?" ucap donghae takjub akan penampilan sungmin dan diputarnya badan sungmin kekanan dan kekiri.

"ia ini aku!" jawab sungmin malas

"min kau cantik, manis, anggun dan…. seksi!" ucap donghae menatap sungmin sekali lagi dengan tatapan terpesona.

"donghae! jangan macam macam!" balas sungmin sambil menatap tajam pada donghae. sedangkan yang ditatap tidak sadar akan hal itu dan masih saja menatap sungmin dengan terpesona sambil berkata.

"kalau kau seperti ini, aku rela menjadi pacarmu min" sambil merangkul sungmin.

"in your dream Mr. Lee!" ucap sungmin lagi sambil menghempaskan tangan donghae dari pundaknya. sedangkan donghae hanya cekikikan melihat reaksi sahabatnya itu.

"mana wookie? kau tak mungkin kesini sendirian kan?" Tanya donghae lagi.

"dia sedang memberikan ucapan selamat pada temannya yang berulang tahun" jawab sungmin.

sedang asiknya mengobrol sambil menunggu wookie dating, ternyata ada seorang namja yang berjalan menghampiri sungmin dan donghae, yang kemudian menegur donghae.

"Hae! lebih baik kita pulang! aku tidak betah disini!" ucap namja tersebut.

kemudian donghae membalikkan tubuhnya dan 'glek' 'oh Tuhan Kyuhyun! jangan sampai kyuhyun melihat sungmin dalam keadaan seperti ini'batin donghae. namun terlambat kyuhyun terlanjur melihat yeoja disebelah donghae yaitu sungmin.

"eohh, kau sedang bersama seseorang? nuguya?" Tanya kyuhyun

'oh Tuhan kenapa kyuhyun bisa ada disini juga? ya Tuhan bantu aku jangan sampai kyuhyun mengetahui diriku sebenarnya' batin sungmin. saat sungmin dan donghae panic menjelaskan siapa yeoja yang ada disebelahnya, tiba tiba wookie dating.

"annyeong kyuhyun oppa! ohh kenalkan ini sepupuku namanya LEE SUNGMIN" jawab wookie seakan mengerti yang kyuhyun tanyakan.

"LEE SUNGMIN?" ulang kyuhyun, "sepertinya kau mirip seseorang?" tanyanya lagi

DEG 'ya Tuhan matilah aku' batin sungmin.

"mirip siapa? oppaku?" Tanya wookie lagi "mereka memang mirip, maka dari itu saking miripnya mereka membuat imo dan samchonku member nama yang sama dengan oppaku, hanya saja kami berbeda marga" ucap wookie lagi teramat lancar berbohong. sedangkan sungmin dan donghae hanya komat kamit berdoa agar sungmin tak ketahuan oleh kyuhyun.

"Minnie eonnie, kenalkan ini kyuhyun oppa, sunbae ku disekolah" ucap wookie melancarkan aksi berbohongnya.

"oohh.. aa-anyeong haseyo kyuhyun-sshi" ucap sungmin terbata bata, begitu kaget Karen disuruh berkenalan dengan kyuhyun, tetapi meskipun begitu ia tetap berjabat tangan dengan kyuhyun dan tersenyum manis.

"annyeong haseyo sungmin-sshi" balas kyuhyun sambil menjabat tangan sungmin 'cantik dan manis' batin kyuhyun. oh sepertinya uri kyuhyun sudah tidak curiga lagi terhadap sungmin karena sibuk terpesona dengan kecantikan seorang sungmin.

Tak lama handphone sungmin bergetar menandakan ada pesan masuk, ternyata itu dari sang eomma

from : nae eomma

chagiya.. cepat pulang ne.. appamu sudah pulang dari jepang dan sekarang sudah ada dirumah, kau jangan lupa berganti baju sebelum pulang.

DEG

'bagaimana ini?' batin sungmin takut, wajah sungmin pucat dan keringat dingin mulai membasahi wajahnya, teramat takut jika ayahnya mengetahui apa yang ia lakukan sekarang. wookie dan donghae yang menyadari perubahan pada wajah sungmin hanya heran.

"eonnie kenapa? ada masalah?" Tanya wookie pada sungmin yang terlihat sangat resah.

"wookie.." sungmin berkata lirih sambil menyodorkan handphonenya.

Dan kemudian wookie membaca pesan dari eommanya tersebut, dan ia pun kaget, kemudian dengan segera ia mengajak sungmin pulang.

"eonnie kita pulang ne.. dan donghae oppa sepertinya kami membutuhkan bantuanmu, kau ikut kami pulang bersama ya?" ucap wookie pada sungmin dan donghae. Donghae yang belum mengerti ada apa sebenarnya hanya mengangguk dan kemudian berpamitan pada kyuhyun.

"kyu aku pulang bersama mereka ya.. kau juga tadi bilang mau pulangkan? kami duluan ya?" pamit donghae pada kyuhyun dan langsung meninggalkan tempat bersama wookie dan sungmin.

'ada apa dengan mereka? aneh sekali! sebaiknya aku pulang saja' batin kyuhyun sambil menggedikkan bahunya dan kemudian melangkah untuk pulang kerumahnya.

diperjalanan donghae bergantian dengan wookie mengemudikan mobilnya, ya saat tadi pergi ke pesta donghae memang dijemput oleh kyuhyun, sehingga ia tidak membawa mobil sendiri.

"ottokhae jika appa tahu?" ucap sungmin cemas "aku tidak membawa baju ganti pula" tambahnya lagi.

"tenanglah eonnie, aku akan membantumu, tenang tidak akan ketahuan! percayalah" ucap wookie menenangkan sungmin.

"kau kerumahku saja dulu min, pinjam bajuku, kemudian berganti baju, setelah itu baru pulang kerumahmu" usul donghae.

setelah itu sampailah mereka dirumah donghae, dengan segera donghae meminjamkan bajunya dan menyuruh sungmin ganti baju. setelah beberapa menit, keluarlah sungmin dari kamar donghae dengan mengenakan baju khas namja agar tidak ketahuan oleh appanya, dan kemudian pamit pada donghae untuk pulang.

"gomawo, hae! aku pulang ne!" ucap sungmin saat akan keluar dari kediaman donghae.

"cheonman min!" ucap donghae lagi.

akhirnya sungmin dan wookie masuk kerumahnya dengan langkah setenang mungkin, wookie mengapit tangan sungmin dengan erat sekarang ia sama takutnya dengan sungmin. sesampainya diruang tengah, terlihat kangin dan leeteuk dengan wajah panic takut suaminya melakukan hal yang tidak diinginkan.

"appa! kau sudah pulang? aku merindukan appa!" ucap wookie dan langsung memeluk sang ayah guna mengalihkan ayahnya dari sungmin. namun sang appa langsung melepaskan pelukkannya dan melangkahkan kakinya kearah sungmin.

"darimana saja kau KIM SUNGMIN?!" Tanya kangin dengan nada menusuk.

"aku dan oppa habis dari pesta temanku appa, oppa menemaniku" jawab wookie

"diamlah kim ryeowook aku tidak sedang bertanya padamu!" ucap kangin lagi, mendengar sang ayah berkata begitu, wookie langsung saja memeluk eommanya takut.

"aku bertanya sekali lagi padamu! darimana saja kau KIM SUNGMIN?!"

"aa-aaku habis mengantar wookie ke pesta temannya.. aa-aappa" jawab sungmin sambil menunduk.

PLAAKKK

tiba tiba kangin menampar sungmin dengan sangat keras, sehingga cairan merah pekat nan amis mengalir dri hidung dan sudut bibir sungmin.

"aa-aappa.." ucap sungmin lirih.

"Kangin-aah!" teriak leeteuk .

"diam kau leeteuk-ah!"

"kau mengantar adikmu dengan pakaian seperti itu?" Tanya kangin geram sambil melemparkan berlembar lembar foto sungmin yang sedang memakai dress dipesta tadi.

"appa dari mana kau tahu?" Tanya sungmin sangat pelan.

"kau lupa KIM SUNGMIN? bahwa aku memiliki banyak mata diluar sana yang selalu mengawasi gerak gerikmu? kau lupa itu?" bentak kangin lagi.

"appa! ini semua salahku! aku yang memaksa oppa untuk memakai pakaian itu dan menemaniku ke pesta!" bela wookie pada ayahnya.

"diamlah kau kim ryeowook! dan cepat masuk kamarmu!"

"shirreo! aku yang salah appa!" ucap wookie lagi bersikukuh membela kakaknya.

"CEPAT MASUK! ATAU AKU AKAN MENAMPAR KAKAKMU LAGI!" bentak kangin

"wookie masuk kamarmu chagiya" ucap sungmin sambil mendorong pelan badan wookie dengan hidung yang masih mengalirkan darah.

kemudian wookie masuk kamar diantae leeteuk, sepanjang jalan kekamarnya wookie berteriak meneriakkan nama sungmin dan meminta maaf.

"appa mianhae, aku benar benar menyesal melakukan ini!" ucap sungmin sambil berlutut dihadapan appanya.

"KAU TAHU KESALAHANMU SANGAT BESAR KIM SUNGMIN?! DAN AKU SANGAT KECEWA PADAMU!" bentak kangin lagi.

"ia appa aku tahu,, mianhae, jeongmal mianhe appa aku tak akan mengulanginya lagi.. hikks jeongmal mianhae hikks hiikss" ucap sungmin lagi tak henti hentinya meminta maaf dan kini ia menangis.

"kangin-ah maafkan sungmin.. hikks.. hikss aku yang salah telah mengijinkannya berpakaian seperti itu, padahal awalnya dia sudah menolak, jebal maafkan sungmin kangin-ah" ucap leeteuk yang ternyata sudah selesai mengantar wookie kekamarnya kini ikut berlutut bersama sungmin sambil menangis didepan kangin.

"baiklah! kali ini akan aku maafkan! tapi jangan harap, aku akan tetap menghukummu kim sungmin!" ucap kangin dan kemudian meninggalkan sungmin dan leeteuk.

"mianhae chagiya hikks.. hikks eomma bersalah padamu, jeongmal mianhae!" ucap leeteuk sambil memeluk sungmin.

"eomma.. uljima, eomma tidak salah, ini semua salahku yang kurang berhati hati, uljima" ucap sungmin sambil membalas pelukan eommanya.

"kajja, kekamarmu kita bersihkan darah dihidung dan bibirmu" ucap leeteuk sambil menggiring sungmin kekamarnya, dan ternyata wookie sudah ada dikamar sungmin, begitu melihat sungmin masuk, wookie langsung memeluk sungmin

"oppa hikks hikks mianhae! jeongmal mianhae aku yang salah! aku yang salah, seharusnya aku tidak memaksamu memakainya, aku memang bodoh! aku berslah padamu, mianhae, oppa mianhae hiikkss hikks. oppa boleh membenciku setelah ini mianhae hikss".

"hey sayang.. oppa mana mungkin bisa membencimu, sudahlah jangan menangis, oppa memaafkanmu, berhenti menangis ne? jadikan ini pelajaran agar kita lebih berhati hati." ucap sungmin sambil membalas pelukan wookie.

sungmin segera membaringkan diri setelah berganti baju menjadi piyama, leeteuk sedang membantu membersihkan wajah sungmin dari darah karena tamparan kangin tadi, sambil sesekali menangis.

"mianhae chagiya.. hiikkss maaf aku tak bisa membahagiakanmu, dan malah mebuatmu susah.. pasti sakit sekali kan ditampar appamu? hikks mianhae" leeteuk terus saja menangis dan dan mengucapkan kata maaf pada sungmin.

"eomma uljima.. aku lebih sakit kalau melihat eomma menangis, uljima ne?" ucap sungmin sambil mengusap air mata eommanya.

'Tuhan seharusnya dari awal aku memang tidak usah merasakan yang namanya menjadi yeoja sungguhan, sungguh hatiku sakit saat ini, melihat appaku begitu tidak terimanya bahwa aku seorang yeoja, tapi hatiku jauh lebih sakit melihat eomma dan adikku menangis dan tak henti hentinya meminta maaf padaku, sampai kapan aku harus bertahan dalam keadaan seperti ini? aku lelah bahkan sangat lelah' batin sungmin.

esok harinya disekolah..

sungmin sedang berjalan dikoridor sekolahnya sendirian, dan kemudian ia berpapasan dengan kyuhyun

"hey kim sungmin!"

"apa maumu cho?"

entah kenapa tangan kyuhyun malah menuntunnya untuk menyentuh wajah sungmin lebih tepatnya luka disudut bibir sungmin, bekas tamparan sang ayah.

"kau mau apa cho kyuhyun?" Tanya sungmin sambil menjauhkan wajahnya dari tangan kyuhyun, namun terlambat kyuhyun sudah lebih dahulu menyentuh lukanya.

"lepaskan!" tukas sungmin sambil melepaskan tangan kyuhyun dari wajahnya. kyuhyun yang baru sadar atas apa yang ia lakukan pada sungmin, langsung mengelak

"ck aku hanya memastikan ternyata kau memang anak berandalan, lihat saja wajahmu, pasti kau habis berkelahi dengan orang lainkan? ck bagaimana bisa sekolah sebagus ini menerima berandalan sepertimu?" ucap kyuhyun dengan wajah yang memandang sungmin jijik.

"sudahlah cho aku tak berminat bertengkar denganmu hari ini" ucap sungmin sambil meninggalkan kyuhyun.

'ada apa denganku? kenapa aku tiba tiba saja ingin menyentuh wajahnya? dan lagi luka disudut bibirnya mengapa aku ingin menyentuhnya dan memastikan bahwa ia baik baik saja dengan luka itu? aku kenapa sih? aaiiisshh sadarlah cho kyuhyun, dia itu kim sungmin musuhmu!' batin kyuhyun, dan kemudian kyuhyun melanjutkan langkah menuju kekelasnya.

-Dikelas sungmin-

"Minnie-ya? kenapa dengan sudut bibirmu? kau habis berkelahi?" Tanya hyukkie panic

"hehe.. yak au tahu lah aku ini namja kan?" ucap sungmin berbohong.

"aissshh kau ini! pasti sakit kan?" Tanya hyukkie lagi.

"luka kecil begini tidak sakit hyukkie, aku kan namja kuat" ucap sungmin lagi 'ya aku namja aku memang seharusnya menjadi namja' batin sungmin lagi.

Tak lama pelajaranpun usai, dan bel pulang pun berbunyi, namun karena aka nada pertandingan basket antar sekolah, sungmin kini berada dilapangan basket bersama anak anak club basket lainnya.

setelah beberapa jam beristirahat, akhirnya pelatih kang pun menyuruh mereka beristirahat.

"istirahat dulu anak anak setelah 10 menit, kembali berlatih!" ucap pelatih kang.

segera saja sungmin, donghae dan kyuhyun berlari kepinggir lapangan untuk minum. sungmin yang sepertinya sangat haus, langsung meminum air mineral dari botolnya dengan cepat, sampai sampai airnya merembes membasahi lehernya, kyuhyun yang ada didepan sungmin pun hanya terpana melihat pesona didepannya, air mineral yang turun mengalir dileher jenjang sungmin.

'glek'

'ya Tuhan kim sungmin, kau sangat seksi! eehh apa aku bilang? kim sungmin seksi? ya! cho kyuhyun dia itu kim sungmin! dia seorang namja! bukan LEE SUNGMIN yeoja yang menjadi sepupu dan mirip dengan namja didepanmu yang kau lihat tadi malam! sadarlah cho kyuhyun sadar! kau menyukai LEE SUNGMIN bukan KIM SUNGMIN! eehh apa? aku menyukai LEE SUNGMIN? aaa itu tak apa kan? wajar jika aku menyukai yeoja cantik bukan menyukai namja cantik' batin kyuhyun sambil menggeleng geleng kepalanya kuat.

"kyu? ada apa denganmu? awas kepalamu lepas!" ucap donghae yang terheran dengan tingkah laku kyuhyun.

'ya Tuhan sadarkan aku!' batin kyuhyun lagi.

"waktu istirahat habis! ayo semuanya kembali kelapangan!" perintah pelatih kang.

kemudian mereka pun memulai kembali latihannya, seperti biasa berlatih shooting, defens ataupun yang lainnya, namun sekarang mereka sedang melakukan three on three, dengan posisi kyuhyun dan sungmin yang berlawanan team.

"ayoo cepat! perhatikan langkahmu sungmin-ah" teriak pelatih kang memberikan arahan pada sungmin.

"kyuhyun! lebih konsentrasi pada permainanmu!" lagi lagi pelatih kang berteriak.

kemudian sungmin mendapat kesempatan untuk memasukan bola ke ring team kyuhyun, sungminpun melompat ia akan melakukan lay up, namun kyuhyun yang melihat itu segera menggagalkan sungmin dengan cara mendorong bola yang akan sungmin masukkan kedalam ring dari belakang, namun saying kyuhyun mendorong bolanya terlalu keras dari tangan sungmin, sehingga badan kyuhyunpun mendorong badan sungmin dengan cukup keras, sehingga membuat sungmin limbung dan hap! hampir sungmin terhuyung kedepan namun tidak terjadi karena kyuhyun refleks memeluk pinggangnya saat ia memijakkan kakinya di lapangan.

DEG

DEG

DEG

'ya TUHAN ada apa denganku? jantungku kenapa berdetak begitu keras?' batin kyuhyun ketika kedua tangannya melingkar sempurna dipinggang sungmin, sedangkan bolanya entah menggelinding kemana.

'aku sepertinya sudah tidak waras'

TBC

annyeong :D author balik lagi dengan chapter 4.. makasih buat yang udah ngereview *lempar duit*

buat yang udah nebak sungmin pake gaun atau dress anda benar! selamat! *lempar sungmin* mian masih banyak yang typo ^^V

buat yang udah baca direview lagi boleh kalik yaaa..

kayaknya kyu udah agak agak kepincut sama umin tuh yee.. saksikan detik detik kyuhyun jatuh cinta hanya di FF ini! *apadeh*

see you in next chapter