Gedung Sekolah - Kelas 2A, Saturday at 4:27pm.
Di hari yang sama, ketika Naruto dan Shikamaru 'membantai' 40 anggota RWK. Terlihat 2 orang yang berdiri memandang takjub kearah gerbang sekolah yang tadinya digunakan sebagai 'arena bertarung' oleh 2 murid KHS yang bertarung melawan 40 orang anggota Red Wheel Konoha (RWK).
"Nee Itachi kurasa ada hal yang lebih menarik dari si pucat itu" ujar seorang pemuda bertubuh lebih tinggi dari orang yang dia ajak bicara itu.
"Hn kurasa kau benar Shisui, sekarang aku tak ragu untuk membuang si pucat itu dari rencana yang telah kubuat" balas pemuda yang diketahui bernama Itachi itu sambil memejamkan matanya.
"Karena kurasa aku telah mendapatkan yang lebih dari si pucat itu maupun si pemenang Freshmen War tahun ini" tambah Itachi sambil membuka matanya, menunjukan tatapan yang sangat tajam.
"Maa kurasa dengan tambahan 3 orang yang kuat seperti Sasuke-kun, Shika-kun dan Baka Naru, Uchiha Empire akan berjaya melampaui Uchiha Empire generasi pertama" balas Shisui sambil menunjukan senyum percaya dirinya.
"Hn tentu saja" ujar Itachi sambil menunjukan Evil smirknya 'Dengan begini, aku bisa dengan mudah menghancurkan Akatsuki, terutama si Playboy busuk itu!' batin Itachi yang masih tersenyum mengerikan itu.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu kelas yang terbuka secara paksa yang mau tak mau membuat 2 penghuni kelas itu menoleh kesumber suara.
Srek*
Terlihat seorang pria bertopeng spiral sedang menyeret seorang pemuda berkulit pucat dibelakangnya yang tidak sadarkan diri. "Kurasa rencana kita akan sedikit berubah, karena anak ini tetap masuk Uchiha Empire, dan juga kurasa 2 anak itu akan terus ku pantau, karena salah satu dari mereka lumayan susah untuk diajak kerjasama" ujar Pria Bertopeng sambil meletakan pemuda yang tadi diseretnya kehadapan 2 pemuda tersebut.
"Tapi tenang saja, aku tidak menolerir penolakan kedua! Jika anak itu masih menolak, akan ku hancurkan kepalanya!" tambah pria bertopeng Tobi sambil menunjukan sorot mata yang mengerikan dibalik topengnya tersebut.
Mendengar hal itu, Itachi semakin melebarkan senyumnya yang mengerikan itu.
"Kheh, kau kejam seperti biasanya, Tobi!" ujar Itachi sambil memandang Tobi dengan Evil smirknya.
'Semenjak kejadian itu, Kau mulai berubah Itachi' batin Shisui sambil memandang Itachi dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Shisui, urus anak ini" ujar Itachi meninggalkan kelas tersebut bersama si Pria Bertopeng. Shisui pun hanya bisa menghela nafas setelah dua orang tersebut hilang dari pandangannya.
"Hahh, tahun ini semakin rumit saja, tapi pertama-tama aku harus membawa anak ini ke Rumah Sakit, kurasa hidungnya patah, mengingat pertarungan yang dia lakukan tadi melawan si pemenang Freshmen War itu selalu mengincar hidungnya" gumam Shisui panjang lebar sambil mengingat-ingat pertarungan yang tadi pagi ia saksikan.
Kemudian ia menangkat tubuh anak tersebut dan menaikannya ke bahu kanannya, kemudian ia bergegas meninggalkan kelas tersebut menuju Rumah Sakit.
.
.
.
.
.
.
Konoha Hospital, Saturday at 4:50 pm
Terlihat 2 orang yang berbeda posisi, dimana orang pertama aka Shisui sedang duduk bersidekap dada sambil melihat perawat-perawat cantik yang sedang berlalu lalang didepannya dengan ekspresi datar.
'Yeah, akhirnya aku bisa cuci mata juga, setelah sekian lama terjebak di Sekolah yang hanya berisi para brengsek-brengsek itu' batin Shisui yang melihat kearah salah satu anggota tubuh dari perawat itu.
'Woww yang sana pantatnya besar sekali' tambah Shisui yang masih memasang ekspresi datarnya, sehingga orang-orang yang melihatnya tak berpikir macam-macam karena ekspresinya bagaikan 'tembok' itu.
Hahh dasar mesum muka tembok!.
Dan orang kedua berada didalam dalam ruangan UGD, yang sedang terbaring pingsan di ranjang UGD tersebut, dengan bagian hidung yang sudah ditutupi Kapas besar yang dililit menggunakan 3 buah plaster secara horizontal, dan juga beberapa plaster yang mengiasi wajahnya tersebut.
"Ugh, dimana ini?" gumam orang tersebut sambil mencoba bangkit dari acara berbaringnya tersebut.
Shisui yang mendengar suara dari orang yang dia tunggu-tunggu pun membuat dia berdiri dari tempat duduknya dan langsung masuk kedalam ruang UGD untuk memastikan bahwa orang tersebut sudah sadar.
"Yoo, bagaimana tidurmu gakki? Apakah nyenyak?" tanya Shisui memasang wajah ramah.
"K..kau! Pria bertopeng!" balas pemuda tersebut kepada Shisui dengan wajah yang terkejut dan langsung memasang posisi siaga, guna melindungi dirinya dari orang yang dia kira pemuda bertopeng itu.
Shisui yang mendengar itu pun heran, karena ia tidak menduga akan mendapatkan respon seperti itu.
"Oy oy, tenanglah mari kita bicarakan ini dengan baik-baik" sergah Shisui mencoba menenangkan pemuda tersebut yang masih memasang posisi siaganya.
"Hahh, baiklah kenalkan namaku Uchiha Shisui, aku lah yang membawamu kesini!, dan juga aku sama sekali tak memakai topeng, lihat!" ujar Shisui sambil menunjuk-nunjuk wajahnya tersebut.
Sai yang melihat itu hanya memasang wajah keheranan dan kemudian dia mulai melunakan
"Terimakasih telah menolongku dan maaf kalau aku merepotkanmu, itupun jika yang kau katakan itu benar, Uchiha-san" balas Sai yang sudah tidak memasang posisi siaga dan kembali duduk dengan tenang.
"Tapi bagaimana kau bisa menolongku? Apa kau kenal dengan Pria bertopeng itu Uchiha-san?" tambah Sai penasaran.
"Hmm itu, Ah aku menemukanmu tengah pingsan di koridor, jadi aku langsung menyelamatkanmu!" jawab Shisui dengan 'sedikit' berbohong kepada Sai.
"Dan juga soal pria bertopeng, dia murid KHS sama seperti kita dan dia juga adalah Wakil Ketua 1 dari geng yang bernama Uchiha Empire, sama sepertiku" jelas Shisui sambil menunjuk dirinya dengan bangga.
'Ups sialan aku keceplosan!' Shisui merutuki mulut embernya.
"Jadi, kalian teman? Tapi kenapa kau menolongku? Apa ini salah satu siasat kalian agar aku bergabung dengan geng kalian?" tanya Sai secara beruntun kepada Shisui dengan memasang wajah dinginnya.
"Hahh makasih mulut yang tidak bisa diajak kerja sama!, sepertinya aku harus jujur." gumam Shisui sambil menghela nafas.
"Hahh kau benar, lebih tepatnya kami rekan, aku menolongmu karena ini permintaan langsung dari ketua ku dan kurasa soal siasat kami atau semacamnya, kau juga benar" jawab Shisui dengan tenang.
"Maafkan aku tapi kau harus bergabung dengan kami, ini demi keselamatanmu sendiri, kau tau?" tambah Shisui yang mulai berdiri kearah pintu UGD.
'Kheh sialan, kenapa aku sial sekali?!' batin Sai frustasi.
"Oh iya, kau hanya memiliki 2 opsi, yakni yang pertama, kau bergabung dengan kami dan yang kedua kau boleh membuat geng lain dengan syarat, gengmu harus berada dibawah aliansi kami, dan kuharap ketika kau bergabung dengan kami, kau harus terus menjaga jarakmu dengan Pria Bertopeng itu. . ."
"Dia berbahaya!" ujar Shisui yang membelakangi Sai dan menatapnya lewat bahunya itu. Sai yang mendengar perkataan itu, kemudian langsung mengingat peristiwa di koridor tadi sore.
.
.
.
.
.
.
Koridor Sekolah, Saturday at 4:02 pm.
"Ah, domoo, Nomor 2! Bagaimana hari mu? Apakah menyenangkan?" ujar seseorang yang mengenakan topeng spiral aka Tobi dengan suara yang cempreng kepada seseorang pemuda berkulit pucat yang baru saja mau keluar melalui pintu Barat Sekolah.
"Huh? Maaf kau siapa?" balas Sai memasang eajah bingung melihat seorang menggunakan topeng aneh yang dengan semangatnya menyapanya itu.
"Ah Aku Tobi si anak baik hihihi, salam kenal" balas Tobi dengan nada cemprengnya.
"Tobi yah? Aku Sai, Shimura Sai, salam kenal juga, Tobi-san?" balas Sai dengan senyum andalannya.
"Sai nee, apa kau sudah memiliki geng atau semacamnya?" tanya Tobi dengan semangatnya.
"Iya sepertinya begitu, Tobi-san" balas Sai kalem yang senyum andalannya masih mengihiasi wajahnya yang babak belur itu.
"Wahh benarkah? Jumlah anggotanya berapa orang? Apa mereka kuat?" tanya Tobi lagi yang mulai mendekat kearah Sai.
"Baru beberapa orang, sebenarnya kami baru saja membuatnya, dan kurasa kekuatannya bisa bersaing" balas Sai dengan tenang. sambil tersenyum palsu diakhir.
"Heh, kalau begitu tidak usah saja, bagaimana kalau kau bergabung dengan gengku? Teman-temanku sangat kuat seperti makhluk buas lohh?" ujar Tobi bersemangat sambil memasang pose memberitahu kepada Sai.
"Maaf aku tidak bisa, aku tidak mau mengkhianati temanku. Tobi-san" balas Sai yang masih tersenyum itu.
*Syut*Grep*
Dengan satu kedipan mata, Tobi telah meremas kepala Sai yang tadi diam ditempatnya. Sai yang masih terkejut itupun hanya bisa mematung diam dan merasakan sakit yang menjulur ketubuhnya.
"Maa, sayang sekali tapi aku tidak menerima penolakkan" ujar Tobi yang suaranya berubah menjadi berat.
"Katakan jika kau ingin bergabung dengan Uchiha Empire, jika tidak kepalamu akan hancur!" tambah Tobi dengan genggaman tangan yang semakin erat di kepala Sai.
"Guhh, Pe..persetan denganmu!" balas Sai yang berusaha melepaskan genggaman yang tiap detik semakin erat itu.
"Kheh, bukan itu jawaban yang ku inginkan brengsek!" ujar Tobi sambil membanting kepala Sai kelantai koridor yang keras itu, sehingga membuat Sai pingsan dengan sedikit darah yang mengalir pelipisnya itu. Dan setelah kejadian itu terdengar gemuruh yang terjadi di gerbang sekolah, yang sepertinya terjadi perkelahian.
"Hehh, ini semakin menarik, Kurasa merekrut mereka berdua dan ditambah bocah ini akan membuat tujuanku akan cepat tercapai" gumam Tobi yang tatapannya tak lepas dari pertarungan tersebut dan kemudian meninggalkan Sai yang sudah mulai kehilangan kesadarannya tersebut.
Sai masih bisa mendengar perkataan si Pria Bertopeng itu walaupun samar. Tapi perlahan-lahan kesadaraanya itu sedikit demi sedikit mulai menipis dan pada akhirnya membuatnya kembali pingsan lantaran rasa sakit di kepalanya yang diperolehnya bisa dibilang 'Extreme'.
'Sialan!'.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"I'm the Boss"
.
.
.
Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto
Created by: Namaa saya
Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc
Pairing: no pair for today my friend.
Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more.
Summary: Konoha Highschool (Boys) sekolah berandalan nomor 1 di Jepang yang dalam sejarahnya belum ada yang bisa menaklukan sekolah itu karena kekuatan murid-muridnya bisa dibilang setara satu sama lain. Dengan tekad yang kuat, Naruto berkeinginan untuk menjadi orang pertama yang menguasai KHS Boys, mampukah dia? NoYaoi!.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kediaman Naruto - Lantai 2, Sunday at 6:59 am.
Terlihat pemuda berambut Kuning aka Naruto sedang tertidur pulas di atas ranjangnya dengan posisi nungging? Dan tak lupa mengeluarkan air luirnya, yang menandakan kalau tidurnya 'nyenyak' sambil mengigau.
"Shishishi, Satu Dua Tinju! Hahaha" sambil menggerakan tinjunya ke udara dan tak lupa terdengar tertawa diakhirnya. Tak lama kemudian terdengarlah suara khas dari jam weker yang teramat sangat nyaring.
*Kriiing*Bugh*
"Huah!" teriak Naruto yang terbangun akibat rasa sakit yang ia rasakan di kepalanya, akibat terjatuh dari ranjang tersebut, lihat saja Kepalanya berada dibawah, sedangkan bagian tubuh lainnya masih berada diranjang itu.
"Hoaam, hahh tidak bisakah kau membangunkanku dengan suara yang lembut, jam weker ku sayang?" ujar Naruto dengan wajah sayunya. Khas orang yang baru bangun tidur itu.
"Maa kurasa Jogging dihari yang indah ini tidak buruk" gumam Naruto yang menuju westafel kamar mandi yang berada dikamarnya itu, guna membersihkan wajahnya.
Ia kemudian mengganti pakaiannya, yakni ia memakai Headband biru Navy guna menahan helaian rambutnya agar nanti ketika ia berjogging tidak menghalangi pandangannya, lalu ia memakai celana Jogger berwarna biru Navy sebetis berlogo Centang disisi kirinya dan terlihat sangat pas dengan ukuran kakinya itu, tentunya setelah ia menutupi 'Kintama'nya dengan sempak berwarna senada dengan Jogger pantsnya.
Kemudian ia menggunakan T-Shirt berwarna putih dan lengannya senada dengan Headband dan Jogger pants nya itu dan didepan T-Shirtnya itu tertulis, 'Eat right Die Right!'. Setelah itu, dia kemudian memakai Sweatband berwarna biru Navy di kedua tangannya itu. Dan yang terakhir, dia mengambil Sepatu yang juga berwarna biru Navy yang tercetak logo Centang pada kedua sisinya.
Setelah ia selesai berpakaian, kemudian ia turun ke lantai 1.
"Ohayou, Jiraya-Jiichan! Tsunade-Baachan!" seru Naruto kepada 2 orang yang posisinya bebeda, yakni orang yang dipanggil Jiraiya itu sedang sedang duduk dan membaca koran pagi langganannya, dan satunya lagi aka Tsunade yang sedang sibuk memasak sarapan pagi sambil bersenandung ria.
"Ohayou Baka Gakki/ Naru-Chan" balas mereka berdua sambil tersenyum.
"Ehh Naru-Chan? Kau mau kemana? Tumben kau bernyawa dihari minggu ini?" tanya Tsunade sambil membawa sarapan yang tadi ia masak, yakni 9 Onigiri dan 3 Sup Miso.
Sederhana memang tapi bagi Naruto dan Jiraiya itu adalah makanan terenak sejagat raya tentunya setelah ramen.
"Ou, tidak biasanya kau terlihat bersemangat dihari minggu, Baka Gakki" ujar Jiraiya yang sudah menyimpan korannya di sisi kakinya, dan bersiap untuk memakan sarapannya itu.
"Ittadakimasu" seru Jiraiya yang mulai melahap beberapa Onigiri dan kembali ke acara membaca korannya yang sempat tertunda itu.
"Shishishi, kurasa berlari-lari di pagi yang indah ini tidak buruk, aku harus bergegas, sebelum mataharinya mulai tinggi. Ittekimasu!" balas Naruto yang berlari-lari kecil meninggalkan ruang makan tersebut.
"Oy Naru-Chan! Kau tidak sarapan dulu?" ujar Tsunade yang sudah mendudukan pantatnya itu. Tak lama kemudian Naruto kembali dan mengambil 2 Onigiri sambil memasang senyum bodohnya dan kembali berlari-lari kecil.
"Bagaimana dengan Sup Misonya Naru-Chan" ujar Tsunade yang hanya bisa tersenyum melihat kelakuan keponakannya yang unik itu.
"Sup Misonya di simpankan saja Tsunade-Baachan! Pulang nanti aku makan kok, Shishishi, kalau begitu Ittekimasu lagi!" balas Naruto dengan bersemangat yang sudah berada diluar rumah tersebut.
"Itterashai" Balas Mereka berdua. "Hahh, anak itu benar-benar tidak bisa ditebak nee, Jiraiya?" ujar Tsunade yang masih tersenyum itu dan hanya dibalas anggukan oleh Jiraiya yang memakan Sup Misonya dengan lahap, yang sesekali ia mengeluarkan lidahnya karena panasnya Sup yang ia lahap itu.
"Ittadakimasu" ujar Tsunade sambil mengambil sendok untuk menikmati Sup Miso yang telah ia buat itu.
"Hmm, agak manis"
.
.
.
.
.
.
Konoha Park, Sunday at 8:27 am.
Terlihat sesosok manusia yang sedang duduk bersandar di bangku Taman Konoha sambil sesekali menguap.
"Hoam, kenapa aku mengiyakan ajakan si Baka itu? Mendokuse" ujar seseorang dengan malas aka Shikamaru. Dia terlihat sangat mengantuk, lihat saja, matanya dipenuhi lingkaran hitam seperti panda dan terlihat sayu itu. Seperti mayat hidup kau tau?.
Oh iya soal pakaian, Shikamaru hari ini berpenampilan beda dari hari biasa. Dia yang biasanya menguncir rambutnya, hari ini dia biarkan tergerai akan tetapi dia menyisirnya kebelakang, biar tidak menghalangi pandangan katanya. Lalu ia memakai T-shirt berwarna hijau tua bergaris-garis, lalu untuk celana, ia memakai Jogger pants yang berwarna hitam dengan 3 garis vertikal di masing-masing sisinya, dan terakhir ia memakai Sepatu hijau tua yang berlogo sama dengan Jogger pantsnya tersebut, cukup tampan lah.
Dia kemudian mengalihkan pandangannya kearah pelaku pemanggilan dari ritual isi tenaganya tersebut (baca: tidur), yang tidak lain tidak bukan si Monster Kuning aka Naruto yang sedang berlari-lari dengan semangatnya mengitari Konoha Park yang terbilang sangat luas ini.
"Staminanya sebesar apa sih? Ini sudah putaran ke 13 nya, apa dia tidak capek?" gumam Shikamaru yang sudah kecapaian setelah berlari setengah putaran itu.
"Hoam mendokuse, kenapa aku harus memikirkannya? Mendingan aku tidur" gumam Shikamaru yang mulai berbaring di bangku tersebut, mengiharaukan tatatapan aneh dari orang-orang yang berlalu-lalang yang mengarah kepadanya yang sudah tidur itu.
Hahh tidak tertolong memang.
Beralih ke Naruto. Ia kali ini sudah menyelesaikan putaran ke 14 nya. "Yosh 1 putaran lagi aku akan berhenti sejenak" gumam Naruto yang semangatnya masih terpancar dari dirinya itu, yang otomatis membuat orang lain yang melihatnya ikut bersemangat juga.
Tak jauh dari situ, terlihat seorang pemuda tampan dengan wajah stoic yang dibingkai dengan rambut yang agak panjang dikedua sisi wajahnya, kemudian dibagian atas rambutnya ia ikat agar saat ia berlari rambutnya tidak terhalangi oleh poninya tersebut dan terakhir rambut bagian belakangnya berbentuk menyerupai pantat ayam, bicara soal penampilan, pemuda tersebut hanya menggunakan pakaian yang simple.
Pemuda tersebut memakai T-Shirt hitam yang memiliki logo seekor hewan yang meloncat berwarna merah di bagian dada kirinya , Sweatband hitam yang tersemat di tangan kirinya, celana pendek yang berwarna hitam dengan strip merah kedua sisinya, serta sepatu yang juga berwarna hitam yang memiliki logo sama dengan kaosnya tersebut.
"Hahh, senang rasanya kembali ditempat ini, bagaimana kabar kalian Dobe, Putri tidur, dan Chouji si anak sehat (baca: gendut)?" ujar pemuda tersebut sambil tersenyum, yang secara tidak sadar membuat lawan jenisnya dari segala umur memunculkan semburat tipis di kedua pipi mereka akibat memandang orang tersebut yang sedang tersenyum.
Hahh dasar tukang tebar pesona!.
"Saa, mari lihat seberapa banyak putaran yang bisa kulalui" ujar pemuda tersebut mulai berlari dengan senyum yang masih melekat diwajah tampannya itu yang lagi-lagi membuat lawan jenisnya merona hebat.
Tak jauh dari pemuda tersebut terlihat Naruto yang telah menyelesaikan putaran ke 15 nya, dan menuju kearah bangku yang Shikamaru tempati.
Melihat Shikamaru yang sedang tertidur, membuat Naruto mau tak mau memperlihatkan senyum jahatnya sambil mengeluarkan spidol dari saku celananya, dan kemudian ia mulai mendekati Shikamaru yang tengah tertidur dengan nyenyak itu dengan jalan mengendap-endap.
"Shishishi, sedia spidol sebelum berpergian, shishishi" gumam Naruto yang baru saja membuka penutup spidol dan seketika terhenti karena merasakan ada tepukan di bahunya.
*Puk*
"Lama tidak bertemu, naa Kapten!" ujar pelaku tersebut sambil tersenyum lebar, ketika orang yang di tepuk menolehkan wajahnya.
"Ka..kauu!. . ." ujar Naruto dengan kata yang sedikit menggantung, terkejut sambil menunjuk wajah orang yang menepuk pundaknya, pemuda yang melihat itupun semakin melebarkan senyumnya.
"Siapa ya?"
*Hening*
"Cih orang tidak waras, hus hus pergi sana, kau tidak lihat aku sedang sibuk" ujar Naruto sambil menunjukan gaya mengusir kepada pemuda yang senyum diwajahnya mulai luntur itu dan kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda, yakni 'menghias' wajah Shikamaru.
Mendengar hal itu, pemuda yang tadi wajahnya menampakan senyuman yang mempesona berubah 180 derajat, dia menunjukan wajah yang amat-teramat kesal kepada Naruto yang berkata seenak dengkulnya bahwa pria tampan sepertinya adalah orang tidak waras? Hell No!, dan apa-apaan dia juga mengusirnya!.
"Grrr, Sialan kau, masa kau lupa denganku? Aku sahabat kecilmu bersama si Putri Tidur itu dan juga si Chouji si anak sehat itu! Masa kau melupakan ku sih?!" ujar pemuda tersebut dengan ekspresi kesal sambil menunjuk-nunjuk wajah Naruto yang masih memasang wajah bodohnya (baca: berpikir) mengingat sesuatu.
Mendengar seseorang berbicara dengan nada yang keras didekatnya mau tak mau membuat Shikamaru membuka matanya. Dan membola lah kedua mata tersebut, terkejut melihat sesosok sahabat kecilnya yang lama tidak bertemu sedang berdebat dengan si Monster Kuning.
"Ah namamu, Kawarimi Shinosuke? Benarkan shishishi"
"Cihh, Usuratonkachi! Kau masih sama seperti dulu, sangat menyebalkan! Itu salah Aho!"
"Ah kalau begitu Sasugay? Atau Sasuchi? Kau tau aku sangat mahir dalam hal ini, shishishi"
"Grrr, kau mau ku pukul ha!"
"Uchiha Sasuke! Kau Sasuke kan!" potong Shikamaru yang sudah berdiri dari posisi berbaringnya tanpa disadari oleh kedua makhluk yang sedang berdebat itu.
"Kheh akhirnya kau ingat juga, Dobe" ujar Sasuke menutup matanya sambil memegang kepalanya, dan yang masih belum 'ngeh' membenarkan ucapan yang dia kira berasal dari Naruto itu.
"Kheh, bukan aku yang bilang tapi si, ehh! Kau sudah bangun!" ujar Naruto kaget setelah melihat mangsanya yang sudah berdiri dari tempat berbaringnya menatap kearah pemuda bernama Sasuke itu.
'Cih, ini semua gara-gara Sasuke itu, dia menggagalkan misi balas dendamku.' batin Naruto kesal. 'Ehh tunggu, Sasuke? Ah dia si Teme pantat ayam!' tambah Naruto yang awalnya memasang wajah kesal berubah menjadi berbinar setelah ingatan tentang Sasuke masuk kedalam otak kecilnya itu.
Dan dengan gerakan yang cepat Naruto menerjang kearah Sasuke yang masih memegangi kepalanya sambil menutup matanya itu.
"Uwoo, Sasuke Teme! Lama tidak bertemu huhuhuu" Naruto dengan cepat memiting leher Sasuke sambil menangis sesenggukan.
Sasuke yang berada dalam pitingan Naruto mencoba melepaskan pitingan tersebut, karena ia tahu betul seberapa kuat pitingan si Monster Kuning yang satu ini. Iya tahu, karena saat ini dia sudah mulai kehilangan pasokan udara akibat pitingan yang super kuat itu.
Lihat saja, wajahnya mulai membiru!. Shikamaru yang melihatnya hanya bisa facepalm dan kemudian membantu Sasuke melepaskan diri dari pitingan Naruto itu.
Hahh persahabatan yang indah.
"Oy Baka Naru, lepaskan dia, kau mau dia mati?!" Ujar Shikamaru menarik lengan Naruto.
"Guhh, ji..jitak kepalanya Shika!" ujar Sasuke yang mulai kehilangan nafasnya.
"Uwaa, berani-beraninya kau meninggalkan kami!" ujar Naruto yang seakan-akan tuli dengan ucapan Shikamaru, malahan ia semakin mengeratkan pitingannya kepada Sasuke, yang membuat Sasuke menguapkan mulutnya seperti ikan, guna menarik udara masuk kemulutnya untuk mengisi paru-parunya itu.
Hilang sudah wajah tampanmu Sasuke wahaha uhuk uhuk!.
Shikamaru sebenarnya hanya ingin menertawakan Sahabat masa kecilnya itu, Well ini momen yang langka kau tau?. Akan tetapi ia urungkan, karena ia harus bertindak cepat sebelum sahabatnya itu mati kehabisan nafas akibat pitingan super kuat dari si Monster Kuning ini aka Naruto.
*Duak*
"Aww, kenapa kau menjitakku Shika si Putri tidur!"
*Duak*Duak*Bugh*
"Hahh hahh hahh, Kau mau membunuhku Hahh?!"
"Guhahh, oy apa-apaan kau?! kenapa kau juga ikut memukulku, Sasu-teme!" ujar Naruto yang sudah berada ditanah akibat dari pukulan dari 2 orang sahabatnya itu, yang berhasil membuat 3 benjol dikepala Naruto serta sedikit bercak darah di hidungnya akibat pukulan dari Sasuke itu, well dia cuma mempertahankan dirinya.
"Cihh, itu salahmu Aho! Kenapa juga kau memitingku?" ujar Sasuke yang sudah kembali tenang.
"Hahh, bisakah sekali ini saja kau bersikap seperti umurmu, Baka Naru? Mendokuse" timpal Shikamaru dengan ciri khasnya.
"Hehh, itu salahmu tahu! Kau meninggalkan kami tanpa memberitahu kami terlebih dahulu!" balas Naruto yang mencoba berdiri dan dibantu oleh 2 orang sahabatnya itu.
"Kau juga Shikamaru, kau berbicara seperti kakek-kakek yang kehilangan sendal rematiknya!" tambah Naruto yang masih kesal kepada 2 sahabatnya itu.
"Hahh terserah kau saja, ngomong-ngomong Sasuke, sejak kapan kau kembali?-
Apa kau kesini cuma untuk liburan? Kurasa itu mustahil karena tahun ajaran baru telah dimulai"
"Aku baru tiba di Konoha dua hari yang lalu dan untuk pertanyaan keduamu sepertinya kau sudah menjawabnya sendiri"
"Jadi kau bersekolah disini?"
"Ya tentu saja"
"Ehh kau bersekolah disini? Tapi disekolah mana?" celetuk Naruto yang tadinya hanya diam menyimak percakapan 2 makhluk itu.
"Kuharap kau tidak masuk Sekolah cewek untuk mencari Cinta masa kecilmu itu, shishishi" tambah Naruto yang tak lupa dengan ciri khasnya.
"Sepertinya kau masih ingin merasakan 'Tangan Iblis' ini, nee Dobe?" ujar Sasuke menatap Naruto tajam dengan mata Onyxnya, Naruto yang melihat itupun hanya masa bodoh sambil mengupil tanpa sedikitpun terpengaruh dengan perkataan Sasuke.
Sasuke yang melihatnya hanya bisa sweatdrop, 'aku penasaran apa yang terjadi selama aku pergi' batin Sasuke yang masih mempertahankan acara sweatdropnya itu.
"Bagaimana kalau kita membicarakan ini di tempat lain? kau tahu aku sangat risih ditatap oleh gadis-gadis itu, mendokuse naa" bisik Shikamaru kepada Sasuke dengan wajah mengantuknya.
"Hn baiklah, ayo kita ke kedai Teuchi-Jiisan saja, oy Naruto kau mau makan ramen? Tenang saja aku yang traktir" ujar Sasuke sambil tersenyum adem, yang membuat para gadis yang berada disitu berteriak histeris, akibat senyum Sasuke yang katanya 'sangat manis' itu.
"KYAAAAA~"
"Yosh! Dengan senang hati, shishishi" ujar Naruto menghiraukan teriakan yang mengarah kepada mereka, lebih tepatnya kepada Sasuke dan Shikamaru?.
"Teuchi-Jiisan, kami datang!" tambah Naruto sambil meninggalkan mereka berdua yang mulai dikerumuni para gadis yang berada disitu, well salahkan Shikamaru, dia juga ikut menunjukan senyum manisnya ketika mendengar kata 'traktir' dari Sasuke, tentu saja dia tersenyum karena sejak tadi pagi dia belum merasakan yang namanya sarapan karena si Monster Kuning itu selalu mengganggunya di pagi hari!.
'Hahh, mendokuse!' batin mereka berdua bersamaan sambil mencoba mencari celah dari para kerumunan gadis itu, well jika saja yang mengerumuni mereka para lelaki, sudah pasti wajah mereka bonyok semua, tapi masalahnya ini para gadis! Lelaki sejati tidak boleh menyakiti mereka secara verba maupun fisik, hahh Mendokuse.
"Wah lihat disana! ada diskon besar-besaran!" seru Shikamaru mencoba mengalihkan perhatian para gadis itu.
'Hahh, mana mungkin mereka percaya, memangnya ada diskon di Taman Terbuka Hijau seperti ini? sepertinya otakmu mulai geser Shika' batin Sasuke dengan wajah frustasi melihat kerumunan para gadis itu semakin menjepitnya itu.
"Hah mana mana?"
*Dong*
"Be..berhasil?!"
"Oy Sasuke, kenapa kau melamun! cepat lari Aho!"
"Ehh i..iya"
Dan akhirnya mereka berhasil melepaskan diri dari fans dadakan mereka itu.
"Hehh, ga ada diskon, ehh mereka kemana?!"
"Bukannya tadi mereka disini?"
"Apa mereka hantu?"
"Ga mungkin, mana ada hantu tampan seperti mereka berdua"
"Iya juga ya?"
Dan blablabla, ga penting tahu! Oke oke, kita beralih kepada seseorang yang duduk manis yang ditemani dengan empat mangkuk bekas ramen yang sepertinya sudah ia habiskan dan mulai memakan ramen ke limanya.
*Sluurp*
"Kemana mereka? Kok lama sekali? Mehh masa bodoh, yang penting aku kenyang shishishi"
Hahh kenyang sih kenyang, tapi yang bayar siapa kalau Sasuke tidak datang, Aho!.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu yang terbuka dengan keras sehingga membuat pelanggan yang berada disitu mengalihkan pandangan mereka kepada pelaku pembuka pintu tersebut, dan kemudian masuklah 2 orang pelaku tersebut dengan tergesa-gesa, yang mencoba menghirup udara sebanyak-banyaknya akibat marathon dadakan yang baru saja mereka alami tadi.
*Srek*Kring*
"Hahh hahh, untung otakku cerdas, jadi kita bisa melepaskan diri dari mereka!" ujar Shikamaru sambil membuka pintu kedai tersebut.
"Hahh hahh, kau benar, ini akan berbeda jika aku terjebak dengan si Dobe itu!" ujar Sasuke mengiyakan perkataan Shikamaru, sambil menatap ke sekeliling mencari keberadaan Naruto yang meninggalkan mereka tadi di Taman.
"Ahh yoo, Putri tidur, Teme! Ayo kesini sebelum ramen kalian aku makan, shishishi"
"Grrr dasar tidak tahu diri!"
"Hahh dasar Dobe"
"Ittadakimasu" ujar mereka berdua tanpa basa-basi yang langsung ikut duduk disebelah Naruto dan langsung menyantap ramen mereka yang telah dipesan oleh Naruto yang seenak jidatnya ketika ia baru sampai. mereka menikmati ramen mereka dengan khidmat tanpa ada perbincangan yang berarti. Oke kita skip!.
"Gochisou!" ujar mereka bertiga kompak.
"Fuh, ramen di pagi hari memang yang terbaik!".
"Ou, kau benar Naruto, tak kusangka makan di pagi hari adalah yang terbaik".
"Tch, sialan kalian berdua, kalian tidak pernah makan ya? Apa-apaan 18 mangkuk itu huh?!" celetuk Sasuke kesal kepada Naruto dan Shikamaru yang mengelus-elus perutnya bagai ibu hamil (baca: kenyang) sambil bersendawa sesekali.
"Makasih nee Sasuke, aku benar-benar kelaparan kau tahu? Salahkan si idiot ini yang selalu menggangguku di pagi hari" ujar Shikamaru sambil menunjuk Naruto yang hanya membalasnya dengan cengiran lebarnya.
"Sankyu, Shishishi".
"Hahh lupakan saja".
"Ohiya, bagaimana kalau selanjutnya kita kerumah Chouji? Kurasa mengejutkannya dengan kedatanganmu akan membuatnya histeris nee Teme".
"Dan membuat dompetku yang tipis ini menjadi kosong? Ogah!". ujar Sasuke yang kemudian berdiri dari tempat duduknya itu, tentunya setelah ia menghabiskan air putihnya terlebih dahulu.
"Hoam, bagaimana kalau kita kerumahmu dan berbincang soal kedatanganmu ini hmm?" celetuk Shikamaru. "Dan juga aku mau bertanya suatu hal kepada Itachi-Nii" tambah Shikamaru yang ikut berdiri dari duduknya bersamaan dengan Naruto.
"Hn baiklah" balas Sasuke menyetujuinya dengan kata andalannya itu, sambil berjalan kearah pintu keluar dari kedai tersebut yang diikuti kedua Sahabatnya itu.
"Teuchi-Jiisan, makasih banyak!/ Shishishishi" ujar mereka bertiga secara bersamaan.
"Ha'i, sama-sama Gakki! Datang lagi ya?!"
*Srek*
.
.
.
.
.
.
Konoha Roadway, Sunday at 10:12 am.
Terlihat seorang pemuda berambut mangkok sedang berjalan dengan semangatnya sambil menenteng sebuah kantong plastik yang berisikan buah-buahan, yang mengindikasikan bahwa dia akan menjenguk seseorang.
"Aku tidak menyangka Guy-Senpai dikalahkan, sepertinya itu tidak mungkin deh, apa mungkin dia di keroyok?" Gumam Pemuda tersebut sambil menerka-nerka apa yang terjadi kepada seniornya tersebut.
Tak jauh dari pemuda tersebut terlihat 3 orang yang berjalan sambil berbincang-bincang sambil sesekali tertawa akibat lelucon yang dilontarkan dari pemuda berambut kuning aka Naruto.
"Naa naa, apa kalian ingat kentang goreng milik Chouji yang aku gunakan menjadi penyumbat hidungku waktu aku disuruh membersihkan toilet milik Hiruzen-Jijii?" ujar Naruto antusias yang dibalas anggukan oleh Shikamaru dan Sasuke.
"Setelah aku membersihkan toilet Hiruzen-Jijii, aku langsung meletakan kentang goreng itu ke tempat semula".
"Dan kau tahu? Chouji memakan semuanya dengan sangat lahap! Kurasa aku akan memasukannya di Guinness book, dengan nama Chouji the Booger Eater!" (Chouji si pemakan upil).
"Guhahahaha, jika Chouji tahu, kau akan di suplex olehnya!"
"Hahahaha, siapkan punggungmu Dobe! Karena aku akan memberitahunya!"
"Shishishi, jangan dong!" balas Naruto sambil menunjukan cengiran andalannya.
"Ehh bukankah itu si Alis Tebal?" tambah Naruto sambil menunjuk seseorang yang sedang berbicara sendiri seperti orang gila.
"Yoo, Lemon! Apa kabar?" ujar Naruto mengagetkan Lee yang tadinya sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Uwaa, Huhh ternyata kau Naruto-san, Shikamaru-san. Aku baik-baik saja, hihihi" balas Lee sambil mengacungkan jempolnya tidak lupa disertai dengan gigi putihnya yang bersinar terang.
"Ehh bukannya ini Uchiha Sasuke?! Apa kalian berteman?" tambah Lee dengan wajah terkejut sambil menunjuk kearah Sasuke yang berdiri tepat di sebelah Naruto.
"Nee Lin Dan, kau bodoh atau kau pura-pura tidak tau? Dia itu sahabatku tau Shishishi" balas Naruto dengan santainya sambil menopang kepalanya menggunakan kedua tangan yang ia letakan dibelakang kepalanya tersebut.
"Hehh kalian sahabatan? tapi kenapa kemarin saat aku menyebutkan namanya kau tidak menunjukan reaksi apa-apa?" tanya Lee sambil memasang wajah heran dan bingung.
"Dan juga untuk ke 26 kalinya, namaku bukan Lin Dan tapi Lee! Rock Lee!" tambah Lee dengan emosi yang meluap-luap.
"Hahh sampai berapa kalipun kau memberitahunya, dia tetap akan salah memanggil namamu, entah sengaja ataupun tidak, dia memang sering begitu, aku saja berteman dengannya sejak bayi kadang-kadang ia masih salah memanggil namaku, hoam mendokusee" celetuk Shikamaru panjang lebar dengan nada malasnya dan disertai dengan menguap dengan tidak etisnya dibagian akhirnya.
"Hahh, jangankan kau, aku saja berteman dengannya sejak masih berbentuk kecebong pun dia lupakan! Bahkan tadi memanggilku orang tidak waras!" ujar Sasuke memandang Naruto dengan wajah frustasinya itu, dan dihiraukan oleh Naruto yang sedang asik mengupil sambil menyentilnya ke sembarang arah.
Mulai dari etalase toko, tiang lampu jalanan, bahkan kearah wajah seorang Salesman yang sedang membagikan brosur ke orang-orang yang melintasi jalan itu.
Yang membuat orang-orang yang melintasi jalan itu menatapnya aneh, Shikamaru, Lee dan Sasuke hanya bisa sweatdrop melihat kelakuan dari 'Anak ajaib' ini sambil membatin.
'Sumpah aku tidak mengenalnya'
"Shishishi, omong-omong kau mau kemana nee Alis Tebal?" tanya Naruto dengan wajah lugunya setelah apa yang telah dia perbuat!.
"Hm, aku mau menjenguk kakak seperguruan Kung Fu ku di Konoha Hospital!" balas Lee bersemangat yang sudah meninggalkan acara sweatdropnya itu.
"Hn, kau jago Kung Fu? Well itu cukup langka" celetuk Sasuke yang juga berhasil meninggalkan acara sweatdropmya itu.
"Hehehe, gak juga sih" balas Lee malu akibat pujian dari Sasuke sambil menggaruk tenguknya.
"Hoo jadi itu sebabnya kau dinamakan Jackie Chan? Hmm itu cukup masuk akal juga sih" timpal Naruto dengan memasang pose berfikir.
"Hahh dan untuk ke 27 kalinya! Namaku Rock Lee! Bukan Jackie Chan! lagi pula itu beda jauh Aho!" balas Lee kesal karena namanya selalu 'diperkosa' oleh Naruto, dan hanya dihiraukan oleh Naruto yang masih memasang pose berfikirnya.
"Ohiya, aku mau bertanya sesuatu! Apa kau yang mencoret-coret wajahku kemarin saat aku tidak sadarkan diri Naruto-san?!" tambah Lee yang masih mempertahankan kekesalannya.
"Ups aku ketahuan, Shishishi" balas Naruto sambil tertawa tanpa perasaan bersalah.
*Duak*
"Rasakan itu sialan! Berkat kau aku jadi bahan tertawaan orang-orang di stasiun kereta!" ujar Lee dengan amat sangat kesal sambil mengingat-ingat kejadian yang ia alami kemarin, tentunya setelah ia menjitak Naruto yang membuatnya tersungkur ketanah.
"Kalau aku jadi kau aku akan langsung meminta maaf, nee Alis Tebal" celetuk Sasuke yang sudah menjauh dari tempat kejadian tersebut sambil menarik Shikamaru menjauh yang sejak tadi tidak bersuara karena ketiduran, well tidak ada yang mengajaknya berbicara mungkin?.
"Huhh, apa maksudmu. Sasuke-san?" tanya Lee bingung yang sudah bisa mengendalikan emosinya yang sempat meluap-luap.
"Tuh" balas Sasuke samil menunjuk menggunakan dagunya kearah Naruto yang perlahan-lahan berdiri dibelakang Lee.
"Mati Kau!"
"GUHAAHH!!"
Dimulai dari Naruto yang menendang punggung Lee sehingga membuatnya terjungkal kedepan, kemudian Naruto menindis punggung Lee sambil menarik kedua kaki Lee kebelakang menggunakan kedua tangannya dengan sangat kuat.
"Akan ku buat kakimu terpisah dari tubuhmu Alis Tebal, gyahaha!" ujar Naruto kesetanan sambil mengeratkan pegangannya.
"Guhahh, tap tap, aku menyerah maafkan aku Naruto-san!" ujar Lee sambil taping menirukan gaya pegulat yang mengaku kalah ketika di submission oleh lawannya?.
*Krak*
"GAAHHH!"
"Hahh, yang boleh bermain jitak-jitakan seperti itu hanya orang terdekatnya saja kau tau?" gumam Sasuke yang memandang iba kearah Lee yang sedang di kunci pergerakannya oleh Naruto dengan menggunakan teknik yang ia namakan Walls of Naruto?. (referensi: Walls of Jericho)
Well saran yang bagus tapi kurasa itu sudah terlambat Sasuke.
.
.
.
.
.
.
Konoha Hospital, Sunday at 10:45 am.
Terlihat 4 orang dengan posisi yang berbeda-beda, yakni Shikamaru yang menguap sambil membantu Lee yang kesusahan berjalan disampingnya, well ini berkat amukan si Monster Kuning, kemudian Sasuke yang membawa kantung plastik milik Lee yang tadi ia jatuhkan di jalan yang juga dikarenakan perilaku si Monster Kuning itu, dan yang terakhir si biang onar, Naruto yang berjalan sambil mengadahkan kepalanya sambil bersiul-siul tidak jelas.
"Hoam mendokuse, kenapa kau selalu bertindak kekanakan, nee Baka Naruto?" celetuk Shikamaru yang sudah bangun dari tidur cantiknya di tengah jalan Konoha sangat ramai itu.
"Shishishi, memangnya kau tau kejadiannya, nee Putri tidur?" ujar Naruto dengan wajah masa bodohnya.
"Kau tau? Dia menjitak kepalaku sampai-sampai benjol seperti ini! Lihat!" tambah Naruto yang tadinya raut wajahnya menunjukan masa bodoh kini berubah menjadi kesal sambil menunjukan benjolan dikepalanya yang berbentuk seperti bakpao?.
"Tadi aku terbawa emosi Naruto-san! Maafkan aku ya?" celetuk Lee dengan ekspresi menyesal kepada Naruto yang sedang kesal.
"Hmph, baiklah aku maafkan!" balas Naruto yang masih kesal dan kemudian ia menunjukan cengiran khasnya.
"Shishishi, aku juga minta maaf nee Lee, karena marah dengan hal sepele seperti itu!" tambah Naruto tersenyum tulus, kemudian ia berlari meninggalkan teman-temannya di belakang menuju kedalam Rumah Sakit itu.
"Aku tidak menyangka kalau orang bego sepertimu bisa marah, nee Dobe" timpal Sasuke santai sambil membawa kantong plastik yang tadi Lee bawa, Naruto yang mendengarnya hanya menghiraukan saja dan tetap melanjutkan jalannya, seperti biasa dan membuat kedua Sahabatnya itu hanya bisa menghelakan nafas.
"Na..naruto-san? Huhuhuu"
"Oyy Alis tebal kenapa kau menangis? Mendokuse"
"Hn, apa kau menangis karena kakimu diinjak oleh si Putri tidur ini?" timpal Sasuke sambil menunjuk kearah kaki Lee yang diinjak oleh Shikamaru, Shikamaru yang melihatnya langsung mengangkat kakinya dan tidak lupa mengatakan 'maaf telah menginjak kakimu'.
"Huhuhu, bu..bukan cuma itu"
"Terus karena apa lagi hmm?"
"Hoam mendokuse naa"
"I..ini karena, Naruto-san memanggil namaku dengan benar untuk pertama kalinya!"
*Dong*
Shikamaru dan Sasuke hanya bisa cengo dan juga bersweatdrop ria sambil membatin, 'Sesederhana itu kah? Dasar aneh'.
Kemudian mereka bertiga ikut masuk kedalam Rumah Sakit dan mendapati Naruto yang sedang merayu perawat yang ada disana.
Mereka bertiga yang melihat kejadian itu hanya bisa berseweatdrop ria sambil terus menyaksikan apa yang akan diperbuat oleh 'Anak ajaib' yang satu ini.
"Shishishi, Gu-chan kau tau? Aku baru pindah kesini loh"
"Hihihi, memangnya kamu berasal darimana Naru-kun?"
"Aku berasal dari Inggris! Apa kau mau aku rayu dengan bahasa Inggris" tanya Naruto sambil memegang kedua tangan si perawat yang name tagnya bertuliskan Guren, yang hanya dibalas anggukan saja olehnya.
*Puk*
"Ehm"
Naruto yang merasakan bahunya ditepuk pun dengan cepat menolehkan kepalanya kesamping, guna mencari tahu siapa yang berani menganggunya dari acara rayu-rayuannya kepada perawat cantik yang ada di depannya itu.
"Tch dasar penganggu, hus hus pergi sana!"
"Kheh, kau datang kesini sebenarnya mau apa hahh?! Bukannya tadi kau bilang kau mau menemani Lee untuk bertemu Senpainya? Mendokuse"
"Hahh idiot yang tidak bisa diandalkan"
"Oy oy, aku cuma mencari hiburan tau? Lagipula tadi aku bilang cuma mau mengantarkannya saja, jadi kurasa tugas kita sudah selesai, dasar penganggu!"
Lee yang melihat kejadian itu pun tidak ambil pusing, ia segera menanyakan dimana ruangan senpainya berada kepada Guren yang sedang melamun menatap wajah Sasuke dan Shikamaru?
Well dia sama seperti gadis lainnya yang suka dengan lelaki tampan.
"Anoo, Perawat-san? Apa kau tahu dimana ruangan yang ditempati oleh Might Guy murid dari KHS Boys?" ujar Lee mendekat kearah Guren yang masih melamun dan wajahnya terlihat semburat merah, entah apa yang ia lamunkan.
"Ahh ehh? Ha..ha'i, biar ku cek dulu" jawab Guren gelagapan.
"Ah ini dia Might Guy, dia berada diruangan lotus 9, ruangannya berada di paling ujung barat, tepatnya disamping ruang ICU" tambah Guren setelah mengecek daftar pasien yang berada di Rumah Sakit tersebut.
"Arigatou gozaimasu, jaa aku akan langsung kesana saja" ujar Lee yang langsung meninggalkan 3 orang absurd yang sedang memiting satu sama lain tanpa memberitahu mereka terlebih dahulu, tentunya setelah dia mengambil kantung plastiknya yang berada didekat Sasuke.
Disisi lain, terlihat Guren yang sedang bersweatdrop ria karena sedang menyaksikan 3 pria tampan yang tadi mencuri perhatiannya tengah memiting satu sama lain, iapun membatin.
'Hahh Ganteng Ganteng Gesrek, untung kalian tampan'
"Oy tunggu dulu Baka Naru! Lee kemana?!" ujar Shikamaru sambil memiting Naruto.
"Nuoo, Kau tidak usah menipuku putri tidur! Alis tebal kan ada di. . ." balas Naruto yang semakin menguatkan pitingannya tersebut
"Ehh dia kemana?" tambah Naruto sambil memasang wajah bingung.
'Ughh sialan! Kenapa selalu aku yang dipiting oleh si Dobe ini! Bisa-bisa aku mati!' batin Sasuke frustasi karena dia sebenarnya tidak mau ikut campur dengan urusan mereka berdua, tapi sayangnya si Monster Kuning menarik juga masuk kedalam acara piting-pitingan tersebut.
"O..oy Dobe, bi..bisa kau lepaskan dulu? Ugh sial!" ujar Sasuke yang sudah mulai kesulitan bernafas.
"Hm oh okay" jawab Naruto santai sambil melepaskan kunciannya kepada Sasuke, dan diikuti oleh Shikamaru yang juga ikut melepaskan pitingannya kepada Naruto.
*Inhale*
"Huahh, kenapa kau selalu mengincarku hahh?! Kan Shikamaru yang memitingmu kenapa kau malah memitingku?!" ujar Sasuke yang dengan rakus menghirup udara yang berada disekitarnya, sambil mendeath glare Naruto.
"Hmph, aku masih dendam kau tau? Ohiya kemana si Alis tebal? Apa dia ninja bisa mengilang" balas Naruto sengit kepada Sasuke, kemudian berubah menjadi raut wajah bingung memikirkan Lee yang menghilang.
"Hoam mendokuse, ayo kita pergi lagipula tugas kita sudah selesai disini" celetuk Shikamaru berjalan meninggalkan mereka berdua tanpa menoleh sedikitpun.
"Hn, lagipula disini membosankan" timpal Sasuke meninggalkan Naruto sendirian yang masih melamun.
"Hm aku harus belajar dari Lee supaya aku bisa menyelinap sepuasnya di ruang ganti para gadis shishishi, benarkan Shika? Teme? Ehh kok ga ada?" gumam Naruto dengan memasang wajah cabulnya sambil menanyakan pendapat kedua sahabatnya yang sudah sejak tadi meninggalkannya.
"Sial mereka sudah mempelajarinya juga! Aku tidak boleh kalah, kalau begitu sampai jumpa lagi Gu-chan!" tambah Naruto yang hanya dibalas anggukan oleh Guren dengan wajah yang masih merona, ia kemudian langsung berlari keluar dari Rumah Sakit untuk mengejar kedua sahabatnya yang masih belum terlalu jauh darinya.
Well salahkan otak leletmu Baka Naru.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
well itulah dia chapter 4, kurasa next chapter akan penuh dengan action, karena chap selanjutnya menceritakan tentang gimana para orang dimasing-masing kelas mengusai kelasnya, dan bahkan mungkin akan terbentuknya geng pertama di kelas satu, well tunggu aja.
Hmm soal sifat Naruto, kurasa kebodohannya dan kebaikannya gabungan dari Harumichi Bouya, Luffy dan dirinya sendiri, begitu juga gaya bertarungnya. Dan Naruto juga punya sifat cabul seperti Bouya, ajaran dari Jiraiya, Shishishi.
Dan soal fans OP, ya tentu saya suka terutama dengan Trio monster. Well itu saja.
.
.
.
.
.
.
Sekian, Terimakasih.
