.

Kamichama Karin © Koge-Donbo

.

.

Warning!: OC, AU, GaJe, Aneh, Sulit dipahami, miss typo(maybe), dll

.

.

Chapter Four

.

Hanazono Corp. Germany.

BRAAK. Terdengar suara bantingan pintu yang dibuka paksa.

"Kotarou-kun! Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya wanita paruh baya berjalan kearah suaminya. Sedangkan pria yang ditanya hanya diam menatap layar persegi dihadapannya.

"Tuan Hanazono, apa kau tidak mendengarkanku?" tanya Misha lagi

"Aku mendengarkanmu Misha-san. Ada computer yang sudah beberapa bulan ini memcoba menembus system keamanan komputer perusahaan pusat tepatnya komputer tempat data-data penting tersimpan, termasuk kejadian itu yang sudah ditarik penayangannya" jelas Kotarou

"Jadi, kenapa Kotarou-kun diam saja?" tanya Misha

"Server computer itu hanya tertarik pada data Karin, jadi aku biarkan saja"

"Apa kau tidak peduli dengan Karin-chan?!" Misha mulai menaikkan nadanya.

"Bukannya tidak peduli, tapi ini cocok untuk menguji Karin sebagai nona muda Hanazono. Dan yang menarik adalah siapa yang mencoba mengambil data Karin"

"siapa?"

"kau juga akan tahu nanti" ucap Kotarou sambil tersenyum kearah istinya yang cantik itu

Sakuragaoka High School

"Dasar penipu!" ucap salah satu siswa sambil melempar telur ke wajah Karin. Sedangkan Karin hanya menunduk menerima semua yang dilemparkan kepadanya. Kemana Miyon dan Ami? Mereka berdua sudah dipegangi oleh anak buah Karasuma Rika.

"tempatmu bukan disini! Harusnya kau berada di jalanan sana!" komentar sinis berikutnya kembali menusuk hati Karin

"Bisanya mengubah identitasmu! Dasar!"

"Sudah hentikan! Kalian tidak bisa diam?!" betak Miyon yang tangannya masih dikekang dengan keras

"Bisa-bisanya siswa terhormat seperti kalian berbuat begini!" tambah Miyon dengan suara serak

"MINGGIR" ucap seorang pemuda dari ujung kerumunan siswa yang melingkupi Karin.

"Ayo Karin kita pergi" ucap pemuda itu menggenggam tangan Karin

"Jin-kun…" Karin mendongak melihat sosok yang menyelamatkannya lagi.

"Hoho anak terbuang menolong seorang penipu, menarik sekali" ucap Rika yang merasa tontonannya mulai teralihkan

"Dasar gadis gila" umpat Jin

"Apa kau menolong gadis itu dan membuat keluarga Karasuma semakin membecimu. Haha kau memang mirip ibumu dasar pengkhianat" ucap Rika lagi

PLAK

"Jangan menghina Okaa-sanku, gadis gila!" ucap Jin yang sudah melewati batas kesabarannya. Jin lalu membawa Karin ke taman tempat mereka bicara kemarin. Karin hanya menangis dalam diam dan Jin hanya diam sambil megusap lembut punggung Karin.

"Sudahlah Karin. Mereka memang seperti itu" ucap Jin mencoba menenangkan Karin

"Arigatou Jin-kun, kau menyelamatkanku lagi" ucap Karin

"Haha bukan masalah"

"Tentu saja masalah, kau menampar Rika tadi" timpal Karin

"Aku sudah lama ingin melakukannya kok, keluarga itu sudah sering menghina Okaa-san" balas Jin

"Aku pergi dulu ya" ucap Karin sambil bernjak dari tempat duduknya.

"Tapi Karin.."

"Gomen ne Jin-kun. Aku ingin sendirian" ucap Karin meninggalkan Jin di taman itu.

Karin segera berlari keapartemennya untuk membersihkan badan. Bau anyir dari telur sudah menutupi seluruh tubunya. Karin mengakui kalau ia terlalu cengeng untuk hari ini. Karin lalu menutupi wajahnya dengan bantal. Karin tertidur bersama kesedihannya.

"Bagaimana bisa ia mendapatkan surat adopsi itu?"

"Bukannya data itu sudah disimpan dengan aman?"

"Gadis itu sudah keterlaluan!"

DING DONG

Suara bel apartemen membangunkan Karin. Jam telah menunjukkan pukul lima sore, Karin lalu menghapus jejak-jejak airmatanya dan melihat siapa yang memencet bel apartemennya.

CKLEK

"Kau.." Karin terdiam melihat sosok Kagaya Kazune dihadapannya.

"Kau juga ingin menghinaku seperti mereka? Kau belum puas melihat keadaanku?" bentak Karin, ingin rasanya ia menumpahkan kemarahannya kepada pemuda bersurai blonde itu.

"Maaf" ucap Kazune sambil menunduk

"…" Karin terdiam mencoba mencerna perkataan Kazune. Kazune lalu mengangkat kepalanya dan menatap Karin

"Maafkan semua perkataan kasarku padamu. Aku kira kau darah daging mereka" sesal Kazune

"A-apa maksudmu?" tanya Karin

"Bukan apa-apa aku hanya merasa bersalah padamu" jawab Kazune

"hiks.. kau pikir saat kau minta maaf semuanya akan baik-baik saja.." Karin memukul pelan bahu Kazune. Kazune diam mendengarkan apapun yang Karin katakan.

"kau..pikir.. kata-kata itu tidak menyakiti seseorang…?" habis sudah pertahanan Karin, ia menangis lagi. Kalimat itu tidak ia tujukan pada Kazune tapi pada orang-orang yang menghinanya tadi.

"Hiks.. Kau pikir mudah memnyembuhkan hati seseorang yang terluka..hiks"

"Kau.. keterlaluan!" Karinpun menangis dibahu Kazune

Matahari sudah mulai turun dan bulan bersiap menggantikannya. Udara dingin musim gugur terasa menusuk dikulit.

"Sudah selesai?" tanya Kazune. Karin mengangguk sebagai jawaban

"Kau tahu? Bunga yang tetap mekar saat kesulitan adalah bunga yang paling indah dan mekar dibandingkan bunga yang lainnya" ucap Kazune menatap gemerlapan cahaya kota Tokyo dari tempatnya berdiri. Karin hanya melihat Kazune seakan ia tidak mengerti perkataan Kazune.

"Maksudnya untuk orang yang tetap berdiri disaat kesulitan sekalipun, baka. Uuhh.. disini dingin sekali" Kazune mengeratkan jaketnya, Karin yang melihat Kazune kerepotan karenanya merasa bersalah dan ingin menangis lagi.

"Jangan menangis lagi! ishh.. sudah dua jam aku berdiri disini menghiburmu! dua jam! Aku mau masuk dulu! Menangis saja sendiri sana" ucap Kazune sambil menutupi tubuh Karin dengan jaketnya lalu masuk kedalam apartemen nomor 325.

"Rasanya sangat familiar.." ucap Karin.

Karin masuk kedalam apartemennya. Perlahan ia mulai melupakan apa yang ia alami disekolah tadi. Karin berjanji akan tegar, ia tahu ini pasti ujian yang Kami-sama ciptakan untuknya.

Keesokan Harinya, Karin masih mendapatkan perlakuan yang sama. Karin tetap berjalan melewati kerumunan yang melemparinya. Karin yang sudah tahu pasti apa yang akan dihadapinya membawa baju ganti dan membersihkan diri di toilet.

"Biar aku bantu" ucap seorang gadis saat Karin membersihkan rambutnya di westafel.

"Miyon-chan" dua sahabat ini saling bercengkrama satu sama lain. Miyon tidak ingin menyinggung soal kemarin lagi.

"Arigatou Miyon-chan, terima kasih juga untuk yang kemarin" ucap Karin

"Aku tidak melakukan apapun Karin-chan. Tanganku kan dikekang anak buah si Rika itu" timpal Miyon

"Biarpun begitu, Miyon-chan tetap saja tidak takut melawan mereka"

"Memang butuh keberanian besar melawan musuhmu, namun butuh keberanian lebih besar lagi saat membela sahabatmu" tambah Miyon

"Miyon-chan" Karin lalu memeluk Miyon. Ia sangat menyayangi sahabatnya ini.

"Aduuh Karin-chan.. Rambutmu kan basah, aku juga jadi basah nih" meskipun protes, Miyon tetap mebalas pelukan Karin.

Hari-hari mulai berlalu, amarah para siswa mulai mereda karena sibuk menyiapkan ujian semester. Tidak ada yang peduli tentang siapa dan apa yang orang lain kerjakan lagi. Ujian semesterpun dimulai, para siswa berusaha mempertahankan prestasinya. Begitu juga dengan Karin, ia belajar bersama dengan Kazune akhir-akhir ini. Dan itu sangat membantu.

"Haah akhirnya ujian selesai juga" ucap Karin sambil meregangkan otot-ototnya

"Karin-chan belajar semalaman?" tanya Miyon

"Tentu saja, Kazune baka itu membuatku harus mengerjakan ratusan soal" ucap Karin

"Kazune? Kagaya-kun maksudmu?" tanya Miyon lagi.

"eeh? Bukan-bukan.. aku salah bicara, Miyon-chan mau kemana tadi?" tanya Karin balik

"Kenapa wajah Karin-chan memerah? Ada yang Karin-chan sembunyikan dariku?" tanya Miyon

"eeeh? Tidak-tidak" jawab Karin sambil menggelengkan kepalanya.

"Kapan-kapan ceritakan padaku ya? Sekarang ayo kita ke kantin" ucap Miyon sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Tunggu Miyon-chan, aku dilarang Yuuki-kun mengikutimu hari ini" ucap Karin

"Kenapa?"

"Katanya ia ingin mengajakmu kencan sebelum festival sekolah dimulai" jawab Karin

"eeh?" seketika wajah Miyon memerah

"Hihihi wajahmu memerah tuh. Jangan membuat pacarmu menunggu. Aku pergi dulu ya" ucap Karin sambil meninggalkan Miyon

Karin pergi ke kelasnya dan mengambil bento. Karin pun menaiki tangga menuju atap sekolah mencari tempat yang tepat sendirian memakan bento. Sampai di atap sekolah, Karin menemukan sosok pemuda yang tengah tertidur di sebuah bangku panjang. Karin melangkah hati-hati dan duduk disebelah pemuda itu.

Ia tersenyum memandang wajah damai si pemudah berambut blonde tersebut.

"Jika mata ini terbuka, ia akan berubah menjadi orang yang menyebalkan" ucap Karin dengan suara pelan

"Jika mulut ini terbuka, ia akan mengeluarkan kata-kata pedasnya" tambah Karin lalu membuka bentonya. Karin melahap makanannya satu persatu.

KRUYUUK

'Kalau bukan perutku berarti..' Karin menatap pemuda disebelahnya

"Kazune-kun. Kau sudah bangun?" tanya Karin. Pemuda itu bangkit dari posisi tidurnya dan duduk tepat disebelah Karin.

"Kau mendengarnya?" tanya Karin takut-takut saat ia mengatai mata dan mulut Kazune.

"Hn" jawab Kazune sambil menatap bento Karin

"Kau mau? Ini, tadinya aku mau makan bento bersama Miyon-chan. Tapi Yuuki-kun sudah memohon agar ia bisa bersama Miyon untuk hari ini" jelas Karin. Namun Kazune hanya membalikkan badannya.

"Kazune-kun lucu sekali.. Jangan malu hanya karena kau memperlihatkan ekspresimu, itu alamiah. Kalau kau lapar bilang saja 'aku lapar' mudahkan?" Karin meraih tangan Kazune dan memberikan sepasang sumpit pada Kazune.

Pada akhirnya mereka makan bento itu berdua. Porsi bento yang memang dibuat untuk dua orang itu cukup untuk mengisi perut mereka.

"Gochisousama Deshita" ucap Karin lalu menutup bentonya kembali.

"Masakanmu enak, aku selalu menyukainya" ucap Kazune tiba-tiba. Karin hanya tersenyum, ia sungguh menyukai ketika Kazune bersikap seperti ini padanya. Hanya padanya.

"Aku jadi ingat saat kau mengambil bentoku waktu itu. Apa saat itu kau kelaparan sekali?" tanya Karin mengingat saat ia memberikan bento kepada tetangga-tetangganya.

"Sejak saat itu aku mulai menyukaimu. Tapi kenyataan bahwa kau bagian dari mereka sungguh menyakitkan. Aku bahagia meskipun nama keluargamu atas nama mereka, tapi kau bukan bagian dari mereka" ucap Kazune. Semilir angin musim gugur menyisir surai blonde Kazune.

'keren sekali..'

"Mungkin tidak lama lagi aku harus pergi, mereka menyetujui apa yang sama sekali tidak aku sukai. Mereka selalu mengatur" ucap Kazune ambigu

"Maksudmu?"

"Bukan apa-apa. Ayo pulang" ajak Kazune.

.

.

Tetaplah seperti ini

Langit, janganlah engkau mendung

Awan, jangan turunkan hujan

Mentari, jangan berhenti menyinari

Agar aku bisa menatapnya

Agar aku bisa mengenang kebersamaan ini

Pelahan ia mengetuk pintu hati ini

Dan kupastikan tak ada orang selain dirinya yang adan didalam sini…

.

.

Awal musim dingin sudah dimulai, meskipun sudah liburan tetapi masih banyak siswa yang beraktivitas di Sakuragaoka High School. Seperti hari ini, para siswa sudah menanti-nantikan drama musical yang terbilang paling megah selama SHS berdiri. Mari ucapkan selamat pada sepasang kekasih itu yang membuat festival sekolah berjalan sukses.

Setelah memberi selamat kepada Yuuki dan Miyon, tak lupa Karin memberikan selamat pada Jin selaku pemeran utamanya.

"Hei Jin. Sudah lama sekali tidak melihatmu" sapa Karin

"Hai Godness, apa mereka tidak membullymu lagi?" tanya Jin. Karin menggelengkan kepalanya.

"Aku harus ujian susulan karena jadwal konser, setelah konser aku malah harus menghafal teks drama ini" keluh Jin

"Tapi jerih payahmu berhasilkan?"

"Tentu saja. Tapi mungkin aku tidak lama lagi harus pergi" ucap Jin

"Kenapa?"

"Mereka menuntutku, dan sebagai jaminan aku harus keluar dari negara ini" jelas Jin tetapi masih belum membuat Karin mengerti

"Maksudku keluarga Okaa-san, karena aku menampar Rika waktu itu. Aku harus berangkat besok pagi" ucap Jin sambil menepuk bahu Karin

"Kenapa begitu cepat? Kau bahkan baru enam bulan di SHS. Kau teman pertamaku disini" cicit Karin sambil menunduk.

"Sudahlah, kita masih bisa bertemu suatu saat nanti" Jin lalu mengusap air mata Karin.

"Maaf ya membuatmu menangis. Pastikan jaga dirimu. Masalahmu tidak akan lebih berat dari kekuatanmu" Jin mengusap kepala Karin lalu beranjak kearah managernya yang telah menunggu. Jin berbalik dan tersenyum sesaat sebelum berlalu meninggalkan belakang panggung.

"Kau Hanazono Karin-san?" tanya seorang gadis yang sepertinya salah satu pemeran drama musical.

"Ya, ada apa?" tanya Karin.

"Ada paket untukmu" ucap gadis itu lalu pergi. Perasaan tidak menyenagkan mulai menyelimuti Karin, ia sedikit trauma saat melihat kotak seperti ini. Karin mengumpulkan keberaniannya dan membuka kotak itu. Terdapat secarik kertas dengan tinta berwarna darah yang sepertinya langsung ditulis oleh jari seseorang.

'aku akan mengambil satu persatu yang berharga bagimu. Akan kubuat mereka pergi meninggalkanmu. Dan saat itu kau tahu apa artinya sendirian ditengah dunia yang kejam ini! Bersiaplah!'

.

.

TsuZuKu

.

.

Hwaa ini Chappy ini cukup panjang rupanya… hehe gomenasai kalau ada minna-sama ada yang bingung pairingnya Karin itu siapa.. heee coba tebaak? Jin ato Kazune? (*yang suka JinRin ada gaak?*) ato.. (*ayooo KazuRin majuuu*).. FiFa seneng nih.. UKK udah selese (*libur tlah tiba hore! hore!*) hehe Gomen ne FiFa jadi curcol...

Hehe saatnya balas Review

hana: hehe iyaa.. iyaaa.. nih udah update lanjutannya.. arigatou udah review^^

safniradhika: waah.. untunglah Finc-nya bisa bikin deg deg-an.. FiFa juga udah bikin yang lumayan panjang nih... baca lanjutannya yaa... arigatou udah review^^

kujyou Theresa: hehe klo masalah romance Kazune&Karin sedikit-sedikit terlihat (*meskipun masih rahasia*).. arigatou udah sabar menunggu^^

Rere: sesuai janji FiFa,, FiFa updatenya seminggu sekali.. hehehe jadi... (*pelukciumRere*) arigatou udah review^^

Meydiana585: aduuuh jangan panggil 'FiFa-senpai' ya? 'FiFa' aja hehehe.. untunglah ada yang bilang Fic ini bagus... arigatou ne.. GANBATTE!

Yumi Azura: hehe ch.4 udah update loh.. baca ya ya ya ya? Thank you for waiting^^

azahnurbadani: hehe soal Kujyou Kazune masih FiFa simpan di (saku).. kalo Hime-chan,, gomenasai.. Hime-chan muculnya nanti.. pairing Karin udah terlihat sedikit demi sedikit..arigatou udah review^^

Kirigaya Zikarishika: iyaa selesai UKK-nya hari ini.. jadi FiFa langsung update chappy baru.. terharu dan penasaran? hehe baca lanjutannya yaaa^^ arigatou udah review^^

monica: hwaaa arigatou.. hontou ni.. FiFa seneng ada yang bilang Fic ini bagus.. baca terus Fic-nya FiFa yaa.. Thank you very much for rview^^

Oia,, FiFa mau minta bantuan nih.. ada gak yang tau lagu sedih ato motivasi bahasa inggris.. klo bisa yang nyanyinya laki-laki… hehe onegaishimasu~

And the end..

Kritik? Saran? Komentar?

|
V

MOHON REVIEW-NYA~