Ribet
Author: Menusdof
Rating: Teen
Genre: Romance
Cast: BTS Member
Bagian 3 (Persiapan Penobatan)
"Selamat pagi Gongju Mama" sapa Minam.
"Ya. Ayah dan Mama sudah di bawah?" tanya Hoseok Gongju.
"Ye. Anda mau turun?" tanya Minam.
"Ya. Tapi, aku mau membersihkan ini dulu. Tunggu saja di depan pintu" perintah Hoseok.
"Ye" jawab Minam kemudian beranjak ke luar kamar sang Putri.
Hoseok Gongju beranjak dari tempat duduknya dan mulai membereskan alat-alat menulisnya. Lalu berlalu keluar kamarnya diikuti dayang atau bisa kita sebut pelayan setianya, Minam.
"Pagi Yah, Ma" sapa Hoseok Gongju.
"Pagi Princess. Duduklah" jawab Taehyung Wangbi.
"Hm" balas Hoseok Gongju.
"Jeonha Mama, pesanan anda sudah datang" ujar kepala pelayan, Hyejeong.
"Bawa kesini" perintah Jin Jeonha.
"Ye" jawab Hyeojeong kemudian memanggil bawahannya.
Bawahan Hyejeong membawa sebuah nampan yang berisi sebuah kue ulang tahun sederhana yang terbuat dari campuran tepung terbaik dan susu sapi ditambah selai stroberi kesukaan Hoseok Gongju. Ya, hari ini adalah ulang tahun Hoseok Gongju.
"Saengil Chukha hamnida, saranghaneun Hoseokie, saengil chukha hamnida" dendang Taehyung Wangbi.
Hoseok Gongju menepuk pelan dahi mulusnya. Ia benar-benar lupa akan ulang tahunnya. Kemudian tersenyum lalu bangkit dan mencium kedua pipi Ayah dan Mamanya.
"Terimakasih" ujar Hoseok Gongju dingin.
"Ya. Duduk dan tiup lilinnya" ujar Jin Jeonha.
Hoseok Gongju duduk dengan tenang kemudian mengucapkan harapannya lalu meniup lilin yang berbentuk angka 17.
"Selamat ulang tahun Hoseokie. Ini hadiah dari Mama. Bukalah" ujar Taehyung Wangbi.
"Terimakasih" ujar Hoseok Gongju.
"Ini dari Ayah" ujar Jin Jeonha.
"Ya Tuhan, dress pink lagi?" protes Hoseok Gongju.
"Modelnya beda Hoseok-a. Terima saja" paksa Jin Jeonha.
"Baiklah" ujar Hoseok Gongju pasrah.
Dress pink. Selalu itu. Jin Jeonha selalu memberikan dress pink sebagai hadiah ulang tahun Hoseok Gongju. Dari yang model tertutup hingga sedikit terbuka. Dari yang bermotif kotak-kotak hingga polkadot dan bunga-bunga.
"Oh ya, pelantikanmu akan dilaksanakan minggu depan" ujar Jin Jeonha.
"Hah? Pelantikan apa lagi?" tanya Hoseok Gongju.
"Putri Mahkota" jawab Jin Jeonha singkat.
"Yah, baiklah" ujar Hoseok Gongju.
"Oh ya, nanti temani Mama belanja ya Hoseokie. Nanti kita cari kain yang bagus untuk Hanbokmu nanti" ujar Taehyung Wangbi.
"Hanbok? Pakai Hanbok? Ribet sekali sih" kaget Hoseok Gongju.
"Tentu. Memangnya mau pakai apa lagi? Piyama?" tannya Taehyung Wangbi.
"Piyama boleh juga. Setelah sarapan ini?" tanya Hoseok Gongju.
"Ya" jawab Taehyung Wangbi.
Selepas sarapan, Hoseok Gongju langsung bersiap untuk menemani Mamanya pergi belanja. Terpaksa ia harus memakai dress yang ayahnya berikan tadi saat sarapan karena paksaan sang Mama.
Berangkat menggunakan mobil pribadi dikawal dengan beberapa bodyguard. Sebenarnya Hoseok Gongju merasa risih tapi apa daya, Ayahnya lagi-lagi memaksa.
Sesampainya di pusat perbelanjaan, tatapan semua pengunjung langsung terarah kepadanya. Itu adalah Putri kerajaan mereka. Sang Calon Putri Mahkota yang sebentar lagi akan dilantik.
Hoseok Gongju dan Taehyung Wangbi memasuki salah satu toko langganan mereka. Toko milik kerajaan sebenarnya.
"Selamat Datang, Wangbi Mama, Gongju Mama" ujar seorang pegawai sambil membungkukkan badannya dalam.
"Ah, ya. Mm, dimana managernya?" tanya Taehyung Wangbi.
"Di dalam Wangbi Mama. Mari saya antarkan" ujar pegawai tersebut.
Taehyung Wangbi dan Hoseok Gongju mengikuti si pegawai. Memasuki ruangan pribadi milik keluarga kerajaan.
"Selamat Datang Wangbi Mama, Gongju Mama. Selamat atas ulang tahun anda Gongju Mama. Semoga anda selalu diberkati" ujar si Manager.
"Te-terimakasih. Bisa langsung saja ke tempat kainnya?" tanya Hoseok Gongju.
"A, ye. Mari" ujar si Manager.
Hoseok Gongju dan Taehyung Wangbi memasuki tempat kain. Bermacam-macam kain yang terbuat dari bermacam-macam bahan pula ada disini. Lengkap. Semua warna dari pastel hingga mencolok ada.
"Manager Han, tolong carikan kain yang tepat untuk penobatan Gongju Mama. Juga untukku dan semua keluarga kerajaan. Warnanya jangan yang mencolok, cukup yang pastel saja. Jangan lupa, selipkan warna merah muda disetiap baju. " perintah Taehyung Wangbi.
"Ye, algeseumnida" ujar Manager.
Tak lama, manager datang membawa sepotong contoh kain berbagai warna. Kain ini khusus untuk Gongju Mama.
"Untuk Jeogeori, saya menyarankan warna hitam dengan aksen bunga berwarna merah muda. Untuk Chima saya menyarankan warna merah ini. Untuk ikat pinggang, saya menyarankan warna hitam. Sedangkan otgoreum saya menyarankan warna merah muda " terang sang Manager.
"Mm… bagus juga. Aku ambil yang itu. Untukku?" tanya Taehyung Wangbi.
"Jeogeori anda akan berwarna merah muda, Chima berwarna merah, ikat pinggang berwarna putih, sedangkan otgeoreum berwarna kuning" terang manager.
"Bagus. Yoongi?" tanya Taehyung Wangbi.
"Jeogeorinya akan berwarna hijau mint dan Chimanya akan berwarna oranye, ikat pinggang putih dan Otgoreum berwarna merah muda" jelas manager.
"Call. Aku juga ambil yang itu. Untuk Jeonha dan Ibu Suri akan kupilihkan nanti. Untuk keluarga kerajaan lain, kuserahkan padamu. Hoseokie, kau bisa berkeliling dulu. Oh ya, sekalian temui Yoongi. Dia sudah kusuruh menunggu di depan" ujar Taehyung Wangbi.
"Ye, Eomma Mama" jawab Hoseok Wangbi.
Di depan orang lain, Hoseok Gongju harus memanggil ayahnya dengan sebutan Aba Mama dan Mamanya dengan sebutan Eomma Mama. Wajib. Jika tidak, ia akan dianggap tidak sopan karena tidak menghargai kedua orangtuanya.
Hoseok Gongju keluar dari ruangan khusus itu untuk menemui bibinya, Yoongi. Hoseok Gongju menganggap bibinya itu sebagai teman sebayanya karena umur mereka yang hanya terpaut selama 2 tahun.
"A-yo wassup" sapa Hoseok Gongju.
"Wassup. Bagaimana kabarmu?" tanya Yoongi.
"Tidak terlalu baik. ayo kita berbelanja" seru Hoseok Gongju kemudian menggandeng lengan bibinya.
Hoseok Gongju menuju salah satu toko yang menjual sepatu converse. Sepatu kesukaannya. Memilih beberapa model dan membelinya.
"Sekarang mau kemana lagi?" tanya Yoongi.
"Ayo makan" seru Hoseok Gongju.
"Tidak ke toko alat tulis dulu?" tanya Yoongi.
"Tidak, tadi pagi Mama sudah memberikanku pulpen yang kemarin itu" ujar Hoseok.
"Oh iya, Selamat ulang tahun keponakanku tercinta. Kalau begitu, makan kali ini biar aku yang traktir. Oke?" ujar Yoongi.
"Sip. Tapi, bibi lupa ulang tahunku. Aku mau makan banyak dan mahal hari ini. Aku mau membuatmu bangkrut" ujar Hoseok Gongju.
"Just do whatever u want lil' Princess" ujar Yoongi.
Hoseok Gongju dan Yoongi memasuki salah satu kedai makanan yang menjual makanan kesukaan Hoseok Gongju. Bulgogi. Dengan daging sapi korea atau Hanwoo sebagai bahan utamanya.
"Bagaimana?" tanya Yoongi.
"Apanya? Rasanya? Enak tentu saja" jawab Hoseok Gongju.
"Bukan. Perasaanmu. Kau kan mau dilantik" ujar Yoongi.
"Oh itu. Biasa saja. Lebih ke kesal sih" ujar Hoseok Gongju.
"Kenapa? Harusnya senang kan?" tanya Yoongi.
"Ribet. Aku harus ini lah, itu lah, benar-benar ribet" jawab Hoseok Gongju sambil terus memakan Bulgoginya.
"Terima saja. Takdirmu. Oh ya, Kakak sudah bilang kalau kau akan sekolah lagi?" tanya Yoongi.
"Demi kepala tanpa rambut Goo Sonsaengnim?" tanya Hoseok Gongju.
"Yap. Tapi, aku belum tahu pasti. Masih rencana. Kalau kau tidak jadi dijodohkan" ujar Yoongi.
Hoseok Gongju hampir menyemburkan makanannya saat ia mendengar kata perjodohan.
"A-apa? Perjodohan? Gila apa" kesal Hoseok Gongju.
"Tidak usah terkejut. Rutin diadakan. Aku juga hampir dijodohkan kalau saja waktu itu aku tidak kabur" ujar Yoongi.
"Ka…bur? Bagaimana ceritanya?" tanya Hoseok Gongju.
"Ish, tidak perlu diceritakan" ujar Yoongi.
"Kenapa? Ei… Bibi pasti menyesal kan? Pasti calon jodohmu tampan? Kan? Kan?" goda Hoseok Gongju.
"Tidak. Dia lebih muda dariku. Ya, tampan tapi sedikit menyebalkan sepertinya. Asal kau tahu, dia playboy kelas kakap" ujar Yoongi.
"Waw. Lebih muda ya? Bukannya bagus sama berondong?" goda Hoseok Gongju sambil menaikturunkan alis kanannya.
"Damn. Kau bisa diam tidak?"umpat Yoongi.
"Ei… tidak perlu mengumpat Bi" ujar Hoseok Gongju kemudian melanjutkan acara makannya.
Taehyung Wangbi masuk ke kedai yang Hoseok Gongju dan Yoongi tempati sambil menenteng beberapa kantung kertas berisi bahan makanan. Sepertinya ratu kita satu ini akan memasak. Tumben sekali.
"Mama? Beli apa saja? Kantungnya tidak kurang banyak itu?" sindir Hoseok Gongju.
"Ei… sudah lanjutkan saja makanmu. Yoong, bagaimana kuliahmu?" tanya Taehyung Wangbi.
"Baik Kak" jawab Yoongi.
"Bagus. Kemarin teman lama Kakak ada yang menanyakanmu loh" ujar Taehyung Wangbi.
"Teman… lama? Siapa?" tanya Yoongi.
"Jungkook" jawab Taehyung Wangbi.
Seketika Yoongi mengangkat kepalanya. Terkejut? Sangat.
"Jung…kook? Ada apa lagi?" tanya Yoongi dengan nada datar yang pertama kali ini di dengar Hoseok Gongju.
"Hanya menanyakan kabar. Kenapa terkejut begitu?" tanya Taehyung.
"Tidak" jawab Yoongi.
"Memangnya Jungkook itu siapa?" tanya Hoseok Gongju. Ia satu-satunya yang tidak tahu.
"Tidak perlu tahu. Terlalu rumit untuk diceritakan" ujar Yoongi cepat.
"Baiklah" ujar Hoseok Gongju.
"Yoong, mau pulang sendiri atau diantar?" tanya Taehyung Wangbi.
"Kakak mengusirku?" tanya Yoongi.
"Bukan, bukan. Maksudku kau pasti punya banyak pekerjaan dan ya, sibuk maka dari itu aku menawarkan" jelas Taehyung Wangbi.
"Sudah tahu sibuk. Masih saja dipanggil tiba-tiba" kesal Yoongi.
"Aku pulang sendiri saja" lanjut Yoongi kemudian langsung pergi ke kasir dan pulang tanpa menoleh lagi.
"Bibi kenapa sih Ma?" tanya Hoseok.
"PMS?" tebak Taehyung Wangbi.
"Ish. Tapi, Jungkook itu siapa sih sebenarnya? Kok Bibi bisa sebegitu kesalnya?" tanya Hoseok Gongju.
"Kamu masih kecil. Belum mengerti kalaupun diceritakan berulang-ulang. Sudah, ayo pulang" ujar Taehyung Wangbi.
.
.
.
.
Annyeong! akhirnya Hwimang update setelah sekian lama hibernasi di musim hujan ini(?)
Gimana? sebenarnya mau menambahkan cerita sebelum chapter ini, tapi ga jadi-jadi dan kehilangan ide.
Oh iya, ada Starlights kah? terutama suka sama VIXXLR. saya lagi kecanduan VIXXLR yang Beautiful Liar. saya baru tahu lagunya. terus bagus banget. maklumlah, saya kudet, makanya baru tahu.
Last, mind 2 review?
