Flowers.
.
.
.
Disclaimer : semua hanya punya tuhan, termasuk storylinenya.
.
.
.
Pair : Various pairings. Genre, pairing, dan rating bisa berubah di setiap update.
.
.
.
.
.
.
Chapter 4, Fixated : Rap Monster & Jin (1.122 words)
Rating : PG-15 (implied sexual activity, character death)
Genre : angst, romance
"I'm your mania either your hypomania."
Prompt : Black Orchid for absolute authority.
.
.
Happy reading, readers!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Namjoon, 27 tahun, bersulang dengan para teman dan karyawannya, merayakan kesuksesan peningkatan saham perusahaannya. Namjoon mengucapkan banyak terima kasih kepada semua orang yang datang ke pesta itu, menjabat satu-persatu semua tangan orang-orang yang banyak membantunya.
Namjoon mengedarkan pandangannya ke sekeliling ballroom besar itu, mencari orang yang sedari tadi tak ia lihat. Para tamu Namjoon mempersilahkan ia untuk pergi saat ia meminta izin kepada mereka.
Namjoon melangkahkan kakinya santai menyusuri seisi ballroom, sekali ia berhenti untuk berbincang sejenak dengan sahabat karibnya, Hoseok, yang rela datang jauh dari Swiss untuk menghadiri acara Namjoon. Setelahnya, Namjoon pergi, beralasan untuk mencari seseorang (memang benar adanya).
Namjoon kembali melangkahkan kakinya, mencari seseorang yang sangat ia harapkan kehadirannya di pesta itu, orang penting diatas semua kekuasaannya, miliknya.
Dan disanalah orang berumur 29 tahun itu, berdiri 5 meter jaraknya dari sosok Namjoon, tubuhnya berbalut tuxedo putih yang kontras dengan tuxedo hitam Namjoon, dengan segelas wine di tangannya dan sebuah senyum lembut terpatri di bibirnya.
Seokjin selalu ada disana, saat-saat dimana Namjoon menikmati semua kebahagiaannya.
.
Namjoon membisikkan banyak kata-kata manis ke telinga Seokjin malam itu di kamar apartemennya. Seokjin, terbaring di kasur Namjoon, terjerat dalam tekanan Namjoon, tekanan yang sangat ia sukai, hanya bisa mengaitkan kedua lengannya ke leher Namjoon, sedang kakinya melingkar di pinggang Namjoon, seakan hidupnya sangat bergantung kepada Namjoon.
Seokjin tersenyum saat Namjoon menandai leher dan sekitar collarbonenya. Seokjin tidak mengeluarkan keluh apapun saat Namjoon menghisap tanda-tanda yang kini membercak merah keunguan itu semakin kuat, membuat Seokjin yakin tanda itu akan berbekas hingga 2 hari kedepan.
Namjoon hanya terkekeh kecil saat ia menekan tubuh bagian bawahnya ke dalam Seokjin. Ia melihat Seokjin sekilas, terlihat sangat rapuh juga sangat mempesona, mulutnya terus memohon kepada Namjoon dan mengeluarkan suara-suara yang selalu Namjoon sukai.
Sekali lagi Namjoon menandai bagian tubuh Seokjin, kali ini di bawah rahangnya, Seokjin menangis dan meringis kesakitan tetapi sama sekali tak menghentikan Namjoon.
"Mine."
Dan Seokjin memeluk erat leher Namjoon, menangis bahagia di ceruk leher lelaki tan itu.
.
Seokjin terbangun pagi harinya menemukan sebuah pesan di ponselnya.
'Maaf aku harus berangkat pagi hari ini. Anggap saja bunga itu sebagai permintaan maafku.
Sampai bertemu nanti sore, Mine.'
Seokjin terkekeh, ia lalu membalas pesan tersebut dengan hanya sekedar terima kasih singkat dengan emoji hati merah. Dan saat Seokjin menengok ke arah kiri, di meja nakas milik Namjoon, terdapat 5 sampai 7 bunga anggrek hitam.
Anggrek hitam, spesies anggrek yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan, Indonesia. Yang kini jumlahnya sudah sangat sedikit, dikarenakan habitat aslinya sudah banyak hancur. Arti dari bunga itu sendiri adalah kekuasaan dan otoritas mutlak.
Ya, Seokjin pernah membaca beberapa artikel tentang anggrek, tetapi aggrek hitam lah yang paling menarik hatinya.
Dan Seokjin menghapus airmata bahagia di sudut matanya perlahan dengan aggrek hitam dalam pelukan salah satu tangannya.
.
2 hari kemudian Seokjin mengundang Namjoon untuk datang ke pelukannya, saat Namjoon muncul di pintu apartemen mereka, dengan wajah sedih, hancur, dan lelah. Tas kerjanya tergeletak begitu saja di lantai.
Seokjin mengusap punggung Namjoon dengan lembut, penuh kasih sayang. Seokjin mendengarkan Namjoon bercerita. Ibu Namjoon, orang pertama yang memilih Seokjin untuk menjadi anak angkatnya, orang yang pertama memperkenalkan Seokjin kepada Namjoon, orang pertama yang tahu dan menyetujui hubungan mereka, kini sudah beristirahat dalam damai di pangkuan tuhan.
Namjoon terisak, walau hanya beberapa kali, menerima kenyataan bahwa ibunya tak akan lagi menyapanya lewat telepon, bahwa ibunya tak akan lagi disana saat Namjoon dan Seokjin datang mengunjunginya, bahwa ibunya tak akan lagi bersama mereka.
Seokjin mengusap rambut Namjoon, menenangkan Namjoon dengan usapan di punggung yang sangat hangat, meskipun Namjoon tahu bahwa Seokjin menangis juga. Namjoon menggumamkan terima kasih dan Seokjin mengangguk, tersenyum, senyum hangat yang selalu mengingatkan Namjoon kepada ibunya.
Namjoon dan Seokjin menghabiskan malam mereka dengan memeluk tubuh masing-masing hingga fajar mengintip di ufuk timur. Dan saat terbangun, Namjoon masih mendapati Seokjin dalam pelukannya, terlelap tanpa suara.
Seokjin pun selalu disana, saat-saat dimana Namjoon menerima semua kesedihannya.
.
Anggrek hitam itu lagi datang 3 bulan kemudian, tepat saat Seokjin sedang memasak ravioli di dapur. Terselip diantara 5 helai bunga itu sebuah kertas putih, berisikan tulisan yang meskipun tidak rapi namun jelas terbaca, (Seokjin yakin sekali itu adalah tulisan Namjoon), berisikan,
'Thank you for being born, happy birthday.'
Kedua kalinya Seokjin menangis bahagia dengan anggrek hitam dalam pangkuan tangannya.
.
Mereka melewati hari-hari mereka tak hanya dengan kisah-kisah manis.
Sering kali keduanya bersitegang karena kesalah-pahaman. Tetapi semua itu tak pernah berujung kepada perpisahan. Namjoon bersyukur Seokjin selalu memahaminya dan selalu mengisi kekurangannya dan keegoisannya.
Hari berlalu, minggu berlalu, bulan berlalu, hingga bertahun-tahun pun berlalu. Tapi Seokjin masih merasakan kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya saat Namjoon mengecup bibirnya lembut di pagi hari dengan ucapan selamat pagi yang manis, saat Namjoon memeluknya, ataupun saat Namjoon menatapnya dengan manik hitam yang penuh dengan banyak rahasia mengejutkan yang selalu Seokjin kagumi.
"Seokjin."
Seokjin hanya menunduk ke bawah, menemukan wajah lelah Namjoon yang kini keriput halus semakin muncul banyak di wajahnya, tetapi senyum Namjoon tak pernah terlihat berbeda.
"sekitar beberapa menit lagi pesananku datang. Bisa kau ambilkan itu untukku nanti?"
Seokjin mengangguk, memberikan senyum terbaiknya yang selalu Namjoon puja.
Seokjin mengusap rambut Namjoon. ia ingat sekali dulu Namjoon pernah mengecat rambutnya menjadi blonde, silver, merah, lalu putih. Dan Seokjin sangat bersyukur Namjoon kini membiarkan warna asli rambutnya menghiasi kepalanya.
Namjoon tertidur, dan Seokjin, di umurnya yang ke 67 tahun, kini terus mengusap rambutnya sembari melantunkan lullaby favorit mereka.
Bel apartemen itu berbunyi, dan Seokjin menemukan Jimin, seorang kurir pengantar bunga dari toko langganannya menyodorkan 6 helai anggrek hitam ke arahnya dengan senyum ceria.
Setelahnya Seokjin kembali ke sofa perlahan mengangkat kepala Namjoon, tidak bermaksud sama sekali untuk membangunkan Namjoon dari tidur tenangnya. Dan Seokjin untuk ketiga kalinya menangis dengan anggrek hitam dalam pangkuan tangannya, namun kali ini terasa sempurna dengan Namjoon tertidur di pangkuannya.
.
Tepatnya 39 tahun sejak mereka pertama bertemu, dalam usianya yang ke 65 tahun, Namjoon menghembuskan nafas terakhirnya saat ia tengah menikmati tidur siangnya di pangkuan Seokjin, tepat 15 menit setelah Seokjin menerima anggrek hitam itu.
Keesokan harinya, Seokjin tidak lagi menangis saat upacara pemakaman Namjoon. Padahal beberapa temannya seperti Yoongi, Jungkook, dan Taehyung menangis. Hujan turun tak lama setelah upacara pemakaman selesai.
Tetapi Seokjin tetap disana, membiarkan tubuhnya basah kuyup dibasahi tetes-tetes air hujan yang turun deras. Seokjin berdiri terdiam disana, menatap pusara putih dengan nama yang selalu ia puja tertera jelas disana.
Seokjin meneteskan airmatanya, membiarkannya dihapus oleh air hujan yang turun membasahi pipi putihnya. Ia pun tersenyum, senyum hangat terbaik yang selalu ia berikan kepada Namjoon sebelum Seokjin akhirnya memutuskan untuk pergi setelah mengucapkan 'I love you' terakhirnya.
Dalam genggaman Seokjin, sebuah kertas basah, yang masih bisa terbaca jelas tulisan Namjoon yang tidak rapi, yang datang bersamaan dengan 6 helai anggrek yang ia terima kemarin,
'Terima kasih untuk semuanya. Let's meet in another lifetime, Mine.'
.
.
End.
tifagyeomi97 : iyanih haha jimin oon ya /gak. Btw terima kasih sudah baca dan review ya!
diradesfi00 : semoga suka dengan yoonmin nya hehe. Ini sudah dilanjut, terima kasih sudah baca dan review ya!
VampireDPS : maaf ya sekarang aku update namjin dulu soalnya lg ngefeel bgt ugh ;_; aku gak janji update cepet untuk chap selanjutnya soalnya sibuk sekolah huhu. Btw terima kasih sudah baca dan review ya!
kyumin pu : semoga suka :3 terima kasih sudah baca dan review ya!
minsugal : iya memang aku sebenernya kurang feel sama yoonmin tapi demi readers hehe aku buatin, jadi maaf kalo alurnya kecepetan ya huhu. Sequel ya? Wah aku gak yakin haha tapi lihat saja ke depannya nanti. terima kasih sudah baca dan review ya!
MoronKiddo : iya memang huhu maaf ya ;_; terima kasih sudah baca dan review ya!
iceuyanq : UGH AKU LAGI SAYANG BGT SAMA NAMJIN TOLONGIN DONG AKU TERJERAT PAPA-MAMA SHIP INI. Jikook menyusul tapi aku gak janji cepet soalnya SIBUK BGT SEKOLAH YAAMPUN KZL. Thanks for reading and reviewing :3
454 : maaf bgt nih namjinnya aku bikin angst huhu T_T terima kasih sudah baca dan review ya!
She3nn0 : taekook kemarin sudah kan huhu terima kasih sudah baca dan review ya!
Flenkyu : ya that's my boy hahaha everyone loves hoseokie chuchu terima kasih sudah baca dan review ya!
Flenkyu : iya taehyung soalnya dia pas jd anonimus lol. terima kasih sudah baca dan review ya!
Deedee : neomu joha terima kasih sudah baca dan review ya!
HAI SEMUANYA maaf ya lama gak update huhu diriku sibuk bgt sama sekolah ;_; oh iya kalo yg bingung, disini kan Namjoon ceritanya seorang pengusaha sukses, jd jangan kaget Namjoon beliin Seokjin anggrek hitam yang harganya sekarang mahaaaaaaaaal bgt hehe.
Probably aku bakal take hiatus untuk sebulan full, karena aku mau ngejar rank #1 biar orangtuaku bangga nih huhu. Maafkan aku readersnim T_T
Dan aku gatau lagi mau ngomong apa jadi kalau ada yang mau bertanya ataupun mungkin mau berteman sama aku silahkan mention ke blaxxtea on twitter hehe^^
That's all, see you in March! I love you chuchuchu :3
