Daily Three

Greget Time's

Disclaimer
Haikyuu! © Furudate Haruichi
Greget Time's © TwoRabbitFly

Author : TwoRabbitFly a.k.a Calvin and Klein (Salam kolor lur!)
Cast : Karasuno Voly Team And Ikejiri from Tokonami

Genre : Humor and Friendship
Warnings : OOC tingkat akut, alay, lebay, EYD, typo, dll.

"..." = Dialog biasa

"..." = Dialog dalam hati semua chara (barengan)

Don't Like – Don't Flame – Please Back

ENJOY!


Sore itu, pukul 05.30 PM...

"Udah cukup latihannya! Istirahat sana!" perintah pelatih voli putra Karasuno, Pelatih Ukai Keishin.

"duh... cape banget ya hari ini?" ujar si aa konde, siapa lagi kalo bukan aa Asahi nu labil tea.

"tapi aku puas nyemashnya ampe tumpeh-tumpeh..." sahut Hinata dengan ambigunya.

'Hinata mulai tercemar!'

"ah, itu mah ga greget. Gua donk nyemash bola malah ketuker, jadi kepala gua yang di smash" ujar monk head cut, Tanaka.

'Imposibru...!'

'Salah aja bangga, dasar oon'

'Mana bisa?!'

'Tanaka mah ngibul'

"Kepala Tanaka-san mah bukan bola voli, tapi jeruk bali" celetuk Tsukishima dengan tampang sinis menghina yang bikin hati greget pengen nyambit, "Khisisisisisis" ditambah Yamaguchi dengan kikikan ala kudanya.

'Jeruk bali?!'

'Tsukishima cari mati ente?!'

'Yamaguchi ketawanya tambah parah'

"Dia mah bukan jeruk bali, tapi kulit manggis" celetuk sang libero lucu imut kaya anak onta makan kuda, Nishinoya. Dengan bangganya dia mendeklarasikan bahwa kepala gundul menawan Tanaka yang lenang bin kilap ini mirip dengan kulit manggis yang disinyalir di ekstrak untuk keperluan wajah keriput yang pengen awet muda.

"emang nya gua Mas**n HAH?"

"apaan sih ribut-ribut?! Bukannya pulang malah jajar pasar tengah lapang!"

"ih Pelatih Ukai mau tau aja apa mau tau banget?" Eaaaaa! Alaynya Tanaka kambuh.

"ya kan gua cuma nanya aja" jawab Pelatih Ukai pundung.

"ciyusss?!"

"apaan sih?!"

"miapah?!"

"miapah-miapah, heh gua tuh tukang jaga grosir bukan tukang mie! Semvrul siah!"

"Cieee, ngambek ni yeee?"

"ah, kalakah ngabahas ciyas-ciyus, tau gua alay malah ngomong kaya gitu. Bisi kambuh deui pan, ALAY-na! Bisi jadi barabe!" Pelatih Ukai nyingkir ke pinggir lapangan sambil cemberut.

"WHAT THE?! PELATIH UKAY ALAY?!" Kageyama tereak 8 oktaf mendengar pelatih ukai yang galak itu punya penyakit alay.

'OH GOD WHY!'

"udah daripada ngomong ngacapruk, mending sekarang aku tanya, hal apa yang paling greget semasa hidup kalian?" potong Kageyama lemes.

Nishinoya ngacung!

"ok Noya-san?" tunjuk Kageyama.

"kalo aku hal paling greget itu, jarak dari rumah ke sekolah 10 KM, trus naik motor onyo pake gigi 1 terus biar greget"

Krik...

Krik...

Krik...

"bukan yang greget itu naik pesawat ga pake kaca" Tanaka bangga.

'Tanaka sedeng'

"lagi ngapain sih?" tiba-tiba datang Ennoshita, si aa kalem bin sadis. Mukanya aja baik, hatinya meragukan.

"bahas hal gereget" jawab Kageyama singkat.

"Gua"

Tsukishima ngacung!

"ok, Dame-Tsukishima!"

"Anyingg!"

'Mulai deh...mulai deh...'

"kalo gua, makan bubur pake sumpit"

"HAH GILE LU NDRO?!"

"lagi ngapain sih?" lalu datanglah Shimizu Kyoko. Manager cantik yang cetar membahenol yang bikin cowo-cowo gigit jari ga terima, kenapa klub voli suram kaya Karasuno bisa punya manager cantik kaya malaikat jatoh dari gantar awi.

"Bahas hal greget!" jawab Kageyama lagi.

"Aku...aku..." Hinata ngacung.

"Sip, Hinata?"

"makan mie ayam sambil jungkir balik di menara Telkom!"

'Hinata kamu luar binasa!'

'Hinata jenius'

"pada ngapain sih?" datang lagi Papa Daichi.

"ngebahas hal greget!" jawab Kageyama mulai kesel.

"Biasa aja dong Kageyama, ga perlu sewot gitu"

"Nanya sekali kaya gitu kalian akan tau akibatnya!"

'Kageyama sensi amat dah'

'Kageyama lagi PMS ya?'

"oh, gua punya pengalaman greget" ujar Papa Daichi.

"apa?!" jawab anak-anak kompak penasaran.

"naik motor mio bobok, kejalan TOL, lawan arus, sambil dikejar Ambulan. Udahnya gua diseret ke Tanjung Priuk , gara-gara nabrak amang-amang dishub yang lagi nonggeng benerin kabel lampu di pembatas jalan"

Bbbffuuurrrrrrrsssss...

"BUSET dah, apaan tuh pengalaman atau aib?" kaget setengah sedeng Pelatih Ukai menyemburkan kopi kalengan yang baru aja dia beli dari vending machine butut belakang sekolah.

"Biasa aja keleus, emangnya jaja miharja 'Apaan tuh'?! Lagian gau usah pake nyembur juga keleus " Wew, ternyata tanpa sadar Pelatih Ukai menyemburkan kopinya ke arah Nishinoya yang kebetulan lagi anteng disebelahnya.

"Pada lagi ngebahas apa sih?"

Ok, keluar lagi pertanyaan ini. Kali ini datangnya dari mamahnya Karasuno, Sugawara Koushi. Dengan pasang wajah super kepo terhadap obrolan 'anak-anakannya', Mamah Suga ikut nimbrung. Namun setelah beberapa detik Mamah Suga ikut nimbrung, terasa lah aura-aura suram mencekam.

"Nanya lagi... nanya lagi..."

"OH GOD! HELP ME!" Hinata udah komat-kamit baca mantra jampe, biar ga kena imbas dari acara baku hantam yang akan terjadi sesaat lagi.

"apaan sih berisik amat?!"

"Lagi nga..."

"Kan..."

"KAMPRET NANYA LAGI! TAK LEMPAR PANJENENGAN KE JURANG!"

Kageyama udah ga tahan permisah!

Ya Kageyama udah abis sabarnya, gara-gara pada nanya terus padahal dari tadi mereka ngobrol di tengah lapang dengan volume yang ga kecil. Masa ga denger?!.

"ORA ISO" Tak tinggal diam, Mamah suga pun sudah siap dengan kuda-kuda aliran macan ngamuknya.

"DIAM!" AA Ennoshita akhirnya angkat bicara.

"sudah, makan dulu sana ada semur daging badak tuh..."

'Ennoshita ikut-ikutan error!'

"bejad...bejad...ah...bejad...bejad...ah...mati..mati..mati...mati...mati..lo...lama-lama aku bisa jadi gila!"

'Pelatih Ukai mulai gila!'

"Otak bejad? makan granat!" ujar Nishinoya menyodorkan sebuat granat berwarna pink hasil barter dengan gun gun bar rasa anggur dari anak sapi mafia berambut afro di fandom sebelah.

"Hah?! GILE LU NOY?!"

"gila..gila...ah...gila...gila...ah...stress...stress..stress...lo...lama-lama aku bisa jadi botak...!"

'Wakkkhhhh Asahi juga?!'

"Asahi-san! Gapapa botak, biar aku ada temennya"

"diem lu Tanaka gua jadiin lampu pilar loh!"

"Ciyuusss?"

"BANGSAT!"

Maka, terjadilah sesi baku hantam diantara mereka, termasuk Pelatih Ukai dan Shimizu ikut terlibat. Kronologisnya sih gini, pas tadi Kageyama mau nyemplungin Mamah Suga ke sumur, Kageyama ga sengaja nyikut pipi unyu Hinata ampe nyungseb. Hinata nyungseb narik celana Tsukishima. Tsukishima jatoh nyium tiang net, narik kerah baju Yamaguchi. Tiang netnya nimpah Asahi trus Yamaguchi jatoh kebelakang, kakinya nendang pantatnya Shimizu. Shimizu nampar Tanaka, soalnya yang nyosor-nyosor ke Shimizu cuma Tanaka sama Nishinoya. Kebetulan yang deket Tanaka, jadi Tanaka aja yang di tampar. Tanaka yang ditampar kepleset nabrak Nishinoya, Nishinoya jatoh nubruk Pelatih Ukai. Dan Pelatih Ukai jatoh nimpah trio alay.

"udah-udah jangan pada berantem" Sugawara mencoba melerai pertengkaran diantara 'anak-anakannya'.

"tenang aja suga, mereka mah cuma ngobrol soal hal greget" Papa Daichi menenangkan sang Mamah yang khawatir sambil pasang senyum bapa-bapa pedo mesum.

'Ngobrol?!'

'Kita lagi berantem woi!'

"oh, hal greget. Ah, ia hal yang greget itu nungguin buka puasa sambil ngemut es batu di teras depan" Lanjut Mamah Suga.

Krik...

"Bukan yang greget itu ngisiin air di tong sampah yang ada lubangnya" Sambung Ennoshita

Krik...

"yaelah, ampe gajah makan kuda juga ga bakalan penuh-penuh! Lagian ga lucu!" Bentak Kazuhito dan Hisashi, sambil menjitak kepala Ennoshita.

"bukan yang greget itu adalah kalian bayangin, iwazumi ma Oikawa jadi terong di cabein sambil naik vespa, terus oikawa duduknya ambil minggir kaya emak-emak pulang dari pasar"

"Iuuyyyyhhhh ngeri itu mah bukan greget!" Koor anak-anak Karasuno.

"Yey"

"ah, lebih greget cabut gigi pake truk" ujar Pelatih Ukai ikut-ikutan.

'BUSET NGILU'

"udah-udah jangan ngobrol terus! Udah magrib, cepet pulang!" perintah Mamah Suga mengusir para penghuni gym.

Para penghuni gym pun pulang kerumah masing-masing.


Skip_Toko Klontong Sakanoshita

"Oh?! Sawamura!"

Ketika Papa Daichi lagi nongkrong didepan klontong sambil makan bakpaw, tiba-tiba ada yang manggil. Kirain emak-emak kodok renternir yang nagih hutang yang namanya Mommon, Papa Daichi udah siap-siap pake jurus ngibrit membelah jalan. Karena penasaran sebelum capcus dia tengok dulu siapa yang manggil, ternyata bukan Mommon tapi Ikejiri temen SMP Papa Daichi yang sempet disosor dulu sebelum akhirnya nyungseb di Mamah Suga juga.

"Yoo, Ikejiri!"

"Darimana hah?"

"Warnet"

"Hah? Emang ada warnet deket sini?"

"tuh, warnet 'WANOJA'" Ikejiri menunjuk seonggok bangunan nista di ujung pengkolan.

Papa Daichi memalingkan wajahnya ke arah yang ditunjuk Ikejiri. Dalam batin Papa Daichi...

'Warnet WA-NO-JA'

'Warnet Noong Janda?'

'HAH?'

"Ikejiri, ngapain kamu ke warnet itu?! Noong janda mandi sambil internetan biar greget?!"

"HAH?!"

"ya ampun, ikejiri aku ga nyagka setelah kita pisah sekolah ternyata sekarang kamu sukanya sama janda!"

"Diajar jenius kau hah, aku ini masih suka pinguin tau?!"

"abis nama warnetnya ambigay gitu"

"ambigu bukan ambigay!"

"eh ia, salah"

"jadi ngapain kamu ke warnet?"

"main game"

"game?"

"ia game, namanya PB"

"PB? Polem bacok?"

"bukan"

"Palang besi?"

"bukan...!"

"Pantat bahenol?"

"Bu-kan..!"

"Pindang bandeng?"

"BUKAN!"

"Apa donk? Panakol Baseball?"

"Pabrik beras?"

"Papa bejad?"

"BUKAN!"

"ap..."

"PO-I-NT B-LANK!"

"Point blank itu apa?"

"main aja, nih caranya" Ikejiri memberikan selembar kertas berisi alamat website.

"oii! Suga, Asahi...!"

"Doushita?"

"nih..." Papa Daichi menyerahkan kertas yang diberi oleh Ikejiri.

Daily Three : Case Closed

-To Be Continued-


Yooo minnaa!

Gomen, baru bisa update sekarang...

Maklum yang punya ide bejad si Calvin lagi sibuk sekolah, kalo author Klein lagi sibuk jadi asdos.

Hahaha, maaf ya kalo chapter ini garing sangat...

Tapi chapter yang ini to be continued lho, berarti cerita yang bersambung...

Siap-siap aja ya buat hantaman chapter-chapter berikutnya yang bisa bikin komplikasi...

Ok, saatnya balas review...

Dear Daiki Hanna

Calvin : sip yang pertama dari Daiki Hanna!

Klein : ok, makasih atas review-nya Daiki-san...

Calvin : hahahaha, kalo ada yang ga ngerti silahkan tanyakan bebas pulsa...

Klein : makasih atas koreksinya, author klein bakal tingkatin lagi cara nulisnya...

Calvin : buat Homonya ditunggu di chapter depan ok?!

Dear Misaki Younna

Klein : yang kedua dari Misaki Younna-san!

Calvin : ini Bahasa Sunda Misaki-san, kita udah upload yang versi Indonya...

Klein : ada orang dari fandom lain? Hehe, biasa kita mah author tukang nyerempet! Keliatan dikit hajar, nyenggol dikit bacok, nginjek dikit hantam... hahahahahah
Calvin : Makasih atas review dan Favenya Misaki-san... #tebarbunga

Dear Asyifa Dee

Klein : hahahha sankyuu...sankyuu... siap ntar kita seret mamah dedehnya di chapter-chapter depan...

Dear Felishamayu

CalKlei : hahahah, salam kenal Felishamayu-san!

Calvin : wahahaha, kade ah bisi di anggap nu rada-rada nyengsol... wkwkwkwkwk #dibacok

Klein : Sip nuhun atas review na! Ieu tos di update deui Chapter enggal na...

Hahahahha, makasih minna-san yang udah nyemangetin kita bikin fic ini...

Sampai jumpa di chapter depan...