Pacar Percobaan?!
Pairing : KyuMin
Cast : Member of SuJu and SNSD, and jungmo
Rate : K-T
Genre : Romance, sad
Summary : nggak bisa bikin summary for this chap. Mianhae..
note : many typo in here. no bash. review yes. thanks.
.
.
Don't like? Don't Read!
.
.
.
Happy reading chingu
.
.
"lho? Ming? Kenapa kamu ngumpet di bawah meja chagi?" tanya kyuhyun
"..."
"minnie sayang... yuk keluar dulu.. kita makan lagi.." bujuk ny. Cho
"..."
"huft, heh evil.. kau ini pacarnya bukan sih.. cepat bujuk dia.. kau mau barang sitaanmu bertambah lagi?"
"aniya noona~" rengek kyuhyun.
"makanya cepat dibujuk pabbo" bentak ahra.
"arra arra"
Setelah sedikit paksaan dari ahra, akhirnya kyuhyun mau merelakan singgah sananya untuk membujuk sang tuan putri agar mau mendampingi keluarganya makan malam kembali.
"minnie sayang, yuk kita makan lagi. Petirnya udah nggak ada lagi kok. Yuk sayang" bujuk kyuhyun.
Bukannya menjawab kyuhyun, sungmin malah langsung memeluk kyuhyun dengan sangat erat. Kyuhyun pun heran akan sikap sungmin sekarang. Jarang bahkan hampir tidak pernah sungmin memeluknya seperti ini. Pasti ada sesuatu yang sangat mengguncang sungmin sekarang.
"bisakah kita ke kamarmu kyu? Aku tidak selera lagi untuk makan" bisik sungmin tepat di telinga kanan kyuhyun.
Seperti sebuah kalimat sihir, kyuhyun pun langsung membawa sungmin kekamarnya yang tentu saja sebelumnya ia telah meminta izin kepada duo fujoshi itu.
Sesampainya dikamar kyuhyun, kyuhyun pun langsung membaringkan sungmin dikasur king sizenya. Agak lama mereka berada dikamar itu dengan suasana sepi senyap. Karena bosan menunggu reaksi sungmin, kyuhyun pun memilih untuk beranjak meninggalkan sungmin sendirian. Tapi sebelum itu terjadi, suara sungmin mengintrupsi gerakan kyuhyun.
"gomawo and mianhae kyunnie" ucap sungmin pelan.
"eh? Untuk apa?" tanya kyuhyun bingung.
"gomawo atas pengertianmu selama ini dan mian mengacaukan makan malam tadi" ucap sungmin tertunduk.
"tak apa minnie. Semua juga maklum kok"
Kyuhyun pov.
Sepertinya ada yang mengganjal dihati sungmin. Sedari tadi dia terus memainkan jari mungilnya itu. apakah dia sedang memilih kata-kata yang tepat untuk menyampaikan perasaannya sekarang kepadaku. Tapi aku juga mulai bosan dengan situasi begini. Tak bisakah ia lebih cepat mengutarakannya?
"sebenarnya aku mempunyai kenangan buruk terhadap petir" ucapnya.
Akhirnya mau juga dia buka mulut. Kenangan buruk? Apakah ia trauma?
"kau tau, aku sangat membenci namja walaupun yah, aku sendiri adalah namja" ucapnya lagi dengan senyuman yang hambar.
Membenci namja? Apakah sampai sebegitunya? Kalau dia benci namja.. berarti dia juga membenciku.. andwaeeeeeee..
"tapi aku tak pernah bisa membencimu kyu" tambahnya.
"eh? Kau bisa baca pikiranku?"
"ne" jawabnya singkat.
"tadi kau bilang tak pernah bisa membenciku, itu artinya kau mencintaiku ya~" godaku, yah Cuma sekedar basa-basi. Karena aku tau benar kalau dia pasti mencintai si brengsek itu.
"ne, aku mencintaimu kyu. Dari dulu, sekarang dan selamanya. Dan karenamu juga aku sangat membenci namja" ucapnya tegas.
"wait.. karena aku kau membenci namja? Dan dari dulu? Apa maksudmu minnie?" tanyaku bingung. Jujur saja, aku mengenal minnie semenjak kami senior high school. Dan yang benar saja, apa yang telah kuperbuat sehingga minnie begitu membenci namja?
"kau mau mendengar yang sebenarnya kyu? Fakta yang telah disembunyikan oleh appamu dan juga kibum-ssi. Apakah kau benar-benar ingin mengetahuinya walaupun itu menyakitkan?" tanyanya. Dia mengenal kibum hyung? Yang benar saja, ada apa ini sebenarnya?
"ceritakanlah ming, kalau itu memang yang terbaik untukku" ucapku pasrah. Jujur saja, aku sangat penasaran dengan semua ini.
"baiklah, tapi kuharap setelah kau mengetahui yang sebenarnya, janganlah kau ubah sikapmu terhadap appa dan juga kibum-ssi. Bagaimana?"
"baiklah"
"hahhh.. 4 tahun yang lalu, aku ini adalah namjachingumu kyu.. dan perlu kau tau kalau aku ini setahun lebih tua darimu.."
"eh? Bagaimana ceritanya bisa begitu?" tanyaku penasaran.
"aku berhenti sekolah kyu.. untuk membiayai kakakku.. jungmo yang sering kau bilang brengsek itu"
"mworago? Jungmo itu kakakmu? Bukannya dia 'kekasihmu dulu'" ucapku. Yang benar saja, masa jungmo hyungnya sungmin.
"masa iya sih kyu aku memacari saudara kandungku sendiri" ucapnya terkekeh
"lalu, kenapa dia bisa sampai koma begitu?"
"baiklah akan kuceritakan lebih lanjut. Saat appamu tau kau berhubungan denganku yang jelas-jelas adik dari musuh bebuyutannya, appamu langsung menghujam (?) kami tak hitung waktu. Tentunya kau pun tau akan hal itu. oleh karenanya, kau lebih memilih ikut tinggal bersama kami dan meninggalkan keluargamu. Beberapa hari berikutnya, appamu tak melakukan hal yang macam-macam. Tapi, seminggu kemudian pembantaian (?) pun terjadi dirumahku. Semua suruhan appamu menghancurkan rumahku dan kalian berdua berkelahi dengan orang suruhan appamu demi melindungiku. Tapi, semua tak semulus yang kita kira. Saat itu kita kalah jumlah dan kalian berdua pingsan tak sadarkan diri. Kau dibawa orang suruhan appamu sedangkan aku menangis sedih sendiri meratapi nasib" tambahnya
"aku langsung saja membawa jungmo hyung kerumah sakit tanpa berfikir dari mana aku akan mendapat uang untuk membiayainya. Untung saja aku memiliki beragam kepiawaian sehingga aku mudah mendapat kerja. Tapi karena tak bisa membagi waktu, akhirnya aku memutuskan untuk berhenti bersekolah. 2 tahun kemudian, aku lebih memilih menulis dan melanjutkan sekolahku. Dan akhirnya aku menemukanmu kembali. Tapi, sakit rasanya saat kau tak mengenaliku lagi. Aku pun mencari informasi dari berbagai sumber (?). Dan akhirnya aku mengetahui kalau kau juga koma sama seperti jungmo hyung dan amnesia"
What The?!
Amnesia? Pembantaian? Appa?
"jadi? Maksudmu, appa mengambil kesempatan saat aku amnesia dengan memberikanku fakta palsu dan menginginkanku agar melupakan dirimu dan membenci jungmo begitu? Lalu darimana kau bisa tau dengan orang yang bernama kibum itu? apakah dia juga suruhan appa?"
"hah.. sayangnya dia juga sama sepertiku.. appamu mengetahui kelemahan kibum dan memanfaatkannya.. sebenarnya, kibum itu adalah.. hyungku yang berbeda umma satu appa.. dan kau benar soal tadi, appamu memanfaatkan situasi ini. Tapi sepertinya appamu tak mengenaliku karena aku berganti imej"
"kau berganti imej? Memangnya dirimu yang sesungguhnya seperti apa?"
"sudahlah itu tak penting kyu"
"lalu, apa hubungannya dengan petir?"
"pembantaian itu terjadi saat hujan deras yang disertai petir yang menjadi saksi bisu perbuatan suruhan appamu itu. kau tau kyu, saat mereka memukulimu dan juga hyung, aku hanya bisa duduk diam dari sudut ruangan melihat keluarnya darah yang bercucuran dari kulit kalian berdua. Mereka tak henti-hentinya memukuli jungmo hyung dan kau hingga kalian tak sadarkan diri, mereka terus saja menghakimi jungmo hyung seperti seorang pencuri yang mencuri benda pusaka. Walaupun jungmo hyung sudah tak melawan lagi, mereka terus saja memukulinya. Dan aku tak bisa berbuat apa-apa. Kenangan itu selalu saja muncul ketika petir datang. Seakan mengingatkanku akan kejamnya dunia" ucapnya gemetar.
Tak kuasaku mendengar cerita pilunya, langsung saja aku memeluk hangat tubuhnya. Memberikan kenyamanan yang tiada tara. Kuharap, dengan begini dia bisa lebih tenang.
"tenang saja minnie. mulai saat ini, aku berjanji akan melakukan apa saja demi kebahagian kita minnie. Kau, jungmo, oemma, noona dan aku. Akan kuperjuang apa yang seharusnya menjadi milik kita walau harus berkorban nyawa" ucapku pasti.
"jangan berjanji bila kau tak bisa menyanggupinya kyu.. aku.. tak mau termakan janji kyu.."
"kau meremehkanku ya? Tenang saja, aku akan menepati semua janjiku. Jadi, status kita sekarang sudah resmikan?"
"eh? Resmi apanya?"
"resmi jadi pacar sungguhan dong"
"eh.. emm.. boleh juga"
"gomawo ne"
Cupp
Blushh
"kamu tambah manis deh dengan wajah memerah itu" pujiku.
"cih, gombal"
"hahahaha" tawaku.
"kyu.." panggilnya pelan. Tangannya yang haluspun mulai menelusuri wajahku dan berhenti tepat dirahangku. Perlahan dia mendekatkan dirinya dan
Cupp
Bibir kissablenya menempel tepat di bibirku. Beberapa detik kemudian, dia mulai berani melumat lembut bibir atasku. Refleks, akupun mengemut bibir bawahnya. Manis dan lembut. Cukup lama kami dalam posisi ini, dan entah dari mana aku mendapat keberanian, akupun mulai melesakkan lidahku kedalam mulutnya. Menyapa benda kenyal itu. tapi, karena kebutuhan akan oksigen, dengan terpaksa aku melepaskan ciuman ini.
"kyu, tetaplah bahagia dan mencintaiku walau banyak rintangan yang menghadang"
Kalimat itu.. rasanya aku pernah mendengarnya.. tapi, dimana.. akhhh.. kepalaku sakit.. ada apa ini.. bayangan apa itu..
"akhhh.. sakit.. sa.."
"kyu.. bangun kyu.. kyu..."
Kyuhyun pov end
...
Ternyata, sedari tadi readers, duo fujoshi kita telah mengintip dan mendengarkan seluruh cerita sungmin. Yah, walaupun samar-samar tapi sepertinya mereka berdua punya pendapat yang sama. Kira-kira apa ya reaksinya, yuk kita kihat langsung
"eomma, ternyata dugaan kita benar. Dia lee sungmin yang dibantai oleh appa 4 tahun yang lalu" bisik ahra.
"ne, kau benar. Untuk membalas jasa mendiang oemmanya sungmin, kita harus membantu kyuhyun dan sungmin untuk mempertahankan cinta sejati mereka" ucap ny. Cho.
"ne oemma.. aku setuju.. appa memang terlalu keras kepala.. seandainya saja kita waktu itu ada di korea, pasti semua ini tidak akan terjadi" sesal ahra.
"ne.. tapi ya sudahlah.. yang penting sekarang kita harus membantu sungmin dan kyu.."
"ne oemma.. hwaiting.."
...
malam berganti pagi dan begitu pula suasana rumah kyuhyun. yang tadinya sepi senyap kini berubah ramai. ternyata kehadiran sungmin dirumah kyuhyun berdampak baik.
"min, coba kau bangunkan si pemalas itu. kurasa setelah pingsan dia langsung melanjutkannya kealam mimpi. dasar pemalas" ucap ahra.
"ah, ne noona. akan aku bangunkan. oh ya noona, sebentar lagi airnya masak, jadi tolong apinya nanti dimatikan ya" balas sungmin.
"sip deh. hati-hati ya min, kyu itu mesum loh" peringat ahra.
"ne noona. gomawo sudah mengingatkanku"
sungminpun mulai melangkahkan kakinya menuju kamar kyuhyun. setelah tepat didepan pintu kamar kyuhyun, sungmin mendengar beberapa suara aneh yang jelas sangat mengerikan untuk ia dengar. dengan tergesa-gesa sungmin pun mulai membuka pintu itu dan alangkah terkejutnya sungmin saat mengetahui kyuhyun telah...
"kyu.. kau.. kenapa kau..."
"wae minnie? apakah aku terlihat berbeda?" tanya kyuhyun
"hiks.. hiks.. kyu.. kau.. apakah sudah ingat semuanya?" ucap sungmin sesegukan/
"tidak semuanya minnie. tapi, kau lihat rambutku. aku sudah mengecatnya seperti baru. bagus bukan. ini bukanlah akhir dari segalanya minnie. ini adalah awal. seberat apapun rintangan yang akan appa dan tuhan berikan, asalkan bersamamu aku yakin semuanya akan berjalan dengan mudah"
"ne kyu.. pasti.. hiks.. aku pasti akan terus bersamamu. akan kita buktikan bahwa harta bukanlah segalanya"
"ne.. harta bukanlah segalanya.. kepercayaan dan keteguuhan hati lah yang penting untuk menghadapi dunia ini minnie"
"hiks. aku bahagia kyu.. kau sudah mengingatnya walaupun hanya sedikit"
"tenang saja minnie.. untukmu aku akan berusaha mengingatnya.. saranghae"
"nado kyu"
...
..
.
"oemma.. aku dapat moment kyumin lagi oemma.." seru ahra
"jeongmal? apakah jelas gambarnya?"
"tentu saja oemma. kali ini moment mengharukan oemma. kyu sudah bisa mengingat masa lalu oemma"
"semuanya?"
"sedikit" ucap ahra sedih
"sudahlah, itu pun sudah merupakan kemajuan buat kyunnie. lebih baik kita menyiapkan sarapan sebelum mereka curiga"
"arraseo umma"
..
..
.
TBC
.
..
...
