Main pair: KaiSoo

Cast : EXO Member,SHINee,Super Junior.

Genre: Drama/Little bit Humor/

WARNING: Masih amatir -_-, EYD gak sesuai,Typos bertebaran,Alur
kecepetan,GenderSwitch (GS),OOC..

DONT LIKE DONT READ!

.

.

.

Chapter 4

.

.

.

Kyungsoo melangkahkan kakinya dengan riang menuju kamar, dia membawa kotak kardus berisi ponsel gold-putih keluaran terbaru. Setelah beberapa hari tak ada kabar, cowok berkulit gelap itu akhirnya mengabarinya. Jongin akan datang sore ini menjemput Kyungsoo untuk menemui Ummanya.

Bibir merahnya tertarik ke atas memikirkan Jongin. Ditariknya kenop pintu berwarna putih itu perlahan, menampakan wajah Baekhyun yang sedang memoleskan kutek pada jari-jari lentiknya.

Mendengar suara pintu dibuka Baekhyun mengalihkan pandangannya pada Kyungsoo yang baru memasuki kamar mereka..

"Siapa yang datang Soo?" Kyungsoo memandang sahabatnya itu dengan tatapan bahagia lalu duduk disamping yeoja ber-eyeliner itu.

"..." Bukannya menjawab pertanyaan, Kyungsoo malah memeluk sahabatnya itu erat.

"Hei.. ada apa ?" Baekhyun mengerutkan dahinya. Ia lalu meletakan botol kutek diatas meja nakas, matanya melirik sedikit ke arah ponsel yang diletakkan begitu saja oleh Kyungsoo meja kecil itu.

"Baek..umh..Kai..dia..umh." Kyungsoo terlihat malu menceritakannya.

"Ada apa dengan si hitam itu Soo?" tanya Baekhyun lembut.

Kyungsoo menatap sahabatnya itu dengan senyuman lebar. Ia menceritakan Jongin yang memberikan ponsel impian Kyungsoo, Jongin yang sedang dalam perjalanan kesini untuk menjemputnya. Jongin yang tampan. Jongin yang-...Baekhyun menggelengkan kepalanya maklum, melihat betapa antusiasnya Kyungsoo.

Wajar saja sih pikir Baekhyun, Jongin adalah cinta pertama sahabatnya ini. Awalnya Ia memang sempat marah pada si hitam itu. Seenaknya menjadikan Kyungsoo 'pacar pura-pura'nya tetapi setelah Kyungsoo menjelaskan bahwa 'tak ada skenario' diantara mereka Baekhyun sedikit lega, setidaknya si Kim Jongin itu tidak menjadikan Kyungsoo tamengnya dari Heechul ajjhuma.

Baekhyun menggelengkan kepalanya melihat kelakuan aneh Kyungsoo yang terus-menerus tersenyum lebar. Uhh Baekhyun jadi ingat Chanyeolie-nya.. Tak mau melihat tingkah Kyungsoo yang lebih absurd lagi.. dia pun mendorong Kyungsoo masuk ke dalam kamar mandi setelah sebelumnya mengambil gaun berwarna putih dari lemari.

"Cepat persiapkan dirimu bodoh! Si hitam itu pasti tiba sebentar lagi" ucapnya sebelum tubuh sahabatnya itu benar-benar masuk ke dalam kamar mandi.

15 menit kemudian...

KLEK

Kyungsoo keluar dengan gaun santai putih polos tanpa lengan diatas lutut. Dia kemudian kembali membuka lemarinya, menarik sweater rajut berwarna ungu muda.

'Perpaduan yang pas' batinnya ketika melihat bayangan dirinya dicermin.

Baekhyun yang melihat itu terseyum kecil lalu menepuk-nepuk sisi kosong didepannya. Gadis cantik itu berjalan pelan ke arah Baekhyun lalu mendudukan dirinya didepan sahabatnya yang sedang duduk diatas tempat tidur mereka. Mata bulatnya menatap Baekhyun polos.

"Pejamkan matamu bodoh! Mana bisa aku meriasmu dengan mata bulat melotot seram begitu!" Ucap Baekhyun sambil mmbuka peralatan make-up miliknya.

"Baek! Mataku sudah begini sejak lahir" Kyungsoo menggerutu kesal lalu menutup matanya.

"Hahaha, habisnya pandanganmu seperti psikopat begitu sih" Ucap Baekhyun sambil tertawa. Tak butuh waktu lama untuk Baekhyun merias wajah sahabatnya itu, Kyungsoo memang sudah mempunyai wajah yang cantik alami. Jadi Ia hanya memoleskan sedikit BB cream, bedak dan lip blam pada wajah Kyungsoo. Baekhyun juga memoleskan kutek warna ungu muda pada kuku tangan Kyungsoo.

"Selesai"

Ting Tong

Kyungsoo membuka iris gelapnya ketika Baekhyun bilang selesai yang dibarengi oleh suara bell dan kemudian bergegas keluar setelah sebelumnya mengucapkan terimakasih pada Baekhyun.

Kyungsoo mengambil nafas dalam sebelum menarik kenop pintu itu dari dalam.

KLEK

DEG

Keduanya terpaku. Mengagumi keindahan masing-masing.

Jongin tidak bisa melepaskan pandangannya dari yeoja yang berdiri didepannya sekarang. 'Ishhh si pendek ini tidak bisakah membuat jantungku tidak lompat ke perut'... lirihnya dalam hati.

Sedangkan Kyungsoo sendiri hanya terdiam kemudian menundukkan kepalanya dalam, '..tampannya..' ucapnya dalam hati.

Jongin memalingkan wajahnya kekanan. Uhhh.. pasti muka merah sekarang. Gaun santai yang melekat di tubuh gadis didepannya ini jelas sekali mencetak tubuh S-Line Kyungsoo, gaun berwarna putih itu sukses membuat Jongin kelimpungan menahan sesuatu yang akan meledak dalam dirinya. Apalagi Kyungsoo saat ini memakai flat shoes sehingga tingginya hanya sebatas dada Jongin. Wajah Jongin bertambah merah melihat belahan dada rendah yang mencetak dua gunung kembar besar milik Kyungsoo. Ia berdehem pelan, lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, kebiasaannya jika sedang gugup. Dengan segenap keberania ia menarik lengan yeoja didepannya ini lembut kemudian menuntunnya menuju mobil sport hitamnya.

.

.

.

Heechul menunggu calon menantunya datang didepan rumahnya. Dia terlihat sangat senang sekali mengetahui Jongin dapat membuka hatinya untuk yeoja secantik Kyungsoo. Yeoja paruh baya yang masih terlihat cantik diumurnya yang menginjak kepala 5 itu tersenyum melihat mobil sport hitam anaknya memasuki pekarangan luas rumahnya.

"Ayoo Soo"

Kyungsoo memandang Heechul yang berdiri menunggunya dengan wajah pucat. Dia bahkan mengabaikan uluran tangan Jongin, tiba-tiba saja nyalinya ciut berhadapan dengan 'calon mertua'nya ini. Waktu di Loutte Resto saja Kyungsoo harus mengumpulkan segenap keberaniannya.

Akhirnya dengan ragu-ragu dia menyambut uluran tangan Jongin. Kyungsoo lantas mengikuti namja tampan itu dari belakang. Dia dapat melihat Umma Jongin menghampirinya. Uhhhh, dia sangat gugup sekali. Ingin rasanya kembali ke flat kecilnya dan bersembunyi disana.

Tapi sebuah pelukan hangat membuat Kyungsoo membeku seketika, perasaan gugupnya hilang ketika Heechul memeluknya erat. Sirna sudah kegugupan yang dialaminya sedari tadi. Seulas senyum tipis tercetak dibibirnya ketika melihat sambutan hangat 'calon mertuanya' ini.

"Ayoo masuk sayang" Heechul menarik lengannya lembut membawa Kyungsoo masuk dan meninggalkan Jongin yang terabaikan diluar.

.

.

.

Jam menunjukkan pukul 7 malam ketika Jongin baru saja bangun dari tidur sore-menjelang malamnya. Dia tadi langsung memasuki kamarnya ketika Heechul memonopoli Kyungsoo seorang diri.

Mengucek matanya perlahan Jongin bergegas masuk ke kamar mandi. Dia harus segera turun makan malam, perutnya sudah berbunyi minta diisi.

Sementara dilantai satu, Heechul dan Kyungsoo yang sedang menata meja makan. Baru saja gadis cantik itu akan membangunkan Jongin ketika dia melihat cowok berkulit gelap itu menuruni tangga dengan rambut setengah basah.

Tersenyum sedikit, Kyungsoo segera memanggilnya untuk makan. Mereka menikmati Makan dalam dalam diam, hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu. Hal ini membuat Heechul heran dengan sikap dua sejoli ini. Dia pun memutuskan memulai pembicaaran..

"Jongin... ini semua Kyungsoo yang memasak loh"

"Uhuk!"

Jongin yang sedang menyuapkan makanannya tersedak kaget. Reflek Kyungsoo bangun dan menepuk-nepuk bahunya dan menuangkan segelas air untuk Jongin.

Dalam hati Heechul tersenyum melihat perhatian yang ditunjukan Kyungsoo pada anaknya.

"Oooh.. kau yang memasak ya? Enak" Tanya Jongin gugup.

"Terimakasih" Jawab Kyungsoo sambil tersenyum kemudian dia kembali ke kursinya.

Kyungsoo tersenyum tipis melihat Jongin melahap habis ayam goreng didepannya. Didalam hati dia akan mengingat-ingat makanan kesukaan Jongin yang Heechul beri tau ketika mereka memasak tadi.

Suara dering telpon membuat Heechul berdiri mengangkat panggilan itu. Wanita setengah baya itu pamit menjauhi meja makan.

.

.

.

Kyungsoo menundukkan kepalanya ketika melihat Jongin yang sedang minum didepannya. Dia berusaha menutupi kegugupannya, uhhh coba lihatlah jakunnya yang naik turun, dan tetesan air yang meluncur jatuh dari bibir tebal sexy nya.

'Sial.. dia tampan dan sexy sekali sih' batinnya ketika melihat otot lengan Jongin.

Jongin hanya memakai celana pendek hitam dan singlet hitam dengan rambut basah setengah kering membuat Kyungsoo meringis tentang betapa sexy nya dia.

'Uhh.. si hitam ini membuat otakku menjadi semesum otak Baekhyun..issshh'

Suara kursi yang ditarik membuat Kyungsoo mengangkat kepalanya menatap Heechul yang kembali duduk.

"Tadi Appa yang menelepon"

"Dia sedang berada di China sekarang... oia Jongin.. Umma sengaja menyuruh Kyungsoo datang untuk memberi ini" Heechul meletakkan 2 buah tiket pesawat diatas meja dan menatap anaknya itu dengan senyum kecil.

"Umma sengaja memesankan untuk kalian, Besok sore kita semua akan pergi ke Jeju pagi-pagi dan kalian berdua akan berangkat sore harinya ke Jeju"

"Oh...eh?..MWOYA?!" Ucap Jongin dan Kyungsoo berbarengan.

"Heii.. tidak usah sok kaget begitu kalian.. Umma sudah repot-repot memesankan perjalanan before wedding kalian." Heechul tersenyum penuh arti.

"Tapi Umma..."

"Tidak ada penolakan Kkamjong."

"..."

"Lagipula Umma dan Appa sedang mempersiapkan acara pernikahan kalian 2 bulan lagi."

"Ooh...APA?! 2 BULAN LAGI?"

Heechul tidak menjawab pertanyaan kedua sejoli itu karena ponselnya kembali berdering. Jongin mengacak rambutnya kasar, Umma nya itu selalu saja bertindak tanpa memberitahunya dahulu.

Menatap yeoja paruh baya yang bercakap-cakap ditelepon itu malas, Jongin mendengus ketika melihat Ummanya tersenyum menyeringai padanya lalu menaiki tangga dengan cepat.

.

.

.

Heechul melangkahkan kakinya menuruni tangga dengan terburu-buru, wanita setengah abad yang masih terlihat muda itu menatap Jongin dengan senyuman yang tak hilang diwajah cantiknya. Dia lalu menghampiri Kyungsoo yang duduk dengan muka bingung dikursi meja makan.

"Sayang.. Appa tadi menelepon ia sudah tiba dibandara. Jadi Umma pergi menjemputnya dulu ne?" Ia mengecup kening Kyungsoo lalu beralih pada Jongin, Heechul mendekatkan bibirnya pada telinga anaknya itu. Ia berbisik pelan "Baik-baik ne? Cepat buatkan Aku cucu ya Kkamjong." Lirihnya pelan dengan seringai aneh yang tercetak jelas diwajah putihnya.

.

.

.

Suara halus mesin mobil tak lagi terdengar pertanda Umma nya sudah pergi menuju bandara. Jongin pun mengunci pintu gerbang berwarna gold-silver itu. Mata tajamnya melirik ke arah motor sport hitam yang terparkir rapih digarasi. Ia merutuki sifat seenaknya Heechul yang meliburkan semua pekerja di Mansion mereka hari ini, dimulai dari tukang kebun, lalu supir keluarga mereka, Han Ajjushi sehingga Ummanya itu meminjam mobil Jongin. Tentu saja mana mau nyonya besar seperti Heechul mengedarai limosin ? Bisa-bisa dikira supir cantik -uhuk-.

Heechul bukannya tidak mempunyai mobil tapi mobil merah kesayangannya sedang dalam perawataan (?) Gumamnya ketika Jongin tidak mau meminjamkan lamborgini nya..

'Padahalkan bisa naik taksi,ck' batin Jongin menggerutu.

Kyungsoo yang terjebak dalam keheningan memutuskan untuk membereskan meja makan lalu membawa piring kotor ke bak pencuci piring dibantu oleh Jongin. Lelaki tampan itu hendak membantu mencuci piring ketika dengan halus Kyungsoo menolaknya..

"Ini pekerjaan wanita"...ucapnya ketus.

Suara petir dari arah luar membuat Jongin melangkahkan kakinya menjauhi perempuan yang mulai asik mencuci piring itu. Kaki panjangnya dia langkahkan menuju jendela ruang tamu, disingkapnya gorden berwarna cream yang menutupi jendela itu.. Dengan jelas dia dapat melihat tetes demi tetes air berjatuhan dari langit. Membuka grendel jendela besar itu Jongin menghirup wangi citrus ketika tetesan hujan menghantam tanah. Memejamkan matanya sejenak, lalu membukanya perlahan. Jongin sangat menyukai aroma ini..

Beberapa menit telewati dalam keheningan. Rintik hujan pun berubah lebat. Jongin menutup rapat jendelanya ketika dirasanya tiupan angin semakin kencang. Ia mengusap lengannya pelan, Udara menjadi dingin saat ini..

Jongin memasuki kamarnya, dia lalu mengambil sweater abu-abu dibalik pintu kamar. Lalu meneruskan langkahnya menuju dapur. Dari kejauhan Jongin bisa melihat Kyungsoo masih asik dengan piring yang berbusa. Dan ketika langkah kakinya semakin dekat ia bisa mendengar gadis mungil yang ada dihadapannya ini sedang bersenandung kecil.

Jongin tersenyum melihat bibir kissable itu bergerak-gerak lucu, juga suara merdu yeoja cantik ini..

Dia meraba dada kirinya bisa dirasakannya hentakkan keras degup jantungnya. 'Sial... kalau begini aku bisa-bisa terkena penyakit jantung' batinnya berkata.

Dengan gerakan pelan Jongin mendudukan dirinya dikursi kayu coklat yang berada disamping kulkas, tanpa melepas pandangannya dari yeoja yang masih asik dengan busa sabun pencuci piring itu.

Pikirannya melayang pada beberapa hari yang lalu, tentang pembicaraan mereka di Exotic cafe, Jongin jadi teringat perkataan Chanyeol kemarin sore dikantor.

Pemuda dengan tinggi diatas rata-rata yang sudah menjadi sahabatnya sejak lama itu, Jongin menceritakan tentang Kyungsoo pada sahabatnya itu. Respon yang didapat dari namja tampan dengan senyuman lebar itu adalah sebuah pelukan hangat. Chanyeol tertawa sambil bertepuk tangan (Gaya khasnya) setelah Jongin selesai menceritakan 'kisah cinta'nya. Sahabatnya itu tak menyangka, Kyungsoo yang dimaksud Jongin adalalah teman satu flat Baekhyun setelah Jongin bilang dia bertemu pacar Chanyeol di flat 'yeoja' nya. Jongin juga menceritakan kegiatan men-stalk Kyungsoo seminggu terakhir ini. Chanyeol tentu saja kaget pertama karena pacar mungilnya itu tak memberitahu dirinya tentang kedekatan KaiSoo, Kedua si happy virus itu melebarkan kedua mata besarnya, Demi apa seorang Kim Jongin menjadi STALKER?.. Bibir Chanyeol tertarik keatas mendengarnya.

"Aku tak percaya ini! Seorang lulusan terbaik Harvard bisa menjadi sebodoh ini dalam urusan cinta" Ungkap Chanyeol sambil menggelengkan kepalanya.

"Kau bilang kau takut jatuh cinta tapi kau membawa seorang gadis pada Umma mu" Jongin diam, bibirnya seakan terkunci membenarkan apa kata sahabatnya ini.

Melihat Jongin yang diam saja membuat Chanyeol menghela nafas pelan. Sebenarnya dia tau jelas dibalik segala sifat buruk sahabatnya hanya seorang yang rapuh dan takut akan cinta, terlalu takut terluka kalau Chanyeol boleh mengambil kesimpulan. Sudah terlalu lama sahabatnya itu menutup diri pada lawan jenisnya, jadi wajar saja jika ini adalah saatnya dia menyerah membuat dinding pembatas antara dirinya dan cinta.. Chanyeol mengerti jika Jongin hanya bingung dengan perasaannya sendiri. Bisa diibaratkan dia sangat ingin mencoba tapi ia terlalu takut dengan resikonya. Pemuda tinggi itu menepuk-nepuk bahu sahabatnya pelan sambil berkata..

"Jongin hidup didunia ini seperti antonim, ada perasaan senang tapi ada juga perasaan sedih, ada cinta ada juga benci... Karena disetiap pertemuan itu pasti ada perpisahan... dua hal itu tak bisa terelakkan lagi.. begitupun dengan cinta, ada saatnya kau bisa tertawa bahagia karena cinta tapi ada juga saatnya kau akan menangis tersedu-sedu karena cinta..." Chanyeol menatap manik hitam sahabatnya itu, "Karena ketika kau memutuskan mencintai seseorang, saat itu juga kau siap terluka karenanya.."... dan Jongin terus memikirkan perkataan sahabatnya itu.

Jongin menyenderkan punggungnya pada sandaran kursi, dia pikir tak ada salahnya mulai membuka dirinya untuk gadis didepannya ini. Toh takdir telah mempertemukan mereka berdua, Jongin akui bahwa dia tertarik dengan gadis bermata bulat ini, selama seminggu ini dia memang mengawasi gerak-gerik Kyungsoo mulai dari berangkat kuliah sampai selesai bekerja paruh waktu. Kasian sebenarnya melihat gadis sekecil Kyungsoo (menurut Jongin) harus bekerja dan kuliah diwaktu yang sama. Hmm Jongin jadi tersenyum sendiri mengingat pertemuan pertama mereka yang diawali aksi 'penganiayaan' (Menurutnya)..

.

.

.

Jongin merogoh ponsel hitam didalam saku celananya ketika dirasakan benda itu bergetar. Sebuah pesan singkat dari Taemin yang memberitahunya bahwa ia menginap di rumah Umma dan Appa suaminya karena hujan deras. Jongin menjawabnya dengan "Ya" lalu beranjak dari duduknya menghampiri Kyungsoo yang sedang mengeringkan tangannya.

Suasana di mansion Kim itu sepi sekali, hanya ada suara petir dan deras hujan yang terdengar. Tepukan dibahu putihnya membuat Kyungsoo membalikkan tubuhnya kebelakang. Dilihatnya Jongin tersenyum sambil menarik tangannya ke arah ruang tamu. Mata bulatnya menatap tautan tangan mereka, rona merah menjalar diseluruh wajahnya.

Suasana menjadi awkawkd saat ini. Baik Jongin ataupun Kyungsoo menutup mulutnya rapat, meski begitu mata mereka saling mengunci satu sama lain dengan tangan yang saling menggenggam. Suara menggelegar petir membuat tautan tangan itu secara reflek terlepas.

Kyungsoo menggeser duduknya ke ujung sofa berjauhan dengan Jongin. Dia menundukkan kepalanya malu.

'Uhm memalukan sekali sih' gumamnya sambil meremas kedua tangannya.

Menyadari suasana yang mulai canggung Jongin segera mengambil remote tv dan menyalakan LED TV 60" didepannya itu. Matanya sedikit melirik ke arah Kyungsoo yang sedang fokus menonton acara reality show yang sedang di tayangkan..

Jongin tidak dapat mengalihkan pandangannya dari 'wajah malaikat' Kyungsoo. Bibir merah kissable berbentuk M yang mengerucut imut, hidup mancungnya, rambut panjang hitamnya, oh jangan lupakan kulit mereka yang terlihat kontras, Jongin dengan kulit coklat eksotis dan Kyungsoo dengan kulit seputih salju.

.

CTARRR

.

SPLASSS

"AAAAAAAAA!"

.

Kurang dari sedetik terdengar suara petir yang dibarengi padamnya listrik dan jeritan Kyungsoo. Yeoja cantik itu reflek meloncat memeluk leher Jongin erat ketika lampu tiba-tiba padam.

"Aku takut...gelap...hiks..Jongin.." Kyungsoo menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher Jongin. Dia sangat takut sekali gelap...

"Tenanglah.. Aku disini.." Jongin tentu saja kaget dipeluk begitu. Satu tangannya dia gunakan untuk mengelus rambut panjang Kyungsoo pelan. Sedangkan tangan satunya memeluk pinggang ramping yeoja cantik itu. Dengan hati-hati Jongin melangkahkan Kakinya menuju dapur setelah mendudukan yeoja itu disofa, dia harus mencari lilin dan pematik api. Selain gelap udara mulai dingin dikarenakan pemanas yang mati. Jongin meraba-raba sekitarnya agar tak menabrak sesuatu. Hujan semakin deras diluar sana.

Kyungsoo awalnya diam saja disofa, dia mengusap lelehan airmatanya pelan. Jongin sedang mengambil lilin dan pematik api didapur. Tapi begitu mendengar suara petir disertai kilat yang saling menyambar Kyungsoo langsung berdiri menarik sweater abu-abu Jongin dan memeluk pria itu erat.

'Hangat sekali' lirihnya dalam hati.

Jongin tersenyum ketika merasakan sepasang lengan memeluknya erat. Jongin mengusap kepala Kyungsoo yang terbenam didadanya saat ini. Mereka berdua melangkahkan kaki dalam kegelapan.

CTAK

Jongin menyalahkan pematik api yang didapatkannya dilaci dapur, dia lalu menyalakan lilin. Kyungsoo mengangkat kepalanya begitu cahaya dari lilin menerangi ruangan dapur. Jongin membawa lilin itu ditangannya, dia dan Kyungsoo menyusuri tangga lalu berhenti dipintu berwarna putih.

"Soo.. ini sepertinya hujan badai... kau menginap saja ya?" Jongin bertanya sebelum membuka kenop pintu putih itu...

"Apa tidak apa-apa ?" Tanya Kyungsoo. Jongin menggelengka kepalanya, ''Tidak, lagipula diluar hujan deras dan suhu mulai menurun Soo" Mereka memasuki kamar berpintu putih itu.

"Ummh.. baiklah, aku akan menelepon Baekhyun, oh iya... Jongin.. kamar siapa ini?" Kyungsoo melihat sekeliling kamar luas bercat cream itu.

"Umh.. ini kamarku" jawaban dari Jongin membuatnya reflek membulatkan matanya.

"Maaf sebelumnya, kau jangan salah paham. Dirumah ini tidak ada kamar tamu Soo" ucap Jongin hati-hati melihat gelagat tidak yakin dimata Kyungsoo, Jongin dengan cepat menjawab "Kau tidur diatas dan aku dibawah Okay?"..

Sebenarnya Kyungsoo tak enak, ini adalah kamar Jongin tapi si pemilik kamar malah merelakan tempat tidurnya pada dirinya. Dia hanya tersenyum lalu berkata "Gwenchana"..

Jam menunjukkan pukul 9 malam ketika ponsel Jongin bergetar...

From : Heechul Umma

Kkamjong... Umma terjebak badai. Appa mu memutuskan menginap dihotel dekat bandara. Jadi Umma dan Appa tidak pulang. Jangan lupa keberangkatan ke Jeju besok sore ya, Umma dan Appa take off pagi hari. Kami ingin mengenang bulan madu kami... ;3 Kita bertemu sore dirumah Harabeoji ne? Oia Jongin... jangan lupa pesanan cucu Umma ya... hahahaha! Selamat malam sayang.

Jongin memijat kepalanya pusing. Ummanya kira anak itu bisa delivery apa? 'Pesanan cucu? Huh..'

Sedangkan disebuah Hotel mewah, Heechul dan Hankyung, suaminya sedang menikmati segelas wine. Appa dari Kim Jongin itu menggelengkan kepalanya pelan melihat istrinya menatap ponsel dengan seringai aneh...

.

.

.

Jongin merebahkan tubuhnya dikasur lipat lalu mengambil bantal dan selimut dari lemari miliknya, dia menyamankan posisi tidurnya dilantai beralaskan kasur lipat tipis itu.

Kyungsoo mendial nomor Baekhyun dengan ponsel pemberian Jongin. Yeoja cantik itu menundukkan kepalanya ke arah kiri, Jongin tidur dengan sebelah tangan menutupi matanya. Posisi yang tampan menurutnya. Ponsel gold-putih itu masih tertempel ditelinga gadis cantik itu, suara hujan semakin deras diluar.. sayup-sayup Kyungsoo bisa mendengar suara petir yang menggelegar. Terdengar suara tut..tut..tut.. dari ponselnya, Baekhyun belum menjawab panggilan. Hingga dering kelima terdengar suara lembut sahabatnya itu..

"Yeobseoh...?" Jawab Baekhyun.

"Baek.. Kau kemana si? Lama sekali menjawabnya" balas Kyungsoo sebal.

"Ahhh...jangan digigit yeolie... uppss maaf Kyung.. akuhh...ahhh.. STOP yeolie diam dulu...Sshh...sepertinyah...arghhhh...jangan langsung kau masukkan Park Babo!Sakit!arhhh...ahh...shhh.." Baekhyun menjawab dengan suara mendesah dan terbata-bata..

"Hei.. kau tidak apa-apa Baek?" Kyungsoo mulai cemas...

"Ahhh...! Aniya Kyung.. aku menginap diapartement...Uhh.. Yeolie ne?" Suara ranjang berderit dan geramah namja menyimpulkan bahwa sahabatnya ini sedang making love dengan si happy virus.

"Kau sedang bercinta ya Baek?" Tanya Kyungsoo datar...

"..Uuuhh? Ti...dakk..Arrrgh!disana yeol...uhh...shhh" Baekhyun menyangkal.. padahal jelas sekali terdengar suara kulit yang beradu.

"Okay! Kau jelas sedang bercinta Baek, Ck.. Aku menelepon tadinya ingin memberitahu kalau aku juga menginap dirumah Jongin. Aku khawatir kau menungguku. Tapi kau juga menginap, Ya sudah! Oia kalian berdua! Buatkan aku keponakan yang banyak ya...Hahahaha!" Kyungsoo berujar polos diiringi tawa reyah..

"MWO?...AHH! kau juga...shh..MENGINAP...Uhhh..?!"

'Pip'

Tanpa menjawab pertanyaan Baekhyun, Kyungsoo mematikan sambungan telepon itu. Dia merebahkan tubuh S-Line-nya di ranjang King Size milik Jongin. Tercium aroma maskulin ketika hidung mancungnya menyentuh bantal milik Jongin. Kyungsoo sangat menyukai aroma ini. Aroma khas tubuh Jongin. Membuat dirinya semakin dalam menenggelamkan kepalanya pada bantal tersebut. Mata bulatnya perlahan tertutup menyembunyikan iris kelam indahnya.

"Selamat malam Kyungsoo-ah" Jongin sebenarnya belum tidur. Dia bahkan mendengar percakapan Kyungsoo-Baekhyun ditelepon. 'Ternyata Chanyeol mesum juga' pikirnya. Jongin menaikan selimut lalu menyusul Kyungsoo ke dalam mimpi.

.

.

.

Jam menunjukkan pukul 2 pagi ketika pemilik mata bulat terbuka perlahan. Yeoja itu mengerjap-ngerjapkan iris indahnya. Suaranya masih temaram, lampu masih belum menyala ketika dia melihat sebatang lilin masih menyala. Kyungsoo si pemilik iris indah itu menyingkap selimut putih yang membungkus tubuhnya, menyebabkan hawa dingin langsung menerpa kulit putihnya. Dia lalu melangkahkan kakinya dengan gemetar, lantai terasa seperti balok es saat ini. Hujan masih belum reda meski suara petir sudah tak terdengar lagi. Kakinya melangkah ke sisi kiri ranjang King size Jongin. Dimana seorang namja tertidur damai. Kyungsoo meringis begitu mendudukan tubuhnya merasakan dinginnya lantai marmer itu. Kyungsoo mengamati wajah tegas Jongin. Tangan lentiknya menyurusi garis wajah namja tampan yang sedang tidur pulas ini. Kemudian berhenti dikedua belah bibir tebal Jongin. Dengan keberanian tinggi Kyungsoo menyentuh bibir kissable tersebut, matanya membulat ketika merasakan bibir itu membeku, tangan putihnya beralih pada leher Jongin yang juga sedingin es. Tanpa pikir panjang lagi yeoja berambut hitam itu menyingkap selimut Jongin lalu memeluk namja yang hampir membeku ini. Kyungsoo merutuki kesalahannya. Andai saja dia mau membagi tempat pasti sekarang Kyungsoo dan Jongin sedang terlelap nyaman di ranjang King size milik namja tampan ini.

Merasa ada sesuatu yang lembut menghantam wajahnya. Namja tampan itu membuka kedua iris gelapnya.

"Hey Jongin? Apa aku membangunkanmu? Kau kedinginan? Kita pindah ke atas (ranjang) saja ya?" Kyungsoo berkata cepat sambil menangkupkan wajah Jongin.

"Tidak usah..." lirih Jongin. Pemuda tampan itu menenggelamkan kepalanya pada kedua gunung kembar didepan wajahnya. Hawa dingin seperti menusuk-nusuk kulitnya saat ini. Tangannya dia lingkarkan dipinggang ramping Kyungsoo, memeluknya erat.

"Ahhh..." Kyungsoo dengan cepat menutup mulutnya begitu mendengar suara desahan yang berasal dari mulutnya sendiri. Uhh dia tak mampu menahannya ketika wajah dingin Jongin terbenam di dadanya. Ingat Kyungsoo hanya memakai dress putih santai tanpa lengan dengan belahan dada rendah?..

Jongin menggigit keras bibirnya agar tidak mengecup dan menandai buah dada dihadapannya ini. Hawa dingin berganti panas seketika. Kyungsoo merasa seluruh tubuh namja yang dipeluknya ini membeku. Kyungsoo mengusap-usap rambut hitam cowok berkulit sexy itu dengan sayang. Menaikan selimut yang tadi disingkapnya lalu memeluk Jongin dengan erat. Jemarinya mengusap halus pipi namja Jongin, lalu mengecup keningnya. Gerakan pelan tersebut membuat Jongin melepakan pelukannya menatap langsung mata yeoja yang baru saja menciumnya.. Keduanya saling bertatapan lama..

Perlahan tapi pasti bibir tebal Jongin mendekati belahan bibir Kyungsoo mempersempit jarak antara mereka.

Cup

Diawali sebuah kecupan kecil disudut bibirnya, Jongin mulai melumat pelan bibir atas Kyungsoo. Ia mengerakan bibirnya lembut membuat Kyungsoo terbuai dan menutup kedua matanya. Dengan hati-hati Jongin menyesap bibir merah itu pelan.. meresapi rasa manis bibir kissable Kyungsoo. Mata mereka berdua terpejam. Jemari Kyungsoo yang semula ada di pipi Jongin beralih pada rambut hitam Jongin, meremasnya ia melampiaskan sensasi aneh yang baru dirasakannya. Jongin mengigit lembut bibir bawah Kyungsoo membuatnya melenguh lalu membuka sedikit mulutnya. Melihat ada kesempatan lidah Jongin menerobos masuk menyesap seluruh bagian dalam mulut Kyungsoo. Tak lama kemudian ia dapat merasakan lumatan-lumatan halus yang mulai dilakukan Kyungsoo. Uhh keduanya terlihat larut menikmati ciuman pertama mereka. Tarikan halus dirambut Jongin membuat pemuda itu melepaskan tautan bibir mereka. Bibir keduanya mengkilat terkena saliva masing-masing, terlihat untaian benang saliva diantara kedua bibir mereka. Kyungsoo mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Berciuman hampir 10 menit membuat paru-parunya sesak. Kyungsoo memandang Jongin yang juga memandangnya saat ini. Jongin terlihat adorable dengan bibir merah mengkilat dan rambut hitamnya yang acak-acakan akibat ulah tangannya. Dada Kyungsoo naik-turun meraup udara sebanyak-banyaknya membuat dua gunung kembar itu seperti akan mendesak keluar dari dress putihnya.

Uhhh... rasanya Jongin ingin merobek dress itu dan menenggelamkan kepalanya disana. Mata tajamnya memandang Kyungsoo lembut lalu mengusap lelehan saliva dibibir yeoja cantik itu. Kyungsoo tersenyum melihat mata Jongin yang menatap buah dadanya sekilas..

Tangan halusnya beralih dari rambut halus Jongin ke bibir tebal namja tampan itu, mengusap lelehan saliva entah milk siapa. Kyungsoo memutuskan ini adalah saat yang tepat untuk bertanya mengenai hubungan mereka. Setelah beberapa detik terlewati, yeoja cantik itu membuka kedua belah bibirnya..

"Jongin... hubungan kita ini.. seperti apa?" Pertanyaan singkat dari Kyungsoo membuat Jongin terdiam. Ia melepaskan pelukan pada pinggang ramping Kyungsoo dengan lembut lalu menangkup wajah perempuan cantik dihadapannya ini.

Cup

Dikecupnya kening putih Kyungsoo. "Aku..menyukaimu..." ucapnya lancar..

"Aku tau ini terlalu cepat Kyung, tapi ada perasaan asing yang menyusup kedalam hatiku ketika melihatmu tersenyum. Aku juga tidak bisa menahan suara detak jantungku ketika bersamamu.." ia menarik lembut lengan Kyungsoo lalu menaruhnya didada kirinya. Tepat dimana jantungnya berdetak.. "Kau merasakanya kan? Ia selalu seperti ini jika kau.. ada didekatku.. "Kyungsoo diam saja. Ia menatap Jongin dengan pandangan sulit diartikan...

Melihat tatapan yeoja dihadapannya ini Jongin tersenyum. 'bertepuk sebelah tangan eoh?'gumamnya dalam hati..

"Hei... aku hanya mengungkapkannya. Aku tidak memaks-..." Belum sempat ia melanjutkan kalimatnya bibir tebalnya sudah dikecup sayang oleh Kyungsoo...

"Apa itu cukup sebagai jawaban?" Tanya Kyungsoo dengan senyuman lebar menghiasi wajahnya yang memerah. Jongin membulatkan matanya tak percaya. Kyungsoo membalas perasaannya! Dengan segera ia memeluk yeoja cantik itu menenggelamkan kepala Kyungsoo didadanya. Bibir keduanya tertarik mengukir senyuman. Cahaya yang temaram membuat suasana diantara mereka menjadi romantis. Hawa dingin sudah tidak lagi dirasakan Jongin, mereka tidur dengan tangan saling memeluk satu sama lain. Hujan dan petir sudah tak lagi terdengar dari luar. Pertanda badai sudah berlalu. Sang yeoja membuka mata bulatnya perlahan. Dengan hati-hati ia mensejajarkan wajahnya menjadi berhadapan dengan namja yang baru saja mengungkapkan perasaan sukanya beberapa menit lalu. Ia menikmati hembusan nafas Jongin yang menerpa halus wajah cantiknya. Dikecupnya lama bibir namja tampan yang sedang terlelap itu.. "Aku bahkan sudah mulai mencintaimu...Jongin..." lirihnya kemudian mengeratkan pelukannya pada namja yang disukai ah aniya dicintainya itu...

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

See you next chapter

.

.

.

xoxowolf61 :*