Sitri Stronger
Chap.04 (Pembalasan)
Di Mansion Sitri terlihat Naruto sedang berbaring di atas kasur dia dibawa oleh seorang anggota Sitri yang ikut dalam Great War tak sengaja melihat Naruto tak sadarkan diri dengan luka-luka parah di selurih tubuhnya
Naruto POV
"Dimana aku" ujarku saat melihat sekeliling hanyalah ruang putih hampa tanpa ada apa-apa apakah aku sudah mati?, mungkin saja karena luka ku cukup parah
"Senang melihat mu Otouto" sepertinya aku mendengar suara Shisui-Nii dari belakang ku dan benar dia memang Shisui-nii
"Shisui-Nii dimana aku apa aku sudah mati" tanyaku bertubi-tubi pada kakakku itu yah walaupun sedikit tidak sopan dalam aturan Clan Sitri tapi memang aku butuh sebuah jawaban
Sedangkan kulihat Shisui-nii hanya tersenyum lembut bukan!, itu bukan senyuman lembut tapi senyuman palsu yang di buat Shisui-nii!, apa yang terjadi dia sudah pernah berjanji untuk tidak menunjjukan senyuman itu lagi
A-apa aku sudah mati tapi bagaimana bisa Shisui-nii bisa ada di depanku a-apa jangan jangan dia mati seperti ku
Aku mulai berpikir bagaimana bisa Shisui-nii mati saat berlawanan dengan Kokkabiel untuk membantuku walaupun Kokkabiel adalah Malaikat Jatuh yang kuat tapi dia bukan tandingan yang kuat bagi Shisui-nii
Apa jangan-jangan dia di serbu oleh puluhan Malaikat Jatuh hingga dia mati? tapi itu tidak mungkin dia bahkan bisa membunuh ratusan Malaikat Jatuh dengan kekuatannya
Lalu siapa? yang membunuh Shisui-nii, arggh semua logika ini membuat kepalaku terasa pusing
"Kau belum mati Otouto" ucap Shisui-nii membuat ku sedikit lega karena memang aku velum mau mati sebelum aku melihat Sona-chan tumbuh besar menjadadi gadis uang sangat cantik
"Kau ada dalam alam bawah sadar mu" sambung Shisui-nii, jadi ini memang alam bawah sadarku kenapa hanya putih saja?
"Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu..." ucap Shisui-nii dengan senyuman yang terlihat di paksakan dan entah kenapa perasaan ku jadi tidak enak apa yang sebernarnya terjadi saat aku pingsan?
"Tolong jagalah adikmu Sera dan Sona, Otouto" ucap Shisui-nii sambil menampilkan senyum lembut
Kenapa...kenapa perasaan ini semakin menjadi-jadi apa yang terjadi dan kulihat tubuh Shisui mulai bersinar sambil mengatakan "aku percayakan semua padamu, Naruto"
"NII-SAN"
Real World
Naruto POV End
"NII-SAN" teriak Naruto membuat Lady Sitri yang sedang duduk di sebelah Naruto terkejut saat mendengar reriakan dari Naruto
"Naruto, syukurlah kau sudah sadar kau tau ibu menghawatirkan mu dari tadi" ucap Lady Sitri sambil tersenyum lembut pada Naruto tapi tidak di gubris oleh Naruto
"Kaa-chan d-dimana Shisui-nii" tanya Naruto dengan nafas menderu tak beraturan akibat belum sepenuhnya pulih dari luka-lukanya
Lady Sitri hanya menundukkan kepalannya saja membuat Naruto merasa ada yang tidak beres dan ada yang disembunyikan oleh ibunya itu
"kaa-chan apa y-yang t-terjadi dengan S-Shisui-nii" ucap Naruto bergetar karena melihat kelakuan ibunnya yang aneh saat menanyakan kakaknya itu
Sedangkan Lady Sitri hanya menggigit bibir bawahnya dia ingin berbicara tapi entah kenapa ada sesuatu yang mengunci mulutnya untuk tidak membeberkan keadaan Shisui pada anaknya Naruto
"Shisui...dia m-mati" ucap Lady Sitri dengan pandangan miris pada anaknya Naruto
Sedangkan disisi Naruto dia sangat Shok bagaimana bisa kakaknya mati secepat itu di tambah dia adalah Komandan dalam Great War dari Fraksi Iblis
Ingatan-ingatan dimana Naruto bersama Shisui satu-persatu mulai memasuki pikiran Naruto membuat kepalanya sangat sakit akibat kenangan-kenangan bersama Shisui memasuki pikirannya saat ini
"Arrgh" raung Naruto sambil memegang kepalanya rasanya kepalanya mau pecah akibat memori yang terus masuk tanpa henti yang menuju kepala Naruto membuat Lady Sitri khawatir dengan keadaan Naruto
"Naruto, tenangkan dirimu" ucap Lady Sitri membuat Naruto sedikit tenang, 'sudah cukup aku kehilangan Shisui aku tidak ingin kehilangan Naruto-chanku' batin Lady Sitri yang juga merasa kehilangan atas matinya anak pertamanya yaitu Shisui dalam Great War
"S-Siapa yang m-membunuh S-Shisui-nii" ucap Naruto lemas karena keadaannya masih belum membaik usai kalah menghadapi Kokkabiel Panglima dari Fraksi Malaikat Jatuh
"Yang membunuhnya adalah Raphel sendiri" ucap Lady Sitri jujur pada anaknya saat ini pada Naruto
Naruto sedikit terkejut saat mengetahui Raphel sang Gubernur Malaikat Jatuh terkuat tapi membuat Naruto mengerti mengapa Shisui bisa terbunuh dalam Great War
'Jadi begitu dia yang membunuh Shisui-nii' batin Naruto yang mengerti dengan pertarungan tak seimbang antara kakaknya dengan Raphel
Sedangkan Lady Sitri yang melihat Naruto sedang berpikir merasakan ada sesuatu yang mengganjal dengan tingkah dari Naruto sedari tadi
'Jangan-jangan' batin Lady Sitri khawatir karena dalam pikirannya Naruto ingin balas dendam dengan Raphel karena membunuh anak pertamanya itu
"Jangan-jangan kau ingin membunuh Raphel" ucap Lady Sitri panik membuat Naruto yang sedang berpikir tersentak akibat suara dari Lady Sitri
"Ya begitulah kaa-chan" ucap Naruto jujur
"Tapi itu berbahaya!, dan mustahil kau bunuh Naruto!, kau sudah tau jika Shisui saja kalah dengannya apa lagi kamu yang ingin membunuhnya" ucap Lady Sitri panik karena memang Raphel bukan lawan tanding yang seimbang bagi Naruto
Perbedaan kekuatan Naruto dengan Raphel sangat mencolok, kalau pertarungan tak terelakkan Naruto bagai sebuah nyamuk bagi Raphel yang kekuatannya sama dengan tiga mou
"Tapi jika begini terus perang tidak akan berakhir kaa-chan aku sudah kehilangan Daisuke, Itachi, dan Shisui-nii aku tidak mau jika Fraksi Iblis lenyap hanya karena perang besar ini dan soal kemampuanku memang sangat mustahil membunuhnya" ucap Naruto serius dengan ucapannya tanpa ada keraguan sedikit pun
"Tapi dengan kepintaranku tidak ada yang mustahil bagiku perang ini harus cepat diselesaikan, dengan membunuh Raphel aku bisa membuat perang ini berakhir" ucap Naruto membuat Lady Sitri membeku di tempat lalu tersenyum dengan ucapan Naruto itu
"Nii-chan" sebuah teriakan dari Serafall membuat Naruto tersentak lalu melihat Serafall yang berlari menuju kearahnya lalu menerjangnya
Naruto hanya tersenyum saja melihat kembarannya itu yang masih kekanak-kanakan walaupun umur mereka sudah 18 tahun yah walaupun dia sama dengan sifat Serafall
"Heh kau tak berubah dari dulu Sera" ucap Naruto dengan senyuman lembut pada Serafall membuat Serafall mengembungkan pipinya membuat dia sangat imut dimata iblis manapun tapi sayang sifat Childishnya mengurangi keimutannya
"Mou Naruto-kun aku sangat khawatir kau tau" ucap Serafall sambil memeluk erat Naruto membuat Naruto kesusahan untuk bernafas karena pelukan Serafall yang terbilang 'maut'
"Sera-chan a-aku t-tidak bisa b-bernafas" ucap Naruto dengan wajah yang hampir membiru akibat kekurangan oksigen
Melihat kembarannya yang sudah meminta untuk dilepaskan membuat Serafall melepaskan pelukannya dari Naruto sambil terkikik geli melihat kembarannya yang membiru akibat pelukannya itu
"Sudahlah Sera-chan jangan membuat keadaan Naruto menjadi buruk" ucap Lady Sitri sambil tersenyum melihat kelakuan anak kembarnya yang masih saja selalu sama walaupun mereka sudah terpisah beberapa tahun akibat Great War yang terjadi antara tiga fraksi
"Mou Kaa-chan" ujar Serafall cemberut mendengar larangan dari ibunnya untuk menggoda (baca: menyiksa) kembarannya itu
Sedangkan Naruto hanya tersenyum melihat kelakuan Serafall yang menurutnya sebagai hiburan tersendiri bagi Naruto, 'aku berjanji padamu Nii-san' batin Naruto yang teringat pesan dari Shisui
Tiba-tiba datanglah cahaya yang sangat terang dari atas yang ternyata adalah Seraph terkuat di Heaven yaitu Michael membuat Serafall dan Lady Sitri bersiaga karena yang datang adalah seorang Tenshi yang sangat kuat
"Tenanglah Lady Sitri-dono aku kesini hanya ingin membicarakan sesuatu pada anakmu Naruto" ucap Michael yang memberitahu maksud kedatangannya ke Mansion Sitri
"Apa yang membuat kami akan yakin dengan ucapanmu Michael-dono" ucap Lady Sitri yang masih tetap bersiaga tak mempercayai ucapan dari Michael
"Jika saya berbohong maka sayap saya akan menjadi hitam karena Tenshi tidak bisa berbohong" ucap Michael membuktikan jika dia tidak berbohong
"Dan saya hanya ingin berbicara dengan Naruto empat mata jadi bisakah kalian keluar Lady Sitri-dono" sambung Michael membuat Lady Sitri dan Sera percaya dengan ucapan Michael
"Jika kau berbohong aku sendiri yang membunuh mu" ucap Lady Sitri lalu beranjak pergi di susul oleh Serafall yang ada di belakangnya
Sedangkan Michael hanya tersenyum saja saat mendengar ucapan ancaman dari Lady Sitri
"Jadi...apa yang ingin kau bicarakan Michael-dono" tanya Naruto membuka pembicaraan wmpat mata antara Naruto dan Michael
"Saya disini atas perintah Kami-sama, Naruto" ucap Michael membuat Naruto menaikkan alisnya bingung dengan ucapan dari Michael
"Untuk apa" tanya Naruto bingung kenapa kami-sama mengutus Michael untuk menemuinya apakah ada hal yang penting yang menyangkut dirinya
"Saya disini karena Kami-sama mengutus saya untuk memberikan sebuah energi Holy padamu Naruto" ucap Michael menjelaskan tujuan kenapa kami-sama mengutusnya untuk menemui Naruto
Sedangkan Naruto tersentak kaget mendengar tujuan Kami-sama mengutus Michael untuk menemuinnya ditambah bagaimana bisa mengutus Michael untuk memberikan energi cahaya yang notabennya hanya dimiliki oleh Fraksi Tenshi dan Da-Tenshi
" apa tujuan Kami-sama hingga dia memberiku sebuah energi yang hanya dimiliki Fraksi Tenshi dan Da-Tenshi" tanya Naruto pada Michael
Sedangkan Michael hanya menggelengkan kepalanya pelan, "saya tidak tau, saya hanya di utus untuk memberimu Energi Holy"
"Baiklah, bagaimana kita mulai proses pemasukan Energi Holynya" tanya Michael saat dia menyadari banyak waktu yang ia buang hanya untuk mengobrol pada Naruto
"Tunggu sebentar" ujar Naruto menginstrupsi agar Michael menunda pemasukan Energi Holy pada tubuhnya
'Jika Energi Holy dan Energi Demonic bersatu akan membuat diriku...meledak karena dua energi itu bertentangan satu sama lain' batin Naruto berfikir apa yang terjadi pada dirinnya saat dua energi itu bersatu
Naruto sangat mengerti tentang Energi Cahaya milik Fraksi Tenshi serta Da-Tenshi dan Energi Demonic yang dimiliki oleh Fraksi Iblis dan berkat otak Naruto yang bisa berpikir di luar batas Manusia hingga ia bisa menemukan kesimpulan jika Energi Cahaya bersatu dengan Energi Demonic milikknya maka yang terjadi adalah Energi Cahaya akan memusnahkan Energi Demonoc yang ada dalam dirinya
"Kau sedang berpikir tentang hal yang akan terjadi saat dua energi yang bertentangan itu bersatu kan Naruto" ucap Michael yang sedari tadi melihat Naruto sedang berpikir
"Tapi tenang saja Cahaya ini sangat berbeda dengan yang kau pikirkan" sambung Michael lalu memulai ritual pemasukan Energi Cahaya yang hanya diketahui para Seraph dan Kami-sama sendiri
"Ini akan terasa sakit" ucap Michael
Lalu muncul sebuah simbol sihir yang tidak di ketahui namannya berputar mengelilingi tubuh Naruto dan saat sihir itu sampai di depan perut Naruto sihir itu tiba-tiba menempel pada perut Naruto lalu muncul cahaya terang yang muncul pada sihir tersebut
"Arghhh" raung Naruto saat merasakan panas pada perutnya, 'ini sangat panas sekali rasanya perutku seperti di rebus oleh sebuah api yang panas' batin Naruto sambil meringis menahan sakit pada perutnya
Hampir sudah dua menit ritual itu berlangsung hingga Michael mulai mengakhiri ritual tersebut membuat Naruto sedikit lega
'Aku merasakan energi yang hangat dalam diriku' batin Naruto yang merasakan energi cahaya mengalir dalam tubuhnya saat ini
"Baiklah Naruto ritual pemasukan energi cahaya sudah selesai dan Kami-sama juga berpesan padamu untuk mengasah energi cahaya itu saya tidak tau pasti tujuan Kami-sama mengatakan seperti itu tapi lebih baik ikuti saja saran itu" Ucap Michael lalu menampilkan 12 pasang sayap Tenshi pada punggungnya
"Waktu ku sudah habis aku harus menuju ke Heaven untuk melatih para Tenshi Jaa-ne Naruto" ucap Michael lalu terbang menuju surga
Sedangkan Naruto hanya tersenyum saja mendengar ucapan dari Michael, 'aku berjanji nii-san, aku akan mengakhiri perang ini' batin Naruto yakin
2 Month Ago
Di bagian barat perang Great War terlihat banyaknya mayat para Iblis yang mati akibat serangan dari Da-Tenshi dan hingga kini daerah itu masih menjadi tempat paling parah bagi para iblis karena tempat itu salah satu dari tempat dimana para Da-Tenshi melancarkan serangan besar-besaran uantuk menghancurkan pasukan Iblis
Dan masih banyak para Iblis yang masih bertahan dari pasukan besar-besaran dari para Da-Tenshi salah satunya adalah Naruto yang masih bertahan dari serangan Light Spear milik para Da-Tenshi
"Tch merepotkan" dengus Naruto saat dia masih saja di hujani oleh Light Spear dari berbagai arah karena dia terkepung dengan banyaknya para Da-Tenshi yang ingin membunuhnya
Naruto berusaha untuk menangkis Light Spear dari berbagai arah dengan pedangnya , 'Tch ini harus di hentikan' batin Naruto lalu memunculkan sebuah sihir dari tangannya
"Water Dam" Ucap Naruto lalu muncul sebuah tornado air yang membuat para Da-Tenshi yang tadi mengepung Naruto terkena sihir Naruto membuat mereka terpental ke berbagai arah
"Ice Spike" Belum sampai disitu Naruto lalu membuat duri duri es yang muncul dari bawah tanah
Crassh Crassh
Sekarang terlihat pasukan Da-Tenshi yang mati dengan duri-duri es yang menancap pada tubuh mereka lalu menghilang meninggalkan bulu-bulu gagak yang bertebaran dimana-mana
Lalu muncul ratusan para Da-Tenshi yang berusaha untuk membunuh Naruto membuat dia hanya bisa menghela nafas lelah
'Seberapa banyak pasukan Da-Tenshi disini' batin Naruto yang mengetahui jika jumlah para Da-Tenshi selalu bertambah di tempatnya
Para Da-Tenshi bersiap-siap menghujani Naruto dengan Light Spear tiba-tiba terdengar suara Raphel dari belakang, "kalian semua mundur biar aku yang menghadapinya" ucap Raphel yang langsung dituruti oleh Fraksinya
Naruto hanya menatap datar Raphel dan sama halnya dengan Raphel, mereka terus saling menatap hingga Raphel mulai membuka pembicaraan
"Hmm Tak kusangka adiknya akan melawanku" ucap Raphel dengan senyum arogan membuat Naruto muak melihat senyuman itu
"Tapi masih sangat lama untuk mengalahkanku Light Spear Charge" Ucap Raphel yang membuat 5 Light Spear dengan besar yang luar biasa menuju Naruto
"Ice Shield" Tiba-tiba muncul sebuah pelindung yang terbuat dari es yang melindungi Naruto dari terjangan Light Spear milik Raphel
Sedangkan Raphel hanya mendecih tidak suka melihat tekniknya tidak cukup mempan untuk membunuh Naruto lalu membuat sebuah Light Spear kembali tapi sebelum Light Spear itu jadi Raphel harus di kejutkan dengan munculnya Naruto di hadapannya
"Tornado Water Crushing"
'Sialan' batin Raphel saat melihat sebuah tornado air ada di hadapannya membuatnya terpental beberapa meter akibat serangan dari Naruto
"Kusoo aku akan membunuh mu nak" geram Raphel geram lalu membuat sebuah hujan Light Spear yang mengarah pada Naruto
Sedangkan Naruto lalu menbuat pelindung es membuat serangan itu tak berguna bagi Naruto tapi dia harus di kejutkan dengan Raphel yang ada di sampingnya siap menendang Naruto dengan kakinya
Duakkh Kraaak
'Ughhh rasannya tulang tanganku hancur' batin Naruto yang merasakan tendangan dari Raphel membuatnya harus merasakan patah tulang pada tangannya
Belum sampai disitu Raphel lalu muncul dengan Lught Spear yang sangat besar membuat Naruto terkejut melihatnya
"Tch jika begini tidak ada cara lagi" gumam Naruto lalu menbuat sebuah tameng cahaya untuk menangkis serangan dari Raphel
Duaarrr
Terbenturnya dua benda yang terbuat dari energi cahaya membuat Ledakan yang super dahsyat hingga membuat sebuah kawah
Melihat itu Raphel menggertakkan giginya karena kesal dengan serangannya yang gagal itu, "tak kusangka kau bisa bertahan dariku hingga sekarang ternyata rumor itu memang benar ada seorang Iblis yang mempunyai energi cahaya di tubuhnya
"Jadi rumor itu memang benar jika ada seorang Iblis yang mempunyai energi cahaya di tubuhnya" ucap Raphel sinis
"Tapi kau masih akan ka-" ucapan Raphel terputus saat Raphel merasakan sebuah Light Spear tepat di dadanya dari belakang dan setelah di ketahui siapa ternyata dialah Naruto
"B-bagaimana b-bisa" ucap Raphe tergagap karena merasa tubuhnya sudah lemas akibat tusukan Light Spear dari Naruto
"Aku menggunakan sebuah replika untuk menggantikanku saat melawanmu sedangkan diriku menunggu waktu yang tepat untuk menghabisimu, jika kau merasakan dari tadi mungkin aku akan kalah denganmu" ucap Naruto menjelaskan tekniknya pada Raphel
Sedangkan Raphel hanya bisa menatap Naruto tidak percaya lalu tubuhnya menghilang meninggalkan bulu gagak yang besar
Brukkk
Tiba-tiba tubuh Naruto jatuh ke tanah karena aslinnya kekuatannya sudah habis untuk melawan Raphel tadi, "nii-san aku berhasil" ucap Naruto lemas lalu tak sadarkan diri
Flashback End
Mengingat itu Naruto hanya bisa menutup matanya sambil memberikan sebuah senyuman tipis saat mengenang keberhasilannya mengalahkan Raphel Gubernur Malaikat Jatuh yang pertama
Kriiettt
Bunyi kereta yang di tumpangi Naruto berhenti membuat Naruto tersadar dari lamunanya lalu melangkah mengikuti Sona dan Serafall menuju Mansion Sitri
"Ayo Onii-chan aku ingin melihat ekspresi ayah dan ibu saat melihatmu masih hidup" ujar Serafall sambil menggandeng tangan Naruto
"Heh masih juga seperti dulu" ucap Naruto yang terkikik geli melihat kembarannya itu
Sedangkan Serafall hanya mengembungkan pipinya saja, "mou aku sudah berbeda Naru-kun lihat!, ini sudah sangat besar-besar dari yang dulu Onii-chan lihat" ucap Serafall sambil menggoyangkan dadanya membuat Naruto mimisan melihatnya
Sedangkan Sona yang melihatnya hanya sweatdrop saja karena melihat tingkah kakak-kakaknya itu
TBC
TBC
TBC
Yoo lama tak bertemu di fic ini, gimana dengan Chapter ini?, kurang, Greget kah atau yang lain ane butuh pendapat kalian
NaomiHimutsu Log Out
