Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : RNR, DLDR, Review please!
The Library
Drabble Riddle.
Happy Reading~
.
.
.
The Library
.
.
.
Ino menggelung rambut platinanya seusai mencatat beberapa judul textbook yang akan dipinjamnya sebagai referat journal readingnya di perpustakaan kampusnya. Ia langsung bertanya kepada petugas perpustakaan sesampainya ia disana mengenai textbook yang akan ia pinjam. Sang petugas perpustakaan kemudian mengarahkannya pada beberapa rak buku yang berada di sudut perpustakaan dan menempel pada dinding.
Setelah mendapat beberapa textbook pada rak paling ujung di perpustakaan itu, ia memeriksa kembali list textbook yang berencana dipinjamnya lalu menghela napas. Satu textboox lagi yang harus didapatkannya. Ino kemudian melangkahkan kakinya ke rak paling sudut di perpustakaan itu. Jemari lentiknya menyusuri buku-buku yang ada hingga akhirnya ia menemukan textbook yang ia cari.
Ia terkejut saat didapatinya seorang pemuda menarik bermata dan berambut senada. Berwarna merah. Di celah buku yang baru saja diambilnya. Ino menatap pemuda itu beberapa saat. Mata mereka bertemu. Biru laut bertemu merah. Mereka saling menatap beberapa lama kemudian pemuda itu tersenyum.
Manis. Gumam Ino dalam hati.
Mereka menghabiskan beberapa menit bertemu pandang dan saling tersenyum namun kemudian buyar saat smartphone Ino bergetar. Tanda adanya pangggilan masuk. Ia segera merogoh kantongnya kemudian berjalan keluar perpustakaan.
Ternyata panggilan tadi dari sahabatnya, Sakura. Yang mengajaknya makan siang bersama. Sembari menenteng textbook pinjamannya, ia berjalan menuju cafetaria. Pikirannya tidak luput dari pemuda bemata senada dengan rambutnya yang merah itu.
Sesampainya di cafetaria, ia segera menghampiri sahabat merah mudanya yang tengah duduk di bangku dan memainkan smartphonenya.
"Jidat."
Yang dipanggil jidat menoleh, "Pig! Kau sudah dengar isu baru-baru ini kalau perpustakaan kita berhantu?" Ujarnya to the point.
Ino mengerutkan keningnya.
"Coba jelaskan." Ucap Ino yang menaruh textbooknya kemudian duduk berseberangan dengan Sakura.
"Begini lho—dari yang kudengar sewaktu gedung baru kampus ini dibangun, terjadi kasus pembunuhan oleh salah satu mahasiswanya."
"Lalu?" Ino penasaran.
"Korbannya itu kemudian ditanam di dinding perpustakaan. Karena itu perpustakaan gedung ini berhantu."
Ino menelengkan kepalanya, "hah?"
"Yang kudengar korbannya itu laki-laki yang warna rambut dan matanya merah!"
DEG! Ino seakan menyadari satu hal—
"Orang bilang sih …" Sakura terus melanjutkan ceritanya sementara pikiran Ino sudah melayang entah kemana—tidak lagi mendengarkan perkataan Sakura.
—bukankah textbook terakhir yang diambilnya dari rak buku paling sudut dan menempel dengan dinding? Lalu darimana datangnya pemuda itu?
Tunggu! Pembunuhan? Dinding perpustakaan? Laki-laki berambut dan bermata merah? Jangan-jangan pemuda tadi itu?!
Fin
