PRANGGG...

Sebuah suara nyaring terdengar dari luar kamar Kangin dan Leetuk membuat mereka terkejut dan bergegas mencari tahu ada apa diluar sana, dan betapa terkejutnya Kangin dan Leetuk saat melihat anak sulungnya yaitu Choi Siwon sudah berdiri dengan keadaan sangat terkejut disana.

"Ini tidak mungkin,"ucapnya masih tak percaya.

Author Pov*

Ruangan kamar sepasang suami istri Choi Kangin dan Choi Leetuk kini berubah menjadi mencekam dengan tatapan tajam sang mata elang milik Choi Siwon. tatapan tajam yang diberikan oleh Choi Siwon seolah menandakan ia membtuhkan penjelasan secara gamblang apa yang barusan ia dengarkan dengan tidak sengaja tersebut. sebuah kenyataan yang selama ini ditutup rapat-rapat oleh kedua orang tuanya kini sudah saatnya terungkap agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lagi.

"Sekarang tolong jelaskan sebenarnya apa yang terjadi eomma, appa?"tanya Siwon dengan tatapan yang masih shock.

"Sebenarnya..."memori sepasang suami istri tersebut terputar dengan jelas di otak mereka.

Flashback on

Di malam yang dingin dan bersalju sepasang kekasih tengah mencari perlindungan untuk buah hati mereka yang baru berumur sekitar enam bulanan. mereka berdua tampak sangat ketakutan. Pikiran keduanya sungguh kalut dan tenaga mereka sudah terlalu terkuras habis untuk melarikan diri dari kejaran-kejarang orang suruhan appa salah satu dari mereka.

"Chagi eottokhae? Aku sudah tidak sanggup lagi untuk berlari,"ucap sang yeoja berkulit putih dan cantik bagaikan putri dari negeri dongeng. Sementara disampingnya sudah ada seorang namja tampan yang sedang mengelus surai kecoklatan sang istri.

"Chagi sabarlah, demi anak kita,"ucap sang namja tampan yag teridentifikasi bernama Tan Hangeng tersebut.

"Sebenarnya apa salah anak kita chagi? Kenapa appamu malah ingin membunuh darah daging kita?"tanya yeoja cantik tersebut yang diketahui bernama Tan Heechul.

Ya, mereka telah melakukan kesalahan besar. Heechul telah mengandung anak mereka diluar nikah dan pada akhirnya orang tua Hangeng yang merupakan pengusaha terkenal yang manaungi Tan Corp mengetahui hal tersebut. untuk menghindari pers tahu tentang aib keluarganya, akhirnya appa dari Tan Hangeng menyuruh seseorang atau sekelompok mafia yang terkenal dari Jepang untuk membunuh bayi mereka berdua yang tak lain adalah cucu kandungnya sendiri.

"Mianhae chagi, ini semua memang salahku. Aku tidak bisa membiarkan appa membunuh bayi kita, buah hati kita yang selama ini kita rindukan keberadaannya, aku tidak bisa,"ucap Hangeng antusias.

"Aku akan meminta bantuan sahabatku chagi, aku akan memintanya untuk menjaganya untuk sementara waktu. Bagaimana?"tanya Hangeng sambil menggenggam tangan Heechul kuat.

"Apapun demi anak kita chagi."Heechul menatap mata Hangeng memberi persetujuan. Akhirnya tanpa membuang-buang waktu lagi mereka berdua segera pergi dengan manaiki sebuah bis untuk menuju rumah sahabat seorang Tan Hangeng.

Keduanya akhirnya sampai di sebuah rumah yang tampak sangat mewah dan berdiri dengan kokohnya. Mereka berdua segera memencet bel yang ada pada gerbang dan setelah berbicara sebentar dengan sang pemilik rumah gerbang tinggi itupun akhirnya terbuka lebar. Dengan segera keduanya segera memasuki halaman rumah megah tersebut. pintu berwarna cokelat tua itu pun akhirnya terbuka lebar menampakkan sepasang suami istri yang sedang menggendong seorang anak laki-laki yang ada di pelukannya. Sepertinya balita yang ada di dalam gendongan sang yeoja cantik tersebut sedang tertidur dipelukan hangat ibunya.

"Hangeng!"ucap Kangin terkejut melihat sahabatnya sudah berdiri di depan rumahnya.

"Ne Kangin-ah. Ini aku Hangeng,"ucap Hangeng lalu memeluk erat Kangin sahabat karibnya sejak kecil tersebut.

"Masuklah, diluar sangat dingin,"ucap kangin sambil menarik tangan sahabatnya itu untuk masuk ke dalam rumahnya.

Setelah mendengarkan cerita dari Hangeng. Hati kangin tersentuh pada cerita sahabatnya tersebut. Kangin beranjak dari duduknya dan memeluk Hangeng erat mencoba menyalurkan sebuah keberanian untuknya agar bisa melewati setiap rintangan yang tengah dihadapinya.

"Kumohon Kangin-ah, jagalah putri kami. aku janji suatu saat nanti aku akan mengambilnya kembali setelah semua keadaan sudah membaik. Aku tidak mau ia dibunuh oleh kakeknya sendiri,"Hangeng kini mulai terisak di dalam pelukan sahabatnya tersebut.

"Jangan khawatir Hangeng-ah, aku pasti akan menjaga putrimu dengan baik. Kau tidak usah khawatir, aku akan menganggapnya seperti anakku sendiri."ucap Kangin mantap. Leeteuk yang sedang menggendong bayi mungil tersebut akhirnya ikut mendekati Heechul yang masih terisak memandangi wajah putri kecilnya itu.

"Chullie aku pasti akan menjaga anakmu dengan baik sampai kau datang menjemputnya. Aku akan menganggap dia seperti anakku sendiri. Jangan khawatir ne,"ucap Leeteuk berusaha menenangkan tangisan Heechul yang semakin mengeras.

"Jeongmal? Aku percaya padamu Leeteuk-ah. Gomawo. Jeongmal gomawo atas segalanya,"ucap Heechul sambil menahan tangisnya. Heechul segera menyerahkan putri kecilnya tersebut dengan berat hati. Setalah menyerahkan putri kecilnya pada keluarga Choi, mereka berdua segera pergi dari rumah keluarga Choi untuk siap menghadapi appa Hangeng dan memperoleh restu bagi mereka berdua.

Flahback off

.

.

.

Siwon duduk di tepi ranjang Kibum yang kini tengah tertidur pulas di atas ranjangnya. Tangan kekar Siwon bergerak mengelus pipi tembam Kibum yang begitu menggoda tersebut lalu mengecupnya penuh sayang. Hati Siwon kini benar-benar tak karuan setelah mendengar cerita sebenarnya dari kedua orang tuanya. Ia tidak tahu harus senang atau sedih, tetapi yang jelas saat ini ia sangat takut sekali kalau dia akan berpisah dengan Kibum-Nya.

"Bummie, apa yang harus aku lakukan?"ucap Siwon lirih sambil menggenggam tangan Kibum erat.

"Kenapa jadi seperti ini? aku tidak mau kau meninggalkan oppa Bummie. Oppa sangat menyayangimu,"kembali Siwon berucap pada angin malam.

"Kau tidak akan meninggalkan oppa kan Bummie?"tanya Siwon pada Kibum yang dapat dipastikan tak dapat mendengarkan pertanyaan yang terlontar dari Siwon barusan karena Kibum sedang berkelana di alam mimpinya.

"Kau tidak menjawab berarti aku anggap kau tidak akan meninggalkan oppa,"Siwon mulai beragumentasi sendiri sambil terus membelai rurai hitam legam Kibum.

Author pov end*

Kibum pov*

Mataku mulai mengerjap imut saat mentari pagi mulai mengetuk indera penglihatanku. Aku segera beranjak dari ranjangku dan bergegas ke kamar mandi lalu bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Aku segera bergegas menuju kamar oppaku untuk membangunkannya. Ya, asal kalian tahu seorang Choi Siwon yang sangat cool itu ternyata sangat hobi sekali tidur dan sangat susah untuk dibangunkan. Aku membuka kenop pintu kamar Siwon oppa dan menyembulkan kepalaku ke dalam untuk melihat ia sudah bangun apa belum. Ehh tapi kemana Siwon oppa? Tidak biasanya ia bangun pagi dan sudah tidak ada di dalam kamarnya. aku segera menuruni anak tangga dan berjalan menuju ruang makan yang ada di depan dapur. Aku mengerjap bingung, kenapa hari ini semuanya sudah siap di meja makan dan wajah mereka tampak murung sekali. ada apa ini sebenarnya?

"Morning..."sapaku ceria lalu mencium pipi ketiga orang yang paling aku sayangi itu. aku memeluk eomma erat saat kusadari raut lelah eomma.

"Kalian kenapa? Tidak biasanya pagi-pagi sekali sudah berkumpul di meja makan? Kalian ingin memberikan kejutan buatku ne?"ucap Kibum bersemangat. Ketiganya tampak sedang mengulas senyum yang dipaksakan.

"Ahh... anak eomma sudah siap ne. Baiklah sekarang kita sarapan,"Eomma segera memberi isyarat pada kami untuk segera makan agar tidak telat untuk pergi ke sekolah.

"Bummie bagaimana kalau sepulang sekolah kita jalan-jalan dulu, boleh kan eomma?"tanya Siwon oppa padaku dan eomma.

"Tentu saja boleh chagi, tapi jangan sampai larut malam ne jalan-jalannya,"jawab eomma sambil mengeluarkan senyum malaikatnya pada kami berdua.

"Memangnya kita mau jalan-jalan kemana oppa?"tanyaku penasaran.

"Rahasia,"ucap Siwon oppa lalu segera berlari meninggalkanku. Aishh menyebalkan sekali Siwon oppa! Sekarang dia suka bermain rahasia-rahasiaan padaku.

"Eomma, appa aku berangkat dulu ne, annyeong,"teriaknya tak sopan.

"Aishh oppa tunggu aku!"teriakku keras agar Siwon oppa bisa mendengarnya. Aku segera mencium pipi eomma dan appa lalu dengan agak tergesa mengejar Siwon oppa yang sudah menaiki motor sportnya.

"Aishh oppa menyebalkan sekali eoh,"aku menaiki motor sportnya masih dengan mengomel dan memukul kepalanya.

"Ya! Bummie kenapa kau hobi sekali memukuli oppa eoh? kalau ketampananku hilang bagaimana? Kau harus tanggung jawab pokoknya,"ucap Siwon oppa sebal.

"Hahaha wajahmu dari dulu sudah jelek oppa, jadi jangan salahkan aku kalau kau kehilangan ketampananmu karena kau sudah jelek dari lahir,"aku berusaha menggoda oppa tersayangku ini. tapi sepertinya aku sudah membangkitkan singa yang bersarang di dalam jiwa oppa saat ini.

Dengan tidak berperikemanusiaannya Siwon oppa melajukan motor sportnya dengan kecepatan tinggi yang tidak aku duga. Untung saja tanganku bergerak cepat untuk memeluk pinggang Siwon oppa, jika tidak aku tidak tahu lagi apa jadinya aku saat ini.

"Ya! Oppa pelan-pelan sedikit. Aku takut,"aku semakin mempererat pelukanku pada pinggang Siwon oppa.

"Hahahah...Makanya jangan suka mengejek oppa eoh,"tawanya penuh kemenangan. Aishh awas saja aku akan membalasmu oppa.

Author pov*

Kibum sedag menunggu Siwon di depan gerbang sekolahnya. Jam pelajaran telah usai sejak lima belas menit yang lalu tetapi Siwon belum juga menampakkan batang hidungnya. Kibum menyandarkan tubuhnya pada gerbang sekolah. Matanya tertuju pada seorang ahjumma yang tampaknya sedang kebingungan mencari sesuatu. Tiba-tiba ada sebuah cincin yang menggelincir ke arahnya. Tangan Kibum perlahan menggapai cincin yang terjatuh di atas tanah tersebut. mengamatinya secara seksama lalu menoleh pada seorang ahjumma tadi yang tampaknya sedang kebingungan. Kibum berjalan menghampiri ahjumma tersebut dan mengembalikan cincin miliknya.

"Ahjumma ini milikmu kan?"ucap Kibum sambil mengulurkan tangannya guna menyerahkan cincin yang jatuh tadi.

Wanita paruh baya tersebut tampak sangat terkejut melihat Kibum yang ada di hadapannya saat ini. matanya mulai berkaca-kaca, tangannya mengulur untuk menyentuh wajah Kibum lalu mengelusnya penuh sayang, sementara Kibum hanya diam saja mendapatkan perlakuan seperti itu dari wanita paruh baya yang tidak dikenalnya tersebut. namun, dihati kecil Kibum muncul sebuah perasaan aneh yang tercipta kala melihat manik wanita paruh baya yang ada di hadapannya sekarang. Sebuah kehangatan yang tercipta yang membuat hati Kibum merasa sangat nyaman berada di dekat wanita paruh baya tersebut. tanpa sadar wanita paruh baya tersebut memluk tubuh mungil Kibum dengan sangat erat membuat Kibum semakin kebingungan dengan sikap wanita paruh baya itu.

"Kau sudah besar ternyata nak,"ucap wanita itu dalam hati. Wanita paruh baya tersebut semakin memeluk tubuh Kibum erat, menyalurkan hasrat kerinduan yang teramat besar padanya.

"Ahjumma waeyo?"tanya Kibum pada wanita paruh baya itu saat pelukan di antara keduanya terlepas. Ada setetes air mata yang mengalir di kelopak indah wanita cantik tersebut membuat Kibum semakin bingung dibuatnya.

"Aniyo. Kau sangat cantik nak, orang tuamu pasti beruntung memiliki anak sepertimu,"ucap wanita itu sambil menunduk dalam.

"Bummie!"teriak sebuah suara yang membuat Kibum mau tidak mau harus menolehkan kepalanya malas pada Oppanya yang sudah membuatnya kesal hari ini karena kejadian pagi tadi.

"Ya! Oppa kau kemana saja eoh? aku daritadi menunggumu,"tanya Kibum kesal sambil mempoutkan bibir merahnya imut membuat Siwon dan wanita paruh baya yang ada di sampingnya tersenyum geli melihat kelakuan imut Kibum.

"Aishh jangan berpose seimut itu Bummie, lihat namja-namja itu sudah mimisan karena ulahmu itu,"Kibum menolehkan wajahnya sesuai dengan arahan tangan Siwon, Kibum merutuki dirinya sendiri kala melihat banyak namja yang sudah mimisan dan jatuh pingsan dibuatnya.

"Aishh ada apa dengan mereka? Merepotkan saja,"Kibum mengomel tak jelas kala melihat namja-namja itu hingga ia menyadari bahwa wanita paruh baya tersebut sudah beranjak dari tempatnya tadi berdiri.

"Eh? Ahjumma mau pergi?"tanya Kibum spontan kala melihat wanita paruh baya itu berjalan menjauhi Kibum dan Siwon.

"Ne, sampai juga lagi nak. Kau benar-benar anak yang manis nak,"ucap wanita paruh baya itu sambil mengelus surai hitam Kibum sebelum berlalu pergi darinya. Sementara Siwon hanya memandang bingung pada mereka berdua yang tampak dekat sekali.

"Bummie, ahjumma itu siapa?"Siwon mendekati Kibum yang masih melambaikan tangannya pada wanita paruh baya itu yang sudah menaiki mobil mewahnya.

"Ahh iya aku lupa menanyakan namanya oppa,"Kibum menepuk dahinya pelan. Merutuki kebodohannya barusan. Kenapa ia bisa lupa menanyakan nama wanita itu tadi.

"Eh? Jadi kau tidak kenal dengan ahjumma itu?"tanya Siwon heran.

"Emmm, aku baru mengenalnya beberapa menit yang lalu oppa, dia ahjumma yang sangat cantik, hangat dan lembut. Aku sangat menyukainya. Pasti yang menjadi anaknya sangat beruntung memiliki eomma seperti ahjumma tadi,"ucap Kibum kagum pada wanita paruh baya tadi.

"Aishh kau terlalu berlebihan Bummie, cantikan juga uri eomma meskipun terkadang ia sangat kejam haha,"ucap Siwon apa adanya.

PLETAKK...

"Awww appo Bummie, aishh aku rasa aku harus memakai helm jika di dekatmu agar kepalaku ini tidak benjol,"ucap Siwon sambil mengelus kepalanya.

"Tentu saja eomma yang paling cantik dan jangan sekali-kali menjelek-jelekkan eomma eoh. dia adalah wanita yang paling baik di dunia serta mempunyai hati seperti malaikat,"puji Kibum apa adanya hingga membuat Siwon jengah.

"Ya! Itu karena eomma selalu menyayangimu dan dia sangat senang sekali menyiksaku ckckck,"ucap Siwon sedih meratapi nasibnya sendiri.

"Aishh Sudahlah oppa jangan memasang wajah memelas seperti itu, aku ingin tertawa kalau kau memasang muka seperti itu. Sekarang kita mau kemana oppa?"tanya Kibum.

"Ikut saja dengan oppa,"Siwon segera menarik tangan Kibum untuk menaiki motor sportnya. Lalu melaju menuju suatu tempat.

.

.

.

Dan disinilah mereka. Disebuah bukit hijau yag sangat indah dengan pohon besar yang ada di tengah-tengah bukit. Tangan kekar Siwon masih dengan setia menutup mata indah Kibum. dengan hati-hati Siwon menuntun Kibum untuk mendaki bukit kecil tersebut. setelah mereka berdua telah sampai, perlahan Siwon menyuruh Kibum untuk membuka mata indahnya. Dan betapa terkejutnya Kibum saat melihat pemandangan yang sangat indah terhampar di hadapannya saat ini. bukit yang hijau, suasana yang sangat sejuk, serta mentari yang bersinar teduh seolah sangat mendukung suasana sore hari itu.

"Wuaahhhh indah sekali oppa,"ucap Kibum kagum pada hamparan bukit yang hijau tersebut.

"Arasseo, Bummie kemarilah,"Siwon memberi isyarat pada Kibum untuk duduk disampingnya. Kibum menyandarkan kepalanya pada bahu Siwon, lalu menutup matanya untuk menikmati semilir angin yang berhembus sangat sejuk menyapa kulit mulusnya. Siwon mengelus surai hitam Kibum dengan lembut. Hatinya sungguh sangat tenang disaat hanya ada dia dan Kibum berdua seperti saat ini. semalaman Siwon tidak tenang dan tidak bisa tidur karena memikirkan rahasia tentang Kibum yang tadi malam telah diungkap oleh kedua orang tuanya.

"Bummie oppa sangat menyayangimu,"ucap Siwon memecah keheningan di antara keduanya. Kibum menengadah untuk melihat raut wajah Siwon yang tampan.

"Arasseo oppa, aku juga sangat menyayangi oppa,"Kibum menjawab dengan tulus lalu mendaratkan kecupan singkat di pipi Siwon. lagi-lagi Siwon hanya bisa menghela nafas frustasi karena takut kehilangan Kibum.

"Bummie,"panggil Siwon lagi membuat Kibum harus menengadah lagi untuk melihat wajah Siwon. keduanya pun kini saling berpandangan. Kibum dapat melihat tatapan penuh sayang dari oppa tercintanya tersebut.

"Bummie bagaimana kalau misalnya aku bukan oppamu?"tanya Siwon tanpa sadar sambil menatap mata indah Kibum yang begitu teduh.

"Emmmm... mungkin aku akan meninggalkan oppa,"canda Kibum membuat raut wajah Siwon seketika itu menegang. Jantungnya berpacu sangat cepat kali ini. apa yang ia takutkan apakah akan benar terjadi? Dia akan kehilangan Kibum-nya seandainya Kibum tahu kalau dia bukanlah adik kandungnya? Pemikiran-pemikiran negatif kini semakin jelas terbayang di otak cerdas Siwon.

"Aishh oppa kenapa kau memasang wajah sedih seperti itu eoh? tentu saja aku tidak akan meninggalkan oppa, karena kita selamanya akan bersama. Aku sangat menyayangi oppa. Jadi jangan memberikanku pertanyaan konyol seperti itu lagi ne,"jelas Kibum panjang lebar, membuat Siwon akhirnya bisa menarik nafas lega kembali karena jawaban yang barusan dilontarkan adiknya tersebut.

"Kau tau kan oppa, sejak dari kecil kita selalu bersama. Oppa selalu melindungiku saat aku diganggu oleh teman-temanku dan yang tidak bisa aku lupakan sampai sekarang dulu bahkan oppa hampir kehilangan nyawa karena kebodohanku, mianhe oppa aku bukanlah adik yang baik untukmu,"Kibum menunduk dalam. Siwon meraih tubuh mungil Kibum dalam pelukannya mencium pucuk kepala yeoja yang amat sangat disayanginya tersebut bahkan mungkin sekarang kita bisa menyebutnya cinta.

"Apapun akan oppa lakukan asalkan kau bahagia Bummie. Oppa rela menjadi pelindungmu seumur hidup Bummie,"ucap Siwon lembut sambil semakin mempererat pelukannya pada Kibum.

"Ya! Bagaimana bisa oppa berbicara seperti itu eoh. kelak kau harus menjaga istri dan keluargamu sendiri oppa, kau tidak bisa menjagaku selamanya,"ucap Kibum begitu polos.

"Oppa bisa berbicara seperti itu karena oppa sungguh sangat menyayangimu Bummie, jadi jangan pernah tinggalkan oppa ne. Janji ?"Siwon menautkan jari kelingkingnya dan Kibum lalu tersenyum bersama. Tertawa lepas di hamparan rerumputan hijau yang menjadi saksi janji kecil mereka.

"Ne, Bummie janji tidak akan meninggalkan oppa,"Kibum memeluk tubuh kekar Siwon penuh sayang. Dia sangat bersyukur mempunyai oppa seperti Siwon yang sangat menyayanginya melebihi apapun.

.

.

.

Kibum dan Siwon akhirnya tiba juga dikediaman keluarga Choi. Kibum dan Siwon segera masuk ke dalam rumahnya sambil berpegangan tangan, mereka tidak mau mendapatkan omelan dari eomma tercintanya karena pulang terlambat.

"Eomma..."teriak Kibum dari pintu utama tanpa meyadari ternyata ada tamu di rumah mewahnya tersebut.

"Bu-Bummie..."Choi Leeteuk berucap gugup saat melihat Kibum sudah berada di ruang tamu bersama Siwon di sampingnya.

"Eh? Ahjumma?"Kibum sangat terkejut kala melihat wanita paruh baya yang baru saja dikenalnya ada di rumahnya. Wanita paruh baya tersebut berjalan mendekati Kibum namun sebelum ia sampai di tempatnya sebuah teriakan seorang Choi Leeteuk sudah menginstrupsi kegiatannya.

"Kim Heechul kumohon jangan sekarang! Dan Bummie sekarang masuklah ke dalam kamarmu!"teriak Leeteuk cukup keras membuat Kibum sangat takut kala melihat kilatan amarah yang terpancar dari mata indah seorang Choi Leeteuk yang terkenal hangat tersebut. dengan langkah cepat Kibum segera berjalan meninggalkan ruang tamu untuk menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua.

"Anakku. Kim Kibum anakku,"suara serak yang keluar dari bibir merah wanita paruh baya yang diketahui bernama Kim Heechul tersebut seketika itu menghentikan langkah kaki Kibum yang baru berjalan tiga langkah. Tubuh Kibum serasa kaku saat mendengar ucapan dari Heechul tadi. ia menolehkan kepalanya pada Heechul yang kini sudah terisak menangis. Wajah yang sangat teduh itu kini mulai pucat dan lemah. Namun sekarang Kibum sama sekali tidak memikirkan hal tersebut dia benar-benar sangat terkejut atas apa yang barusan diucapkan oleh Heechul.

"M-Mwooooooo?"ucap Kibum tak percaya. Lidahnya sangat keluh sekarang, sungguh ia tak mampu berkata-kata saat ini. tubuhnya hanya merasa kaku hingga ia hanya mampu berdiri di tempat.

To be continued or end ...

Annyeong my readers ^^

Hehe akuh kembali dengan FF ini. adakah yang menunggu?

Hahh tapi kayaknya udah gak ada yang minat yak ama FF ini. terbukti dari reviewnya yang semakin sedikit dibandingka awal FF ini publish :o apa udah mau di end aja kali yak... heumm terserah reader deh.

The big thanks to:

Meyy-chaan : choi Haemin : siska : Gysnower : 8687 : Bummiesimba : iruma-chan : choikyuhae : shin je seok : zakurafreeze : evilmagnaemin : sibum shipp : shofy nurlatief : Nina317elf : kang hyun yoo : shim yeonhae : : blue minra: dwiihae : cho97 : indahpus96 : anin arlunerz : Brigitta bukan brigittew : wonwonbum : bum407 : feykwangie : Bummie Kim : repaaass : and some guest (tolong sebutin nama kalian ne)

.

.

Jeongmal gomawo readers

.

.

Review again please ^^