I Think U Know
Chapter 4
"Broken Heart"
~o~
Cast : Minkyu couple, Changmin x Kyuhyun
.
Author : Shania9ranger
.
Disclaimer: Super Junior-TVXQ belong to SME, God, and them selves, but this story is mine.
.
.
.
Rapat berlangsung cukup lama, banyak hal yang di bahas mengenai persiapan konser SM Town. Selama rapat berlangsung aku berusaha sekuat tenaga bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, sedangkan Kyuhyun yang duduk tepat berhadapan dengaku terus menatap gerak-gerikku dengan intens. Entah apa yang dipikirkannya…
"Rapat kita akhiri sampai disini. Kalian semua sudah mengerti kan apa saja yang perlu dipersiapkan?" Tanya So Man ajhussi sebelum mengakhiri rapat.
"Ne ajhussi." Jawab kami serempak.
"Bagus, kalau begitu saya permisi dulu."
Sepeninggalan Soo Man ajhussi, aku segera meninggalkan ruang rapat tanpa menunggu Yunho hyung yang sedang asik bercakap-cakap dengan Teuki hyung.
"Minnie!"
Ku abaikan panggilan Kyuhyun, aku tau dia sedang berusaha mengejarku.
"Changminnie, tunggu aku!"
Tidak, aku tidak akan berpaling lagi menatap sosoknya. Terlalu sakit mengingat hubungan kami sudah berakhir dan dia bukan milikku lagi. Ku putuskan untuk berlari meninggalkan gedung SM.
Berlari dan terus berlari, kakiku seolah tidak mau berhenti menembus angin malam musim dingin yang menusuk kulit. Entah kaki ini akan membawaku kemana, aku tidak perduli. Yang pasti saat ini yang ku inginkan adalah lari, lari dari kenyataan pahit bahwa aku telah kehilangan Kyuhyun kekasihku, cintaku, belahan jiwaku.
.
~o~
.
Dan disinilah aku sekarang, di sebuah club yang terletak di pinggiran kota Seoul. Kurasa dengan meminum bir aku dapat menghilangkan sedikit rasa sesak yang sejak tadi siang menyiksa dadaku.
"Ajhusssssi, aku minta 1 botol lagi… hiks…"
"Aigoo~ Nak, kau sudah terlalu banyak minum."
"Ehmmm… hiks…"
"Lihat, sudah berapa botol yang kau habiskan eoh? Kau sudah menghabiskan puluhan botol."
"Tapi aku masih mau minum~"
"Ckck… kau sudah mabuk berat, nak."
"Ajhussssssi… jebaaaaalll…"
"Tidak, sudah cukup. Sebaiknya kau pulang sekarang, keluargamu pasti khawatir. Lagi pula ini sudah pagi dan club kami akan tutup sebentar lagi."
"Dasar pelit…"
Terpaksa aku pergi meninggalkan club tersebut. Aku memang mabuk berat, tapi sepenuhnya pikiranku masih sadar. Dengan langkah terhuyung aku berjalan tak nentu arah. Aku belum mau pulang, selain takut Yunho hyung marah aku juga masih ingin menyendiri. Jam dipergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Pantas saja udaranya masih sangat dingin, dan aku tidak memakai pakaian tebal. Dingin…
Di tengah-tengah perjalanan aku melihat sebuah taman. Ku putuskan untuk duduk di salah satu bangku taman yang ada disana. 'Uuuuggghh…' Kenapa rasanya dadaku bertambah sesak, padahal aku sudah meminum banyak bir.
"Kyu, aku tidak bisa hidup tanpamu…"
Lelah, rasanya tubuhku sudah kehabisan tenaga. Akhirnya aku meringkuk di bangku taman sambil memeluk lututku, berusaha mendapatkan sedikit kehangatan yang menjalar dari tubuhku sendiri. Tidak lama aku sudah terlelap dibuai oleh mimpi-mimpi akan kenangan manis bersama Kyuhyun.
.
~o~
.
Tes!
Ku buka mataku perlahan saat merasakan setetes air mengenai wajahku. Perlahan tapi pasti tetesan-tetesan air mulai turun dari langit membasahi bumi. Hujan semakin deras dan aku tidak beranjak dari tempat dudukku. Ku tatap langit mendung yang terus-menerus menurunkan air hujan. Pemandangan langit seolah menggambarkan suasana hatiku. Yang bisa ku lakukan saat ini adalah menangis dalam diam di tengah-tengah guyuran hujan.
"Kyu… s-saranghae… hiks… jeongmal saranghaeyo…" Isakan tangis semakin jadi tatkala senyumannya menguar dalam memoriku.
"Minnie?"
Ku angkat kepalaku dengan susah payah, rasanya kepalaku pusing sekali. Samar-samar mataku menangkap sosok yang sudah tidak asing lagi dengan membawa payung berwarna biru.
"Hyung…"
"Ya! Kau kemana saja hah?! Aku mencarimu semalaman. Aish, kau benar-benar membuatku khawatir. Dasar dongsaeng nakal!" Cecar Yunho hyung tanpa ampun. Benarkan, Yunho hyung pasti akan memarahiku.
"Mian…"
"Ayo pulang!"
"…" Rasa sakit di kepalaku semakin berdenyut-denyut. Perlahan pandanganku mengabur. Aku berusaha bangkit berdiri, namun…
"Hei Changminnie, gwaenchana?"
BRUUUUGH!
"Ommoo, Minnie!"
.
~o~
.
"Uughh…"
"Minnie, kau sudah sadar? Syukurlah…" Tanya Yunho hyung. Raut wajahnya kelihatan cemas sekali, beruntung aku memiliki hyung yang sangat sayang padaku.
"Emmm… ini dimana hyung?"
"Di kamarmu, babo! Kau pingsan kemarin di taman. Dokter bilang kau mabuk berat, kelelahan dan juga demam akibat hujan-hujanan." Ujar Yunho hyung sambil mengambil kompresan yang ada diatas kepalaku. Setelah itu dia celupkan kedalam air es lalu memerasnya dan diletakan kembali di atas kepalaku.
"Mian hyung, aku sudah merepotkanmu."
"Huft… sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau mabuk-mabukan sampai seperti itu?"
"Tidak ada apa-apa." Jawabku datar.
"Benarkah?" Yunho hyung menatapku curiga.
"Benar." Aku tau aku tidak akan bisa bohong dihadapan hyungku yang satu ini, jadi ku putuskan memalingkan wajahku ke arah yang lain.
"Ya sudah, istirahatlah. Hyung akan buatkan bubur untukmu."
"Ne, gomawo hyung."
Yunho hyung tersenyum sambil mengusap kepalaku sayang lalu pergi.
.
~o~
.
Sudah seminggu aku tak bertemu dengan Kyuhun sejak kejadian itu. Bukannya dia tidak mencariku, tapi lebih tepatnya aku yang menghindar dari dirinya. Kyuhyun tak henti-hentinya mengirimiku pesan walaupun tak ada satu pesan pun yang aku balas, bahkan ia sering kali menelponku tapi lagi-lagi ku abaikan. Dan sudah beberapa kali Kyuhyun berusaha menemuiku di apartemen, namun tetap usahanya agar bertemu denganku sia-sia karna aku akan langsung mengurung diri di kamar sampai dia pergi dari apartemen. Kalian pasti berpikir bahwa aku kekanak-kanakan? Terserah, aku sudah tidak mampu untuk bertemu dengannya lagi. Terlalu sakit…
Sebenarnya yang aku takutkan adalah kenyataan pahit yang akan terlontar dari mulutnya sendiri, jika sekarang ia sudah bersama dengan hyung tercintanya Choi Siwon. Tidak, aku tidak akan sanggup. Aku tidak akan mampu mendengarnya.
Lagipula aku tidak mau Kyuhyun sampai melihat penampilanku saat ini, kacau dan menyedihkan. Selama seminggu ini aku bagaikan mayat hidup. Aku lebih sering mengurung diri dikamar. Berat badanku pun turun drastis lantaran tidak nafsu makan. Tidak ada lagi Shim Changmin yang dulu ceria, yang ada sekarang hanyalah orang bodoh yang kehilangan cintanya. Miris. Aku sudah tak sanggup hidup seperti ini. Tubuhku tidak bisa hidup tanpa adanya seorang Cho Kyuhyun. Apa sebaiknya aku akhiri hidupku saja? Ya, kurasa itu ide yang bagus.
Perlahan aku bangkit dari ranjang menuju kamar mandi. Ku isi bathup dengan air dingin hingga penuh lalu tanpa melepas pakaian, ku baringkan tubuhku di dalam bathup tersebut. Dengan pasrah ku tenggelamkan diri ke dalam air untuk merenggang nyawa.
…Selamat tinggal Cho Kyuhyun, selamat tinggal cintaku…
Saranghae, jeongmal saranghaeyo.
Semoga kau bahagia bersama Siwon hyung.
.
.
.
.
~to be continue~
