HAEHYUK

.:::::.

CHOOSE TO LOVE YOU

.:::::.

..

..

..


Pagi- pagi sekali Donghae sudah bangun. Dia mandi dengan cepat, berpakaian dengan cepat lalu sarapan seadanya dengan cepat juga. Tadi malam Eunhyuk menghubunginya dan mengatakan akan keluar dari rumah sakit hari ini. Lalu Eunhyuk memaksanya untuk datang menjemput karena kekasihnya itu bersikeras untuk pulang ke flat Donghae. Donghae bisa menolak? Tentu saja tidak! Katakanlah ini misi bunuh diri, tapi dari pada Eunhyuk marah padanya, lalu meninggalkannya dan pergi kepelukan Siwon, itu sama saja mati untuk Donghae.

"Kau mau kemana? Kelihatan buru- buru sekali?"

Disaat Donghae berbalik setelah mengunci pintu dengan terburu- buru, Minho sudah berdiri dihadapannya dengan wajah masam.

"Bukan urusanmu"

"Kau mau menemui Eunhyuk Hyung?"

Donghae melenggang pergi tanpa berniat menjawab pertanyaan Minho. Yang terpenting sekarang dia harus sampai kerumah sakit secepatnya dan membawa Eunhyuk pergi sebelum Siwon atau keluarganya datang. Katakanlah Donghae egois. Tapi mau bagaimana lagi. Donghae hanya tidak mau kehilangan Eunhyuk dan calon anaknya.

"Kurasa kita harus bicara"

"Berhentilah mencampuri urusan orang lain, urusi saja urusanmu sendiri"

"Ini juga menjadi urusanku sekarang. Kau menghamili kakak iparku, bajingan! Lalu kau pikir aku akan diam saja?!"

"Lalu apa maumu? Membunuhku? Kurasa orang yang berniat membunuh janin yang tidak bersalah jauh lebih bajingan"

Wajah Minho memerah, nafasnya memburu karena amarah. Berbeda dengan Donghae yang tetap terlihat tenang. Demi apapun, Minho ingin sekali menghajar Donghae. Minho merasa dibodohi. Dia hanya tidak mengira jika setelah menikah dengan Siwon, Eunhyuk masih menjalin hubungan dengan Donghae bahkan Eunhyuk tengah mengandung anaknya. Dan itu merupakan suatu penghinaan baginya.

..

..

..

"Kau yakin dengan ini?"

Donghae menatap sebuah tas besar yang tergeletak diatas sofa. Rupanya Eunhyuk serius dengan ucapannya untuk melarikan diri bersamanya. Pria manis itu sudah mempersiapkan segalanya bahkan saat Donghae datang tadi, Eunhyuk sudah merapikan semua pakaiannya.

"Kau takut?"

"Tidak! Bukan begitu, aku-

"Kalau begitu bawa aku pergi dari sini sekarang!"

Eunhyuk menatap Donghae penuh harap dan hampir menangis. Eunhyuk ketakutan, ia takut Siwon membuktikan omongannya. Eunhyuk tidak akan membiarkan Siwon membunuh anaknya. Makanya ia harus pergi secepatnya. Kemana pun, asalkan bersama Donghae.

"Aku takut"

"Jangan takut, aku akan menjagamu dan anak kita"

Donghae membawa Eunhyuk kedalam pelukannya, mendekapnya seerat yang ia bisa. Tubuh Eunhyuk yang sedikit gemetar mulai tenang saat Donghae mengusap punggungnya lembut. Eunhyuk terlihat begitu rapuh, seolah Eunhyuk akan hancur kapan saja jika Donghae tidak melindunginya.

Dengan lembut Donghae menangkup wajah Eunhyuk yang terlihat pucat dengan kedua telapak tangannya, hingga pandangan mereka bertemu. Donghae membawa bibirnya menekan bibir Eunhyuk, melumatnya lembut, menyalurkan segala perasaan cintanya yang tak terbatas hanya untuk Eunhyuk.

"Semua akan baik- baik saja"

Ya, semoga semua akan baik- baik saja.

Donghae menggenggam tangan Eunhyuk erat. Dengan tekad yang bulat Donghae memutuskan untuk membawa Eunhyuk pergi bersamanya. Walau dengan tujuan yang belum pasti, yang terpenting adalah mereka harus pergi sejauh mungkin agar Siwon dan keluarganya tidak bisa menemukan keberadaan mereka. Masalah yang lainnya akan ia pikirkan nanti.

Disaat itulah pintu kamar rawat Eunhyuk terbuka, membuat Donghae dan Eunhyuk dapat melihat kedua orang tua Eunhyuk juga Siwon dan Minho berada disana.

Tapi akankah semuanya baik- baik saja...?

..

..

..

Donghae duduk berhadapan dengan Siwon dan Minho di halaman rumah sakit. Eunhyuk sudah dibawa pulang oleh ayah dan ibunya atas permintaan Siwon. Itu pun dengan sedikit paksaan dan pelototan dari ibunya.

Donghae menyesal kenapa niatnya membawa lari Eunhyuk dari keluarga dan suaminya justru berakhir seperti ini. Seandainya tadi ia bisa lebih cepat dan tidak pernah merasa ragu, mungkin sekarang dirinya dan Eunhyuk sudah dalam pelarian.

"Aku orang yang tidak suka berbasa- basi. Jadi aku akan to the point saja. Kau menjauhlah dari Eunhyuk, dia sekarang adalah istriku. Mengenai anak yang ada dalam kandungannya, aku akan mengakuinya sebagai anakku"

Siwon menatap tajam Donghae,

"Berhubung aku juga orang yang tidak suka berbelit- belit, aku akan mengatakannya dengan singkat dan jelas. Aku juga hanya akan mengatakannya sekali. Sampai mati pun aku tidak akan pernah melepaskan Eunhyuk. Dan anak yang tengah Eunhyuk kandung adalah anakku, tidak ada seorang pun yang berhak mengakui apalagi memilikinya selain aku"

Keduanya tetap terlihat tenang walaupun saling menatap tajam. Terlihat kilatan kebencian dimata mereka. Andai saja tidak ada Minho disana dan mereka tidak sedang berada di tempat umum, sudah dipastikan jika kedua pria ini akan saling membunuh.

"Sadarlah akan statusmu. Kau tidak lebih dari sekedar lelaki perusak rumah tangga orang"

Donghae merasa tertohok. Sedikitnya, ucapan Siwon ada benarnya. Siapa dia? Dia hanyalah kekasih Eunhyuk yang disembunyikan keberadaannya. Sedangkan Siwon, dia adalah suami sah Eunhyuk. Tapi janin yang ada dalam rahim Eunhyuk sekarang adalah anaknya. Sangat tidak mungkin baginya untuk meninggalkan Eunhyuk. Karena Donghae yakin dirinya tidak akan bisa hidup dengan benar tanpa Eunhyuk disisinya.

"Atau kau mau anak itu tidak pernah lahir kedunia?"

Persetan dengan tempat umum. Dengan bengis Donghae memukul wajah Siwon hingga pria itubtersungkur. Donghae tidak peduli dengan orang- orang yang terkejut dan menatap heran kearah mereka. Yang perlu ia lakukan hanyalah menghajar Siwon.

Apa dia bilang tadi? Siwon berniat membunuh anaknya? Sebenarnya dia itu manusia atau apa? Bagaimana bisa dia berkata keji seperti itu.

"Bajingan!"

Dengan sekuat tenaga Minho melerai perkelahian antara kakak dan sahabatnya. Walau ia harus menerima pukulan Donghae di wajahnya. Setidaknya ia berhasil menarik Donghae menjauh dari Siwon sebelum mereka benar- benar saling membunuh.

"Lepaskan aku, brengsek!"

"Sialan! Kau memukul wajahku!"

"Pergilah temui kakakmu yang brengsek itu sebelum aku berbalik dan kembali untuk menghancurkan kepalanya!"

Sebenarnya kata- kata Donghae juga menyulut emosinya, tapi menghadapi kekerasan dengan kekerasan juga bukanlah keputusan yang baik. Apalagi melawan Donghae yang tengah emosi, malah akan menimbulkan masalah baru. Jadi lebih baik Minho mengalah dan pergi meninggalkan Donghae yang kelihatannya masih ingin menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya.

"Brengsek!"

..

..

..

Eunhyuk yang tengah duduk diatas tempat tidurnya terlonjak kaget saat pintu kamarnya tiba- tiba terbuka dengan begitu keras. Terlihat Siwon diberdiri disana dengan wajah yang kelihatan marah. Wajah pria itu memerah dan nafasnya memburu. Dan tatapan matanya yang begitu tajam dan mengarah padanya cukup membuat Eunhyuk takut. Tidak pernah sekalipun ia melihat Siwon seperti itu.

"Mulai sekarang kau ada dalam pengawasanku. Kemana pun kau pergi pengawal- pengawalku akan mengikutimu"

"Jangan bercanda!"

Apa- apaan katanya?! Dia fikir Eunhyuk anak kecil yang harus selalu di awasi atau apa? Seenaknya saja dia mengatur. Dia fikir siapa dirinya hingga bisa berbuat seenaknya. Oke, Siwon memang berstatus sebagai suaminya, suami yang bahkan sampai sekarang pun tidak pernah Eunhyuk anggap keberadaannya.

"Apa aku terlihat sedang bercanda, hmm?"

"Kau fikir kau siapa bisa berbuat seenaknya?! Aku bukan bonekamu!"

"Kau memang bukan bonekaku, tapi kau adalah istriku. Istri yang harus menuruti semua perintah suaminya"

"Kau fikir aku sudi!"

Siwon menggertakan giginya, sifat pembangkang Eunhyuk benar- benar membuatnya marah. Dengan kasar di dorongnya tubuh Eunhyuk hingga jatuh terlentang di atas tempat tidur kemudian menindihnya.

Cengkraman tangannya di kedua lengan Eunhyuk dan tatapan matanya yang tajam membuat Eunhyuk tidak bisa menghindar saat dengan tiba- tiba Siwon mencium bibirnya dengan kasar.

"Kau fikir aku peduli,hmm? Bagaimana pun kau tetap istriku dan bayi yang kau kandung itu akan menjadi anakku"

"Jangan bermimpi, Siwon-ssi!"

"Atau kau mau aku melakukan sesuatu pada kekasihmu dan anak kalian?"

Eunhyuk gemetar mendengar kalimat Siwon yang diucapkan dengan tenang namun sangat berbahaya. Tidak! Siwon tidak boleh melakukan apapun pada Donghae dan anaknya.

Eunhyuk masih gemetar ketakutan saat Siwon bangkit dari atasnya dan perlahan berjalan meninggalkannya. Eunhyuk ketakutan. Ia takut jika apa yang Siwon katakan tadi menjadi kenyataan.

Eunhyuk harus menghubungi Donghae, ia sudah cukup kalut saat rencananya melarikan diri tadi gagal, tapi bagaimana caranya ia bisa menghubungi Donghae jika ponselnya saja Eunhyuk tidak tahu dimana keberadaannya. Ia lupa menanyakannya saat Heechul mengantarkannya pulang tadi.

Air mata turun membasahi pipinya, akhirnya Eunhyuk hanya bisa meringkuk memeluk perutnya yang masih rata sambil berdoa semoga tidak akan terjadi apapun dengan Donghae.

_CHOOSE TO LOVE YOU_

Seminggu sudah semenjak terakhir kali Donghae bertemu dengan Eunhyuk. Semenjak itu pula ia tak bisa menghubungi Eunhyuk. Jangankan untuk bertemu, bahkan nomor telepon Eunhyuk pun sudah tidak aktif lagi semenjak seminggu yang lalu. Donghae pernah mendatangi rumah orang tua Eunhyuk tapi penjaga disana mengatakan Eunhyuk sudah tidak tinggal disana semenjak menikah dengan Siwon.

Semenjak itu pula Donghae bagaikan raga tanpa jiwa. Donghae memang melakukan kegiatan seperti biasa. Dia pergi kuliah di pagi hari dan bekerja part time di sore harinya. Tubuhnya memang berada di tempat tapi fikiran dan jiwanya tidak pernah berhenti memikirkan Eunhyuk dan calon anaknya. Seminggu tidak bertemu dan mengetahui keadaan Eunhyuk bagaikan Donghae di bunuh secara perlahan.

Ya Tuhan... Donghae hampir gila! Dan kalau hari ini Donghae tidak bisa menemui Eunhyuk atau paling tidak mengetahui keadaannya, Donghae rasa ia akan benar- benar menjadi gila

"Kau mau kemana, Lee? Antarkan pesanan ini dulu, hey!"

Seruan Changmin barusan hanya dianggap angin lalu oleh Donghae. Ia terus saja berjalan keluar dari pantry dan menaiki tangga menuju lantai dua dimana Minho berada. Donghae berniat merendahkan harga dirinya dengan meminta bantuan Minho untuk bertemu dengan Eunhyuk. Donghae yakin, Minho pasti tahu dimana Eunhyuk dan Donghae harus bisa memaksa Minho untuk memberitahunya.

"Dimana Eunhyuk?"

Minho menatap Donghae dengan alis terangkat sebelah. Pegawai sekaligus sahabatnya itu dengan seenaknya masuk keruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan tiba- tiba langsung menodongnya dengan pertanyaan tanpa basa- basi.

"Katakan dimana Eunhyuk!"

"Aku tidak tahu"

"Jangan menipuku, Minho! Aku yakin kau tahu Eunhyuk ada dimana"

"Yang jelas Eunhyuk Hyung berada di tempat yang seharusnya"

Suasana menjadi hening. Minho memperhatikan Donghae yang masih berdiri tegak di depannya, memperhatikannya dari ujung kaki sampai ujung kepala. Sebenarnya Minho merasa kasihan melihat keadaan Donghae. Tubuhnya terlihat lebih kurus, wajahnya yang biasa berbinar seperti anak- anak itu terlihat lusuh dan matanya juga terlihat kuyu dan sembab.

Minho menghela nafas panjang, merasa dalam dilema. Disatu sisi ada Donghae yang merupakan sahabatnya dan disisi lain ada Siwon, kakak kandungnya. Sebenarnya ia merasa tidak adil jika harus menyembunyikan dimana keberadaan Eunhyuk dari Donghae tapi sebagai seorang adik ia ingin membuat kakaknya bahagia. Minho tahu jika Siwon sangat mencintai Eunhyuk.

"Sudahlah Hyung, tidak bisakah kau melepaskan Eunhyuk Hyung saja. Dia dan Siwon Hyung sudah menikah dan aku yakin Siwon Hyung pasti tidak kebaratan mengakui anak yang tengah di kandung oleh Eunhyuk Hyung sebagai anaknya"

"Bunuh aku"

"A-apa?"

"Aku tidak bisa hidup tanpanya! Jadi dari pada kau memintaku melepaskannya, lebih baik kau bunuh saja aku"

Minho memijat pangkal hidungnya, kepalanya mendadak sakit. Tidak pernah terbayangkan olehnya jika ia akan terjebak dalam situasi seperti ini.

"Tapi dia sudah menjadi istri Siwon Hyung, Donghae"

"Tapi anak yang Eunhyuk kandung adalah anakku! Kumohon, bantulah aku kali ini saja untuk bertemu dengan Eunhyuk. Aku sudah hampir gila karena tidak mengetahui kabar dan keadaannya. Kumohon, dia sedang mengandung anakku"

Keras kepala. Donghae memang keras kepala. Terus berhadapan dan berdebat dengan Donghae membuatnya kepalanya terasa berdenyut. Donghae tidak akan berhenti sebelum keinginannya tercapai dan itu akan membuatnya semakin sakit kepala.

"Baiklah, aku akan membantumu bertemu dengan Eunhyuk Hyung, tapi setelah ini aku tidak mau terlibat lagi dalam masalah ini. Urusi saja masalah kalian sendiri dan jangan membuatku sakit kepala lagi"

Meski tidak ingin mengecewakan Siwon, tapi Minho tidak bisa jika harus terus- menerus menutupi dimana keberadaan Eunhyuk. Ia dan Donghae bertemu hampir setiap hari, dan bisa dipastikan Donghae tidak akan berhenti menerornya dan itu akan membuatnya gila. Terlepas dari kenyataan Donghae dan Eunhyuk memang saling mencintai, mereka harus menyelesaikan masalah ini secepatnya.

..

..

..

Eunhyuk melangkah setengah berlari menaiki tangga. Rasanya seperti mimpi saat Minho mendatanginya dan mengatakan akan membawanya menemui Donghae. Entah bagaimana caranya Minho bisa mengelabuhi dua pengawal yang di tugaskan untuk selalu mengawasi dan mengikutinya kemanapun ia pergi sehingga ia dan Minho bisa melarikan diri. Siwon benar- benar mengurungnya, tidak pernah memperbolehkannya keluar walau hanya dari kamar. Eunhyuk benar- benar merasa seperti tahanan. Ia hanya diperbolehkan keluar saat Heechul atau Hangeng datang berkunjung menjenguknya. Itu pun dirinya harus berpura- pura seolah- olah tidak pernah terjadi apa- apa.

Eunhyuk membuka pintu dihadapannya dengan tidak sabaran, seolah- olah siap merobohkannya kapan saja. Dan tanpa perlu menunggu berlama- lama, Eunhyuk langsung menghambur memeluk Donghae yang masih terpaku atas kedatangannya yang sangat tiba- tiba.

"Aku merindukanmu! Sangat merindukanmu!"

"Aku juga!"

"Kau membuatku gila, Hyuk"

Mereka terus berpelukan seperti tidak ada lagi hari esok untuk berpelukan. Menyalurkan kerinduan masing- masing setelah seminggu tidak bertemu.

"Minho membantumu?"

Setelah pelukan mereka akhirnya terlepas, Donghae menggiring Eunhyuk ke sofa dan mendudukannya di atas pangkuannya. Lengannya dengan posesif melingkari perut dan pinggang Eunhyuk.

"Hmm"

Ingatkan Donghae untuk berterima kasih pada Minho kapan- kapan karena telah membawa Eunhyuk bertemu dengannya.

"Kau memaksanya?"

"Aku harus memaksanya sebelum aku menjadi gila karena tidak bisa bertemu denganmu"

Donghae menyentuhkan bibirnya dengan bibir plum Eunhyuk. Memangut dan membelai bibir yang sudah menjadi candu dan sangat dirindukannya itu dengan lembut. Menyalurkan segala perasaan rindunya melalui ciuman tersebut.

"Bagaimana keadaannya? Dia baik- baik saja?"

"Dia baik"

Donghae mengelus perut Eunhyuk yang masih rata dengan pelan. Perasaannya tiba- tiba menghangat mengingat bahwa sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah. Eunhyuk akan melahirkan anaknya, anak mereka, buah dari cinta mereka.

"Berapa usianya?"

"Dokter bilang 12 minggu"

"Dia tumbuh dengan cepat"

Donghae tersenyum lembut. Merapikan poni Eunhyuk yang sedikit acak- acakan karena berlari tadi.

"Terima kasih. Terima kasih karena kau tetap memilihku. Aku tahu ini tidak akan mudah, tapi aku berjanji tidak akan pernah melepaskanmu apapun yang terjadi"

Eunhyuk terkesiap, Donghae mengatakannya dengan lembut namun penuh akan keyakinan.

Hingga suasana menjadi hening. Mata mereka masih saling berpandangan, lalu perlahan wajah mereka saling mendekat. Bibir mereka kembali menempel lembut, lalu lama-kelamaan saling memagut dengan lembut.

Eunhyuk merasakan kebahagiaan yang luar biasa, Donghae selalu memperlakukannya dengan lembut.

Ketika ciuman itu selesai nafas mereka terengah- engah.

..

Entah bagaimana caranya, sekarang mereka sudah terbaring bersama di atas tempat tidur Donghae. Bibir mereka masih saling memagut, jemari mereka saling bertaut dan pakaian yang tadinya menempel kini berserakan di lantai.

Donghae tidak bisa menahan dorongan hasratnya, luapan akan emosi dan juga kerinduan yang di pendamnya selama ini. Sementara Eunhyuk tentu saja tidak bisa menolak sentuhan Donghae, terus melenguh dan mendesah untuknya.

"Donghae"

Panggilan lirih Eunhyuk membuat Donghae melepaskan pangutannya dan mengalihkan pandangannya ke mata Hyukjae.

"Aku mencintaimu, sayang. Jangan pernah datang pada suamimu dan pergi meninggalkanku"

Eunhyuk tidak menjawabnya, ia menarik tubuh Donghae hingga semakin menindih dan menghimpitnya. Membiarkan Donghae menyentuhnya semakin dalam dan membelai setiap lekukan tubuhnya.

Eunhyuk mendesah dan mengerang saat Donghae semakin memperdalam sentuhannya. Donghae terus menusuk titik terdalamnya, membuatnya melenguh dan melayang.

"Aku mencintaimu"

Sekali lagi Donghae menggumamkan kata cinta, sebelum menyelesaikan puncaknya dan menumpahkan seluruh hasratnya di dalam tubuh Eunhyuk.

Donghae menarik dirinya dari dalam tubuh Eunhyuk kemudian berguling kesamping. Dibawanya kepala Eunhyuk untuk berbaring diatas dada telanjangnya.

"Kau merasakannya? Jantungku yang selalu berdetak menggila ini hanya untukmu. Apa kau merasakannya?"

"Ya. Dan sekarang berikan aku sebuah ciuman dan biarkan aku tidur"

"Tidurlah. Aku mencintaimu"

"Hnn"

..

..

..

"Apa kau sudah gila, Choi Minho?!"

Siwon menggertakan giginya, rahangnya mengeras karena terselimuti amarah. Saat ia sedang berada dikantor tadi pengawal yang ia tugaskan untuk menjaga Eunhyuk melaporkan padanya jika Eunhyuk pergi bersama Minho. Dan betapa terkejut dan marahnya ia saat tahu kemana Minho membawa istrinya.

"Maafkan aku, Hyung"

Minho hanya menunduk pasrah. Pria jangkung itu sudah mengira akan begini jadinya. Siwon akan marah padanya dan mungkin sebentar lagi sebuah bogem mentah akan mendarat di rahangnya.

"Aku tidak percaya kau melakukan semua ini"

Ekspresi kekecewaan tercetak jelas di wajah Siwon, ia tidak menyangka jika adik yang ia kira mendukungnya akan berbalik melawan dan menusuknya dari belakang.

"Kau tahu aku berada di posisi yang penuh dengan dilema. Kau adalah kakakku dan Donghae adalah sahabatku. Meski Eunhyuk hyung sekarang sudah menjadi istrimu tapi itu tidak bisa menutupi kenyataan jika anak yang dikandungnya adalah anak Donghae"

"Tutup mulutmu, Choi Minho! Aku tidak menyangka, ternyata kaulah yang memaksaku melakukan hal yang tidak seharusnya kulakukan"

"Apa yang akan kau lakukan, Hyung?"

Minho bergidik ngeri saat Siwon menatapnya dingin dan begitu menusuk. Tatapannya penuh amarah dan kebencian. Dan akhirnya Minho hanya bisa pasrah saat Siwon pergi berlalu bersama beberapa orang pengawalnya. Ia hanya bisa berdoa semoga tidak akan ada hal buruk yang akan dilakukan oleh kakaknya itu.

_CHOOSE TO LOVE YOU_

Eunhyuk terbangun dengan tubuh pegal luar biasa. Semalam Donghae mengerjai tubuhnya sedemikian rupa dan tidak membiarkannya tidur sampai hampir pagi. Dan sekarang lihat, pria itu masih asik tertidur dengan begitu nyenyaknya tanpa memperdulikan Eunhyuk yang sudah bangun dengan tubuh pegal dan perut yang kelaparan.

Ia berusaha menggeliat, namun sepasang lengan yang melingkar di pinggangnya sedikit membuatnya kesulitan. Ah, jangan lupakan bagian bawahnya dan milik Donghae yang masih saling bertaut.

"Selamat pagi"

"Ini sudah siang! Ayo cepat bangun"

"Tidak bisakah kita ditempat tidur saja seharian? Aku masih merindukanmu"

Eunhyuk tersenyum, ia mengendikan bahunya ketika Donghae mulai menciumi bahu telanjangnya dengan mata yang masih terpejam. Eunhyuk ingin menolak sentuhan ringan Donghae, tapi apa daya? Eunhyuk menyukainya dan tubuhnya menginginkannya.

"Kau harus melepaskanku, aku butuh kekamar mandi"

"Berbaliklah, beri aku ciuman selamat siang"

Eunhyuk berbalik dengan sedikit meringis karena tautan mereka yang terlepas, lalu mencium Donghae singkat.

"Kau baik- baik saja? Wajahmu pucat sekali?"

"Aku baik- baik saja, hanya merasa sedikit mual"

Ini pasti karena Eunhyuk tengah hamil muda. Dari sebuah artikel yang pernah Donghae baca di internet, orang yang tengah hamil muda pasti akan sering merasakan mual pada pagi hari atau morning sick. Dan sepertinya Eunhyuk tengah mengalami siklus morning sick itu.

"Berbaringlah lagi, aku akan membuat minuman hangat untukmu"

"Tidak usah, aku buat sendiri saja. Lagipula aku butuh kekamar mandi"

Donghae memunguti pakaiannya dan Eunhyuk yang berserakan dilantai lalu membantu Eunhyuk mengenakan pakaiannya. Donghae tersenyum melihat tubuh Eunhyuk yang putih kini berhiaskan bercak- bercak merah hasil buah karya bibir tipisnya.

"Hyuk, melihat kau telanjang aku tiba- tiba hard. Bagaimana kalau kita lakukan sekali lagi"

"Donghae!

Eunhyuk memukul wajah Donghae dengan bantal lalu berjalan cepat keluar kamar dan membanting pintunya dengan cukup keras. Mulutnya terus mengerutu dan memaki tidak jelas.

Dasar bodoh! Bisa- bisanya Donghae mengajaknya bercinta lagi setelah menggarapnya semalaman. Berniat membuatnya keguguran atau bagaimana?

"Tidurmu nyenyak tadi malam, istriku sayang"

Eunhyuk terlonjak kaget. Suara Siwon tiba- tiba terdengar menembus gendang telinganya. Siwon ada disana, tengah duduk bersandar di sofa dengan gaya begitu santai. Menatap Eunhyuk dengan sebuah senyum dan tatapan mata yang sulit diartikan.

Eunhyuk masih terpaku atas keberadaan Siwon di rumah Donghae saat lelaki itu berdiri dan mulai mendekat kearahnya. Dan entah bagaimana, rasa mualnya hilang seketika.

"Apa yang kau lakukan? Bagaimana kau bisa ada disini?"

"Aku menjemput istriku tentu saja"

Eunhyuk meringis saat Siwon mencekal pergelangan tangannya dengan begitu kuat.

"Jangan main- main! Lepaskan aku!"

"Sayangnya aku tidak pernah main- main dan kau akan tetap ikut pulang denganku"

Senyuman Siwon berubah menjadi sebuah seringai. Seringaian yang sangat mengerikan. Membuat Eunhyuk merasa bahwa lelaki di depannya itu tidak main- main.

"Ada apa, Hyuk? Kenapa berteriak?"

Suara EUnhyuk yang cukup keras tadi terdengar oleh Donghae yang sedang berada di kamar mandi. Ia segera keluar dan melihat apa yang terjadi dengan Eunhyuk hingga berteriak begitu keras. Dan betapa terkejutnya Donghae saat melihat Siwon berada disana tengah mencekal tangan Eunhyuk yang sepertinya berusaha keras untuk berontak melepaskan diri, lalu kemudian beberapa orang berbadan tegap terlihat memasuki ruangan.

"Donghae"

Panggilan Eunhyuk yang penuh dengan ketakutan menyadarkan Donghae. Dua orang berbadan tegap yang ia yakin adalah orang suruhan Siwon sudah berdiri dihadapannya.

"Kurasa cukup waktu yang kuberikan bagi kalian untuk bersenang- senang"

Siwon menatap sinis pada bercak merah yang terdapat hampir di sepanjang bagian leher Eunhyuk. Bukti nyata bahwa Eunhyuk sudah benar- benar merendahkan dan menghina harga dirinya sebagai seorang suami.

"Sekarang aku akan membawa istriku pulang"

"Tidak! Aku tidak akan pergi kemanapun! Lepaskan aku, brengsek!"

"Begitukah?"

Siwon memberi aba- aba pada kedua pengawal yang sejak tadi berdiri tegap di hadapan Donghae dan sedetik kemudian kedua pengawal itu mulai melayangkan pukulan kearah Donghae. Mulanya Donghae bisa melawan walaupun dengan susah payah, akan tetapi lama- kelamaan perlawanannya seolah sia- sia karena jumlah dan kemampuannya berkelahi jauh dibawah para pengawal yang tentunya sudah sangat terlatih.

Eunhyuk menjerit histeris. Memberontak sedemikian rupa dari cengkraman Siwon. Namun apa daya, tenaganya tidaklah sebanding dengan Siwon. Eunhyuk hanya bisa menangis dan terus meneriakkan nama Donghae.

"Hentikan! Kumohon hentikan! Jangan sakiti dia!"

Jerit pilu Eunhyuk disela isakannya yang kian menjadi. Melihat orang yang dicintainya disakiti didepan matanya seolah jantungnya serasa diremas dengan kuat.

"Kumohon hentikan...Kumohon"

Eunhyuk jatuh berlutut, air mata masih saja mengalir dari kedua mata dan membasahi pipi pucatnya. Kedua pengawal itu masih saja memukuli bahkan sesekali menendang Donghae dengan membabi buta, walaupun Donghae sudah terkapar dilantai dengan mengenaskan. Seluruh wajahnya penuh luka lebam dan darah dimana- mana. Donghae menatapnya dengan sorot mata yang begitu sendu.

"Aku akan pulang"

Siwon tersenyum. Senyum licik penuh kemenangan. Ditariknya Eunhyuk yang masih berlutut agar berdiri lalu dipandangnya Donghae yang sudah terkapar dengan pandangan meremehkan.

"Bagus"

Masih dengan air mata yang mengalir Eunhyuk menatap Donghae yang juga tengah menatapnya. Sorot mata yang begitu sendu penuh akan luka dan kesakitan. Seolah tidak percaya dengan apa yang Eunhyuk katakan.

"Ti-dak! Ja-ngann!"

Seluruh tubuhnya memang sakit sampai- sampai untuk berbicarapun sulit untuk Donghae lakukan. Tapi dari semua rasa sakit itu, hati dan perasaannyalah yang jauh lebih sakit melihat Siwon mengiring Eunhyuk pergi meninggalkannya.

"Ti- dak! Ja- ngan... jangan pergi, Hyuk!"

Air mata itu akhirnya luruh dari kedua matanya. Donghae menangis. Menangisi Eunhyuk. Menangisi takdir yang begitu tidak berpihak padanya. Rasanya seperti mimpi, tadi malam ia masih merasakan kebahagiaan karena Eunhyuk ada bersamanya. Merasakan hangatnya tubuh Eunhyuk di dalam pelukannya. Tapi sekarang justru dirinya sudah terkapar tidak berdaya dengan keadaan yang mengenaskan. Hingga diambang kesadarannya Donghae masih menggumamkan nama Eunhyuk.

"Hyukke... jangan pergi"

..

..

..

"Lepas! Kau menyakitiku!"

Eunhyuk berteriak, tapi Siwon seolah menulikan pendengarannya. Pria itu terus saja menyeretnya tanpa belas kasihan. Eunhyuk setengah memekik saat Siwon menghempaskan tubuhnya hingga membentur dinding dengan keras. Hingga kepalanya serasa berputar. Untung saja ia bisa melindungi perutnya sehingga tidak ikut terbentur.

"Sakit? Setelah ini kau akan tahu apa yang dinamakan dengan sakit!"

Melihat tatapan Siwon yang begitu menusuk dan penuh dengan amarah, sedikitnya membuat Eunhyuk merasa takut. Takut dengan apa yang akan pria itu lakukan padanya. Eunhyuk semakin merapatkan dirinya kedinding saat Siwon semakin mendekat dan menghimpit tubuhnya.

"A- apa yang akan kau lakukan?"

"Ini. Aku akan menghapus jejak bajingan itu dari tubuhmu"

Siwon mengusap pelan sisi samping leher Eunhyuk yang terdapat bercak merah pekat. Tatapannya begitu intens. Seluruh tubuh Eunhyuk bergetar saat Siwon tiba- tiba menciumnya dengan kasar.

Napas Eunhyuk mulai terengah-engah, sia- sia saja ia melawan karena tenaganya tidak akan sebanding dengan Siwon. Apalagi pria itu tengah diselimuti amarah.

Eunhyuk ketakutan saat Siwon membanting tubuhnya ke atas tempat tidur dengan keras lalu menindihnya dan merobek bajunya.

Eunhyuk berusaha menghindar, berusaha melepaskan diri dari cengkeraman tangan Siwon yang kuat dan tanpa ampun.

"Lepaskan aku, brengsek!"

Tetapi Siwon terlalu kuat, pria itu terlalu marah dengan perbuatan Eunhyuk.

Siwon seperti kerasukan setan. Pria itu terlihat sangat mengerikan. Matanya menyala penuh kebencian ketika dia menatap tubuh atas Eunhyuk yang dipenuhi dengan bercak merah.

Dengan ketakutan yang amat sangat, Eunhyuk berusaha memberontak dan turun dari ranjang, tetapi Siwon menangkapnya, membantingnya lagi keatas tempat tidur dengan kasar, lalu menindihnya lagi.

Eunhyuk mengernyit merasakan ngilu pada perut bagian bawahnya.

"Jangan... kumohon"

"Diam dan nikmatilah"

Eunhyuk semakin berteriak ketakutan, dia tidak mau Siwon menyentuhnya, Siwon pasti akan melukai bayinya. Tetapi sepertinya Siwon tidak peduli, ia terus melucuti pakaian yang Eunhyuk kenakan hingga menelanjanginya.

Hingga tatapannya terpusat pada perut Eunhyuk yang terlihat sedikit berisi. Tiba- tiba kesadaran seolah menamparnya. Ditatapnya wajah Eunhyuk yang pucat dan sudah basah dengan air mata.

"Aku mohon jangan, Hyung"

Mendengar suara Eunhyuk yang begitu lirih dan bergetar membuat hati Siwon seperti teriris belati tajam. Dengan perlahan ia bangkit dari atas tubuh telanjang Eunhyuk. Merasa dirinya begitu jahat saat Eunhyuk beringsut menjauh sambil melingkarkan lengan diperutnya. Eunhyuk pasti ketakutan ia akan melukai anaknya.

Ya Tuhan... apa yang telah kulakukan...

Dengan lembut Siwon menyelimuti tubuh Eunhyuk yang masih bergetar ketakutan. Kemudian meninggalkan Eunhyuk yang meringkuk di atas tempat tidurnya. Tadi dia terlalu diselimuti oleh amarah sehingga tanpa sadar ia hampir melakukan perbuatan bejat yang bisa melukai Eunhyuk dan mungkin juga anak yang tengah dikandungnya.

"Maafkan aku"

..

..

..

TBC

..

..

..

..

..


Drama sekali...u,u

Apalah daya... otak saya udah mentok, harap dimaklumi.

Review pleaseeee ^^

.

.

.

_DeSTORIA_