Summary: 'Tidak mungkin ada Uchiha yang satu lagi'batin Naruto.
Disclaimer: punya abang masashi kishimoto ajino- *ditendang sampai kutub utara*.
Pair: SasuxNaru not FemNaru
Rated: oO T Oo
Genre: Romance? Angst? Fantasy? o.O…
WARNING: SEDIKIT OOC! YAOI! DON'T LIKE DON'T READ
A/N: Maaf jika Sasuke dibuat sedikit OOC, dan Itachi juga dibuat sedikit OOC. T.T , karena beginilah yang ada di imajinasi pink… gomennasai… *bungkuk2*…
Selamat Membaca
.
.
.
"Dia kenapa sih, otouto?"tanya Itachi kakaknya Sasuke.
"Tidak tau."jawab Sasuke.
"Sepertinya dia mengenal kita."ujar Itachi dengan memasang pose ala detektive.
"Entahlah…Tapi, sepertinya aku mengenalnya."ujar Sasuke.
"Oh ya? Dimana? Kapan?"Tanya Itachi penasaran.
"Entahlah, tapi aku merasa, aku pernah melihat mata birunya, dulu."ujar Sasuke.
#========================#
Pulang sekolah
.
.
'Tidak Mungkin! Tidak mungkin! Tidak mungkin!'batin Naruto mengulang kata-kata itu sambil menjedukkan kepalanya di tembok terdekat.
Saat ini, Naruto tidak bersama teman-temannya karena Naruto menyuruh mereka pulang duluan, awalnya Kiba menolak, tapi Naruto terus mendesak Kiba dan teman-temannya untuk pulang duluan. Akhirnya mereka pun pulang duluan ketika Naruto bilang 'ada urusan' kepada teman-temannya itu.
Tiba-tiba dari belakang terdengar suara yang cukup membuat Naruto kaget, dan melihat kebelakang.
"Hey, Dobe! Sedang apa kau disini?"Tanya Sasuke tiba-tiba.
"Eh? Te-teme?"jawab Naruto kaget.
"Kau tidak pulang?"Tanya Sasuke lagi.
"I-iya aku mau pulang."jawab Naruto dengan terbata-bata.
"Kau kenapa sih?" Tanya Sasuke sambil mengernyitkan sebelah alisnya.
"Ti-tidak apa-apa."
"Kalau begitu ayo kita pulang."jawabnya sambil berjalan mendahului Naruto.
"Eh? Kita?".
"Hn. Ayo."ujarnya acuh sambil terus berjalan.
"Baik!"jawab Naruto tiba-tiba sambil berlari mendekati Sasuke, dan berjalan disampingnya.
Mereka pun terus berjalan tanpa ada canda dan tawa. Mereka hanya berjalan diam menikmati angin sepoi-sepoi yang menyentuh kulit mereka satu sama lain.
'Aku harus memastikan! Apakah Sasuke yang menolongku dulu, atau…kakaknya?'batin Naruto.
"Kalau kau melamun, mukamu jadi tambah 'Dobe'."ujar Sasuke.
"Apa kau bilang Teme!"teriak Naruto kesal.
"Hn? Dobe."jawabnya.
"Aku bukan Dobe! Teme!"umpat Naruto kesal. Tapi Sasuke tidak menghiraukannya.
"Hn. Kenapa kau bersekolah di Konoha?"tanya Sasuke tiba-tiba.
'DEG'
"Eh? A-apa maksudmu?"ujar Naruto tidak mengerti.
"Haaah…Dasar Dobe! Yang aku maksud, kenapa kau pindah sekolah?"tanya Sasuke lagi.
'Eh? Tidak mungkin aku bilang kalau dulunya aku adalah Siluman Kucing hitam.'Batin Naruto.
"I-itu…Aku ingin mencari seseorang ."ujar Naruto gugup.
"Seseorang? Apakah dia bersekolah di Konoha juga?"tanya Sasuke.
"Iya."
"Kenapa tidak kau temui saja dia langsung?"tanya Sasuke lagi.
"Tidak semudah itu, Teme! Aku tidak tau wajah orang itu!"ujar Naruto kesal, karena Sasuke teru-terusan bertanya hal-hal yang menurutnya tidak penting kepada Naruto.
"Bagaimana caranya kau bisa bertemu dengannya?"tanya Sasuke lagi.
"Kenapa kau bertanya tentang itu, Teme?"Kali ini Naruto mulai geram dengan Sasuke.
"Hn, tidak apa-apa. hanya saja, saat kau mendengar nama 'Uchiha', kau langsung kaget."ujar Sasuke.
'DEG'
"Dan sepertinya kau mengenal aku dan kakakku."ujar Sasuke lagi.
"A-aku…"perkataan Naruto terputus, dia ragu harus menjawab apa kepada Sasuke.
'Tidak! Aku tidak boleh membocorkan identitasku!'batin Naruto sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sekuat mungkin.
"Hei! Jawab, Dobe!"ujar Sasuke yang mulai kesal.
"A—aah! Soalnya nama Uchiha kan sudah terkenal dimana-mana. Makanya aku kaget, rupanya ada Uchiha yang bersekolah di Konoha juga. Hahahaha."jawab Naruto dengan ketawa hambar.
"Ka-kalau gitu aku pulang duluan ya, sampai besok Sasuke."Naruto pun berlari meninggalkan Sasuke sambil tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya kearah Uchiha itu.
"Hei! Tunggu!"teriak Sasuke, namun Naruto sudah hilang di belokan perempatan jalan.
#========================#
Naruto pun lari meninggalkan Sasuke, dan dia pun berhenti di dekat toko untuk mengatur nafasnya yang sudah kehabisan oksigen.
"Ke-kenapa aku lari?"tanya Naruto kepada dirinya sendiri.
"Besok aku harus cari tau tentang anak Uchiha yang mana yang dulu telah menolongku."ujar Naruto lagi, lalu dia melanjutkan perjalanan menuju rumahnya.
Saat Naruto berjalan menuju rumahnya, tiba-tiba ada yang menarik lengan Naruto dari belakang.
"Tunggu!"
"EH?"Naruto pun kaget dan langsung berbalik kebelakang melihat siapa yang menarik lengan dia, dan ternyata itu adalah Sasuke yang mengejar dia.
"Teme? Ada apa lagi?"tanya Naruto dengan tampang heran.
"…dua kali."ujar Sasuke.
"Eh?"
"Dua kali, kau berlari menghindariku.!"ujar Sasuke.
"A-apa maksudmu?"tanya Naruto tidak mengerti.
"Sepertinya kau mengenalku."ujar Sasuke lagi. Membuat Naruto mulai kesal dengan perkataan Sasuke.
"Teme! Berhentilah mengatakan itu! Aku tidak pernah mengenalmu, Bodoh!"ujar Naruto kesal setengah berteriak.
"Lalu kenapa kau menghindariku?"tanya Sasuke dengan muka yang datar dan masih menggenggam lengan Naruto.
"Eh? I-itu…"
"Hn, sudah kuduga. Sepertinya kau me-"
"CUKUP!"teriak Naruto.
"Jangan GR, Teme! Aku tidak pernah mengenalmu! Tidak Pernah!"teriak Naruto sambil melepaskan tangannya dari genggaman Sasuke.
"Lalu, kenapa kau marah? Aku kan hanya mengatakan hal seperti itu."jawab nya dengan muka yang datar.
'DEG'
"I-itu…" Naruto bingung harus menjawab apa, dia tidak menemukan alas an yang cocok. Tapi, tiba-tiba terdengar suara perut Naruto yang ingin minta makan.
'KRUYUUUK' .
"Eh?"
"Dasar Dobe!"ujar Sasuke sambil mendengus. "Sepertinya perutmu minta diisi."jawabnya lagi.
"Uh! Kalau gitu aku pulang duluan ya, Teme". Tetapi, saat Naruto ingin berjalan, tangan Sasuke mencegahnya dengan cara memeluk pinggang Naruto dari belakang.
Memeluk? Oke, Sasuke memeluk Naruto dari belakang dan satu tangan untuk menahan tangan kiri Naruto. Sasuke mendekatkan wajahnya dengan leher Naruto, lalu menjilat leher Naruto dan menghirup aroma citrus yang wangi itu. Membuat Naruto sedikit mendesah karena perlakuan Sasuke.
"Te-teme!"protes Naruto. Namun, Sasuke tidak menghiraukan panggilan Naruto, dia terus menjilat leher tan itu, lalu berlarih ke kuping Naruto, membuat Naruto menggigit bibirnya untuk menahan tidak mendesah.
"Te-TEMEEE!"teriak Naruto sekencang mungkin, membuat Sasuke kaget dan menghentikan aksinya itu.
"Dobe! Kalau kau berteriak seperti itu, gendang telingaku bisa rusak, dasar Utsuratonkachi!"ujar Sasuke kesal.
"A-apa yang kau lakukan!"ujar Naruto kesal.
"Hn? Hanya memelukmu."ujarnya dengan muka datar
"Hanya memeluk? Kau sadar apa yang kau perbuat tadi, dasar Baka-Teme!"ujar Naruto sambil menunjuk-nunjuk kearah Sasuke dengan jari telunjuk.
"Tidak."jawabnya dengan tenang.
"Grr! Baka!"teriak Naruto lagi.
"Hn. Sudahlah, ayo kita makan."ujar Sasuke sambil menarik tangan Naruto.
"Eh? Makan?"
"Hn."
Sasuke pun berjalan sambil memegang tangan Naruto. Naruto hanya bisa menunduk untuk menyembunyikan semburat merah di wajahnya. lalu Naruto melepaskan tangannya dari genggaman Sasuke.
'Perasaan apa ini…"batin Naruto.
#========================#
"Hn, Dobe. Kau mau makan apa?"tanya Sasuke sambil berjalan melihat Restoran dan Café.
Naruto tidak menjawab pertanyaan Sasuke, dia sibuk melihat kanan kiri untuk mencari tempat makan yang enak. Lalu, Naruto pun mencium aroma makanan yang begitu lezat.
"Teme…aku mencium aroma makanan yang enak."ujarnya sambil mengendus-endus.
"Hn?"
"Ah! Disana."ujar Naruto sambil menunjuk kearah tempat makan di seberang jalan.
"Ayo kesana, teme! Naruto pun berlari menuju tempat makan itu, dan Sasuke mengikutinya dari belakang.
"Ichiraku Ramen."gumam Naruto sambil membaca tulisan papan di tempat makan itu.
"Kau yakin mau makan disini, Dobe?"tanya Sasuke sambil melihat tempat makan yang begitu sederhana.
"Tentu saja! Karena disini makanannya pasti enak.!"ujar Naruto yakin.
"Hn. Terserah kau sajalah."jawab Sasuke malas, lalu mereka berdua pun masuk ke kedai Ichiraku itu.
#========================#
"Huwaa…Kenyang sekali!"ujar Naruto setengah berteriak.
"Ramen ini sangat enak ya, Teme."ujar Naruto lagi, Namun Sasuke hanya menanggapi dengan 'Hn' nya saja.
"Aku baru pertama kali makan Ramen seenak ini." Lanjut Naruto lagi.
"Hn? Pantas."ujar Sasuke.
"Eh?"
"Tidakkah kau lihat, Dobe? Kau baru saja menghabiskan 8 mangkok Ramen Jumbo. Aku heran perutmu itu terbuat dari apa sih.?"ujar Sasuke panjang lebar.
"Hehehehe…Habisnya aku sangat lapar, Teme."ujar Naruto menyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hn, dasar Dobe, sekali Dobe tetap Dobe."ujar Sasuke menghela nafas.
"APA KAU BILANG, TEME!"teriak Naruto kesal sambil berdiri dari bangkunya dengan kesal.
"Paman, Ini uangnya, ambil saja kembaliannya." Sasuke tidak mendengar ocehan dari Naruto, lalu dia menyerahkan beberapa lembar uang kepada Paman pemilik kedai Ichiraku ini, dan berdiri keluar meninggalkan Naruto.
"Eh? Teme tunggu!"teriak Naruto sambil menyusul Sasuke. Sebelum dia keluar dari kedai Ichiraku itu, dia sempat berterimakasih kepada Paman itu. Lalu keluar dari kedai itu, dan mengejar Sasuke yang sedang berjalan.
"Teme!"panggil Naruto, membuat Sasuke berhenti berjalan.
"Hn?" Sasuke membalikkan tubuhnya menghadap Naruto, dan Sasuke melihat bola mata Naruto yang sangat indah.
"Ada apa lagi, Dobe?"tanya Sasuke sambil tetap melihat mata biru Naruto yang indah.
"Te-teme…Kenapa kau membayarkan mie ramen yang ku makan itu?"tanya Naruto sedikit blushing karena Sasuke terus saja memperhatikan wajahnya dengan muka stoic.
"Hn? Aku hanya mentraktirmu, sebagai permintaan maafku karena sudah seenaknya memelukmu."ujar Sasuke dengan muka datar.
"Eh? A-arigatou, Teme…"ujar Naruto malu-malu.
"Hn."
"Teme kau mau kemana?"tanya Naruto lagi, membuat Sasuke menghela nafas karena pertanyaan bodoh dari Naruto.
"Sudah tentu mau pulang, Dobe."ujar Sasuke.
"Oh…A-aku juga mau pulang."ujar Naruto
"Hn."
Naruto pun berpamitan dengan Sasuke, lalu dia pun berlari meninggalkan Sasuke.
"Sampai jumpa besok… Dadah Teme."ujar Naruto sambil berlari melambaikan tangannya dengan cengiran khasnya. Dan Sasuke hanya menatap punggung Naruto yang semakin menjauh.
"Hn."gumam Sasuke sambil berjalan menuju rumahnya.
-TBC-
A/N: aah! Apakah ceritanya kurang dimengerti? Apakah ceritanya gaje? Apakah ceritanya kurang pantas untuk dibaca? Gomen! Kalau masih banyak typo.. m(_ _)m .
Pink akan berusaha untuk menghilangkan Typo yang masih berserakan. Masih pantaskah cerita ini dilanjutkan? Jika tidak, pink akan berhenti membuat cerita ini. ^^
Balasan review:
-Nick name: huwaaa! Makasih sudah baca! *peluk2* *ditendang*… ^^
-Naru3: haha… gomenne akan lebih diperbaiki lagi… ^^, naru suka femnaru yaa? Nanti pink buatkan deh untuk naru… *plak*… hahaha ^^V
-Fujika26: innocence? o.O… hum, cowo yang disukai Karin? Sepertinya pink masih mikir2 dulu hehe.. *digaplok*.
-Aoi lawlight: masih ada ya typo? T.T … hiks~ kapan ya typo itu bakalan hilang! Musnahlah kau Typo! *bakar2 ga jelas*, shikakiba? Pastinya dong.. b^^d …
-L-d7th-angel: hum.. ya sengaja dibedain cara bicara mereka.. ^^… *sotoy lu*. Typo masih ada? T,T … gomenne! Memang beginilah cara penulisan pink.. susah buat dirubah! DX … huks~ bantuin.. *dengan muka memelas* *ditampar chi*..
-Michiyo de elf: huahahaha… siapa ya yang nolong narunaru? .. ayo kita simak cerita ini! *plak*..
-Gloria HaMaki Sana: kaasan… reviewmu membuat pink pusing… T.T , tidak mengerti atau memang pink bodoh ya? .. maksudnya Sasuke sama Itachi seperti kaasan sama imouto itu… maksudnya apa? O.O7 ….
-Yuuchan no Haru999: ini sudah di UPDATE! Hehehe… ^^a terimakasih sudah mengikuti cerita pink yang ancur ini…^^ , salam kenal.. *plak*..
-Michi: oke.. uda dilanjutkan! .. ^^
Akhir Kata
REVIEW or FLAME? ..
