Disclaimer : Semua charakter disini milik Tuhan YME, author cuma pinjem nama
Rate : T
Genre : Romance, Humor
Warning : BL, YAOI, Typos, cerita pasaran, OOC (mungkin ), mohon dengan sangat sebelum membaca dibaca dulu bagian warning ini, tidak menerima bash kecuali kritik membangun, so please
DON'T LIKE DON'T READ
Note : Fanfiction ini murni hasil karya saya selaku author, saya tidak rela dan tidak ikhlas jika hasil karya saya ini di plagiatkan oleh orang - orang yang tak bertanggung jawab, dalam bentuk apapun!
.
.
Summary
Dong Bang Suju High School adalah sekolah bertaraf international milik konglomerat Terkaya di Korea Jung Ilwo, hanya keluarga yang berada saja yang mampu menyekolahkan anaknya disana, tak heran jika hanya segelintir murid sekolah itu yang berotak cerdas, karena mereka hanya mengutamakan penampilan dan kekayaan. Tak heran jika murid - murid tersebut banyak yang membentuk kelompok / gank berdasarkan kerabat, hubungan keluarga, hubungan bisnis orang tua, maupun persahabatan mereka sendiri.
Di Dong Bang Suju School ada tiga Gank yang sangat disegani oleh seluruh murid disana, karena ketiga Gank tersebut berisikan kelompok murid yang paling disegani disekolah tersebut. Ketua masing - masing gank tersebut merupakan murid yang sangat disegani disekolah itu. Siapa sajakah ketua dan anggota gank tersebut?
.
End Previous Chap
Jaejoong meninggalkan Yunho dengan muka memerah, lantaran Yunho kembali menggodanya dengan menyuruhnya memanggil namja tersebut dengan panggilan oppa. Mereka kini telah berada diruang ganti. Yunho dengan sabar menunggu Jaejoong yang takut ditinggal saat mengganti pakaiannya yang basah. Mau tidak mau Yunho mengingat keadaan Jaejoong saat memakai pakaian yang basah dan melekat erat dibadannya.
' Kau sangat beruntung Jung Yunho.' batinnya dalam hati dengan memamerkan senyum manisnya. Senyum manis belum juga terlepas dari bibir hati tersebut, saat teringat kembali bagaimana ia dapat menyelamatkan Jaejoong, namja cantik pujaan hatinya itu dengan tepat waktu.
' Gomawo Chullie ah, andai kau tidak memberitahukan ini, pasti Boojaeku sudah ternoda, hhh...'
Happy Reading
Dozo..
.
.
.
.
DONG BANG SUJU HIGH SCHOOL
.
.
.
.
" Sudah selesai."
Jaejoong sedikit berteriak dari dalam bilik kamar ganti dengan nada yang ceria. Yah, itula Kim Jaejoong, sang top uke yang berhati sangat polos, walaupun nyaris menjadi korban pelecehan, saat ini ia telah bersikap kembali normal seakan tidak terjadi apa - apa. Sepertinya ia telah memaafkan perbuatan Kim Songsaenimnya yang lupa daratan ketika melihat tubuh mulus dan seksinya.
" Kau sudah selesai boo? kajja kuantar kembali kekelas."
" Y-yunnie hyung, omona...Jongie lupa kalau baju hyung juga basah, hyung bawa baju ganti?"
" A-ada dilokerku boo, gwaenchana biar aku ganti diruang loker saja, nanti kau terlambat masuk kekelas."
" Aniya hyung, Jongie akan merasa sangat bersalah jika membiarkan hyung menggigil kedinginan seperti ini."
" Gwaenchana, aku bisa menahannya.."
" Hyung, hyung tidak sadar...lihatlah badan hyung bergetar seperti itu, hyung kedinginan. Chakkaman! biar Jongie yang ambil, mana kuncinya?"
" Boo tidak usah, aku merepotkanmu."
" Kalau begitu Yunnie hyung tidak boleh dekat - dekat Jongie lagi! ayo mana kuncinya"
" Ne..ne, ini kuncinya boo, gomawo."
Jaejoong terkejut lantaran melihat tubuh Yunho yang juga basah kuyup karena menyelamatkannya dikolam renang tadi. Lantas ia memaksa untuk mengambilkan seragam cadangan yang berada diloker Yunho karena ia sangat kasihan melihat sunbae itu menggigil kedinginan karena bajunya yang basah masih terus menempel ditubuhnya.
" Chakkaman, Yunnie hyung jangan kemana - mana yah? Jongie sebentar lagi kembali."
Jaejoong segera menyambar kunci yang diberikan Yunho kepadanya, dan berlari menyusuri koridor sekolah menuju ruang loker murid DONG BANG SUJU SCHOOL itu.
.
Sementara didalam kelas 11C ( ChangKyu moment )...
" Yah tiang listrik! bisa tidak kau alihkan kepalamu itu untuk tidak selalu melihat kepintu?"
Kyuhyun berteriak sambil melempar bola kertas kekepala Changmin ketika didapatinya Changmin selalu menatap pintu keluar seakan menantikan kehadiran seseorang dipintu tersebut.
" A-aniya, siapa juga yang tengah melihat kepintu?" elak Changmin.
" Tidak usah berbohong, matamu dan arah pandangmu tidak bisa dibohongi Minnie chagiya..." jawab Kyuhyun yang diakhiri dengan ledekannya kepada namja imut berbadan tiang listrik itu.
" Aishh kau ini."
" Jika yang kau khawatirkan Jae hyung, kau membuang - buang energi saja, kau sendiri tahu banyak yang mengelilinginya berarti banyak pula yang menjaganya."
" Ne, tapi kali ini ia seorang diri Kyunnie, kau tahu kan kalau Kim Songsaenim itu suka menggrepe - grepe Jae hyung semenjak awal kita sekolah dulu."
Changmin tidak bisa menyembunyikan raut cemas diwajahnya, dan itu membuat Kyuhyun langsung mengerucutkan bibirnya.
" Kau tahu Minnie ah, Jaejoong tak akan mengalami hal yang kau takutkan itu, dia memiliki Heechul hyung, Yunho hyung, Siwon hyung, semua namja disekolah ini sekan ingin dikuasainya, termasuk kau! dasar, namja - namja pabbo!"
" Kyu! mengapa kau berkata seperti itu? bukankah kita bersahabat, aku ,kau dan Jae hyung. Kita sudah bersahabat semenjak awal kita bersekolah disini, mengapa pikiranmu menjadi seperti itu mengenai Jae hyung? hhhh..."
Changmin mendesah berat tatkala menjawab kalimat Kyuhyun yang penuh emosi mengenai Jaejoong.
" ITU KARENA DIMATAMU CUMA ADA DIA, JAE HYUNG! HEH FOOD MONSTER, bisakah kau mengalihkan pandanganmu sebentar saja? diantara kalian itu ada aku, ADA AKU!"
BRAKKK!
" KYU!"
Kyuhyun tampaknya tak dapat lagi menahan emosinya yang sudah berada ditingkat Ibukota provinsi #plak!# dihempaskan tasnya diatas meja sebelum ia berlari keluar kelas yang untunglah sedang pelajaran kosong karena Lee songsaenim tidak datang mengajar hari itu dan hanya memberi tugas saja kepada murid - muridnya.
Sementara Changmin dengan langkah gontai berusaha menyusul kemana Kyuhyun minggat saat itu. Changmin hapal sekali tempat yang sering dikunjungi Kyuhyun sewaktu merasa frustasi disekolah adalah atap sekolah. Dengan pasti Changmin menyusul sahabatnya sekaligus lawannya saat bermain video game bersama Kim Junsu adik kelas mereka.
Back to YunJae...
" Yunnie hyung ia ini seragamnya, cepatlah ganti, ppali, nanti hyung masuk angin."
" Gomawo boo."
Yunho hanya menyingkir sedikit dari hadapan Jaejoong kearah sudut ruangan itu, namun jelas masih dapat terlihat oleh kedua big doe eyes Jaejoong saat Yunho satu persatu menanggalkan pakaian basahnya.
" Yah, Yunnie hyung! mengapa tidak masuk kekamar ganti, eoh?"
" Ani boo, biar saja aku malah senang jika kau melihatku, hehehe..."
Yunho menjawab pertanyaan Jaejoong dengan santai sembari memakai satu persatu pakaiannya, tanpa rasa malu sedikitpun. Sedang Jaejoong ia panik dan berbalik kearah berlawanan dengan Jung Yunho saat ini.
" Boo, sampai kapan kau membalikkan badan dan menutup matamu itu? aku sudah selesai boo, berbaliklah."
Suara bass Yunho bergema diruangan besar yang kosong itu, ia sedikit terkekeh saat melihat Jaejoong yang masih setia membalikkan badannya.
" Eh, hehehe sudah ya, kajja hyung kita kembali kekelas." ajak Jaejoong setelah menurunkan telapak tangannya dari kedua matanya.
" Ne, ehm t-tapi chakkaman.."
" Eh? waeyo hyung?"
" A-ani boo, cuma ada yang mau kutanyakan kepadamu."
" Apa itu?"
" Ehm, hehehe...aish bagaimana ya." Yunho mengaruk - garuk belakang kepalanya tampak sekali kalau ia tengah salah tingkah.
" Hyung mau mengatakan seperti yang sudah - sudah?" selidik Jaejoong, hati kecilnya mengatakan kalau Yunho ingin kembali menyatakan cintanya dan menuntut jawabannya.
" Ahh Jongie ternyata bisa menebak ya hehehe, umm...jadi jawaban Jongie apa masih sama seperti yang kemarin - kemarin juga?" tanya Yunho hati - hati takut kalau akan mengiyakannya.
" Hhhh, kajja hyung nanti kita terlambat masuk kelas."
Jaejoong berusaha mengalihkan pembicaraan mereka. Ia hanya tak ingin menyakiti perasaan Yunho yang sangat tulus menyukainya. Namun ketika baru akan membalikkan badannya...
Grebb~
" Jawab aku dulu boo..." Yunho telah mencekal duluan lengan kecil jaejoong dan tubuh kurus Jaejoong dibawanya kehadapannya dan menatap matanya lekat - lekat.
" Hyung, a-aku..., jebbal hyung jangan paksa Jongie..jebbal..." mohon Jaejoong yang hampir menangis."
" Ne, ne boo mianhe...aku tak akan menuntut jawaban darimu lagi, tapi aku boleh minta sesuatu? hitung - hitung imbalan atas badanku yang kedinginan ini, boleh?" melas Yunho dengan memasang puppy eyes gagalnya.
" Arraso, tapi hyung minta jangan yang pervert eoh?"
" Ani..."
" Ne, apa itu hyung..." jawab Jaejoong cepat.
" Mmm, aku hanya ingin..hehehe.."
" Ingin apa hyung?" Jaejoong semakin penasaran
" Hehehe, tapi harus mau eoh?"
" Ne hyung, ppali!"
" Jinjja?"
" Yah hyung!"
" Berhenti memanggilku hyung."
" Eh?"
" Kukatakan jangan lagi memanggilku hyung, aku tidak suka."
glek...
" N-ne, hyu..eh, Yun."
Jaejoong menelan salivanya saat suara berat Yunho menjadi datar dan tatapannya menjadi sangat tajam saat mendengarnya berulang kali memanggilnya dengan sebutan 'hyung'. Jaejoong sedikit merasa takut akan perubahan sikap Yunho saat itu.
" Boo, mengenai permintaanku itu, aku ingin kau memanggilku 'oppa' saat ini, hanya saat ini saja.." suara dan tatapan Yunho kembali melembut.
" Y-yun..." permintaan Yunho barusan tentu saja sangat membuat Jaejoong malu. Itu sama saja Yunho ingin menyamakannya dengan yeoja. Bibir cherry itu mengerucut.
" Jebbal boo, jarang - jarang kita mempunyai kesempatan hanya berdua seperti ini, biasanya kau selalu dikerubuti namja - namja gombal sainganku.."
" Hhhh...arraso, anggap saja untuk ungkapan terimakasih Jongie ne?"
" Arrachi.."
" Umm, oppaa..."
Blushh...
" Ahhh, gomawo boo...mukamu merah, hehehe.."
Yunho seakan mendapat siraman air kembang tujuh warna saat mendengar suara halus Jaejoong yang memanggilnya dengan sebutan 'oppa' sesuai keinginannya. Dan hatinya lebih senag lagi saat melihat wajah Jaejoong yang memerah parah. Jaejoong yang tersipu hanya dapat menundukkan kepalanya saja, tidak lupa bibir cherry itu maju lima senti.
" Kau malu boo? hmm?"
" Yunnie.."
Yunho mencoba menatap wajah Jaejoong yang tertunduk dengan menundukkan badannya, namun Jaejoong memalingkan wajahnya dengan cepat, kembali Yunho mengejar wajahnya lagi sampai beberapa kali hingga Jaejoong menyerah sendiri. Dan tatapan keduanya bertemu.
Mata doe hitam besar yang digilai oleh pemilik mata musang itu saling menatap dalam diam. Tatapan musang itu seakan mencari sesuatu yang disembunyikan dalam tatapan polos dari doe eyes itu.
Grebb~
" Y-yun, apa yang..."
" Ssst, diam boo, jebbal biarkan seperti ini sebentar saja, sebentar lagi kita akan berpisah, aku tidak rela.."
Dengan cekatan tanpa dirasa Jaejoong sama sekali, tangan kekar Yunho telah membalik tubuhnya dan memeluknya dari belakang, dagunya ditumpukan dibahu Jaejoong menyesap wangi diceruk leher nemja cantik itu.
Untuk beberapa saat mereka hanya terdiam dengan posisi yang cukup 'intim' itu. Sesekali Yunho mencuri - curi kesempatan untuk menyesap wangi di leher dan tengkuk Jaejoong walau tidak menggigitnya, karena ia takut Jaejoong akan jadi bahan ledekan jika dilehernya terlihat kissmark buatannya.
.
Tetttt...tetttt...tettttt
" Yun, kajja...sudah waktunya istirahat, sebentar lagi akan banyak siswa yang lalu lalang disini."
" Biar saja boo, biarkan sebentar lagi seperti ini, aku suka wangi tubuhmu, mmm..."
Yunho sama seklai tak menghiraukan rajukan Jaejoong yang mengajaknya meninggalkan tempat itu, ia malah semakin menyesap dalam - dalam perpotongan leher namja cantik yang telah menjadi 'incarannya' semenjak Jaejoong menjadi siswa baru disekolah mereka.
" ngghhh, Yun...berhentilah geliihh.."
" Aku tidak bisa berhenti boo.."
Yunho sepertinya benar - benar tidak bisa menghentikan kegiatannya dileher mulus dan wangi milik Jaejoong itu. Tadinya ia hanya menyesap wangi kulit leher itu dengan hidungnya saja. Sekarang bibir hati itu yang mengambil alih dengan memberi kecupan - kecupan basah dileher putih Jaejoong. Sedangkan sicantik tampak pasrah menerima perlakuan namja tampan sunbae nya yang sudah lama memendam cinta kepadanya itu.
" Ahhh Yun, kajja aku lapar.."
" Ah, hhhh...mian aku lupa, kau pasti lapar habis kedinginan, kajja kita kekantin, jangan lupa bawa pakaianmu yang basah itu."
Sedikit kecewa karena harus menghentikan kegiatannya, Yunho menggenggam tangan Jaejoong untuk segera beranjak dari tempat itu. Mereka berjalan bergandengan keluar dari 'persembunyian' mereka, melintasi siswa - siswa yang tampak lalu lalang karena saat itu adalah waktu istirahat.
Tatapan heran dan bisik - bisikpun menjadi pemandangan disepanjang jalan YunJae. Memang sudah menjadi rahasia umum jika sang pewaris keluarga 'Jung' itu sudah lama mengejar - ngejar Top Uke sekolah tersebut yang selalu menolaknya setiap ia menyatakan cintanya ditengah lapangan yang disaksikan seluruh siswa DBSUJU School.
" Yunnie, lebih baik kita berpisah disini saja, mm..Jongie biasa kekantin bersama Changmin dan Kyu."
" Boo, tapi aku ingin kekantin bersamamu, kajja.."
" Aniya Yun, kita berpisah disini ya, gomawo..."
" Yah boo,...aishh..."
Yunho tampak sangat frustasi sekali saat Jaejoong yang tanpa persetujuannya berlari menuju kelasnya seorang diri, bahkan ia menangkap aura 'ketakutan' yang terpancar jelas dimata indah Jaejoong barusan, namun ia tak mengerti mengapa."
' Boo, aku yakin kau juga menyukaiku, namun ada sesuatu yang membuatmu tidak bisa menerimaku, aku bersumpah akan mencari tahu sendiri penyebab itu...' batin Yunho yang masih menatap Jaejoong sampai menghilang diujung koridor kelasnya.
" Yunnieee...cup.."
" Kyaa, berani - beraninya kau aishh.." Yunho terkaget hampir pingsan saat Ahra yang tiba - tiba muncul dari arah belakangnya dan langsung mencuri ciuman dipipinya.
" Berani dong, Yunnie kan milikku, semua milikku milik Yunnie juga, kajja kita kekantin."
" Hey! hey! hentikan! yah..."
" Yunnie berisik! diam dan ikuti saja aku."
Yunho seakan terhipnotis saat lengan kekarnya ditarik paksa oleh Yeoja yang rupanya sedari tadi mengamati gerak - gerik ia dan Jaejoong barusan dan itu cukup membuatnya kebakaran kutang, eh jenggot dan bertekad untuk kembali 'membully' si Uke cantik.
Namun tak seorangpun yang menyadari sedari Yunho bersama Jaejoong dan kini telah bersama Ahra ada sepasang mata yang menatap mereka penuh amarah dan kecemburuan. Sepasang mata milik Kwon Yuri salah satu anggota genk rese yang merupakan salah satu penggemar Yunho disekolah itu. Rupanya sedari tadi Yeoja itu mengikuti kemana saja Yunho berada, bahkan ketika ia berada bersama Jaejoong diruang ganti olahraga dan melakukan 'sedikit' kemesraan disana Yuri menyaksikan semua itu dengan penuh kemarahan.
Sementara si uke cantik aka Kim Jaejoong saat memasuki kelasnya ia tidak menemukan dua sahabatnya Changmin dan Kyuhyun. Sedikit heran karena tidak biasanya dua makhluk evil itu tidak menunggunya saat istirahat. Mendapati itu, Jaejoong hanya dapat mengerucutkan bibirnya imut dan menghempaskan pantatnya ketempat duduknya, mendadak ia kehilangan selera makan.
.
Sedangkan diatap sekolah...
" Kyu..."
" Pergilah, tinggalkan aku sendiri!"
" Aniya, aku tak akan meninggalkanmu, kecuali kalau sudah tidak marah lagi."
" Siapa yang marah? Yah Jung Changmin! jangan terlalu percaya diri. Sekarang pergilah!"
" Never Kyu...aku heran mengapa kau jadi membenci Jae hyung, dia pasti kan sangat sedih jika mengetahuinya."
" Kau memang sangat mempedulikannya." kesal Kyuhyun dengan nada datarnya.
" Aku memang mempedulikannya.."
" Sudah kuduga..hhhh..."
" Karena dia sahabatku seperti halnya dirimu Kyu...aku tentunya sangat mempedulikan kalian berdua."
" Jangan mengada - ada Minnie ah, buktinya yang ada dimatamu selamanya hanya dia saja, sedang aku..hhh.."
Kyuhyun hanya dapat menghembuskan nafasnya dengan berat mencoba menguasai emosinya yang bisa kapan saja meledak.
" Kyu, ada apa denganmu? mengapa kau seperti yeoja yang tengah cemburu dengan pacarnya? ayolah Kyu, persahabatan kita ini bukanlah waktu yang singkat, jebbal .." Changmin mulai frustasi dengan kekerasan Kyuhyun.
" Kalau aku cemburu kenapa memangnya? salah? apakah salah jika aku cemburu melihat Jae hyung yang dengan seenaknya saja menciummu?"
" Kyu apa yang kau katakan.."
" Ne, dan apa aku salah melihatmu yang begitu senang bila Jae hyung menciummu? KAU TAHU, AKU JIJIK MELIHAT TINGKAH KALIAN DIHADAPANKU, AKU JIJIK MELIHAT KALIAN! Hiks..." Kyuhyun mulai terisak.
Grebbb~
" Yah, Jung Changmin! lepas!"
'...'
" Minn..mmhh, hmfphh, ngghhh...aahhh...hen..tih, ahhh..kaannhhh..."
Kyuhyun seketika tak dapat berkutik lagi saat tubuhnya telah terkunci oleh pelukan erat Changmin yang tidak diduganya sama sekali, sedangkan bibirnyapun terkunci oleh bibir seksi namja yang secara diam - diam sangat disukainya itu. Tak ada tanda - tanda namja yang umurnya satu tahun dibawahnya itu akan melepaskan pagutan bibirnya. Kyuhyunpun mulai kehabisan nafas.
" Eungghhh...se..sakkhh..ahh..hah..hah..."
Akhirnya ciuman itu terlepas juga, namun pelukan erat Changmin pada namja manis itu belum juga terlepas. Badan mereka masih menempel satu sama lain. Kyuhyun sedikit terkesiap saat manik matanya bertemu dengan tatapan Changmin yang tajam kepadanya.
" Masih cemburu?" suara datar Changmin.
Blush...
Wajah Kyuhyun tampak memerah sempurna, ia sangat malu dan sungguh menyesal telah mengeluarkan emosinya tanpa memikirkan terlebih dahulu. Yah, cemburu telah menutupi akal sehatnya. Ia malu karena Changmin telah mengetahui isi hatinya dan cinta terpendamnya kepada si food monster yang usianyapun masih bisa disebut anak - anak itu.
" Kajja, kembali kekelas, Jae hyung pasti mencari kita. Dan jika masih berani cemburu kepadanya, kali ini akan kucium kau didepannya."
Kyuhyunpun kali ini tak dapat membantah perkataan Changmin, ia hanya mengikuti langkah Changmin menuju kelas mereka. Sementara wajahnya hanya tertunduk dan pikirannya melayang kebeberapa saat lalu ketika bibirnya tersapu oleh bibir seksi Changmin yang sedari dulu disukainya. Tak disadari wajahnya kembali memerah seperti kepiting rebus. Sementara bibir seksi Changmin yang berjalan mendahuluinya tak henti menyunggingkan senyum manisnya.
' manis, bibirmu manis Kyu...'
.
.
.
.
Pagi itu suasana didalam Aula luas Dong Bang Suju School masih tampak ramai sekali kendati upacara bendera baru saja usai. Ini disebabkan karena adanya pengumuman jika sebentar lagi Kepala Sekolah akan memperkenalkan adanya siswa pertukaran pelajar dan beberapa siswa baru yang akan bersekolah disekolah mereka.
" Perhatian anak - anak semua...sebentar lagi Lee Soo Man sajangnim akan mengumumkan teman - teman baru kalian, jadi mohon perhatiannya tidak ada bersuara.."
" HUUUU..."
Seruan bernada melecehkan terdengar membahana diaula serba guna sekolah itu saat Kim Songsaenim berdiri diatas podium menyuruh murid - murid untuk memeperhatikan Kepala Sekolah yang akan mengumumkan siswa baru yang sudah dibariskan berjejer ditengah tengah Aula tersebut.
Daripada mendengarkan kepala sekolah mereka berpidato, siswa - siswa nakal sekolah itu lebih senang berbisik - bisik membicarakan dua orang siswa yang paling menonjol yang berdiri diantara siswa - siswa baru tersebut.
" Kyaa Tan Hangeng, imut sekali...ahh pasti ia akan jatuh cinta kepadaku..hihihi.."
" DIAM BERISIK!"
Jeritan Tiffany sontak mendapat teguran dari Kim songsaenim yang sudah berpindah berdiri dibelakang barisan kelas 12 B yang begitu histeris saat melihat siswa pertukaran pelajaran yang berasal dari negara Cina itu yang berwajah imut dengan mata sipit dan hidung yang mancung.
Sementara anggota gang reseh yang berwajah paling kalem diantara keempat anggota lainnya Kim Yoona, hanya dapat menunduk tersipu - sipu saat melihat sosok gagah yang berdiri didepan sana, seorang Jung Yonghwa yang dikenal sebagai vokalis Band terkenal CN Blue.
Berbanding terbalik dengan raut wajah Jessica yang berada disebelah Yoona saat itu. Melihat vokalis band tampan itu ia malah terlihat sangat iritasi dan penuh kebencian.
' Yah, dasar kau anak haram apa maksudmu bersekolah disini.' batin Jessica dalam hati.
Jung Yonghwa sebenarnya adalah saudara tiri Jung Jessica namun umma Yonghwa adalah istri muda appanya sehingga dianggap duri dalam rumah tangga ummanya.
lain Jessica lain juga Kim Jaejoong, saat ini Top Uke tercantik se DBSUJU School itu merasakan hal yang tidak jauh berbeda dengan sepupunya Kim Yoona. Ia adalah fanboy dari Band Jung Yonghwa dan sangat mengidolakan namja tampan itu.
" Kyaaa Minnie ah, Jongie tidak menyangka akan bersekolah ditempat yang sama dengan biasnya Jongie, kyaa...Minnie ah, nanti temani Jongie minta tanda tangan Yonghwa hyung, eoh?"
Jaejoong menggoyang - goyangkan lengan Changmin berulang - ulang dan hanya dijawab dengan anggukan setuju sang sahabat. Sementara Kyuhyun hanya memajukan bibirnya saja melihat Jaejoong kembali bermanja - manja dengan namja yang telah menyerang bibirnya beberpa hari yang lalu.
Sementara dibarisan kelas 12A
" Yah Cinderella...hei..hei..."
" Eh? w-wae?"
" Kau begitu terpana dengan namja dari Cina itu. Naksir, eoh?"
" Yah Jung Yunho, siapa bilang!"
" Matamu yang mengatakan, matamu itu bertambah besar saat melihatnya tadi, yeoppo..."
" Aishh kau ini..."
Heechul tak dapat berkata - kata lagi saat perkataan Yunho yang tepat sasaran. Yunho yang mendapatinya terbengong - bengong saat terpesona dengan namja tinggi yang berdiri didepan mereka dengan wajahnya yang sangat imut sekaligus tampan secara bersamaan.
" Kalau kau benar - benar menyukainya, mudah saja, namja itu akan tinggal dirumahku selama ia bersekolah.."
" Mwo?"
Heechul terkaget saat Yunho mengatakan bahwa namja Cina itu tinggal dirumahnya. Bola mata indahnya dikerjap - kerjapkannya seakan tak percaya dengan yang dikatakan Yunho. Tmapaknya Heechul mengalami 'Cinta pada pandangan pertama' pada si Cina tampan itu.
" Ne, tidak percaya? mari kita buat kesepakatan."
" Apa maksudmu beruang?"
" Aku akan berusaha mendekatkanmu dengan si Cina itu, dengan syarat..."
" Mwo? maksudmu?"
" Yah aku akan membuatnya menyukaimu asalkan kau mengijinkan aku untuk mendekati Kim Jaejoong adikmu."
" YAH! NEVER!"
" Ayolah Kim Heechul, kau akan menyesal, lihat yeoja - yeoja itu mereka semua bakal sainganmu."
" Aku bilang tidak tetap TIDAK, Jung Yunho!"
Heechul tetap pada pendiriannya walaupun jujur, ia begitu tertarik dengan penawaran Yunho. Tapi ia tetap tidak mau jika itu disangkut pautkan dengan adik kesayangannya dan menyerahkannya dengan si beruang pervert begitu saja. Oh No, sangat tidak ada didalam kamus Heechul.
Namun bukankah Yunho telah menyelamatkan dongsaengnya dari pelecehan yang dilakukan Kim Songsaenim tempo hari? Yah benar sekali. Dan itu semua adalah akal - akalan licik seorang Cinderella yang tak ingin dongsaengnya ternoda oleh guru olahraga mesum itu.
Dengan segala 'kepintarannya' sukses membuat seorang Jung Yunho saat itu terbakar hatinya karena cerita Heechul yang mengatakan jika Jaejoong tengah memakai pakaian seksinya dipelajaran Kim Songsaenim saat itu. Sehingga membuat seorang Jung Yunho berlari kelabakan kearah gedung kolam renang, dan ternyata ia benar - benar datang diwaktu yang tepat dan Jaejong dapat terselamatkan. Namun itu semua tidaklah cukup untuk membuat Heechul merestui cintanya kepada Jaejoong.
' Ah kau keras sekali cinderella, tapi cepat atau lambat kau akan kutaklukkan..aku telah menemukan kelemahanmu..hehehe' tawa Yunho dalam hatinya.
.
.
.
.
.
TBC
Review Pease!
ditunggu kritik dan sarannya jika ada typo mohon koreksinya
jeongmal gomawo
twitter : peya_ok
.
.
.
Gimana ChangKyu momentnya saengideul ? sebenarnya saya tidak mau terlalu buru - buru menampilkan couple2 lain, sebab sudah saya katakan pada chap sebelumnya bahwa saya masih fokus ke Uri Jaejoong dulu. Namun sepertinya beberapa diantara para readers yang tidak sabar ingin saya menampilkan OTPnya, ya saya tampilkan ChangKyu dulu, padahal moment JaeMinnya masih sangat kurang. Jadi mianhe kalau alurnya jadi ngebut seperti kereta express karena saya begitu cepat menyatukan couple2 tersebut. Sedangkan YunJae saja belum bersatu kan?
Anyway saya tetap menerima sarannya karena terus terang ff ini adalah ff yang paling susah, karena menampilkan OTP lain yang memiliki shippers tersendiri. Tapi jika saya mundur dan menghentikan ff ini ditengah jalan itu sama sekali bukan sifat dan karakter saya. Jadi saya mohon saengideul jadilah readers yang bijaksana, setelah membaca meninggalkan jejak berupa review yang sopan dan saran yang pasti akan saya terima dengan lapang dada, Otte? gomawo buat yang bersusah payah mengisi kotak reviewnya...*senyumcantik*
