Mohon maaf karena ini FF sudah lama terbengkalai karena tugas sekolah buanyak banget.
Maklum lah masih baru kelas X hahahah
oke, aku lanjut aja ya.. makasih juga buat yg udah review di prev-chapter. Aku cinta kalian :*
Minnalaidzinwalfaidzin ya~
Tittle : Change
Cast : Jung Yunho / Kim Jaejoong / Choi Siwon / Lee Donghae / Wu Yi Fan / Huang Zi Tao.
Genre : Romance/Friendship.
Rated : M
.
.
.
oOo
Sementara itu, di dapur, ada dua orang lelaki yang saling duduk berhadapan, mereka adalah Wu Yifan dan Kim Jaejoong. Apa yang sedang mereka lakukan? Mari kita lihat..
"Sssttt.. tidak, ge.. itu tidak akan terjadi.. bukankah aku sudah bilang begitu daritadi..," Kris berkata dengan lembut, berusaha menenangkan sosok lelaki cantik yang sedang menangis dihadapannya.
"Percuma saja kau menutupi telingaku dengan kedua telapak tanganmu, Kris..," Jaejoong berkata di sela sela tangisnya. Hatinya sakit mendengar desahan mereka berdua.. Walaupun Kris menutup telinganya dengan kedua telapak tangan Kris, namun ia masih mendengar desahan mereka berdua.. desahan kekasihnya sendiri yang sedang bercinta dengan orang lain..
'tidak, Jae.. aku berjanji tidak akan menyentuh orang lain..,'
'benarkah yun? Kau tida bohong kan?'
'aku tidak akan pernah berbohong padamu, jae sayang.,'
"Bohong.. Dia pembohong, Kris..," Jaejoong menyingkirkan telapak tangan Kris yang tadi menutup kedua telinganya. Kris masih terdiam, ia menatap Jaejoong dengan lembut.
"Sssttt.. jangan menangis, gege.. Ada aku disini.. ada aku yang ak—"
"Kau tidak mengerti bagaimana hancurnya hatiku saatmendengar desahan mereka, Wu Yi Fan.," Jaejoong menatap Kris dengan dingin. Kris hanya diam, kemudian ia tersenyum.
"Hey, gege fikir aku juga tidak sakit hati, huh? Aku memang tidak bisa mendengar desahan kekasihku dengan pria lain.. tapi disini.. disini rasanya seperti tercabik cabik, ge.," Kris berucap dengan santai sambil memegang dada kirinya, namun suaranya terdengar gemetar. Jaejoong terdiam, ia masih memandangi wajah Kris yang tersenyum.
"Kau fikir aku tidak sakit hati? Lebih sakit mana kau dengan aku, hm? Kau masih bisa mendengar desahan kekasihmu sendiri.. sedangkan aku? Aku bahkan tidak tahu apa yang dilakukan Siwon-gege pada ZItao..," Kris memejamkan matanya saat dadanya terasa amat sakit.
"Aku—Aku bahkan merasa pengecut.. harusnya aku menolak ide gila ini.. Aku yang dari awal sudah berjanji akan melindungi ZItao, namun aku sendiri yang melanggar janjiku.. Aku—Aku tidak lebih dari pria brengsek yang suka mengumbar janji, namun tidak sanggup menepatinya.," Kris mencengkeram kuat dada kirinya.
"Aku gagal untuk melindunginya.. Aku—Aku gagal, ge.,"
'aku berjanji, peach.. aku tidak akan membiarkanmu disentuh oleh orang lain.. aku akan melindungimu dengan segenap jiwaku.,'
'iya kah? Gege tidak bohong? Aku tidak suka dengan pria pembohong,'
'apa kau pernah melihat dan mendengar aku berbohong, peach? Apa seorang Wu Yi Fan yang tampan ini terlihat seperti pembohong?'
'ahahahah ahahaha hentikan gege.. ini geli.. geli.. hahaha.. iya aku percaya.,'
Kris membuka matanya, ia menatap Jaejoong dengan lembut, kemudian tersenyum.
"Kita sama sama tersakiti, ge.," Kris mengusap pipi Jaejoong dengan lembut. Jaejoong tertegun, lelaki di depannya ini.. kenapa lelaki ini begitu tegar..
GREP
Jaejoong memeluk Kris dengan erat, ia membenamkan wajahnya pada leher Kris. Kris tersenyum, ia membalas pelukan Jaejoong, kemudian mengelus punggung Jaejoong dengan lembut.
"Sentuh aku, Kris..," Jaejoong berucap sangat lirih. Namun Kris dapat mendengarnya. Kris menghentikan usapannya di punggung Jaejoong.
Bagaimana ini? Apa ia harus menyentuh Jaejoong?
.
.
.
oOo
Kris masih terdiam, matanya menerawang jauh, ia bingung harus melakukan apa sekarang. Jaejoong meminta Kris agar menyentuhnya, tapi apakah Kris sanggup melakukannya? Jaejoong adalah milik Yunho, dan dia adalah milik Zitao.
"gege, apa kau serius dengan perkataanmu tadi?," Kris merenggangkan pelukannya, kemudian menangkup kedua pipi Jaejoong. Jaejoong menatap wajah Kris, kemudian ia mengangguk.
"aku serius, Kris.. bukankah mereka sudah menghianati kita?," Jaejoong berucap lirih, jari jari tangannya bergerak untuk membuka kancing baju milik Kris, namun Kris menahan tangannya.
"gege, tapi kita—"
"baiklah, tidak apa jika kau tidak mau menyentuhku.. ayo, ini sudah malam.. tidur sana.," Jaejoong bangkit dari duduknya, kemudian berjalan menjauh dari Kris. Kris menatap punggung Jaejoong, entahlah.. rasanya aneh.. tak lama kemudian ia menyadari satu hal. Jika Jaejoong meninggalkan dapur ini, maka Jaejoong akan melihat Yunho dan Donghae di ruang tengah.
GREP
Kris menyusul langkah Jaejoong, kemudian memeluk Jaejoong dari belakang. Jaejoong terdiam, ia kaget karena tiba tiba Kris memeluknya dari belakang.
"Kenapa memelukku? Bukankah tadi kau—"
"Aku akan menyentuhmu, gege..," Kris membalikkan tubuh Jaejoong, kemudian memberikan kecupan kecupan ringan di seluruh wajah Jaejoong. Kris mendekatkan bibirnya pada telinga Jaejoong, kemudian membisikkan sesuatu yang membuat Jaejoong blushing.
"aku akan menyentuh seluruh tubuhmu dengan lembut.. aku berjanji tidak akan bermain kasar.. dan aku tidak akan mempercepat gerakan pinggulku nanti, kecuali jika kau yang memintaku untuk lebih cepat, gege..,"
Kris menuntun Jaejoong agar duduk di atas meja dapur, sedangkan ia sendiri hanya berdiri menghadap Jaejoong yang saat ini sudah duduk di atas meja dapur. Kris menelusuri wajah cantik Jaejoong menggunakan telunjuknya. Sungguh indah sekali lelaki yang ada di hadapannya ini. Kris mulai menangkup wajah Jaejoong, kemudian ia mendekatkan wajahnya pada wajah Jaejoong.
"aku.. ingin mencicipi bibir sexy mu ini, gege.," Kris mengusapkan ibu jarinya pada bibir Jaejoong sebelum mencium bibir sexy itu.
"mmmhhh… nnnghhh.," Jaejoong memejamkan matanya, kemudian melingkarkan tangannya pada leher Kris. Kris mencium bibir pink itu dengan lembut, ia menepuk pipi Jaejoong dengan pelan, agar Jaejoong membuka matanya. Jaejoong membuka matanya dengan perlahan, wajahnya memerah saat ia mendapati mata Kris yang sedang menatapnya dengan lembut.
"nnnghhh… mhhh.. ssshhh.," Jaejoong memiringkan kepalanya saat Kris mulai melumat bibirnya dengan lembut. Ia menggeliat geli saat tangan Kris mengusap punggungnya dengan pelan dan sangat lembut. Kris tersenyum di sela sela tautan bibirnya, rasa bibir Jaejong sangat manis.
"mmmhhh… nnghhhh.. ckppphh.," Kris menggigit bibir Jaejoong dengan pelan, kemudian menyesap bibir Jaejoong dengan lembut. Jaejoong hendak memejamkan matanya, kemudian Kris menepuk pipinya lagi.
"nnghh.. ha-ahhh.," Kris melepas tautan bibirnya, kemudian mengusap ujung bibir Jaejoong dengan lembut. Jaejoong menatap Kris bingung.
"Kenap—"
"Aku tidak suka berciuman dengan mata tertutup, gege.. Aku lebih suka berciuman dengan mata terbuka.. Karena dengan seperti itu.. ciuman kita akan terasa lebih nikmat.," Kris mencium ujung bibir Jaejoong dengan lembut. Jaejoong tersenyum, kemudian mengangguk. Entah kenapa, Kris selalu saja dapat membuat jantung Jaejoong berpacu lebih cepat.. Suara yang lembut itu, tatapan yang tajam namun memancarkan rasa sayang, juga dengan caranya saat memperlakukan Jaejoong.. sungguh, itu semua membuat Jaejoong melayang.. Kris memperlakukannya dengan lembut dan terkesan romantis..
"Masih ingin aku cium, ge?," Kris bertanya pada Jaejoong dengan nada yang dibuat buat. Jaejoong memukul lengan Kris pelan.
"Jangan menggodaku, Kris…," Jaejoong membenamkan kepalanya pada leher jenjang Kris. Ia menyesap aroma tubuh Kris yang khas.
"Haha.. Iya, iya.. Aku minta maaf.. Bagaimana, hm?," Kris mengusap punggung Jaejoong dengan lembut. Jaejoong hanya bergumam, namun tangannya membuka kancing baju Kris satu per satu. Kris hanya diam saja, ia bahkan membantu Jaejoong untuk membuka bajunya.
"Maaf.. tubuhku tidak sebagus Siwon-ge ataupun Yunho-ge..," Kris mengusap lembut pipi Jaejoong saat Jaejoong memandang tubuh bagian atasnya.
"Ah, tidak tidak.. Semuanya sama saja.. Bagus atau tidak tubuhmu itu.. bagiku.. tubuhmu juga sudah sangat bagus dimataku, Kris.," Jaejoong mengusapkan ibu jarinya pada dada Kris.
"nnghhh.. sudah mulai 'aktif', hm?," Kris menarik hidung Jaejoong pelan. Jaejoong mengembungkan pipinya.
"Ini sakit, Wu Yi Fan…," Jaejoong menatap Kris dengan tajam, sedangkan yang di tatap hanya tersenyum. Hahahaha..
"Sakit? Ouuhhh aku tidak tahu.. Hahaha..," Kris mencubit pipi Jaejoong dengan pelan. Jaejoong tersenyum, kemudian mengelus perut Kris dengan pelan.
"Boleh aku membuka bajum—"
"Buka saja, Kris.. Bukankah aku adalah milikmu malam ini..," Jaejoong mengusap pipi Kris dengan lembut. Kris tersenyum lebar, kemudian membuka kaos orange yang dikenakan Jaejoong. Kris menelan ludahnya dengan susah payah setelah kaos itu berhasil ia buka.
Bagaimana tida? Bayangkan.. Kulit putih pucat yang terlihat berkilau akibat berkeringat.. kedua nipple yang berwarna merah muda.. perut rata yang memiliki abs –walaupun tidak menonjol-.. Sungguh, Kris merasa ia membutuhkan oksigen sekarang ini..
"—ris.. Kris.. Hey apa yang kau lihat?," Jaejoong menepuk pipi Kris dengan lembut saat pemuda pirang itu terdiam menatap tubuhnya.
"Ahh! Ohh i-itu.. Anu.. Aku hany—"
"Ohh.. aku tahu apa yang kau fikirkan..," Jaejoong menyipitkan matanya, kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Kris.
"Ap—Apa? Ti—tidak aku tidak memikirkan apapun..," Kris tergagap saat wajah Jaejoong semakin dekat dengan wajahnya.
"Kau.. berfikiran yang 'iya-iya' dengan tubuhku ini, ya? Iya kan? Iya kan? Iya?.," Jaejoong menaik turunkan alisnya, bibirnya tersenyum lebar.
GLEG
Kris menelan ludahnya dengan gugup. Memang benar sih apa yang dikatakan Jaejoong, tapi apakah ia harus berkata jujur? Ah tidak! Itu menurunkan harga dirinya..
"A-aku hany—"
"Kau berbohong, pirang~," Jaejoong mengembungkan pipinya dengan kesal. Kris menahan tawanya, sungguh kekanakan.
"Hahahaha iya itu benar..," Kris tertawa, kemudian mendorong tubuh Jaejoong agar tidur terlentang diatas meja dapur tersebut. Jaejoong refleks melingkarkan kakinya pada pinggang Kris karena kaget.
"Kau… sangat menggoda dimataku malam ini, ge..," Kris menjilat bahu Jaejoong dengan perlahan, tangannya sudah bermain disekitar perut dan dada Jaejoong, sehingga menimbulkan desahan muncul dari bibir kecil Jaejoong.
"Yunho-ge beruntung memiliki kekasih sepertimu.. pandai memasak.. manis.. cantik.. tampan.. dan memiliki tubuh indah seperti ini..," Kris menjauhkan wajahnya pada bahu Jaejoong, kemudian mengusap bibir Jaejoong dengan ibu jarinya. Jaejoong tersenyum lembut, kemudian mengulum ibu jari Kris yang tadi mengusap bibirnya. Kris tersentak saat Jaejoong dengan tiba tiba mengulum jarinya.
"mmmhhhh… nnghhh..," Jaejoong menjilati ibu jari Kris dengan perlahan, mencoba untuk menggoda Kris ternyata. Kris memejamkan matanya, dalam fikirannya ia berimajinasi bahwa bukan ibu jarinya yang dijilati oleh Jaejoong, melainkan sesuatu yang sudah mulai menegang diantara selangkangannya.
"aaarrghhh… k-kau mencoba menggodaku, hm?," Kris menarik ibu jarinya, kemudian mengunci Jaejoong yang berada di bawah tubuhnya, kedua tangannya ia letakkan disamping kanan dan samping kiri tubuh Jaejoong.
"tidak.. aku tidak menggodamu.. aku hanya menggoda sesuatu yang ada di bawah sana..," Jaejoong berkata dengan lembut, tangannya sudah melingkar pada leher Kris. Kris hanya menyeringai kecil, kemudian ia menempelkan penisnya pada penis Jaejoong lalu menggesekkannya dengan pelan.
"nnghhhh… ssshhhh..," Jaejoong memejamkan matanya saat penisnya bergesekan dengan penis Kris.
"bagaimana,hm? Nikmat? Enak? Atau.. apa perlu aku mengeluuarkan penisku ini, hm?," Kris mengusap pipi Jaejoong dengan lembut, pinggulnya masih terus bergerak menggesekkan penisnya pada penis Jaejoong.
"sshhhh.. a-apa boleh aku memintamu untuk membuka celanamu, Kris? A-aku sudah tidak tahan lagii..," Jaejoong membuka matanya, kemudian menatap Kris dengan tatapan menggoda. Kris tersenyum lembut, kemudian menyingkirkan tangan Jaejoong yang melingkar di lehernya.
"apapun untukmu, beauty..," Kris menegakkan tubuhnya, kemudian membuka kancing celananya lalu menurunkan resleting celananya.
"Eeeits.. hampir lupa.. aku juga harus melepas celanamu yang terlihat sangat mengganggu pandanganku ini, cantik..," tangan Kris bergerak untuk membuka celana Jaejoong.
SRET~
BLUSHH~
Wajah Jaejoong seketika memerah saat Kris melepas celananya beserta celana dalamnya secara bersamaan.
"Wow, lucu sekali penismu ini, cantik..," Kris memainkan jari telunjuknya pada penis Jaejoong yang sudah menegang.
"nnngghhh ahhh.. m-mana penismu, Kris..," Jaejoong menggigit bibir bawahnya sambil menatap Kris. Kris tersenyum, kemudian ia mengusap kepala Jaejoong.
"Ingin sekali melihat penisku, hm? Penisku mungkin tidak sebesar dan se panjang penis milik Yunho-ge.. Namun aku yakin bahwa aku akan sanggup memuaskanmu, beauty gege..," Kris menurunkan celananya dengan perlahan. Jaejoong menelan ludahnya dengan kasar, matanya terfokus pada gerakan tangan Kris yang sedang membuka celananya sendiri.
SRET
Celana Kris sudah terlepas, saat ini Kris hanya menggunakan celana dalam saja. Jaejoong membulatkan matanya saat penis Kris yang menegang itu tercetak jelas melalui celana dalamnya. Tidak besar, namun panjang.
"Kenapa, hm? Ingin aku segera mengeluarkan penisku ini, hm?," Kris menggenggam penis Jaejoong, kemudian mengocoknya dengan lambat.
"nnnghhhh… ouuchhh.. c-cepath bukahh.," Jaejoong mendongakkan kepalanya. Kris melepas kocokannya pada penis Jaejoong, kemudian membuka celana dalamnya dengan cepat.
BRUK
Kris kembali mengunci tubuh Jaejoong seperti semula, pinggulnya kembali bergerak dengan pelan.
"nnnghhh…. Ouucchhh.," Suara lembut milik Jaejoong dan suara berat milik Kris sama sama mengeluarkan desahan saat penis mereka saling menggesek satu sama lain. Jaejoong menangkup wajah Kris, kemudian melumat bibir Kris dengan lembut. Kris pun sama, ia juga melumat bibir Jaejoong dengan lembut. Kepala mereka bergerak berlawanan arah,. Jika Jaejoong menggerakkan kepalanya ke kanan, maka Kris akan menggerakkan kepalanya ke kiri, begitu juga sebaliknya.
"mmmhhh…. Cckkkpphhh..," Kris menelusupkan lidahnya ke dalam mulut Jaejoong, ia mulai menjilat rahang atas Jaejoong.
"nnnghhhh… sshhhh..," Jaejoong menggeliat merasakan gelid an nikmat secara bersamaan, tangannya ia gunakan untuk meremas rambut Kris. Tangan Kris tidak hanya diam, tangan itu saat ini sedang bermain di sekitar nipple Jaejoong, sesekali ia mencubit, kemudian memelintir nipple itu.
"nnnngghh… sshhh… aahnn..," Jaejoong menghisap lidah Kris, kemudian membelit lidah Kris dengan lidahnya. Kris tidak mau kalah, ia juga ikut membelit lidah Jaejoong.
"ssshhhh…. Nngghhh… mmmhhh..," pipi dan dagu mereka sudah basah oleh saliva yang entah itu milik siapa. Penis mereka masih menggesek satu sama lain, Kris mengernyitkan dahinya saat merasakan sesuatu yang hangat dan lengket mengenai penisnya.
"nnnghhh.. hahhh..," Kris melepas tautan bibirnya, kemudian menatap kea rah bawah, ke arah dimana penis mereka saling bergesekan.
"kau.. sudah klimaks, cantik?," tangan Kris mencolek cairan putih yang ada diatas perut Jaejoong, kemudian mencolekkannya pada pipi Jaejoong.
"nnnghhh.. i-iya.. memangnya kenapa?," Jaejoong menatap Kris dengan bingung.
"seharusnya kau jangan klimaks dulu.. karena aku akan..," Kris menatap Jaejoong, kemudian mengedipkan sebelah matanya.
"Akan aph—Akkhh ouuhh.," Jaejoong tidak melanjutkan ucapannya, ia memilih untuk mendesah dan memejamkan matanya sat penisnya dengan tiba tiba di kulum oleh Kris.
"nnnghhh oouucchhh… y-yeaachhh..," Jaejoong meracau tidak jelas saat mulut hangat Kris menghisap pelan penisnya, Kris mengulum penis Jaejoong dengan penuh perasaan, menggerakkan kepalanya naik-turun dengan teratur, dan itu membuat Jaejoong gila..
"nnnghhhh… K-krissshh… bisakahh kau… oucchh mempercepatthhh.. oucchhh l-lebih cep—Aaakkhhh Ouuuchhh… baguss.. oouuchhh.," Jaejoong menggigit bibirnya saat Kris tiba tiba mengulum penisnya dengan cepat.
"nnnghhhhh aaaarrghhhh..," Jaejoong semakin menggeliat saat jeari jari tangan Kris menggelitik twinsballnya. Kris semakin mempercepat tempo kulumannya pada penis Jaejoong, tangan kirinya ia gunakan untuk mengusap tubuh bagian atas Jaejoong, sementara tangan kanannya ia gunakan untuk menarik-narik twinsball milik Jaejoong.
"nnngghhh… aarrrrghhh.. ouucchhh..," Jaejoong meletakkan kedua telapak tangannya pada kepala Kris, kemudian meremas rambut pirang Kris sedikit keras. Kris memejamkan matanya saat Jaejoong ikut menggerakkan pinggulnya berlawanan arah.
"ooouucchhh… mmmhhh.. ssshhh.. sebentar lagihh.. yeahh sebentar lagihh..," Jaejoong semakin keras meremas rambut Kris. Kris semakin mempercepat kulumannya, menaik-turunkan kepalanya dengan cepat, bahkan sesekali menghisap penis Jaejoong agak keras.
"aaa-aaakhhh… K-krissshhh… a-akuhh OUCCHHH!," Jaejoong berteriak agak keras saat cairan putih kental itu keluar dari penisnya. Kris memejamkan matanya, ia menelan semua cairan putih itu tanpa rasa jijik lalu mengeluarkan penis Jaejoong dari mulutnya.
"mmmhhh ahhh… lumayan enak..," Kris tersenyum lembut, kemudian mengecup kening Jaejoong sekilas. Kris menyeret sebuah kursi yang ada di sampingnya, kemudian ia mendudukkan dirinya diatas kursi tersebut.
"mmmhhh… sshhhh.. kau tidak menginginkan ini, cantik?," Kris menggenggan penisnya sendiri, kemudian mengocoknya dengan pelan. Jaejoong menelan ludahnya, kemudian ia turun dari atas meja dan berjongkok di hadapan penis milik Kris. Kris yang melihat Jaejoong dihadapannya segera melebarkan kedua kakinya.
"ayo, cantik.. dia milikmu.. sentuh dia..," Kris mengusap kepala Jaejoong dengan lembut. Jaejoong hanya mengangguk, tangannya bergerak untuk menggenggam penis Kris.
"sshhhhh… pintarrhhh..," Kris mendongakkan kepalanya saat Jaejoong meremas penisnya dengan lembut.
"nnnghhh… uuhhh..," Jaejoong menggigit bibir bawahnya saat wajahnya sudah berada tepat di depan penis Kris. Jaejoong membuka mulutnya dengan ragu. Kris menunduk menatap Jaejoong.
"kulum saja.. tidak perlu takut..," Kris tersenyum dengan lembut, kemudian menuntun kepala penisnya agar masuk ke dalam mulut Jaejoong.
"aaargghhh.. ssshhh..," Kris memajukan pinggulnya dengan pelan agar penisnya tertanam sepenuhnya dalam mulut Jaejoong.
"nnnghhhh uhmmm..," Jaejoong memejamkan matanya saat penis Kris menubruk tenggorokannya. Jaejoong menggerakkan kepalanya naik turun dengan perlahan, tangan kanannya menggenggam batang penis Kris, kemudian memijat pelan batang penis itu.
"nnnghhhh uuhhmmm..," Jaejoong melumat kepala penis Kris dengan sangat pelan, sesekali ia menyedot lubang penis Kris.
"ssshhhh… aahhh..," Kris menjilat bibir bawahnya saat Jaejoong mengulum penisnya agak cepat.
"uuhmmm… mhhh…. Nggghhh.," Jaejoong menaik-turunkan kepalanya, tangannya kini bermain pada twisball milik Kris.
"nnnghhh… ouucchh… s-sudah cukupphh..," Kris menarik penisnya dari dalam mulut Jaejoong. Jaejoong merengut tidak suka.
"Kenapa menariknya? Aku masih belum puas, Kris..," Jaejoong berusaha menggenggam penis Kris, namun Kris menahan tangan Jaejoong.
"Hahahaha, lain kali saja, ya? Sekarang berdiri, dan duduk dipangkuanku..," Kris menarik tangan Jaejoong, kemudian mendudukkan Jaejoong tepat di pangkuannya. Kris melingkarkan tangannya di pinggang Jaejoong.
"Kau ingin aku bermain lembut, atau kasar?," Kris mencium kedua nipple Jaejoong secara bergantian. Jaejoong menekan kepala Kris pada dadanya.
"nnnghhh.. a-aku hanya menurut saja.. i-itu terserah padamu..," Jaejoong menggigit daun telinga Kris dengan pelan.
"Baiklah..," Kris sedikit mengangkan tubuh Jaejoong, kemudian mengarahkan penisnya pada hole Jaejoong. Kris memasukkan penisnya dengan perlahan ke dalam hole Jaejoong.
"ooouuchchhh… sshhhh.. j-jangan menjepit penisku terlalu erat, cantikkhh.," Kris mendesah saat hole Jaejoong tengah menjepit penisnya dengan erat. Sedangkan Jaejoong hanya membenamkan kepalanya pada leher Kris.
"O-ouucchhh… tahan, sayanghh..,"
JLEB
Kris menghentakkan penisnya ke dalam hole Jaejoong, sehingga penis Kris tertelan seluruhnya di dalam hole Jaejoong. Jaejoong tidak berteriak, melainkan menggigit leher Kris agak keras, tangannya mencengkeran rambut Kris dengan keras. Kris memejamkan matanya, merasakan penisnya yang terasa dipijat oleh hole Jaejoong di dalam sana, tangannya bergerak untuk mengelus punggung Jaejoong.
"bagaimana, hm?," Kris sedikit menggoyangkan pinggulnya.
"nnnghhhh… b-berapa panjang ukuran penismu itu, tuan Wu.. k-kenapa kau langsung berhasil menumbuk titik kenikmatanku.," Jaejoong semakin menenggelamkan wajahnya pada leher Kris. Kris hanya tersenyum, sedikit bangga memiliki penis sepanjang ukuran pensil dan sebesar dua ibu jari orang dewasa. Jaejoong sedikit kesal karena Kris tidak menjawabnya sehingga ia mengambil keputusan untuk menggerakkan tubuhnya naik turun.
"nnnghhhh aakkhh.," Kris tersentak saat Jaejoong mencubit nipple nya. Kris memperhatikan Jaejoong yang sedang menaik-turunkan tubuhnya sendiri, Kris menyeringai kemudian meremas pantat Jaejoong.
"nnnghhh… sshhh..," Jaejoong mendesis saat Kris menepuk pantatnya cukup keras. Jaejoong melingkarkan tangannya pada leher Kris, kemudian menaik-turunkan tubuhnya sendiri agak cepat.
"Bagaimanahh.. sudah menemukanhh.. sshh.. kenikmatanmu, cantik?," tangan kanan Kris mulai mengocok penis Jaejoong, sedangkan bibirnya bergerak menyusuri dada Jaejoong.
"nnnghhh… i-iyahhh.. a-aku menemukanyahhhhh..," Jaejoong meremas rambut Kris saat dirinya sudah menemukan titik nikmatnya sendiri. Kris mendesis kemudian berdiri sambil mengangkat tubuh Jaejoong, ia menidurkan Jaejoong di atas meja dapur, kemudian mulai menghentakkan pinggulnya agak cepat.
"ssshhh… oouuchhh..," Kris memejamkan matanya saat merasakan penisnya dipijat dengan sangat kuat oleh hole Jaejoong.
"nnnghhh… ahhh… lebihh cepathhh.. oucchh.. cepatthh..," Jaejoong menggeliat dan mulai menggerakkan pinggulnya berlawanan arah. Kris merendahkan tubuhnya, kemudian melumat bibir Jaejoong dengan buas.
"nnnghhh… mmhhh…," Jaejoong membalas lumatan Kris, tangannya melingkar pada leher Kris dan menekan tengkuk Kris.
"nnngghhhh… mmhhh… ckkpphh..," Kris menggerakkan pinggulnya semakin cepat dan sangat cepat, ia sudah tidak tahan lagi.. persetan dengan janjinya tadi.. ia sudah tidak tahan untuk tidak bermain kasar..
"nnngghhh… hhh… uhhnn.," Jaejoong meremas rambut Kris saat Kris mulai mengocok penisnya. Kris merasakan penisnya mulai berkedut, begitu juga penis Jaejoong. Kris semakin menghentakkan penisnya semakin dalam pada hole Jaejoong.
"nnghhh.. hahhh… a-aku akan datang, cantikhh.," Kris melepas tautan bibirnya. Ia mengangkat tubuh Jaejoong, kemudian ia kembali mendudukkan dirinya di kursi dengan Jaejoong yang berada diatasnya.
"nnnghhh aaahhh.. akuhh datang sayanghh.,"
"a-aku juga, Kriss.,"
Jaejoong merasakan hole nya terasa penuh oleh cairan Kris, begitu juga Kris yang merasakan perutnya terasa hangat karena cairan putih kental milik Jaejoong mengenai perutnya.
"terimakasih, gege.," Kris melingkarkan tangannya pada pinggang Jaejoong, kemudian menenggelamkan wajahnya pada leher Jaejoong.
"untuk aph—Akh!," Jaejoong memekik pelan saat Kris dengan tiba tiba menggigit dan menyedot lehernya.
"dengan begini, mereka akan tahu bahwa kau.. adalah milikku..," Kris mengusap punggung Jaejoong dengan lembut.
"A-aku milikmu? Lalu bagaimana dengan Zitao? Lalu Yunho? Dia kan—"
"Tenang saja, gege.. Kita hanya 'sedikit' bermain drama disini.. Kita lihat apakah mereka masih memilih kita atau tidak..," Kris mengusap rambut Jaejoong dengan lembut.
"Apa kau yakin?,"
"Tentu saja aku yakin..,"
.
.
.
oOo
Beberapa minggu setelah kejadian itu…
Siwon, Yunho, dan Kris sedang berkumpul di ruang tamu.. Mereka sepertinya sedang bertengkar, lihatlah tatapan Yunho yang menatap Kris dengan tajam itu, sedangkan Kris hanya menatap Yunho dengan santai.
"Kenapa menatapku seperti itu? Bukankah ini adil? Aku akan menikah dengan Jaej—"
"Tidak akan aku biarkan itu terjadi, Wu..," Yunho memotong ucapan Kris, tangannya mengepal erat. Ia menatap Kris dengan tajam, tidak akan ia biarkan Jaejoong menikah dengan Kris, Jaejoong hanya boleh dan hanya akan menikah denganya.
"Oh, kau cemburu?," Kris menatap Yunho dengan dingin. Yunho mengepalkan tangannya semakin erat, ia tidak mungkin menghajar Kris disini.
"Sudahl—"
"Diam kau, Choi! Ini semua kar—"
"Yifan? Kau disini rupanya..,"
Ketiga orang itu berhenti saat melihat seorang Kim Jaejoong berjalan menghampiri mereka bertiga.. Lebih tepatnya mendekati Kris.
"Iya, beauty gege? Ada apa kau mencariku?," Kris berdiri, kemudian menghampiri Jaejoong.
CHUP
Satu kecupan di kening Jaejoong diberikan oleh Kris. Yunho menatap adegan itu dengan emosi yang bergejolak di dalam dadanya.
Tidak! Yang boleh menyentuh Jaejoong hanya dirinya! Kris tidak berhak untuk menyentuhnya.
"aku akan membawamu ke hadapan orang tuaku, bukankah kau berniat akan melamarku?," Jaejoong bergelayut di lengan Kris. Kris mengusap rambut Jaejoong dengan lembut.
Yunho melebarkann ke dua matanya..
'apa?! J-jadi Kris akan melamar Jaejoong? Oh tidak akan kubiarkan!'
"Tapi itu kan masih dua hari kedepan, sayang..,"
Yunho semakin melebarkan matanya.
'd-dua hari ke depan?!,'
"Kalian mau kemana, ge?," dan semua mata tertuju pada pemuda panda yang sedang memperhatikan Kris dan Jaejoong.
"Oh, gege akan pergi dengan Jaejoong-gege.," Kris menatap Zitao.
"Ooohhh, mau kemana?,"
"Menemui orangtuanya.. Dua hari ke depan gege akan melamar si cantik ini.," Kris mencubit pipi Jaejoong dengan gemas.
Yunho semakin uring uringan saat melihat Zitao hanya menatap Kris dan Jaejoong dengan tatapan lembut.
"Hey, Zitao! Apa kau tidak cemburu dengan mereka? Bukankah Kris adalah kekasihmu?," Yunho menyahuti obrolah antara Kris, Jaejoong, dan Zitao.
"Huh? Untuk apa aku cemburu, bukankah aku sudah punya Si-ge?,"
JDERRRR
Bagaikan disambar petir di siang hari, Yunho menolehkan kepalanya kearah Siwon yang sedang tersenyum kearahnya.
"H-hah? A-apa? S-siwon.. bukankah kau dengan Dongh—"
"Tidak.. Siwon-hyung lebih memilih Zitao daripada aku..,"
JDERRR
Yunho mengalihkan perhatiannya pada Donghae yang tiba tiba datang dengan santainya.
"A-APA?!,"
.
.
.
oOo
-T.B.C-
Huaaahhhh /.\
NC Chap ini kurang hot ya? Gimana menurut kalian?
Oh iya, kira kira disini enaknya di buat tetep YunJae, SiHae, sama KrisTao.. atau diubah jadi YunHae, SiTao, sama KrisJae?
Hayoloh.. mau ending official pair atau crack pair? :3
Gimme ur review~
Sakti.
