BACK OF TIME

P4

BY Cyunha

RATED : T

CAST:CHANYEOL, KYUNSOO,BAEKHYUN, TAO, KRISS,

DISC: cerita ini hanya fiktif belaka jika ada kesamaan nama dan kejadian... itu

namanya kebetulan :p

WORD: 2.578

FORMAT:CHAPTER

WARNING: BXB, YAOI, TYPO IS EVERYWHERE

ENJOYED AND DONT BE SIDERS ~~

Kyungsoo baru saja selesai berlatih untuk pertunjukan satu minggu lagi bersama chen dan baekhyun. baekhyun sudah menghilang entah kemana setelah tao pemuda panda itu menyeretnya pergi, tao mengenal kyungsoo saat di bangku menengah tapi tak begitu dekat karena menurut tao, kyungsoo itu orang yang misterius susah di ajak komunikasi. Kyungsoo merapihkan semua barang-barangnya, setelah menerima pesan dari jong in yang mengatakan bahwa ia tak bisa mengantarnya pulang karena suho sudah menyuruhnya pergi berbelanja perlengkapan rumah padahal hujan begitu lebat. Setelah merasa semua sudah beres kyungsoo melangkahkan kaki mungilnya keluar dari ruang aula, gelap tanpa pencahayaan yang cukup menurutnya. Ia berlari menuju halte terdekat dengan tas sebagai penutup air hujan.

Basah, bagaimana aku bisa lupa membawa payung di saat musim hujan seperti ini.

Kyungsoo mengusap-usap bagian tubuh yang basah karena air hujan, ia merutuki dirinya yang bodoh tak membawa payung. Tak ingatkah dia pada pepatah yang mengatakan sedia payung sebelum hujan, tapi dia justru tak membawanya. Ia melirik gelisah jalanan yang sepi, menunggu datangnya bus yang akan mengangkutnya menuju apartemen. Mobil hitam mengkilat terpakir di depan halte setelah menepi dari jalanan, chanyeol dengan membawa payung muncul dari balik bangku kemudi.

"butuh tumpangan?" tanyanya

"chanyeol?" jawab kyungsoo dengan wajah berbinar

"ayo pulang sama-sama" ajak chanyeol seraya menyodorkan payung yang ia kenakan untuk sekedar berbagi. Ia mengatar kyungsoo ke pintu penumpang, membukakan pintu dan mempersilahkannya masuk.

Gentle

Chanyeol tersenyum kecil saat mendengar suara kecil yang menyeruak dari hati kyungsoo. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan, Hening. Tak ada yang mau mulai pembicaraan satu sama lain hanya sibuk dengan saling lirik.

"kenapa kau baru pulang" suara berat chanyeol memecah keheningan

"aku baru saja berlatih untuk acara minggu depan bersama chen dan baekhyun tapi mereka berdua pulang lebih dulu" jelasnya "dan kau kenapa malam-malam ada di kampus" tanya kyungsoo menyelidik

"bukan kampus, lebih tepatnya kafe dekat kampus" jawabnya sambil menghentikan mobilnya saat di rasa lampu merah yang menyala "aku membeli makanan untuk makan malam" jawab chanyeol memunculkan deretan gigi putih rapih

"kau tinggal sendiri?" tanya kyungsoo penasaran

"ne, eomma memutuskan tinggal di eunpyeong untuk menjaga halmoni. Appa dia sibuk membangun perusahaan di jepang" jelas chanyeol lalu kembali menyetir saat lampu berubah hijau. Setelah itu keheningan kembali menyelimuti mereka sampai mobil terparkir jelas di basement aprtemennya. Keduanya berjalan menuju lift, menekan angka 12. Masih hening tak ada yang mau memulai, pintu lift terbuka chanyeol dengan gentle mempersilahkan kyungsoo untuk jalan terlebih dahulu. Sekarang keduanya berada di hadapan pintu masing-masing sampai

Kriukkk~ suara perut kyungsoo menyeruak keluar terdengar jelas di telinga besar chanyeol membuat sang empunya telinga menahan tawanya

"kau lapar?" tanya chanyeol dengan senyum mengejek dan di balas senyum malu di kyungsoo "ya sudah ayok masuk sini kita makan sama-sama" ajak chanyeol, kyungsoo mengekor chanyeol saat pintu chanyeol berhasil di buka. Ia dudukan pinggulnya di sofa yang sudah di tata rapih kemarin, chanyeol masih sibuk dengan makanan yang di belinya. Ia rapihkan makanan itu di piring dan membawakan untuk di santap bersama kyungsoo, iya kyungsoo pria yang ia rindukan selama ini ada tepat di hadapannya dengan wajah yang terlihat sangat lucu. Sebelum ia menaruh piring berisikan nasi kare ia melihat wajah mulus kyungsoo dari sudut kecil matanya.

"makanlah, maaf aku hanya membeli nasi kare saja karena aku bingung mau makan apa" ucap chanyeol menyodorkan piringnya dan air putih.

"ini saja aku sudah sangat berterima kasih, biasanya aku hanya makan ramyun bahkan sampai tak makan karena malas untuk keluar" ucap kyungsoo sambil menyantap makananya, membuat orang yang di ajak bicara hanya memperhatikannya tanpa berniat menyentuh piringnya

"kenapa tak makan" kyungsoo menghentikan makannya saat merasa di perhatikan

"melihatmu makan seperti itu bahkan membuat perutku kenyang" chanyeol tersenyum kecil

"jangan berbicara seperti itu, kau seperti menuduhku orang yang rakus" kyungsoo tanpa sengaja mempoutkan bibir tebalnya yang lagi-lagi membuat orang di sebelahnya menyeringai bahagia

"sudah sudah, ini aku makan" chanyeol menyerah, akhirnya ia menyantap nasi karenya dengan santai.

"ah terima kasih atas hidangannya" ucap kyungsoo saat menyelesaikan makannya, terlihat dari piring yang bersih tanpa tersisa sedikitpun, orang di sebelahnya ternyum menahan gelak tawanya saat melihat mulut kyungsoo yang penuh dengan sisa bumbu kare

"kau makan seperti anak kecil" ucap chanyeol dengan menunjuk-nunjuk bibirnya

"belepotankah?" tanya kyungsoo dengan polos

"sangat" kyungsoo mencoba menghapus bekas kare di bibirnya, masih terlihat jelas nodanya di bibir mungil kyungsoo membuat orang di sebelah justru meresa greget. Chanyeol menarik dagu kyungsoo hingga kepala kyungsoo mendongak ke atas. Di gapainya bibir mungil kyungsoo dengan bibir chanyeol, mengoleskan lidah miliknya untuk mengusap atau bisa di bilang menghilangkan noda kare disana. Membuat sang empunya bibir terdiam kaku, kaget, lembut, dan tiba-tiba.

"ahh mianhae, jeongmal mianhae" chanyeol tersadar saat melihat kyungsoo memegang bibirnya. Masih diam kaget dengan pandangan yang kosong ia berdiri dari duduknya hendak pergi dari apartment milik chanyeol. Kini kyungsoo berhasil menghilang dari hadapan pria tinggi yang baru saja dengan tiba-tiba menyambar bibirnya.

"aish bodohnya aku, kenapa sampai melakukan di luar otakku" rutuk chanyeol mengacak-acak paksa rambutnya, entah berapa kali ia mengacak-acak rambutnya hari ini. Ia membanting tubuh tingginya di kasur menatap atap apartemennya saat di matikan galaxy itu menyala.

"apa aku harus merencanakannya lagi?" gumam chanyeol, ia menarik calendar yang ada di meja kasa sebelah kasur. Ia menyalakan lampu tidurnya untuk sekedar mlihat tanggal yang tertera di calendar, 15 september ia menandai tanggal itu tanggal dimana tepat 30 hari ia disini dan mungkin ia akan kembali. Entah takdir di masa depan bisa berubah apa tidak jika ia rubah sekarang. Ia juga tak lupa mencoret tanggal dari awal ia berada di masa ini sampai saat ini, terhitung sudah 5 hari setelah kejadian minum ramuan itu.

Pikiran yang tak karuan, mata yang kosong menatap tak tentu arah, disini lah kyungso di apartementnya. Tepatnya di atas kasur dengan posisi yang bisa di bilang tak karuan karena ia seperti menjelajahi segala arah tidurnya. Memikirkan perlakuan chanyeol barusan, tiba-tiba tapi membuatnya hanyut.

"anhi kau tak boleh hanyut dalam pikiran itu kyungsoo, kau lihatkan baekhyun memeluk tubuh chanyeol di kampus. Jadi bisa di pastikan bahwa baekhyun menyukai chanyeol" gumamnya membuyarkan semua lamunannya, melepaskan pegangan bibirnya dan mulai kembali ke pemikiran awal.

...

Pagi itu chanyeol tak sengaja bangun bersamaan dengan kyungsoo, ia melihat kyungsoo menutup pintu apartemennya saat ia hendak menutup pintu apartemennya. Ke dua mata mereka saling bertemu masih diam dengan pandangan satu sama lain, canggung mungkin itu yang sekarang di rasakan seorang kyungsoo. Padahal dia sering melakukan itu, hmm maksudnya ciuman, ia sering melakukannya dengan jong in tapi sekarang dengan chanyeol kenapa ada yang berbeda. Seperti benar-benar tak ingin kehilangan sentuhan itu. Lamunan keduanya buyar saat seorang anak kecil menyapa kyungsoo

"selamat pagi hyung, kuliah pagi lagi?" ujarnya

"ne, kau sekolah sepagi ini kah?" tanya kyungsoo membungkukkan badannya pada anak kecil yang menyapanya

"ne hyung, ah hyung baru namamu siapa?" tanyanya saat bertatap muka dengan chanyeol

"aku? Chanyeol, dan siapa namamu tampan?" chanyeol berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil di hadapannya

"jesper, hyung" jawabnya polos

"okeh jesper berapa umurmu?" tanya chanyeol lagi

"8 tahun" benar-benar lucu menurut chanyeol, dia mirip dengan baekhyun

"ini untukmu, sekolah yang rajin yah" chanyeol memberikan permen yang tak sengaja ia beli kemarin hanya karena tak ada kembaliannya. Jesper dengan senang hati mengambilnya dan berlari kecil saat ibunya berteriak dari lantai bawah. Kini keheningan kembali menyelimuti mereka berdua dalam lift tepatnya. Masih canggung akibat kejadian bodoh semalam

"mau berangkat sama-sama?" tanya chanyeol membuat kyungsoo menegakan tubuhnya

"ah tidak terima kasih, aku di jemput jong in" jawabnya canggung, saat lift terbuka terlihat jong in sudah setia menunggu kedatangan kyungsoo

"pagi kyungsoo-ya" sapanya mengecup kecil pucuk keningnya, membuat sang empunya melihat chanyeol dengan tatapan takut mengecewakan. Chanyeol diam seribu bahasa saat melihat jongin melakukan itu menahan nafasnya, dan memutar tubuhnya malas menghindari pandangan yang membuatnya kesal. Sebetulnya chanyeol aneh kenapa hanya beberapa hal yang ia bisa dengar dari hati kyungsoo, bahkan ia yakin sekarang kyungsoo sedang bergumam dalam hatinya. Tapi chanyeol tak mendengar apapun.

...

Seminggu setelah kejadian dimana chanyeol membersihkan noda kare dari bibir kyungsoo berjalan sangat datar tak ada perubahan sampai saat ini. Kini chanyeol duduk di sebuah kursi yang berada di aula memperhatikan panggung yang tak berpenghuni tepatnya belum, hanya beberapa properti yang bertender manis disana. Di sebelahnya kriss sedang asik mengobrol dengan tao kekasihnya membuatnya bosan. Tak jauh dari tempatnya duduk ia melihat jong in sudah siap merekam karena melihat kamera sudah bertengger di lehernya. Tak lama pembawa acara masuk dengan sejuta celotehannya membuat bosan chanyeol, ia melihat ponselnya melihat pesan masuk dari baekhyun

"kau datang? Kau melihatku? Terima kasih, setelah ini aku ingin mengajak mu ke suatu tempat berjanjilah kau mau mematuhi keiinganku"

Chanyeol mengetik pesannya tak lama ia mengklik send

"aku akan menunggumu di tempatku duduk sekarang''

Pertunjukan satu persatu sudah di tampilkan, saatnya puncak acara dimana baekhyun chen dan juga kyungsoo memainkan harmonisasinya di ikuti dengan sedikit organ di belakang. Tak ada yang berani bersuara saat mereka bertiga bernyanyi, benar-benar harmonisasi yang indah bahkan seorang chanyeolpun berani meneteskan air matanya saat mendengar harmonisasi yang di nyanyikan. Sebegitu indahkah? Bagaikan nyanyain surga yang membuat siapapun mendengarnya tak kuasa meneteskan air matanya. Setelah selesai pertunjukannya semua membubarkan dirinya perlahan menyisakan jong in chanyeol kriss dan juga tao disana. Menunggu sosok yang di tunggunya datang, kyungsoo menghampiri jong in yang duduk tak jauh dari chanyeol membuat chanyeol kembali tersayat hatinya melihat perlakuan jong in, andai kau tau betapa menyedihkannya wajah chanyeol saat ini. Bahkan ia tak sanggup berbicara panjang lebar atau hanya sekedar mengobrol kecil lagi karena kejadian bodoh itu membuat kyungsoo berusaha menjauhinya. Kyungsoo menolehkan matanya pada chanyeol yang memang tak jauh darinya lalu chanyeol buru-buru memalingkan wajahnya

"kau benar-benar menonton dan menungguku, akh gomawo" baekhyun mencoba memeluknya kegirangan, ia menarik lengan chanyeol menjauh dari aula dengan di ikuti ekoran kriss dan tao.

"kau mau pergi kemana?" ucap chanyeol datar

"temani aku makan ya, aku akan mentraktirmu sebagai ucapan terima kasih kau mau menontonku" ucapnya

"ya ya ya,, aku juga kan menontonmu setidaknya ajak kami jugalah" ucap kriss sewot

"iya iya, ayo kita mau makan dimana?" ucap baekhyun manggandeng chanyeol pergi, kyungsoo hanya dapat melihat punggung chanyeol yang semakin menjauh

'Sakit'mendengar kata itu chanyeol menoleh ke arah kyungsoo yang ternyata juga sudah pergi dengan jong in dan chen.

...

Chanyeol berjalan gontai melewati lorong apartemennya, kelelahan karena baekhyun tak henti-hentinya megajaknya kesana mengajaknya kesini. Dengan sejuta keceriaanya, chanyeol hanya ingin menebus kesalahannya waktu itu. Bahkan sampai sekarang pun ia tak tau apa yang ia lakukan pada baekhyun malam itu. Ia banting tubuhnya yang terasa berat ke kasur empuknya, menaruh tasnya sembarangan

'akh..akhh hmmm... ahh~'terdengar desahan samar-samar membuat chanyeol mendudukan tubuhnya paksa dan mencoba mendengar lagi

'ahh ahh ia disitu ahh jong in aku ing..in.. keluar ahhh' mendengar itu bagai seribu pisau yang sedang mencincang hatinya chanyeol menitihkan air matanya. Apa ini yang kyungsoo rasakan saat ia melihatnya bersetubuh dengan baekhyun? sakit kecewa seperti ribuan panah yang siap menusukan ujungnya yang tajam tepat pada ulu hatimu. Bahkan air mata seorang chanyeol tak terbendung lagi mendengar orang yang sangat ia cintai benar-benar mencintainya sedang mendesah nikmat di bawah laki-laki lain. Bukan lain itu jong in, ia menyenderkan kepalanya pada dinding tersenyum miris mendengar semua desahan yang biasa ia dengar jika sedang bersetubuh dengan kyungsoo, dimana kyungsoo melenguh nikmat saat cairan kesetiaannya tertumpah di liang senggamanya. Tapi kini ia mendengar kyungsoo mendesah menikmati jamuan orang lain bukan dirinya. Sungguh ironis. Ia sudah tak mendengar apapun lagi dari balik tembok ini, tak ada yang bersuara lagi. Chanyeol melangkahkan kakinya menuju balcon mencoba menepis rasa kecewa, karena ia tau kyungsoo bahkan lebih kecewa darinya. Menghirup oksigen yang menyeruak masuk kedalam setiap rongga hidungnya.

Ia memperhatikan jalan-jalan, matanya membulat saat melihat kyungsoo mengantar kepergian jong in dan mencium mesra bibir lawan mainnya itu. Lagi dan lagi chanyeol tersenyum miris sekarang malah ia melihat jelas perlakuannya terhadap jong in.

Malam dingin membuat seorang chanyeol melupakan sejenak kekecewaannya, tertidur lelap di dalam selimut tebal karena hujan tak juga berhenti. Bahkan AC sudah tak di nyalakan lagi, hujan deras yang tak kunjung berhenti membuat seorang chanyeol kedinginan.

Sinar mentari yang tertutup gelapnya awan bukan karena masih malam, tetapi memang hari ini awan gelap menyelimuti kota seoul. Chanyeol dengan wajah pucatnya mencoba bergegas menuju kampusnya, berjalan gontai. Lemas lelah dan pusing itulah yang di rasakan chanyeol sekarang sampai seseorang meneriaki namanya sebelum matanya sayu dan menutup sempurna—pingsan. Kyungsoo masih setia menunggu chanyeol tersadar berulang kembali mengganti kompresannya hanya untuk sekedar menurunkan panas pada tubuh chanyeol. ia tinggalkan chanyeol sendiri sesaat setelah ia mengganti kompresannya, ia berjalan menuju dapur memeriksa isi kulkas melihat apa yang harus dimasak dengan bubur. Ia mengambil dada ayam dan beberapa bumbu yang cocok di gunakan untuk memasak bubur. Kyungsoo mulai memasak buburnya, sedikit mencicipi apa rasanya pas apa tidak. Setelah merasa semua masakannya pas dengan lidahnya ia membawa makananya masuk ke dalam kamar chanyeol meletakkannya di meja kasa. Kembali mengganti kompresan tetapi sebelumnya ia memeriksa apa suhu tubuh pria jangkung di hadapannya sudah menurun apa tidak.

"syukurlah suhu tubuhmu sedikit menurun, apa yang membuatmu seperti ini kalau kau merasa tak enak badan kenapa kau tak bicara padaku. Aku akan merawatmu sampai sembuh"ucap kyungsoo memperhatikan pria yang sekarang tertidur pulas di hadapannya tersenyum kecil saat mengelus kecil bibir chanyeol

"aku masih ingat rasanya bibir ini menyentuh bibirku, kau tau bahkan aku tak bisa melupakannya" ucap kyungsoo lagi

'hmmm' chanyeol menggeliat, matanya perlahan terbuka dan membiasakan tatapannya terhadap sinar lampu yang tepat menyorot matanya

"kau sudah sadar?" tanya kyungsoo yang melihat chanyeol membuka matanya

"kyungsoo apa yang kau lakukan di sini?" dengan tubuh yang masih lemah chanyeol mencoba mendudukan tubuhnya.

"lebih baik kau makan ini dulu ya, aku hanya menemukan beberapa bahan di kulkasmu jadi rasanya sangat standar" kyungsoo mengambil mangkuk berisikan bubur yang tadi ia buat "aku suapi ya, ini masih panas". Ia meraih satu sendok dan meniupnya pelan sebelum menyuapkan pada chanyeol

"gomawo," ucap chanyeol dengan mulut berisikan bubur

"jika kau sakit kenapa tak meminta tolong padaku, kitakan tetangga" ucap kyungsoo menyendoki lagi buburnya

"tubuhku baik-baik saja, hanya batinku yang tersiksa" lirih chanyeol setelah mendapat suapan lagi

"batin? Kau kenapa? Kau bisa bercerita padaku" kyungsoo menyuapi chanyeol lagi sesaat tangan itu di tahan oleh chanyeol

"maaf atas kejadian minggu lalu, seharusnya aku tak melakukan itu" masih memegang tangan kyungsoo

"tak apa" jawab singkat kyungsoo, chanyeol menarik tubuh kecil kyungsoo masuk kedalam dekapannya.

"kumohon jangan pernah pergi lagi dariku, jangan buat aku tersiksa dengan melihat kepergianmu" isakan chanyeol terdengar jelas di telinga kyungsoo. Memunculkan gurat keanehan, kyungsoo memang merasa mengenal lama seorang chanyeol bahkan selalu kecewa ketika melihatnya berjalan dengan orang lain. Tapi kenapa dia begitu tak menginginkannya pergi? Apa sebegitu berharganya kah kyungsoo bahkan seorang park chanyeol yang di kenalanya tak sampai sebulan lamanya tak ingn kehilangannya. Chanyeol melepaskan pelukannya melihat setiap inci wajah kyungsoo mengusapnya pelan.

"aku menyukaimu" setelah kalimat yang terlontar dari mulutnya, chanyeol mencium lembut kyungsoo. Kyungsoo mencoba menahan hawa nafsunya dengan menutup matanya, merasakan bibir lembut chanyeol yang mencoba mendominasi ciuman mereka. Kyungsoo benar-benar terbuai dengan belaian lembut bibir chanyeol, ia melingkarkan tangannya ke leher chanyeol setelah menaruh mangkuk bubur itu di meja kasa. Chanyeol mencium kyungsoo sedikit lebih ganas sekarang memaksa masuk memenuhi tenggorokan kyungsoo, bermain dengan lidah kyungso. Chanyeol tak memberikan sedikitpun celah untu kyungsoo menghentikan aktivitasnya. Sampai akhirnya mereka berdua melepaskan tautan mereka karena kekurang oksigen, mereka berdua sibuk dengan udara sekarang.

"sudah ya, jangan lebih kau masih sakit jangan membuat aku khawatir" kyungsoo menidurkan tubuh chanyeol. tapi tunggu khawatir? Kyungsoo khawatir pada orang yang baru saja ia kenal. Dan membiaran bibirnya di cumbu sembarangan

"kau dan jong in pacarankah?" tanya chanyeol di sela-sela adegan suap menyuap

"tidak" jawab singkat kyungsoo memberikan guratan senyum kecil di bibir chanyeol.

TBC~ RnR YO~