Summary : Wajah Cantik nan mempersona namun memiliki sifat angkuh. Angkuh akan misinya sendiri. Dan tidak peduli dengan situasi apapun terkecuali dengan orang yang menjadi targetnya The Dark Onyx

"_"

Chapter 4

.

.

.

Genre : Crime/Thriller/Romance/Drama

.

.

.

Pair : SasuSaku

.

.

.

Rated : Semi T / M

Disclaimer © Masashi Kishimoto

Red Queen © Sako Kitano

Cast : Uchiha Sasuke (The Dark Onyx), Haruno Sakura (Red Queen)

And many other

.

.

.

.


[WARNING]

Jauh dari kata "Bagus", jelek, alur kecepatan, typo

JIKA TIDAK SUKA DIPERKENANKAN AGAR MENJAUH OR BACK DARI FF INI!

.

.

.

.

[WARNING]

Darkfic, badchara, Misstypo, Blood, RnR Please!

.

.

.

.

"_"


[Tokyo, Japan]

"Hm.. Jangan sampai Ia lepas dari pengelihatanmu!" Sosok tersebut bergerak pelan ditempat ia duduk. Ia menyamankan duduknya senyaman mungkin

Kriek...

Tap.. Tap..

"Siapa?"

"Ini aku Karin.." Karin sosok yang sedang duduk tadi pun berdiri berbalik menatap sosok didepannya

Karin berlari menghamburkan pelukan erat kepada sosok tersebut "Kemana saja kau? Aku mencari-carimu, tempat tinggalmu sangat susah dicari. Saku" Sosok tersebut adalah Sakura. Ia tersenyum menanggapi ucapan wanita didalam pelukkannya ini. Sangat lama tidak bertemu seakan dunia sudah mulai berakhir

Karin pun melepaskan pelukannya dari Sakura "Aku rindu denganmu Saku.. Um.. Tapi, kau tau darimana jika aku disini Sakura? Aku kan tidak memberitahumu?" Karin berfikir keras bagaimana cara Sakura menemukannya

Sakura pun memutar matanya bosan "Huh.. Tidak mudah mencariku Karin. Dan kau! Kenapa tidak memberitahuku jika kau di Jepang huh? Aku ini Sahabat karib mu Karin" Karin pun tertawa garing sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal

"Maafkan aku ya Sakura.. Aku hanya ingin memberikan kejutan ke Sakura yang manis ini" Jawab Karin sambil mencolek dagu Sakura. Sakura menepis tangan Karin

Sakura pun beranjak duduk dihadapan Karin. Karin pun ikut duduk "Baiklah... Um.." Sakura menatap wanita didepannya dengan tatapan meneliti. Terlihat Karin memakai baju yang sedikit berantakan. Namun tidak mengurangi kecantikkannya. Karin yang menyadari bahwa Ia menjadi sorotan pandangan Sakura pun mendehem pelan

"Kau ingin apa Sakura? Ingin membicarakan sesuatu atau ingin melihatku dengan mata telitimu itu huh?" Sakura menghela nafas

"Hm.. Siapa sekarang yang akan menjadi targetmu?" Tanya Karin menimpali. Karin selalu membuat Sakura bingung. Bingung akan pertanyaan Karin

"The Onyx Dark..." Karin membulatkan matanya tak percaya "Kau yakin Saku? T-the Onyx Dark? B-bukankah dia adalah Agent yang berbahaya. Masa kau mengincarnya sebagai targetmu?" Ujar Karin bertele-tele. Karin mengusap wajahnya dengan kedua tangannya kasar "Oh.. Kamisama apa yang terjadi Sakura?"

"Aku... Ingin membalaskan dendam Sasori-nii kepadanya Karin"

"Balas dendam?"

"Ya.. Balas dendam atas perbuatan kejinya kepada kakakku" Karin menatap mata Emerald Sakura. Tersirat dimata Sakura kesedihan dan keinginan balas dendam yang kuat menjadi satu didalam raut matanya dan wajahnya


[FLASSBACK]

[Thailand, Bangkok]

Krek..krekk

Bunyi gesekan kursi terdengar di malam sunyi.

Tap.. Tap..

"Uh... Menyebalkan.." Pintu rumah pun terbuka menampilkan siluet pemuda berpakaian serba hitam kelam dengan tudung kepala senada dengan pakaiannya. Ia melepaskan tudung kepalanya beberapa helai rambut jatuh menutupi wajahnya. Ia berjalan kearah kamar mandi

Shower berbunyi. Suara tetesan air berjatuhan. Tetesan air itu membasahi sedemikian rupa wajahnya dan tubuhnya. Ia memandang kearah depan

Setelah beberapa menit. Pemuda tersebut keluar dari kamar mandi. Ia berjalan kearah kamarnya namun langkahnya terhenti ia menoleh kearah kirinya. Ia tatap pintu yang mempunyai gantungan nama berhiasan bunga sakura. Haruno Sakura yang tertulis didalam gantungan tersebut. Pemuda tersebut tersenyum kecil

Ia berbalik kearah kiri lalu membuka pelan pintu sang pemilik kamar tersebut dengan pelan. Pemuda itu tak ingin membangunkan sang adik. Ia berjalan pelan kearah samping sisi ranjang Sakura.

Pemuda tersebut menjongkokkan badannya agar bisa melihat wajah yang adiknya. Wajah yang dipenuhi kelelahan entah lelah tentang apa. Ia pun mengusap pelan helaian rambut pink Sakura dengan lembut

Sakura terbangun "Engh. . Sasori-nii?" Mata Emerald hijau Sakura menatap lamgsung kearah Sasori.

Sasori membalas tatapan Sakura sambil tersenyum kecil

"Sakura.. Kenapa kau terbangun hm?"

"Bukannkah Sasori-nii yang membangunkannku?" Sakura pun memandang kesal kearah Sasori. Bagaimana tidak kalau tidurnya diganggu oleh kakaknya sendiri. Itu tidak elit bukan

"hehehe.. Maafkan Aku Sakura karena sudah membangunkannmu" Sakura pun menggeleng pelan

"Hm.. Tak apa-apa, ada Sasori-nii?" Sasori menghela nafas panjang. Ia belum siap tentang omongannya kepada Sakura

"Sakura... Aku ingin kau membalaskan dendamku nantinya"

"Dendam?" Sakura menatap heran Sasori. Sakura pun bangkit dari tidurnya lalu duduk berhadapan dengan Sasori.

"Ya.. Dendam Saku, aku ingin kau suatu saat nanti membunuh seseorang, tapi bukan saatnya kau akan membunuhnya sekarang. Kau akan membunuhnya jika kau sudah siap saja Saku" Sakura mengangguk. Sasori pun mengacak pelan rambut Sakura sedangkan Sakura yang rambutnya diacak-acak oleh Sasori hanya mengganggap kalau itu artinya adalah Sasori sangat menyayanginya.

Kring..

Sasori menoleh kesumber suara dibelakangnya. Mata nya membulat lalu dengan cepat Sasori berdiri membelakangi Sakura yang sedang kebingungan dengan Kakaknya

"Sasori-ni... Ada ap-"

"Ssh... Diam Saku" Sasori menyuruh Sakura diam sejenak. Sasori merasa ada sosok lain yang sedang menatap mereka berdua. Ia sangat khawatir dengan Sakura. Sasori takut jika sosok tersebut mengincar Adiknya.

"Sakura.. Jika Aku menyuruhmu lari. Larilah oke?"

"Baik Sasori-nii" Sasori memberi komando kearah Sakura. Sakura mulai beranjak dari ranjangnya. Ia siap-siap berjalan menghampiri pintu kamarnya lalu Sakura menggengam kenop pintu tersebut

Sret...

Siluet bayangan hitam lewat dari jendela kamar Sakura. Sasori beranjak mengambil sebuah tusuk konde pink milik Sakura dimeja miliknya. Sasori memasang kuda-kuda bersiap untuk melawan sang lawannya

Hush... Hush

Angin melambai-lambai membuat gorden ungu jendela Sakura beterbangan sehingga sosok tersebut terlihat didepan Sasori. Sosok tegas namun sosok tersebut tak nampak terlihat jelas

"Siapa kau?" Tanya Sasori sambil masih memegang tusuk konde milik Sakura

"Hn. Siapa aku?" Sasori pun mundur beberapa langkah

"Kau... The Dark Onyx?" Sakura mengerutkan keningnya heran. Lalu Sakura menatap kearah jendela tersebut nampak sosok tegap tersebut. Masih senantiasa berdiri berhadapan Sasori kakaknya

"Saso-nii.. Siapa dia?" Sasori menoleh kearah Sakura

"Ia adalah musuhku... Cepat pergi Sakura!" Sakura mengurungkan niatnya untuk pergi dari kamarnya. Ia ingin tahu siapa sosok tersebut dan kenapa bisa menjadi musuh Kakaknya

"Sakura.. CEPAT PERGI SEKARANG!" Sakura tertegun dengan cepat ia membuka kenop pintu lalu keluar dari kamarnya menuju ruang tengah

Sakura takut terjadi sesuatu dengan Sasori. Sakura pun duduk meringkuk memeluk lututnya

"Sasori-nii..."

"ARGHH..." Sakura membuka matanya cepat dengan cepat Sakura berlari kearah kamarnya. Sakura mendobrak keras pintu tersebut. Sakura terkejut bukan main.

"Saso-nii!" Sakura berlari kearah Sasori. Tubuh Sasori bersimbah darah. Bau darah segar menusuk hidung Sakura

"Saso-nii.. Hiks.. A-apa yang terjadi... Hiks" Sasori membuka sebelah matanya. Ia menatap nanar Adiknya

"Maafkan kakak Sakura.. Kakak tak dapat melindungimu" Sakura menggeleng cepat dengan ucapan Sasori "Tidak! Saso-nii... Hiks... Kau sudah menjagaku dan melindungiku! Hiks.."

Tangan kanan Sasori bergerak kearah wajah yang adik. Wajah yang penuh dengan kesedihan. Sasori menghapus air mata Sakura "Um.. J-jangan menangis Saku. Ugh.. Aku.. Ada perintah untukmu..." Sakura menatap Sasori

"Hiks.. Apa itu?"

"Bunuh The Dark Onyx!"


-TO BE CONTINUE-

Hello! New Chap nih :v

Oke sekalian ada review masuk juga. Oke ini balasan review yakk!

1. VEDG

Udah bagus kok,,tapi panjangin dong chapternya :D

- Hohoho.. Makasih loh atas kata2 "Bagusnya" hehehe.. Tergantung pemikiran ya buat Chapnya. Tapi sebisa mungkin nanti Author panjangin chapnya :)

Makasih udah Review ya :D

2. Misshire

Mohon maaf lahir dan bathin yah.. jikapun kamu non Muslim tapi kita tetap harus menjaga silaturahmi antar author :)

Soal fict, lanjut lagi aja.. semangat! Aku cukup tau soal EYD nanti juga terbiasa ;)

- Mohon maaf lahir dan batin juga ya Author Misshire :D

Ngomong2 Author ini muslim loh :)

Haha.. Oke! Pasti Author lanjut kok ffnya! Soalnya FF ini tergantung dengan para Reader juga hehehe. Makasih buat Reviewnya ya ;)

3. dianarndraha

lnjut thor...

pnsran bgt dgn klnjutnnya

- Udah dilanjut ya :)

Penasan ato apa? :v

Oke makasih banget buat para Review diatas yosh..

Mohon maaf lahir dan batin ya guys meski udah lewat :)


[BEHIND THE SCENE "RED QUEEN"]

Sasori : Hiks... Aku... Mati..? Author mah jahad atuhhh

Sakura : Saso-niiiiiiiiiiiiii..

Author : maafin Author yaaa T_T

Review Please!

Kelanjutan FF ini ada ditangan para Reader dan para Author sekalian!

Tiada Review berarti no next Chap!

See You Again!