Kuroko no Basket belongs to Fujimaki Tadatoshi.
Story by Hotaru Bi
-Start-
(Name) sudah bangun dengan menyiapkan sarapan dan 3 kotak bento. Satu berukuran besar dan dua lagi berukuran sedang.
Akashi sedang mandi. Setelah mengerjakan sesuatu yang tidak (Name) mengerti. Dan sepertinya semalaman dia tidak tidur sama sekali.
(Name)tidak terlalu paham dengan kehidupan seorang pewaris seperti Akashi. Apakah orang kaya selalu seperti itu? atau hanya Akashi. Dia tak ingin ambil pusing.
"Ehem.."
(Name) menoleh dan melihat Akashi hanya mengenakan handuk berjalan dibelakangnya.
"Jika ingin sarapan, sebaiknya kau memakai seragammu dulu. Kau bisa sakit jika seperti itu."
Itu bukan karena (Name) perhatian terhadap Akashi. Hanya saja dia merasa sedikit tidak nyaman melihat Akashi telanjang dada seperti itu.
"Hah, baiklah."
(Name) memasukkan dua kotak bento kedalam tas dan menyisahkan satu kotak sedang. Itu untuk Akashi.
Pindah ke Apartment (Name) ternyata tidak membuat Akashi puas. Akashi bahkan memindahkan (Name) kekelasnya dan mengganti sekretaris OSIS dengan (Name).
(Name) tak ingin ambil pusing. Dia tak ingin melebarkan masalah. Masalah utamanya adalah dia tidak suka bekerja sama dengan Momoi Satsuki. Momoi itu berisik dan juga sangat dekat dengan Daiki.
Tentu saja karena Daiki adalah sahabat masa kecilnya Momoi. mereka sudah bersama sejak kecil dan (Name) sedikit iri dengan keadaan itu.
Sebenarnya hubungan Aomine dan (Name) itu seperti apa bahkan tidak jelas. Aomine pacarnya tapi bukan miliknya. Mereka sering melakukan kontak fisik tapi tidak saling mencintai.
(Name) menyesal karena dia baru memikirkannya sekarang. Dan dia cemburu karena Momoi memiliki hubungan yang lebih erat darinya.
"Satsuki, dimana Daiki?"
Akashi memasuki Gym bersama dengan (Name). Dan lagi-lagi Daiki tidam terlihat untuk datang latihan basket.
"Entahlah Akashi-kun sepertinya dia tertidur lagi di atap."
Akashi kesal entah kenapa. Sejak kelas masuk SMA Daiki memang sering tidak datang latihan. Tapi dia merasa biasa saja dan sekarang kenapa jadi menyebalkan.
"Em, (Name)-chan. Bisa kau jemput Aomine-kun untuk latihan."
(Name) berbalik tanpa bicara. Dia tau apa yang harus dilakukan. Menjemput Daiku bagaimanapun caranya. Hm tidak juga sih, karena dia hanya perlu menemui Daiki saja.
Dia belum bertemu dengannya hari ini. Kotak bentonya hanya dia letakkan di loker Daiki.
"Bisa aku minta sebotol air?"
Momoi memberikan sebotol air mineral pada (Name) tanpa bertanya. Dan setelah itu dia meninggalkan Gym.
Seperti yang mereka duga. Daiki tertidur diatap dengan majalah dewasa yang menutupi wajahnya.
(Name) mendekat dan membuka botol air.
Dan menumpahkannya tepat di wajah Daiki dengan santainya.
"O-oi apa-apaan ini. Berhenti menyiramiku (Name)."
(Name) mendudukkan diri tepat disamping Daiki. Tak berniat mengajaknya ketempat latihan.
"Jika tidak seperti itu kau tidak akan bangun."
Daiki juga ikut duduk dan mencium (Name) sekilas.
"Kau tidak memintaku latihan?"
"Memangnya kau akan latihan? Tidak kan? Ini hanya alasan agar aku bisa menemuimu saja. Seharian ini Akashi tak berniat melepaskanku. Aku dipindahkan kekelasnya dan itu menebalkan sekali."
Daiki tertawa melihat (Name) menggembungkan pipinya kesal. Ini pemandangan langka. Hanya sekali dalan setahun, ini bahkan pertama kalinya dia melihat kekasihnya memasang wajah selain datar.
"Oi oi, ini pertama kalinya kau mengucapkan kalimat yang panjang (Name). Haruskah aku berterima kasih pada Akashi?"
(Name) jadi semakin kesal dan Daiki jadi makin kencang tertawa.
"Jadi, apa yang terjadi antara kau dan Akashi?"
(Name) sudah menunggunya. Pertanyaan ini.
"Aku tidak sengaja melihatnya mencium Kuroko kemarin."
"Hanya itu?"
(Name) mengangguk. Daiki tak habis pikir kenapa Akashi sampai melakukan hal seperti ini hanya karena (Name) melihatnya mencium Kuroko. Akashi itu bukan orang yang akan mengambil pusing dengan hal sekecil ini. Seingatnya dulu juga ada seseorang memergoki mereka berciuman dan Akashi tak melakukan apa pun setelah mengancamny untuk tutup mulut.
Tapi kenapa sekarang pada (Name) dia seperti ini? hanya iseng atau motif lain? entahlah. Akashi memang susah ditebak. yang bisa Daiki lakukan hanya melindungi miliknya dari mereka yang akan mencuri (Name)nya dari Daiki.
"Aku mengantuk."
"Kau ini, untuk apa membangunkanku jika kau datang untuk tidur juga. Tidurlah."
Daiki membawa (Name) berbaring disampingnya dan tertidur tanpa tau Akashi melihat mereka dari kejauhan.
TBC
